cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 648 Documents
Penilaian Bangunan Cagar Budaya Studi Kasus Kota Magelang Utami, Wahyu
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian cagar budaya masih selalu menjadi perdebatan bagi banyak pihak, baik dari pihak yang pro-pelestarian maupun pihak yang kontra, meskipun sudah ada perundang-undangan yang mengikat. Perdebatan masih terjadi, di satu sisi sebenarnya Indonesia sudah dua kali mempunyai peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan pelestarian yaitu Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1992 dan Undang Undang RI No. 11 Tahun 2010, selain juga pada tahun 1931 pemerintah Hindia Belanda sudah memberlakukan Monumenten Ordonantie. Perbedaan cara pandang pelestarian menjadi permasalahan utama. Tidak bisa dipungkiri hal ini terjadi karena pemahaman akan pelestarian cagar budaya masih bercabang dengan akar yang berbeda. Perubahan paradigma global tentang pelestarian tidak diikuti perkembangannya oleh semua pihak. Melalui metode analisis isi, penilaian dikupas dari berbagai standar pelestarian internasional dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dengan melihat fenomena yang selalu muncul dalam tiga dekade setelah adanya peraturan perundang-undangan yang pertama di Indonesia. Berdasarkan alur keputusan status cagar budaya yang sesuai peraturan perundang-undangan di Indonesia dan didukung penilaian yang mengacu pada tujuh indikator dan golongan cagar budaya, metode penilaian cagar budaya disusun agar bisa menjadi pedoman teknis pelestarian, khususnya untuk Kota Magelang yang memiliki sejarah perkembangan fisik keruangannya.
Tingkat Kenyamanan Penghuni terhadap Kualitas Ruang dan Lingkungan (Studi Kasus: Rusunawa Begalon II Surakarta) Jihan, Kaltsum Farah; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surakarta merupakan satu diantara kota terpadat di Provinsi Jawa Tengah dengan total luas wilayah 46,72 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sebanyak 578.906 jiwa per Desember 2021. Dengan demikian, Kota Surakarta memiliki kepadatan penduduk sebesar 12.391 jiwa per kilometer persegi. Kepadatan penduduk yang tinggi dapat mempengaruhi psikologi penduduk seperti tingkat kebahagiaan, kesejahteraan dan kepuasan masyarakat. Pertambahan penduduk ini memerlukan beragam sarana dan prasarana untuk memenuhi biaya hidup, bermulai dari papan, pangan, sandang, dan keperluan lain-lainnya. Salah satu solusi kepadatan penduduk adalah hunian vertikal, salah satunya adalah rumah susun/rusunawa. Didirikannya rumah susun bertujuan untuk mencukupi keperluan papan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang layak huni dengan lingkungan yang baik. Beberapa rumah susun telah direalisasikan Pemkot Surakarta, diantaranya Rumah Susun Begalon 1, Rumah Susun Begalon 2, Rumah Susun Jurug, Rumah Susun Kerkov, dan Rumah Susun Semanggi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi tingkat kenyamanan penghuni terhadap kualitas ruang dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu metode penelitian kepustakaan dan metode survey (pengisian kuesioner dan wawancara). Metode analisa yang diterapkan adalah analisis kualitatif deskriptif yaitu penilaian (skoring) persepsi penghuni dan penilaian penulis selama observasi untuk mengidentifikasi kondisi fisik dan menentukan kategori tingkat kenyamanan. Hasil penelitian menunjukkan nilai tingkat kenyamanan penghuni terhadap kualitas ruang dan lingkungan adalah 5 kategori nyaman dan 5 kategori tidak nyaman. Kontribusi ilmu pengetahuan penulis dalam penelitian ini adalah membuat suatu type ruang hunian berdasarkan jumlah penghuni agar sesuai dengan standar kebutuhan per kapita dalam hidup.
