cover
Contact Name
Parwadi Moengin
Contact Email
parwadi@trisakti.ac.id
Phone
+628128210951
Journal Mail Official
jurnalti@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri FTI Universitas Trisakti Gedung Heri Hartanto Lantai 5 JL. Kyai Tapa no 1, Grogol, Jakarta Barat-11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 14116340     EISSN : 26225131     DOI : https://doi.org/10.25105/jti
Jurnal Teknik Industri (JTI) mainly focuses on industrial engineering scientific essays in the form of research results, surveys and literature review that are closely related to the Field of Industrial Engineering
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022" : 20 Documents clear
ThreeS : Sebuah Framework Dalam Menghadapi Tantangan Pembelajaran di Era Digital Annisa Dewi Akbari; Nora Azmi
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.647 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13950

Abstract

Intisari— Dampak dari pandemi Covid-19 telah dirasakan oleh hampir seluruh sektor, tak terkecuali pendidikan. Situasi ini menantang sistem pendidikan di seluruh dunia dan memaksa para pendidik untuk beralih ke pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Tantangan dan permasalahan dalam pembelajaran jarak jauh dengan pemanfaatan teknologi sangat beragam. Mulai dari keterbatasan dan gangguan internet, kesulitan dalam mengakses plaftorm pembelajaran, sistem belajar yang membosankan, serta kesulitan dalam memahami materi. Hal ini akan berpengaruh negatif terhadap hasil belajar peserta didik yang pada akhirnya dapat mempengaruhi hasil Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Sudah banyak rekomendasi penyelesaian dari masalah ini, namun belum ada yang mengambil insight dan merumuskannya menjadi satu kesatuan. Padahal hal ini sangat penting agar para pendidik dari semua kalangan dapat memahami dan mengimplementasikan dengan mudah. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dirumuskan sebuah framework yang berisi konsep pembelajaran digital yang dapat menjadi solusi mengatasi tantangan dan permasalahan pada pembelajaran di era digital yang selanjutnya dinamakan ThreeS Framework. ThreeS Framework merupakan tiga aspek yang dapat menyukseskan pembelajaran di era digital, yaitu “Sifat Pembelajaran, Sistem Platform, dan Siklus Pembelajaran”. Berdasarkan analisis SWOC (Strength, Weakness, Opportunity, Challenges), pengimplementasian ThreeS Framework ini dapat mengatasi tantangan dan hambatan saat pembelajaran online. Abstract— The impact of Covid-19 pandemic has been felt by almost all sectors, including education. This situation is challenging for education systems around the world and forcing educators to shift to information and communication technology-based learning. Challenges and problems in distance learning with the use of technology are very diverse. Starting from the limitations and disturbances of the internet, difficulties in accessing learning platforms, boring learning systems, and difficulties in understanding the material. This condition will have a negative effect on student learning outcomes which in turn can affect the results of Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) and Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). There have been many recommendations for solving this problem but no one has taken the insight and formulated it into a single unit. Even though this is very important so that educators from all walks of life can understand and implement it easily. Therefore, in this research, a framework that contains the concept of digital learning is formulated which can be a solution to overcome challenges and problems in learning in the digital era, further called the ThreeS Framework. The ThreeS Framework are three aspects that can make learning successful in the digital era, namely "Nature of learning, Platform System, and Learning Cycle". Based on the SWOC (Strength, Weakness, Opportunity, Challenges) analysis, the implementation of the ThreeS Framework can overcome challenges and obstacles during online learning.
Perbaikan Tata Letak Gudang Distribusi dengan Data mining, Dedicated Storage dan Multi-product Slot Allocation Andi Steven Indrawan; Santoso
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.706 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13955

