cover
Contact Name
Mohammad Syaikhul Ulum
Contact Email
ulum2014@gmail.com
Phone
+6282257501449
Journal Mail Official
ulum2014@gmail.com
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dedikasi
ISSN : 16933214     EISSN : 27210111     DOI : 10.22219
Dedikasi adalah jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh Direktorat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas MUhammadiyah Malang. Jurnal dengan tulisan ilmiah populer ini dimaksudkan sebagai media informasi, komunikasi dan sosialisasi hasil-hasil pengabdian masyarakat sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang dan pihak lain. Redaksi menerima tulisan yang berkaitan dengan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, ide-ide yang berkaitan dengan itu, bersifat interdisipliner atau ide-ide kreatif lainnya yang bersifat konstruktif.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2004): Mei" : 23 Documents clear
PEMBERDA PEMBERDAYAAN AAN PENGRAJIN ANY ANYAMAN AMAN TIKAR Wisnu Usdek R, MM.,, Drs. Dicky; In’am,MM, Drs. Achsanul
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.347 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.903

Abstract

Dalam rangka menjaga kesinambungan dan menunjang peningkatan pembangunanmenuju sasaran yang ditetapkan untuk pengembangan sosial ekonomi masyarakat,pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang membawa dampak padapembangunan masyarakat di pedesaan.Memperhatikan betapa besar tanggung jawab masyarakat untuk ikut sertamemberdayakan diri dan lingkungannya maka peran Lembaga Pengabdian PadaMasyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya, terutama pemberdayaanmasyarakat yang mendiami pedesaan, karena sebagian besar masyarakat Indonesiatinggal di pedesaan.Perguruan Tinggi sebagai salah satu Lembaga Pendidikan yang menghasilkancalon–calon pemimpin dan pemikir merupakan salah satu aset untuk mengolah danmengembangkan aktivitas untuk memberdayakan masyarakat. Upaya untukmemberdayakan masyarakat dengan cara memberikan bekal yang cukup agar mahasiswaselalu tanggap dengan adanya berbagai perubahan yang terjadi dimasyarakat.Salah satu kegiatan untuk mengaplikasikan berbagai keilmuan yang dimilikinyaadalah melalui Kuliah Kerja Usaha ( KKU ). Suatu kegiatan yang menerjunkanmahasiswa ke berbagai sentra usaha kecil yang sangat membutuhkan sentuhan–sentuhan pemikiran maju. Dengan KKU mahasiswa dituntut membantu sentra usahakecil mitra untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapinya, sehinggapeserta KKU dapat mengaplikasikan pengetahuan yang di peroleh dikampus.Disamping hal tersebut KKU dapat merangsang mahasiswa untuk memunculkan jiwawirausaha, sehingga jiwa mereka telah menyelesaikan studi dikampus munculnya jiwawirausahanya dengan menciptakan lapangan kerja baru.Kegiatan Kuliah Kerja Usaha ( KKU ) di Desa Karanganyar Kec. PoncokusumoKab. Malang yang telah di laksanakan antara lain : 1) Melaksanakan pembinaanpengrajin yang meliputi penumbuhan image tentang inovasi produk dengan nilai juallebih tinggi dibandingkan tikar, 2) Membantu pengrajin menambah fasilitas produksiberupa mesin pemipih mendong yang dapat membantu mendorong pengrajin untuklebih meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi, 3) Melaksanakan penyuluhankepada pengrajin tentang pentingnya sebuah kelompok usaha yang dapat meringankanbeban biaya produksi serta pentingnya peran koperasi sebagai mitra uasaha yang bisamembantu dalam permodalan dam pembinaan.Mengenai tindak lanjut program KKU, hendaknya koperasi bekerja sama denganinstansi swasta atau pemerintah untuk meneruskan kegiatan, sehingga para pengrajindapat memperoleh pembinaan dalam menjalankan usahanya. Dan sebagai tindaklanjut berikutnya hendaknya diupayakan adanya bapak angkat untuk meningkatkankuantitas dan kualitas hasil usaha yang pada akhirnya meningkatkan kondosiperekonomian masyarakat.
BUDIDA BUDIDAYA CACING TANAH SEBAGAI USAHA AL ALTERNA TERNA TERNATIF TIF DI MASA KRISIS EKONOMI Lili Zalizar, MS, Drh.; Mubarok, Achmad
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.174 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.923

