cover
Contact Name
Wiwiek Fatmawati
Contact Email
wiwiek@unissula.ac.id
Phone
+628122857551
Journal Mail Official
jurti@unissula.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Sultan Agung Jl Kaligawe KM 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURTI Jurnal Teknik Industri
ISSN : 20897561     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JURTI (Jurnal Teknik Industri UNISSULA) adalah publikasi ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah dibidang teknik industri yang mecakup manufaktur, manajemen industri dan sistem infromasi manajemen industri. Jurnal ini terbit dua kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. JURTI menerima artikel ilmiah dari penelitian yang berkualitas baik dari peneliti, dosen, dan mahasiswa berdasarkan hasil review dari mitra bestari. Artikel yang masuk harus bebas plagiat dan harus mengikuti layout yang sesuai dengan template yang jurnal JURTI.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2024)" : 7 Documents clear
Analisis Diskriminan Pada Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan BPJS Kesehatan Menggunakan Software R PRAMONO, YUDA EKA; Setyaningsih, Ira; Diana Supandi, Epha
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.106-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa terkait kepuasan masyarakat terhadap pelayanan BPJS Kesehatan di Kabupaten Pemalang. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pengguna BPJS Kesehatan dengan menggunakan jumlah sampel yang diambil sebanyak 50 responden. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kepuasan masyarakat pengguna BPJS Kesehatan Kabupaten Pemalang dengan membentuk model diskriminan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan pengumpulan data primer menggunakan angket melalui pengambilan sampel proporsional. Kepuasan pelanggan dibedakan menjadi dua kategori yaitu sangat memuaskan, dan kurang memuaskan. Sedangkan variabel yang diduga mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan adalah Pelayanan Administrasi, Keahlian dan Keterampilan Petugas Pelayanan, Teknologi Pelayanan Medis dan Sikap Petugas Pelayanan Terhadap Hubungan Antar Manusia. Setelah ditemukan hasil survei kepuasan masyarakat kemudian dilakukan proses tahap selanjutnya yaitu analisis diskrimian menggunakan Software R untuk membuat model diskriminan linear. Hasil yang diperoleh bahwa model diskriminan linier berhasil dibentuk dengan koefisiensi varibel X1, X2, X3, dan, X4 dengan hasil yang positif. Prediksi klasifikasi menunjukan sebanyak 45 pengamatan tepat dan sebanyak 5 pengamatan salah, dengan ketepatan klasifikasi 90%. Pada uji signifikansi terkait uji wilks menunjukan p-value sebesar 3.208 x 10-7 sehingga H0 ditolak, dimana menunjukan perbedaan signifikansi antar kelompok. Kemudian terkait keberhasilan data dapat dijelaskan bahwa data tidak berdistribusi normal multivariat karena p-value lebih kecil dari α (0,001052623 < 0.05), dan tidak terdapat adanya multikolinieritas antar variabel bebas karena VIV < 0,05. Didapatkan sebuah rekomendasi yaitu pada persamaan diskriminan linier berperan efektif dalam membedakan kelompok-kelompok berdasarkan variabel bebas, dan kemudian perlu adanya perbaikan pelayanan pada administrasi dan teknologi pelayanan medis untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.Kata kunci: Analisis Diskriminan, Kepuasan Masyarakat, Software R
Model Integer Linear Programming Menggunakan Software Optimasi Lindo Noegraha, Indra Sapta; Sanjaya, Billie
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.56-68

