Articles
648 Documents
Identifikasi Klasifikasi Kekumuhan di Permukiman Tepian Sungai Sente, Kabupaten Grobogan
Wibawani, Arga Rosa;
Hidayati, Rini
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tepian Sungai Sente di Kabupaten Grobogan tepatnya Desa Sanggrahan dan Desa Jangkungharjo adalah salah satu titik permukiman kumuh di tepi kota Kabupaten Grobogan. Kabupaten Grobogan adalah kabupaten terbesar kedua di Jawa Tengah dengan pertumbuhan penduduk yang signifikan. Dipilihnya lokasi tepian Sungai Sente karena menjadi salah satu dampak dari pelebaran pertumbuhan penduduk dan peningkatan bangunan ekonomi. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah mengidentifikasi kekumuhan yang berlokasi di permukiman tepian Sungai Sente dan mengklasifikasikan tingkatan kekumuhannya. Penelitian dilakukan dengan dua metode yaitu kualitatif yaitu dengan mengobservasi secara lansgung serta menilai, mengukur hingga mengklasifikasikan kekumuhan dan kantitatif yaitu dengan mencari data dan mengolahnya. Parameter identifikasi klasifikasi kekumuhan dilakukan dengan studi literatur Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Pemukiman Kumuh. Kesimpulan dari penelitian bahwa klasifikasi dalam tingkatan kekumuhan di permukiman Sungai Sente termasuk ke kekumuhan sedang. Adapun faktor terbesar penyumbang kekumuhan adalah pengelolaan sampah yang tidak baik.
Kajian Pola Aktivitas Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik pada Taman Balai Jagong Kudus di Masa Pandemi
Pratika, Anisa Gina;
Raidi, Syamsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Taman kota merupakan ruang terbuka publik yang sangat penting serta berguna sebagai tempat yang berfungsi untuk mewadahi aktifitas masyarakat secara berkelompok atau individu. Taman Balai Jagong merupakan taman multifungsi yang terdapat pada kompleks GOR Wergu Wetan Kudus yang berfungsi sebagai tempat berukumpulnya masyarakat untuk beraktifitas serta bersosialisasi. Selain itu dilengkapi juga dengan fasilitas olahraga seperti halnya skate park, wall climbing, serta jogging area. Dimasa pandemi, taman balai jagong juga merasakan dampak nya, sehingga mulai menerapkan protokol kesehatan untuk dapat mencegah terjadinya penularan virus covid-19. Masyarakat yang berkunjung juga diharuskan untuk mulai beradaptasi dengan keadaan di taman balai jagong dan sport center kudus. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana pola aktivitas pemanfaatan ruang terbuka publik di kawasan Taman Balai Jagong Kudus di masa pandemi covid-19. Hal ini dikarenakan taman balai jagong dan sport center kudus merupakan fasilitas ruang terbuka publik yang mewadahi aktifitas masyarakat di Kota Kudus. Metode penelitian yaitu dengan pendekatan metode deksriptif kualitatif dokumentasi, dan observasi atau behavioral mapping untuk menentukan pola pemanfaatan ruang terbuka publik. Pengamatan dilakukan di ruang-ruang pada kawasan Taman Balai Jagong Kudus di beberapa waktu. Sehigga nantinya akan didapatkan hasil pengamatan berupa keterlibatan antara pelaku aktivitas, periode aktivitas serta ruang-ruang aktivitas di Taman Balai Jagong Kudus di masa pandemi.
