Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERANCANGAN SIMULASI PROMODEL UNTUK PERBAIKAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI COLD FINISHED BAR PT. IRON WIRE WORKS INDONESIA Winnie Septiani; Dino Ardiansyah; Sucipto Adi Suwiryo
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2000.073 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v6i1.8635

Abstract

PT Iron Wire Work Indonesia memiliki permasalahan pada  penempatan mesin produksi Cold Finished Bar yang tidak sesuai dengan urutan kedekatan dalam proses produksinya dan metode pemindahan yang tidak terencana. Hal ini berdampak pada  pola aliran produksi dan besarnya besarnya waktu perpindahan material. Penelitian ini bertujuan merancang model simulasi Promodel untuk evaluasi  perbaikan tata letak lantai produksi Cold Finished Bar. Perbaikan Tata letak lantai produksi dilakukan dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP).  Penelitian ini terdiri dari 4 tahapan utama  yaitu analisis sistem saat ini, merancang model simulasi, Promodel merancang perbaikan tata letak lantai produksidengan SLP, dan mengevaluasi perbaikan dengan Simulasi.  Hasil perbakan Tata Letak dengan SLP  menghasilkan dua alternatif iterasi blockplan dan tujuh skenario usulan perbaikan. Setiap usulan skenario perbaikan dievaluasi berdasarkan indikator waktu produksi.  Waktu produksi dalam penelitian ini didefinisikan sebagai waktu proses pembuatan Cold Finished Bar ditambah dengan waktu perpindahan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario keenam dengan perbaikan layout BlockPlan alternatif 2 ditambang dengan  satu unit shotblasting machine sebagai usulan terbaik dengan waktu produksi sebesar 273,4 jam dan persentase penurunan waktu proses produksi sebesar 25,71% dari model awal. Penurunan waktu produksi ini diharapkan dapat meningkatkan pencapaian target produksi perusahaan.
PERANCANGAN MODEL TATA LETAK GUDANG BAHAN BAKU DENGAN METODE CLASS BASED STORAGE DAN SIMULASI PROMODEL Winnie Septiani; Astrin Ega Dahana; Sucipto Adisuwiryo
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v6i2.4118

Abstract

PT. Wijaya Karya (WIKA) Industri Energi merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  yang memproduksi produk berbasis pemanas air. Permasalahan yang teridentifikasi di gudang bahan baku saat ini adalah keterlambatan pengiriman bahan baku ke lantai produksi yang disebabkan karena waktu perpindahan bahan baku yang besar. Penyebab utama permasalahan ini adalah peletakan bahan baku di gudang yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan merancang model perbaikan tata letak gudang untuk meminimasi waktu perpindahan . Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode class based storage dan simulasi Promodel. Perbaikan tata letak gudang dilakukan dengan mempertimbangkan pengurutan aktivitas, pembentukan kelas, rak penyimpanan dan luas gudang saat ini. Perancangan tata letak gudang dengan metode class based storage  diperoleh tiga usulan tata letak. Evaluasi hasil  rancangan dimulai dengan mengevaluasi  tata letak gudang bahan baku awal.  Ketiga usulan perbaikan tata letak gudang baku tersebut kemudian disimulasikan dengan menggunakan Promodel kemudian di verifikasi dan validasi. Usulan 3 merupakan usulan tata letak terbaik karena memiliki waktu perpindahan yang terkecil. Pada tata letak usulan 3 rak kabel dan rak bahan kimia ditukar penempatannya karena dari hasil perhitungan presentase pemakaian rak bahan kimia memiliki presentase pemakaian yang lebih tinggi dibandingkan dengan rak kabel sehingga lebih baik diletakkan yang mendekati pintu I/O. Peletakkan rak penyimpanan material buku, cover enamel, karton pada usulan 3 juga mengalami perpindahan dari keadaan tata letak awal. Hasil rancangan ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menangani permasalahan tata letak gudangnya.
Pemanfaatan Scratch Sebagai Media Pembelajaran Pemrograman Berbasis Animasi Di Sekolah Dasar Binti Solihah; Sucipto Adi Suwiryo; Gatot Budi Santoso; Is Mardianto; Uray Assifa Mufti Azzahra
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v5i2.469