Abstract

PPenelitian dilakukan di PT. Foximas Mandiri, perusahaan yang memproduksi sepatu yang berencana untuk meningkatkan jumlah produksi sepatu sebanyak 1.500 meter perbulannya pada tahun 2022. PT. Foximas Mandiri dihadapkan dengan masalah dalam menentukan jumlah produksi setiap jenis sepatu yang optimal agar memperoleh pendapatan yang maksimal. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu integer linear Programming. Permasalahan tersebut diselesaikan dengan bantuan aplikasi LINDO dan WinQSB maka diperoleh hasil produksi yang optimal untuk perbulannya yaitu sebanyak 780 batch (1.610 meter) dengan rincian PDL Taruna sebanyak 150 batch (450 meter), PDH Taruna sebanyak 240 batch (480 meter), PDU Taruna sebanyak 210 batch (420 meter), dan DISUP Taruna sebanyak 180 batch (260 meter) dengan jumlah perolehan pendapatan perbulannya sebesar Rp. 432.900.000,- dengan rincian perolehan keuntungan dari sepatu PDL Taruna sebesar Rp. 105.750.000,-, PDH Taruna sebesar Rp. 129.600.000,-, PDU Taruna sebesar Rp. 103.950.000,-, dan DISUP Taruna sebesar Rp. 93.600.000,-. Kata kunci: Integer Linear Programming, Lindo, Maksimasi, Minimasi, Optimasi 
Optimalisasi Biaya Transportasi dengan Rute Distribusi Metode Nearest Neighbour, Branch and Bound Qadri, Husnul; Usman, Ridwan; Janudin, Janudin
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.69-76

Abstract

Untuk perusahaan industri yang menjalankan bisnis, salah satu pilihan mereka adalah bagaimana mengoptimalkan proses penentuan rute distribusi. Perencanaan CV XYZ untuk penjadwalan kurang optimal, saat ini perusahaan masih menggunakan perhitungan manual untuk menentukan rute distribusi, yang mengakibatkan biaya distribusi masih tinggi setiap bulan. Analisi masalah perusahaan perlu dikaji ulang salahsatunya menentukan rute distribusi dengan menggunakan dekat metode jarak terdekat, cabang, dan jalur untuk mengurangi biaya jarak dan waktu pendistribusian barang. Kemudian, dengan menggunakan metode Metode Nearest Neighbour, langkahnya mobil 1 memiliki jarak terbaik sebesar 58,9 km dan mobil 2 memiliki jarak terbaik sebesar 67,9 km. Selanjutnya, dengan metode branch and bound, mobil 1 memiliki jarak optimal sebesar 67,9 km dan mobil 2 memiliki jarak optimal sebesar 69,8 km. Dengan demikian, biaya pendistribusian selama satu bulan metode Nearest Neighbour terdekat sebesar Rp. 9.347.500 dan mobil 2 sebesar Rp. 9.060.000, sedangkan biaya pendistribusian selama satu bulan oleh metode branch and bound sebesar Rp. 9.572.500 dan mobil 2 sebesar Rp. 9.120.000. Perusahaan dapat menghemat dengan mengubah saluran distribusi yang tidak efisien menjadi lebih efisien dengan mengurangi biaya operasional.Kata kunci: Biaya distribusi, CV XYZ, Optimasi, Penentuan rute
Implementasi Lean Green Manufacturing Menggunakan Metode Value Stream Mapping dan Green Productivity Pada PT XTZ Muhtar, Imam Adibil; Dwi Satya, Ririn Regiana; Isroyati, Isroyati
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.77-86

