cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan Pada Masa Pandemi Covid-19 di Restoran Happy Chappy Seminyak Cahyanti, Ni Komang Novitri; Febianti, Febianti; Suwintari, I Gusti Ayu Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.359

Abstract

Masuknya Pandemi Covid-19 di Indonesia pada tanggal 1 Maret 2020 memberikan dampak buruk bagi sektor pariwisata, beberapa dampak dari Covid-19 diantaranya adanya penurunan pemasukan dan banyak restoran yang mulai tutup. Oleh karena itu untuk dapat mempertahankan penjualan restoran dibutuhkannya strategi-strategi pemasaran yang tepat dan dapat di gunakan pada masa Pandemi Covid-19. Dalam Penelitian ini dilakukan di Restoran Happy Chappy Seminyak, bertujuan untuk mengetahui strategi alternatif yang dapat digunakan pada masa Pandemi Covid-19 sehingga restoran dapat memenuhi target penjualan. Dengan meneliti variabel STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dan bauran pemasaran untuk mengetahui kondisi eksternal dan internal perusahaan. Tehnik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, angket observasi dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tehnik analisis SWOT, IFAS dan EFAS, kuadran SWOT beserta Matriks SWOT. Hasil penelitian menggunakan tehnik analisis SWOT, didapatkan titik kordinat sumbu X (internal)= 3,34 dan sumbu Y (eksternal) =1,94 sehingga didapatkan bahwa posisi Restoran Happy Chappy Seminyak pada kuadran 1 (satu) yaitu mendukung strategi pertumbuhan agresif (Growth Oriented Strategy) yakini mempertimbangkan target pasar untuk wisatawan lokal mengingat dimasa Pandemi Covid-19 saat ini kunjungan WNA ke Bali sangatlah rendah. Berdasarkan matriks SWOT yaitu strategi SO (Strengths-Opportunites) Restoran Happy Chappy Seminyak dapat memperkuat pemasaran melalui digital marketing, memfokuskan promosi di sosial media, menambahkan promo-promo menarik dan tetap mengikuti protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment). The entry of the covid-19 pandemic in indonesia on march 1 2020 had a negative impact on the tourism sector, some of the impacts of covid-19 included a decrease in income and many restaurants starting to close. Therefore, to be able to maintain restaurant sales, appropriate marketing strategies are needed and can be used during the covid-19 pandemic. In this research conducted at the happy chappy seminyak restaurant, it aims to find out alternative strategies that can be used during the covid-19 pandemic so that restaurants can meet sales targets. By examining the stp variables (segmenting, targeting, positioning) and the marketing mix to determine the company's external and internal conditions. Data collection techniques using interviews, observation questionnaires and documentation. Data analysis techniques used descriptive qualitative methods with swot, ifas and efas analysis techniques, the swot quadrants and the swot matrix. The results of the study using the swot analysis technique, obtained the coordinates of the x axis (internal) = 3.34 and the y axis (external) = 1.94 so it was found that the position of happy chappy seminyak restaurant is in quadrant 1 (one), which supports an aggressive growth strategy (growth oriented strategy) believes in considering the target market for local tourists, considering that during the current covid-19 pandemic, foreign visits to bali were very low. Based on the swot matrix, the happy chappy seminyak restaurant's so (strengths-opportunities) strategy can strengthen marketing through digital marketing, focus on promotions on social media, add attractive promos and adhere to the CHSE (cleanliness, health, safety, environment) health protocol.
Penerapan Pelatihan dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Food and Beverage di Mahagiri Panoramic Resort and Restaurant Bintang, Ni Kadek Adelia Setya; Sanjiwani, I Gusti Agung Mirah
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.364

