JURNAL PENDIDIKAN IPS
Jurnal Pendidikan IPS (JP-IPS) adalah jurnal yang menggunakan model blind review yang dapat diakses online. Tujuan dari JP-IPS adalah untuk menerbitkan jurnal yang berisi artikel berkualitas yang akan dapat menyumbangkan pemikiran dari perspektif teoritis dan empiris untuk kemajuan teknologi dan pendidikan. Tulisan-tulisan di JP-IPS akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemikiran kritis dalam bidang ilmiah secara umum, khususnya di bidang Ilmu Pendidikan IPS. Lingkup bidang yang terkandung dalam JP-IPS mencakup bidang-bidang berikut: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pendidikan Sejarah Pendidikan Ekonomi Pendidikan Geografi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Pendidikan Akuntansi Pendidikan Tata Niaga Pendidikan Administrasi Perkantoran Pendidikan Sosiologi Pendidikan Koperasi Pend Kependudukan dan Lingkungan Hidup Pendidikan Ekonomi Koperasi Bidang Pendidikan Ilmu Sosial Lain Yang Belum Tercantum Artikel yang diterbitkan tentang hasil penelitian dan tinjauan pustaka dengan metodologi penelitian yang dapat diterima, studi kualitatif, studi kuantitatif, atau kombinasi keduanya, analisis statistik, studi kasus, penelitian lapangan, dan studi sejarah. JPIPS menerima manuskrip dari berbagai kalangan terkait, seperti peneliti yang relevan, dosen, profesor, mahasiswa, guru, Praktisi, ilmuwan, dan lainnya.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 1 (2021): JP-IPS"
:
12 Documents
clear
KERJASAMA GURU BIMBINGAN KONSELING DENGAN GURU MATA PELAJARAN IPS DALAM MEMBANTU KEGIATAN BELAJAR SISWA
Sawal Mahaly
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 1 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.144 KB)
|
DOI: 10.32696/jpips.v2i1.738
Effective guidance and counseling services cannot be carried out properly without the cooperation between BK teachers and related parties both inside and outside the school. cooperation with parties within the school, among others, with subject teachers. In carrying out counseling guidance activities, especially social studies subject teachers are expected to be able to assist BK teachers in collecting various information about student needs and student problems both in learning activities and outside learning activities, so that these students can be helped to overcome the problems they are experiencing. The purpose of this study is to find out how the cooperation between BK teachers and social studies subject teachers in assisting student learning activities. This type of research is descriptive research. The results of the study illustrate that the collaboration between BK teachers and social studies subject teachers in assisting students' learning activities at SMA Negeri 44 Central Maluku is low with an average of 56%.
HISTORISITAS TRADISI PENDIDIKAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA (ANALISIS KONSEP DAN IMPLIKASINYA DALAM PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM)
Haidir, Muhammad Hizbullah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 1 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (629.113 KB)
|
DOI: 10.32696/jpips.v2i1.746
Penelitian ini bertujuan untuk melihat akar sejarah tradisi pendidikan hukum Islam di Indonesia. Sehingga dengan penelitian sejarah ini dapat terdeskripsikan perkembangan sejarah hukum Islam di Indonesia. Karena pembentukan hukum Islam itu secara sejarah sosial tidak dapat dipisahkan dengan adat/budaya masyarakat Indonesia. Adapun metode penelitian yang digunakan penulis adalah dengan menggunaka metode penelitian dengan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan yaitu dengan cara menghimpun data dari berbagai sumber literatur dengan cara meliputi buku-buku, jurnal, prosiding seminar nasional, dan artikel-artikel ilmiah yang berhubungan dengan konsep sejarah pembentukan hukum Islam di Indonesia. Sedangkan kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: 1) Bahwa terbentunya tradisi hukum Islam di Indonesia seiring dengan datangnya Islam ke Indonesia yang diawali denga dengan pendidikan hukum adat. Islam datang ke Indonesia berdasarkan pandangan para ilmuan berasal dari Arab pada 1 H yaitu 7/8M. 2) Perkembangan hukum Islam lebih banyak mendominasi dengan menggunakan mazhab Syafii karena pada awal datangnya Islam ke Nusantara, mereka terlebih dahulu mendirikan kerajaan Islam seperti Perlak, Pasai dll dan saat mereka berkuasa mereka menjadikan para ilmuan itu menjadi mufti. Mufti inilah yang merancang pendidikan hukum Islam di Indonesia. 3) Perkembangan pemikiran hukum Islam di Indonesia dapat terlihat mulai Abad ke 17 M., hal ini terlihat dalam keseimbangan baru tasawuf-fiqh, dan wacana Syafii’yyah. Ada beberapa ulama besar yang berhasil memperkaya pemikiran pendidikan keIslaman di Indonesia, diantaranya Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, Nuruddin ar-Raniri dan Abdurrauf as-Sinkili, M. Arsyad al-Banjari, M. Zain bin Faqih Jalaludin Aceh, A. Rifa’i Kalisahak, Nawawi al-Bantani, dll dan mereka mayoritas bermazhabkan Syafii.
