cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2019)" : 6 Documents clear
Analisa Efisiensi Motor Kapasitor Sebagai Penggerak Pompa Sentrifugal Rangkaian Seri Yolnasdi Yolnasdi; Chrismondari Chrismondari
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi motor kapasitor dan beban merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, untuk alasan ini maka dalam mengkaji kinerja pompa/motor kapasitor yang dioperasikan secara individual/tunggal dan secara bersamaan (hubung seri) akan bermanfaat bila dapat ditentukan berapa persentase beban dengan nilai efisiensi yang tinggi, pada pengujian ini pompa/motor kapasitor diberi beban fluida dengan cara mengatur bukaan katup dari 100 % sampai 10 %. Dan setelah dilakukannya pengujian dua buah motor kapasitor (motor A dan motor B) ini yang dioperasikan secara tunggal dan terhubung seri, hanya menghasilakan nilai efisiensi yang baik pada pengujian dengan pembebanan 100 % (posisi bukaan katup 10 %), yakni untuk motor A menghasilkan daya output sebesar 47,22 watt pada kondisi motor operasi tunggal dan 54,56 watt pada kondisi operasi motor seri (bersama) sedang efisensi yang dihasilkan adalah 27,48 % pada motor operasi tunggal dan 29,91 % pada operasi motor seri (bersama). Untuk motor kapsitor B menghasilkan daya output sebesar 48,18 watt pada motor operasi tunggal dan 58 watt pada operasi motor seri (bersama) sedang efisensi yang dihasilkan adalah 27,58 % pada motor operasi tunggal dan 30,98 % pada operasi motor seri (bersama). Dan terlihat bahwa pengoperasian motor kapasitor secara seri (bersama) menghasilkan nilai daya output dan nilai efisiensi yang lebih baik dibanding pengoperasian motor secara tunggal tetapi tidak menunjukan perbedaan nilai yang begitu besar, jadi dapat disimpulkan bahwa pengoperasian motor kapasitor secara tunggal dan secara seri ( bersama) tidak menunjukan nilai efisiensi yang jauh berbeda, dan kelebihan dari pengoperasian secara seri (bersama) ini hanya terlihat untuk menaikan tekanan pada sistem pemipaan fluida. Sedangkan dari total rugi-rugi daya yang dihasilkan, yang paling besar menyumbang rugi-rugi daya adalah inti stator yakni sebesar 52,1 watt, dimana rugi-rugi ini merupakan rugi-rugi daya tetap yang tidak terpengaruh oleh perubahan beban.
Karakteristik Putaran Motor Conveyor Dengan Variasi Elemen Mesin Akibat Getaran Mekanis Weriono Weriono; Rinaldi Rinaldi; Siswo Pranoto
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin penggerak conveyor terdiri dari motor, gearbox, serta conveyor sebagai alat memindahkan lumpur dengan motor 2,2 KW putaran 1400 rpm. Rangsangan gaya luar menyebabkan terjadinya getaran paksa jika rangsangan tersebut berosilasi maka sistem dipaksa bergetar pada frekuensi ransangan. Penelitian memfokuskan pada analisa getaran pada bagian block mesin yaitu Seal input gearbox, Gear input dan Seal Output gearbox searah horizontal dengan mengukur kecepatan getaran dan temperatur yang dihasilkan. Getaran pada daerah 3 yaitu seal output gearbox mengalami peningkatan 4,95 mm/s yang tidak stabil sehingga diprediksi bahwa elemen tersebut getarannya tidak stabil dibandingkan gear input dan seal ouput gearbox sehingga perlu adanya perbaikan lebih lanjut. Daerah 2 yaitu gear input mengalami peningkatan temperatur 53,6 0C dibanding daerah 1 dan 3 tetapi elemen tersebut masih dalam kondisi stabil. Getaran terjadi pada elemen mesin berbeda beda pada setiap priode waktu serta temperatur kerja setiap elemen mesin juga mengalami perubahan setiap priode waktu.
