cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2024)" : 22 Documents clear
Analisis Pengelolaan Sistem Drainase Kota Pangkalan Kerinci Provinsi Riau Dwi Putri, Nabilla
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.232

Abstract

ebagai Ibukota Kabupaten Pelalawan kecamatan Pangkalan Kerinci merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap kawasan industri, perkebunan, perdagangan dan permukiman. Dengan adanya berbagai macam potensi daerah serta dukungan yang memadai, oleh karena itu Kecamatan Pangkalan kerinci menjadi salah satu prioritas di Kabupaten Pelalawan terhadap pembangunan infrastruktur yang ada, terutama di pembangunan drainase. Mengingat kondisi drainase yang ada di daerah Kota Pangkalan Kerinci masih banyak yang memiliki kondisi yang sangat tidak baik yang sering menyebabkan kebanjiran di Kota Pangkalan Kerinci makan dari itu salah satu cara yang dapat di lakukan dalam pencegahan timbulnya banjir di kawasan Kota Pangkalan Kerinci ialah dengan melakukan Analisis Pengelolaan Sistem Drainase Kota Pangakalan Kerinci dengan menggunakan beberapa pendekatan metode Analisa hidrolika dan Analisa curah hujan. Hasil penelitian yang di lakukan dengan menggunakan data curah hujan harian dari tahun 2012 hingga 2021 dan data peta stasiun hidrologi. Hasil analisis pengelolaan sistem drainase Kota Pangkalan Kerinci ialah banyaknya faktor permasalahan yang terjadi karena kurangnya mengerti akan pentingnya manajemen debit sampah yang dapat membuat saluran drainase tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Oleh karena itu perlunya perencanaan penanganan banjir yang matang seperti contohnya: melakukan pemeliharaan rutin terhadap saluran yang ada, membuat kolam retensi dan membuat beberapa box culvert agar aliran air tidak terjadi genangan yang dapat menyebabkan banjir
Sifat Mekanik Komposit Hybrid Serat Tebu Bermatrik E-Glass Epoxy Dengan Metode Hand Lay-Up Isra, Adi; Weriono, Weriono; Mirfaturiqa, Mirfaturiqa; Hypocrates Sihite, Hendra
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.241

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan komposit sebagai material yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan serat ampas tebu sebagai bahan penguat. Serat ampas tebu yang berasal dari pabrik-pabrik pengolahan gula tebu di Indonesia dipilih karena ketersediaannya yang mudah, sifat tidak berbahaya bagi kesehatan, harganya yang terjangkau, dan kemampuannya untuk terdegradasi secara alami. Proses perlakuan serat melibatkan rendaman dalam larutan alkali (NaOH) selama 2 jam, diikuti dengan metode pencetakan komposit menggunakan hand lay up dan matriks resin epoxy. Eksperimen mencakup fraksi volume komposit antara serat ampas tebu, resin epoxy (75%:25%, 65%:35%, dan 55%:45%) dengan variasi sudut 45° dan 90° , dengan uji sifat mekanik sesuai standar ASTM, yaitu Uji Tarik. Hasil uji menunjukkan bahwa komposit dengan fraksi volume 45%:55% sudut 90o serat Tebu memiliki kekuatan tarik yang paling besar diantara fraksi yang lain.
Model Matematik Eksperimental dan Validsi Momentum Takhingga Proses Kominusi dan Fragmentasi Batubara Nasution, Lukman Hakim; Weriono, Weriono; Rinaldi, Rinaldi; Julnaidi, Julnaidi; Syafar, Syafril; Harnis, Emri Juli; Irawansyah, Purnama; Hadi, Sopyan; Akmal, Nasrol; Husnadi, Andi; Haryon, Tri
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.242

