cover
Contact Name
Hunaepi
Contact Email
reflection.litpam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
reflection.litpam@gmail.com
Editorial Address
Mataram, West Nusa Tenggara, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Reflection Journal
ISSN : -     EISSN : 28081501     DOI : https://doi.org/10.36312/rj
Core Subject : Education,
Reflection Journal (ISSN: 2808-1501) is a forum for publishing the results of review and empirical original research papers in the field of education. Reflection Journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) twice a year (bianually) in June and December.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2023): June" : 5 Documents clear
Implementasi Model Pembelajaran Quantum Leraning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Happy Febry Monaliata; Sukainil Ahzan; Armansyah Armansyah; Zaenudin Zaenudin
Reflection Journal Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rj.v3i1.1227

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan model pembelajaran Quantum Learning dalam pembelajaran fisika pokok bahasan besaran dan satuan serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas VII MTs. Nahdatul Mujahidin NW Jempong yang berjumlah 27 orang siswa. Teknik pengumpulan data utama yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan dua teknik, yaitu tes dan non-tes. Tes disusun dan dilakukan untuk menilai tingkat kemampuan kognitif (prestasi belajar) siswa sesuai dengan siklus yang ada. Tes dilaksanakan pada akhir siklus I dan siklus II. Hasil penelitian diperoleh temuan pada siklus I, rata-rata ketuntasan klasikal hasil belajar fisika siswa sebesar 63,16, dan pada siklus II rata-rata ketuntasan klasikal hasil belajar fisika siswa sebesar 85. Peningkatan hasil belajar pada siklus II tersebut adalah signifikan secara statistik, dengan peningkatan dari siklus I ke siklus II mencapai 21,84. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Quantum Learning secara efektif membantu siswa dalam memahami konsep fisika dengan lebih baik..  Implementation of the Quantum Learning Learning Model to Improve Physics Learning Outcomes  The purpose of this study is to implement the Quantum Learning learning model in learning physics on the subject of units and units and to analyze its impact on improving student learning outcomes. This research is a Classroom Action Research (CAR) with class VII MTs students as subjects. Nahdatul Mujahidin NW Jempong, totaling 27 students. The main data collection technique used in this study was carried out using two techniques, namely tests and non-tests. Tests are arranged and carried out to assess the level of cognitive ability (learning achievement) of students according to the existing cycle. The test was carried out at the end of cycle I and cycle II. The results of the study showed that in the first cycle, the average classical completeness of students' physics learning outcomes was 63.16, and in the second cycle, the average classical completeness of students' physics learning outcomes was 85. The increase in learning outcomes in the second cycle was statistically significant. with an increase from cycle I to cycle II reaching 21.84. This shows that the application of Quantum Learning effectively helps students understand physics concepts better.
Keterampilan Berpikir Analitis Dalam Menyelesaikan Soal Berbasis Masalah Ditinjau Dari Gaya Belajar Peserta Didik Fitriani Fitriani; Alwan Mahsul; Sudiani Sudiani
Reflection Journal Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rj.v3i1.1232

