cover
Contact Name
Diah Ika Putri
Contact Email
jurnallifescience@gmail.com
Phone
+628112118750
Journal Mail Official
jurnallifescience@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pahlawan No.32, RW.01, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Life Science
ISSN : 2655688X     EISSN : 29644704     DOI : -
Jurnal Life Science (JLS) adalah jurnal yang menerbitkan dan mempromosikan penelitian pendidikan sains ilmiah. Jurnal ini mengkaji pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan informal yang berkaitan dengan pendidikan sains. Dalam menerbitkan artikel ilmiah, JLS mencari artikulasi prinsip dan praktik yang digunakan oleh para peneliti untuk membuat klaim yang valid tentang dunia dan kritik mereka terhadap pendidikan sains. Penelitian dapat mengambil banyak bentuk, metode kuantitatif, kualitatif dan mixed method. JLS tertarik untuk menghasilkan penelitian yang valid dan dapat dipercaya yang mengambil berbagai bentuk dan mencakup kemampuan baru yang ada, terutama seputar teknologi. Praktik inovatif dan bagaimana hal ini berhubungan dengan pendidikan sains. Karya ilmiah yang menarik yang diterbitkan dalam JLS perlu mencerminkan keragaman. Selain itu, karya tersebut juga harus mencakup keragaman bentuk. Beberapa kajian dalam jurnal ini meliputi: kajian kurikulum pendidikan sains, penerapan dan pengembangan model pembelajaran, pengintegrasian teknologi kedalam pembelajaran sains, dan temuan biologi murni.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2020)" : 5 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN Trichoderma DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU Fusarium PADA TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) VARIETAS TM 99 Nina Nurjannah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v2i2.1740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis Trichoderma terhadap pengendalian penyakit layu Fusarium di pertanaman cabai keriting (Capsicum annum L. ) dan untuk mengetahui dosis manakah yang paling signifikan dalam mengendalikan penyakit layu Fusarium di pertanaman cabai keriting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan dosis Trichoderma terdiri dari lima perlakuan yaitu A (0 gram/polybag), B (5 gram/polybag), C (10 gram/polybag), D (15 gram/polybag), E (20 gram/polybag). Pengamatan dilakukan pada persentase tingkat serangan layu Fusarium tiap bulan. Berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan yang signifikan pada persentase tingkat serangan layu Fusarium pada berbagai dosis Trichoderma (0,05). Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan perlakuan E (20 gram/ polybag) memberikan hasil terbaik dalam pengendalian penyakit layu Fusarium dengan rata-rata persentase serangan 20%, sedangkan perlakuan A(0 gram/ polybag) menunjukkan rata-rata persentase tingkat serangan layu Fusarium tertinggi yaitu 77%, sedangkan perlakuan B (5 gram/ polybag) rata-rata persentase tingkat serangan layu Fusarium sebesar 70%, perlakuan C (10 gram/ polybag) rata-rata persentase tingkat serangan layu Fusarium sebesar 45%, perlakuan D (15 gram/ polybag) rata-rata persentase tingkat serangan layu Fusarium sebesar 29%.
