SAINSTEK
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles
22 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 12 No. 1 (2024)"
:
22 Documents
clear
Building Information Modeling Untuk Perancangan Gedung Kantor
Chandra Lesmana;
Ari Sandhyavitri;
Muhammad Ikhsan
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v12i1.172
Satu dari dari teknologi di bidang MEA (Architecture, Engineering and Construction) yang saat ini berkembang di dunia adalah BIM (Building Information Modeling) Terkait hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menerbitkan Peraturan Menteri PUPR no. 22/PRT/M/2018 diterbitkan pada tanggal 15 Oktober 2018. Pada lampiran peraturan tersebut secara jelas disebutkan bahwa BIM harus diterapkan pada pekerjaan umum non sederhana dengan luas lebih dari 2.000 m2 atau lebih dari dua lantai atau lagi. Keluaran hasil perancangan dengan menggunakan BIM mencakup gambar arsitektur, gambar struktur, gambar utilitas, gambar lanskap, rincian beban kerja dan rencana anggaran biaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan try and eror metode BIM dan kuesioner pada enam orang personil yang berkompeten yang biasa tergabung dalam proses perancangan bangunan gedung. Dengan penelitian ini dibuktikan bahwa penggunaan BIM sangat membantu efisiensi waktu review sehingga berpengaruh pada capaian waktu proyek secara keseluruhan. Efisiensi waktu review dapat dicapai sebesar 42%, langkah perhitungan volume dan biaya dapat di efisiensi sebesar 40%. Sedangkan efisiensi biaya dan jumlah personil sebesar 22% dan 11%. Kata Kunci : Perancangan Bangunan Gedung, BIM, Clash Detection.
Analisis Indeks Kekeringan Meteorologis dan Karakteristik Kebakaran Lahan Gambut Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Febiola, Ollga;
Sutikno, Sigit;
Darmayanti, Lita
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Provinsi Jambi merupakan Provinsi dengan lahan gambut terluas ketiga di Pulau Sumatera. Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur erat kaitannya dengan faktor meteorologi yaitu minimnya jumlah curah hujan sebagai sumber alat pemadam kebakaran. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis karakteristik kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang akan dikorelasikan dengan kondisi kekeringan dengan metode Indeks Presipitasi Terstandarisasi atau Standardized Precipitation Index (SPI) dikembangkan oleh McKee et al (1993). Analisis karakteristik kebakaran lahan gambut menggunakan sebaran hotspot (tingkat kepercayaan > 60%) dengan menggunakan citra Landsat dan pola yang terbentuk sebagai indikasi areal luasan kebakaran yang diakibatkan oleh data titik panas dalam kurun waktu 8 tahun (2013-2020). Hasil analisis karakteristik kebakaran seperti luas area bekas terbakar, durasi kebakaran dan laju kebakaran yang terjadi di setiap tahun. Data analisis hotspot dilakukan tumpang tindih dengab teknik on-off layering terhadap citra Landsat yang sebelumnya dilakukan komposit band untuk proses digitasi polygon menggunakan GIS (Geographic Information System). Karakteristik kebakaran Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam kurun waktu selama 8 tahun sejak tahun 2013 sampai tahun 2020 dengan jumlah luas area terbakar 151.815 Ha dengan durasi kebakaran selama 261 hari dan laju kebakaran 6381.762 ha/hari. Selama kurun waktu 8 tahun luas area terbakar terbesar terjadi pada tahun 2019 dengan luas 75.042 Ha yang terjadi kebakaran berturut turut pada bulan Agustus, September, dan Oktober dan indeks kekeringan dengan nilai SPI minimum -2,5809 pada tahun 2019 bulan Oktober dengan klasifikasi amat sangat kering. Hubungan antara kondisi kekeringan dan kejadian kebakaran di Kabupaten Tanjung Jabung Timur menunjukkan bahwa kejadian kebakaran (hotspot) rentan bertmbah seiring dengan kejadian kekeringan
Analisis Kinerja Pelayanan Gardu Tol Pekanbaru-Dumai
Syofa;
Djuniati, Sri;
