cover
Contact Name
Nur Evira Anggrainy
Contact Email
nur.bahrain@iain-manado.ac.id
Phone
+6285398951811
Journal Mail Official
jiva.pi@iain-manado.ac.id
Editorial Address
JL. Dr.S.H. Sarundajang Kawasan Ring Road I, Malendeng, Manado 95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
ISSN : -     EISSN : 27234363     DOI : http://dx.doi.org/10.30984/jiva
JIVA: Journal of behavior and mental health adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Studi Psikologi Islam. JIVA merupakan kumpulan artikel yang memuat hasil-hasil penelitian maupun buah pikiran yang berdasarkan keilmuan psikologi. Keilmuan psikologi mengkaji tentang perilaku manusia serta hubungan manusia dengan sekitarnya. Oleh karena itu, JIVA hadir sebagai jurnal yang akan meneliti dan mengkaji masalah maupun fenomena yang dihadapi oleh manusia. JIVA menerima tulisan yang mengkaji keilmuan psikologi, dan setiap naskah tulisan yang masuk kepada para editor diminta untuk mengikuti format yang telah ditentukan. Semua naskah yang masuk, telah melalui peer-reviewer sebelum diterbitkan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
IMPULSIVITAS DAN AGILITAS PADA REMAJA YANG ORANGTUANYA BERCERAI Sri Hajarwati Ningsi; Asniar Khumas; Kurniati Zainuddin
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i1.1524

Abstract

ABSTRACTThe inner conflicts resulting from divorce don’t cause all adolescents to behave negatively. There are some adolescents who continue to behave positively and are able to learn from the bad experiences of their parents, but there are also adolescents who behave negatively which leads to impulsivity. This qualitative research uses a case study which aims to describe impulsivity and agility in adolescents whose parents are divorced and the factors that influence it. The number of respondents was six adolescent girls whose parent’s divorced and six significant others from the respondents. Data were collected using interview techniques. Based on the results of the study, it’s known that the forms of impulsivity found include smoking, self-harm, talking abusive to friends, skipping college and always imagining things to self-injury. This is influenced by three factors, such as personality, family and social environment (peers and school). Meanwhile, the forms of agility that were found included respondents busy themselves with organizational and community activities, working at school and not being afraid to build relationships. This is influenced by two factors, such as situational and personality. This research can contribute knowledge in developmental psychology and family psychology.Keywords: Adolescents, Agility, Divorce, Impulsivity ABSTRAKKonflik batin yang diakibatkan perceraian tidak membuat semua remaja berperilaku negatif. Ada beberapa remaja tetap berperilaku positif dan mampu belajar dari pengalaman buruk orangtuanya, tetapi ada juga remaja yang berperilaku negatif mengarah pada perilaku impulsivitas. Penelitian kualitatif ini menggunakan studi kasus yang bertujuan untuk mendeskripsikan impulsivitas dan agilitas pada remaja yang orangtuanya bercerai serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jumlah responden sebanyak enam remaja perempuan yang orangtuanya bercerai dan enam significant others dari responden. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bentuk impulsivitas yang ditemukan meliputi perilaku merokok, memukuli diri, berbicara kasar pada teman, bolos kuliah, dan selalu membayangkan hal-hal untuk bunuh diri.  Hal ini dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu kepribadian, lingkungan keluarga, dan lingkungan sosial (teman sebaya, sekolah). Sedangkan bentuk agilitas yang ditemukan meliputi responden menyibukkan diri pada kegiatan organisasi dan komunitas, sekolah sambil bekerja serta tidak takut untuk menjalin hubungan. Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu situasional dan kepribadian. Penelitian ini dapat memberi sumbangsih ilmu dalam psikologi perkembangan dan psikologi keluarga.Kata kunci: Agilitas, Impulsivitas, Perceraian, Remaja
KONTRIBUSI LOCUS OF CONTROL DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI KARYAWAN WARALABA DI KOTA MANADO Shinta Nento
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i1.1430

Abstract

ABSTRACTThis study aims to examine and measure the contribution of locus of control and job satisfaction to organizational commitment among employees of a franchise that is currently popular in Manado City. The research used survey method with quantitative approach, measurement and structural equation modeling (SEM) testing using SmartPLS 3.2 software. The results showed that locus of control and job satisfaction contributed positively and indirectly to employee organizational commitment. Based on the research findings, it can be taken in the recruitment process to consider the locus of control and job satisfaction values of prospective employees.Keywords: Locus of Control, Job Satisfaction, and Organizational Commitment ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menguji dan mengukur kontribusi locus of control dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan salah satu waralaba yang sedang populer di Kota Manado. Penelitian dengan metode survei pendekatan kuantitatif, pengukuran dan pengujian Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan software SmartPLS 3.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa locus of control dan kepuasan kerja berkontribusi positif dan signifikan secara langsung ataupun tidak langsung terhadap komitmen organisasi karyawan. Berdasarkan temuan penelitian, maka dapat direkomendasikan dalam proses perekrutan karyawan mempertimbangkan nilai locus of control dan nilai kepuasan kerja calon karyawan.Kata kunci: Locus of Control, Kepuasaan Kerja, dan Komitmen Organisasi
HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN BULLYING PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 2 MAKASSAR Novadri Prasetio; Muh Daud; Andi Nasrawati Hamid
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i1.1527

