cover
Contact Name
Rosalia Rina Bathari
Contact Email
jspibkl16@gmail.com
Phone
+6281274461567
Journal Mail Official
jspibkl16@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indra Giri No. 3 Padang Harapan Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia
ISSN : 27230945     EISSN : 28095391     DOI : https://doi.org/10.33088/jspi.v3i1.33
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang berisi tulisan hasil penelitian dari bidang ilmu kesehatan lingkungan. Jurnal cetak telah terbit Vol 1 No 1 (2020): Juni dengan P-ISSN 2723-0945. Jurnal online telah terbit Vol 2 No 1 (2021): Juni dengan E-ISSN 2809-5391, diterbitkan secara periodik, dua kali setiap tahun pada bulan Juni dan Desember, oleh Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Kami mengundang peneliti, dosen dan mahasiswa untuk mengirimkan naskah originalnya yang belum pernah di publikasikan. 1. Kesehatan Lingkungan: Penyehatan air, penyehatan lingkungan pemukiman, Sanitasi Tempat tempat umum. Penyehatan udara, Penyehatan tanah dan sampah, pengelolaan limbah, pengendalian Vektor, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Toksikologi lingkungan, Penyehatan makanan dan minuman 2. Penyakit yang berhubungan dengan lingkungan 3. Kesehatan Masyarakat 4. Artikel yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat dan lingkungan 5. Teknologi Lingkungan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2022): Juni" : 5 Documents clear
PENGARUH METODE PEMICUAN STBM TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN MASYARAKAT DALAM BABS zainal; indarwati, suami
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jspi.3.1.23-31

Abstract

Abstrak : Pada Tahun 2015 dari 3.723 penduduk yang ada di Tanjung Agung, angka Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sebesar 960 penduduk (25,78%). Pada tahun 2016 dari 3.757 penduduk yang ada, angka Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sebesar 995 penduduk (26.48%) dan pada tahun 2017 dari 3.786 penduduk yang ada, angka Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sebesar 1.017 penduduk (26.86%) yang terdiri dari 68 Kepala Keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  metode pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat dalam buang air besar sembarangan (BABS). Hasil penelitian Ada pengaruh pemicuan STBM terhadap pengetahuan,sikap dan tindakan masyarakat di Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Pada Tahun 2019     Abstract: In 2015, out of 3,723 residents in Tanjung Agung, the number of open defecation was 960 residents (25.78%). In 2016, out of 3,757 people, the open defecation rate was 995 people (26.48%) and in 2017, out of 3,786 people, the open defecation rate was 1,017 people (26.86%) that was consisted of 68 heads of families. The aim of this research was to determine the effect of the community-based total sanitation triggering method on changes in knowledge, attitudes and community actions in open defecation. The results of this research founded that there was an effect of the triggering of open defecation rate on the knowledge, attitudes and actions of the community in Tanjung Agung Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency in 2019  
PENGARUH TINGKAT KEMIRINGAN SUBMERGED CASCADE AERATION DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (FE) TOTAL PADA AIR SUMUR BOR primanda sk, muh; Raharja, Munawar; Junaidi
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jspi.3.1.1-8