Abstract

Intisari— Saat ini jumlah stock keeping unit (SKU) pada perusahaan distribusi semakin meningkat, hal ini menyebabkan kebutuhan akan area penyimpanan menjadi semakin tinggi. Perusahaan distribusi dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan menambah luas area penyimpanannya, tetapi jika tidak, maka perusahaan harus mampu memanfaatkan ruang penyimpanan yang dimiliki dengan optimal. Apabila hal ini tidak diperhatikan, perusahaan cenderung menempatkan produk secara acak dan menggunakan gang untuk menyimpan barang yang dimiliki. Hal tersebut menyebabkan proses pencarian dan pengambilan produk menjadi terhambat. Produk yang saling berkaitan satu sama lain menjadi diletakkan secara berjauhan sehingga total jarak yang ditempuh menjadi lebih jauh. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tata letak sebuah gudang distribusi dan memanfaatkan ruang penyimpanan sebaik mungkin untuk mempertahankan servicel levelnya. Metode yang digunakan adalah dedicated storage, multi-product slot allocation dan pengolahan data mining untuk mendukung penerapan prinsip similarity. Pengolahan data mining dilakukan menggunakan metode association rule mining dengan algoritma apriori. Penggunaan metode multi-product slot allocation menunjukkan kebutuhan slot penyimpanan berkurang menjadi 92.25% dibandingkan perhitungan menggunakan persediaan maksimum. Dengan menerapkan tata letak yang dirancang, perusahaan dapat mengurangi total jarak tempuh sebesar 20.61% dibandingkan dengan tata letak awal, serta meningkatkan proses penyimpanan dan pengambilan yang dilakukan. Abstract— Recently, the number of SKUs in distribution companies are more increasing, which causes the requirements of storage areas also increases. The distribution companies can solve this problem by increasing their storage area, but if not, the company must be able to utilize storage space optimally. If it is not considered, companies tend to place products randomly and use aisles to store their SKUs. This causes the process of searching and picking products are disrupted. Products that are related to each other are placed far apart, so the total distance traveled much longer. This study aims to improve the layout of a distribution warehouse and utilize the storage space to maintain its service level. The methods used are dedicated storage, multi-product slot allocation and data mining process to support the application of similarity principle. The process of data mining is following the association rule mining with apriori algorithm. The multi-product slot allocation method shows that the storage slot requirements are reduced to 92.25% compared to the calculation using the maximum inventory. By implementing the designed layout, the company can reduce total travel distance by 20.61% compared to the original layout, as well as improve the storing and picking process.
Analisis Keberhasilan Program Pertukaran Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti Rina Fitriana; Dian Mardi Safitri; Ratna Mira Yojana; Amal Witonohadi; Lydia Sari; Daisman Aji; Yunia Ningsih
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.31 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13956

Abstract

Intisari— Program pertukaran mahasiswa merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan PendidikanTinggi, yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Prodi Teknik Industri, Prodi Teknik Elektro, Prodi Teknik Mesin danProdi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri telah melaksanakan program pertukaran mahasiswa pada semester ganjil2021/2022. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan Pertukaran mahasiswa yang berjalan di Fakultas TeknologiIndustri Universitas Trisakti dan merancang perbaikan untuk pelaksanaan program pertukaran mahasiswa pada semester yang akandatang. Berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner dengan metode Importance Performance Analysis (IPA), poin yang penting untuk diperbaiki dalam program pertukaran mahasiswa untuk kuesioner mahasiswa dan dosen adalah pengembangan Student Information System (SIS), pengembangan penggunaan Learning Management System (LMS). Abstract— The Student Exchange Program is part of the government program, namely Independent Learning Independent Campus.Industrial Engineering Department, Electrical Engineering Department, Mechanical Engineering Department and InformaticsEngineering Department, Faculty of Industrial Technology has implemented student exchange programs in the odd semester 2021/2022. The purpose of the research is to evaluate the implementation of student exchanges that is being run at the Faculty of Industrial Technology of Trisakti University and design improvements for the implementation of student exchange programs in the coming semester. Based on the results of processing questionnaire data with important performance analysis (IPA) methods, important points to improve in student exchange programs are student information system (SIS) development, learning management system (LMS) development and socialization.
Menjaga Keandalan Sistem PLTS dengan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Ardian Burhandono; Nazaruddin Sinaga
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.017 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13958

