cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung H - Kampus 2 UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27218686     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SIAR atau yang lebih dikenal dengan Seminar Ilmiah Arsitektur adalah rangkaian seminar nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 648 Documents
Identifikasi Fungsi Taman Seribu Lampu Pasca-Revitalisasi Berdasarkan Aspek Setting Fisik dan Perilaku Pengguna Andrea, A; Raidi, Syamsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman kota memiliki beberapa fungsi tertentu antara lain yaitu fungsi ekologi, fungsi fungsi ekonomi, fungsi sosial dan budaya, serta fungsi estetika. Dalam perkembangannya, Taman Seribu Lampu Ceputelah beberapa kali mengalami perubahan fungsi sebagai taman kota. Keberadaan Taman Seribu Lampu diharapkan berfungsi sebagai ruang tebuka hijau dan ruang aktivitas publik. Namun dalam perwujudannya, Taman Seribu Lampu hanya berfungsi sebagai kegiatan PKL, selain itu elemen-elemen fisik pada taman kurang mendapat perawatan sehingga menyebabkan kerusakan pada elemen tersebut. Beberapa fenomena tersebut muncul sebagaipermasalahan utama pada Taman Seribu Lampu. Pada tahun 2017, pemerintah Kabupaten Blora melakukan revitalisasi berdasarkan pada permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi fungsi taman pasca-revitalisasi berdasarkan setting fisik dan perilaku pengguna. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengamatan pada aspek setting fisik, kemudian teknik behavioral mapping digunakan untuk mengamati perilaku pengguna pada taman. Metode analisa yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menggambarkan hubungan setting fisik dan perilaku pengguna di Taman Seribu Lampu. Untuk menyimpulkan fungsi taman menggunakan tinjauan dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH di Kawasan Perkotaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Taman Seribu Lampu mengalami perkembangan fungsi dalam hal penyediaan elemen dan fasilitas taman serta aktivitas pengguna.
Identifikasi Kenyamanan dan Pemanfaatan Citywalk Sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo Putih, Federico Awan; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citywalk secara harfiah terbentuk dari dua kata, yaitu city dan walk. City yang berarti kota atau di dalam kota, sedangkan walk memiliki arti jalan atau jalur. Jadi, secara abstrak citywalk adalah jalur pejalan kaki di dalam kota. Deretan bangunan ataupun lansekap berupa tanaman dapat membentuk Jalur tersebut, Citywalk merupakan pedestrian dengan sarana perbelanjaan yang lengkap, sehingga dapat terus bertahan dan berkembang. Di Surakarta tepatnya pada jalan Slamet Riyadi telah mengaplikasikan citywalk. Citywalk berada di sepanjang Purwosari-Gladak. Pemanfaatan fungsi citywalk yang semula merupakan jalur untuk pejalan kaki yang sebagian lahan digunakan sebagai perluasan tempat parkir bagi kendaraan dapat mengurangi kenyamanan bagi pengguna. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif. Penelitian dengan pendekatan kualitatif guna untuk menyusun data maupun informasi yang telah diperoleh peneliti dengan penyusunan hasil akhir data yang bersifat deskriptif bertujuan mendeskripsikan temuan-temuan penelitian berdasarkan data-data yang telah dianalisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen 1 dengan kenyamanan baikdimanfaatkan pengguna untuk duduk bersantai, segmen 2 dengan kenyamanan cukup baik berada di area mall dimanfaatkan pengguna untuk parkir, segmen 3 dengan kenyamanan baik dimanfaatkan pengguna untuk duduk bersantai, segmen 4 dengan kenyamanan baik dimanfaatkan pengguna untuk parkir dan berfoto, segmen 5dengan kenyamanan cukup baik, berada di area pertokoan sehinggadimanfaatkan pengguna untuk parkir di citywalk.