Abstract

Banyaknya mahasiswa yang melakukan praktik kerja nyata di Mahagiri Panoramic Resort and Restaurant menyebabkan pelatihan harus di lakukan, agar mahasiswa yang melakukan praktek kerja nyata (training) lebih mengetahui pekerjaan apa yang harus digarap dan dikuasai sebelum dipraktekkan khususnya di bagian (Food and Beverage). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pelaksanaan pelatihan yang di adakan dan mengetahui penerapan SOP pelayanan setelah dilakukan pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan Food and Beverage Department. Teknik pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi, wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan melihat kinerja karyawan dan trainee setelah di lakukan pelatihan. Prosedur pelaksanaan pelatihan dalam meningkatkan kinerja karyawan food and beverage deparment di Mahagiri Panoramic Resort and Restaurant, yaitu menerapkan prinsip pelatihan berupa participation, repetition, relevance, transference, dan feedback. Secara umum setelah pelatihan di berikan kepada karyawan dan trainee, masih terdapat SOP yang terlewatkan, yaitu SOP tentang memberi salam, mengulang pesanan, mengecek semua pesanan, dan mengucapkan terima kasih, Karyawan yang telah melaksanakan SOP pelayanan dengan benar tidak diharuskan untuk mengikuti pelatihan kembali. Pada saat pelatihan sebaiknya para peserta benar-benar serius dalam mengikuti pelatihan agar mampu melakukan pekerjaan sesuai dengan SOP yang di terapkan dan tidak banyak langkah-langkah yang terlewatkan. The number of students that in the job training program (trainee) makes training need to be carried out, then they will know their job before practicing it in the restaurant, especially in the Food and Beverage Department. The purpose of this study was to determine the procedures for implementing the training that was held and to find out the implementation of SOP after training to improve the performance of employees of the Food and Beverage Department. Data collection techniques used in this research are documentation, interview and observation. This study uses descriptive qualitative analysis by observing the performance of employees and trainees after training. The procedure for implementing training in improving the performance of food and beverage department employees at Mahagiri Panoramic Resort and Restaurant is to apply the training principles in the form of participation, repetition, relevance, transference, and feedback. In general, after training is given to employees and training, some standard was not implemented accordingly, such as greeting, repeating orders, checking all orders, and saying thank you to the guest. Employees who have implemented the standard correctly are not required to take part in retraining. At the time of training, participants should be really serious about participating in the training, then it will make them able to do work according to the SOP applied in the restaurant and not many steps are missed.
Pembuatan Selai Dari Kulit Semangka (Citrullus Lanatus) dan Ditambah Sari Buah Sirsak Pramana, I Made Manggala; Sudiarta, I Nyoman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.367

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian komparatif, yakni perbandingan kualitas selai dengan selai dari kulit semangka (citrullus lanatus) dan ditambah sari buah sirsak. Penelitian ini memakai teknik deskriptif kualitatif dan teknik analisis deskriptif, yang mana teknik deskriptif kualitatif dipakai guna menentukan masa kadaluarsa pada produk dan teknik analisis deskriptif dipakai dalam uji organoleptik (warna, rasa, aroma, dan tekstur). Penelitian ini bertujuan guna mengetahui kualitas selai dari kulit semangka (citrullus lanatus) dan ditambah sari buah sirsak bisa dilihat dari aspek warnanya, rasanya, aromanya serta teksturnya, guna menemukan komposisi campuran yang tepat dan bisa mengetahui masa kadaluars selai dari kulit semangka serta ditambah sari buah sirsak. Berlandaskan hasil penelitian, pendayagunaan kulit semangka dan sari buah sirsak dengan presentase 100% memiliki nilai tertinggi yang terlihat dari segi rasanya yang sangat enak, aromanya yang khas dan teksturnya yang lembut Akibatnya menghasilkan kualitas yang baik. Dan Berlandaskan hasil dari pengamatan uji daya tahan ataupun masa kadaluarsa selai kulit semangka (citrullus lanatus) dan ditambah sari buah sirsak hanya mampu bertahan selama 4 hari dalam suhu ruangan. This research is a comparative study, namely the comparison of the quality of jam with jam from watermelon rind (Citrullus lanatus) and added soursop juice. This study uses descriptive qualitative techniques and descriptive analysis techniques, in which qualitative descriptive techniques are used to determine the expiration date on products and descriptive analysis techniques are used in organoleptic tests (color, taste, aroma, and texture). This study aims to determine the quality of the jam from watermelon rind (citrullus lanatus) and added soursop juice from the aspect of color, taste, aroma and texture, to find the right mix composition and to know the expiration date of the watermelon rind jam and added soursop juice. Based on the results of the study, the utilization of watermelon rind and soursop juice with a percentage of 100% had the highest value in terms of very good taste, distinctive aroma and soft texture so as to produce good quality. And based on the results of the observation of the durability test or the expiration date on the jam from watermelon rind (citrullus lanatus) and added soursop juice, it was only able to last for 4 days at room temperature.
Zero Waste Management : Alternatif Penggunaan Biji Nangka Sebagai Pengganti Almond Dalam Pembuatan Biscotti Wiadnyani, Luh Diah; Susanti, Luh Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.371