Abstract

Intisari— Pada 12 Desember 2015 telah dilaksanakan Confereence Of the Parties 21 (COP) di Paris tujuannya membatasi pemanasan global sampai dengan dibawah 2oC dan lebih baik lagi jika bisa mencapai 1,5oC. Saat ini pemanfaatan energi matahari menjadi energi listrik sangat masif diterapkan dan perkembangan teknologinya juga meningkat pesat. Pemeliharaan yang rutin dan tepat sangat menekan biaya produksi sehingga harga jual listrik menjadi murah. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan yang banyak terjadi di sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan tindakan pencegahan kerusakan serta penanggulangannya. Berdasarkan metode yang tepat akan dihasilkan suatu prioritas perbaikan yang tepat pula. Banyak industri khususnya pembangkit listrik menggunakan metodologi yang disebut Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) yang didalamnya terdapat Risk Priority Number (RPN). Didalam RPN berisi beberapa faktor antara lain tingkat keparahan (Severity), peringkat terjadinya kegagalan (Occurrence) dan peringkat mendeteksi terjadinya kegagalan (Detectable). Dengan penyusunan FMEA pada sistem pembangkit listrik tenaga surya akan meningkatkan kehandalan sisitem tersebut sehingga biaya operasional akan lebih murah dan harga jual listriknya akan terjangkau masyarakat.Abstract— On 12 December 2015 a Conference of the Parties 21 (COP) was held in Paris which aims to limit global warming to below 2 oC and even better if it can reach 1.5 oC. Currently the use of solar energy into electrical energy is very massively applied and technological developments are also increasing rapidly. Routine and proper maintenance greatly reduces production costs so that the selling price of electricity becomes cheap. This study aims to determine the damage that occurs in the Solar Power Generation system (PLTS) and the prevention and control of damage. Based on the right method, an appropriate improvement priority will also be generated.Many industries, especially power plants, use a methodology called Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) which includes a Risk Priority Number (RPN). The RPN contains several factors including severity, occurrence of failure (Occurrence) and rating of detecting failure (Detectable). With the preparation of FMEA on the solar power generation system, it will increase the reliability of the system so that operational costs will be cheaper and the selling price of electricity will be affordable by the community.
Penentuan Jenis Kain Lapisan Luar dan Lapisan Dalam pada Pembuatan Tas Kotak Makan Menggunakan Metode WP dan TOPSIS Elisabeth Yohana R. Pardede; Rr. Ruth Citra Handayani; Hutri Rayani Tampubolon; Joshua Partogi Hutauruk; Johann Sebastian Napitupulu; Kathrin Rut Agustina Panjaitan; Benedikta Anna Haulian Siboro
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.373 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13959

Abstract

Intisari— Penelitian ini bertujuan untuk memilih jenis kain yang layak untuk lapisan luar dan lapisan dalam tas kotak makan. Pemilihan jenis kain yang tepat berperan penting dalam mendukung kenyamanan penggunaan dari kotak makan, terutama ketika berpergian. Dalam penelitian ini digunakan metode Weighted Product (WP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dengan meneliti kepentingan beberapa kriteria tas kotak makan dengan penjual kain, penjahit kain, dan penjahit tas di Kota Medan yang menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian berperan sebagai rekomendasi bagi penjahit tas ketika ingin memproduksi tas kotak makan. Berdasarkan hasil analisa dengan metode WP, maka dapat disarankan pemilihan untuk jenis kain polyester sebagai lapisan luar dan kain spunbound sebagai lapisan dalam. Berdasarkan hasil analisa dengan penggunaan metode TOPSIS, maka dapat disarankan pemilihan jenis kain untuk lapisan dalam menggunakan kain spunbound, dan untuk lapisan luar menggunakan jenis kain oxford. Abstract— This study aims to select the appropriate type of fabric for the outer and inner layers of lunch box bags. The selection of the right type of fabric plays an important role in supporting the comfortable use of the lunch box, especially when traveling. This study uses the Weighted Product (WP) method and the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) by examining the importance of several criteria for lunchbox bags with cloth sellers, cloth tailors, and bag tailors in Medan City who are the research subjects. The results of the study serve as recommendations for bag tailors when they want to produce lunch box bags. Based on the results of the analysis using the WP method, it can be recommended to choose the type of polyester fabric as the outer layer and spunbound fabric as the inner layer. Based on the results of the analysis using the TOPSIS method, it can be recommended to choose the type of fabric for the inner layer using spunbound fabric, and for the outer layer using oxford fabric.
Penyelesaian Heterogenous Fleet Vehicle Routing Problem with Time Windows Menggunakan Algoritma Sequential Insertion Marrica Ahmad; Annisa Kesy Garside
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.086 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13960