Alih Fungsi Bukit Mongkrang Sebagai Wisata Alam Pendakian Gunung Kencana, Nafik Bima; Azizah, Ronim
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bukit Mongkrang merupakan salah satu destinasi wisata yang masih tergolong baru. Mulai dibuka untuk umum pada akhir tahun 2019, tempat ini mulai terkenal semenjak banyaknya anggota pecinta alam yang berkegiatan di area ini dan mengunggahnya ke jejaring sosial. Meningkatnya aktifitas pariwisata turut dibarengi dengan ikut membesarnya perputaran ekonomi di daerah tersebut. Banyak masyarakat merasakan dampak positif dari dibukanya Mongkrang sebagai tempat wisata baru. Kendati demikian itu juga turut diiringi dengan masalah lingkungan dan ekosistem alam yang kian rusak akibat ulah dari aktifitas pariwisata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dampak dari aktifitas manusia terhadap ekosistem alam. Dalam usaha pengumpulan data di lapangan telah terkumpul sejumlah data dari masyarakat setempat dan para penggiat alam yang dapat disimpulkan bahwa pengaruh dari pembukaan bukit mongkrang sebagai tempat wisata baru ialah memberi dampak positif bagi masyarakat secara ekonomi, namun disisi lain memberi dampak kerusakan lingkungan karna pengelolaan yang kurang maksimal.
Analisis Aspek Fungsional dan Aspek Teknis Ruang Terbuka Hijau (Studi Kasus RTH di Banjir Kanal Barat Kota Semarang) Wibowo, Yusuf Candra Tri; Raidi, Syamsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah dan kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bandung. Sebagai salah satu kawasan kota (urban), Kota Semarang memiliki permasalahan terutama dalam perancangan ruang kota salah satunya yaitu ruang terbuka hijau. Berdasarkan permasalahan itu pemerinatahan kota Semarang membuat regulasi atau kebijakan yaitu dengan mengeluarkan Peraturan Daerah No 7 Tahun 2010 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau di Kota Semarang. Namun salah satu kecamatan di Kota Semarang tepatnya Kecamatan Semarang Barat nampak belum bisa optimal dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah tersebut. Dalam praktek lapangan, RTH yang terdapat di Kecamatan Semarang Barat masih terus berkurang. Hal ini mengindikasikan adanya alih fungsi lahan yang berpotensi menimbulkan bencana alam seperti bencana rob saat musim penghujan tiba. Kemudian udara di kota Semarang pun semakin panas karena berkurangnya ruang terbuka hijau. Oleh karena itu maka tujuan penelitian ini yakni mengidentifikasi permasalahan tata ruang terbuka hijau di Banjir Kanal Barat Kota Semarang dalam aspek fungsional dan teknis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data observasi. Dari metode tersebut diperoleh hasil penelitian bahwa floating park dalam fungsi sebagai lahan penyediaan ruang terbuka hijau dengan konsep waterfront sebagai solusi dalam menimalisir kurangnya RTH di Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang. Kesimpulan dalam penelitian ini yakni Kecamatan Semarang Barat memiliki minimal presentase RTH yang belum tercapai. Beberapa penyebabnya adalah adanya alih fungsi lahan yang tidak berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan bencana alam dan kelebihan RTH sendiri belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyaarakat, kekurangnnya partisipasi masyarakat untuk medukung pemenuhan RTH, kurangnya sumber daya manusia sebagai pelaksana, dana yang tidak mencukupi dan kurangnya kontrol dari pemerintah. Sehingga dari penelitian ini memberikan solusi untuk permasalahan berkurangnya RTH dengan pembangunan Floating Park yang berlokasi di Sungai Banjir Kanal Barat.
Analisis Pengaruh Transformasi Kawasan Kalijodo Menjadi Ruang Terbuka Hijau Terhadap Perilaku Masyarakat Putra, Iqbal Adiyaksa Eka; Setiawan, Wisnu
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kalijodo berada di wilayah kelurahan Angke, sudah bertahun-tahun kawasan tersebut menjadi tempat prostitusi, perjudian, dan banyak terjadi tindak kejahatan. Munculnya kelompok-kelompok preman membuat kawasan tersebut menjadi kuat, sehingga kawasan Kalijodo dibiarkan seperti itu, sampai pada tahun 2016 kawasan tersebut berhasil dirobohkan dan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Transformasi fungsi lahan yang sebelumnya merupakan permukiman ilegal menjadi ruang terbuka hijau telah memberikan pengaruh terhadap perilaku masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisperubahan Kalijodo dahulu dan sekarang, serta untuk mengetahui kaitan yang terjadi akibat keberadaan ruang terbuka hijau di kawasan Kalijodo terhadap perilaku masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, melalui pengamatan fisik, mencari informasi dengan wawancara, lalu menganalisis data yang sifatnya deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan ruang terbuka hijau Kalijodo mampu membuat pengaruh positif terhadap perubahan perilaku masyarakat, hilangnya kegiatan perjudian dan prostitusi tergantikan menjadi banyak kegiatan olahraga, kegiatan anak-anak bermain, terjadinya alih pekerjaan dari PSK menjadi pedagang di UKM, melalui ruang terbuka hijau masyarakat mendapat ruang untuk berinteraksi sosial.