Abstract

Cacing tanah yang digolongkan sebagai hewan invertebrata. Kemampuan danpotensi cacing tanah prospektif bisa untuk bermacam-macam tujuan a.l; kemampuanmenjaga keseimbangan lingkungan sebagai dekomposer sampah karena cacingdapat mempercepat proses penguraian sampah organik, pengganti tepung ikan,sumber protein hewani, bahan obat-obatan, kosmetik dan campuran bahan panganuntuk konsumsi manusia.Peluang usaha yang berhubungan dengan budidaya cacing tanah berupa produksikascing (bekas cacing) untuk pupuk tanaman yang mempunyai kandungan bahanorganik yang tinggi terutama N, P dan K (Maskana, 1996), pembibitan cacing danbiomassa cacing untuk pemenuhan kebutuhan pakan ternak dan ikan serta bahanbaku obat-obatan.
PREV PREVALENSI ALENSI PENY PENYAKIT AKIT CACING MA MATA (OXYSPIRURIASIS) PADA AY AYAM AM BURAS DI MALANG DAN UP UPAYA PENGOBA PENGOBATANNY ANNY ANNYA Zalizar, MS, Drh. Lili; Hendraningsih, MP, Ir. Listiari; M.Si, Ir. Suyatno,
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.236 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.913

Abstract

Kegiatan dilaksanakan di 5 desa dan 2 tempat pemotongan ayam di KabupatenMalang. Kegiatan ini meliputi penyuluhan baik secara individual dan komunal,pengamatan pengobatan pada ayam yang terinfeksi dan monitoring.Jenis ayam yang diamati terdiri dari beberapa ayam buras yaitu: ayam jawa,arab, kate, kedu dan Bangkok dengan jumlah 488 ekor.Respon peternak terhadap penyuluhan cukup baik, karena merupakan informasibaru dan juga obat yang dibutuhkan murah.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa angka prevalensi oksispiruriasis diKabupaten Malang adalah 4,71 % (23 dari 488 ekor ayam). Prevalensi tertinggiterjadi pada ayam jawa 95,65 % (22 dari 23 ekor ayam), dan pada umur 3-12 bulan95,65 % (22 dari 23 ekor ayam).Rendahnya nilai prevalensi oksispiruriasis di Kabupaten Malang erat kaitannyadengan sanitasi kandang yang sudah baik dan pengamatan pada musim kemarau.
PENINGKA PENINGKATAN AN PRODUKSI BIBIT AYAM AM LURIK MELALUI PENERAP PENERAPAN AN INSEMINASI BUA BUATAN M.Si, Ir. Suyatno,
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.979 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.919