Abstract

Biscotti merupakan salah satu jenis cookies yang berasal dari Italia dan biasanya kacang-kacangan yang digunakan adalah kacang almond. Namun dengan harganya yang lumayan mahal penulis tertarik untuk menggunakan biji nangka sebagai alternatif pengganti almond. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas biscotti dengan penggunaan biji nangka sebagai pengganti almond dari segi rasa, warna, tekstur dan aroma. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Teknik desktiptif dengan melakukan uji organoleptik pada 30 panelis. Hasil uji organoleptik yang diperoleh yaitu biscotti dengan penggunaan biji nangka sebagai pengganti almond yaitu memiliki rasa sangat enak, aroma cukup sedap, teksur kurang renyah dan warna kuning kecoklatan. Hasil dari daya simpan biscotti dengan penggunaan biji nangka sebagai pengganti almond baik dikonsumsi sampai 10 hari dalam kemasan kedap udara dan pada suhu ruangan. Biscotti is a type of cookie originating from Italy and usually the nuts used are almonds. However, with the price being quite expensive, the author is interested in using jackfruit seeds as an alternative to almonds. The purpose of this study was to determine the quality of biscotti with the use of jackfruit seeds as a substitute for almonds in terms of taste, color, texture and aroma. The data analysis technique used is descriptive technique by conducting organoleptic tests on 30 panelists. The results of the organoleptic test obtained were biscotti with the use of jackfruit seeds as a substitute for almonds, which had a very good taste, quite pleasant aroma, less crunchy texture and a brownish yellow color. The results of the shelf life of biscotti with the use of jackfruit seeds as a substitute for almonds are good for consumption for up to 10 days in airtight packaging and at room temperature.
Analisis Kepuasan Tenaga Kerja Wanita Terhadap Kebijakan Jaminan Ketenagakerjaan di SPA at Maya Sanur Antari, Desak Putu Putri Maya; Susanti, Luh Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.372

Abstract

Tenaga kerja merupakan pelakon pembangunan serta pelakon ekonomi baik secara orang ataupun secara kelompok, sehingga memiliki peranan yang sangat signifikan dalam kegiatan perekonomian nasional, ialah tingkatkan produktivitas serta kesejahteraan warga. Pada masa saat ini ini, perempuan turut berpartisipasi tingkatkan kesejahteraan keluarga dengan metode bekerja ialah perihal biasa. Riset ini bertujuan buat mengenali anggapan serta tingkatan Kepuasan Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Kebijakan Jaminan Ketenagakerjaan di Spa at Maya Sanur. Perlengkapan ukur yang digunakan buat mengenali kebijakan jaminan ketenagakerjaan yang diperoleh tenaga kerja perempuan di Spa at Maya Sanur merupakan Undang- Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Metode analisis informasi yang digunakan dalam riset ini merupakan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan informasi dicoba dengan metode observasi serta wawancara. Berikutnya informasi yang didapat hendak dibanding dengan hak serta proteksi cocok Undang- Undang tentang ketenagakerjaan. Dari hasil riset yang didapat terdapat sebagian kebijakan jaminan yang telah diperoleh ialah cuti pada masa kehamilan, hak buat menyusui, proteksi jam malam. Ada pula jaminan tidak diperoleh oleh tenaga kerja perempuan di Spa at Maya Sanur antara lain bayaran persalinan serta cuti haid. Ada pula anjuran yang diberikan kepada Spa at Maya Sanur supaya lebih tingkatkan kebijakan jaminan yang belum diberikan kepada tenaga kerja perempuan. Workers are development actors and economic actors both individually and in groups, so they have a very significant role in national economic activities, namely increasing productivity and community welfare. At this time, women participate in improving the welfare of the family by working is common. This study aims to determine the perception and level of satisfaction of female workers on the Employment Guarantee Policy at Spa at Maya Sanur. The measuring instrument used to determine the employment security policy obtained by female workers at Spa at Maya Sanur is Law No. 13 of 2003 concerning employment. The data analysis technique used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out by means of observation and interviews. Furthermore, the data obtained will be compared with the rights and protections according to the Law on Manpower. From the results of the research, there are several insurance policies that have been obtained, namely leave during pregnancy, the right to breastfeed, curfew protection. The guarantees not obtained by female workers at Spa at Maya Sanur include delivery costs and menstrual leave. The advice given to Spa at Maya Sanur is to further improve the insurance policy that has not been given to female workers.
Penerapan Konsep Tri Hita Karana pada Aspek Palemahan dalam Pengelolaan Limbah Sampah di The Wakanda Ubud Yuliani, Dewa Ayu Dwi Deviari; Susanti, Luh Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.373

