Jurnal Antropologi Sumatera
Jurnal Antropologi Sumatera (JAS) dikelola oleh Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Unimed. Jurnal Antropologi Sumatera, terdiri dari edisi cetak dan on-line, adalah jurnal Ilmu Antropologi yang mengkaji masalah-masalah sosial-budaya, khususnya dalam konteks lokal Sumatera. Kontributor dalam Jurnal ini adalah Akademisi, Peneliti, Mahasiswa, Guru, Pegiatan ilmu sosial dan kemasyarakatan, pegiat budaya, dan pihak lain yang berkepentingan terhadap perkembangan masalah sosial-budaya. JAS diterbitkan dalam dua edisi dalam setahun yakni pada bulan Juni dan Desember yang disebarluaskan sebagai bahan publikasi antropologi sosial.
Articles
104 Documents
Budaya Literasi Digital di SMA Panca Budi Medan
Ulfa Ganti Hasibuan;
Muhammad Iqbal
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 19, No 1 (2021): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2021
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.135 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v19i2.31701
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kawin muda di era digital bagi etnis Karo di Desa Pekan Sawah Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil perempuan kawin muda di Desa Pekan Sawah Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Acuan teoritis yang digunakan adalah teori Aksi. Penelitian ini dijalankan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data-data yang dibutuhkan dikumpulkan melalui studi Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui fenomena kawin muda di era digital bagi etnis Karo di Desa Pekan Sawah Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat. Kajian ini menyimpulkan bahwa fenomena kawin muda di era digital bagi etnis Karo di Desa Pekan Sawah Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat bahwa fenomena kawin muda tidak mempengaruhi setiap sistem, karena dalam hal tersebut hanya sistem sosial yang paling menonjol. Hal ini berarti perilaku individu di dalam sistem sosial diatur oleh budaya, sama seperti yang terjadi di Desa Pekan Sawah. Mereka menganggap melakukan perkawinan muda merupakan hal yang lumrah, dikarenakan sebelumnya masyarakat desa tersebut sudah banyak yang melakukan kawin muda. Fenomena kawin muda yang terjadi di Desa Pekan Sawah ini merupakan jaringan terpola, yang membentuk keseluruhan yang koheren sebagai totalitas nilai sosial dan tata lakunya sendiri. Perkembangan teknologi ke arah serba digital telah membawa berbagai perubahan. Era digital bukan persoalan siap atau tidak dan bukan pula suatu opsi namun sudah merupakan suatu konsekuensi.
IDENTITAS ETNIK MELAYU BATUBARA
Khairuddin Khairuddin;
Ichwan Azhari
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2017
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.1 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v15i1.8623
Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana indentitas etnik masyarakat melayu Batubara dalam konstruksi budaya di Kabupaten Batubara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat melayu batubara telah menonjolkan identitas melayu batubara dengan bentuk interaksi sosialnya melalui bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari, simbol etnik, adat istiadat, serta kebijakan pemerintahan Batubara dalam mempertahankan identitas Melayu Batubara di Kabupaten Batubara. Tradisi Melayu Batubara yang masih kental dan melekat membuat orang Melayu Batubara memunculkan sifat keâ€akuâ€annya dimanapun mereka berada. Walaupun demikian dengan banyaknya kelompok etnik yang ada di Batubara hubungan timbal balik bagi masyarakat batubara berlangsung harmonis dan masih melakukan hubungan kerja sama antar suku bahkan perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang dalam bermasyarakat.
Hero Skin Sebagai Bentuk Budaya Konsumen Pada Kalangan Gamer Remaja di Kota Medan
Firza Ramadhan;
Supsiloani Supsiloani
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2021
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.065 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v19i1.30468
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latarbelakang pembelian hero skin yang dilakukan oleh para gamer remaja di Kota Medan, sekaligus menggambarkan adanya budaya konsumen yang berjalan dan terkait dengan perilaku pembelian tersebut. Penelitian ini mengacu pada teori budaya konsumen dari Mike Featherstone di mana ia memperkenalkan tiga perspektif untuk menjelaskan teorinya, yaitu budaya konsumen dipremiskan dengan ekspansi produksi, mode-mode orang dalam mengkonsumsi, dan adanya masalah kesenangan emosional saat mengkonsumsi. Penelitian ini dijalankan secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data-data yang dibutuhkan, diperoleh dari hasil observasi partisipasi pasif, wawancara, dan dokumentasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelian hero skin yang dilakukan oleh gamer remaja di Kota Medan, dilatarbelakangi oleh adanya upaya untuk mengklasifikasikan dan membangun identitas bahwa mereka adalah gamer yang banyak uang alias ‘Sultan’, pro-player, serta adanya sensasi menjadi lebih keren, percaya diri, dan tidak bosan setiap kali bermain. Manfaat hero skin yang dijanjikan oleh developer game tidak terlalu terasa saat digunakan, meskipun para gamer tidak menyesal karena dasarnya mereka membeli bukan karena manfaat yang ditawarkan melainkan ingin dipuji dan dipandang keren. Hero skin nyatanya mampu mengeksploitasi para remaja di Kota Medan dengan cara seduktif sehingga tanpa sadar telah melakukan pemborosan uang dan cenderung memaksakan diri untuk diakui gamer lain.