Tipologi Fasad Bangunan Rumah Toko di Jalan Kembang Jepun, Surabaya Saputra, Erlangga Eka; Raidi, Syamsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasad, merupakan bagian terpenting pada bangunan, karena mempresentasikan sejarah, peradaban, dan kebudayaan yang pernah ada pada satu kawasan tertentu. Jalan Kembang Jepun merupakan salah satu jalan, yang terletak di Kota Surabaya, yang menjadi pusat perekonomian Kota Surabaya sejak zaman Hindia Belanda, sehingga bangunan pada Jalan Kembang Jepun, Surabaya, didominasi dengan bangunan rumah toko. Perkembangan ekonomi yang pesat di Kota Surabaya menimbulkan pergeseran perekonomian dan muculnya muka – muka baru yang lebih bervariasi. Pergeseran perekonomian berdampak pada penurunan aktivitas pada kawasan Jalan Kembang Jepun, hal tersebut ditandai dengan adanya perubahan fisik muka bangunan yang dapat mengancam karakteristik muka bangunan di Jalan Kembang Jepun, Kota Surabaya. Perubahan yang berlangsung secara terus menerus dapat berdampak kepada terputusnya sebagian bukti sejarah kota. Bagaimana bentuk tipologi muka atau fasad bangunan rumah toko di Jalan Kembang Jepun, Surabaya? merupakan topik yang cukup menarik untuk dilakukan sebuah penelitian. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menjawab pertanyaan diatas dengan mengidentifikasi dan menganalisa tipologi fasad bangunan rumah toko dilihat dari unsur penyusun fasad paling dominan. Peneliti melakukan pengumpulan data secara langsung dari area penelitian, dan melakukan identifikasi terhadap elemen penyusun fasad seperti, warna, pintu, jendela, dan bentuk atap. Hasil penelitian ini adalah bangunan rumah toko di Jalan Kembang Jepun Surabaya, memiliki dominan: (1) Warna coklat sebagai warna fasad bangunan, (2) Bentukan pintu rolling door modern, (3) Bentukan jendela kotak, dan masih menyisakan ruang untuk dinding dibawahnya, (4) Penggunaan atap pelanan pada bangunan rumah toko.
Dampak Keberadaan Masjid Syekh Zayed terhadap Masyarakat Marginal Ekonomi Bawah Haq, Kholid Misyalul; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid sejatinya adalah ruang entitas seorang muslim untuk Bersatu atau lebih tepatnya ruang pemersatu ummat. apa pun warna, baju, pangkat, jabatan serta kedudukan seorang muslim Ketika di luar tapi Ketika sudah berada di masjid semua sama Ketika menghadap sang pencipta untuk beribadah. Masjid bukan hanya sebatas tempat pemenuhan ibadah mahdhah saja tapi juga pemenuhan ibadah ghairuh mahdhah. Permasalahan yang terjadi sekarang adalah semua masjid terkhusus masjid yang penulis jadikan objek di penelitian ini belum dan juga berpotensi tidak memenuhi esensi dari keberadaan masjid itu sendiri. Dan nyatanya belum bahkan menjadi pertanyaan kembali masjid yang baru saja dibangun ini ditujukan untuk apa dan siapa. Oleh karenanya, penulis ingin membuat sebuah penelitian yang membedah dampak keberadaan Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta terhadap masyarakat di sekitarnya terkhusus masyarakat kalangan ekonomi bawah bahkan tuna wisma. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan atas pembangunan Masjid Sheikh Zayed tersebut. Metode penelitian yang digunakan ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan langsung berhadapan dengan objek terkait dan melakukan wawancara secara lisan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 18% yang bisa menikmati arus perputaran ekonomi di sekitar masjid sheikh zayed itu pun dari kalangan yang sudah punya rumah. Sebanyak 46% warganya tidak merasakan dampak apa-apa dan 36 persen menjadi korban dan terancam penggusuran tempat istirahat mereka yang berada di daerah sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta.
Tingkat Pemahaman Masyarakat terhadap Ornamen Batik di Flyover Purwosari Saputri, Mahardian Alfajrina; Hidayati, Rini
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flyover Purwosari merupakan salah satu flyover yang berada di Kota Surakarta. Flyover ini berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Purwosari. Pembangunan flyover ini didasari karena adanya kemacetan lalu lintas di area perlintasan kereta api dan maraknya terjadi kecelakaan. Perbedaan yang mencolok dari flyover Purwosari yaitu adanya ornamen batik pada bagian bawah flyover. Terdapat kurang lebih 15 jenis batik yang dipamerkan di bagian dinding flyover. Pengadaan ornamen tersebut sesuai dengan sesuai dengan Peraturan Daerah yang dibuat oleh Pemda Kota Surakarta. Tujuan adanya penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap adanya ornamen batik di flyover Purwosari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat menegnai batik sudah cukup baik, namun perlu adanya promosi atau pengenalan ornamen batik lebih lanjut agar ornamen batik yang berada di flyover Purwosari tidak hanya dianggap sebagai elemen penambah estetika tanpa mengetahui fungsi dan tujuan yang sebenarnya, hal tersebut agar pemahaman batik yang dimiliki masyarakat menjadi lebih baik dan kesadaran untuk melestarikan batik semakin meningkat.
