Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Transaksi Ekonomi Klasik Masyarakat Aceh (Analisis Kelayakan Taqnin Hukum Ekonomi Syariah) Fahriansah, Fahriansah
IHTIYATH : Jurnal Manajemen Keuangan Syariah Vol 1 No 2 (2017): Vol 1 No 2 Desember 2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.23 KB) | DOI: 10.32505/ihtiyath.v1i2.679

Abstract

Aceh is one of provinces in Indonesia (NKRI) granted special freedom to regulate households independently (formal juridical) in accordance with Islamic Shari'a. Islamic syariat covers about the economy. Economic activity in Aceh has special characteristics that are not against Islamic law, such as mawah, gala, and peublo aqad. Therefore, formal regulation is required to protect the business people and to safeguard Acehnese culture.
KONSEP MUSYARAKAH MUTANAQISHAH DALAM HUKUM EKONOMI SYARIAH INDONESIA DAN MAJALLAT AL-AHKAM TURKI febi, febi; Fahriansah, Fahriansah
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS ISLAM Vol 1 No 1 (2016): Volume I Nomor 1 April 2016
Publisher : IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/v4i1.1235

Abstract

Abstrak.This article is an attempt to compare between the Syariah Economic Law and the of Majallat al-Ahkam al-Adliya on the concept of Musyarakah mutanaqishah. The analisis is based on the assumption that both have different concept. It is found that the concept of Musyarakah mutanaqishah which the former referred to is more detail and systematic than the latter. However, the Majallat al-Ahkam has become the most important part for the development of the Islamic Economic Law in the world today. Kata Kunci: Musyarakah mutanaqishah, ekonomi syariah, majallat al-ahkam
Transaksi Ekonomi Klasik Masyarakat Aceh (Analisis Kelayakan Taqnin Hukum Ekonomi Syariah) Fahriansah, Fahriansah
IHTIYATH : Jurnal Manajemen Keuangan Syariah Vol 1 No 2 (2017): Vol 1 No 2 Desember 2017
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/ihtiyath.v1i2.679

Abstract

Aceh is one of provinces in Indonesia (NKRI) granted special freedom to regulate households independently (formal juridical) in accordance with Islamic Shari'a. Islamic syariat covers about the economy. Economic activity in Aceh has special characteristics that are not against Islamic law, such as mawah, gala, and peublo aqad. Therefore, formal regulation is required to protect the business people and to safeguard Acehnese culture.
Analisis Faktor Emosional dan Rasional Terhadap Keputusan Nasabah Dalam Memilih Menabung di BSI Kantor Cabang Langsa 2 Munadiati, Munadiati; Pidianti, Nana; Fahriansah, Fahriansah; Miswari, Miswari
ASNAF : Journal of Economic Welfare, Philantrophy, Zakat and Waqf Vol 3 No 1 (2024): Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v3i1.8626

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor emosional dan rasional yang mempengaruhi keputusan nasabah dalam memilih PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Langsa 2 sebagai tempat menabung. Metode – Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden terdiri dari empat nasabah dan satu karyawan BSI. Hasil Penelitian – Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor emosional terhadap keputusan nasabah dalam memilih menabung di BSI KC Langsa 2 yaitu ikut-ikutan keluarga dan alasan religius. Faktor rasional terhadap keputusan nasabah dalam memilih menabung di BSI KC Langsa 2 yaitu karena kualitas pelayanan yang baik, ramah dan fasilitas yang diberikan. Selanjutnya BSI KC Langsa 2 juga menghadapi beberapa kendala dalam mempengaruhi keputusan nasabah, kendala tersebut meliputi masalah dalam bidang pelayanan, seperti panjangnya antrian, serta berbagai masalah yang berkaitan dengan nasabah itu sendiril Keterbatasan – Keterbatasan penelitian ini terletak pada sampel yang terbatas pada satu kantor cabang BSI, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh BSI di Indonesia. Implikasi Praktis – Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas sampel dan mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi keputusan nasabah dalam memilih bank syariah
Akad Istishnā’ dan Penyelesaian Ketidaksesuaian Pesanan Pada Industri Pengrajin Mebel di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Bin Mustafa, Fakhrizal; Fahriansah, Fahriansah; Hamdani, Rizki
AT-TASYRI': JURNAL ILMIAH PRODI MUAMALAH Vol. 15 No. 1 (2023): At-Tasyri': Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/tasyri.v15i1.1439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan akad istishnā’ dan penyelesaian terhadap ketidaksesuaian antara spesifikasi yang diperjanjikan di awal akad dengan produk akhir pada industri mebel di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Adapun yang menjadi informan dan responden dalam penelitian ini adalah para pengusaha industri mebel dan pemesan barang dengan pertimbangan dapat memberikan data yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan akad istishnā’ pada produk industri pengrajin mebel di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang sudah sesuai dengan prinsip-prinsip jual beli istishnā’ baik dari segi pemesanan dan metode pembayaran yang sesuai dengan konsep istishnā’. Namun masih terdapat hasil pesanan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diperjanjikan di awal akad. Dalam hal terjadi ketidaksesuaian produk yang dihasilkan dengan spesifikasi yang diperjanjikan, sebagian konsumen tetap menerimanya dan ada juga yang tidak menerima. Bagi pihak yang tidak terima dengan ketidaksesuaian yang terjadi maka penyelesaiannya dilakukan melalui jalur musyawarah atau jalur perdamaian atau sulhu di mana pihak penjual (ṣani’) akan memberikan konpensasi berupa potongan harga atau perpanjangan waktu pembayaran kepada pembeli dan perbaikan. Jika tidak terjadi titik temu dan pemesan membatalkan akad maka modal pemesan dikembalikan setelah pengarajin mebel berhasil menjual barang pesanan tersebut kepada pihak lain.
Pendekatan Non-Litigasi dalam Penyelesaian Kekerasan Rumah Tangga Pada Masyarakat Aceh Timur Jamadon, Jamadon; Zubir, Zubir; Fahriansah, Fahriansah
Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 6 No 2 (2024): Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Program Pascasarjana IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/lentera.v6i2.9533

