cover
Contact Name
Cahaya Rosyidan
Contact Email
cahayarosyidan@trisakti.ac.id
Phone
+6281916319569
Journal Mail Official
jurnal_petro@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Gedung D, Lt.4, Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 19070438     EISSN : 26147297     DOI : https://doi.org/10.25105/petro.v11i2.14060
The PETRO Journal is all about the upstream oil and downstream oil and gas industry. Upstream studies focus on production technology, drilling technology, petrophysics, reservoir study, and eor study. Downstream technology focuses on the oil process, managing surface equipment, geothermal, and economic forecast.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2017): April" : 6 Documents clear
ANALISIS PENGARUH STIMULASI KOH TERHADAP PENINGKATAN LAJU ALIR PRODUKSI SUMUR SIB 1, SIB 2 DAN SIB 3 Novrianti Novrianti; Novia Rita; Era Yulia
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 1 (2017): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.251 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i1.2497

Abstract

Penurunan laju produksi merupakan salah satu dampak yang dapat terjadi akibat adanya kerusakan formasi disekitar lubang sumur. Kerusakan formasi pada sumur yang menjadi objek penelitian pada sumur SIB 1, SIB 2 dan SIB 3 disebabkan oleh clay yang mengembang. Stimulasi KOH dilakukan untuk meningkatkan kembali produksi sumur SIB 1, SIB 2 dan SIB 3. KOH dipilih karena KOH dapat menstabilkan clay sehingga pori-pori yang terhalang oleh clay swelling dapat mengalirkan kembali fluida sehingga meningkatkan kembali laju alir produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan dan peningkatan laju alir produksi setelah pelaksanaan stimulasi KOH. Analisis keberhasilan stimulasi KOH dapat diketahui dengan membandingkan laju alir produksi minyak (Qo), productivity index (PI), dan kurva inflow performance relationship (IPR) sebelum dan sesudah stimulasi KOH. Pelaksanaan stimulasi KOH berhasil pada sumur SIB 1, SIB 2 dan SIB 3. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan laju alir produksi minyak dan productivity index (PI). Peningkatan laju alir produksi minyak pada sumur SIB 1 adalah 227.8 %, SIB 2 adalah 111.86 % dan SIB 3 102.9 %. Sedangkan peningkatan nilai productivity index (PI) pada sumur SIB 1 adalah 96.3%, SIB 2 40.86% dan SIB 3 24.05%. Q max sumur SIB 1 meningkat 99.1 %, SIB 2 40.68% dan SIB 3 meningkat sebesar 24.18%.
EVALUASI HIDROLIKA LUMPUR PEMBORAN PADA SUMUR X1 LAPANGAN X SUPAYA EKONOMIS Bayu Satiyawira; Cahaya Rosyidan; Havidh Pramadika
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 1 (2017): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.332 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i1.2498

Abstract

Maksud dan tujuan evaluasi hidrolika sistem lumpur pemboran adalah untuk mengoptimalkan sistem pemboran serta memperkirakan biaya dari pembuatan dan pemakaian lumpur bor dapat direncanakan dalam suatu program yang memberikan hasil yang terbaik dan biaya yang minimal, dimana Metode yang digunakan dalam evaluasi hidrolika lumpur (pengangkatan cutting) pada sumur KJL-94 adalah Bit Hydraulic Horse Power (BHHP). Banyak permasalahan yang akan timbul selama operasi pemboran bila lumpur yang digunakan tidak sesuai. Setelah dianalisa dan dievaluasi, hidrolika yang bekerja pada bit rata-rata masih di bawah kondisi optimum, yaitu 65%. Sedangkan untuk sistem lumpur yang digunakan pada sumur X adalah trayek lubang 26” (0 ft – 300 ft) menggunakan sistem lumpur Spud Mud, trayek lubang 16” (300 ft – 2200 ft) menggunakan sistem lumpur Spud Mud, trayek lubang 12 1/4 inch (2200 ft – 5400 ft) menggunakan sistem lumpur KCl-Polimer/PHPA, dan trayek lubang 8 1/2 inch (5400 ft – 6300 ft) menggunakan sistem lumpur KCl-Polimer/PHPA.
EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM LUMPUR SYNTHETIC OIL BASE MUD DAN KCL POLYMER PADA PEMBORAN SUMUR X LAPANGAN Y Abdul Hamid; Apriandi Rizkina rangga Wastu
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 1 (2017): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.972 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i1.2499