Evaluasi Kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan Jawa Tengah sebagai Convention dan Exhibition Centre di Kota Semarang
Octaviani, Alfina Rahma;
Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Semarang merupakan salah satu kota besar yang menjadi ibukota Provinsi Jawa Tengah, dimana setiap kegiatan pemerintahan berpusat di kota ini. Dalam perkembangan sebuah ibukota, kebutuhan kegiatan termasuk di dalamnya adalah promosi dan pameran pariwisata. Melihat dari kebutuhan ruang, guna mewadahi kegiatan ini dapat dilakukan evaluasi dengan melihat standar untuk dilakukannya setiap event yang memadai di Kota Semarang. Kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan atau yang biasa disingkat PRPP adalah salah satu wujud kawasan yang menjadi pusat diadakannya event-event besar yang ada di Kota Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi mengenai Convention dan Exhibition di Kawasan PRPP apakah sesuai dengan standar MICE yang ditulis dalam Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Pedoman Tempat Penyelenggaraan Kegiatan (Venue) Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konvensi dan Pameran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi lapangan, dokumentasi yang menggambarkan kondisi eksisting kawasan PRPP saat ini, dan studi literatur penelitian terdahulu dimana hasil penelitian dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kawasan PRPP mencapai angka 75% dalam kesesuaiannya sebagai convention dan exhibition centre, artinya sarana dan prasarana tergolong cukup memadai. Hanya saja perlu mengkaji lebih untuk pemeliharaannya.
Pengaruh Penggunaan Material Bangunan terhadap Kenyamanan Termal pada Masjid Gedhe Mataram
Santosa, Kholis Nur;
Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masjid Gedhe Mataram salah satu masjid tertua di Indonesia dengan usianya sekitar 350 tahun. Masjid tersebut masih berdiri kokoh dan layak digunakan dengan baik secara fisik. berkaitan dengan material dari bangunan tersebut yang masih asli, harus dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya salah satunya dari segi suhu ruangan yang baik. Untuk itu, dilakukan penelitian kenyamanan termal di Masjid Gedhe Mataram dengan tujuan menilai masjid tersebut memenuhi standar atau tidak dalam memberikan kenyamanan dalam beribadah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, dengan pendekatan deskriptif yang diperoleh dari deskripsi numberik dan penjelasan yang menggambarkan karakteristik yang sedang diteliti. Alat yang diperlukan berupa meteran, termohidrometer, dan anemometer. Hasil penelitian, suhu menunjukan rata-rata penurunan terbesar dari isya ke subuh sebesar 3.34°C, kelembaban udara menunjukan peningkatan angka yang signifikan peralihan antara isya ke subuh dengan rata-rata 27.34%. Kecepatan angin hanya pada tiitk tertentu yang dekat dengan bukaan dan menghadap ke halaman. Kecepatan tertinggi pada waktu isya sebesar 0.3m/s. Hasil penelitian Masjid Gedhe Mataram tidak memenuhi standar kenyamanan termal dari temperatur efektif SNI T-14-1993-037, namun jika ditinjau dari bahan material dalam bangunan tersebut, angka pada konduktivitas termal material masjid dikatakan sudah baik.
Evaluasi Fungsi Taman Lampion sebagai Ruang Terbuka Hijau Publik di Kabupaten Klaten
Harjoko, Tatang Kusuma;
Hidayati, Rini
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Adanya taman kota sebagai ruang terbuka hijau publik dalam suatu kota menjadi penting, karena perlu adanya keseimbangan dalam penataan ruang kota. Taman Lampion Kota Klaten merupakan salah satu RTH yang ada di Klaten dan digunakan masyarakat sebagai tempat rekreasi, olahraga, edukasi, dan menjalankan fungsi ekologis. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu fungsi tersebut belum sepenuhnya terpenuhi. Hal ini berpangaruh pada kualitas taman tersebut. Penilitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi dan menganalisis kualitas dari Taman Lampion sebagai ruang terbuka hijau publik di Klaten. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memperoleh sumber data melalui observasi secara langsung, wawancara atau kuesioner dan kajian literatur. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan cara dikomparasikan dengan kajian literatur dan standar yang ada. Hasil dari penelitian ini adalah secara keseluruhan fungsi RTH pada Taman Lampion Kota Klaten adalah cukup berjalan. Hal ini dikarenakan masih ada fungsi yang belum berjalan dengan baik dan perlu adanya peningkatan dan perbaikan disetiap fungsinya. Sehingga fungsi RTH pada Taman Lampion belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang ada. Kemudian, secara keseluruhan nilai kualitas Taman Lampion Kota Klaten berdasarkan pendapat pengguna mengenai tingkat kenyamanan, keamanan, kebersihan, kelengkapan elemen taman dan aksesbilitas berada pada kondisi yang cukup baik.