Abstract

Keterampilan berpikir analitis menjadi hal yang penting bagi peserta didik, terutama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang membutuhkan kemampuan analitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  kemampuan berpikir analitis peserta didik dalam menyelesaikan soal berbasis masalah pada materi tekanan kelas VIII dan mengkaji pola keterkaitannya dengan eksplorasi sains. Penelitian dilakukan di SMPN 1 Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain naturalistik. Sampel terdiri dari 9 peserta didik yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Profil kemampuan berpikir analitis peserta didik berbeda berdasarkan gaya belajar. Peserta didik dengan gaya belajar visual cenderung menjelaskan apa yang diketahui melalui penjelasan langsung dan rinci. Sementara itu, peserta didik dengan gaya belajar audiovisual lebih cenderung membentuk pola penalaran yang lebih sederhana dan melakukan generalisasi. Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik cenderung menerapkan konsep yang berbeda dan unik namun tetap memiliki keterkaitan dengan permasalahan. 2) Terdapat keterkaitan antara kemampuan berpikir analitis peserta didik dan gaya belajar pada eksplorasi sains. Keterkaitan tersebut mencakup aspek experience, reasoning, modalitas, dan mindset dari peserta didik. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan teoritis dan praktis bagi para pendidik dalam menentukan pendekatan dan strategi pencapaian kompetensi analitis pada pembelajaran IPA sesuai dengan gaya belajar peserta didik di sekolah. Analytical Thinking Skills in Solving Problem-Based Questions in terms of Learners' Learning Styles  The ability to think analytically is important for students, especially in solving problems in Natural Sciences (IPA) lessons that require analytical skills. This study aims to identify students' analytical thinking skills in solving problem-based questions in class VIII pressure material and examine the pattern of their relationship to scientific exploration. The research was conducted at SMPN 1 Ponorogo. The research method used is qualitative with a naturalistic design. The sample consisted of 9 students who were selected through a purposive sampling technique. Data was collected through semi-structured interviews, observation and documentation. Furthermore, the data were analyzed using descriptive quantitative and descriptive qualitative methods. The results of the study show that: 1) The profile of students' analytical thinking abilities differs based on their learning style. Students with a visual learning style tend to explain what is known through direct and detailed explanations. Meanwhile, students with an audiovisual learning style are more likely to form simpler reasoning patterns and make generalizations. Students with a kinesthetic learning style tend to apply different and unique concepts but still have a connection with problems. 2) There is a relationship between students' analytical thinking skills and learning styles in scientific exploration. This linkage includes aspects of experience, reasoning, modality, and mindset of students. Thus, the results of this study are expected to provide theoretical and practical insights for educators in determining approaches and strategies for achieving analytical competence in science learning according to the learning styles of students at school.
Penerapan Pembelajaran Guided Discovery Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Pemahaman Konsep Matematika Baiq Aedina Sapitri; Masjudin Masjudin; Pujilestari Pujilestari; Mulianah Mulianah
Reflection Journal Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rj.v3i1.1244

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran Guided Discovery untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep matematika siswa di SMAN 1 Lembar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini terdiri dari 23 siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Lembar, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi siswa dan guru, lembar tes evaluasi untuk mengukur pemahaman konsep, serta angket motivasi. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I, pembelajaran Guided Discovery belum mencapai hasil maksimal dengan presentase kelulusan klasikal sebesar 43,47%. Evaluasi pemahaman konsep siswa mencapai 64% (Baik), sedangkan evaluasi pemahaman guru mencapai 94,28% (Sangat Baik). Namun, pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan dengan presentase kelulusan klasikal siswa mencapai 85,71%. Evaluasi pemahaman siswa mencapai 91% (Sangat Baik), dan evaluasi pemahaman guru mencapai 98,57% (Sangat Baik). Dengan demikian, penerapan pembelajaran Guided Discovery terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep siswa kelas XI IPA 3 SMAN 1 Lembar. Implementation Of Guided Discovery Learning To Improve The Motivation And Understanding Of Mathematics Concepts The purpose of this study was to describe the application of Guided Discovery learning to increase students' motivation and understanding of mathematical concepts at SMAN 1 Sheet. This type of research is Classroom Action Research (PTK) which is conducted in 2 cycles. The subjects of this study consisted of 23 students of class XI IPA 3 SMA Negeri 1 Lembar, consisting of 11 male students and 12 female students. The research instruments included student and teacher observation sheets, evaluation test sheets to measure conceptual understanding, and motivational questionnaires. The results showed that in cycle I, Guided Discovery learning had not reached maximum results with a classical passing percentage of 43.47%. Evaluation of students' understanding of concepts reached 64% (Good), while evaluations of teachers' understanding reached 94.28% (Very Good). However, in cycle II, there was a significant increase with the percentage of students' classical passing reaching 85.71%. Evaluation of student understanding reached 91% (Very Good), and evaluation of teacher understanding reached 98.57% (Very Good). Thus, the application of Guided Discovery learning proved to be effective in increasing the motivation and understanding of the concepts of class XI IPA 3 SMAN 1 Sheet.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Statistika Matematika Siswa SMKN 2 Mataram Emilyawati Febryana Hardiningsih; Masjudin Masjudin; Zainal Abidin; Muksin Salim; Istin Fitriana Aziza
Reflection Journal Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rj.v3i1.1264