Abstract

Intisari— PT Sarwa Jaya Bersama merupakan distributor bihun jagung yang berlokasi di Surabaya. Dalam mendistribusikan produk tersebut, retail memiliki jam buka dan tutup dan kendaraan yang digunakan memilki kapasitas yang berbeda-beda. Permasalahan rute yang dihadapi perusahaan adalah kendaraan kadang-kadang datang terlambat sehingga pengiriman harus dijadwalkan ulang. Selain itu pemilihan kendaraan yang tepat untuk mengunjungi retail akan mempengaruhi total biaya bahan bakar yang dikeluarkan. Untuk menyelesaikan permasalahan perusahaan, penelitian ini mengusulkan penentuan rute dengan menggunakan algoritma sequential insertion. Dengan menggunakan algoritma ini, terbentuk 3 rute dengan jarak tempuh yang lebih minimum dan kedatangan kendaraan berada pada jam buka dan tutup pada masing-masing retail. Penghematan biaya bahan bakar dengan rute usulan sebesar 45,31% atau sejumlah Rp 254.720. Abstract— PT Sarwa Jaya Bersama is a distributor of corn vermicelli located in Surabaya. In distributing these products, retailers have opening and closing hours and the vehicles used have different capacities. The route problem faced by the company is that vehicles sometimes arrive late so deliveries must be rescheduled. In addition, the selection of the right vehicle to visit the retail will affect the total fuel costs incurred. To solve the company's problems, this research proposes determining the route by using sequential insertion algorithm. By using this algorithm, 3 routes are formed with a minimum mileage and vehicle arrivals are at the opening and closing hours of each retail. The fuel cost savings with the proposed route is 45.31% or Rp 254,720.
Perancangan Model Simulasi Tata Letak Gudang Bahan Baku Menggunakan Metode Shared Storage (Studi Kasus di PT. Braja Mukti Cakra) Parwadi Moengin; Nadya Adira Fabiani; Sucipto Adisuwiryo
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1566.665 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13962