Identifikasi Ketersediaan Fasilitas Sarana dan Prasarana di Kawasan Wisata Kuliner Pati
Putri, Destiana;
Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keanekaragaman kuliner di Kabupaten Pati membuat kuliner khas Pati menyimpan banyak potensi. Mestinya potensi keanekaragaman kuliner dapat dikembangkan guna mengenalkan berbagai tempat wisata yang ada di Kabupaten Pati, sehingga tidak hanya berwisata kuliner tapi juga berwisata alam dan bangunan. Potensi tersebut dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Pati dengan membuat kawasan wisata kuliner yang bertempat di kawasan Perhutani tepatnya Eks TPK (Tempat Penimbunan Kayu) Kabupaten Pati. Ketersediaan fasilitas dalam sebuah wisata yang sekaligus menjadi ruang publik sangat diperlukan untuk menunjang kenyamanan pengunjung, namun fasilitas di kawasan wisata kuliner Pati dirasa kurang memadai sehingga perlu ditinjau ulang mengenai kelengkapan fasilitasnya. Metode yang digunakan yakni metode kualitatif dengan melakukan wawancara bebas terhadap pengelola dan pengunjung serta melakukan studi literatur yang bertujuan untuk memperoleh referensi dan gambaran umum mengenai fasilitas suatu tempat wisata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketersediaan fasilitas di kawasan Wisata Kuliner Pati teridentifikasi belum lengkap dan dinilai kurang layak. Wisata Kuliner Pati memenuhi 48% kelengkapan fasilitas dari standar yang ditetapkan. Hasil penelitian diharapkan mampu menjadi acuan untuk pengembangan wisata kuliner di Kabupaten Pati.
Identifikasi Kemacetan di Depan Jalan Masuk Pasar Klewer Berdasarkan Persepesi Pengunjung
Junianto, Kurniawan Dwi;
Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Aktivitas pasar mempengaruhi kondisi lalu lintas di sekitarnya. Permasalahan lalu lintas pada ruas jalan dan lingkungan yang pada kasus penelitian ini adalah kenyamanan berkendara pengunjung Pasar Klewer terhadap kepadatan lalu lintas di area sekitar pasar. Dengan letak pasar yang berada di pusat kota, Pasar Klewer menjadi pusat kegiatan bagi pelaku aktivitas yang memunculkan sirkulasi kendaraan antara pengunjung pasar dengan pengguna jalan. Adanya sebuah aktivitas pasar pada ruas jalan tentunya memiliki dampak terhadap karakteristik lalu lintas di sekitarnya. Sementara, karakteristik lalu lintas pada kawasan Pasar Klewer diidentifikasi berdasarkan variabel yang telah dijadikan indikator yaitu kapasitas dan volume lalu lintas dan dalam jangka waktu 1 menit berkisar antara ± 29 motor dan 5 mobil. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik sampling yang merupakan teknik dalam penentuan responden dengan kriteria tertentu. Kriteria yang ditetapkan untuk memilih responden dalam penelitian ini yaitu; sudah mengunjungi Pasar Klewer minimal dua kali. Hasil penelitian yang di dapatkan tentang kepadatan atau kemacetan di jalan masuk Pasar Klewer berdasarkan persepsi responden menyatakan bahwa berkendara di jalan masuk pasar terasa tidak nyaman dan faktor kemacetan itu sendiri terjadi akibat ukuran jalan yang kurang lebar, jumlah pengunjung yang sangat ramai, serta pejalan kaki yang berlalu lalang mengganggu aktivitas lalu lintas di jalan masuk Pasar Klewer.