Makna Simbolis Upacara Nengget pada Etnis Karo (Studi Deskritif di Desa Seberaya Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo)
Herdy Ferdyanto Perangin-Angin;
Trisni Andayani
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2020
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.918 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v18i2.32041
Penelitian bertujuan untuk mengetahui makna simbolis pada upacara Negget pada etnis karo. Metode penelitian yang dingunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan penelitian lapangan (field research). Selain itu dilakukan juga studi pustaka (library research) untuk menambah literatur yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah memberikan interaksi antara seseorang yang tidak memiliki keturunan, atau seseorang yang tidak mendapatkan keturunan laki-laki atau keturunan perempuan. Pihak dari suami perempuan orang karo mengejutkan istri dari pihak istri orang karo. Yang pada awalnya suami dari orang karo dan istri dari orang karo tersebut tidak diperbolehkan berbicara, berinteraksi, bahkan tidak dapat berpapasan. Jika pada saat itu mereka harus berpapasan salah satu dari mereka harus menghindar sebagai istilah menghargai dan yang menghindar biasanya adalah laki-laki bukan perempuan.
Pola Hubungan Patron-Klien Nelayan Tradisional di Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai
Ilham Syahputra
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2018
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (159.428 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v16i1.20212
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola hubungan patron-klien nelayan tradisional di Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan di Desa Kuala Lama memiliki ikatan kekeluargaan yang tinggi sebagai sesama nelayan. Hal inilah yang dijadikan strategi dalam mengatasi permasalahan ekonomi yang mereka hadapi dengan cara menjalin hubungan patron-klien antara pemilik modal yang disebut toke (patron) dan nelayan sebagai klien. Hubungan yang terjadi memiliki aspek ekonomi dan sosial. Pemilik modal akan memberikan fasilitas perahu dan alat tangkap yang dapat digunakan oleh nelayan yang tidak memiliki modal tersebut dan ia berkewajiban untuk menyetorkan hasil tangkapannya sebagai bentuk bagi hasil dari hubungan mereka. Bagi nelayan yang memiliki modal sendiri, maka hubungan yang terjalin bersifat transaksional dalam pemasaran hasil tangkapan. Hubungan sosial diantara keduanya tercipta karena adanya rasa saling percaya diantara mereka yang akan terbalas dalam bentuk loyalitas nelayan kepada pemilik modal sehingga tidak ditemukan nelayan yang berpindah kepada toke lain dalam pemasaran hasil tangkapan. Hubungan yang terbentuk diantara pemilik modal dan nelayan bersifat simbiosis yang saling menguntungkan.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Dalam Keluarga Sebagai Penanaman Nilai-Nilai Budaya Bagi Remaja Putri Etnis Melayu Di Kecamatan Medan Sunggal
Amanda Dian Sucia;
Sulian Ekomila
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2020
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.515 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v18i1.31903
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana orang tua memberikan pemahaman tentang pendidikan kesehatan reproduksi kepada remaja putri sebagai penanaman nilai-nilai budaya agar dapat diterapkan dengan baik di masyarakat, khususnya bagaimana seorang ibu etnis Melayu di Medan khususnya di Kecamatan Medan Sunggal dan mendeskripsikannya. terdapat unsur kearifan lokal etnis Melayu dalam menjelaskan pentingnya kesehatan reproduksi khususnya dalam lingkup keluarga. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan dan pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik wawancara dan observasi langsung dengan 7 orang informan yang terdiri dari 3 orang ibu dan 3 orang remaja putri serta 1 orang yang tinggal di lingkungan Kecamatan Medan Sunggal XII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu-isu mengenai kesehatan reproduksi, khususnya bagi remaja putri, mempengaruhi semua aspek kehidupan mereka baik di dalam keluarga maupun di masyarakat. Hasil penelitian ini juga dapat dikatakan bahwa ada juga orang tua khususnya ibu yang bahkan belum mengetahui tentang masalah kesehatan reproduksi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ibu-ibu Melayu Melayu secara umum masih memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi berdasarkan kearifan lokal yang dimiliki orang Melayu.