Abstract

Intisari— PT. Braja Mukti Cakra merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang menghasilkan produk komponen (machined products) yang berpresisi tinggi, berupa komponen otomotif di Indonesia. Permasalahan yang terjadi pada PT. Braja Mukti Cakra berada pada gudang bahan baku, dimana peletakan bahan baku yang belum optimal dikarenakan tidak adanya penamaan dan pembagian jenis material bahan baku pada rak atau pallet yang ada digudang. Hal ini menyebabkan operator kesulitan dalam mencari bahan baku yang akan dikirim ke lantai produksi dan mengakibatkan waktu pengambilan bahan baku menjadi lama sehingga akan terjadi keterlambatan dalam pengiriman ke lantai produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang model simulasi perbaikan tata letak gudang bahan baku dari area penyimpanan ke pintu keluar gudang yang dapat digunakan untuk mengevaluasi waktu pengambilan bahan baku dan waktu perpindahan bahan baku. Pada penelitian ini langkah awal yang dilakukan adalah mengevaluasi tata letak gudang bahan baku menggunakan checksheet untuk mengetahui kondisi gudang bahan baku saat ini dan menggunakan peta aliran proses pengambilan bahan baku untuk mengetahui aliran proses pengambilan bahan baku. Selanjutnya dibuat model simulasi awal tata letak gudang bahan baku untuk memahami sistem aktual tersebut. Model yang telah dibangun kemudian diverifikasi dan divalidasi. Jika model dinyatakan valid, dilakukan perbaikan terhadap permasalahan yang ada dengan memperbaiki tata letak gudang bahan baku dan penempatan bahan baku yang ada dengan menggunakan metode shared storage sebagai usulan tata letak gudang bahan baku. Penempatan baku baku, memperhatikan bahan baku yang memiliki tujuan yang sama dan dibuat ke dalam rak atau pallet yang sama maupun letaknya berdekatan antara rak atau pallet yang satu dengan yang lainnya sehingga mendapatkan waktu yang lebih singkat dalam proses pengiriman. Jumlah usulan perbaikan pada tata letak gudang bahan baku adalah 3 usulan. Usulan pertama adalah penambahan material handling, usulan kedua menggunakan metode shared storage dan usulan ketiga menggunakan metode shared storage dan penambahan material handling. Untuk pemilihan usulan terbaik digunakan metode benferonni dan menggunakan hasil evaluasi checksheet. Usulan yang terbaik adalah usulan ketiga dengan waktu pengambilan bahan baku dan perpindahan bahan baku ke pintu keluar gudang yaitu sebesar 71.18 jam. Dibandingkan dengan model simulasi awal yang memiliki waktu pengambilan bahan baku dan perpindahan bahan baku ke pintu keluar gudang sebesar 122.23 jam. Dari usulan terbaik ini diperoleh penghematan waktu sebesar 51.05 jam atau sebesar 41.76 %. Abstract— PT. Braja Mukti Cakra is a company engaged in manufacturing that produces high-precision machined products, in the form of automotive components in Indonesia. The problems that occur in PT. Braja Mukti Cakra is in a raw material warehouse, where the laying of raw materials is not optimal due to the absence of naming and distribution of types of raw materials on shelves or pallets in the warehouse. This causes the operator difficulty in finding raw materials to be sent to the production floor and results in a long time for taking raw materials so that there will be delays in delivery to the production floor. The purpose of this study is to design a simulation model for improving the layout of the raw material warehouse from the storage area to the warehouse exit which can be used to evaluate the time of taking raw materials and the time of moving raw materials. In this study, the initial steps taken were evaluating the layout of the raw material warehouse using a checksheet to determine the current condition of the raw material warehouse and using a flow map of the raw material retrieval process to determine the flow of the raw material retrieval process. Furthermore, an initial simulation model of the layout of the raw material warehouse is made to understand the actual system. The model that has been built is then verified and validated. If the model is declared valid, improvements are made to the existing problems by improving the layout of the raw material warehouse and the placement of existing raw materials using the shared storage method as the proposed layout of the raw material warehouse. Placement of raw materials, paying attention to raw materials that have the same purpose and are made into the same rack or pallet or located close to each other so that they get a shorter time in the delivery process. The number of suggestions for improvements to the layout of the raw material warehouse is 3 proposals. The first proposal is the addition of material handling, the second proposal uses the shared storage method and the third proposal uses the shared storage method and the addition of material handling. To select the best proposal, the Benferonni method was used and the results of the checksheet evaluation were used. The best proposal is the third proposal with the time of taking raw materials and moving raw materials to the warehouse exit, which is 71.18 hours. Compared with the initial simulation model which has a time of taking raw materials and moving raw materials to the warehouse exit of 122.23 hours. From this best proposal, the time savings of 51.05 hours or 41.76% was obtained.
Perancangan Model Pengukuran Kinerja Menggunakan Metode Balanced Scorecard (BSC) pada PT. Vendor Anak Indonesia Muhammad Irfan Naufal; Dadan Umar Daihani; Tina G Amran
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1703.481 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13963

