Holistic Nursing Care Approach
The holistic Nursing Care Approach is intended to be the university journal for publishing articles reporting research and case study results in nursing. Holistic Nursing Care Approach invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles
6 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2022)"
:
6 Documents
clear
Penerapan terapi murottal Al Qur’an untuk mengurangi intensitas nyeri pada pasien post ORIF
Rexy Pristiadi;
Chanif Chanif;
Tri Hartiti
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.855 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v2i2.10380
Pasien pasca pembedahan pasti akan mengalami nyeri karena terjadi kerusakan jaringan karena proses pembedahan. Teknik distraksi dengan terapi murottal Al-Qur’an merupakan penatalaksanaan nyeri non farmakologi yang paling efektif. Tujuan dari studi kasus ini yaitu untuk mengetahui perbedaan nyeri pada pasien post orif sebelum dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Qur’an. Studi kasus ini adalah studi deskriptif dengan mendeskripsikan manajemen kasus dalam menerapkan EBN terapi murottal Al-Qur'an dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Instrumen yang digunakan yaitu DDQ, Numeric Rating Scale (NRS), dan Mp3 surah Ar-Rahman sebanyak 78 ayat. Subyek studi kasus ini sejumlah 3 orang yaitu pasien post orif yang mengalami nyeri lebih dari skala 3. Hasil dari studi kasus ini terdapat penurunan nyeri terhadap ketiga pasien selama 3 hari dengan rata-rata 1 skala setiap harinya. Nyeri pada pasien post Orif dapat turun setelah diberikan terapi murottal.
Aplikasi Penerapan Lidah Buaya (Aloe Vera) Dalam Penyembuhan Luka Ulkus Diabetes Melitus
Arifin Arifin;
Anna Kurnia
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.5 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v2i2.9330
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolic yang ditandai dengan hiperglikemia yang terjadi akibat sekresi insulin yang kurang optimal. Salah satu komplikasi DM yaitu kaki diabtetik yang dapat berkembang menjadi ulkus diabetik. Dampak dari ulkus diabetik yaitu penurunan produktivitas, peningkatan morbiditas dan mortalitas. Penatalaksanaan ulkus diabetik dapat dilakukan dengan perawatan luka yang tepat dan penggunaan dressing yang sesuai. Salah satu dressing yang dapat digunakan yaitu ekstrak lidah buaya. Tujuan studi kasus ini yaitu untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak lidah buaya dalam proses penyembuhan luka ulkus diabetik. Aplikasi dalam studi kasus ini menggunakan metode deskripsi kasus dengan subjuk dua orang responden yang memiliki ulkus diabetik. Metode analisis deskriptif yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah perawatan luka menggunakan ekstrak lidah buaya. Instrument pengukuran yang digunakan yaitu lembar observasi Bates Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Hasil studi kasus menunjukkan bahwa perawatan luka dengan ekstrak lidah buaya menunjukkan penurunan ukuran luka dan peningkatan derajat epitelisasi dan granulasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak lidah buaya berpengaruh baik terhadap proses penyembuhan luka ulkus diabetik.
Penerapan Akupresur terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Penderita Hipertensi Di Desa Bermi Kabupaten Demak
Muhammad Alfin Ni'am;
Khoiriyah Khoiriyah;
Amin Samiasih
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.326 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v2i2.10287
Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit yang menimbulkan komplikasi pada penderita sehingga menurunkan kualitas hidup pada penderita. Peningkatan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat di kontrol dengan terapi farmokolgi dan non farmokologi, salah satunya menggunakan terapi akupresure.Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah mengetahui aplikasi akupresure terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi pada daerah Bermi Kabupaten Demak. Metode pengambilan studi kasus dengan metode descriptive study mengambil tiga responden hipertensi yang mempunyai kriteria inklusi menderita hipertensi 30 mmhg diatas nilai normal dengan di beri intervensi penerapan akupresure selama dua hari. Hasil studi kasus penerapan ini bahwa menunjukan penurunan pada tekanan darah dari 159/ 94 MAP 115 mmhg menjadi 145/94 MAP 111 dan 152/93 MAP 112 menjadi 132/80 MAP 97 terdapat penurunan rata rata untuk diastol 14 dan diastol 8,6 untuk nilai MAP 8,3. Saran pemberian terapi akupresure cukup efekti dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi sehingga menggunakan terapi akupresure menjadi salah satu rekomendasi intervensi untuk asuhan keperawatan pada pasien hiperetensi.