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan UMKM yang bergerak di bidang produksi roti kemasan. Perusahaan melakukan proses produksinya sebanyak 10 siklus dalam sehari. Jumlah roti yang diproduksi oleh PT XYZ adalah sebanyak tujuh jenis roti. Diantara tujuh jenis roti yang diproduksi, perusahaan menemukan banyak kendala pada proses produksi roti isi pisang cokelat. Terdapat beberapa hal yang membuat proses produksi roti isi pisang cokelat di PT XYZ masih terkendala. Beberapa hal itu disebabkan karena adanya pemborosan-pemborosan di dalam aliran proses produksi yang dilakukan. Pemborosan ini antara lain adalah produk cacat, penyimpanan berlebihan, proses menunggu, dan lainnya. Selain itu, kondisi tingkat produktivitas hijau dari PT XYZ masih tergolong rendah. Ini disebabkan karena terdapat beberapa limbah seperti dari emisi dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk merampingkan proses produksi roti yang dilakukan dan juga meningkatkan indeks produktivitas hijau perusahaan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian adalah metode Value Stream Mapping dan juga Green Productivity. Kedua metode yang digunakan merupakan kombinasi yang bisa dilakukan untuk mencapai target penelitian. Berdasarkan pada hasil pengamatan dan pengolahan data yang dilakukan, PT XYZ memiliki lead time proses produksi roti selama 819,87 menit/siklus dengan indeks produktivitas hijau sebesar 0,552551473. Dengan rekomendasi perbaikan yang diberikan oleh peneliti, perusahaan bisa mereduksi waste di beberapa titik. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah dengan bukti bahwa proses produksi bisa direduksi sebesar 32,00% dan indeks produktivitas perusahaan bisa meningkat sebesar 39,47%. PT XYZ bisa menjadikan rangkaian penelitian ini sebagai acuan untuk mempertimbangkan kelangsungan bisnis untuk ke depannya.
Usulan Pengurangan Pemborosan pada Lini Produksi dengan Pendekatan Lean Six Sigma Kusuma Dewi, Shanty; Eko Saputro, Thomy; nugroho, catur wahyu
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.87-93

Abstract

Dengan perkembangan sektor industri yang semakin meningkat, Lean manufacturing dapat mengurangi pemborosan, meningkatkan nilai tambah dan menghasilkan lini produksi yang efisien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan sebuah kerangka kerja baru untuk meningkatkan kinerja lini produksi dengan melibatkan pemilihan indikator berdasarkan konsep lean six sigma menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control). Pada tahap Define, diagram SIPOC berfungsi untuk mememaparkan hubungan supplier, input, process, output dan costumer yang terjadi pada perusahaan serta Process Activity Mapping yang digunakan untuk menemukan nilai tambah dan yang tidak memberikan nilai tambah selama proses produksi serta Value Stream Mapping menggambarkan aliran informasi material produk sampai ke konsumen. Pada tahap measure, mengukur waste indikator terpilih. Pada tahap analyze, menganalisis dengan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Pada tahap Improve, memberikan usulan perbaikan pada indikator pemborosan. Berdasarkan hasil pengukuran waste terdapat indikator yang bernilai kritis dengan nilai 35,35 produk yaitu waste transportation, 32,24 produk waste waiting dan 29,51 produk waste motion. Implikasi penelitian ini memberikan panduan praktis bagi Perusahaan dalam menerapakan lean six sigma, meningkatkan efisiensi, mengurangi pemborosan dan mengoptimalkan produksi secara berkelanjutan.Kata kunci: DMAIC, Lean Six Sigma, Plastik Polypropylene, Value Stream Mapping 
Analisis Kinerja Rantai Pasok Pengiriman BBM Rute Lhokseumawe dan Aceh Besar Menggunakan Metode SCOR hamzah, saiful; Ernawati, Rieska
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.94-105