Abstract

Kominusi secara physical collision melalui prinsip linier mometum dilakukan pada sampel batubara dengan panjang 10mm, lebar dan tebal masing-masing 1mm. Jarak proses momentum adalah 100cm, tekanan udara 0.1bar hingga 3bar, dan dinding landasan berdiameter 65mm. Perubahan ukuran sampel terjadi setelah momentum, dan selanjutnya dianalisis secara matematik dengan metode penskalaan per millimeter, berfaktorkan volume dan massa material; dimana dilakukan pada kondisi sebelum dan sesudah momentum. Hasil analisis membuktikan bahwa ukuran pecahan semakin besar jika semakin jauh dari titik pusat momentum dan sebaliknya. Namun jumlah momentum akhir dan distribusi pecahan sampel tidak terdefenisikan secara matematik . Melalui metode penskalaan per millimeter yang dilakukan sebelum dan sesudah momentum berfaktorkan volume, massa dan ukuran akhir pecahan material, adalah alternatif untuk memprediksi kebutuhan energi, dan ukuran pecahan akhir yang ingin dicapai.
Pengaruh Penggunaan Limbah Polyethylene Terephthalate (PET) Terhadap Karakteristik Marshall pada Campuran AC-BC Ningrum, Puspa; Basri, Doni Rinaldi; Oki, Jeni
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.243

Abstract

Nowadays, the presence of plastic waste is increasing. This is because the use of plastic as a material for packaging food and drinks has not yet been replaced. This is why researchers are concerned about the accumulation of polyethylene terephthalate (PET) plastic waste at the location of road construction projects which originates from workers' daily consumption of food and drinks. So it is felt necessary to use PET plastic waste as an additional or substitute material for asphalt mixtures that is environmentally friendly and economical, because PET plastic contains polymers that are plastomers. In this research, various levels of PET plastic waste were used: 0%, 4%, 4.5%, 5%, 5.5%, 6%. The research results concluded that the use of 4.5% PET plastic waste in the AC-BC mixture had marshall characteristic values ??that requirements. The optimum asphalt content value is 5.7% with Marshall properties including a stability value of 1,235.1 Kg, a flow value of 3.03 mm, 409.41 Kg/mm of Marshall Qoutient (MQ) value, 15, 62% of VMA, 72.19% of VFA, and 4.34% of VIM.
Efektivitas Sabut Kelapa dan Semen Portland Sebagai Filler Pada Campuran Aspal AC-WC Tisnawan, Rahmat; Ramadhan Husaini, Rizki; Juli Handa, Egi
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.245

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi yang kebutuhannya di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan. Konstruksi jalan merupakan suatu struktur yang menerima beban lalu lintas, sehingga lapisan perkerasan tersebut diharapkan mempunyai struktur perkerasan yang kokoh dan mampu menerima beban pengguna jalan. Biasanya yang digunakan adalah semen atau abu batu, namun pada penelitian ini digunakan bahan alternatif lain seperti limbah abu sabut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan abu sabut sebagai bahan pengisi campuran aspal AC-WC memberikan pengaruh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan 15 sampel dengan menggunakan perbandingan bahan pengisi sabut kelapa yang berbeda yaitu 100%, 75%, 50%, 25% dan 0%. Hasil penelitian menunjukkan nilai stabilitas Marshall yang paling tinggi adalah pada perubahan beban yang terdiri dari 25% abu sabut dan 75% semen yaitu sebesar 1.893,37 kg.
Evaluasi Kuat Tekan Beton Menggunakan UPV Dan Hammer Test Hanif, Ardian; Kurniawandy, Alex; Yusa, Muhamad
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.247