Saut MM, Horas
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v12i1.197
Standar pelayanan minimal jalan tol terdiri dari delapan substansi pelayanan yaitu kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan, lingkungan, dan tempat istirahat. Aksesibilitas merupakan ukuran pelayanan yang harus dicapai yang berkaitan dengan kemudahan interaksi antara pengguna tol dengan fasilitas pada jalan tol yaitu gardu tol. Aksesibilitas merupakan standar yang mengatur waktu pelayanan/transaksi gardu dan panjang antrian kendaraan pada gardu. Tol Pekanbaru-Dumai merupakan GTO dengan sistem tertutup. Teori antrian digunakan untuk menganalisis intensitas lalu lintas dan intensitas antrian pada gardu tol. Berdasarkan analisis jumlah kedatangan kendaraan pada umur rencana jalan 15 tahun yaitu 2.811 smp/jam, dengan analisis waktu kendaraan dalam antrian adalah 44 detik dan jumlah kendaraan dalam antrian adalah 11 smp, dengan waktu pelayanan maksimal 4 detik. Hal tersebut masih sesuai dengan standar jalan tol pada gardu masuk. Namun, waktu pelayanan ? 5 detik, akan terjadi antrian (? > 1). Untuk meminimalisir antrian bisa diupayakan dengan meminimalisir waktu pelayanan, modifikasi tipe gardu, atau dengan membuat satu lajur baru.
Mitigasi Risiko Keterlambatan Proyek Sumur Injeksi Migas X dengan Penerapan Schedule Risk Analysis
Rumambi, Ridho;
Sandhyavitri, Ari;
Ikhsan, Muhammad;
Fauzi, Manyuk
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v12i1.203
Proyek pengembangan sumur injeksi migas merupakan proyek yang sangat kompleks dan memiliki berbagai macam risiko yang dapat berpengaruh terhadap waktu, biaya maupun kualitas proyek. Oleh karena itu diperlukan manajemen risiko untuk meminimalisir dampak-dampak yang ditimbulkan dari risiko tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko keterlambatan yang dominan, membuat permodelan skedul dengan menerapkan 3 model risiko dan merekomendasikan mitigasi terhadap risiko-risiko dominan. Metode yang digunakan yaitu kuesioner dan wawancara, kemudian hasil dari kuesioner dianalisa dengan metode Severity Index dan dialnjutkan dengan matriks risiko untuk mengetahui tingkatan risiko. Berdasarkan penerapan Schedule Risk Analysis dengan P80 diperoleh persentase keterlambatan sebesar 4,62% terhadap skedul dengan model risiko dasar, kemudian keterlambatan sebesar 153,07% terhadap skedul dengan model risiko pre-mitigation dan keterlambatan sebesar 16,92% terhadap skedul model risiko post-mitigation
Pemodelan Perubahan Tata Guna Lahan dan Koefisien Limpasan Dengan Metode Pembelajaran Terawasi Pada DAS Cisadane
Maulana, Aryo Setyo;
Hidayat, Dina P.A
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v12i1.207
The river is one of the main sources to meet human water needs, besides that the river is also used as the main irrigation for irrigation, one of which is the Cisadane river. On the other hand, population growth is increasing every year, forcing people to look for land to build a place to live. With the river as a source of water and livelihood, people build residential land around the river. This has led to changes in land use around the river, causing the effectiveness of the river as a place to collect rainwater to be affected. The purpose of this research is to find out how far the impact of land use change is for the Cisadane River Watershed. In this study the authors used medium satellite imagery, namely Landsat Satellite Imagery. The method used is the Supervised Classification method. Land use modeling is carried out with a span of 10 years, by taking one year as training data, with land use modeling then obtained the value of Coefficient C. Furthermore, another Coefficient C value is obtained from calculations using discharge data, rainfall intensity, and land area. The 2 C values are then compared whether the previously obtained data is appropriate or not.