Abstract

Intisari—PT. Vendor Anak Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang berdiri pada tahun 2018, dan bergerak pada bidang jasa on demand procurement seperti konveksi, disain interior, kontraktor, dan sebagainya. Saat ini PT. Vendor Anak Indonesia hanya melihat kinerja nya berdasarkan aspek keuangan Perusahaan juga belurm pernah melakukan pengukuran kinerja secara menyeluruh. Pengukuran hanya dilakukan pada bagian – bagian yang dianggap perlu oleh perusahaan, sehingga tidak menginformasikan upaya – upaya yang harus diambil saat ini dan dimasa yang akan datang untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan mengukur kinerja perusahaan pada PT. Vendor Anak Indonesia membutuhkan suatu sistem pengukuran kinerja perusahaan dengan metode Balanced Scorecard (BSC), yang mampu mendapatkan hasil pengukuran kinerja secara keseluruhan berdasarkan aspek keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Pada tahap awal perancangan BSC, dilakukan penjabaran visi, misi, tujuan dan strategi yang dilakukan analisa terhadap faktor internal dan eksternal menggunakan analisa SWOT untuk memperoleh strategi - strategi yang akan menghasilkan tujuan strategis, dan diperoleh 8 tujuan strategis yang akan dimasukkan kedalam 4 perspektif BSC. Setelah itu, menentukan tolok ukur, target dan inisiatif strategi untuk tiap tujuan strategis, lalu pembuatan Peta Strategi untuk menggambarkan keterkaitan antar tujuan strategis. Sebelum melakukan pengukuran kinerja, dilakukan penentuan Skala Penilaian Pembobotan terhadap tujuan strategis yang saling terkait menggunakan metode Pairwise Comparison. Tahap akhir adalah pengukuran kinerja dengan menghitung skor tiap perspektif dan perusahaan secara menyeluruh, dan diperoleh hasil pengukuran kinerja perusahaan pada perspektif finansial dengan bobot 0.25 dan score 5.00 dengan skala penilaian ,pada perspektif pelanggan memiliki bobot 0.25 dengan score 4.73, pada proses bisnis internal memiliki bobot 0.25 dengan score 4.19 dan perspektif pembelajaran pertumbuhan dengan bobot 0.25 dengan score 4.56 dan rata-rata keseluruhan sebesar 4.62 yang tergolong dalam kategori “Sangat Baik” dari skala 4.21 – 5.00 pada penilaian skala Likert. Abstract—PT. Vendor Anak Indonesia is a company that was founded in 2018, and is engaged in on demand procurement services such as convection, interior design, contactors, and so on. Currently PT. Indonesian Subsidiary Vendors only see their performance based on the Company's financial aspects and have never conducted a comprehensive performance measurement. Measurements are only carried out on parts that are considered necessary by the company, so it does not inform the efforts that must be taken now and in the future to improve company performance. The purpose of this research is to design and measure the company's performance at PT. Indonesian subsidiary vendors need a company performance measurement system with the Balanced Scorecard (BSC) method, which is able to obtain overall performance measurement results based on financial aspects, customers, internal business processes, as well as learning and growth. In the early stages of designing the BSC, the vision, mission, goals and strategies are explained by analyzing internal and external factors using SWOT analysis to obtain strategies that will produce strategic objectives, and 8 strategic objectives are obtained which will be included in 4 BSC perspectives. After that, determine the benchmarks, targets and strategic initiatives for each strategic goal, then create a Strategy Map to describe the interrelationships between strategic goals. Prior to measuring performance, a Weighting Rating Scale is determined for interrelated strategic objectives using the Pairwise Comparison method. The final stage is the measurement of performance by calculating the score of each perspective and the company as a whole, and the results of the measurement of the company's performance on the financial perspective with a weight of 0.25 and a score of 5.00 with a rating scale, on the customer perspective it has a weight of 0.25 with a score of 4.73, on the internal business process it has a weight 0.25 with a score of 4.19 and a growth learning perspective with a weight of 0.25 with a score of 4.56 and an overall average of 4.62 belonging to the "Very Good" category from a scale of 4.21 - 5.00 on a Likert scale assessment.
Perancangan Model Pengukuran Kinerja Menggunakan Sustainability Balanced Scorecard di PT XYZ Raden Ilham Akbar; Didien Suhardini; Pudji Astuti
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.166 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i1.14029