Abstract

Tri Hita Karana merupakan tuntunan keharmonisan di Bali. Namun banyak akomodasi di Bali yang belum mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana terutama pada aspek palemahan khususnya kelestarian lingkungan dan pengelolaan limbah sampah yang belum dilakukan secara optimal salah satunya yaitu The Wakanda Ubud. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan aspek palemahan terhadap pengelolaan limbah sampah di The Wakanda Ubud. Data primer dan data sekunder adalah jenis sumber data yang digunakan pada penelitian ini dimana data didapat dari sumbernya langsung dan sumber lain-lain. Dilengkapi dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara dimana mengamati secara langsung dan mendapatkan keterangan dari narasumber yang bersangkutan dalam penelitian ini. Menurut hasil peelitian, The Wakanda Ubud sudah menerapkan aspek palemahan terhadap pengelolaan sampah dengan baik namun tidak maksimal. Salah satunya yaitu sampah organik yang diangkut begitu saja tanpa diolah. Adapun saran yang diberikan adalah pihak The Wakanda Ubud setidaknya bekerja sama dengan pihak Dinas Kebersihan Gianyar untuk mengolah limbah organi kagar dapat lebih bermanfaat bagi hotel dan lingkungan. Many hotels in Bali implemented the Tri Hita Karana as a guide of harmony. However, many hotels in Bali have not implemented the Tri Hita Karana concept, especially in the palemahan aspect of the environmental sustainability and waste management that has not been carried out optimally, one of them is The Wakanda Ubud. This study is aims find out how the palemahan aspect is applied to waste management. This study is use primary and secondary data sources. Completed with data collection techniques by observation and interviews wile observing directly and getting information from the relevant sources. According to research results, The Wakanda Ubud has implemented the palemahan aspect of waste management properly but not optimally. One of them is organic waste that is transported without being processed. The advice given is that The Wakanda Ubud at least cooperates with the Gianyar Cleaning Service to process organic waste so that it can be more beneficial for the hotel and the environment.
Penanganan Keluhan Tamu di Senses Restaurant of Ritz-Carlton Nusa Dua Bali Rimbaesa, I Gusti Ngurah Chandra; Febianti , Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.374

Abstract

Penanganan keluhan tamu bermanfaat sebagai suatu pedoman dimasa yang akan datang supaya tidak terjadi keluhan yang sama, meningkatkan kualitas layanan ataupun produk yang ada di restoran, mengetahui penilaian dan keinginan tamu, menentukan kelemahan atau penyimpangan standar, dan mengetahui prestasi kerja karyawan. Hal tersebut membuat peneliti tertarik dengan melakukan penelitian tentang Bagaimana Penanganan Keluhan Tamu di Senses Restoran of Ritz-Carlton Nusadua Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif yaitu menjelaskan faktor-faktor penyebab keluhan tamu dan penanganan keluhan tamu. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa ada beberapa keluhan yang di keluhkan tamu seperti pelayanan pesanan terlalu lama, pesanan tidak sesuai dengan permintaan tamu, kurangnya persiapan operasional, dan kekeliruan cara mengatasi masalah yang dihadapi pramusaji kepada tamu. Selain itu masih ada beberapa staff yang belum menjalankan prosedur dalam operasional seperti tidak ada staff yang mencatat keluhan, beberapa staff tidak melapor ke atasan, dan beberapa staff tidak mencatat keluhan di logbook. Dimana antara penanganan dengan kenyataan belum sepenuhnya sesuai. Adapun saran yang diberikan yaitu dengan mengadakan pelatihan guna menumbuhkan sikap tanggung jawab dan lebih perduli, dan mengikuti SOP yang sudah di tetapkan. Handling guest complaints is useful as a guide in the future so that the same complaint does not occur, improve the quality of services or products in the restaurant, know the assessment and wishes of guests, determine weaknesses or standard deviations, and determine employee performance. This makes researchers interested in conducting research on How to Handle Guest Complaints at Senses Restaurant of Ritz-Carlton Nusadua Bali. This study uses a qualitative descriptive approach, namely explaining the factors that cause guest complaints and handling guest complaints. This study resulted in the findings that there were several complaints that guests complained about such as taking too long of an order service, orders not in accordance with guest requests, lack of operational preparation, and errors in how to solve problems faced by waiters to guests. In addition, there are still some staff who have not carried out operational procedures such as no staff recording complaints, some staff not reporting to superiors, and some staff not recording complaints in the logbook. Where the handling with reality is not fully appropriate. The advice given is to hold training to foster an attitude of responsibility and care, and follow the SOPs that have been set.
Penerapan Standar Operasional Prosedur Pembersihan Kamar Occupied Pada Masa Pandemi Covid 19 di Hotel W Seminyak Pramuditha, I Kadek Adi; Juniarta, Pande Putu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.375