Pemenuhan kebutuhan istirahat tidur lansia melalui penerapan tindakan relaksasi otot progresif untuk mengurangi kecemasan
Arief Yanto;
Lyananda Sindy Febriyanti
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.682 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v2i2.10246
Kecemasan merupakan perasaan yang tidak jelas disertai dengan perasaan, ketidakpastina, ketidakberdayaan, ketidaknyamanan dan Ketika diri merasa ketidakamanan. Kecemasan ini adalah masalah Kesehatan mental yang paling umum terjadi pada lansia. Kecemasan pada lansia adalah ditandai dengan gangguan tidur, penarikan diri dan perilaku mengisolasi, dan perilaku kompulsif lainya. Penanganan kecemasan salah satunya bisa diatasi dengan menggunakan Teknik non farmakologi yaitu dengan non farmakologi salah satunya yaitu dengan menggunakan terapi relaksasi otot progresif. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan skala kecemasan. Studi kasus ini menggunakan metode deskritif studi dengan pendekatan proses keperawatan menggambarkan pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan pemberian terapi relaksasi otot progresif pada pasien kecemasan yang berjumlah 3 responden yang diperoleh dari pre test yang sesuai dengan kriteria inklusi. Kecemasan yang dirasakan diukur menggunakan HARS-A(Hamilton Rating Scale For Anxiety). Hasil studi kasus pada ketiga responden dengan kecemasan setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif selama 2 minggu dengan 4x pertemuan dan lama waktu yang digunakan 15-20 menit terjadi penurunan skala kecemasan dari sebelum dilakukan terapi hasil yang ditemukan adalah kecemasan sedang dengan nilai rata-rata 26 dan setelah dilakukan relaksasi otot progresif kecemasan dapat menurun menjadi kecemasan ringan dengan nilai rata-rata 15. Terapi relaksasi otot ptogresif menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif untuk menurunkan kecemasan pada lansia.
Penerapan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gayamsari
Ariana Salwa;
Desi Ariyana Rahayu
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.048 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v2i2.10365
Hipertensi adalah kondisi yang mengharuskan jantung untuk bekerja lebih berat dalam memompa darah keseluruh tubuh disebut dengan penyakit hipertensi. Suatu metode yang diimplementasikan untuk mengobati hipertensi dengan menggabungkan terapi spiritual dan juga do’a agar bisa melakukan penyembuhan secara fisik maupun psikis disebut dengan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Riset yang dilakukan bertujuan melakukan analisis keefisienan metode SEFT terhadap tingkat penyembuhan hipertensi. Teknik yang diimplementasikan dalam riset ini yakni teknik descriptive melalui asuhan keperawatan. Sampel dalam riset menggunakan tiga responden pada pasien yang mengalami peningkatan tekanan darah penderita hipertensi, dengan kriteria penderita hipertensi yang sedang tidak menjalani komplementer, penderita hipertensi primer, mampu berkomunikasi dengan baik, bersedia menjadi responden dan dilakukan pada dewasa akhir umur 40-60 tahun. Berdasarkan riset yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu adanya perubahan yang signifikansi terhadap penurunan hipertensi dengan mengimplementasikan metode SEFT.
Penerapan Kompres Hangat Jahe Merah Terhadap Manajemen Nyeri Pada Pasien Gout Arthritis
Alvina Lutfiani;
Arief Shofyan Baidhowy
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.854 KB)
|
DOI: 10.26714/hnca.v2i2.9855
Gout Arthritis merupakan peradangan pada sendi yang diakibatkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah, karena terganggunya metabolisme purin (hiperurisemia) dalam tubuh yang ditandai dengan nyeri sendi, sehingga dapat mengganggu aktivitas. Penanganan Gout Arthritis salah satunya bisa menggunakan teknik nonfarmakologi yaitu dengan menggunakan kompres hangat jahe merah yang sering digunakan untuk mengatasi peradangan sendi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat jahe merah terhadap penurunan skala nyeri pada pasien Gout Arthritis di desa Kodokan. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif studi dengan pendekatan proses keperawatan menggambarkan pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan pemberian kompres hangat jahe merah pada pasien Gout Arthritis yang berjumlah 3 orang yang diperoleh dari pre-test yang sesuai dengan kriteria inklusi. Nyeri yang dirasakan diukur menggunakan Numeric Rating Scale. Hasil studi kasus pada ketiga responden dengan Gout Arthritis setelah dilakukan kompres hangat jahe merah selama 7 hari dengan waktu 15-20 menit terjadi penurunan skala nyeri dari sebelum di kompres skala nyeri 6 setelah dilakukam kompres hangat jahe merah nyeri dapat berkurang menjadi skala 2 dan 3 dalam nyeri. Kompres hangat jahe merah menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien Gout Arthritis.