Abstract

Dalam operasi pemboran, lumpur pemboran memainkan peranan yang sangat penting karena memiliki fungsi-fungsi yang tak tergantikan. Pada pelaksanan operasi pemboran sumur x lapangan y ini menggunakan lumpur Synthetic Oil Base Mud dan KCL Polymer selama pemboran berlangsung, sifat dan rheology lumpur pemboran harus di perhatikan dan dipertimbangkan kondisi serta karateristik dari formasi yang akan di bor. Adapun penyebab terjadinya masalah masalah tersebut adalah disebabkan karena factor formasi yang mempunyai permeabilitas yang cukup besar sehingga memungkinkan terjadinya masalah hilangnya lumpur. Seperti adanya formasi yang mengandung gua-gua (cavernous formation), formasi yang mengandung rekahan-rekahan secara vertical maupun horizontal. Dalam menganalisa hal ini akan mengakibatkan kerugian baik dari segi waktu, finansial , maupun kesalamatn kerja.nOleh karena itu,sebelum proses pemboran dilaksanakan perlu dibuat sebuah perencaan yang matang untuk penenruan program lumpur. Perencaan diantaranya berkaitan dengan jenis lumpur, densitas, viskositas, daya agar, derajat keasaman, laju tapisan dan lain-lain yang disesuaikan dengan lithology tiap lapisan formasi yang di tembus. Perencanaan tersebut juga mencakup analisa potensi permasalahan yang akan dihadapi pada tiap lapisan formasi beserta solusi untuk mengantisipasinya. Namun demikian, pada saat pelaksanaanya sangat umum terjadi beberapa permasalahan di luar analisa tersebut. Dari suatu pendesaianan lumpur diharapkan penggunaannya dapat mengoptimalkan kegiatan pemboran dengan biaya serendah mungkin untuk menekan biaya per barrel nantiSystem lumpur Sythetic Oil Base Mud adalah disperse mud dan biasanya berbiaya lebih mahal , sedangkan lumpur KCL polymer adalah lumpur non disperse yang biasanya lebih murah. Melihat hambatan yang terjadi pada saat pemboran yang berlangsung yaitu adnaya gumbo, shloughing shale, differential pressure sticking, lost, terjepit pipa, swelling clay, partial lost, lumpur Synthetic Oil Base mud dapat mengatasi masalah di atas. Kejadian hilang lumpur dapat diakibatkan oleh beberapa sebab, seperti : kondisi formasinya, dapat menimbulkan kick dan blow out apabila tekanan hidrostatik kolom lumpur dalam sumur turun dan tidak segera di tanggulangi. Meskipun jika dilihat dari segi biaya meskipun Synthetic Oil Base Mud lebih mahal dari KCL Polymer lumpur tersebut dapat digunakan kembali atau dilakukan treatment pada saat digunakan berbeda dengan KCL Polymer dan dapat mengatasi masalah di atas. Pada penulisan paper ini akan dievaluasi sejauh mana pemakaian lumpur Synthetic Oil Base Mud lebih dan KCL Polymer efektif dalam mengatasi permasalahan-permasalahan di formasi shale yang sangat reaktif.
PENENTUAN FLOW UNIT BATUAN RESERVOIR PADA LAPANGAN RN Reza Dwi Adrianto
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 1 (2017): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.967 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i1.2500