Abstract

Sumber Daya Manusia yang dibutuhkan pada Era Industri 4.0 minimal harus memiliki 5 kompetensi utama diantaranya critical thinking dan problem solving. Kemampuan tersebut harus dilatih sedini mungkin. Salah satu cara melatih skill tersebut adalah dengan mengajarkan pemrograman kepada anak usia dini. Guru sekolah dasar sebagai pelaksana kegiatan usia dini harus dibekali dengan keterampilan tersebut. Diantara metode yang dapat dilakukan untuk mengenalkan materi tersebut kepada para guru sekolah sadar adalah melalui kegiatan workshop dan pelatihan. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Teknik Informatika dan Sistem Informasi mengadakan kegiatan pelatihan Pemrograman Scratch bagi guru-guru SD. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh sejumlah guru dan siswa Sekolah Dasar di Wilayah Kembangan Jakarta Barat. Berdasarkan kuisioner yang dikumpulkan pada sesi terakhir pelatihan, pelatihan ini bermanfaat untuk meningkatkan literasi teknologi informasi
PENGGUNAAN PERALATAN ELEKTRONIK DENGAN BENAR DAN AMAN BAGI WARGA KELURAHAN WIJAYA KUSUMA JAKARTA BARAT Rosalia Hongningsih Subrata; Susan Sulaiman; Rudy Setya Wahjudi; Sucipto Adi Suwiryo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12789

Abstract

Electronic equipment, especially those intended for households, can provide convenience for housewives, so it is not surprising that there are various types of household electronic equipment in the market, ranging from unique ones to those that are not really needed. Most of the existing household electronic equipment is in the form of automatic electronic equipment whose control is carried out automatically by an electronic circuit in the equipment. As users of household electronic equipment, housewives should have knowledge of how the equipment works so that it can function properly, be safely used, have a long life and do not cause harm. Therefore, the Community Service (PKM) program which is one of the Tridharma Higher Education activities entitled Training on the Use of Electronic Equipment in the Household is expected to increase public knowledge about the correct and safe use of household electronic equipment. PKM partners are residents of RT 005 RW 010, Wijaya Kusuma sub-district, Grogol Petamburan sub-district, West Jakarta, consisting of housewives and young women. Submission of PKM program material during the COVID-19 pandemic is done online through the TeamLink application. This PKM program is beneficial for participants, as seen from the results of the participant satisfaction survey where 82.4% of participants gave a score of 4 (good) and 17.6% of participants responded that the benefits of this training were very good by giving a score of 5 (very good) on the satisfaction scale. (scale value from 1-5). The results of this activity are in the form of posters and presentation modules registered with intellectual property rights in the form of Copyrights, procedures for applying appropriate technology for partners, and scientific articles published in national journals. ABSTRAK:Peralatan elektronik khususnya yang diperuntukkan bagi rumah tangga dapat memberikan kemudahan bagi ibu-ibu rumah tangga, maka tidak heran jika di pasaran beredar beraneka jenis peralatan elektronik rumah tangga mulai dari yang unik sampai yang tidak terlalu dibutuhkan. Peralatan elektronik rumah tangga yang ada kebanyakan berupa peralatan elektronik otomatis yang pengendaliannya dilakukan secara otomatis oleh suatu rangkaian elektronik di dalam peralatan tersebut. Sebagai pengguna peralatan elektronik rumah tangga hendaknya ibu-ibu mempunyai pengetahuan tentang cara kerja peralatan tersebut sehingga peralatan yang digunakan dapat berfungsi dengan baik, aman dan berumur panjang serta tidak menimbulkan kerugian. Karena itu program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang merupakan salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi berjudul Pelatihan Penggunaan Peralatan Elektronik pada Rumah Tangga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan peralatan elektronik rumah tangga dengan benar dan aman. Mitra PKM adalah warga RT 005 RW 010 kelurahan Wijaya Kusuma kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri Penyampaian materi program PKM pada masa pandemi COVID-19 ini dilakukan secara daring melalui aplikasi TeamLink. Program PKM ini bermanfaat bagi peserta, terlihat dari hasil survei kepuasan peserta dimana 82,4% peserta memberi nilai 4 (baik) dan 17,6% peserta memberikan respon bahwa manfaat pelatihan ini sangat baik dengan memberi nilai 5 (sangat baik) pada skala kepuasan (nilai skala dari 1-5). Hasil dari kegiatan ini berupa luaran berbentuk poster dan modul presentasi yang didaftarkan pada hak kekayaan intelektual berupa Hak Cipta, prosedur penerapan teknologi tepat guna bagi mitra, dan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional.
PENDEKATAN LEAN ERGONOMIC UNTUK PERBAIKAN METODE KERJA PROSES WOOL PRESS Winnie Septiani; Niscaya Filijomasi Garamba; Sucipto Adisuwiryo
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.14272