Abstract

ABSTRACTBullying is a negative behavior that many students do. This behavior occurs a lot in the school environment carried out by senior students against juniors. The individual's ability to control emotions is low causing behavioral disturbances, so they choose to do bullying behavior. One of the factors that influence bullying behavior is emotion regulation. This study aims to determine the relationship between emotional regulation and bullying in class XII students at SMA Negeri 2 Makassar. Respondents in this study were 202 students using a simple random sampling technique. This study uses a quantitative approach with data analysis techniques Spearman rank correlation and t-test. The study used a bullying scale and an emotion regulation scale. The results showed there was a significant relationship between emotion regulation and bullying (p=0.001, r=-0.230). Its means that the higher the emotional regulation, the lower the bullying in class XII students at SMA Negeri 2 Makassar and there are differences in bullying behavior based on gender. The implication of this research for students is that they need to improve their ability to regulate emotions to avoid bullying or other negative behavior.Keywords: Emotion Regulation, Bullying, Students. ABSTRAKBullying merupakan perilaku negatif yang banyak dilakukan siswa. Perilaku ini banyak terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh siswa senior terhadap junior. Kemampuan individu dalam mengontrol emosi yang rendah menyebabkan gangguan perilaku, sehingga memilih melakukan perilaku bullying. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku bullying yaitu regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regulasi emosi dengan bullying pada siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Makassar. Responden dalam penelitian ini adalah 202 siswa dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data spearman rank correlation dan t-test. Penelitian menggunakan skala bullying dan skala regulasi emosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dengan bullying (p=0,001, r=-0,230). Artinya semakin tinggi regulasi emosi maka semakin rendah bullying pada siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Makassar dan terdapat perbedaan perilaku bullying berdasarkan jenis kelamin. Implikasi penelitian ini bagi siswa yaitu perlu lebih meningkatkan kemampuan dalam meregulasi emosi sehingga terhindar dari perilaku bullying atau perilaku negatif lainnya.Kata Kunci: Regulasi Emosi, Bullying, Siswa.
TEKANAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU BERISIKO MAHASISWA Nur Evira Anggrainy; Sri Seprianto Maddusa
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i1.1436

Abstract

ABSTRACKThis study aims to determine the effect of peer pressure on risky behavior conducted by students. There are four types of risky behavior, namely thrill-seeking, rebellious, reckless, and anti-social, and this research wants to know the dominant risky behavior carried out by students. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design. The research subjects were 103 undergraduate students from the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, the State Islamic Institute (IAIN) Manado, totaling 103 subjects (N = 103) who had the criteria that they were still active students and were in their late teens, namely the age range 18-21 years. The results of this study prove that there is a significant positive effect on peer pressure of risky behavior conducted by students and also explain that the dominant risky behavior carried out by students is anti-social.Keywords: Peer Pressure, Risky Behavior ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan teman sebaya terhadap perilaku berisiko yang dilakukan oleh mahasiswa. Perilaku berisiko tersebut terdiri dari empat jenis yaitu thrill-seeking, rebellious, reckless, dan anti-social. Selain itu, ingin pula diketahui perilaku berisiko yang dominan dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif  dengan desain penelitian cross-sectional study design. Subjek penelitian adalah mahasiswa Strata 1 dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado berjumlah 103 subjek (N = 103) yang memiliki kriteria yaitu masih berstatus mahasiswa aktif dan berada pada usia remaja akhir yaitu rentang usia 18 – 21 tahun. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan pada tekanan teman sebaya terhadap perilaku berisiko mahasiswa. Hasil penelitian ini juga menjelaskan bahwa perilaku berisiko yang dominan dilakukan oleh mahasiswa yaitu anti-social.Kata Kunci: Tekanan Teman Sebaya, Perilaku Berisiko
PENERAPAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY BERBASIS ISLAM BAGI PECANDU ALKOHOL Fahrurrazi Fahrurrazi; Nurjannah Nurjannah
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i1.1522