Abstract

Batuan karbonat merupakan salah satu batuan yang sangat bagus sebagai batuan reservoar, namun batuan ini memiliki tingkat heterogenitas yang sangat tinggi dibandingkan dengan batupasir sehingga memerlukan pendekatan dengan melakukan rock typing. Pada umumnya, indentifikasi rock type membutuhkan hasil pengukuran dari core dengan menggunakan beberapa metode yang telah ada. Namun, pada sumur-sumur yang tidak memiliki data core sangat sulit untuk menerapkan metode tersebut. Penelitian ini dilakukan dalam upaya untuk menentukan Hydraulic Flow Unit (HFU) reservoar pada sumur yang memiliki data core dengan menggunakan parameter Flow Zone Indicator (FZI) dan metode regresi non-parametrik yang disebut Alternating Conditional Expectation (ACE) pada sumur yang tidak memiliki data core. Dari hasil penelitian, reservoar pada lapangan RN dapat dikelompokkan menjadi delapan flow unit. Delapan flow unit tersebut masing-masing memiliki permeabilitas sebagai fungsi dari porositas yang telah divalidasi dengan mengaplikasikannya pada sumur. Dengan menggunakan metode ACE, kita dapat menentukan Hydraulic Flow Unit pada sumur yang tidak memiliki data core dengan menggunakan data log. Setelah FZI dihitung dari data log dan divalidasi dengan data core terlihat bahwa hasil dari metode tersebut menghasilkan korelasi yang cukup baik (R2 = 0.84), sehingga metode tersebut cukup dapat diaplikasikan pada sumur-sumur yang tidak memiliki data core.
Uji Sensitivitas dan Solusi Analitik Type curves jenis Reservoir Komposit Infinite acting Reservoir pada Laju Alir Produksi Sumur Konstan Wiwiek Jumiati
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 1 (2017): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1948.334 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i1.2501

Abstract

Metode analisis yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja sumur minyak dengan tujuan melakukan analisis dan evaluasi kinerja pada sumur minyak meliputi antara lain metoda empirik, metoda analitik dan metoda numerik atau kombinasi ketiga metoda tersebut yang dapat menghasilkan type curves. Penelitian ini mengangkat permasalahan kondisi reservoir komposit dengan batas sumur yaitu laju alir produksi konstan dan batas luar adalah infinite acting dimana type curves yang terbentuk dihasilkan dari penurunan analitis yang dihasilkan dari persamaan difusivitas. Uji sensivitas dilakukan dengan merubah parameter jari-jari discontinuity, rasio mobility, storativity dan skin pada lubang sumur. Type curves yang dihasilkan dapat digunakan untuk menginterpretasikan log-log type curve matching dari reservoir komposit.
Studi Pemanfaatan Ampas Tebu Sebagai Lost Circulation Material (LCM) dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Rheologi Lumpur Abdul Hamid
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 6 No. 1 (2017): April
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.496 KB) | DOI: 10.25105/petro.v6i1.2502

Abstract

Dalam operasi pemboran masalah hilang sirkulasi adalah suatu masalah yang harus segera ditanggulangi karena dapat menyebabkan kerugian biaya pemboran. Untuk mengatasi masalah loss pada operasi pemboran biasanya dilakukan dengan menambahkan Loss Circulation Material (LCM) kedalam sistem lumpur pemboran untuk menutup rekahan atau pori yang ada pada formasi batuan. Jenis LCM yang biasa digunakan ada 4 macam yaitu: bahan fibrous (berserat), flaky (bersepih), granular (berbutir) dan slurries (bubur). Ampas tebu merupakan bahan LCM jenis fibrous yang dapat menutup rekahan atau pori batuan sehingga sirkulasi lumpur menjadi normal, dimana LCM tersebut dapat menghambat masuknya fluida lumpur masuk ke formas batuan. Dengan menambah ampas tebu kedalam sisitim lumpur selain nenutup zona berpori diharapkan dapat pula menjaga sifat fisik lumpur tetap stabil, artinya tidak menurunkan viskositas lumpur karena ampas tebu juga dapat berfungsi sebagai viscosifier sehingga dapat mempertahankan viskositas lumpur dan bahkan menaikkan viskositas serta menurunkan fitrat loss. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan ampas tebu sebagai bahan LCM dipakai untuk menutup zona loss dan dapat mempertahankan sifat rheologi lumpur.

Page 1 of 1 | Total Record : 6