Abstract

Proses wool press merupakan salah satun aktivitas di jasa binatu dengan aktivitas utamanya melakukan pressing pakaian dengan mesin wool press. Aktivitas ini dilakukan dalam posisi berdiri selama 8 jam kerja. Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya waste ergonomi dan permasalahan pada metode kerja. Indikator tidak efisiensinya proses ini yaitu lama waktu kerja dan frekuensi pemindahan ke gudang penyimpanan sehingga terdapat proses berulang-ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode kerja proses wool press dengan pendekatan lean ergonomics dan memberikan usulan perbaikan. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah lean ergonomic, peta aliran proses, kuesioner improvement assessment tool dan analisis manual handling dengan metode Indikator Kunci-LMM. Hasil improvement assesment tool menunjukan adanya proses operasi manual, postur tubuh statis selama bekerja dan adanya pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang. Waste yang teridentifikasi adalah waste transportation dan motion. Usulan perbaikan direkomendasikan adalah mengubah tempat gantungan hanger menjadi stand hanger beroda, memberikan fasilitas tempat duduk di area kerja. Penggunaan kursi dapat meminimasi kelelahan operator selama bekerja dengan postur tubuh statis. Hasil evaluasi menunjukan waktu kerja menyelesaikan satu pakaian berkurang dari 279 detik menjadi 268 detik, frekuensi pemindahan ke gudang penyimpanan meningkat dari 6 hanger menjadi 20 hanger setiap pemindahan dan mengurangi operasi berulang-ulang. ABSTRACT [Title: Lean Ergonomic Approach to Improvement of Wool Press Process Work Methods] The wool press process is a laundry service activity with the main activity to press clothes using a wool press machine. Activities carried out in a standing position for 8 hours of work. The results of the initial observations indicate that there are ergonomic waste and problems in work methods. The efficiency indicator in this process is the length of working time compared to the available production time and the frequency of transfer to the storage warehouse is very small so there is an iterative process. This study aims to identify the working method of the wool press process with a lean ergonomics approach and provide suggestions for improvement. The methods and approaches used are lean ergonomics, process flow maps, improvement assessment tool questionnaires, and manual handling analysis using the Indikator Kunci-LMM method. The results of the improvement assessment tool show that there is a manual operation process, static posture during work, and the existence of work that is done repeatedly. The identified wastes are transportation and motion waste. Suggestions for improvement are recommended to change the hanger into a wheeled stand hanger, provide seating facilities in the work area. Using chairs can minimize operator fatigue while working with a static posture. The results of the evaluation show that the working time of completing a piece of clothing is reduced from 279 seconds to 268 seconds, the frequency of transfer to the storage warehouse is increased from 6 hangers to 20 hangers for each move, and also reduces repetitive operations.
PELATIHAN PENCEGAHAN HUMAN ERROR UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA Winnie Septiani; Sucipto Adisuwiryo; Dian Mardi Safitri; Bambang Cholis Suudi; Ika Wahyu Ika Wahyu Utami
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 7: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.873 KB)

Abstract

Human error didefinisikan sebagai kegagalan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan spesifik yang sulit untuk dihindarkan, akan tetapi dapat diminimasi dampaknya melalui upaya pencegahan. Salah satu dampak dari human error yang terjadi di industri yaitu terjadinya kecelakaan kerja. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai human error, jenis-jenis human error, metode human error dan intervensi ergonomi untuk meminimasi terjadinya human error. Metode atau pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan diskusi. Pelatihan ini diberikan kepada karyawan di PT Ganding. Metode-metode terkait human error yang dipaparkan dalam pelatihan ini yaitu fault tree analysis, Human Error Assessment and Reduction Technique (HEART)dan SHERPA. Intervensi ergonomi untuk minimasi risiko human error dapat berupa penempatan display peringatan di area kerja, pengaturan jam kerja sesuai dengan beban kerja dan lainnya. Pada akhir pelatihan, peserta diminta untuk mengisi kueioner evaluasi, hasilnya menunjukan respon yang positif dari peserta untuk materi, penyampaian materi, diskusi dan pengalokasian waktu.
PENDEKATAN LEAN ERGONOMIC UNTUK PERBAIKAN METODE KERJA PROSES WOOL PRESS Winnie Septiani; Niscaya Filijomasi Garamba; Sucipto Adisuwiryo
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1491.677 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.14272