Konsep Adaptive Reuse pada Bunker Laweyan Solo Putri, Farah Kathryn Andina Handri; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Batik Laweyan dikenal memiliki ratusan pengusaha batik yang bisa menggerakkan perekonomian kala itu, dan Kampung Batik Laweyan memiliki ratusan bangunan cagar budaya yang dilindungi. Namun saat ini kondisi bangunan cagar budaya di Kampung Batik Laweyan tak sedikit yang rusak dan terbengkalai. Adanya perubahan dari public interest menjadi economic interest juga menyebabkan sekitar 30 persen dari 100 bangunan rumah kuno yang merupakan kategori cagar budaya telah berubah menjadi bangunan modern. Bangunan yang menjadi sampel studi kasus konservasi ini adalah Bunker Laweyan Solo. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yang fokus dalam observasi, pengumpulan data, wawancara dan studi pustaka dengan cara melihat dan mencari literatur yang sudah ada. Strategi konservasi yang diterapkan pada bangunan rumah tinggal Bunker Laweyan Solo ini adalah dengan menggunakan konsep adaptive reuse yang merubah fungsi lama bangunan yaitu sebagai rumah tinggal menjadi fungsi baru yaitu museum peninggalan kerajaan Pajang seperti kesenian batik Laweyan dengan sentuhan gaya kolonial (Dutch Colonial) yang pada hakekatnya merupakan bagian integral dari sejarah perkembangan arsitektur Indonesia.
Identifikasi Tampilan Arsitektur pada Situs Keraton Kartasura Ditinjau dari Aspek Material Agrestiwa, Bayu; Indrawati, I
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota kecamatan Kartasura yang berada di Kabupaten Sukoharjo menyimpan sejarah perjalanan Mataram Islam. Pernah berperan sebagai ibukota Mataram Islam pada tahun 1680-1745. Akibatnya Kartasura mewariskan sejumlah hal. Salah satunya berupa situs bekas keraton yang hanya tersisa benteng dalam atau cepuri. Gaya tampilan arsitektur Keraton Kartasura memiliki ciri khas yang berbeda dengan beberapa keraton turunan Mataram Islam saat ini. Sehingga dalam hal ini perlu adanya penelitian yang bertujuan mengidentifikasi material yang digunakan dan tampilan yang dihasilkan pada situs keraton ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif-kualitatif melalui observasi, studi literatur, dan wawancara. Penelitian ini difokuskan pada identifikasi penggunaan material yang diaplikasikan pada sejumlah objek yang ada di dalam situs Keraton Kartasura. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa (a) bangunan pada situs Keraton Kartasura terdiri dari dua era yaitu era lama (bersejarah) berupa benteng cepuri dan pemakaman, serta era baru yaitu bangsal, masjid, rumah, dan sekolah; (b) benteng cepuri sebagai bangunan bersejarah berbahan batu bata merah dan makam berbahan batu candi; dan (c) tampilan arsitektur yang ditampilkan yaitu susunan batu bata merah sebagai benteng keraton yang berukuran cukup besar tanpa adanya spesi dan lepa seperti pada gaya bangunan era sebelum Mataram Islam di Kartasura.