Abstract

Intisari - PT XYZ bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi pembatas jalan. Saat ini model pengukuran kinerja yang digunakan masih belum menggambarkan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Model pengukuran kinerja menggunakan Sustainability Balanced Scorecard digunakan untuk mendapatkan ukuran keberhasilan strategi berkelanjutan ditinjau dari aspek keuangan dan non keuangan termasuk lingkungan dan sosial, baik secara internal maupun eksternal, jangka pendek maupun jangka panjang. Rancangan model Sustainability Balanced Scorecard diturunkan dari visi, misi dan perumusan strategi, kemudian tujuan strategis dalam 5 perspektif dilengkapi dengan, KPI, target dan inisiatif strategi. Hasil rancangan model Sustainability Balanced Scorecard berupa 14 tujuan strategis dalam 5 perspektif dilengkapi dengan 14 KPI, target, inisiatif strategis serta keterkaitan antara tujuan strategis dapat dilihat pada strategy map. Perspektif Keuangan memiliki lima tujuan strategis dan lima KPI , Perspektif Pelanggan memiliki tiga tujuan strategis dan tiga KPI, Perspektif Proses Bisnis Internal memiliki tiga tujuan strategis dan tiga KPI, Perspektif Pertumbuhan Pembelajaran memiliki dua tujuan strategis dan dua KPI dan Perspektif Lingkungan memiliki satu tujuan strategis dan satu KPI. Hasil rancangan model sustainability balanced scorecard perlu diverifikasi menggunakan data aktual hasil pengukuran yang dibandingkan dengan target. Perbaikan inisiatif strategi akan dilakukan untuk tujuan strategis yang tidak memenuhi target. Abstract - PT XYZ is engaged in manufacturing which produces road dividers. Currently, the performance measurement model used does not describe the company's overall performance. The performance measurement model using the Sustainability Balanced Scorecard is used to obtain a measure of the success of a sustainable strategy in terms of financial and non-financial aspects including environmental and social, both internally and externally, short-term and long-term. The design of the Sustainability Balanced Scorecard model is derived from the vision, mission and strategy formulation, then the strategic objectives in 5 perspectives are equipped with KPIs, targets and strategic initiatives. The results of the design of the Sustainability Balanced Scorecard model in the form of 14 strategic goals in 5 perspectives equipped with 14 KPIs, targets, strategic initiatives and the relationship between strategic objectives can be seen on the strategy map. The Financial Perspective has five strategic objectives and five KPIs, the Customer Perspective has three strategic objectives and three KPIs, the Internal Business Process Perspective has three strategic objectives and three KPIs, the Learning Growth Perspective has two strategic objectives and two KPIs and the Environmental Perspective has one strategic objective and three KPIs. one KPI. The results of the design of the sustainability balanced scorecard model need to be verified using the actual measurement data compared to the target. Improvements to strategic initiatives will be carried out for strategic objectives that do not meet targets.
Determinan Kepuasan Pasien dengan Metode SEM-PLS: Pengaruh Waktu Tunggu dan Nilai Pelanggan melalui Pelayanan Prima dan Kewajaran Harga pada Rumah Sakit Swasta “X” di Kota Pekanbaru Dina Mutia Sari1; Dadan Umar Daihani; Pudji Astuti
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.364 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i1.14030

