Jurnal Antropologi Sumatera
Jurnal Antropologi Sumatera (JAS) dikelola oleh Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Unimed. Jurnal Antropologi Sumatera, terdiri dari edisi cetak dan on-line, adalah jurnal Ilmu Antropologi yang mengkaji masalah-masalah sosial-budaya, khususnya dalam konteks lokal Sumatera. Kontributor dalam Jurnal ini adalah Akademisi, Peneliti, Mahasiswa, Guru, Pegiatan ilmu sosial dan kemasyarakatan, pegiat budaya, dan pihak lain yang berkepentingan terhadap perkembangan masalah sosial-budaya. JAS diterbitkan dalam dua edisi dalam setahun yakni pada bulan Juni dan Desember yang disebarluaskan sebagai bahan publikasi antropologi sosial.
Articles
104 Documents
Model Revitalisasi Kearifan Lokal Tradisi Markusip dalam Membentukan Karakter Remaja Etnis Mandailing
Riadi Syafutra Siregar;
Ratih Baiduri;
Robert Sibarani
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2019
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (869.611 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v17i1.20024
Tulisan ini bertujuan untuk: (1) menggambarkan tradisi markusip etnis Mandailing yang sudah hampir menghilang; (2) menemukan model revitalisasi tradisi markusip sebagai cara dalam membentuk karakter remaja Etnis Mandailing. Tradisi Markusip mengandung kearifan lokal yang dapat menjaga generasi muda dari derasnya arus modernisasi. Tradisi ini merupakan tradisi yang hampir punah akibat perkembangan teknologi dan modernisasi sehingga sebagian besar remaja Mandailing tidak lagi menjalankan tradisi ini. Tradisi markusip ini merupakan tradisi yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang mengatur pola hubungan pemuda dan pemudi dengan cara mengenali kepribadian dan karakter masing-masing pasangan tanpa menyalahi atau melanggar norma-norma yang berlaku di dalam adat istiadat Mandailing. Tradisi ini juga sebagai sumber pedoman hidup yang memiliki fungsi untuk saling menjaga hubungan agar tidak melakukan perbuatan asusila dan menjaga kesopanan serta kesantunan dalam bertingkah laku. Dalam performansi tradisi ini menggunakan ungkapan-ungkapan syair atau pantun Mandailing yang sarat akan nilai-nilai saling mengasihi, menghormati, menghargai dan bertanggung jawab. Revitalisasi terhadap tradisi ini dapat dilakukan karena nilai dan fungsi dari suatu tradisi yang telah hilang bisa dilestarikan dan ditransformasikan kepada generasi muda lewat usaha dokumentasi, pelestarian dan pendidikan.
Bimbingan Online Skripsi pada Era Revolusi Industri 4.0 di Prodi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan
Muhammad Bayu Afdillah;
Erond Litno Damanik
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 19, No 1 (2021): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2021
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (535.386 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v19i2.31697
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan bimbingan skripsi Dalam Jaringan (Daring) atau Online serta perilaku mahasiswa yang menerapkan bimbingan skripsi online dan offline di Prodi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan. Acuan teoritis yang digunakan adalah teori determinisme teknologi Marshall McLuhan. Penelitian dijalankan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data-data yang dibutuhkan dikumpulkan melalui studi partisipasi, wawancara, dan dokumentasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa hambatan yang muncul adalah mahasiswa tidak memaksimalkan model bimbingan online, Dosen Pembimbing Skripsi lama membalas, dan kesulitan dalam memahami instruksi. Dampak positif yaitu (i) fleksibilats waktu dan tempat, (ii) hemat biaya, (iii) paperless, (iv) bentuk pemanfaatan perkembangan teknologi di dunia pendidikan. Dampak negatif yaitu kurangnya interaksi sosial secara langsung yang dikhawatirkan berujung kepada tidak leluasanya mahasiswa dalam berdiskusi dengan Dosen Pembimbing Skripsi. Pola perilaku mahasiswa dengan model bimbingan skripsi online ialah etika, gaya bahasa, dan tingkat kesopanan mahasiswa tetap terjaga dan cenderung mengunakan bahasa yang baku. Sedangkan perilaku mahasiswa yang menerapkan model bimbingan offline ialah mahasiswa lebih menjaga gerak fisik agar tetap terlihat sopan, dan gaya berkomunikasi cenderung lebih santai dengan menggunakan gaya bahasa campuran, yaitu bahasa baku dan bahasa santai.