Identifikasi Karakter Arsitektur pada Umbul Pengging sebagai Warisan Keraon Surakarta Syahid, Umar; Indrawati, I
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah Negara yang kaya akan keragaman budaya. Budaya muncul dari sebuah tradisi dan nilai-nilai yang dimiliki sebuah masyarakat selama bertahun-tahun dan dianggap sebagai bagian penting dari karakter mereka sehingga menjadi warisan untuk generasi berikutnya. Umbul Pengging adalah salah satu peninggalan Keraton Kasunan Surakarta yang memiliki unsur bangunan yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, kebudayaan yang patut untuk di lestarikan dan dipelajari agar dapat menjadi bahan pembelajaran unntuk perkembangan arsitektur dimasa mendatang. Penelitian ini di fokuskan pada identifikasi karakter arsitekutural pada bangunan Gapura, Tiang atau kolom, Dinding, Pintu, Jendela, Atap dan Ornamen pada bangunan Umbul Pengging. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penedekatan deskriptif. Metode penelitian dilakukan dengan cara : transkripsi, wawancara, catatan lapangan, gambar, foto, rekaman, video dan lain sejenisnya dengan tujuan untuk mengidentifikasi jenis bangunan dikolam renang Pengging yang merupakan peninggalan Keraton Surakarta dan mengidentifikasi elemen arsitektur yang digunakan. Hasil penelitian merumuskan bahwa bangunan gapura, kolom atau tiang tidak terkait dengan bangunan yang ada di Keraton Surakarta, sedangkan bangunan dinding, pintu, jendela, atap dan ornamen terkait dengan bangunan yang ada di Keraton Surakarta.
Kajian Teoritis Ecomuseum dengan Pendekatan Isu Pusaka Saujana Pedesaan (Studi Kasus Desa Buluh Awar) Simanjuntak, Immanuel Binly Prima; Utami, Wahyu
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Buluh Awar merupakan salah satu desa di Indonesia yang memiliki keindahan alam, keunikan budaya dan sejarah. Dengan keindahan alam, keunikan budaya dan sejarah yang dimiliki, maka Desa Buluh Awar dapat dikembangkan menjadi suatu ecomuseum yang bertujuan untuk melestarikan pusaka saujananya, yang nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat dengan kegiatan wisata desa. Kegiatan kajian dilakukan sebagai jembatan menuju perancangan ecomuseum dengan melestarikan pusaka saujana Desa Buluh Awar, keindahan alam, keunikan budaya dan sejarah yang dimilikinya. Sehingga mampu menjadi sarana tempat edu-rekreasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Buluh Awar serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan disajikan secara deskriptif dengan menggunakan data-data melalui kajian-kajian literatur, observasi, wawancara, serta dokumentasi pada lokasi penelitian. Hasil akhir dalam penelitian memberikan kesimpulan akan kelayakan fasilitas-fasilitas pendukung dalam membentuk ecomuseum Desa Buluh Awar.
Kajian Pemanfaatan Ruang pada Usaha Berbasis Rumah (UBR) Sangkar Burung Desa Karangmalang Widiyaningrum, Alfitra; Meilawati, Sofiana Chajar; Mayangsari, Hilda Yusi; Amalia, Rizqi Shafa; Nugrahaini, Fadhilla Tri
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah merupakan hal yang paling penting dengan fungsinya sebagai tempat tinggal atau hunian. Hunian tersebut sebagai sarana untuk perlindungan dari cuaca dingin maupun panas. Saat ini rumah bukan hanya sebagai hunian tetapi juga difungsikan sebagai tempat memulai bisnis UBR. Usaha Berbasis Rumah (UBR) adalah kegiatan ekonomi yang dijalankan keluarga atau sering dikenal sebagai bisnis rumahan. Rumah sebagai tempat bisnis mengakibatkan pengalihan fungsi ruang yang harus menggabungkan dua aktifitas dalam satu ruang, seperti aktivitas produksi dan aktivitas berumah tangga. Tujuan penelitian ini yaitu, mengidentifikasi pola pemanfaatan ruang Usaha Berbasis Rumah (UBR) sangkar burung di Desa Karangmalang dan mengetahui permasalahan yang muncul akibat dari pengaruh pola pemanfaatan ruang pada ruang produksi Usaha Berbasis Rumah (UBR) sangkar burung di Desa Karangmalang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memahami secara mendalam terhadap masalah tersebut. Permasalahan yang muncul akibat perubahan dan penggabungan fungsi pola pemanfaatan ruang menyebabkan aktivitas terganggu dan kualitas tempat tinggal berkurang mulai dari tingkat kenyamanan tempat tinggal, keterbatasan ruang, maupun estetika ruang. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa terdapat penggabungan fungsi ruang yang awalnya ruang tamu, teras, halaman menjadi ruang produksi sangkar burung.