Abstract

Domestic violence remains a significant issue in Aceh, largely influenced by the prevailing patriarchal culture and the limited protection available for victims. This study aims to examine the forms of domestic violence occurring within communities in East Aceh and evaluate its impacts on victims in physical, psychological, and social dimensions. Furthermore, the research analyzes the out-of-court resolution processes involving the roles of customary institutions, community leaders, and village governments. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with victims, perpetrators, and stakeholders involved in resolving domestic violence cases. The findings reveal various forms of domestic violence, including physical, psychological, sexual, and economic violence, with diverse impacts on victims depending on the social context of each village. Out-of-court resolutions are primarily facilitated through customary mediation, emphasizing a family-centered approach to prevent further conflict escalation. This study contributes to the literature on the role of customary conflict resolution systems in addressing domestic violence. It also highlights the need for more systematic and inclusive strategies to ensure justice for victims and reduce the prevalence of domestic violence in a sustainable manner.
Pendekatan Non-Litigasi dalam Penyelesaian Kekerasan Rumah Tangga Pada Masyarakat Aceh Timur Jamadon, Jamadon; Zubir, Zubir; Fahriansah, Fahriansah
Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 6 No 2 (2024): Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Program Pascasarjana IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/lentera.v6i2.9533

Abstract

Domestic violence remains a significant issue in Aceh, largely influenced by the prevailing patriarchal culture and the limited protection available for victims. This study aims to examine the forms of domestic violence occurring within communities in East Aceh and evaluate its impacts on victims in physical, psychological, and social dimensions. Furthermore, the research analyzes the out-of-court resolution processes involving the roles of customary institutions, community leaders, and village governments. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with victims, perpetrators, and stakeholders involved in resolving domestic violence cases. The findings reveal various forms of domestic violence, including physical, psychological, sexual, and economic violence, with diverse impacts on victims depending on the social context of each village. Out-of-court resolutions are primarily facilitated through customary mediation, emphasizing a family-centered approach to prevent further conflict escalation. This study contributes to the literature on the role of customary conflict resolution systems in addressing domestic violence. It also highlights the need for more systematic and inclusive strategies to ensure justice for victims and reduce the prevalence of domestic violence in a sustainable manner.
Analisis Faktor Emosional dan Rasional Terhadap Keputusan Nasabah Dalam Memilih Menabung di BSI Kantor Cabang Langsa 2 Munadiati, Munadiati; Pidianti, Nana; Fahriansah, Fahriansah; Miswari, Miswari
ASNAF : Journal of Economic Welfare, Philantrophy, Zakat and Waqf Vol 3 No 1 (2024): Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v3i1.8626

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor emosional dan rasional yang mempengaruhi keputusan nasabah dalam memilih PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Langsa 2 sebagai tempat menabung. Metode – Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden terdiri dari empat nasabah dan satu karyawan BSI. Hasil Penelitian – Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor emosional terhadap keputusan nasabah dalam memilih menabung di BSI KC Langsa 2 yaitu ikut-ikutan keluarga dan alasan religius. Faktor rasional terhadap keputusan nasabah dalam memilih menabung di BSI KC Langsa 2 yaitu karena kualitas pelayanan yang baik, ramah dan fasilitas yang diberikan. Selanjutnya BSI KC Langsa 2 juga menghadapi beberapa kendala dalam mempengaruhi keputusan nasabah, kendala tersebut meliputi masalah dalam bidang pelayanan, seperti panjangnya antrian, serta berbagai masalah yang berkaitan dengan nasabah itu sendiril Keterbatasan – Keterbatasan penelitian ini terletak pada sampel yang terbatas pada satu kantor cabang BSI, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh BSI di Indonesia. Implikasi Praktis – Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas sampel dan mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi keputusan nasabah dalam memilih bank syariah
Buy Now, Think Later: Impulsive Buying Behavior among Generation Z in Indonesia Fahriansah, Fahriansah; Safarida, Nanda; Midesia, Shelly
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.17453