Monitoring Kerentanan Bangunan Gedung Dengan Metode Rapid Visual Screening Sri Agustin; Reni Suryanita; Zulfikar Djauhari
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rapid Visual Screening (RVS) adalah sebuah metode peninjauan kondisi bangunan terhadap gempa secara visual, menggunakan form analisis khusus yang merangkum seluruh hasil tinjauan visual dan menghasilkan nilai akhir minimal 2 (dua) untuk kondisi aman terhadap gempa, jika kurang dari 2 (dua) maka gedung perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat resiko bangunan gedung terhadap gempa dan mampu menentukan nilai akhir (final score) sebagai keluaran dari metode Rapid Visual Screening (RVS). Hasil Respons Spektral MCE perioda pendek, redaman 5% (Ss) dan Respons Spektral MCE perioda 1 detik, redaman 5% (S1) pada penelitian ini berada di Moderate Seismicity, analisis, kondisi bangunan gedung pada penelitian tergolong ke dalam kondisi tidak rawan gempa, hal ini dibuktikan dari seluruh nilai akhir (final score)berada di atas angka minimal yaitu 2 (dua), hanya pada Gedung Plaza Rengat yang memiliki kombinasi dari 2 (dua) jenis tipe gedung C1(Concrete moment resisting frames) bernilai 2,3 dan C3 (Concrete frames with unreinforced masonry infill walls), dengan nilai pada C3 adalah 1,3 dari angka minimal, karena pada bagian tengah dalam gedung terdapat kondisi struktur yang tidak diperkuat dengan tambahan balok dari lantai 2 hingga lantai 4. Gedung Kantor Bupati, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan, Sejuta Sungkai, dan SD Negeri 006 menghasilkan final score di atas angka 2 (dua). Dengan begitu bangunan gedung pada penelitian ini berada pada kondisi aman akan terjadinya gempa.
Studi Eksperimental Balok Beton Bertulang Dengan dan Tanpa Sengkang Dimas Arief Wicaksono; Reni Suryanita; Zulfikar Djauhari
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya geser yang terjadi pada balok ditahan oleh ikatan antar material dan tulangan sengkang. Balok beton bertulang tanpa menggunakan sengkang akan mengalami perubahan kekuatan dan pola keruntuhan. Perubahan kekuatan dan keruntuhan terjadi karena penurunan kapasitas geser. Perubahan regangan dan tegangan yang terjadi perlu dianalisis lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan dan pengaruh yang terjadi akibat penurunan kapasitas geser balok beton tanpa sengkang. Benda uji yang digunakan adalah balok beton bertulang dengan lebar 10 cm, tinggi 20 cm, panjang 125 cm dan jarak tumpuan ke beban 50 cm. Tulangan yang digunakan berupa tulangan tekan diameter 8 mm dan tulangan tekan diameter 10 mm masing-masing sebanyak 2 buah. Pada balok dengan sengkang menggunakan sengkang dengan diameter 6 mm dan jarak antar sengkang 53,3 mm. Kuat tekan beton yang digunakan adalah 20 MPa. Penelitian dilakukan dengan analisis numerik menggunakan aplikasi Response-2000 dan Finite Element LUSAS V17. Sedangkan eksperimental dilakukan dengan pengujian lentur satu titik pembebanan. Analisis numerik menggunakan LUSAS diperoleh pembebanan lentur balok dengan sengkang maksimum sebesar 46,17 kN. Sedangkan pada balok tanpa sengkang beban lentur maksimum sebesar 43,76 kN. Gaya maksimum pada pembebanan lentur balok uji dengan sengkang 48,40 kN lebih besar daripada balok uji tanpa sengkang yaitu 45,90 kN. Berdasarkan hasil analisis numerik diperoleh bahwa balok uji tanpa sengkang memiliki kemiringan pola retak yang lebih besar dari pada balok dengan sengkang mendekati 45 derajat. Penurunan kapasitas geser penampang balok menyebabkan berubahnya resultan gaya sehingga pola keruntuhan berubah.