IMPLIKASI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR BAGI MAHASISWA YANG MEMILIKI MINAT BELAJAR TINGGI
Zamalludin Sembiring, Dian Yudistira, Iskandar Zulkarnaen, Masdani
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 1 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (601.505 KB)
|
DOI: 10.32696/jpips.v2i1.747
Tujuan kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa melalui penerapan metode pembelajaran dan minat belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian 2 x 2. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrument tes hasil belajar dan angket minat belajar. Data hasil belajar diperoleh dengan menyebarkan instrument tes setelah materi pembelajaran disampaikan. Sedangkan data minat belajar diperoleh dari penyebaran angket minat belajar kepada sampel penelitian. Hasil belajar mahasiswa yang memiliki minat belajar tinggi yang belajar dengan metode pembelajaran demonstrasi adalah lima belas sedangkan hasil mahasiswa yang memiliki minat belajar tinggi yang belajar dengan metode pembelajaran diskusi adalah tiga belas. Berdasarkan data hasil penelitian dan hasil hitung anava dua jalur maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mahasiswa dipengaruhi metode pembelajaran dan minat belajar. Minat belajar mahasiswa yang tinggi yang belajar dengan metode pembelajaran demonstrasi ternyata menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dari hasil belajar mahasiswa yang memiliki minat belajar tinggi yang belajar dengan metode pembelajaran diskusi.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE JIG-SAW
Megawati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 1 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (542 KB)
|
DOI: 10.32696/jpips.v2i1.749
Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa VI melalui strategi pembelajaran cooperative tipe jigsaw di SD 104257 Sekip pada tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa VI SD Negeri 104257 Sekip sebanyak 33 orang. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100.Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan perhitungan nilai rata-rata siswa, persentase nilai ketuntasan siswa dan persentase nilai siswa yang belum tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Jig-Saw dengan hasil sebagai berikut: (1) Terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 40,31, pada siklus I meningkatkan menjadi 65,76 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 100. (2).Terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 57,56% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 84,84% pada siklus II,(3).Terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menurun menjadi 42,44% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 15,16% dengan kata lain hanya 5 siswa saja yang memperoleh nilai 60 dan selebihnya (28) siswa memperoleh nilai di atas 70.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN KEMAMPUAN BERTANYA MELALUI WORKSHOP DAN SUPERVISI AKADEMIK
Erawati S. Simbolon
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 1 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.711 KB)
|
DOI: 10.32696/jpips.v2i1.750
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Kemampuan Bertanya melalui workshop dan supervisi akademik di SMP Negeri 27 Medan, SMP Swasta Alittihadiyah, SMPS Eria dan SMPS Romalbest Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru guru yang mengajar di SMP Negeri 27 Medan, SMPS Alittihadiyah, SMPS Eria dan SMPS Romalbest Medan Kota Medan dengan jumlah 30 guru-guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik perhitungan persentase jumlah guru yang telah menerapkan kemampuan bertanya dan persentase jumlah guru yang belum menerapkan Kemampuan Bertanya. Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang menerapkan Kemampuan Bertanya dari 30 guru guru, baru 21 (70,0%) guru menerapkan Kemampuan Bertanya pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 27 (90,0%) guru yang sudah mampu menerapkan Kemampuan Bertanya pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan kemampuan bertanya, dari 30 guru guru, sebanyak 9 (30,0%) guru belum mampu menerapkan Kemampuan Bertanya pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan Kemampuan Bertanya, menjadi 3 (10,0%) guru yang belum mampu menerapkan Kemampuan Bertanya secara utuh; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan kemampuan bertanya dapat ditingkatkan melalui workshop dan supervisi akademik.