Abstract

Abstract : The wellbore water of Islamic Boarding School Hidayatullah is physically looks, smelly, and slightly tasteful, besides has sediment in the reservoir of water. Based on preliminary laboratory examination result, it is known that iron content is 3.78mg/L and pH 5. If it is compared with drink water standard meets requirements are iron 1.0mg/L and pH 6.5-9.0. This study aims to know the influence of level slope on submerged cascade aeration method in reducing iron content (Fe+2) in wellbore water. This study type was true experiment dengan pretest-posttest design. The study population was overall wellbore water in Islamic Boarding School Hidayatullah. The study sample was wellbore water without treatment and after treatment using Submerged Cascade Aeration method at 250, 300, and 350 slopes for 10 minutes and deposited for 3 hours. Analysis of the slope effect used Kruskal Wallis test asymp <α (0.000<0.05) means it was influence three slopes level. The further test used mannwhitney (0.00<0.05) means it was difference to reduce iron content (Fe+2) in water sample at slope of 25° with 30°, 30° with 35° and 25° with 35°. Based on the study result, it was known that submerged cascade aeration with slope 25o was effective slope because it can reduce iron content under its standard quality. The community is advised to use water treatment by submerged cascade aeration method with slope level of 250, length 235cm, and flow rate 10L/minute. There is need for further study to reduce iron (Fe+2) in water by comparing different slope variations below 250.     Abstrak : Air sumur Pondok Pesantren Hidayatullah secara fisik terlihat berwarna kekuningan, berbau, dan sedikit berasa, selain itu menimbulkan endapan pada bak penampungan. Berdasarkan hasil pemeriksaan pendahuluan diketahui kadar besi 3,78mg/L dan pH 5. Jika dibanding dengan baku mutu air bersih belum  memenuhi persyaratan yaitu 1,0mg/L dan pH 6,5-9,0. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kemiringan submerged cascade aeration dalam menurunkan kadar besi (Fe+2) total  pada air sumur bor. Jenis penelitian yaitu true experiment dengan pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh air pada sumur bor di Pondok Pesantren Hidayatullah. Sampel dalam penelitian ini adalah air sumur tanpa perlakuan dan setelah perlakuan menggunakan metode Submerged Cascade Aeration pada kemiringan 250, 300, dan 350 dengan waktu 10 menit dan di endapkan selama 3 jam. Analisis pengaruh kemiringan menggunakan uji Kruskal Wallisasymp<α (0,000<0,05) artinya ada pengaruh dari ketiga tingkat kemiringan. Uji lanjut menggunakan mannwhitney didapatkan hasil (0,00<0,05) artinya ada perbedaan terhadap penurunan kadar besi (Fe+2) total pada sampel air pada tingkat kemiringan 25o  dengan kemiringan 30o, tingkat kemiringan 30o  dengan kemiringan 35o dan tingkat kemiringan 25o  dengan kemiringan 35o. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa submerged cascade aeration dengan kemiringan 25o adalah kemiringan yang efektif karena dapat menurunkan kadar besi dibawah baku mutu. Masyarakat disarankan menggunakan pengolahan air dengan metode submerged cascade aeration dengan tingkat kemiringan 250, panjang 235cm, dan kecepatan aliran 10 liter/menit. Perlu adanya kajian lebih lanjut untuk menurunkan kadar besi (Fe+2) pada air dengan membandingkan variasi kemiringan yang berbeda  dibawah 250.  
HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU NYATA PADA PENDERITA SKABIES DENGAN KEJADIAN SKABIES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP CEMPAKA pathia, geby; Maharso; Noraida
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jspi.3.1.9-15

Abstract

Abstract: Skin diseases that often found in Indonesia is scabies, caused by infestation and sensitization of mites (Sarcoptes scabies varian hominis).This disease can be transmitted directly (skin with skin contact) and indirectly (through objects). Scabies disease data that obtained from Banjarbaru Public Health Office, in the past 3 years scabies diseases was found in Cempaka Inpatient Community Health Center. The purpose of this research is to know the relation of real behavior factors taking a bath habit, the habit of using soap, changing clothes habits, and the habit of using towel simultaneously) with the case of scabies in Cempaka Inpatient Community Health Center Domain. This research type is an observational in the form of analytic, this research using case control study, which is comparing the behavior between case group with control group related to the scabies incident .The results of this study showed that there was a relation between taking a bath habit with the occurrence of scabies (p-value = 0,018 <value α = 0.05), there was a relation between the habit of using soap with the occurrence of scabies (p-value = 0,026 <value α = 0.05) , There is no relation of change clothing with the occurrence of scabies (p-value = 1,000>value α = 0,05), there is no relationof using towel simultaneously with scabies occurrence (p-value = 0,653>value α = 0,05).     Abstrak: Penyakit kulit yang sering dijumpai di Indonesia adalah skabies, disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap tungau (Sarcoptes scabies varian hominis). Penyakit ini ditularkan secara langsung (kontak kulit dengan kulit dan secara tidak langsung melalui benda) misalnya pakaian, handuk, dan bantal. Data penyakit skabies di dapat dari Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, penyakit skabies 3 tahun terakhir  terdapat di  Puskesmas Rawat Inap Cempaka. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor perilaku nyata kebiasaan mandi, kebiasaan menggunakan sabun, kebiasaan ganti pakaian, dan kebiasaan menggunakan handuk secara bersamaan) dengan kejadian skabies di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Cempaka. Jenis penelitian ini observasional dalam bentuk analitik, desain penelitian ini menggunakan case control study. Hasil penelitian ini menunjukkan  ada hubungan antara kebiasaan mandi dengan kejadian skabies (p-value=0,018 < nilai α = 0,05), ada hubungan antara kebiasaan menggunakan sabun dengan kejadian skabies (p-value=0,026 < nilai α = 0,05), tidak ada hubungan kebiasaan menggunakan pakaian dengan kejadian skabies (nilai p-value=1,000 >nilai α=0,05), tidak ada hubungan kebiasaan menggunakan handuk dengan kejadian skabies (p-value=0,653 > nilai α = 0,05).  
PERBEDAAN EFEKTIVITAS REBUSAN DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L) DAN DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius Roxb) SEBAGAI PENGUSIR LALAT RUMAH (Musca domestica) pahruddin, muhammad; Aris Sandi, Rigo; Zubaidah, Tien
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jspi.3.1.16-22

