cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+628123970292
Journal Mail Official
igel_journal@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Jalan Nusa Indah, Banjar Abiankapas Tengah, Denpasar, Bali, 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Igel: Journal of Dance
ISSN : -     EISSN : 28023245     DOI : https://doi.org/10.59997/journalofdance
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal IGEL : Journal Of Dance memiliki makna kolaboratif berbagai elemen serta usaha kerja keras dalam membangun ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni tari secara luas, baik dalam matra lokal, regional, nasional maupun global.
Articles 183 Documents
Penerapan Manajemen Dalam Penyelenggaraan Bali Performing Arts Meeting Oleh Mulawali Institute Ni Ketut Rita Sariani; I Ketut Sariada; Suminto
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 6 No 1 (2026): Jurnal IGEL: Journal Of Dance
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v6i1.6556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen oleh Mulawali Institute dalam penyelenggaraan Bali Performing Arts Meeting (B-PART) selama kegiatan magang/praktik kerja berdampak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesenjangan antara kemampuan artistik dan kemampuan manajerial mahasiswa seni pertunjukan. Mahasiswa seni cenderung lebih fokus pada aspek artistik dan mengesampingkan aspek manajerial, padahal kemampuan manajerial berperan penting dalam mendukung proses produksi seni pertunjukan yang supaya terstrukur. Metode yang digunakan adalah partisipasi aktif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Selama magang kurang lebih lima bulan, peneliti terlibat langsung dalam proses manajerial, khususnya pada divisi kesekretariatan, sehingga memperoleh pemahaman mendalam mengenai dinamika kerja, koordinasi, dan alur produksi yang ada di B-PART. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk manajemen penyelenggaraan B-PART dapat dilihat dari struktur organisasi yang jelas dengan penerapan model manajemen partisipatif dan pendekatan kolaboratif. Fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian diterapkan secara terpadu melalui pembagian tugas, komunikasi terbuka, monitoring, dan evaluasi kegiatan. Faktor pendukung meliputi solidaritas tim, pemanfaatan teknologi digital, dan jaringan komunitas seni, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu dan kompleksitas koordinasi lintas divisi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan kajian manajemen seni pertunjukan serta referensi praktis dalam penyelenggaraan kegiatan seni berskala profesional. Penelitian ini juga memeberikan dampak sosial, dampak ekonomi, dan dampak lingkungan Kata kunci : Manajemen seni pertunjukan, fungsi manajemen, Bali Performing Arts Meeting, Mulawali Institute
Penciptaan Karya Tari Ledak Manis Ida Ayu Larasathi Putri Yudistira; Ida Ayu Wayan Arya Satyani; Made Ayu Desiari
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 6 No 1 (2026): Jurnal IGEL: Journal Of Dance
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v6i1.6558

Abstract

Ledak Manis Dance Work is a contemporary dance piece inspired by the phenomenon of love bombing in romantic relationships, a form of emotional manipulation that is often perceived as normal but has serious psychological impacts on women. The creation of this work aims to present a medium of expression, reflection, and education through contemporary dance in order to reveal the phenomenon of love bombing, raise awareness of unhealthy relationship dynamics, and represent the process of recovery and self-awareness of women from emotional manipulation.The creative process employs the Angripta Sasolahan method, which consists of the stages of ngarencana (concept planning), nuasen (thematic immersion and emotional exploration), makalin (movement exploration and development), nelesin (structuring the choreographic composition), and ngebah (final presentation). This method allows the development of concepts, movement exploration, and artistic presentation to proceed in a systematic and structured manner The resulting work is a contemporary dance piece structured into four dramatic phases: falling in love, emotional attachment, psychological destruction caused by manipulation, and awakening toward self-awareness. The performance involves seven dancers, with one dancer portraying the main character and six dancers representing the emotional states of the protagonist. The choreography features dynamic and expressive movement exploration, combined with MIDI (musical instruman digital interface), bold minimalist makeup, and Romantic Playful (romantic feminime and playful contemporary styled costumes. The use of properties such as a wardrobe, rose flowers, and spherical lamps serves as symbols of inner space, fragile love, and hope, thereby strengthening the overall emotional and visual meaning of the performance. Keywords: Ledak Manis, love bombing, Angripta Sasolahan, contemporary
Tari Cakra Wimba: Transformasi Cakra Tubuh Manusia Dalam Karya Tari Ni Putu Putri Laksmi Laksmi; Sulistyani; I Wayan Adi Gunarta
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 6 No 1 (2026): Jurnal IGEL: Journal Of Dance
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v6i1.6957

Abstract

Karya tari Cakra Wimba merupakan sebuah karya tari kreasi baru yang mengangkat tentang cakra dalam tubuh manusia yang terdiri dari tujuh cakra utama, yaitu Cakra Muladhara, Cakra Swadhistana, Cakra Manipura, Cakra Anahata, Cakra Visudha, Cakra Ajna, dan Cakra Sahasrara. Pada karya ini mentransformasikan tujuh bagian cakra ke dalam gerak tari mulai dari proses penyeimbangan, pembangkitan, hingga mendapatkan keseimbangan cakra dalam diri. Cakra Wimba berasal dari Bahasa Jawa Kuna yang terdiri dari dua kata, “Cakra” berarti roda, sedangkan “Wimba” yang berarti sinar atau cahaya. Tarian ini bertemakan religi yang dibawakan secara berkelompok dengan menggunakan tujuh orang penari putri. Metode penciptaan yang digunakan yaitu Angripta Sesolahan (menciptakan tari-tarian) yang tahapannya terdiri dari ngarencana, nuasen, makalin, nelesin, dan ngebah. Tari Cakra Wimba menggunakan media aplikasi Musical Instrumen Digital Interface (MIDI) sebagai musik pengiringnya dengan menggunakan sampel gamelan Semar Pegulingan Saih Pitu yang berdurasi 11 menit. Sisi kebaruan dalam karya ini terdapat pada pergantian kostum dari segi desain angkin warna putih yang dibuka secara cepat dengan durasi waktu 1 detik sehingga berfungsi menjadi angkin dan kamen sesuai dengan warna cakra yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Selain itu, terdapat juga gerak-gerak baru yang dijadikan identitas dari karya ini, yaitu agem, nyelendo, manggilingan, ngipek cakra, ngembat, dan ngitir.