KEMAMPUAN SISWA MENGINDEK SURAT TERHADAP HASIL BELAJAR KORESPONDENSI
Rijal, Karisma Hidayati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 1 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.922 KB)
|
DOI: 10.32696/jpips.v2i1.820
Tujuan penelitian untuk memperoleh data dan informasi yang menunjukkan tentang:kemampuan siswa dalam mengindeks surat pada siswa kelas XI SMK Istiqlal deli Tua ; Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kemampuan siswa mengindeks surat terhadap hasil belajar korespondensi pada siswa kelas XI SMK Istiqlal deli tua TA. 2020/2021.Hipotesis penelitian: "ada hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan siswa mengindeks surat terhadap hasil belajar korespondensi pada siswa kelas XI SMK Istiqlal Deli Tua TA. 2020/2021”.Populasi dalam penelitian ini adalah : seluruh siswa kelas XI-AP1 dan AP-2 SMK Istiqlal Deli Tua T.A. 2020/2021 yang berjumlah 50, dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang (total sampling). Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa besarnya nilai r(hitung) adalah 0,360 sedangkan besarnya nilai r(tabel) untuk n = 50 dan = 0,05 adalah 0,273. Dengan demikian sesuai dengan rumusan hipotesis yang telah ditetapkan dalam penelitian ini, yaitu : “Ada hubungan yang signifikan antara kemampuan siswa mengindeks surat terhadap hasil belajar korespondensi pada siswa kelas XI SMK Istiqlal Deli Tua TA. 2020/2021”, dapat diterima kebenarannya sebab r(hitung) > r(tabel).
PERBEDAAN HASIL BELAJAR KORESPONDENSI MENERAPKAN MODEL KOOPERATIF LEARNING TEKNIK JIGSAW DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL
Firmando Sitepu
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 1 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (111.392 KB)
|
DOI: 10.32696/jpips.v2i1.821
Keberhasilan tercapainya tujuan Pendidikan tidak hanya di pengaruhi oleh keterampilan dasar guru dalam mengajar atau menggunakan teori-teori yang ada, namun kemampuan siswa/siswa juga dapat di pengaruhi oleh peraktek dan kelengkapan sarana Pendidikan seperti alat-alat perkantoran dalam mata pelajaran peraktek perkantoran, proses belajar antara guru dan siswa dapat membantu proses pembelajaran lebih mudah. Perbedaan hasil belajar korespondensi menerapkan model kooperatif learning teknik jigsaw dan peperbedaan hasil belajar korespondensi menerapkan model kooperatif learning teknik jigsaw dan pembelajaran konvensioanal pada smkbelajaran konvensioanal pada smkdirinya untuk memiliki kekuatan spirutal keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Kegiatan belajar mengajar banyak yang dilakukan dengan metode ceramah, dengan bimbingan yang tegas dan memberikan motivasi siswa supaya bisa menaati peraturan, berperestasi dan yang rapi. menggunakan media ajar yang di sesuaikan dengan karakter siswa pada mata pelajaran tertentu yang membutuhkan pepahaman yang lebih dan di SMK. Dari perhitungan dan analisis data menunjukkan bahwa besarnya nilai t (hitung) adalah 1,47. Sedangkan besarnya nilai t (table) untul n;180 dan a; 0,05 adalah 1,19 dengan demikian rumusan hipotesis yang telah ditentukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya. Yang berarti adanya Perbedaan hasil belajar korespondensi menerapkan model pembelajaran kooperativ learning Teknik jigsaw dan pembelajaran konvesional.t (hitung)>t(table) atau 1,47>1,19.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE TALKING STICK DENGAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Handoko Simanjuntak
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 1 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (736.201 KB)
|
DOI: 10.32696/jpips.v2i1.822
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis perbandingan model pembelajaran cooperative tipe talking stick dengan mind mapping terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi.Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian berjenis studi keperpustakaan yang menggunakan penelitian relevan sebagai sumber data penelitian dengan jumlah populasi keseluruhan adalah 420 orang sedangkan yang ditetapkan sampel berjumlah 218 orang sebagai sampel penelitian. Dari uraian yang tertera dalam hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar menggunakan model pembelajaran Talking Stick sebesar 78,67 dan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping sebesar 83,45. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa antara perbandingan model pembelajaran Talking Stick dengan Mind Mapping sebesar 0,94 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Mind Mapping lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Talking Stick. (2) Terdapat perbandingan antara Model Pembelajaran Talking Stick dengan Mind Mapping terhadap hasil belajar Siswa.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNIN (PBL) DENGAN INQUIRY LEARNING (IL)
