Articles
4,416 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TURNAMEN DI SEKOLAH DASAR
Yati, Widia;
Amini, Risda
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.335
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pengembangan bahan ajar pendekatan Cooperative Learning Tipe Turnamen siswa pada kelas IV SD Negeri 14 Belanti Barat. Jenis Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Developement). Subjek uji coba adalah peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 14 Belanti Barat dan Penyebaran di SDN 13 Lolong sebanyak 25 siswa. Berdasarkan hasil uji coba Kevalitan dapat dilhat dari validasi isi, bahasa, penyajian, kegrafikaan dan RPP, keseluruhan 4.24 dengan kategori sangat valid. Pratikalitas bahan ajar dilihat dari respon pendidik, 84 % respon peserta didik 80 % sedangkan efektifitas bahan ajar 96%. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar valid, praktis dan efektif pada kelas IV SD.
Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Model Think Pair Share di Sekolah Dasar
Sariayu, Maria Ratna;
Miaz, Yalvema
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.337
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas siswa kelas IV dalam pembelajaran IPS di SD Setia Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas siswa di kelas IV dalam belajar ilmu sosial melalui model Think Pair Share sekolah dasar Setia Padang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Setia Padang yang menguji 25 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru, catatan lapangan, dan tes prestasi belajar. Berdasarkan analisis aktivitas siswa dalam setiap siklus peningkatan efisiensi. Pada siklus pertama 45,33% meningkat menjadi 74,66%. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ada peningkatan aktivitas siswa di kelas IV dalam belajar ilmu sosial melalui model Think Pair Share di Share sekolah dasar Setia Padang.
Pengembangan Bahan Ajar Membaca Permulaan dengan Menggunakan Cerita Fabel pada Siswa Sekolah Dasar
Gustiawati, Reni;
Arief, Darnis;
Zikri, Ahmad
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.339
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan proses pengembangan bahan ajar membaca permulaan dan menghasilkan bahan ajar membaca permulaan dengan menggunakan cerita Fabel untuk pendidik kelas II yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan berdasarkan model 4D (Define, Design, Develop dan Disseminate). Kevalitan dapat dilhat dari validasi isi, bahasa, penyajian, kegrafikaan dan RPP, keseluruhan 93.10 % dengan kategori sangar valid. Pratikalitas bahan ajar dilihat dari respon pendidik, 98.92 % respon peserta didik 96.15 % sedangkan efektifitas Membaca permulaan persentase 100%. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar membaca permulaan menggunakan cerita Fabel yang dikembangkan layak digunakan dalam membaca permulaan di kelas II SD.
Pengaruh Pendekatan Realistic Mathematic Education terhadap Pemahaman Konsep dan Disposisi Matematis Siswa Sekolah Dasar
Mardiah, Mardiah;
Fauzan, Ahmad;
Fitria, Yanti;
Syarifuddin, Hendra;
F, Farida;
Desyandri, Desyandri
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.340
Artikel ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran didominasi oleh guru, sehingga siswa cenderung pasif dan kegiatan menjadi kurang bermakna serta kurang bervariasi. Siswa hanya menerima materi pelajaran dari guru, serta menyelesaikan soal-soal yang diberikan guru. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan pembelajaran melalui pendekatan RME. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan RME terhadap pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa berdasarkan kemampuan awal pada siswa kelas IV Sekolah Dasar. Data penelitian diperoleh dari hasil tes kemampuan awal dan tes akhir berupa soal pemahanan konsep matematis serta angket disposisi matematis. Berdasarkan hasil analisis data uji anova dua arah dan pembahasan yang dilakukan, diperoleh bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi berbeda secara signifikan dengan pemahaman konsep matematika siswa yang memiliki kemampuan awal rendah. Pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan RME berbeda secara signifikan dengan pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Tidak terdapat interaksi antara pendekatan RME dan kemampuan awal dalam mempengaruhi pemahaman konsep matematis siswa. Disposisi matematis siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi berbeda secara signifikan dengan disposisi matematis siswa yang memiliki kemampuan awal rendah. Disposisi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan RME berbeda secara signifikan dengan disposisi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Selain itu, tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan awal dalam mempengaruhi disposisi matematis siswa.Â
ANALISIS KEMAMPUAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS PADA MATA PELAJARAN PENJASKES DI SEKOLAH DASAR
Librianty, Nany
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.341
Tujuan dari penlitian ini adalah untuk mengalisis bagaimanakah kemampuan guru dalam pengelolaan kelas pada mata pelajaran Penjaskes di SD Negeri Kota Bangkinang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: metode Dokumentasi, Metode Observasi atau Pengamatan dan metode Wawancara Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif persentase. Deskriprif persentase digunakan untuk mengetahui persentase tiap-tiap faktor berdasarkan skor jawaban responden.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam pengelolaan kelas pada mata pelajaran penjaskes di SD negeri Kota Bangkinang secara keseluruhan dalam kategori sangat baik. Meskipun demikian ada beberapa komponen keterampilan yang masih kurang optimal
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry dan Discovery Learning Ditinjau dari Keterampilan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Matematika Di Sekolah Dasar
Pratiwi, Diah Eka;
Mawardi, Mawardi
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.345