Abstract

Kamar occupied pada masa pandemi covid 19 di Hotel W Seminyak, agar penelitian ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan kinerja dan lancarnya oprasional dalam penerapan SOP pembersihan kamar occupied. Penelitan ini menggunkan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan dari hasil tersebut akan dibandingkan dengan SOP yang berlaku di Hotel W Seminyak. Hasil penelitian, penerapan SOP pembersihan kamar occupied pada masa pandemi covid 19 di Hotel W Seminyak secara umum SOP adalah pedoman untuk mempermudah room attendant melakukan pekerjaan. Mengingat pentingnya sebuah SOP pembersihan kamar occupied maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana penerapan SOP pembersihan kamar occupied. Secara umum room attendant telah menerapkan SOP yang berlaku di W Seminyak hotel dengan baik, tetapi masih ada SOP yang belum disesuaikan diantaranya tidak mengganti linen secara berkala, tidak pernah melakukan pengecekan spot pada inner duvet, bed topper, dan sofa yang ada di room, jarang melakukan dusting dengan SOP. The room occupied during the COVID 19 pandemic at Hotel W Seminyak, so that this can be useful in improve performance and smooth the implementation of the SOP for the room occupied. This research uses observation, interview, documentation and literature studies techniques. Hotel W Seminyak The results of the study, the application of SOP for occupied rooms during the covid 19 pandemic at Hotel W Seminyak in general, SOP are guidelines to make it easier for room attendants to do work. In general, the room attendants have implemented the SOP that apply at the Seminyak W hotel well, but there are still SOP that have not been adjusted, including not changing regularly, never checking the places on the inner duvet, bed the topper, and sofa in the room, rarely do dusting with SOP.
Peran Order Taker Housekeeping Departement di Pullman Bali Legian Beach Hotel and Resort Swandewi, Putu Anindya; Sinaga, Firman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.376

Abstract

Order taker termasuk bagian di dalam ruangan atau office housekeeping department yang dalam tugasnya terlihat mudah dimana sebatas duduk di belakang meja serta menerima dan mengangkat telepon saja, namun terdapat tanggung jawab besar yang dimiliki order taker yaitu menginformasikan status kamar tamu yang siap untuk dijual front office. Pelaksanaan penelitian ini dengan tujuan mengetahui bagaimana seorang Order Taker menghadapi masalah ketika kamar yang diinginkan tamu masih dengan status dirty. Dalam penelitian ini penulis menemukan masalah permintaan kamar sudah siap digunakan namun kamar tersebut masih berstatus dirty. Metode penelitian kualitatif dipergunakan sebagai metode untuk penelitian ini dengan data yang dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, serta studi kepustakaan. Hasil penelitian yang sudah dilakukan yaitu mengetahui bagaimana peran order taker di Pullman Bali Legian Beach Hotel and resort, serta mengetahui tindakan yang dilakukan oleh order taker ketika mendapatkan permintaan kamar yang sudah siap pakai tetapi masih memiliki status dirty. Jadi, simpulannya bahwa order taker housekeeping berperan krusial di dalam hotel, dimana fungsinya yaitu sebagai pelayanan housekeeping terkait status kamar agar dapat segera ditindak lanjuti untuk memastikan tamu yang menginginkan pelayanan dapat segera ditindaklanjuti oleh staff housekeeping dengan efektif serta melayani complaint atau permintaan dari departement lain mengenai status kamar. Order taker is part in the housekeeping department that located inside of room that looks simple in its duties, just sitting behind the desk picking up and receiving calls. But the order taker has a big responsibility in providing information about the status of guest rooms that are ready to be sold by the front office. The purpose of this research is to find out finding out how an Order Taker faces a problem when the room the guest wants is still dirty. In this study the authors/ researcher found the problem of requesting rooms that were ready for use but the desired room still in status of “dirty”. The method used is a qualitative research method with data collection techniques through observation, interviews, and literature study. The results of the research that has been done are knowing how the role of order takers is at Pullman Bali Legian Beach Hotel and resort, and knowing the actions taken by order takers when they get requests for rooms that are ready to use but still have a status “dirty”. So, the conclusion is that the order taker housekeeping is an important part in the hotel, which functions as a housekeeping service related to the status of the room so that it can be followed up immediately to ensure that guests who want services can be followed up by the housekeeping staff effectively and serve complaints or requests from other departments regarding the status of the room.
Pelaksanaan SOP Room Service Pada Era New Normal di Sudamala Suites & Villa Sanur Wahyudi, I Gede; Arianty, Anak Agung Ayu Arun Suwi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.377