Abstract

Proses wool press merupakan salah satun aktivitas di jasa binatu dengan aktivitas utamanya melakukan pressing pakaian dengan mesin wool press. Aktivitas ini dilakukan dalam posisi berdiri selama 8 jam kerja. Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya waste ergonomi dan permasalahan pada metode kerja. Indikator tidak efisiensinya proses ini yaitu lama waktu kerja dan frekuensi pemindahan ke gudang penyimpanan sehingga terdapat proses berulang-ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode kerja proses wool press dengan pendekatan lean ergonomics dan memberikan usulan perbaikan. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah lean ergonomic, peta aliran proses, kuesioner improvement assessment tool dan analisis manual handling dengan metode Indikator Kunci-LMM. Hasil improvement assesment tool menunjukan adanya proses operasi manual, postur tubuh statis selama bekerja dan adanya pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang. Waste yang teridentifikasi adalah waste transportation dan motion. Usulan perbaikan direkomendasikan adalah mengubah tempat gantungan hanger menjadi stand hanger beroda, memberikan fasilitas tempat duduk di area kerja. Penggunaan kursi dapat meminimasi kelelahan operator selama bekerja dengan postur tubuh statis. Hasil evaluasi menunjukan waktu kerja menyelesaikan satu pakaian berkurang dari 279 detik menjadi 268 detik, frekuensi pemindahan ke gudang penyimpanan meningkat dari 6 hanger menjadi 20 hanger setiap pemindahan dan mengurangi operasi berulang-ulang. ABSTRACT [Title: Lean Ergonomic Approach to Improvement of Wool Press Process Work Methods] The wool press process is a laundry service activity with the main activity to press clothes using a wool press machine. Activities carried out in a standing position for 8 hours of work. The results of the initial observations indicate that there are ergonomic waste and problems in work methods. The efficiency indicator in this process is the length of working time compared to the available production time and the frequency of transfer to the storage warehouse is very small so there is an iterative process. This study aims to identify the working method of the wool press process with a lean ergonomics approach and provide suggestions for improvement. The methods and approaches used are lean ergonomics, process flow maps, improvement assessment tool questionnaires, and manual handling analysis using the Indikator Kunci-LMM method. The results of the improvement assessment tool show that there is a manual operation process, static posture during work, and the existence of work that is done repeatedly. The identified wastes are transportation and motion waste. Suggestions for improvement are recommended to change the hanger into a wheeled stand hanger, provide seating facilities in the work area. Using chairs can minimize operator fatigue while working with a static posture. The results of the evaluation show that the working time of completing a piece of clothing is reduced from 279 seconds to 268 seconds, the frequency of transfer to the storage warehouse is increased from 6 hangers to 20 hangers for each move, and also reduces repetitive operations.
Perancangan Model Simulasi Tata Letak Gudang Bahan Baku Menggunakan Metode Shared Storage (Studi Kasus di PT. Braja Mukti Cakra) Parwadi Moengin; Nadya Adira Fabiani; Sucipto Adisuwiryo
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 12 No. 1 (2022): VOLUME 12 NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1566.665 KB) | DOI: 10.25105/jti.v12i1.13962