Abstract

Evaluasi kuat tekan beton sangat penting dalam memastikan keandalan dan keamanan struktur bangunan. Berbagai metode, seperti Hammer Test (Rebound Hammer Test) dan Ultrasonic Pulse Velocity (UPV), umumnya digunakan dalam industri konstruksi untuk menilai kekuatan beton. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kuat tekan beton bangunan di Kota Pekanbaru dengan menggunakan metode Hammer Test dan UPV. Kurangnya data spesifik tentang kekuatan beton di wilayah ini memerlukan pemahaman yang lebih dalam tentang kualitas beton dalam konstruksi dalam iklim dan kondisi lingkungan yang unik di Pekanbaru. Metode: Metodologi penelitian berfokus pada evaluasi kekuatan beton Bangunan Gedung di Kota Pekanbaru dengan metode pengujian non-destruktif, termasuk Uji humer test dari bacaan rebound dikonversi ke kuat tekan beton dan uji ultrasonic pulse velocity (UPV) dengan membaca kecepatan gelombang ultrasonik kemudian dikonversi ke kuat tekan beton kemudian membanding hasil pengujian kedua metode tersebut. Hasil: Hasil evaluasi mutu beton menggunakan metode Hammer Test menunjukkan bahwa kuat tekan beton rata-rata adalah fc’ 56 Mpa, sedangkan dengan metode Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) adalah fc’ 32 Mpa.  Meskipun demikian, baik hasil Hammer Test maupun UPV menunjukkan bahwa kekuatan beton secara keseluruhan memenuhi atau bahkan melebihi mutu yang direncanakan, yang sebelumnya ditetapkan pada fc’ 29.05 Mpa,  Berdasarkan perbandingan deviasi antara hasil pengujian NDT dengan mutu rencana menunujkan bahwa UPV mempunyai deviasi yang lebih kecil yakni 10,37% sementara untuk hummer test mempunyai deviasi yang sangat besar hingga mencapai 103,1%. Hasil ini memberikan keyakinan yang kuat bahwa pengujian NDT dengan menggunakan alat UPV memberikan keakuaratan yang cukup tinggi dubandingkan dengan hummer test.
Analisis Pengaruh Penggunaan Fly Ash Batu Bara Dan Abu Batu Sebagai Filler Pada Campuran Laston Lapis Aus (AC-WC) Rinaldi Basri, Doni; Ningrum, Puspa; Adi Poetra, Akram
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.248

Abstract

Coal fly ash has been categorized as factory waste therefore We should reduce factory waste and utilize it wisely optimal. In this research, coal fly ash and ash were used stone as an alternative to filler in AC-WC mixtures. The purpose of this research is to determine the marshall characteristics of the AC-WC layer with using a combination of coal fly ash and rock ash fillers. Research methods used in this research was an experimental method of varying the levels of coal fly ash filler and rock ash combined, namely 0%- 100%, 50%-50%, 60%-40%, 70%-30%, 80%-20%, 90%-10%, and 100%-0%.The specifications used in this research are General Bina Marga Specifications 2018 Revision 2. The optimum asphalt content obtained was 5.9%. Based on the results of Marshall testing variations of coal fly ash and stone ash fillers The best in this research was the variation of 50% coal fly ash and 50% rock ash. This is shown based on the stability value the composition obtains The stability value is 1,976.10 kg and the MQ value is 640.89 kg/mm with The melting value is 3.08 mm so it can be concluded that the quality of the AC-WC is the best In this research there are filler variations of 50% coal fly ash and 50% rock ash.
Desain Kontrol Smart Home Berbasis IoT dan Bluetooth Maharmi, Benriwati; Bijaksono, Candra; Machdalena, Machdalena; Yolnasdi, Yolnasdi
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.249

Abstract

Kemajuan teknologi yang pesat telah memungkinkan integrasi Internet of Things (IoT) dan Bluetooth dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam desain smart home. Smart home dapat memfasilitasi dan memudahkan pekerjaan manusia dengan cara mengotomatisasi berbagai fungsi rumah tangga, sehingga meningkatkan efisiensi dan kenyamanan. Oleh karena itu, penulis bertujuan mendesain kontrol smart home berbasis IoT dan Bluetooth menggunakan modul ESP32 yang memiliki dual-mode untuk koneksi internet melalui Wi-Fi dan komunikasi lokal melalui Bluetooth . Platform Blynk IoT untuk pembuatan antarmuka yang ramah pengguna dan manajemen perangkat, termasuk relai untuk kontrol independen perangkat listrik. Hasil penelitian dari pengujian kontrol smart home yang dibuat menggunakan Bluetooth dan internet menggunakan aplikasi Blynk dengan beban berupa lampu dan beberapa peralatan rumah tangga lainnya diperoleh bahwa pada saat beban di nyalakan (on) dan dimatikan (off), maka perintah dieksekusi hampir tanpa jeda diasumsikan kurang dari 1 detik serta perangkat yang terhubung dengan ESP32 dapat dipantau secara real-time,
Analisis Spasial Curah Hujan berdasarkan Klasifikasi Oldeman di Provinsi Riau Ersyi Darfia, Novreta; Abdaa, Dehas
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.250