Evaluasi Tingkat Kepekaan Desain pada Taman Lansia Bandung Sebagai Taman Terapeutik Rachman, Nurul Amirah; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya taman kota sebagai area terbuka sangat penting bagi masyarakat, salah satunya adalah sebagai area terbuka yang dapat melepas penat di kala rutinitas sehari hari yang melelahkan. Taman kota pada umumnya hanya dijadikan penghias kota, padahal ada fungsi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di perkotaan yaitu dengan memberdayakan taman kota sebagai ruang terapi. Untuk mewujudkan fungsi terapi di ruang terbuka milik publik perlu dilakukan evaluasi sehingga kita dapat mengetahui apa yang perlu dikembangkan pada taman kota sehingga potensi pemberdayaan fungsi taman kota sebagai taman terapi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Taman Lansia adalah salah satu program taman tematik pada taman kota yang dibangun oleh Pemerintah Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Taman Lansia sebagai taman terapeutik sesuai standar kriteria taman terapeutik yang sudah ditentukan. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif. Standar kriteria ini disusun menggunakan KPI (Key Performance Index) yang terdiri dari lima komponen berdasarkan pendapat para ahli. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode KPI pada Taman Lansia, nilai KPI yang dihasilkan adalah 0,76. Maka disimpulkan bahwa karakteristik dan konsep desain pada taman lansia memenuhi kriteria standar taman terapeutik.
Peran Communal Space dalam Mendukung Interaksi Sosial pada Taman Cerdas Soekarno-Hatta Surakarta Hayuningtyas, Seane Rohaly; Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring meluasnya aksesibilitas internet, dampak negatif berupa ketergantungan akan gadget meningkat sejalan dengan menurunya hubungan interaksi sosial antar manusia. Hal itulah yang mendasari penelitian mengenai peran communal space dalam mendukung interaksi sosial pada studi kasus Taman Soekarno-Hatta Surakarta. Pembangunan Taman Cerdas Soekarno-Hatta dilatar belakangi oleh program Pemerintah Kota Surakarta untuk memfasilitasi masyarakat khususnya generasi muda dengan fokus utamanya yaitu edukasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Objek penelitian terdapat pada area terbuka seperti sitting group, gazebo, taman dan tribun. Hasil penelitian berupa mengamati peran communal space dalam mendukung interaksi sosial lalu menganalisis aspek yang mempengaruhinya melalui teori berdasarkan pada tinjauan pustaka. Peran communal space dalam mendukung interaksi sosial diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu: ekonomi, sosial, dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran communal space dalam mendukung interaksi sosial yang mengajarkan sikap tanggap lingkungan sehingga mencerminkan identitas Bangsa Indonesia. Dengan mengetahui peran serta aspek yang mempengaruhinya maka diharapkan dapat menjadi ide pengembangan atau perencanaan yang lebih matang bagi communal space yang lain agar dapat berfungsi secara maksimal.
