cover
Contact Name
Farid Faisal
Contact Email
arrihlah.febi@unsur.ac.id
Phone
+6285793854848
Journal Mail Official
arrihlah.febi@unsur.ac.id
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah
ISSN : 27758184     EISSN : 27758176     DOI : 10.35194/arps.v2i1.2323
Core Subject : Economy, Education,
Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah is an open access peer-reviewed online journal that provides a forum for sharing scientific studies on Islamic finance and banking. Editors welcome articles and research reports that address current issues such as: islamic finance, sharia business, sharia banking and sharia management.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2025): SEPTEMBER" : 7 Documents clear
THE IMPLEMENTATION OF THE MUDHARABAH PRINCIPLE IN THE WORKING CAPITAL FINANCING SCHEME OF THE AMANAH NEGERI SEJAHTERA SHARIA COOPERATIVE, CIANJUR Yudih, Dadang
Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 5, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/arps.v5i2.5865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Mudharabah pada skema pembiayaan modal kerja di Koperasi Syariah Amanah Negeri Sejahtera Cianjur. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengurus koperasi dan anggota penerima pembiayaan Mudharabah. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan akad Mudharabah di koperasi telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, di mana pembagian nisbah bagi hasil dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama tanpa mengandung unsur riba, gharar, maupun maysir. Dalam praktiknya, koperasi bertindak sebagai shahibul maal dan anggota sebagai mudharib, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi anggota. Penerapan akad ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja usaha, seperti bertambahnya modal, omzet, dan kesadaran berwirausaha syariah di kalangan anggota. Faktor pendukung implementasi meliputi kepercayaan anggota, dukungan manajemen, serta pengawasan aktif dari Dewan Pengawas Syariah. Adapun hambatan yang ditemui adalah keterbatasan pemahaman anggota terhadap akad Mudharabah dan risiko moral hazard. Secara keseluruhan, penerapan Mudharabah di koperasi ini terbukti mampu menjadi instrumen pembiayaan berbasis syariah yang adil, transparan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi umat. This study aims to analyze the implementation of the Mudharabah principle in the working capital financing scheme at the Amanah Negeri Sejahtera Sharia Cooperative in Cianjur. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The research subjects included cooperative management and members receiving Mudharabah financing. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results show that the implementation of the Mudharabah contract at the cooperative aligns with Sharia principles, where the profit-sharing ratio (nisbah) is determined based on mutual agreement without involving elements of riba (usury), gharar (uncertainty), or maysir (gambling). In practice, the cooperative acts as the shahibul maal (capital provider), while members serve as the mudharib (entrepreneur), with the aim of enhancing members’ productivity and economic welfare. The application of this contract has had a positive impact on improving business performance, such as increasing capital, turnover, and awareness of Sharia-based entrepreneurship among members. Supporting factors include members’ trust, management support, and active supervision by the Sharia Supervisory Board. However, obstacles identified include limited understanding of the Mudharabah contract among members and moral hazard risks. Overall, the implementation of Mudharabah in this cooperative has proven to be an equitable and transparent Sharia-based financing instrument that supports the economic growth of the Muslim community.
THE EFFECT OF AUDIT FEE AND OWNERSHIP STRUCTURE ON AUDIT QUALITY: EVIDENCE FROM TECHNOLOGY FIRMS, 2021–2023 Nugraha, Ramlan Indra; Fitriana, Fitriana; Aripin, Zaenal
Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 5, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/arps.v5i2.5782

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya audit berkualitas tinggi dalam meningkatkan kredibilitas laporan keuangan, khususnya di sektor teknologi yang memiliki pertumbuhan cepat dan risiko akuntansi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya audit dan struktur kepemilikan terhadap kualitas audit pada perusahaan teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2023. Kualitas audit diukur dengan nilai 1 untuk penggunaan auditor Big 4 dan 0 untuk penggunaan auditor non Big 4. Metode analisis menggunakan regresi logistik panel dengan pendekatan random effects model yang dipilih berdasarkan hasil uji Likelihood Ratio (LR test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya audit berpengaruh terhadap kualitas audit, sedangkan struktur kepemilikan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara simultan biaya audit dan struktur kepemilikan berpengaruh signifikan dalam menjelaskan variasi kualitas audit. Temuan ini mendukung teori agensi yaitu biaya audit yang lebih tinggi mencerminkan upaya manajemen untuk mereduksi konflik kepentingan melalui pemilihan auditor bereputasi. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi manajemen dan pemangku kepentingan dalam menilai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit eksternal This study is motivated by the importance of high-quality audits in enhancing the credibility of financial statements, particularly in the technology sector, which is characterized by rapid growth and high accounting risks. The research aims to examine the effect of audit fees and ownership structure on audit quality in technology companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021–2023. Audit quality is measured as 1 for engagement with Big 4 auditors and 0 for non-Big 4 auditors. The analysis method uses panel logistic regression with a random effects model, selected based on the results of the Likelihood Ratio (LR) test. The findings indicate that audit fees significantly affect audit quality, while ownership structure does not show a significant influence. Simultaneously, both audit fee and ownership structure are statistically significant in explaining variations in audit quality. These results support agency theory, in which higher audit fees reflect management's efforts to reduce agency conflicts by selecting reputable auditors. This study provides important implications for management and stakeholders in assessing the factors influencing external audit quality.
THE INFLUENCE OF BI RATE, EXCHANGE RATE, AND GROSS DOMESTIC PRODUCT ON NON-PERFORMING LOANS AT BANK MUAMALAT FROM 2016-2024 Nuraini, Laila
Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 5, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/arps.v5i2.5338

