cover
Contact Name
Adiyanto
Contact Email
info@ipem.ac.id
Phone
+6285213677334
Journal Mail Official
info@ipem.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Serang Km. 10 Bitung, Curug, Tangerang 15810
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi
ISSN : -     EISSN : 2715128X     DOI : 10.58217
Core Subject : Economy,
Jurnal JUBISMA diterbitkan oleh LPPM Universitas Insan Pembangunan Indonesia merupakan Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi fokusnya di bidang Manajemen dan Akuntansi yang memuat hasil penelitian murni dan terapan dengan scope : Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Keuangan, Manajemen Produksi/Operasional, Manajemen Stategik, Sistem Informasi Manajemen, Manajemen Organisasi, Manajemen Perkantoram, Kepemimpinan, Akuntansi Umum, Akuntansi Keuangan,Akuntansi Biasa, Akuntansi Koperasi, Akuntansi Sektor Publik, Sistem Informasi Akuntasi, dan Auditing. Jurnal JUBISMA diterbitkan 2 (dua) kali dalam satu tahun pada bulan Mei dan November. Redaksi mengundang para peneliti, praktisi dan Mahasiswa untuk menulis perkembangan manajemen dan akuntansi di Indonesia. Scope : Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Keuangan, Manajemen Produksi/Operasional, Manajemen Pemasaran Manajemen Stategik, Sistem Informasi Manajemen, Manajemen Organisasi, Manajemen Bisnis Manajemen Perkantoram, Kepemimpinan Akuntansi Umum, Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, Akuntansi Koperasi, Akuntansi Sektor Publik, Sistem Informasi Akuntansi
Articles 222 Documents
ANALISIS KOMPARATIF JUMLAH TENAGA KERJA, INFRASTRUKTUR, DAN INVESTASI TERHADAP TINGKAT UPAH DI INDONESIA DAN THAILAND Lolita, Seli; Safarida, Nanda; Eliza, Zulfa
Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. 8 No. 1 (2026): JUBISMA
Publisher : LPPM UNIVERSITAS INSAN PEMBANGUNAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/jubisma.v8i1.274

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah tenaga kerja, infrastruktur, dan investasi terhadap tingkat upah serta membandingkan tingkat upah di Indonesia dan Thailand. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder selama periode penelitian yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, dan uji beda Independent Samples t-Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap 1tingkat upah, sedangkan jumlah tenaga kerja dan infrastruktur tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat upah. Secara simultan, ketiga variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat upah. Selain itu, hasil uji beda menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan tingkat upah antara Indonesia dan Thailand. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan variasi tingkat upah sebesar 60,7 persen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Kata kunci: tingkat upah, tenaga kerja, infrastruktur, investasi, Indonesia, Thailand.
PEMAHAMAN MASYARAKAT KOTA LANGSA TERHADAP KENAIKAN HARGA EMAS DALAM PENENTUAN MAHAR MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Ramadhani, Nova; Fahriansah, Fahriansah; Siregar, Friska Anggi
Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. 8 No. 1 (2026): JUBISMA
Publisher : LPPM UNIVERSITAS INSAN PEMBANGUNAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/jubisma.v8i1.275

Abstract

Mahar dalam masyarakat Aceh tidak hanya dipahami sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai simbol penghormatan terhadap perempuan dan bagian dari tradisi adat yang dikenal dengan istilah mayam. Dalam beberapa tahun terakhir, kenaikan harga emas menimbulkan berbagai perubahan sosial dan ekonomi dalam praktik penentuan mahar, khususnya di Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, calon pengantin, pasangan yang telah menikah, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam proses penentuan mahar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Langsa masih mempertahankan tradisi mahar emas berbasis mayam karena dianggap sebagai simbol kehormatan perempuan dan identitas budaya Aceh. Namun, kenaikan harga emas memberikan dampak signifikan terhadap penentuan mahar, seperti meningkatnya beban ekonomi calon mempelai laki-laki, munculnya tekanan sosial, serta kecenderungan penundaan pernikahan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat melakukan berbagai bentuk penyesuaian, seperti pengurangan jumlah mayam, penggunaan satuan gram sebagai alternatif, dan musyawarah keluarga dalam menentukan mahar sesuai kemampuan ekonomi. Dalam perspektif ekonomi syariah, praktik mahar emas tetap diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan prinsip keadilan, kemudahan, dan kemaslahatan. Oleh karena itu, penyesuaian mahar dipandang sebagai bentuk adaptasi sosial yang relevan untuk menjaga keseimbangan antara adat, syariat Islam, dan realitas ekonomi masyarakat modern. Kata Kunci: mahar, emas, mayam, ekonomi syariah, Kota Langsa.