Abstract

Selama ini peternak pembibit ayam lurik belum mengetahui teknologi inseminasibuatan. Hal ini menyebabkan usaha yang dikelolah kurang efisien. Denganmenerapkan perkawinan alam, maka peternak harus menambah jumlah pejantanuntuk mempertahankan fertilitas telur yang tinggi. Peternak biasanya memeliharaayam jantan dan betina dengan rasio 1 : 4,5 sampai 1 : 5. Hal ini jelas tidak efisiendan mengalami pemborosan.Untuk itu perlu inofasi teknologi, khususnya yang terkait dengan efisiensidalam usaha pembibitan ayam. Salah teknologi yang mungkin dapat diterapkanadalah inseminasi buatan. Teknologi ini termasuk sederhana, karena hanya perlumemperbanyak latihan. Cara pelaksanaan mudah dipelajari, bahkan bagi peternakyang belum tahu sekalipun.Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan 2 peternak diwilayah Batu, yaituP. Suhadi (Pendem) dan P. Rusdiyanto (Kajang). Kedua peternak ini memangmemelihara ayam lurik untuk tujuan menghasilkan DOC yang akan dijual. Selamaini mereka menerapkan kawin alami pada ayamnya. Peternak ini selanjutnyadilatih IB dengan materi : manajemen pemeliharaan ayam lurik, manajemenReproduksi ayam lurik, teori IB dan praktek IB. Pelatihan dilaksanakan selama 4bulan efektif dengan metode ceramah, demo dan praktek langsung (Learning bydoing). Pemberian materi yang bersifat teori dilakukan dengan metode ceramahinformal. Peternak sebelumnya diberi modul untuk dipelajari sebelumnya. Teoriyang diberikan ini diharapkan memberi bekal sebelum melakukan praktek IB.Khusus untuk materi inseminasi buatan dilakukan dengan urutan sebagai berikut:pembekalan teori, demo oleh pelakasana, praktek langsung oleh peternak danmonitoring.Setelah mengikuti program ini, peternak memperoleh beberapa pengetahuanpenting yang berkaitan dengan usaha pembibitan ayam lurik. Beberapa pengetahuanyang diperoleh oleh peternak adalah : cara mengelolah (manajemen ) pemeliharaanayam lurik yang benar, cara meningkatkan fertilitas dan daya tetas telur sertameningkatkan jumlah DOC hidup hingga siap jual, Pengetahuan tentang inseminasibuatan, serta ketrampilan melakukan inseminasi buatan pada ayam. Sebelummengikuti program, peternak tidak tahu dan tidak mampu melaksanakan inseminasibuatan pada ayam. Tetapi setelah dilakukan pelatihan, peternak akhirnya mampumendapatkan pengetahuan dan sekaligus mampu melaksanakan inseminasi buatanpada ayam. Tahap yang paling sulit dalam melaksanakan inseminsi buatan menurutpeternak adalah cara mengeluarkan semen ayam jantan. Kesulitan kedua yangdirasakan peternak adalah memasukkan semen kedalam saluran reproduksi ayambetina. Melalui latihan yang terus – menerus, akhirnya sekarang peternak mampumelakukan inseminasi buatan dengan baik. Peternak memang belum dapatmenerapkan langsung diusahanya, tetapi setidaknya mereka akan menerapkaninseminasi buatan ayam ini pada waktu yang akan datang setelah merka mampumengerjakan ide dengan sempurna.Kesimpulan yang diperoleh dari program ini adalah bahwa peternak terbuka danmau menerima masukan teknologi untuk meningkatkan efisiensi usaha ayamluriknya. Peternak juga berhasil memperoleh pengetahuan baru, baik yang terkaitdengan inseminasi buatan maupun pengetahuan dasar lain yang terkait denganpengelolaan usaha pembibitan ayam lurik. Oleh karena peternak belum menerapkanteknologi IB, maka kami sarankan agar peternak segera menerapkan teknologiinseminasi buatan yang diperolehnya untuk meningkatkan efisiensi usaha.
MAGANG KEWIRAUSAHAAN P PADA ADA INDUSTRI PENGOLAHAN T TANAMAN ANAMAN OBA OBAT/ T/ EMPON-EMPON MP,, Ir. Warkoyo,; SP, Ety Setyaningsih,
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.47 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.908