Abstract

Pembiayaan bermasalah dilihat berdasarkan kolektibilitas Non Performing Financing yang menunjukkan adanya tingkat pembiayaan bermasalah. Menurut teori pembiayaan bermasalah salah satunya disebabkan oleh faktor eksternal yaitu makro ekonomi meliputi BI Rate, Kurs dan Produk Domestik Bruto yang meningkatkan pembiayaan bermasalah. Namun pada Bank Muamalat sendiri, pembiayaan bermasalah masih tergolong fluktuatif dan tinggi dibandingkan dengan bank syariah lainnya. Hal ini diikuti dengan fenomena BI Rate, Kurs dan PDB yang juga fluktuatif. Tujuan utama penelitian ini adalah mencoba menjawab latar belakang serta membuktikan pengaruh BI Rate, Nilai Tukar (Kurs) dan Produk Domestik Bruto terhadap pembiayaan bermasalah. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan Bank Muamalat untuk melihat bagaimana perkembangan dari BI Rate, Nilai Tukar dan Produk Domestik Bruto yang dapat mempengaruhi naik turunnya pembiayaan bermasalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data regresi linier berganda. Penelitian ini menggunakan data time series dengan pengambilan sampel yaitu laporan keuangan triwulan Bank Muamalat dilihat dari rasio NPF, data BI Rate, Kurs dan data Produk Domestik Bruto tahun 2016 hingga 2024. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti memperoleh hasil BI Rate secara parsial periode 2016-2024 tidak berpengaruh positif signifikan terhadap pembiayaan bermasalah. Nilai Tukar (Kurs) secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap pembiayaan bermasalah. Produk Domestik Bruto secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap pembiayaan bermasalah. Non-performing financing is seen based on the collectibility of Non Performing Financing which shows the level of non-performing financing. According to the theory of non-performing financing, one of them is caused by external factors, namely macroeconomics including BI Rate, Exchange Rate and Gross Domestic Product which increase non-performing financing. However, at Bank Muamalat itself, non-performing financing is still relatively fluctuating and high compared to other Islamic banks. This is followed by the phenomenon of BI Rate, Exchange Rate and GDP which also fluctuates. The main purpose of this study is to try to answer the background and prove the effect of BI Rate, Exchange Rate (Exchange Rate) and Gross Domestic Product on non-performing financing. The results of this study can be a reference for Bank Mumalat to see how the development of BI Rate, Exchange Rate and Gross Domestic Product can affect the rise and fall of non-performing financing. This research uses a quantitative approach with multiple linear regression data analysis techniques. This study uses time series data by sampling the quarterly financial statements of Bank Muamalat seen from the NPF ratio, BI Rate data, Exchange Rates and Gross Domestic Product data from 2016 to 2024. Based on the research conducted, the researcher obtained the results of the BI Rate partially in the 2016-2024 period did not have a significant positive effect on non-performing financing. Exchange Rate (Kurs) partially has a significant positive effect on non-performing financing.
THE EFFECT OF KNOWLEDGE ABOUT RIBA ON THE DECISION TO USE SHOPEE PAYLATER IN THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC ECONOMICS Rini, Yulia Eka; Adawiyah, Sarah Robiatul; Lestari, Intan Sri
Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 5, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/arps.v5i2.5741