Dinamika Budaya Dalam Masyarakat Batak Toba Marga Panjaitan Di Pematangsiantar
Tri Presar Jhon Tuan Panjaitan
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2019
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (731.631 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v17i1.20025
Tulisan ini mengkaji mengenai bagaimana proses pewarisan budaya berlangsung di dalam keluarga marga Panjaitan, khususnya keluarga Turunan Raja Hasoge Panjaitan. Adanya kebutuhan masyarakat Batak Toba untuk dapat memahami seluk-beluk silsilah keluarganya dengan baik dan benar, dengan mencari identitas kebatakan mereka yang nantinya sebagai sejarah keidupan. Seperti kita lihat banyak saat ini masyarakat Batak Toba kembali peduli terhadap bona pasogitnya bukan semata hanya mencari tanah makam, melainkan mencari tahu tentang tarombo mereka dan akhir membentuk network sejalan dengan tarombo tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif agar mampu menghasilkan data-data deskriptif mengenai proses-prose pewarisan budaya yang berlangsung dalam keluarga marga Panjaitan. Permasalahan yang dibahas adalah bagaimana proses-proses pewarisan budaya yang berlangsung, serta apa yang menyebabkan masyarakat kembali peduli terhadap kampung halamannya. Dengan mengetahui proses pewarisan budaya tersebut maka dalam hal ini suku Batak Toba tidak lagi mengalami kegalauan dalam menetukan identitasnya. Berdampak positif terhadap upaya revitalisasi nilai-nilai kebatakan tersebut sebagai sumber sejarah.
EKSISTENSI HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN SEBAGAI ORGANISASI INTERNAL DI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIMED
Lukas Partogi Simorangkir;
Trisni Andayani
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 19, No 1 (2021): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2021
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.151 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v19i2.31695
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Eksistensi Himpunan Mahasiswa Jurusan di Fakultas Ilmu Sosial Unimed. Himpunan Mahasiswa Jurusan tersebut diangkat peneliti menjadi karya tulis karena peneliti merasa tertarik akan eksistensi yang dimiliki HMJ tersebut. Eksistensi HMJ sebagai organisasi di Fakultas Ilmu Sosial memang sangat popular di kalangan mahasiswa. Sehingga dalam penelitian ini penulis mengungkapkan bagaimana eksistensi HMJ tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara secara mendalam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori organisasi Cyril soffer dan struktural fungsional. Informan dalam penelitian menggunakan 5 orang ketua dan dimisioner HMJ, 1 orang kepala bidang HMJ. Adapun hasil penelitian bahwasanya sebagai organisasi di fakultas HMJ pada awal dibentuknya sebagai wadah berdiskusi bagi mahasiswa. Jurusan membutuhkan sosok yang dapat menyalurkan berbagai informasi kepada mahasiswa dan mahasiswa kepada jurusan juga sebagai perencana program-program ekstrakulikuler. Bebrapa pelanggaran yang di dapatkan penulis dari informan merupakan pelanggaran yang sama perihal melaksanakan inagurasi yang dinilai merupakan tindakan kekerasan kepada mahasiswa baru, kegiatan tersebut sudah diilegalkan oleh universitas, tetapi tetap masi dilaksanakan oleh pihak terkait. Beberapa juga melakukan pelanggaran pribadi oleh mahasiswa untuk menjatuhkan nama baik jurusan di mata universitas.
Gaya Hidup Hedonis Di Kalangan Mahasiswa/Mahasiswi Yang Melakukan Clubbing Di Club (X) Di Kota Medan
Desi Erika Purba;
Bakhrul Khair Amal
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2021
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.236 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v19i1.30423
Pekembangan arus globalisasi membuat banyaknya muncul sarana hiburan yang dapat diakses dengan mudah salah satunya adalah clubbing, salah satu penikmat hiburan malam ini adalah mahasiswa/mahasiswi yang masih aktif di perkuliahan. Gaya hidup ini dipandang sebagai suatu kebiasaan yang menghamburkan uang dan hanya untuk kenikmatan sesaat atau sering disebut hedonis. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui alasan mahasisiwa/mahasiswi hidup dalam dunia clubbing, Gaya hidup hedonis pada mahasiswa/mahasiswi yang melakukan clubbing, dan bagaimana pandangan masyarakat terhadap mahasiswa/mahasiswi yang hidup dalam dunia clubbing. Penelitian ini dilakukan di Retrospective Entertainment club. Metode pengumpulan data yan digunakan adalah observasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan mahasiswa/mahasiswi memiliki gaya hidup clubbing adalah karena ajakan dari teman dan rasa penasaran akan tempat hiburan malam tersebut, dimana untuk mendapatkan kebahagiaan dan melepaskan segala beban pikiran dan masalah yang sedang mereka rasakan dan adanya rasa bangga jika hidup dalam dunia tersebut karena adanya anggapan bahwa mereka yang masuk dan hidup dalam kebiasaan tersebut adalah orang yang hanya memiliki uang dan berada di kelas ekonomi yang tinggi. Hidup dalam dunia clubbing tersbut membuat para clubbers harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit membuat mereka memiliki gaya hidup hedonis di mana hanya mengejar kenikmatan sesaat saja Kebiasaan ini juga memberikan dampak terhadap perkuliahan mereka. Dengan berada dilingkungan dengan gaya hidup hedon membuat mereka sulit untuk melepaskan kebiasaan ini sehingga menjadi suatu kebutuhan.