Abstract

baku segar, di antaranya adalah kunyit, jahe, kencur, empon-empon, pandan wangidan sujij serta gula putih. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk wirausahadengan mahasiswa sebagai target groupnya, yaitu mahasiwa dari jurusan TeknologiHasil Pertanian.Adapun tujuan program adalah memberi bekal kepada mahasiswa sebagaicalon Pengusaha untuk menguasai wirausaha sejak penyedian bahan baku, prosesproduksi, pemasaran sampai pemantauan tingkat preferensi konsumen. Dengandemikian ada luaran kegiatan dimana mahasiswa dapat memahami berbagai aspekyang penting selama proses produksi sampai pemasarannya. Dari program ini adaindikator pencapaian tujuan yang dapat dipantau, yaitu 60% mahasiswa dapatmengikuti kegiatan dan Dosen pembimbing dapat berperan sebagai motivator danpengarah untuk kegiatan.Hasil yang didapat dari program Magang Kewirauahaan sebagai berikut :1. Produk yang dihasilkan baik berupa mahasiswa sebagai calon Pengusahasudah cukup terampil dan menguasai sekali dalam hal proses pembuatannya,walaupun dalam hal pemasaran produknya sebagian mahasiwa masih ada yangkurang menguasai pasar.2. Mahasiswa mendapat manfaat selama mengikuti kegiatan diantaranya lebihmengerti cara pembuatan produk, menerapkan ilmu pemasaran, belajarpengadaan atau penyediaan bahan baku dari lapangan, mendapat tantangandalam inovasi proses pengolahan yang baik, benar dan higienis dari dayaterima konsumen terhadap produk komersial, berkreasi untuyk membuat produksejenis.3. Proses kegiatan pembuatan produk pengolahan tanaman obat atau emponempondimulai dari pra proses yaitu penyediaan bahan baku, pada saat prosespembuatan dan pasca proses yaitu pengemasan, pemasaran dan tinjauantentang preferensi konsumen.4. Kegiatan ini memberikan output atau luaran kegiatan dimana para mahasiswadapat menjadi pengusaha yang memahami berbagai aspek sejak hulu sampaihillir yaitu persiapan bahan baku, selama proses produksi sampai pengemasandan mengetahui seluk- beluk jalur pemasaran dan juga pemantauan ke konsumenmenyangkut cita rasa dan preferensi konsumen.5. Indikator pencapaian tujuan menunjukkan, bahwa walaupun belum seluruhmahasiswa peserta kegiatan dapat menjadi pengusaha, tetapi jiwa wirausahadapat dibekali pada waktu kegiatan ini berlangsung. Dosen pembimbing mengembangkan jiwa wirausaha kepada mahasiswa lain melalui penelitiandan kuliah Pengembangan Produk. Sedangkan bagi IKM, mendapatkanmasukan-masukan untuk perbaikan.6. Perlunya penggantian beberapa alat untuk proses produksi supaya hasilnyalebih maksimal dan efisien, diantaranya dengan spray dryer, drum dryer dandianjurkan operasi vakum.
PEMBUA PEMBUATAN AN PREP PREPARA ARA ARAT SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN P PADA ADA BIDANG STUDI BIOLOGI Holil, Kholifah; M.Kes,, Drs. Ainur Rofieq,; ,M.Kes, Dra. Sri Wahyuni
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.188 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.924

Abstract

Fungsi preparat dalam bidang studi biologi di SD, SMP dan SMU sangatpenting untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman langsung perihal tubuhatau bagian organ tertentu pada hewan maupun tumbuhan. Contoh sederhanamisalnya; ketika guru menjelaskan bahwa jaringan darah tersusun atas sel darahmerah dan berbagai sel darah putih. Kalau hanya dengan menjelaskan saja, berartiguru mengajak siswa berpikir abstrak tentang jaringan darah. Hasil pembelajaranini tidak memberikan pengalaman langsung sehingga siswa mudah lupa dan mungkinsekali terjadi akumulasi konsep yang berbeda-beda tentang jaringan darah.Semestinya guru dengan bantuan mikroskop dapat menunjukkan preparat jaringandarah dengan menunjukkan sel-sel darah yang terlihat. Dengan cara ini merekapunya pengalaman langsung dan memiliki konsep yang sama tentang komponenjaringan darah.Dasar pertimbangan dan alasan-alasan itulah yang menjadi landasan awal bagimunculnya gagasan pembuatan preparat organisme untuk bidang studi biologi.Alasan lain yang mendukung gagasan adalah adanya alat seksi jaringan (mikrotom)didalam Laboratorium Biologi UMM yang hanya dimanfaatkan untuk keperluanpraktikum reguler.
KULIAH KEWIRAUSAHAAN MP., Ir. Damat,
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.248 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.904

Abstract

Kuliah kewirausahaan merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangkamenumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa. Melalui kegiatankuliah kewirausahaan tersebut diharapkan akan dapat memberikan informasiaktual tentang dunia bisnis kepada mahasiswa dan sekaligus dapat memberikanmotivasi kepada para mahasiswa agar tertarik untuk merintis usaha. Dorongan danarahan agar para mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan semakin mendesakuntuk dilakukan mengingat dari tahun-ketahun jumlah pengangguran terdidik(sarjana) semakin meningkat. Sementara itu disisi lain masih terbuka cukup lebaruntuk berwirausaha.Secara umum kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkanmahasiswa dan alumni yang mampu menjadi wirausahawan-wirausahawan baruyang handal dan mampu mengembangkan rintisan usaha-rintisan usaha yangsudah dimiliki para mahasiswa. Sedangkan tujuan khusus dari kegiatan kuliahkewirausahaan ini adalah sebagai berikut :1. Meningkatkan pemahaman teoritis dan empiris tentang kewirausahaandikalangan mahasiswa maupun alumni agar mampu menjadi wirausahawanyang berwawasan jauh kedepan yang berbasis pada ilmu yang diperolehnya.2. Meningkat pemahaman manajemen, memperkenalkan cara melakukan aksesinformasi,, akses teknologi, cara pembentukan jaringan kemitraan usaha danakses pendukung lainnya, serta etika bisnis bagi mahasiswa dan alumni agarlebih siap dalam merintis maupun mengembangkan usahanya.3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para mahasiswa dalampenyusunan rencana bisnis ( business plan) yang realistis yang memungkinkanuntuk direalisasikan dalam mengembangkan dan atau merintis usahanya.Luaran dari kegiatan kuliah kewirausahaan ini untuk memberikan pengetahuanpraktis tentang kewirausahaan dan pengalihan pengalaman berwirausaha,sebagai bekal dan aktivitas awal bagi mahasiswa yang berminat menjadiwirausahawan-wirausahawan baru.
PENINGKA PENINGKATAN AN KUALIT KUALITAS AS P PAKAN AKAN JANGKERIK DENGAN SISTEM EKSTRUKSI Widodo,, Wahyu; Sutanto, Adi
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.05 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.914

Abstract

Peternakan jangkrik di Desa Mulyo Agung Kabupaten Malang berkembang pesatmenjadi 20 peternak ini dikarenakan modal awal yang murah yaitu Rp. 55.000,-dengan perincian pembelian bibit (telur) satu sendok (2.000 butir) dan pakan sampaipanen sebesar Rp. 15.000,- dan investasi kandang Rp. 40.000,-. Sementara hasilpanen pemeliharaan jangkrik clondo selama 45 – 50 hari memperoleh hasil Rp. 45,-- Rp. 50,- per clondo.Tujuan dari kegiatan ini memberikan rekayasa teknologi berupa penerapansistem ekstruksi dalam penanganan pemanasan biji-bijian, bungkil-bungkilan, limbahpertanian, peternakan dan industri sebagai bahan baku konsentrat berkualitas tinggiyang berguna untuk pertumbuhan dan umur panen clondo.Kegiatan yang dilakukan adalah membuat konsentrat dari bahan baku konsentratdengan sistem ekstruksi. Alat yang digunakan adalah oven yang mempunyai alatpengatur suhu. Bahan baku dimasukkan oven dengan suhu 120 0 C selama 20 detiklalu dikeluarkan, kemudian digiling dan dicampur menjadi konsentrat. Sebagaitempat percontohan dan uji coba adalah jangkrik milik Bapak Dahlan Musa.Evaluasi dilakukan dengan melihat umur panen setelah diberi pakan yang sudahdiolah dengan sistem ekstruksi, dan pada umur 45 – 50 hari dipanen pada waktumenjadi clondo yaitu jangkrik yang belum punya sayap yang keras sehingga dapatmengerik. Diharapkan panen dapt dipercepat sampai dengan umur 30 – 38 hari.Peningkatan kualitas pakan metode ekstruksi dapat meningkatkan bobot badanjangkrik. Kualitas pakan dengan sistem ini belum tepat diberikan pada jangkrik umurlebih 20 hari. Sistem ini berdampak positif pada jangkrik sampai pada umur 20 hariyang meliputi efisiensi penggunaan pakan tinggi (konsumsi rendah) dan konversipakan yang rendah.
PENGOLAHAN P PASCA ASCA PANEN ANEN SUSU MENJADI YOGURT Di PERUSAHAAN SAPI PERAH “MUL MULYA JA JATI” Widodo, MS.,, Dr. Ir. Wahyu; Laily K., Ir. Ikip
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.445 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.920

Abstract

Produksi susu merupakan bahan minuman yang tidak awet dan hanya bertahanmaksimal satu hari sehingga apabila ada kelebihan yang tidak terjual akan tebuang,akibatnya kelebihan tersebut dijual murah ke KUD Pacet atau disimpan dan dijualmurah keesokannya. Sementara itu Perusahaan sapi perah “Mulya Jati” belummempunyai pengetahuan dan teknologi pasca panen susu, maka dijalinlah kerjasamadengan Pusat Pengembangan Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malanguntuk mengatasi permasalahan yang ada, yaitu Perusahaan mempunyai produksusu dan Pusat Bioteknologi mempunyai teknologi pasca panen susu menjadiyogurt.Yogurt merupakan hasil fermentasi dari susu. Pengolahan susu menjadi yogurtdapat memperlama masa pemasaran sehingga dapat meningkatkan nilai jual.Khalayak sasaran adalah pemilik dan karyawan “Mulya Jati” serta masyarakatdesa Tropodo.Tujuan dari program ini 1) mengatasi kelebihan produksi susu yang tidakterjual, 2) pembuatan yogurt dapat meningkatkan waktu pemasaran, 3) meningkatkankualitas kandungan zat makanan susu sehingga akan menjadi bahan makanan yangbaik bagi manusia 4) dapat menambah pendapatan peternak.Langkah yang dilakukan 1) melakukan penelitian awal untuk memperolehstarter unggul yang diperoleh dari Universitas Gadjah Mada yang terdiri daristarter Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus serta hasil inokulasisendiri di laboratorium bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malang yangterdiri dari starter Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Starteryang unggul digunakan untuk mengetahui seberapa besar starter tersebut dapatdiandalkan untuk diimplementasikan pada masyarakat, 2) pelatihan, penyuluhandan pendampingan, 3) mulai proses produksi yogurt yang layak untuk dipasarkan.Kesimpulan setelah melaksanakan kegiatan program a.l. Perusahaan Sapi Perah“Mulya Jati” telah dapat melaksakan pengolahan pasca panen susu menjadi yogurtyang layak untuk dipasarkan dan dapat ditindaklanjuti menjadi industri rumahtangga yang dikoordinasi oleh PKK Desa Tropodo Kecamatan Krian KabupatenSidoarjo dan dibiayai oleh pemilik Perusahaan sapi perah “Mulya Jati” Bpk. H.Umar Amin. Namun demikian proses pendampingan perlu dilakukan terus krenamsih adanya kecenderungan langsung menjual susu segar daripada mengolahkembali susu tersebut biarpun mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi.
PEMBENTUKAN WIRAUSAHA LIDAH BUAYA INSTANT BAGI MAHASISWA Sawitri, Yuniar; Harini, Noor; ., Warkoyo
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.736 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.925

Abstract

Pembuatan lidah buaya instant menggunakan bahan baku lidah buaya segar, pandan wangi dan suji serta gula putih. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk wirausaha dengan mahasiswa dari berbagai jurusan sebagai target grupnya, yaitu mahasiswa dari jurusan teknologi hasil pertanian, agronomi, dan agribisnis.    Adapun tujuan program adalah memberi bekal kepada mahasiswa sebagai calon pengusaha untuk menguasai wirausaha sejak penyediaan bahan baku, proses produksi, pemasaran sampai pematauan tingkat preferensi konsumen. Dengan demikian ada luaran kegiatan dimana mahasiswa dapat memahami berbagai aspek yang penting selama proses produksi sampai pemasarannya. Dari program ini ada indikator pencapaian tujuan yang dapat dipantau, yaitu 60% mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dan Dosen pembimbing dapat berperan sebagai motivator dan pengarah untuk kegiatan tersebut.    Kegiatan ini memberikan output para mahasiswa dapat menjadi pengusaha yang memahami berbagai aspek sejak hulu sampai hilir yaitu persiapan bahan baku, selama proses produksi sampai pengemasan dan mengetahui seluk beluk jalur pemasaran dan juga pemantauan konsumen menyangkut cita rasa dan preferensi konsumen. Persiapan bahan baku dilakukan dengan baik oleh mahasiswa dari Jurusan Agronomi, Agribisnis. Demikian pula mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian serta jalur pemasaran oleh mahasiswa Jurusan Agribisnis. Sedangkan untuk mengetahui tingkat kesukaan / preferensi konsumen oleh mahasiswa lintas jurusan.

Page 2 of 3 | Total Record : 23