Abstract

This study examined how utilitarian value, hedonic value, word-of-mouth communication, and celebrity endorsements influence impulsive buying among Generation Z consumers in Aceh, Indonesia, directly and indirectly through shopping lifestyle. A quantitative approach was employed, with 399 respondents aged 15–24 surveyed via cluster sampling in major Aceh cities. Data was collected through questionnaires and analyzed using path analysis and PLS-SEM. Results revealed hedonic value, word-of-mouth, and endorsements significantly predicted shopping lifestyles, unlike utilitarian value. Additionally, utilitarian and hedonic value, endorsements, and shopping lifestyle directly influenced impulsive buying, but not word-of-mouth. An indirect effect on impulsive buying through shopping lifestyle was found for hedonic value, word-of-mouth, and endorsements, excluding utilitarian value. These findings suggest producers and marketers should strategically leverage value perceptions, communication channels, and influencer marketing to target Generation Z. Consumers must also exercise prudent spending habits to avoid financial issues or abnormal psychology. Overall, the study provides empirical insight for all stakeholders into the drivers of impulsive consumer behavior during the pandemic.==============================================================================================================ABSTRAK - Beli Sekarang, Pikir Nanti: Perilaku Pembelian Impulsif Generasi Z di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh nilai utilitarian, nilai hedonis, komunikasi dari mulut ke mulut, dan endorsemen selebriti terhadap pembelian impulsif di kalangan Generasi Z di Aceh, Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui gaya berbelanja. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui survei terhadap 399 responden yang berusia 15-24 tahun di kota-kota utama di Aceh, yang dipilih dengan teknik cluster sampling. Hasil analisis jalur dan SEM-PLS menunjukkan bahwa selain nilai utilitarian, semua variabel seperti nilai hedonis, komunikasi dari mulut ke mulut, dan endorsemen mempengaruhi gaya berbelanja secara signifikan. Selain itu, variabel nilai utilitarian dan hedonis, endorsemen, dan gaya hidup berbelanja berpengaruh secara langsung terhadap pembelian impulsif, kecuali variabel komunikasi dari mulut ke mulut. Selanjutnya, terdapat pengaruh tidak langsung terhadap pembelian impulsif melalui gaya berbelanja terutama untuk variabel nilai hedonis, komunikasi dari mulut ke mulut, dan endorsemen; hanya variabel nilai utilitarian yang tidak menunjukkan adanya pengaruh. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi produsen dan seller untuk secara strategis memanfaatkan persepsi nilai, saluran komunikasi, dan pemasaran influencer jika ingin menargetkan Generasi Z. Untuk konsumen sendiri, hasil ini menjadi reflektor terhadap kebiasaan belanja yang kurang bijaksana agar terhindar dari masalah keuangan atau psikologis. Secara umum, hasil kajian ini memberikan fakta empiris tentang pendorong perilaku pembelian impulsif yang didapat dijadikan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan.
PEMAHAMAN MASYARAKAT KOTA LANGSA TERHADAP KENAIKAN HARGA EMAS DALAM PENENTUAN MAHAR MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Ramadhani, Nova; Fahriansah, Fahriansah; Siregar, Friska Anggi
Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Vol. 8 No. 1 (2026): JUBISMA
Publisher : LPPM UNIVERSITAS INSAN PEMBANGUNAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/jubisma.v8i1.275

Abstract

Mahar dalam masyarakat Aceh tidak hanya dipahami sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai simbol penghormatan terhadap perempuan dan bagian dari tradisi adat yang dikenal dengan istilah mayam. Dalam beberapa tahun terakhir, kenaikan harga emas menimbulkan berbagai perubahan sosial dan ekonomi dalam praktik penentuan mahar, khususnya di Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, calon pengantin, pasangan yang telah menikah, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam proses penentuan mahar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Langsa masih mempertahankan tradisi mahar emas berbasis mayam karena dianggap sebagai simbol kehormatan perempuan dan identitas budaya Aceh. Namun, kenaikan harga emas memberikan dampak signifikan terhadap penentuan mahar, seperti meningkatnya beban ekonomi calon mempelai laki-laki, munculnya tekanan sosial, serta kecenderungan penundaan pernikahan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat melakukan berbagai bentuk penyesuaian, seperti pengurangan jumlah mayam, penggunaan satuan gram sebagai alternatif, dan musyawarah keluarga dalam menentukan mahar sesuai kemampuan ekonomi. Dalam perspektif ekonomi syariah, praktik mahar emas tetap diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan prinsip keadilan, kemudahan, dan kemaslahatan. Oleh karena itu, penyesuaian mahar dipandang sebagai bentuk adaptasi sosial yang relevan untuk menjaga keseimbangan antara adat, syariat Islam, dan realitas ekonomi masyarakat modern. Kata Kunci: mahar, emas, mayam, ekonomi syariah, Kota Langsa.