PENGARUH MEDIA PDA (POTATOS DEXTROSE AGAR) DENGAN KONSENTRASI DEXTROSE YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIUM JAMUR TIRAM PUTIH ( Pleurotus ostreatus ) Mustofa Jamil; Leni Sri Mulyani; siti nurkamilah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v2i2.1741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi Dextrose yang berbeda dalam media PDA (Potatos Dextrose Agar) terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan sebanyak lima perlakuan, antara lain penambahan Dextrose dengan konsentrasi 10 gram, 15 gram, 20 gram, 25 gram, dan 30 gram. Jumlah sampel penelitian yaitu sebanyak 25 media. Setelah dilakukan inokulasi atau peletakan bibit jamur tiram kedalam media selanjutnya penginkubasian selama dua belas hari dan dilakukan pencatatan pertumbuhan setiap dua hari sekali, kemudian data pertumbuhn miselium jamur tiram putih diolah menggunakan uji statistik diantaranya uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis (anova) dan uji lanjutan (post hoc test). Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data menggunakan uji statistik, dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengaruh penambahan konsentrasi Dextrose yang berbeda terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Adapun pemberian konsentrasi Dextrose yang berpengaruh optimum untuk pertumbuhan miselium jamur tiram putih, yaitu penambahan Dextrose dengan konsentrasi 20 gram dengan parameter yang diukur adalah percepatan pertumbuhan miselium per dua hari satu kali selama dua belas hari.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CROSSWORD PUZZLE DAN TOPICAL REVIEW PADA KONSEP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA SISWA cucu
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v2i2.1742

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas VIII yang menggunakan model pembelajaran Crossword Puzzle (Teka-teki Silang) denganTopical Review (Tinjauan Topik) dalam pembelajaran Biologi pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol yang diambil secara acak kelas. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data berupa tes objektif untuk mengetahui perbedaan hasil yang menggunakan model pembelajaran Crossword Puzzle dan Topical Review. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa: hasil belajar menunjukkan tidak terdapat perbedaan kemampuan yang signifikan antara kelas eksperimen I dengan kelas eksperimen II. Pada kelas eksperimen I yang menggunakan model pembelajaran Crossword Puzzle rata-rata pre-test nya ( ̅ ) dan rata-rata post-test nya ( ̅ ). Adapun hasil belajar pada kelas eksperimen II yang menggunakan model Topical Review rata-rata pre-test nya ( ̅ ) dan rata-rata post- test nya ( ̅ ). Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa Terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara yang menggunakan model pembelajaran Crossword Puzzle dengan Topical Review pada konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia.
UJI MIKROBIOLOGIS SUSU SAPI DENGAN MENGGUNAKAN METODE RESAZURIN PADA BERBAGAI LOKASI PENGUMPUL SUSU SAPI DI KOPERASI PETERNAK SAPI PERAH BAYONGBONG Intan Febrian Susanti
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v2i2.1743

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas susu sapi dengan metode resazurin berdasarkan lama waktu reduksi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2017. Objek dalam penelitian ini adalah susu sapi perah segar hasil peternakan sapi perah di kecamatan Bayongbong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yaitu dengan melakukan pemeriksaan terhadap adanya mikroba pada sampel susu dengan menggunakan uji Resazurin dan data yang didapat dari hasil pemeriksaan selanjutnya dianalisis berdasarkan statistik dan literatur. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian diperoleh dari lokasi Bebedahan pada menit ke 15, 30, dan 60 berturut-turut termasuk kriteria “Sangat Baik”, “Sangat Jelek”, dan “Sangat Jelek”; dari lokasi Ciponok, pada menit ke 15, 30, dan 60 berturut-turut termasuk kriteria “Sangat Baik”, “Sangat Baik”, dan “Baik”; dan dari lokasi Olan, pada menit ke 15, 30, dan 60 berturut-turut termasuk kriteria “Sangat Baik”, “Sangat Baik”, dan “Baik”.
ANALISIS PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DALAM PROSES PEMBELAJARAN SISWA PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI Nurhadiani; dew; Diah Ika Putri
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v2i2.1744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan keterampilan proses sains siswa dalam kegiatan pembelajaran pada materi keanekaragaman hayati di SMA NEGERI 6 GARUT. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Kegiatan pembelajaran dilakukan dalam satu kali pertemuan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA, sedangkan sempel yang digunakan adalah kelas X MIPA 7. Istrumen yang digunakan dalam peneltian ini adalah lembar observasi. Adapun kemampuan keterampilan proses sains siswa yang diamati dalam penelitian ini adalah keterampilanmengamati, keterampilan menggunakan alat dan bahan, keterampilan mengklasifikasikan, dan keterampilan mengkomunikasikan. Analisis data yang digunakan dengan pensekoranterhadap setiap indikator kemampuan keterampilan proses sains siswa pada jenjang sangat baik sekali, baik, cukup dan kurang baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umumtingkat kemampuan keterampilan proses sains dalam kegiatan pembelajaran berada pada predikat baik, hal ini ditunjukkan dengan presentase 72,56 %. Kondisi ini sesuai dengan datahasil penelitian yang diperoleh pada tiap indikator-indikator keterampilan proses sains yaitu:(1) Keterampilan mengobservasi 76,0 % menunjukkan keterampilan dengan predikat baik, (2) Keterampilan menggunakan alat dan bahan 83,3 % menunjukan keterampilan dengan predikat baik sekali, (3) keterampilan mengklasifikasikan 60,62%dengan predikat cukup, (4)keterampilan mengkomunikasikan 70,35 % menunjukkan predikat baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5