Evaluasi Kinerja Kelembagaan P3A Pada Daerah Irigasi Pamukkulu Dalam Menghadapi Modernisasi
Utami, Diah;
Kurniyaningrum, Endah;
Anwar, Saihul
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v12i1.212
Daerah Irigasi Pamukkulu termasuk salah satu daerah irigasi yang dirancang menjadi daerah irigasi premium. Pada penelitian ini, kelembagaan yang diteliti yaitu P3A. Pada DI Pamukkulu kondisi P3A diantaranya belum mandirinya P3A dan masih sering terjadi konflik pembagian air. Sehingga dengan kondisi P3A tersebut maka perlu dilakukan optimalisasi P3A dalam menunjang persiapan modernisasi irigasi pada DI Pamukkulu. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pengisian kuisioner, wawancara dan observasi lapangan. Subyek penelitian yaitu 53 ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang memanfaatkan air irigasi di Daerah Irigasi Pamukkulu. Untuk penilaian P3A pada penelitian ini berdasarkan empat aspek/indikator, meliputi aspek organisasi teknis irigasi, usaha tani, pembiayaan. Analisis data dilakukan berdasarkan statistik. Hasil penelitian terkait kesiapan kelembagaan P3A ini didapat bahwa sebesar 77,4% atau 41 unit P3A di Daerah Irigasi Pamukkulu berada dalam tahap sedang berkembang dengan status lanjut sehingga dapat dilakukan modernisasi irigasi dan perlu adanya beberapa perbaikan pada bagian tertentu untuk persiapan modernisasi.
Variasi Penambahan Sugarcane Pulp Ash (SPA) dan Penambahan 5 % Egg Shell Powder (ESP) Terhadap Nilai Kuat Geser Pada Tanah Lempung
Soehardi, Fitridawati;
Dinata, Marta
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v12i1.215
Tanah lempung mempunyai kondisi ketika kering akan bersifat keras namun akan bersifat plastis jika nilai kadar airnya sedang, sehingga tidak mempunyai kemampuan menahan beban yang baik. Usaha yang dilakukan untuk memperbaiki tanah lempung adalah stabilisasi tanah. Penggunaan Egg Shell Powder (ESP)dan Sugarcane Pulp Ash (SPA) karena dalam bahan tersebut mengandung kalsium karbonal, kalsium fosfat, material organic dan magnesium karbonat. Kandungan ini dapat mengisi lubang antara pori-pori dan merekatkan partikel-partikel tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi penambahan 5%, 10%, dan 15% Egg Shell Powder (Esp) dan penambahan 5% Sugarcane Pulp Ash (Spa) sebagai bahan stabilisasi terhadap nilai kuat geser pada tanah lempung. Metode penelitian ini adalah ekperimental dilaboratorium mengacu pada standar pengujian Uji kuat Geser Tanah (SNI 3420:2016). Hasil Pengujian kuat geser tanah yang distabilisasi dengan variasi Egg Shell Powder (ESP) dan penambahan 5% Sugarcane Pulp Ash menghasilkan peningkatan kuat geser langsung. peningkatan paling besar terdapat di variasi 15% Egg Shell Powder (ESP) dan 5% Sugarcane Pulp Ash dengan kuat geser langsung tanah asli yakni 0,208 kg/cm2 naik 1,007 kg/cm2 dengan nilai kohesi dan sudut geser pada tanah asli 0,0039 kg/cm2 dan 15,186° dan kohesi dan sudut geser tertinggi pada campuran 15 % Egg Shell Powder (ESP) dan 5% Sugarcane Pulp Ash sebesar 0,5448 kg/cm2 dan 48,636°
Karakteristik Pengendara Sepeda Motor Dan Penggunaan Helm Di Kampus Universitas Riau
Taufik, Hendra;
Warningsih, Trisla
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v12i1.216
A helmet is one of the pieces of equipment that must be carried when riding a motorbike. Helmets can function to protect head injuries when accidents occur on the road. This research aims to determine the characteristics and opportunities for wearing helmets for new students at Riau University. Data on helmet use was obtained from distributing questionnaires to new students via Google Form who pass through campus almost every day to study. This research uses descriptive analysis and multiple regression analysis methods. From the research results, the number of respondents was 452 respondents. From the number of respondents, 322 respondents were found to use two-wheeled vehicles. Based on the characteristics of motorcyclists, there are 6 variables that have a relationship with helmet use, namely: SNI helmets, reasons for using helmets, passenger capacity, traffic compliance, helmet straps and gender. The variables that most influence the use of helmets are gender, namely 86%, traffic compliance at 57.13%, use of helmet straps at 49.47%, the main reason for using SNI helmets with an influence level of 47.46% and passenger capacity of more than 1 people namely 30.24%
Analisis Penurunan Kinerja Jalan Akibat Beban Lalu Lintas berdasarkan FWD di Ruas Jalan Nasional
Agisman, Fandy;
Sentosa, Leo;
Yusa, Muhamad
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v12i1.230
Jalan Nasional Simpang Kayu Ara menuju Simpang Lago merupakan ruas jalan lintas timur Sumatera penghubung antara Provinsi Riau dan Provinsi Jambi. Maka dilakukan survei untuk mengetahui sisa umur struktur perkerasan jalan berdasarkan data lendutan (FWD) dan rata-rata lalu lintas harian. Hal ini dilakukan guna mengetahui kondisi struktur perkerasan jalan, sehingga dapat diketahui jenis perawatan yang tepat untuk menjaga kondisi jalan tetap stabil dan bagus. Analisis dilakukan dengan melihat pertumbuhan beban lalu lintas kendaraan tahun 2017-2021 dan membandingkannya dengan data lendutan tahun 2017-2021 pada ruas jalan tersebut. Dengan menggunakan metode MDP tahun 2017 diperoleh pertumbuhan beban lalu lintas pada ruas jalan Simpang Kayu Ara - Bts. Pelalawan 34%, Bts. Pelalawan – Sikijang Mati 41%, Sikijang Mati – Simpang Lago 38%. Dan untuk pengurangan 1 tahun sisa umur perkerasan pada data lendutan ruas Simpang Kayu Ara -Bts. Pelalawan 6,4 Juta Esal, Bts. Pelalawan – Sikijang Mati 3,6 Juta Esal, Sikijang Mati – Simpang Lago 1,97 Juta Esal.
Pengembangan Alternatif Kelayakan Finansial Dalam Investasi Jalan Tol Melalui Pendekatan Stokastik (Studi Kasus Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang)
Mualifudin, Achmad;
Sandhyavitri, Ari;
Fauzi, Manyuk
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v12i1.231
Net Present Value (NPV) merupakan salah satu parameter untuk mengetahui kelayakan finansial dalam investasi jalan tol. Makalah ini menganalisis pengembangan alternatif kelayakan finansial dalam investasi proyek infrastruktur jalan tol seksi Pekanbaru-Bangkinang melalui pendekatan metode stokastik dengan menggunakan aplikasi software @ Risk. Hasil analisis dengan adanya dukungan kelayakan dari pemerintah untuk jalan tol seksi Pekanbaru-Bangkinang berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar 15% dari biaya investasi dapat merubah komposisi struktur modal DER (Debt Equity Ratio) menjadi 25:75 (debt 25% dan equity 75%). Hasil Net Present Value (NPV) yang diperoleh yaitu; nilai minimum Rp.(39.863.290.000) ; nilai rata-rata Rp. 5.654.080.000 ; nilai maksimum Rp. 177.162.090.000, hasil ini merupakan simulasi alternative cashflow paling optimal. Dengan hasil NPV rata-rata (Mean NPV) ? 0 (positif) hal ini menegaskan bahwa investasi proyek infrastruktur jalan tol seksi Pekanbaru – Bangkinang layak secara finansial dengan variabel finansial yang paling sensitive adalah SBI (Suku Bank Indonesia) ,tarif awal operasi, volume lalu lintas kelas 1, inflasi Riau, volume lalu lintas kelas 2.