Abstract

Intisari— Kepuasan pasien yang rendah dapat berdampak pada keberlangsungan dan kesuksesan industri rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh waktu tunggu, nilai pelanggan, pelayanan prima, dan kewajaran harga terhadap kepuasan pasien, (2) menganalisis efek mediasi pelayanan prima dalam pengaruh waktu tunggu dan nilai pelanggan terhadap kepuasan pasien, (3) menganalisis efek moderasi kewajaran harga dalam pengaruh waktu tunggu dan nilai pelanggan terhadap kepuasan pasien. Pendekatan penelitian ini menggunakan kuantitatif berbasis survei kepada pasien di salah satu rumah sakit swasta di Kota Pekanbaru. Teknik sampling yang menggunakan accidental sampling sehingga diperoleh 96 orang responden. Teknik analisis data menggunakan SEM-PLS dengan menggunakan alat analisis WarpPLS. Hasil penelitian memperoleh bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara waktu tunggu, nilai pelanggan, dan pelayanan prima terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit “X” di Kota Pekanbaru. Pengujian efek mediasi diperoleh bahwa pelayanan prima mampu memediasi secara parsial pengaruh yang diberikan oleh waktu tunggu dan nilai pelanggan terhadap kepuasan pasien. Sedangkan dalam pengujian moderasi diperoleh bahwa kewajaran harga harga mampu memoderasi pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan pasien, meskipun secara statistik hampir tidak dapat memoderasi Abstract— The lower customer satisfaction might impact the sustainability and success of the healthcare industry. This study aimed to determine; (1) analyze the effect of waiting time, customer perceived value, excellent services, and price on satisfaction, (2) analyze the mediation effect of excellent services in terms of waiting time and perceived value on satisfaction, (3) analyzed moderated effect of price in terms of waiting time and perceived value on satisfaction. Quantitative analysis was adopted as an approach to this study based on a survey analysis of several patients in a private hospital in Pekanbaru. Accidental sampling was applied as a technique sampling to determine 96 respondents—the data analysis technique used SEM-PLS; warpPLS tool. This study's result revealed a significant effect of waiting time, perceived value, excellent services, and price on satisfaction. Moreover, the mediation effect testing showed that excellent services could be a partial mediation on satisfaction. Nonetheless, moderated effect showed that price could be a moderator in the relationship between excellent services and satisfaction, yet statistically, it was almost not moderated.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 15 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): July 2025 Vol. 15 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 14 No. 3 (2024): November 2024 Vol. 14 No. 2 (2024): July 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 3 (2023): VOLUME 13 NO 3 NOVEMBER 2023 Vol. 13 No. 2 (2023): VOLUME 13 NO 2 JULI 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): VOLUME 13 NO 1 MARET 2023 Vol. 12 No. 3 (2022): VOLUME 12 NO 3 NOVEMBER 2022 Vol. 12 No. 2 (2022): VOLUME 12 NO 2 JULI 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022 Vol. 11 No. 3 (2021): VOLUME 11 NO 3 NOVEMBER 2021 Vol. 11 No. 2 (2021): VOLUME 11 NO 2 JULI 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): VOLUME 11 NO 1 MARET 2021 Vol. 10 No. 3 (2020): Volume 10 No 3 November 2020 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 No 2 Juli 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): VOLUME 10 NO 1 MARET 2020 Vol. 9 No. 3 (2019): Volume 9 No 3 November 2019 Vol. 9 No. 2 (2019): VOLUME 9 NO 2 JULI 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9 No 1 Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Volume 8 N0 2 Juli 2018 Vol. 8 No. 3 (2018): Volume 8 No 3 November 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Volume 8 No 1 Maret 2018 Vol. 7 No. 3 (2017): Volume 7 No 3 November 2017 Vol. 7 No. 2 (2017): Volume 7 Nomor 2 Juli 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Volume 7 Nomor 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 No 2 Juli 2016 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 No 1 Maret 2016 Vol. 5 No. 3 (2015): Volume 5 No 3 Novemberi 2015 Vol. 4 No. 3 (2014): Volume 4 No. 3 November 2014 Vol. 4 No. 2 (2014): Volume 4 No 2 Juli 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): Volume 4 No 1 Maret 2014 Vol. 3 No. 3 (2013): Volume 3 No 3 November 2013 Vol. 3 No. 2 (2013): Volume 3 No 2 Juli 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Volume 3 No 1 Maret 2013 Vol. 2 No. 3 (2012): Volume 2 No 3 November 2012 Vol. 2 No. 2 (2012): Volume 2 No 2 Juli 2012 Vol. 2 No. 1 (2012): Volume 2 No 1 Maret 2012 Vol. 1 No. 2 (2011): Volume 1 No 2 Juli 2011 Vol. 1 No. 1 (2011): Volume 1 No 1 Maret 2011 More Issue