Abstract

Perkembangan teknologi finansial telah menghadirkan layanan pembayaran digital seperti Shopee PayLater, yang semakin populer di kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa Ekonomi Syariah di STAI Al-Ittihad Cianjur. Namun, penggunaan layanan ini menimbulkan dilema karena adanya unsur riba yang bertentangan dengan prinsip ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan tentang riba terhadap keputusan mahasiswa menggunakan Shopee PayLater serta mengkajinya dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada 90 mahasiswa STAI Al-Ittihad Cianjur dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang riba berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan Shopee PayLater dengan persamaan regresi Y = 23.165 – 0.143X. Namun, pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik, dengan nilai t hitung -1.156 < t tabel 1.664 dan signifikansi 0.250 > 0.05. Nilai R² sebesar 0,058 menunjukkan bahwa hanya 5,8% keputusan penggunaan dipengaruhi oleh pengetahuan tentang riba, sedangkan 94,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Artinya, semakin tinggi pemahaman mahasiswa terhadap riba, semakin rendah mereka untuk menggunakan layanan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Shopee PayLater tidak sesuai dengan prinsip ekonomi Islam karena mengandung unsur riba. Implikasinya, edukasi terkait literasi keuangan syariah perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih selektif dalam memilih layanan keuangan digital. The advancement of financial technology has introduced services such as Shopee PayLater, which have become increasingly popular among the public, including Sharia Economics students at STAI Al-Ittihad Cianjur. However, using this service creates a dilemma because it involves riba, which contradicts Islamic economic principles. This study aims to analyze the effect of knowledge about riba on students’ decisions to use Shopee PayLater and to examine it from the perspective of Islamic economics. This research used a quantitative, survey-based approach. Data were collected using questionnaires distributed to 90 students at STAI Al-Ittihad Cianjur and analyzed using simple linear regression in SPSS. The results of the study show that knowledge about riba has a negative and significant effect on the decision to use Shopee PayLater, as indicated by the regression equation Y = 23.165 – 0.143X. However, this effect is not statistically significant, as indicated by the calculated t-value of -1.156 < critical t-value of 1.664 and a significance value of 0.250 > 0.05. The R2 value of 0.058 indicates that only 5.8% of the decision to use Shopee PayLater is affected by knowledge of riba, while other factors account for the remaining 94.2%. This means that the higher the students’ understanding of riba, the lower their tendency to use the service. This study concludes that Shopee PayLater is not in accordance with the principles of Islamic economics because it contains elements of riba. The implication is that education related to Islamic financial literacy needs to be enhanced so that the public becomes more selective in choosing digital financial services.
PROMOTIONAL STRATEGIES BY BSI KCP PARE IN INCREASING THE NUMBER OF QRIS MERCHANTS Nurhanifah, Lista
Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 5, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/arps.v5i2.5350

Abstract

Kehadiran teknologi yang semakin berkembang mempengaruhi industri perbankan yang mulai menerapkan sistem pembayaran non tunai dengan menggunakan scan QR code atau sistem QRIS melalui gadget. QRIS ini tentunya sangat mempermudah dan mempercepat transaksi. Namun, kemudahan tersebut masih belum bisa dirasakan oleh masyarakat atau pelaku usaha yang masih kurang literasi sehingga hal tersebut menjadi kendala dalam peningkatan jumlah merchant QRIS BSI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi QRIS yang diterapkan oleh BSI KCP Pare dalam meningkatkan jumlah merchant QRIS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan field research. Data dan sumber data didapat dari pihak BSI KCP Pare. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan editing, organizing, dan penentuan hasil. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Strategi promosi yang dilakukan oleh BSI KCP Pare yaitu personal selling (penjualan secara pribadi), public relation (hubungan masyarakat), dan direct marketing (pemasaran langsung). 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi promosi antara lain sifat pasar, faktor produk, dan faktor tahap siklus hidup produk QRIS yang baik. 3) Dampak ditetapkannya strategi promosi tersebut adalah berupa peningkatan jumlah merchant QRIS sebesar 80-100% setiap tahunnya dan mendapatkan testimoni positif dari merchant QRIS. The presence of increasingly developing technology has influenced the banking industry which has begun to implement a non-cash payment system using a QR code scan or QRIS system via gadgets. QRIS certainly makes transactions much easier and faster. However, this convenience has not been felt by the public or business actors who are still lacking in literacy, so this has become an obstacle in increasing the number of BSI QRIS merchants. This study aims to analyze the QRIS promotion strategy implemented by BSI KCP Pare in increasing the number of QRIS merchants. This study is a qualitative study using a field research approach. Data and data sources were obtained from BSI KCP Pare. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data processing techniques were carried out by editing, organizing, and determining results. Data analysis techniques were carried out by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The data validity checking technique was carried out using source triangulation. The results of the study indicate that: 1) The promotional strategies carried out by BSI KCP Pare are personal selling, public relations, and direct marketing. 2) Factors that influence the promotional strategy include market characteristics, product factors, and good QRIS product life cycle stage factors. 3) The impact of establishing the promotional strategy is an increase in the number of QRIS merchants by 80-100% each year and getting positive testimonials from QRIS merchants.
CREDIT RISK, LIQUIDITY, PROFITABILITY: A REVIEW OF INDONESIAN STATE-OWNED BANKS Djuarni, Wenny
Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 5, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/arps.v5i2.5736