Evaluasi Objektif Mengenai Greenship dan Evaluasi Subjektif Terhadap Museum Batik Pekalongan Ubaidilah, Rifki Aldi; Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan Global yang terjadi saat ini menyebabkan kondisi iklim menjadi ekstrem.permasalahan iklim ini tentunya juga berpengaruh terhadap kualitas lingkungan. Untuk mewujudkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di bidang konstruksi, konsep Green Building dapat menjadi acuan perencanaan dalam pembangunan. Dengan menerapkan konsep bangunan yang sesuai iklim dan lingkungan alam sekitar, dapat mengurangi dampak pemanasan global. Pengguna bangunan juga perlu diperhatikan selain bangunan. Memberikan kesan nyaman dan selalu menjaga kondisi Kesehatan para pengguna,juga diharapkan. Parameter Greenship Exisiting Building 1.1 digunakan untuk mengetahui kriteria sebuah bangunan green building yang memperhatikan kesehatan dan kenyamanan termal dalam ruang. Museum Batik Pekalongan menjadi objek bangunan yang akan diindetifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa wawancara bebas dan pengamatan serta metode kuantitatif dengan parameter yang telah ditetapkan oleh Green Building Council Indonesia dan pengukuran menggunakan alat.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ruangan pada bangunan ini sudah sesuai dengan standar GBC Indonesia untuk aspek tingkat kebisingan dan suhu ruangan,namun untuk aspek kenyamanan visual dan kontrol oksigen belum sesuai.perlu beberapa penyesuaian dan pengoptimalan dari aspek yang belum sesuai dengan standar GBC Indonesia agar bangunan dapat berfungsi lebih baik.
Identifikasi Sarana dan Prasarana Waduk Cengklik sebagai Pengembangan Wisata Tepian Air di Boyolali Wicaksana, Fikri; Nugroho, Muhammad Siam
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Cengklik merupakan salah satu danau buatan di kecamatan Ngemplak, kabupaten Boyolali yang digunakan untuk menampung air sehingga dapat dimanfaatkan untuk irigasi pertanian. Sebagai tempat wisata, sarana dan prasarana yang terdapat di Waduk Cengklik masih dipertanyakan, mengingat fungsi utamanya sebagai sarana irigasi pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan serta kelayakan sarana dan prasarana Waduk Cengklik sebagai objek wisata tepian air. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualititatif di mana pengumpulan data menggunakan cara observasi dan mengajukan kuesioner kepada wisatawan untuk mendapatkan data yang bersifat deskriptif. Data yang di dapat akan dianalisis dan di bandingkan dengan peraturan menteri pariwisata republik indonesia nomor 3 tahun 2018 Tentang petunjuk operasional pengelolaan dana alokasi khusus fisik bidang pariwisata, sehingga dapat diketahui memadai atau tidaknya sarana dan prasarana yang terdapat di Waduk Cengklik. Hasil penelitian yang diperoleh merupakan data mengenai ketersediaan dan kelayakan sarana dan prasarana yang terdapat di objek wisata Waduk Cengklik.
Analisa Potensi Taman Bendungan (Sebagai Public Space) Depan Terminal Tirtonadi Berdasarkan Konsep Waterfront Design Andriyani, Dellia Yunia; Hidayati, Rini
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi yang terdapat di area bendungan depan tirtonadi dalam penerapan dan pendekatan waterfront design. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui beberapa potensi dan kelemahan di sekitar area bendungan tirtonadi yang memungkinkan untuk lebih dioptmalkan sebagai daya Tarik Publik Space. Dalam pengamatan tahap awal melalui survey dan observasi pada area taman bendungan tirtonadi ini terdapat beberapa isu permasalahan,antara lain: kurangnya fasilitas umum, ketidakteraturan sirkulasi, ketidakjelasan fungsi (jogging are/walking space, ghatering area, area bermain) dan kurang memadainya vegetasi, sungai yang kotor dan tidak ada tempat khusus untuk berjualan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan analisa SWOT, sedangkan teknik yang di gunakan dalam pengumpulkan data adalah sebagai berikut: observasi, wawancara (interview), studi banding, literatur dan dokumentasi. Setelah mengumpulkan data, dan selanjutnya data yang terkumpul dianalisa secara sistematis dengan metode kualitatifdan SWOT. Hasil penelitian yang telah didapatkan adalah peningkatan dan pengoptimalan di bagian – bagian tertentu seperti: Penambahan tempat sampah, penyediaan fasilitas yang belum ada, pengeloaan terkait kondisi vegetasi Taman Bendung Tirtonadi yang terkesan terbengkalai dan kedepannya diharapkan dapat menjadi salah satu area Public Space dengan Waterfront Design unggulan kota Solo.

Page 5 of 65 | Total Record : 648