Abstract

Abstract: Flies are vectors of foodborne diseases, among others, vomiting, diarrhea, typhoid, dysentery, and myiasis. Therefore, flies need to be controlled, one of the methods to control flies is using natural pesticides. The purpose of this study was to determine the differences in the effectiveness of decoction of clove leaves (Syzygium aromaticum L) and pandan leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb) as a vegetable repellent for house flies (Musca domestica). This type of research was true experiment with a Posttest Only Control Group Design design. The samples in this research were the house fly (Musca domestica) with the number 315 tail and repetition 3 times. The results showed that there was a difference in effectiveness between the decoction of clove (Syzygium aromaticum L) and pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb) leaves. With the difference power repellent repellent in the two types of repellent, namely repellent the clove leaf concentration of 40% was 91.46% and repellent pandan leaf concentration of 40% was 92.36%. From the results of this study, it is advisable for the public to use a decoction of pandan leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb) as an repellent house fly (Musca domestica) environmentally friendly and further research can be carried out on carrier insects vector other.
MODEL SISTEM PENGENDALIAN ANGKA KUMAN UDARA DI RUANGAN RAWAT INAP PUSKESMAS BETUNGAN KOTA BENGKULU jubaidi, jubaidi; Rahmadayani, Fitri; Mualim
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jspi.3.1.32-42

Abstract

Kualitas udara di dalam ruangan (indoor air) sangat mempengaruhi kesehatan kita, karena hampir 90% hidup manusia berada dalam ruangan. Sebanyak 400-500 juta orang khususnya di Negara yang sedang berhadapan dengan masalah polusi udara dalam ruangan ( Depkes RI, 2007). Tujuan umum penelitian ini adalah diketahui efektivitas model sistem pengendalian angka kuman udara di ruangan rawat inap puskesmas betungan kota bengkulu. Metode pada penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental), dengan rancangan penelitian pretest-posttest (Sugiyono 2015). Hasil pemeriksaan angka kuman udara pada Rungan rawat inap diperoleh rata-rata angka kuman uadara sebesar 128 CFU/m³. Hasil Perhitungan Model sistem pengendalian angka kuman udara dengan konsentrasi Wipol 15%, 20%, 25% rata-rata penurunan 31 CFU/m³, 37CFU/m³, 59 CFU/m³. Berdasarkan uji statistik sebelum dan sesudah disinfeksi tidak menununjukkan penurunan yang signifikan dari perlakuan menggunakan konsentrasi wipol dengan P value 0,051. Selisih angka kuman udara sebelum diberikan perlakuan dengan angka kuman udara yang sudah diberikan perlakuan adalah antara -21809 sampai 59,99587. Saran: Menambahkan lagi dosis wipol yang digunakan sebagai disinfektan, Pemilihan metode yang berbeda dan alat sampling, Pada penelitian selanjutnya agar memperbesar kapasitas reaktor/alat dengan mengubah dimensi reaktor/alat dan menggunakan variasi kekuatan pompa udara yang lebih efektif dalam menurunkan angka kuman.

Page 1 of 1 | Total Record : 5