Abstract

PT. Pertamina FT Medan Group sebagai salah satu perusahaan vital dalam distribusi BBM di wilayah Sumatera memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan BBM bagi konsumen di berbagai daerah profinsi Aceh. Peningkatannya konsumsi kebutuhan kebutuhan BBM mencapai angka 3,01 % (Data Forcasting Kenaikan BBM Profinsi, 2022). Dalam mendistribusikan BBM ke konsumen menggunakan mobil tangki IT Lhokseumawedan FT Krueng Raya saat ini mendapatkan pasokaan BBM melalui kapal Tanker dari lokasi IT Tanjung Uban yang lokasiya berada di Kecamatan Bintan PT. Pertamina FT Medan Group sebagai salah satu perusahaan vital dalam distribusi BBM di wilayah Sumatera memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan BBM bagi konsumen di berbagai daerah profinsi Aceh. Peningkatannya konsumsi kebutuhan kebutuhan BBM mencapai angka 3,01 % (Data Forcasting Kenaikan BBM Profinsi, 2022). Dalam mendistribusikan BBM ke konsumen menggunakan mobil tangki IT Lhokseumawedan FT Krueng Raya saat ini mendapatkan pasokaan BBM melalui kapal Tanker dari lokasi IT Tanjung Uban yang lokasiya berada di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau dengan jarak pengiriman mencapai 553,84 miles laut menuju ke IT Lhokseumaweatau sekitar dua hari dan jarak 1.013,08 miles laut menuju ke FT Krueng Raya atau sekitar tiga hari perjalanan kapal tanker mengacu kondisi cuaca di laut. Dengan road time hour yang berkisar antara 2-3 hari ini tentunya di butuhkan penyimpanan yang besar di dua lokasi Terminal tersebut sampai dengan kapal tiba. Kondisi cover days BBM artinya jumlah volume BBM yang dapat mencukupi kebutuhan masyarakan minimal selama 3 hari, untuk 3 BBM prioritas tersebut rata-rata di lokasi IT Lhokseumawea dalah 3 – 4 hari dan FT Krueng Raya mencapai 4-8 hari. Kondisi kritis artinya jumlah volume BBM yang tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dengan Batasan di bawah 3 hari. Untuk memenuhi kebutuhan supply BBM dibutuhkan soluasi alternatif dalam perubahan kemungkinan-kemungkinan adanya lokasi loading port yang lebih dekat dengan lokasi terminal discharge port. Sebagai panduan dalam menentukan langkah alternatif akan di gunakan analisis menggunakan metode SCOR (Supply Chain Operation Reference) yang mengkategorikan proses rantai pasokan menjadi empat proses inti Plan, Source, Make dan Deliver.Kata kunci: BBM, Cover Days, Road Time Hour Thruput, SCOR, Supply
Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas Dengan Menggunakan Metode Block Layout Overview with Layout Planning (BLOCPLAN) Restu Ibunda, Chindy; Syakhroni, Akhmad
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.48-55

Abstract

Perancangan tata letak fasilitas pada sebuah pabrik merupakan salah satu hal yang paling penting untuk meningkatkan efesiensi supaya proses pada setiap kegiatan di pabrik berjalan dengan lancar dan memiliki waktu yang efesien. Penelitian dilakukan di UMKM Morococo, seuah perusahaan di bidang minuman yang memproduksi nata de coco, UMKM Morococo memiliki 10 ruangan terdiri dari gudang bahan baku, area material bahan baku, ruang cutting, ruang packing produk mentah, gudang barang jadi, area penerimaan barang, ruang produksi, kantor, mushola, dan toilet. Dengan demikian tata letak fasilitas UMKM Morococo ini memerlukan perbaikan, sehingga dapat memperbaiki tata letak pada perusahaan dan dapat mendekatkan jarak antar ruangan satu ke ruangan lainnya. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, usulan tata letak fasilitas yang baik digunakan agar proses produksi berjalan dengan lancar dan efesien adalah pada layout usulan 4 dari hasil pengolahan software blocplan karena layout tersebut memiliki total jarak material handling yang lebih pendek sebesar 456,1 meter dibandingkan layout awal sebesar 1.309,6 meter. Sehingga mengalami pengurangan total jarak material handling sebesar 853,5 meter. Total ongkos material handling permeter layout usulan sebesar Rp. 130.403,54 meter perhari lebih kecil dibandingkan layout awal sebesar Rp. 374.427,74 meter perhari. Sehingga perusahaan dapat menghemat ongkos material handling permeter sebesar Rp. 244.024,2.Kata kunci: Blocplan, Ongkos Material Handling, Tata Letak Fasilitas 

Page 1 of 1 | Total Record : 7