Abstract

ABSTRACTTherapy for alcoholics with the use of cognitive behavior-based Islam shows the results of a progressive. This study aims to obtain a comprehensive overview of the application of cognitive behavior therapy-based Islam in helping individuals overcome alcohol addiction. This study uses a qualitative research method is phenomenological. Participant research is an alcoholic. Data collection was performed by the method of triangulation, namely in-depth interviews (depth interviews) face to face with the observation and scale. Procedure the study was conducted with three step, namely the preparatory stage of the study, the implementation phase of the research, and the last stage of the evaluation of the results of the research. As for the results of the study showed that the application of cognitive behavior therapy-based Islam on individuals who experience addiction to alcohol showed significant changes in cognition, emotions and behavior of participants. Through the technique of cognitive restructuring, cognition participants who distorted changed to be more rational. Participants are able to set a good lifestyle, independent in work, respect people around and back to the right path in accordance with the teachings of Islam. a change in cognition in participants encourage the reduction behavior of consuming alcohol.Keywords: Cognitive behavior therapy-based Islami; alcoholics ABSTRAKTerapi bagi pecandu alkohol dengan menggunakan cognitive behavior therapy berbasis Islam menunjukkan hasil yang progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh dari penerapan cognitive behavior therapy berbasis Islam dalam membantu individu mengatasi kecanduan alkohol. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat fenomenologis. Partisipan penelitian adalah seorang pecandu alkohol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode triangulasi yakni wawancara mendalam (depth interview) secara face to face dengan observasi dan skala. Prosedur penelitian dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap persiapan penelitian, tahap pelaksanaan penelitian, dan terakhir tahap evaluasi hasil penelitian. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan cognitive behavior therapy berbasis Islam pada individu yang mengalami kecanduan alkohol menunjukkan perubahan yang signifikan pada kognisi, emosi dan perilaku partisipan. Melalui teknik cognitive restructuring, kognisi partisipan yang terdistorsi berubah menjadi lebih rasional. Partisipan mampu mengatur pola hidup yang baik, mandiri dalam bekerja, menghormati orang di sekitarnya dan kembali ke jalan yang benar sesuai dengan ajaran Islam. adanya perubahan kognisi pada partisipan mendorong berkurangnya perilaku mengkonsumsi alkohol.Kata kunci: Cognitive behavior therapy berbasis Islami; Pecandu alkohol
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN KECENDERUNGAN MENJADI OBJEK PERUNDUNGAN PADA SISWA BERASRAMA Zhafira Mardhatillah Maulia; Basti Tetteng; Andi Nasrawaty Hamid
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i1.1523

Abstract

ABSTRACTBullying is one form of delinquency that is often found among adolescents, especially in schools. Bullying is an act that intimidates objects that are considered weaker. Individuals less assertive and not assertive tend to be objects of bully. Assertive behavior is expressing self directly, honestly, positively to fight for personal rights without neglecting the rights of others to meet needs or express feelings without anxiety. This study aims to look at the relationship between assertive behavior and the tendency to be objects of bully to boarding students. The method used in this research is quantitative. The respondents of this study were 205 teenage students, 12-17 years old from boarding schools A and high school B. The analysis technique used in this study was the Spearman rank correlation. The results showed that there was a negative relationship between assertive behavior with a tendency to be the object of bully in boarding students (p = -0.22 r = 0.002). This means that the higher assertive behavior, the lower tendency to be object of bully in boarding students. The results of this study an evaluation for adolescents to develop assertive behavior to avoid bullying and as a basis for schools and adolescent environments for bullying prevention program. Keywords: objects of bullying, assertive behavior, boarding student ABSTRAKPerundungan merupakan salah satu bentuk kenakalan yang kerap ditemukan dikalangan remaja terutama di sekolah. Perundungan merupakan tindakan yang dengan sengaja mengintimidasi objek yang dianggap lebih lemah. Individu yang kurang tegas dan tidak asertif cenderung menjadi objek perundungan. Perilaku asertif merupakan tindakan mengekpresikan diri secara langsung, jujur, positif dan tegas untuk memperjuangkan hak pribadi tanpa mengabaikan hak orang lain untuk memenuhi kebutuhan atau mengungkapkan perasaan tanpa mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi objek perundungan pada siswa berasrama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Responden penelitian ini adalah 205 siswa usia remaja yakni 12-17 tahun dari sekolah berasrama pesantren A dan SMA B. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spearman rank correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi objek perundungan pada siswa berasrama (p= -0,22 r=0,002). Artinya semakin tinggi perilaku asertif maka semakin rendah kecenderungan menjadi objek perundungan pada siswa berasrama. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi remaja agar lebih mengembangkan perilaku asertif untuk menghindari terjadinya perundungan serta sebagai dasar bagi sekolah dan lingkungan remaja untuk membuat program pencegahan terjadinya perundungan. Kata Kunci: objek perundungan, perilaku asertif, siswa berasrama

Page 1 of 1 | Total Record : 6