Abstract

Pelaksanaan Standard Operational Procedure (SOP) dapat didefinisikan sebagai dokumen yang menjabarkan aktivitas operasional yang dilakukan sehari-hari, Pengelolaan di Food and Beverage Service pada divisi Room Service harus didukung penuh oleh karyawan yang memiliki tugas dan tanggung jawab kepada para tamu. Sudamala Suites & Villa Sanur merupakan salah satu hotel berbintang lima yang bertempat di kawasan Pantai Sanur. Lokasi Sudamala Suites & Villa Sanur sangat strategis dan dikelilingi oleh Pantai yang sangat indah. Walau hanya memiliki 34 kamar. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis mengambil judul penelitian tentang Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Room Service pada Era New Normal di Sudamala Suites & Villa Sanur. Adapun konsep dari penelitian ini adalah Pelaksanaan SOP Room Service. Sedangkan teori dari penelitian ini adalah mengenai Pelaksanaan pada Era New Normal. SOP (Standard Operational Procedure) yang dilaksanakan di Sudamala Sanur memiliki 18 tahapan yang harus diikuti oleh masing-masing Room Service Waiter/s guna memaksimalkan kinerja dan kepuasan pelanggan, serta mengikuti peraturan yang ada. Dibawah ini adalah tabel hasil dari obeservasi bagaimana para Room Service Waiters/s menerapkan 18 tahapan dalam melaksanakan Room Service ke kamar tamu. Untuk memaksimal penerapan SOP, pihak management diharapkan : Management sebaiknya memastikan kesiapan setiap karyawan. Management harus selalu memantau kinerja dan mengarahkan para karyawan untuk selalu mengikuti SOP. Management harus memberikan training tentang penerapan prosedur pelayanan kepada staff, training, dan juga daily wolker. Implementation of the Standard Operational Procedure (SOP) can be defined as a document that describes daily operational activities. Management in Food and Beverage Service in the Room Service division must be fully supported by employees who have duties and responsibilities to guests. Sudamala Suites & Villa Sanur is a five-star hotel located in the Sanur Beach area. The location of Sudamala Suites & Villa Sanur is very strategic and surrounded by very beautiful beaches. Even though it only has 34 rooms. Based on this background, the authors took the title of research on the Implementation of Standard Operating Procedures for Room Service in the New Normal Era at Sudamala Suites & Villa Sanur. The concept of this research is the implementation of SOP Room Service. While the theory of this research is about the implementation in the New Normal Era. The SOP (Standard Operational Procedure) implemented at Sudamala Sanur has 18 stages that each Room Service Waiter must follow in order to maximize performance and customer satisfaction, as well as follow existing regulations. Below is a table of results from observations of how Room Service Waiters implement 18 stages in implementing Room Service to guest rooms. To maximize the implementation of SOPs, the management is expected to: Management should ensure the readiness of every employee. Management must always unite and direct employees to always follow the SOP. Management must provide training on the application of service procedures to staff, training, and also daily workers.

Page 99 of 151 | Total Record : 1502


Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue