cover
Contact Name
Mohammad Syaikhul Ulum
Contact Email
ulum2014@gmail.com
Phone
+6282257501449
Journal Mail Official
ulum2014@gmail.com
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dedikasi
ISSN : 16933214     EISSN : 27210111     DOI : 10.22219
Dedikasi adalah jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh Direktorat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas MUhammadiyah Malang. Jurnal dengan tulisan ilmiah populer ini dimaksudkan sebagai media informasi, komunikasi dan sosialisasi hasil-hasil pengabdian masyarakat sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang dan pihak lain. Redaksi menerima tulisan yang berkaitan dengan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, ide-ide yang berkaitan dengan itu, bersifat interdisipliner atau ide-ide kreatif lainnya yang bersifat konstruktif.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 493 Documents
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN LABORATORIUM UNTUK MENUNJANG PELAKSANAAN BAGI GURU IPA BIOLOGI SMP MUHAMMADIYAH 1 MALANG Drs. Atok Miftachul Hudha, M. Kes Editor; Husamah, S.Pd; Drs. Samsun Hadi, M.Pd
Jurnal Dedikasi Vol. 8 (2011): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v8i0.690

Abstract

Perangkat pembelajaran merupakan salah satu wujud persiapan yang dilakukan oleh gurusebelum mereka melakukan proses pembelajaran, termasuk di laboratorium. Meskipun telahjelas betapa pentingnya melakukan persiapan melalui pengembangan perangkat pembelajaran,masih banyak kendala yang dihadapi sekolah atau guru, salah satunya SMP Muhammadiyah 1Malang. Guru tidak sempat membuat rencana pembelajaran karena jam mengajar sangat padat.Hal ini terjadi karena guru biologi hanya 1 orang dan berarti harus mengajar semua kelas (9kelas). Sekolah tidak memiliki tenaga khusus untuk mengurus laboratorium, guru yang biasanyamembimbing praktik di Laboratorium dan sekaligus menjadi laboran. Berdasarkan observasidan wawancara dengan guru terungkap bahwa guru hanya melaksanakan kegiatan pengajarandengan menggunakan metode ceramah dan jarang melakukan praktikum di Laboratorium.Penggunaan metode ceramah mengakibatkan ide dan keterampilan psikomotor siswa sulitdisalurkan, sehingga kemampuan siswa tidak berkembang dan tujuan belajar yang dicapai kurangoptimal. Oleh karena itu maka secara terperinci tujuan dari pengabdian ini adalah sebagai berikut:1) Mendeskripsikan pembelajaran IPA biologi di SMP Muhammadiyah 1 Malang yang dilakukanselama ini; 2) Memberikan pendampingan sehingga guru IPA Biologi dapat mengembangkanperangkat pembelajaran laboratorium.Berdasarkan rancangan realisasi pemecahan masalah pada kegiatan pendampinganpengembangan perangkat pembelajaran laboratorium ini, maka berikut diuraikan metode yangdigunakan adalah: 1) Pelatihan dan praktek pembuatan perangkat pembelajaran laboratorium; 2)Pelatihan dan praktek pembuatan berbagai preparat awetan biologi (media pembelajaran), teknikpengamatan dan teknik penggunaan alat-alat terkait; 3) Pendampingan pembuatan perangkatpembelajaran laboratorium; 4) Pendampingan pembuatan awetan biologi; 5) Praktik Pembelajarandi Laboratorium (Open Lesson Praktikum).Gambaran atau realita pembelajaran IPA biologi di SMP Muhammadiyah 1 Malang yangdilakukan selama ini adalah guru mengajar dengan menggunakan metode ceramah dan jarangmelakukan praktikum di Laboratorium. Permasalahan utama yang dihadapi guru adalah tidakdapat membuat perangkat pembelajaran secara maksimal sesuai tuntutan KTSP. Guru hanyamembuat perangkat pembelajaran sebagai dokumen pelengkap tidak digunakan dengansesungguhnya, tidak menjadi patokan atau acuan yang benar-benar menjadi pemandu dalampelaksanaan pembelajaran.Kegiatan pendampingan yang dilakukan memberikan hasil yang positif karena guru IPABiologi SMP Muhammadiyah 1 Malang dapat mengembangkan perangkat pembelajaranlaboratorium dan bahkan telah mempraktekkannya dalam kegiatan pembelajaran riil (praktikum
PENDAMPINGAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU DAN PENANGANAN PASCA PANEN KAKAO PADA KELOMPOK TANI KAKAO DESA MENTARAMAN KECAMATAN DONOMULYO KABUPATEN MALANG Ir. Dian Indratmi, MP Editor; Ir. Mochamad Chanan, MP Chanan, MP
Jurnal Dedikasi Vol. 8 (2011): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v8i0.691

Abstract

penghasil kakao yang potensial. Sebagian besar lahan petani ditanami pohon kakao, tetapipengusahaan agribisnis kakao masih bersifat konvensional sehingga produktifitas dan mutunyabelum maksimal. Salah satu kendala budidaya kakao di Desa Mentaraman adalah adanya seranganhama yang mengakibatkan merosotnya produksi kakao baik kualitas maupun kuantitas. Jenishama yang banyak menyerang tanaman kakao adalah hama penggerek buah, penggerek batang/cabang, serta pengisap buah Helopeltis sp. Kendala lain agribisnis kakao di Desa Mentaramanadalah petani kakao belum menerapkan teknologi pasca panen yang standart. Biji kakao yangdipanen langsung dijual ke tengkulak tanpa dilakukan pengolahan lebih lanjut (difermentasi dahulu),sehingga harganya murah. Pengendalian kimiawi yang selama ini umum dilakukan oleh petaniuntuk mengatasi permasalahan hama seringkali memerlukan biaya yang tinggi dengan hasil kadangkadangbelum memuaskan. Untuk mengurangi intensitas penggunaan pestisida, metodeperlindungan tanaman yang lebih lestari dan aman perlu dikembagkan. Pendekatan secara terpadudengan menggabungkan beberapa metode pengendalian, termasuk pengendalian hayati sangatdianjurkan guna mencapai efektifitas yang lebih tinggi.Permasalahan yang dialami mitra petani kakao di Desa Mentaraman Kecamatan DonomulyoMalang adalah menurunnya produksi kakao akibat serangan hama yang semakin lama semakinmarak dan beragam jenisnya, usaha pengendalian hama yang dilakukan mitra petani kakao masihala kadarnya karena terbatasnya dana dan mahalnya pestisida terutama untuk kebun yang luas,kurangnya pengetahuan dalam teknik pengendalian hama selain penggunaan pestisida sintetik.Sementara petani memerlukan biaya yang besar guna membeli pestisida, hasil biji kakao masihdihargai murah karena petani kakao belum melakukan pengolahan biji kakao lebih lanjut yangdapat meningkatkan mutu dan harga jual biji kakao.
PENINGKATAN KUALITAS DAN KETERSEDIAAN PAKAN UNTUK MENGATASI KESULITAN DI MUSIM KEMARAU PADA KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH Dr. Drh. Lili Zailzar, MS; Prof. Dr. Sujono, M.Kes.; Ir. Suyatno, M.Si.; Ir. Ahmad Yani, M.P.
Jurnal Dedikasi Vol. 8 (2011): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v8i0.692

Abstract

Desa Waturejo merupakan salah satu desa di kecamatan Ngantang yang penduduknyamayoritas bermata pencaharian peternak sapi. Jumlah sapi perah di desa Waturejo saat inisekitar 1.670 ekor yang tersebar di 3 dusun di Desa Waturejo ((Data Potensi Desa Waturejo,2009). Jumlah ternak tersebut tidak didukung oleh jumlah lahan hijauan yang memadai.Keterbatasan pakan hijauan semakin parah bila musim kemarau tiba, disamping itu harga hijauansemakin mahal berdampak pada menurunnya tingkat produksi susu per ekor yang berakhirpada menurunnya tingkat pendapatan peternak.Pengawetan pakan melalui teknologi tepat guna merupakan salah satu solusi cerdas mengatasipersoalan keterbatasan pakan. Pengawetan pakan dapat dilakukan dengan mudah, menyenangkan,aman dan menguntungkan selama memenuhi syarat tahapan yang disyaratkan guna mencapaitujuan dari pengawetan itu sendiri. Hijauan sebagai pakan ternak semakin hari semakin sulitterlebih saat musim kemarau panjang, maka potensi yang besar dari jerami padi merupakanalternatif mengatasi persoalan tersebut.Kegiatan ini dilaksakanakan selama 6 bulan sedangkan kelompok sasaran yaitu 45 orangpeternak yang dibagi dalam 3 kelompok dan setiap kelompok berjumlah 15 anggota dengankepemilikan lebih dari 60 ekor induk tiap kelompok dan 5 orang Pengurus Koperasi SumberMakmur sebagai Mitra strategis dalam pelaksanaan kegiatan alih teknologi pengolahan pakan.Untuk pemecahan permasalahan yang dihadapi kelompok peternak sapi perah maka menggunakanmetode sebagai berikut : 1) Metode Ceramah dan Diskusi; 2) Metode Demonstrasi; 3) MetodePendampingan.Pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan peningkatan kualitas pakan melalui metode amoniasidan silase telah memberikan pengetahuan dan ketrampilan untuk dilaksanakan secara berkelanjutanoleh 3 kelompok peternak sapi perah di desa Waturejo. Pengurus Koperasi Sumber Makmurberharap agar Tim Pengabdian UMM dapat melakukan kegiatan pendampingan secaraberkelanjutan pada semua wilayah desa di Kecamatan Ngantang. Anggota kelompok peternaksapi perah Desa Waturejo sangat sadar bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak ekonomiterhadap pendapatan peternak sehingga terbangun motivasi tinggi untuk meneruskan kegiatanusaha sapi perah sebagai tumpuan pendapatan yang menjanjikan.
PELATIHAN BISNIS MINUMAN SUPLEMEN KESEHATAN DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH MALANG Dra. Lilik Yusetyani, Apt, SP. FRS; Drs. Ahmad Inoni, Apt; Ahmad Shobrun Jamil, S.Si, MP; Dra. Uswatun Chasanah, Apt.; Ahyana Fitrian, S.Farm. Apt
Jurnal Dedikasi Vol. 8 (2011): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v8i0.693

Abstract

Panti Asuhan Muhammadiyah Malang (PAM) adalah salah satu amal usaha organisasiMuhammadiyah yang berfungsi sebagai lembaga penyantunan dan pembinaan anak-anak yatimpiatu dan terlantar. Permasalahan utama yang dihadapi mitra saat ini adalah minimnya kecakapan/keahlian teknis pada anak asuh yang segera akan habis masa santunannya. Berawal dari kesadaranbahwa anak asuh memerlukan keahlian untuk dapat mandiri selepas dari masa santunan di pantiasuhan, maka diperlukan usaha penunjang untuk memberikan pembekalan keahlian khusus padamereka.Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menambah kemampuan anak asuh di PAM Malangdalam bidang produksi minuman instan suplemen kesehatan dengan harapan bahwa kemampuanyang dimiliki tersebut bermanfaat sebagai bekal mereka berwirausaha setelah selesai masasantunan di Panti Asuhan. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu :Pelatihan produksidalam skala industri kecil, pendampingan dan pengawasan. Hasilnya telah berhasil dibentuklima kelompok anak asuh yang berkolaborasi dalam produksi dan pemasaran produk minumaninstan herbal berkhasiat yang telah dikemas dan diberi label yang mendukung kelancaranpemasaran
PENERAPAN PERALATAN BOX MODUL(OTOMATIS& KOMBINASI ) PEMUTUS DAN PENGHUBUNG LAMPU PENERANGAN JALAN DESA Ir. Nur Kasan,MT; Dr.Ir. Ermanu A.H.,MT; Ir. Andy Saiful, MT; Rahma Fitri A.ST
Jurnal Dedikasi Vol. 8 (2011): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v8i0.694

Abstract

Pelatihan dan penerapan teknologi untuk kepentingan masyarakat dengan memanfaatkanrancangan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat pedesaan dengan modul yang akanditerapkan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Tim telah memilih salahsatu lokasi desa yang jauh dari perkotaan dengan sistem jaringan listrik telah tersedia khususnyadari PLN.Modul kontrol penerangan yang diterapkan dengan pertimbangan faktor-faktor : praktis,efisien, biaya terjangkau, bila trouble tidak sulit untuk perbaikannya dan tidak perlu menguasaiteknik instalasi listrik yang lebih tinggi; cukup dasar-dasar instalasi kelistrikan tetapi sesui denganstandart peraturan kelistrikan di Indonesia.Pada kegiatan pengabdian ini dengan mempertimbangkan desain instalasi yang praktismemenuhi standart kelistrikan dan dari hasil kegiatan penerapan modul di Desa GenukwatuKecamatan Ngoro diharapkan dapat dikembangkan dan dapat ditiru oleh masyarakat desatetangga sehingga nantinya dapat diharapkan menunjang pengembangan kegiatan di pedesaandibandingkan kondisi sebelum tim melaksanakan kegiatan penerapan di lapangan.Hasil penerapan yang dilaksanakan oleh tim Jurusan Teknik Elektro diharapkan dapattumbuh kegiatan usaha warga di malam hari, khususnya balai desa sebagai tempat sentra kegiatanpertemuan dan koordinasi di waktu malam hari. Tim telah memberikan pelatihan lapang padawarga dengan melakukan penerapan pemasangan langsung di tempat-tempat tertentu sebagaititik lokasi contoh dan juga tim telah memilih materi bahan yang mudah didapat dipasaranwilayah Kecamatan Ngoro ataupun Kota Jombang dengan biaya relatif rendah. Dari hasilpengabdian diharapkan masyarakat dapat memilih modul–modul alternatif yang diterapkan untukdipilih oleh warga, dengan mempertimbangkan kemampuan biaya yang ditanggung wargasekitarnya.
Pengantar & Daftar Isi DEDIKASI Vol.8 Mei 2011 Pengantar & Daftar Isi Editor
Jurnal Dedikasi Vol. 8 (2011): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v8i0.695

Abstract

Kata PengantarDaftar Isi1. Pendampingan Pengelolaan Lingkungan HidupBerbasis Pada Mata Pelajaran Muatan Lokaldi SDN Dinoyo 2 Kota Malag .................................................................... 1 - 82. Pendampingan Kelompok Tani Budidaya Ikan “Mina Indah”Desa Bangoan Kecamatan KedungwaruKabupaten Tulungagung ....................................................................... 9 - 143. Peningkatan Kualitas dan Ketersediaan PakanUntuk Mengatasi Kesulitan di Musim KemarauPada Kelompok Peternak Sapi Perah ................................................ 15 - 284. Peningkatan Kemandirian Santri dan Pondok PesantrenNurul Falah Muhammadiyah Melalui PenerapanPengelolaan Usaha Teknologi Pertanian ........................................... 29 - 365. Penerapan Peralatan Box Modul (Otomatis dan Kombinasi)Pemutus dan Penghubung Lampu Penerangan Jalan Desa ............ 37 - 426. Pendampingan Pengembangan Perangkat PembelajaranLaboratorium Untuk Menunjang Pelaksanaan KTSPbagi Guru IPA Biologi SMP Muhammadiyah 1 Malang ................. 43 - 517. Pelatihan Bisnis Minuman Suplemen Kesehatandi Panti Asuhan Muhammadiyah Malang ........................................ 52 - 588. Pemberdayaan Masyarakat MelaluiBudidaya Belut di Perkotaan .................................................................... 59 - 679. Pendampingan Pengendalian Hama Terpadudan Penanganan Pasca Panen Kakaopada Kelompok Tani Kakao Desa MentaramanKecamatan Donomulyo Kabupaten Malang ...................................... 68 - 7310. Peningkatan Jalan pada Areal Pertanian Guna MeningkatkanPerekonomian Masyarakat di Desa DonowarihKecamatan Karangploso ...................................................................... 74 - 81
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA BELUT DI PERKOTAAN Rahmad Pulung Sudibyo, SP.MP Editor
Jurnal Dedikasi Vol. 8 (2011): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v8i0.696

Abstract

Budidaya belut merupakan alternatif yang positif untuk mensejahterakan masyarakat danekosistem dapat terjaga dengan baik sehingga belut tidak mengalami kepunahan. Kegiatan inimampu memberikan pemahaman arti pentingnya lingkungan terutama pemuliaan belut agar tidakpunah dan pemahaman terhadap pembangunan yang berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untukmeningkatkan ketrampilan masyarakat dan diharapkan terjadi transfer teknologi tepat guna dalampengolahan hasil produksinya. Metode yang digunakan adalah action research dengan memberikanbekal ketrampilan dan perintisan usaha sebagai modal dalam melakukan usaha.Hasil dan implikasi kegiatan adalah : 1. Peserta telah menguasai teknik budidaya belut; 2.Pengolahan belut seperti belut goreng, kripik belut dan snak belut; 3. Peserta telah mempunyairintisan usaha baik dalam bentuk budidaya belut maupun usaha pengolahan belut.Dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan : 1. Pemberdayaan masyarakat melalui budidayabelut perlu dilakukan pendampingan secara teknik maupun kelembagaan agar dapat berkembangdinamis dan mampu meningkatkan nilai tawar dengan pihak luar dan berkelanjutan; 2. Keberhasilananggota kelompok dengan menguasai teknik budidaya belut hingga pemasaran hasil ternak belutmerupakan indikator terhadap kemampuan anggota dalam budidaya belut; 3. Pengembangankemampuan budidaya belut perlu diberikan pendampingan terutama berkaitan dengan permasalahanaktual yang tidak dikuasai oleh peternak.
Daftar Isi Dedikasi Vol.6, Mei 2009 Daftar Isi
Jurnal Dedikasi Vol. 6 (2009): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v6i0.774

Abstract

IPTEK1. Penerapan Manajemen Usaha Dan Teknologi Lepas Panen DalamMembangun Agribisnis Hulu-Hilir Pisang Di Kabupaten LumajangIstis Baroh, Bambang Yudi A .................................................................... 1-152. Pelatihan Penulisan Cerita Anak Bagi Guru TK ABA Se-Kota MalangSugiarti, Supriyadi ...................................................................................... 17-243. Penerapan Teknologi OOPic Dan Sensor Untuk Mempercepat ProsesPerbaikan Velg Pada Kendaraan Bermotor Roda Dua (Studi KasusPada Usaha Perbaikan velg di Kotamadya Malang)Machmud Effendy, Zulfatman .................................................................... 25-324. Pendampingan Penerapan Teknologi Tepat Guna Pada IndustriRumah Tangga Pembuatan Cobek Dari Pohon Kelapa Di Desa Betet– Ngronggot – NganjukAli Mokhtar .................................................................................................. 33-39KWU5. Pengembangan Budaya Kewirausahaan Di Perguruan TinggiSri Wibawani WA, Nazarudin Malik, Harpowo ...................................... 41-51MKU6. Magang Kewirausahaan Pada Usaha Pembenihan Dan BudidayaIkan Hias Untuk Memantapkan Jiwa Wirausaha MahasiswaHany Handajani, Sujono, Tri Makmun Arifin .......................................... 53-64INWUB7. Inkubator Wirausaha Baru Agribisnis PerunggasanDi Universitas Muhammadiyah MalangWahyu Widodo, Suyatno, Ahmad Yani, Adi Sutanto ............................... 65-76u-UJI8. Produksi Apel Organik, Biopestisida Dan Mikroba DekomposerHenik Sukorini, Warkoyo ............................................................................ 77-90POSDA POSDAYA9. Pendampingan Pengembangan Sumberdaya Manusia Dan PosdayaDi Kota BatuMasduki ........................................................................................................ 91-106PPM10. Pelatihan Manajemen Stres Pada Guru Playgruop Dan TamanKanak-KanakTri Muji Ingarianti ........................................................................... 107-11611. Perintisan dan Pengembangan Pimpinan Ranting Muhammadiyah(PRM) Desa Petungsewu Kecamatan Wagir Kabupaten MalangDrs. M. Syahri, M. Si ....................................................................... 117-128
PENERAPAN AN MANAJEMEN USAHA DAN TEKNOLOGI LEP LEPAS AS PANEN ANEN DALAM MEMBANGUN AGRIBISNIS HULU-HILIR PISANG DI KABUP KABUPATEN TEN LUMAJANG Istis Baroh
Jurnal Dedikasi Vol. 6 (2009): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v6i0.775

Abstract

Kabupaten Lumajang terkenal sebagai daerah penghasil pisang. Berbagai jenispisang dihasilkan dan dipasarkan ke luar daerah. Pisang dipasarkan dalam bentuksegar dan olahan pisang terutama kripik pisang. Produk olahan lainnya seperti salepisang juga dihasilkan namun tidak sebanyak kripik pisang.Persoalan di lapang adalah jika produksi melimpah namun pisang segarkurang terserap pasar maka harga jatuh, terutama pada jenis pisang yang kurangenak dikonsumsi segar seperti pisang ‘Embuk’. Jenis pisang ‘Agung’ pada saatproduksi banyak juga harga murah namun masih cukup menguntungkan petani.Solusi masalah ini harus ada keseimbangan antara produksi hulu dengan produksiolahan pisang di hilir. Pada saat produksi pisang banyak maka industri hilir jugaperlu mempercepat proses pengolahan pisang agar awet dan dapat dipasarkandalam waktu yang relatif lama.Berdasarkan uraian diatas, tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaankegiatan ini antara lain: Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pengelolaindustri kecil pisang dalam manajemen usaha, meningkatkan pengetahuan danketrampilan pembukuan usaha, sehingga petani (ditingkat hulu) maupun pengusahaagroindustri (ditingkat hilir) tidak dapat menilai kinerja usahanya dan tidak dapatmengakses peluang mendapatkan modal dari lembaga keuangan, meningkatkanpengetahuan dan ketrampilan teknik perencanaan pemasaran yang memilikiketerjangkauan yang luas, dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan teknikpengelolaan lepas panen yaitu dalam pengirisan, pencucian serta pengemasanproduk kripik pisang.Kegiatan tersebut diatas divaluasi dengan mengadakan cross chek data tentangpetani maupun pengusaha meliputi kebutuhan ketrampilan dan pengetahuan,kegiatan yang telah dilakukan, kebutuhan informasi, kebutuhan permodalan. Hasilevaluasi perencanaan akan ditindaklanjuti dengan menyusun materi modul. Evaluasipelaksanaan dilakukan melalui chek list dengan membandingkan daftar kegiatandengan pelaksanaannya serta membandingkan kesesuaian materi yang diberikandengan materi yang telah diserap oleh petani dan pengusaha. Evaluasi hasilkegiatan dilakukan dengan pemantauan dan perbandingan antara hasil yang telahdicapai dengan pemahaman yang seharusnya dicapai yang meliputi perencanaan,pembukuan, pengolahan buah pisang (pengirisan, pencucian, pengemasan) danpemasaran. Kata Kunci: Manajemen Usaha, Teknologi Lepas Panen, Agribisnis Pisang.
PELA PELATIHAN TIHAN PENULISAN CERIT CERITA ANAK BAGI GURU TK ABA Se-KOT KOTA MALANG Sugiarti .
Jurnal Dedikasi Vol. 6 (2009): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v6i0.776

Abstract

Secara keseluruhan tujuan kegiatan pelatihan untuk memberikan pemahamanserta ketrampilan yang memadai berkaitan dengan (1) proses kreatif dalam halmembangkitkan imajinasi guru TK ABA; (2) aspek-aspek dalam penciptaan ceritaanak; (3) menuliskan cerita anak pada akhir pelatihan . Ketrampilan ini lebih lanjutakan memotivasi guru TK untuk terus berproses dalam mengasah pengalamanimajinatif dalam menciptakan cerita sebagai aktivitas rekreatif, kreatif danproduktif.Adapun metode yang digunakan dalam penerapan Ipteks mencakup: (1) brainstormingantar guru, kemudian masing-masing diberi tugas untuk melakukanproses kontemplasi dan imajinasi; (2) ceramah, diskusi dan tanya jawab terkaitdengan pengetahuan dasar yang memadai dengan aspek-aspek yang harus dipenuhidalam penciptaan cerita anak (baik aspek instrinsik maupun aspek ekstrinsik); (3)penugasan guru diharapkan mampu menuliskan cerita anak dengan caramengeksplorasi segala sesuatu yang terkait dengan proses kreatif dan pemahamanaspek-aspek penciptaan cerita dalam bentuk ketrampilan produktif / naskah cerita(tulisan yang indah dan menarik pembaca).Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan bahwa guru TK ABA se- KotaMalang mampu melakukan proses kreatif dengan baik dan menghasilkan tulisandalam bentuk cerita anak. Dari tulisan tersebut akan dihimpun dalam bentukkumpulan cerita anak. Kata Kunci Kunci: proses kreatif, pengalaman imajinatif, cerita anak