Abstract

Intisari— PT. Braja Mukti Cakra merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang menghasilkan produk komponen (machined products) yang berpresisi tinggi, berupa komponen otomotif di Indonesia. Permasalahan yang terjadi pada PT. Braja Mukti Cakra berada pada gudang bahan baku, dimana peletakan bahan baku yang belum optimal dikarenakan tidak adanya penamaan dan pembagian jenis material bahan baku pada rak atau pallet yang ada digudang. Hal ini menyebabkan operator kesulitan dalam mencari bahan baku yang akan dikirim ke lantai produksi dan mengakibatkan waktu pengambilan bahan baku menjadi lama sehingga akan terjadi keterlambatan dalam pengiriman ke lantai produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang model simulasi perbaikan tata letak gudang bahan baku dari area penyimpanan ke pintu keluar gudang yang dapat digunakan untuk mengevaluasi waktu pengambilan bahan baku dan waktu perpindahan bahan baku. Pada penelitian ini langkah awal yang dilakukan adalah mengevaluasi tata letak gudang bahan baku menggunakan checksheet untuk mengetahui kondisi gudang bahan baku saat ini dan menggunakan peta aliran proses pengambilan bahan baku untuk mengetahui aliran proses pengambilan bahan baku. Selanjutnya dibuat model simulasi awal tata letak gudang bahan baku untuk memahami sistem aktual tersebut. Model yang telah dibangun kemudian diverifikasi dan divalidasi. Jika model dinyatakan valid, dilakukan perbaikan terhadap permasalahan yang ada dengan memperbaiki tata letak gudang bahan baku dan penempatan bahan baku yang ada dengan menggunakan metode shared storage sebagai usulan tata letak gudang bahan baku. Penempatan baku baku, memperhatikan bahan baku yang memiliki tujuan yang sama dan dibuat ke dalam rak atau pallet yang sama maupun letaknya berdekatan antara rak atau pallet yang satu dengan yang lainnya sehingga mendapatkan waktu yang lebih singkat dalam proses pengiriman. Jumlah usulan perbaikan pada tata letak gudang bahan baku adalah 3 usulan. Usulan pertama adalah penambahan material handling, usulan kedua menggunakan metode shared storage dan usulan ketiga menggunakan metode shared storage dan penambahan material handling. Untuk pemilihan usulan terbaik digunakan metode benferonni dan menggunakan hasil evaluasi checksheet. Usulan yang terbaik adalah usulan ketiga dengan waktu pengambilan bahan baku dan perpindahan bahan baku ke pintu keluar gudang yaitu sebesar 71.18 jam. Dibandingkan dengan model simulasi awal yang memiliki waktu pengambilan bahan baku dan perpindahan bahan baku ke pintu keluar gudang sebesar 122.23 jam. Dari usulan terbaik ini diperoleh penghematan waktu sebesar 51.05 jam atau sebesar 41.76 %. Abstract— PT. Braja Mukti Cakra is a company engaged in manufacturing that produces high-precision machined products, in the form of automotive components in Indonesia. The problems that occur in PT. Braja Mukti Cakra is in a raw material warehouse, where the laying of raw materials is not optimal due to the absence of naming and distribution of types of raw materials on shelves or pallets in the warehouse. This causes the operator difficulty in finding raw materials to be sent to the production floor and results in a long time for taking raw materials so that there will be delays in delivery to the production floor. The purpose of this study is to design a simulation model for improving the layout of the raw material warehouse from the storage area to the warehouse exit which can be used to evaluate the time of taking raw materials and the time of moving raw materials. In this study, the initial steps taken were evaluating the layout of the raw material warehouse using a checksheet to determine the current condition of the raw material warehouse and using a flow map of the raw material retrieval process to determine the flow of the raw material retrieval process. Furthermore, an initial simulation model of the layout of the raw material warehouse is made to understand the actual system. The model that has been built is then verified and validated. If the model is declared valid, improvements are made to the existing problems by improving the layout of the raw material warehouse and the placement of existing raw materials using the shared storage method as the proposed layout of the raw material warehouse. Placement of raw materials, paying attention to raw materials that have the same purpose and are made into the same rack or pallet or located close to each other so that they get a shorter time in the delivery process. The number of suggestions for improvements to the layout of the raw material warehouse is 3 proposals. The first proposal is the addition of material handling, the second proposal uses the shared storage method and the third proposal uses the shared storage method and the addition of material handling. To select the best proposal, the Benferonni method was used and the results of the checksheet evaluation were used. The best proposal is the third proposal with the time of taking raw materials and moving raw materials to the warehouse exit, which is 71.18 hours. Compared with the initial simulation model which has a time of taking raw materials and moving raw materials to the warehouse exit of 122.23 hours. From this best proposal, the time savings of 51.05 hours or 41.76% was obtained.
PERANCANGAN STRATEGI LEAN SAFETY-HIRARC UNTUK PENCEGAHAN KECELAKAAN PADA STASIUN KERJA MOB CAP DI PT. ANARA MEDICAL INDONESIA Dian Mardi Safitri; Muhamad Yusuf Fadhilah; Sucipto Adisuwiryo
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.616 KB) | DOI: 10.14710/jati.17.2.102-117