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh risiko kredit dan tingkat likuiditas terhadap profitabilitas pada sektor perbankan BUMN di Indonesia. Risiko kredit diproksikan dengan Non-Performing Loan (NPL), likuiditas diproksikan dengan Loan to Deposit Ratio (LDR), sedangkan profitabilitas diukur dengan Return on Assets (ROA). Laporan keuangan tahunan perbankan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode penelitian menjadi sumber data dalam studi ini. 2019–2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kredit berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan likuiditas berpengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan kredit bermasalah menjadi faktor kunci dalam menjaga kinerja keuangan perbankan BUMN, sementara tingkat likuiditas tidak selalu berdampak langsung terhadap profitabilitas. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi manajemen perbankan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan risiko dan strategi peningkatan profitabilitas. The objective of this study is to examine the effect of credit risk and liquidity level on the profitability of state-owned banks in Indonesia. Credit risk is proxied by the Non-Performing Loan (NPL), liquidity is proxied by the Loan to Deposit Ratio (LDR), while profitability is measured by Return on Assets (ROA). The research data were obtained from the annual financial reports of state-owned banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2019–2023 period. The analytical method employed is multiple linear regression with a quantitative approach. The findings reveal that credit risk has a significant negative effect on profitability, whereas liquidity has a positive but insignificant effect. These results emphasize that the management of non-performing loans is a crucial factor in maintaining the financial performance of state-owned banks, while liquidity levels do not necessarily have a direct impact on profitability. This study provides important implications for banking management in formulating risk management policies and strategies to enhance profitability
THE IMPACT OF SUKUK AND ZIS DISTRIBUTION ON INDONESIA’S ECONOMIC GROWTH Dewi, Tini Kusmayati
Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 5, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/arps.v5i2.5733

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mencari tahu seberapa besar pengaruh Sukuk dan Penyaluran ZIS terhadap Pertumbuhan ekonomi Tahun 2016-2023. Pada penelitian ini metode yang digunakan ialah metode deskriptif dan asosiatif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder time series. Serta menggunakan 30 sampel untuk masing-masing variabel. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengakses laporan publikasi oleh Badan Pusat Statistik, Otoritas Jasa Keuangan serta Badan Amil Zakat Nasional. Setelah itu, data yang terkumpul kemudian diproses memakai program analisis SPSS 25. Hasil penelitian menyimpulkan secara simultan variabel sukuk dan penyaluran ZIS memiliki pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi. Sedangkan secara parsial variabel sukuk memiliki pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi. Sementara variabel penyaluran ZIS secara parsial tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Nilai R square yang didapat sebesar 0,908, artinya besarnya pengaruh variabel Sukuk dan Penyaluran ZIS terhadap Pertumbuhan Ekonomi yaitu sebesar 90,8%. Sedangkan sisanya yakni 9,2% merupakan pengaruh faktor lain diluar penelitian ini. This study aims to determine the extent to which Sukuk and ZIS (Zakat, Infaq, and Sadaqah) Distribution influence economic growth during the period 2016–2023. The research employs a descriptive and associative method with a quantitative approach using secondary time-series data, consisting of 30 samples for each variable. Data were collected from publicly available reports published by the Central Bureau of Statistics (Badan Pusat Statistik/BPS), the Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan/OJK), and the National Zakat Agency (Badan Amil Zakat Nasional/BAZNAS). The collected data were then processed using the SPSS version 25 statistical analysis software. The results reveal that, simultaneously, the variables Sukuk and ZIS Distribution have a significant effect on economic growth. Partially, the Sukuk variable shows a significant positive influence, while the ZIS Distribution variable does not have a significant effect on economic growth. The R-square value obtained is 0.908, indicating that 90.8% of the variation in economic growth can be explained by Sukuk and ZIS Distribution, while the remaining 9.2% is influenced by other factors beyond the scope of this study.

Page 1 of 1 | Total Record : 7