Analisis Indikator Klasifikasi DAS Kampar Kanan Berdasarkan Kriteria Tata Air Nafisah Nafisah; Manyuk Fauzi; Andy Hendri
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monitoring dan evaluasi kinerja Daerah Aliran Sungai (DAS) penting dilakukan untuk mengetahui pengelolaan DAS. Berhasil atau tidaknya pengelolaan DAS berkaitan dengan indikator kinerja kelestarian DAS yaitu kelestarian lingkungan yang meliputi tata air. Berdasarkan Lampiran Surat Keputusan Menteri Kehutanan tentang Pedoman Penyelenggaraan Pengelolaan DAS No P.61/Menhut-II/2014, bahan monitoring dan evaluasi kinerja Sub DAS dibagi menjadi lima kriteria, salah satunya yaitu kondisi tata air. Kondisi tata air dinilai berdasarkan parameter yang meliputi koefisien regim aliran, indeks penggunaan air, koefisien aliran tahunan, banjir. Tujuan penilitian ini adalah untuk menganalisis indikator kriteria klasifikasi Sub DAS Kampar kanan sehingga diketahui hasil klasifikasi parameter yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan Koefisien Regim Aliran (KRA) diklasifikasikan sangat rendah dengan nilai 10,769, artinya aliran sungai pada DAS relatif konstan baik pada musim banjir maupun kemarau. Indeks Penggunaan Air (IPA) diklasifikasikan sangat rendah dengan nilai 0,008, artinya DAS Kampar masih menghasilkan air untuk wilayah di hilirnya. Koefisien Aliran Tahunan (KAT) diklasifikasikan sangat tinggi dengan nilai 1,309, artinya curah hujan yang jatuh menjadi limpasan langsung dan tidak terserap ke dalam tanah. Banjir dikategorikan sangat tinggi dengan frekuensi kejadian 2 (dua) kali dalam 1 tahun, artinya fungsi tata air dari DAS tersebut sudah semakin terganggu sehingga perlu segera untuk direhabilitasi.
Perilaku Mekanik Balok Beton Bertulang Tanpa dan Dengan Sengkang Pascabakar Dede Eldi Kurniawan; Reni Suryanita; Zulfikar Djauhari
Sainstek (e-Journal) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran menyebabkan kerusakan pada balok beton bertulang. Pada saat kebakaran terjadi perubahan kimiawi secara bertahap pada beton bertulang. Akibat perubahan kimia menyebabkan beton kehilangan kekuatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis lendutan dan kerusakan dari balok beton bertulang tanpa dan dengan sengkang pascabakar. Ukuran benda uji pada penelitian ini 100 mm x 200 mm dengan panjang bentang 1250. Pada balok menggunakan tulangan tekan dengan diameter 8 mm dan tulangan tarik dengan diameter 10 mm masing-masing sebanyak 2 buah dan diameter sengkang 6 mm dengan jarak antar sengkang 53,3 mm. Pembakaran benda uji dilakukan pada tungku batu bata dengan durasi pembakaran benda uji selama 60 menit. Penelitian dilakukan berupa analisis lendutan menggunakan finite element LUSAS V17 dan secara teoritis. Berdasarkan hasil menggunakan finite element LUSAS terdapat perbedaan lendutan dan beban maksimum yang terjadi pada balok beton bertulang tanpa dan dengan sengkang setelah mengalami kebakaran. Pada balok tanpa sengkang pascabakar terjadi lendutan 39,91% lebih besar dibandingkan balok dengan sengkang pascabakar dan beban maksimum yang terjadi pada balok dengan sengkang pascabakar 1,62% lebih besar dibandingkan balok tanpa sengkang pascabakar, sedangkan analisis secara teoritis pada balok dengan sengkang pascabakar terjadi lendutan 16,67% lebih besar dibandingkan balok tanpa sengkang pascabakar dan beban maksimum yang terjadi pada balok dengan sengkang pascabakar 28,25% lebih besar dibandingkan balok beton bertulang tanpa sengkang pascabakar. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari analisis menggunakan finite element LUSAS dan secara teoritis dapat disimpulkan bahwa sengkang berpengaruh terhadap ikatan pada balok beton bertulang setelah mengalami kebakaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 6