Abstract

Meningkatnya jumlah permintaan alat kesehatan pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia, mendorong perusahaan manufaktur alat kesehatan untuk memaksimalkan kapasitas produksinya. Pengoperasian mesin produksi Mob Cap memiliki tingkat kesulitannya dan potensi kecelakaan yang tinggi. Pada tahun 2020-2021, terdapat sebanyak empat kali kecelakaan kerja pada lantai produksi PT. Anara Medical Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah merancang strategi pencegahan kecelakaan menggunakan pendekatan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control) yang diintegrasikan dengan pendekatan Lean Safety. Mengintegrasikan HIRARC dan Lean Safety adalah kebaruan dalam penelitian untuk pencegahan kecelakaan kerja. Penelitian ini terdiri atas Hazard Identification, Risk Assessment, dan integrasi Risk Control dengan Lean Safety-5S. Terdapat tujuh aktivitas yang berpotensi memiliki bahaya terpapar panas, tersengat listrik, dan terjepit pada mesin. Berdasarkan Risk Assessment, terdapat 5 bahaya yang memiliki level kategori risiko medium dan high. Untuk meminimalkan potensi terjadinya kelima bahaya tersebut dilakukan pengendalian risiko menggunakan pendekatan Lean Safety-5S. Pengendalian risiko berupa implementasi strategi pencegahan kecelakaan dengan membuat checklist pemilahan produk cacat, pengaturan material, pembersihan mesin, program pelatihan, pembuatan standard operation procedures, dan pembuatan poster pentingnya penggunaan alat pelindung diri.
PENDEKATAN LEAN ERGONOMIC UNTUK PERBAIKAN METODE KERJA PROSES WOOL PRESS Winnie Septiani; Niscaya Filijomasi Garamba; Sucipto Adisuwiryo
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.14272

Abstract

Proses wool press merupakan salah satun aktivitas di jasa binatu dengan aktivitas utamanya melakukan pressing pakaian dengan mesin wool press. Aktivitas ini dilakukan dalam posisi berdiri selama 8 jam kerja. Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya waste ergonomi dan permasalahan pada metode kerja. Indikator tidak efisiensinya proses ini yaitu lama waktu kerja dan frekuensi pemindahan ke gudang penyimpanan sehingga terdapat proses berulang-ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode kerja proses wool press dengan pendekatan lean ergonomics dan memberikan usulan perbaikan. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah lean ergonomic, peta aliran proses, kuesioner improvement assessment tool dan analisis manual handling dengan metode Indikator Kunci-LMM. Hasil improvement assesment tool menunjukan adanya proses operasi manual, postur tubuh statis selama bekerja dan adanya pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang. Waste yang teridentifikasi adalah waste transportation dan motion. Usulan perbaikan direkomendasikan adalah mengubah tempat gantungan hanger menjadi stand hanger beroda, memberikan fasilitas tempat duduk di area kerja. Penggunaan kursi dapat meminimasi kelelahan operator selama bekerja dengan postur tubuh statis. Hasil evaluasi menunjukan waktu kerja menyelesaikan satu pakaian berkurang dari 279 detik menjadi 268 detik, frekuensi pemindahan ke gudang penyimpanan meningkat dari 6 hanger menjadi 20 hanger setiap pemindahan dan mengurangi operasi berulang-ulang. ABSTRACT [Title: Lean Ergonomic Approach to Improvement of Wool Press Process Work Methods] The wool press process is a laundry service activity with the main activity to press clothes using a wool press machine. Activities carried out in a standing position for 8 hours of work. The results of the initial observations indicate that there are ergonomic waste and problems in work methods. The efficiency indicator in this process is the length of working time compared to the available production time and the frequency of transfer to the storage warehouse is very small so there is an iterative process. This study aims to identify the working method of the wool press process with a lean ergonomics approach and provide suggestions for improvement. The methods and approaches used are lean ergonomics, process flow maps, improvement assessment tool questionnaires, and manual handling analysis using the Indikator Kunci-LMM method. The results of the improvement assessment tool show that there is a manual operation process, static posture during work, and the existence of work that is done repeatedly. The identified wastes are transportation and motion waste. Suggestions for improvement are recommended to change the hanger into a wheeled stand hanger, provide seating facilities in the work area. Using chairs can minimize operator fatigue while working with a static posture. The results of the evaluation show that the working time of completing a piece of clothing is reduced from 279 seconds to 268 seconds, the frequency of transfer to the storage warehouse is increased from 6 hangers to 20 hangers for each move, and also reduces repetitive operations.