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah statistika matematika siswa SMK Negeri 2 Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Prosedur penelitian tindakan kelas pada setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang berjumlah 36 orang di SMK Negeri 2 Mataram. Sampel penelitian ini adalah kelas X RPL yang menerapkan model pembelajaran project based learning. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes dan lembar observasi siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, kemampuan pemecahan masalah berada pada kategori cukup dengan pencapaian sebesar 50%. Sementara itu, hasil observasi aktivitas siswa berada pada kategori sangat baik dengan pencapaian sebesar 88,57%. Pada siklus II, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah berada pada kategori sangat baik dengan pencapaian sebesar 83,3%. Sedangkan hasil observasi aktivitas siswa tetap berada pada kategori sangat baik dengan pencapaian 88,57%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Oleh karena itu, diharapkan kepada para guru agar dalam proses pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran Project Based Learning guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Application of the Project Based Learning Learning Model to Improve the Mathematics Statistics Problem Solving Ability of Students of SMKN 2 Mataram  The purpose of this research is to describe the application of the Project Based Learning model in improving the problem-solving abilities of mathematical statistics students at SMK Negeri 2 Mataram. This research is a classroom action research (PTK) conducted in two cycles, with each cycle consisting of three meetings. The classroom action research procedure in each cycle consists of four stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. The population in this study were 36 students of class X Software Engineering (RPL) at SMK Negeri 2 Mataram. The research sample is class X RPL which applies the project based learning learning model. The instruments used in this study were tests and student and teacher observation sheets. The results showed that in the first cycle, the ability to solve problems was in the sufficient category with an achievement of 50%. Meanwhile, the results of observations of student activity were in the very good category with an achievement of 88.57%. In cycle II, the results showed that the ability to solve problems was in the very good category with an achievement of 83.3%. While the results of observations of student activity remained in the very good category with an achievement of 88.57%. Thus, it can be concluded that the Project Based Learning learning model is effective in improving students' problem solving abilities. Therefore, it is hoped that teachers can apply the Project Based Learning learning model in the learning process to improve students' problem-solving skills
Penggunaan Alat Termodofikasi Dalam Menumbuhkan Kompetensi Kognitif dan Psikomotorik Siswa Pada pembalajaran Lempar Cakram Abdul Hapid
Reflection Journal Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rj.v3i1.1311

Abstract

Olah raga lempar cakram merupakan cabang olah raga atletik yang diperlombakan diolimpiade. Olah raga menggunakan cakram yang terbuat dari logam. Tidak tersdianya pasilitas memadai menyababkan olah raga hanya disampaikan secara teori. Dampaknya keterampilan siswa menjadi rendah. Dibutuhkan alat yang dimodifikasi sebagai alat bantu sehingga proses belajar tetap berjalan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas penggunaan alat bantu termodifikasi dalam menumbuhkan komptensi lempar cakram dan kterampilan psikomotorik siswa pada proses pemebalajaran lempar cakram. Penelitian ini merupakan pendidikan tindakan kelas. Variabel yang diukur dalam penelitian ini kompetensi kognitif dan keterampilan psikomotorik siswa. Variabel yang mempengaruhi alat bantu termodidikaasi cakram. Efektivitas alat bantu diukur berdasarkan ketuntasan belajar dan respon siswa. Instrument dalam penelitian berupa lembar wawancara dan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh selanjutnya dideskrifsikan dalam tabel dan grafik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan penggunaan alat bantu termodifikasi cakram efektif dalam menumbuhkan komptensi kognitif dan psikomotorik siswa. Ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 83% dan pada siklus II 90 %. Hasil belajar siswa laki-laki lebih tinggi jika dibandingkan siswa putri. Berdasarkan data ketuntasan belajar penggunaan alat bantu termodifikasi efektiv dalam menumbuhkan kompetensi kognitif dan psikomotorik siswa The Use of Modified Tools in Growing Students' Cognitive and Psychomotor Competence in Discus Throwing Learning  Discus throwing is an athletic sport that is contested in the Olympics. Exercise using discs made of metal. The unavailability of adequate facilities causes sports to only be delivered in theory. The impact of student skills is low. A modified tool is needed as a tool so that the learning process continues. This study aims to identify the effectiveness of using modified assistive devices in developing discus throwing competence and students' psychomotor skills in the discus throwing learning process. This research is a classroom action education. The variables measured in this study were students' cognitive competence and psychomotor skills. Variables affecting disc modified assist devices. The effectiveness of the aids is measured based on the mastery of learning and student responses. Instruments in this study were interview sheets and multiple choice tests. The data obtained is then described in tables and graphs. Based on the research that has been done, it was found that the use of modified discs was effective in growing students' cognitive and psychomotor competence. Mastery learning in the first cycle of 83% and 90% in the second cycle. The learning outcomes of male students are higher than female students. Based on the mastery learning data, the use of modified assistive devices is effective in developing students' cognitive and psychomotor competence

Page 1 of 1 | Total Record : 5