Efisiensi Biopori sebagai Alternatif Penanganan Banjir di Area Permukiman Pinggiran Sungai
Wijaya, Darma;
Astusi, Dyah Widi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pontianak merupakan ibukota Porivonsi Kalimantan Barat. Padatnya populasi manusia di zaman sekarang mengakibatkan area resapan air yang semakin menipis sedangkan pertumbuhan pembangunan semakin cepat tanpa diiringi dengan antisipasi untuk kedepannya, terutama pada area permukiman yang lebih difokuskan kepada bangunan rumah tinggal. Apalagi jika diitambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya area resapan air. Dengan kondisi tersebut serta kurangnya lahan terbuka hijau akan mengakibatkan hal buruk lainnya terjadi. Contohnya yaitu terjadinya banjir yang disebabkan karena air hujan yang tidak bisa lagi ditampung dan meluap karena tidak adanya area resapan pada setiap bangunan rumah tinggal tersebut. Untuk itu diperlukan cara agar mempertahankan daerah resapan air hujan di area rumah tinggal, maka air hujan seharusnya diproses dengan cara diresapkan ke dalam tanah agar air sungai tidak meluap dan menyebabkan banjir di daerah tersebut. Maka dari itu penggunaan Biopori sebagai salah satu cara yang dapat meningkatkan daya resap terhadap air hujan. Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan hanya terdapat 6 lubang resapan biopori yang tersedia di lokasi penelitian. Maka dari itu harus dilakukan pengumpulan data tentang curah hujan dan perhitungan untuk mendapatkan jumlah yang ideal agar air hujan dapat meresap ke dalam tanah dengan maksimal.
Keberadaan Permukiman Padat di Desa Kauman Menara Kudus Terkait dengan Wisata Religi
Novitasari, Alfina;
Astuti, Dyah Widi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ruang yang berubah mengikuti alur dimensi perkembangan sosial-ekonomi di dalam kehidupan masyarakat Desa Kauman Menara Kudus termasuk sebagai salah satu permukiman padat yang mengakibatkan perubahan tata ruang permukiman dan rumah tinggal masyarakat dikarenakan adanya wisata religi. Permukiman padat di Desa Kauman mempunyai karakteristik permukiman padat terkait dengan wisata religi. Sekaligus dapat menemukan keterkaitan permukiman padat Desa Kauman dengan aktivitas wisata religi yang ada di kawasan Menara Kudus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengidentifikasi peta demografi dengan menggunakan data pendukung dari hasil survei untuk melengkapi hasil penelitian. Metode pengumpulan data berupa studi literatur dan studi kasus, diperoleh melalui jurnal maupun website. Studi literatur dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai pengertian dan kriteria dalam menentukan karakteristik permukiman padat. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang permukiman padat di kawasan Menara Kudus terkait dengan adanya aktivitas wisata religi. Melalui penelitian ini yang mengangkat permukiman padat yang berada di kawasan Menara Kudus dengan menganalisa karakteristik permukiman padat di Desa Kauman dan keterkaitannya dengan aktivitas wisata religi yang ada di kawasan Menara Kudus.
Evaluasi Kelengkapan Sarana dan Prasarana Kawasan Wana Wisata Waduk Kedung Ombo Boyolali
Rohmah, Pangestu Mawada;
Nurjayanti, Widyastuti
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Wana Wisata Waduk Kedung Ombo merupakan salah satu objek wisata yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan potensi keindahan alamnya. Kawasan pariwisata membutuhkan kelengkapan sarana dan prasarana untuk kenyamanan pengunjung. Namun, Wana Wisata Waduk Kedung Ombo terdapat ketidaklengkapan pada sarana dan prasarananya. Sehingga sarana dan prasarana perlu disediakan dengan baik dan lengkap untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan sarana dan prasarana berdasarkan pendekatan menurut Lothar A. Kreck terhadap standar kelengkapan pariwisata (Yoeti 1996). Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan cara observasi dan wawancara secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan sarana dan prasarana 62.5% lengkap dan 37.5% tidak lengkap. Ditinjau dari faktor kelayakan 31.25% layak dan 31.25% kurang layak. Sehingga, dari penelitian ini bisa mewadahi atau melengkapi sarana dan prasarana Kawasan Wana Wisata Waduk Kedung Ombo Boyolali terkait pengembangan pariwisata.