Rizki Elisa, Nurjannah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 1 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (741.196 KB)
|
DOI: 10.32696/jpips.v2i1.837
Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian berjenis kuantitatif yang dilaksanakan sebanyak 3 perlakuan. Instrumen pengumpulan data adalah tes yang berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir. Adapun teknik sampling yang digunakan yaitu teknik total Sampling. Dimana seluruh jumlah populasi keseluruhan adalah 35 orang sedangkan yang ditetapkan sampel berjumlah 35 orang sebagai sampel penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learnin sebesar 77,65 dan menggunakan model pembelajaran Inquiry Learning sebesar 77,77. Sedangkan hasil perhitungan uji t diperoleh hasil taraf signifikasi dengan a= 0,05 dan dk = (n1 +n2– 2) = (17 + 18 – 2) = 33, maka diperolehkan hasil t hitung = -0,008 dan t tabel = 1.692di dapat dari tabel distribusi t, dengan thitung> ttabel ,dengan demikian hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu: “ada perberbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan inquiry learning pada pelajaran ekonomi siswa kelas X MA MPI Binjai Serbangan T.A 2020/2021. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Inquiry Learning. (2) Terdapat perbedaan antara Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Inquiry Learning terhadap hasil belajar Siswa.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DAN RESITASI
Dedy Mariadi
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 1 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (646.597 KB)
|
DOI: 10.32696/jpips.v2i1.1538
Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: Untuk mengetahui apakah melalui kolaborasi CTL ( Contextual Teaching And Learning) dan Resitasi dapat meningkatkan prestasi belajar PPKn pada siswa kelas X MAS Al-Washliyah Nagur Serdang Bedagai Tahun Pembelajaran 2017/ 2018. Adapun yang menjadi populasinya adalah siswa kelas X MAS Al-Washliyah Nagur Serdang Bedagai Tahun Pembelajaran 2019/ 2020, yang berjumlah 42 siswa.. Maka sampel untuk penelitian ini adalah Siswa kelas X MAS Al-Washliyah Nagur Serdang Bedagai Tahun Pemlajaran 2017/ 2018, yang berjumlah 42 siswa (Sampel total). Dari hasil penelitian, Penerapan Kolaborasi Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) dan Resitasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran PPKn di kelas X MAS Al-Washliyah Nagur Serdang Bedagai Tahun Pembelajaran 2019/2020. Hal ini terlihat dari hasil belajar siswa sebelum dilakukannya Metode Kolaborasi Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) dan Resitasi rata – rata hasil belajar siswa memperoleh 67,61 telah meningkat menjadi 76,42 pada tahap siklus I dan pada tahap siklus II siswa memperoleh rata – rata hasil belajar sebesar 82,61. Maka dapat diketahui bahwa rata – rata hasil belajar siswa dari tahap siklus I dan tahap siklus II telah mengalami peningkatan sebesar 6,19. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penerapan Kolaborasi Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) dan Resitasi mempunyai pengaruh positif meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran PPKn Kelas X MAS Al-Washliyah Nagur Serdang Bedagai TP. 2017/ 2018”. Hipotesisnya adalah Metode Penerapan Kolaborasi Pembelajaran CTL ( Contextual Teaching And Learning) dan Resitasi dapat meningkatkan prestasi belajar PPKn pada siswa kelas X MAS Al-Washliyah Nagur Serdang Bedagai Tahun Pelajaran 2019/ 2020”. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X MAS al-Washliyah Nagur Serdang Bedagai TP. 2019/ 2020 yang terdiri dari 1 kelas dengan jumlah 38 siswa. Maka sampel untuk penelitian ini adalah siswa – siswi kelas X SMA Al-Washliyah Nagur serdang Bedagai TP. 2019/ 2020 yang terdiri dari 1 kelas dengan jumlah 38 siswa (Sampel total).