Abstract

Hujan merupakan salah satu parameter dasar dalam bidang klimatologi dan hidrologi yang memiliki variasi spasial dan temporal yang kompleks. Informasi yang akurat tentang distribusi curah hujan diperlukan di banyak sektor. Klasifikasi iklim Oldeman adalah salah satu metode klasifikasi iklim yang digunakan untuk mengidentifikasi pola iklim di suatu daerah berdasarkan curah hujan. Oldeman mengelompokkan curah hujan ke dalam tiga kategori yaitu bulan kering yaitu bulan dengan curah hujan kurang dari 100 mm, bulan lembab yaitu bulan dengan curah hujan antara 100 mm hingga 200 mm, dan bulan basah yaitu bulan dengan curah hujan lebih dari 200 mm. Nilai rata-rata hujan bulanan yang ada di Provinsi Riau bervariasi dengan nilai minimum sebesar 70,938 mm dan nilai maksimum adalah 656,302 mm. Hujan bulanan di seluruh stasiun hujan yang ada didominasi oleh bulan lembab yaitu sebesar 58,12%, diikuti bulan basah sebesar 36,11%, dan yang terkecil adalah bulan kering sebesar 5,77%. Bulan kering di Provinsi Riau terdapat pada bulan Februari, Juni, Juli, dan Agustus, sementara pada bulan April, November, dan Desember didominasi oleh bulan basah. Pada bulan Februari dan Juni wilayah yang mengalami bulan kering adalah sebesar 15,38%, bulan kering terbesar pada bulan Juli yaitu 25,64%, serta pada bulan Agustus sebesar 12,82%. Bulan basah mendominasi wilayah di Provinsi Riau yaitu pada bulan April sebesar 71,79%, bulan November sebesar 89,74%, dan bulan Desember sebesar 82,05%.
Evaluasi Alternatif Perbaikan Lereng Menggunakan Metode Elemen Hingga Muhardi, Muhardi; Ridwan, Alfadhella
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.251

Abstract

Stabilitas lereng merupakan suatu kondisi atau keadaan yang stabil terhadap suatu bentuk dan dimensi lereng. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi kasus evaluasi pemilihan alternatif perbaikan lereng yang dimodelkan dengan menggunakan Metode Elemen Hingga yaitu Program Plaxis 2D V.21. Data yang digunakan berupa data dimensi lereng, data properties material, dan data properties perkuatan. Data – data ini kemudian digunakan sebagai data input dalam pemodelan. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) pemilihan alternatif perbaikan lereng. 3 (tiga) pemilihan alternatif perbaikan lereng yaitu opsi-1 dengan perkuatan bronjong angkur, opsi-2 dengan perkuatan blok beton, dan opsi-3 dengan perkuatan sheet pile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan pada opsi-1 sebesar 2.403, opsi-2 sebesar 2.136, dan opsi-3 sebesar 1.520. Berdasarkan SNI 8460-2017 tentang Persyaratan Perancangan Geoteknik, nilai faktor keamanan yang disyaratkan untuk analisis kestabilan lereng yaitu minimum 1.5. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan 3 (tiga) opsi perbaikan lereng sesuai dengan persyaratan nilai faktor keamanan oleh SNI 8460-2017.

Page 2 of 3 | Total Record : 22