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis yang signifikan pada mata pelajaran Matematika dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Inquiry dan Discovery Learning. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah Gugus Bawono Kec. Bawen Kab. Semarang dengan sampel kelas 4 SDN Bawen 01, SDN Asinan 02, dan SDN Bawen 04 sejumlah 66 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen rubrik keterampilan berpikir kritis terintegrasi soal uraian. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan teknik Independent Sample T Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran menggunkan model Inquiry lebih tinggi dari Discovery Learning. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t yang menunjukkan nilai Probabilitas 0,000 karena nilai probabilitas tersebut ˂ 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan dalam model pembelajaran Inquiry dan Discovery Learning terhadap keterampilan berpikir kritis pada pelajaran matematika
Pengembangan Media Pembelajaran Kereta Membaca Berbasis Kontekstual Learning Siswa Sekolah Dasar
Herliana, Shinta;
Anugraheni, Indri
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.346
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran kereta membaca untuk meningkatkan literasi berbasis kontekstual learning siswa kelas 1 SD. Penelitian ini dilaksanakan di SD N Ledok 06 Salatiga dengan sampel penelitian sebanyak 13 siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ASSURE Model dengan 6 tahapan yaitu, Analyze Learner, State Objective, Select Method, media or materials, Utilize Media and Materials, Require Learned Participation, dan Evaluate and Revise teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan angket. Hasil dari uji validator yang diperoleh dari ahli materi mendapatkan kelayakan sebesar 100% yang berkategori sangat layak, dari ahli media mendapatkan kelayakan sebesar 97% dan mendapatkan kategori sangat layak, dari ahli praktisi mendapatkan kelayakan materi sebesar 73% dan media sebesar 75% dengan kategori layak untuk digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media kereta membaca terbukti layak untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas 1 SD.
Efektivitas Model Problem Based Learning Dan Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar
Winoto, Yudi Cahyo;
Prasetyo, Tego
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.348
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model problem based learning dan discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran matematika kelas IV SD. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Gugus Surodirjo. Subjek pada penelitian ini yaitu SDN Tlogo sejumlah 29 siswa sebagai kelas eksperimen 1, SDN Simpar sejumlah 28 siswa sebagai kelas eksperimen 2, dan SDN Tretep sejumlah 30 siswa sebagai kelas kontrol. Jenis desain penelitian adalah quasi eksperimental. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Pada analisis akhir perhitungan dengan menggunakan uji t diperoleh hasil nilai sig (2-tailed) 0,002 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan antara penggunaan model problem based learning dan discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran matematika kelas IV SD. Perbedaan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis pada model problem based learning 74,65 dan model discovery learning 80,57. Jadi dapat diartikan model discovery learning lebih efektif dibandingkan model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis. Perbedaan nilai rata-rata hasil belajar matematika pada model problem based learning 72,7 dan model discovery learning 77,98. Jadi dapat diartikan model discovery learning lebih efektif dibandingkan dengan model problem based learning tehadap hasil belajar matematika
Pengaruh Blanded Learning terhadap Hasil Belajar Matakuliah Bimbingan Konseling Mahasiswa PGSD
Ramadhani, Sulistyani Puteri
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.350
Pada era digitalisasi dalam upaya meningkatkan pembelajaran sebagai kualitas pendidikan di Indonesia selalu merupakan isu yang paling penting. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi adalah dengan meningkatkan kualitas proses mengajar. Proses pembelajaran perlu didukung dengan teknologi untuk memfasilitasi proses pengajaran sehingga dapat belajar di mana saja dan eficienty waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan blended learning terhadap hasil belajar mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada mata kuliah Bimbingan Konseling. Sampel penelitian adalah Mahasiswa di kelas eksperimen dan Kelas Kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasi Eksperimen dengan Postest-Only Control Design. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t menunjukan bahwa nilai t hitung 13,155 dan nilai t tabel dengan α 0,05 menunjukan nilai 1,898. Karena thitung > ttabel berarti bahwa terdapat perbedaan hasil belajar mahsisiwa kelas eksperimen yang menerapkan model blended learning dengan hasil belajar siswa kelas kontrol yang tidak menerapkan model blended learning pada mata kuliah bimbingan konseling Dengan adanya perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model blended learning berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Bimbingan Konseling.
Pemanfaatan Media Pembelajaran pada Pembelajaran Tematik Terpadu di Sekolah Dasar
Rejeki, Rejeki;
Adnan, M Fachri;
Siregar, Pariang Sonang
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.351
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pemanfaatan media pembelajaran dalam pembelajaran tematik terpadu di Sekolah Dasar kelas III tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian adalah Sekolah Dasar Negeri 009 Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu Riau. Subyek Penelitian adaah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan Guru kelas III A dan B Sekolah Dasar Negeri 009 Kepenuhan.Hasil penelitian Pemanfaatan media pembelajaran pada pembelajaran Tematik Terpadu pada kelas III SD Negeri 009 Kepenuhan bila dirancang dengan baik merupakan media pembelajaran yang efektif, dapat memudahkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan motivasi belajar siswa, mendukung pembelajaran individual sesuai kemampuan siswa, dan dapat digunakan sebagai penyampaian pesan langsung. Kegunaan dan peran media pembelajaran memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis, mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. Faktor pendukung m media pembelajaran sudah banyak di sediakan oleh sekolah dan siswa. Dengan adanya media pembelajaran siswa sangat tertarik untuk belajar, dengan kehadiran media membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar karena siswa tidak menerawang dalam belajar.