Pemandian Sakral Aek Bunga-Bunga sebagai Objek Wisata Ritual di Huta Gurgur Kecamatan Sianjur Mula-Mula Kabupaten Samosir
Agnes E Sianipar;
Trisni Andayani;
Ratih Baiduri
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2021
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.256 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v19i1.30466
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pemandian Aek Bunga-bunga, proses ritual pada pemandian, serta pendapat para masyarakat pengunjung yang telah mandi di Aek Bunga-bunga. Informan dalam penelitian ini adalah penjaga dan masyarakat pengunjung yang mandi dan melakukan ritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, serta dokumentasi. Adapun hasil penelitian yaitu: pemandian Aek Bunga-bunga ini sudah ada sejak lama secara turun-temurun yang masih dipercayai oleh punguan Marga Sagala serta masyarakat sebagai tempat rasa penghormatan kepada leluhur dan dipercayai dapat memberikan kesegaran tubuh, menyembuhkan segala penyakit, dan mengabulkan segala permohonan dengan melakukan ritual menggunakan Unte Pangir dan Bulung Napuran
Survival Strategy for Lokan Seekers in Paya Pasir Village, Kecamatan Marelan, Medan, Indonesia
Ramadani Lubis;
Ichwan Azhari;
Ratih Baiduri
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2019
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (742.845 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v17i1.20715
This study dealt with Survival Strategy for Lokan Seekers in Paya Pasir Village, Kec. Marelan, Medan, Indonesia. This situation explains that the number of women in poverty is still high. The high rate of poverty involving women certainly does not happen on its own, there are many things that must be explored and investigated and discussed about what factors make women and poverty as difficult to reduce and eliminate. The research used was qualitative research with an ethnographic approach. Spradley (1997: 3) argues that ethnography is the work of describing a culture. The main purpose of this activity is to understand a view of life from the perspective of the native population. In result, For parents, especially those who have a low income level, it should make children's education the first, because to improve the standard of living can only be done with education. Good children's education will produce changes in life. Besides that, a child should not be taught or supervised in fulfilling the family's economic needs, so that the child can be more focused in taking his education. With this education, a child can compete in the world of structural work, so as to reduce poverty as in the area of Paya Pasir Village.
Kepercayaan Ibu Hamil Memilih Persalinan ke Dukun Beranak di Desa Sibito Kecamatan Aek Natas
Nurhalimah Sipahutar;
Waston Malau
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2020
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.742 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v18i2.32036
Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui ibu hamil percaya melakukan persalinan ke dukun beranak, melatarbelakagi kepercayaan ibu hamil memilih persalinan ke dukun beranak, keuntungan dan kekurangan bersalin ke dukun beranak. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan bersalin dengan bantuan dukun beranak yang dipengaruhi oleh tindakan pilihan rasional aktor dalam masyarakat yang beradaptasi dengan nilai-nilai budaya dan pengalaman yang terjadi serta lingkungan di sekitarnya, bersalin di dukun beranak juga adanya rasa kepercayaan antara pasien dengan dukun beranaknya sehingga seorang ibu yang bersalin yakin bahwa ibu melahirkan di bantu oleh dukun beranak tersebut. Pelayanan kesehatan memiliki peranan penting sebagai sarana distribusi kesehatan kepada masyarakat. Dari hasil penelitan bahwa informan yang bersalin di dukun beranak seluruhnya yang memiliki tingkat penghasilan dan pendidikan rendah serta dukun beranak yang telah masyarakat kenal dengan baik. Dukun beranak juga tidak pernah menetapkan berapa upah yang dibayar keluarga pasien kepadanya.
Perubahan Adat Perkawinan PadaMasyarakat Melayu Di Lingkungan Pasiran Kecamatan Perbaungan Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kabupaten Serdang Bedagai (1980-2018)
Shella Zelviana Suci
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2018
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.547 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v16i1.20215
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan perkawinan masyarakat Melayu yang asli dan tahapan perkawinan masyarakat Melayu yang sekarang, faktor-faktor yang menyebabkan perubahan, unsur-unsur perubahan yang terjadi serta dampak dari perubahan perkawinan masyarakat Melayu terhadap masyarakat Melayu. Untuk memperoleh data-data yang diperlukan, maka peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field resech) yaitu dengan langsung terjun ke lapangan. Kemudian teknik untuk mengumpulkan data dilakukan dengan cara observasi ke lokasi penelitian, wawancara kepada orang tua atau tokoh adat Melayu dan pemuda-pemudi masyarakat Melayu. teknik analisa data yang digunakan adalah analisa data kualitatif dengan mengumpulkan data dari studi pustaka, melihat proses perkawinan masyarakat Melayu, menyusun hasil penelitian, menyimpulkan hasil penelitian. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan informasi yang diberikan oleh informan diketahuilah bahwa banyak perubahan yang terjadi antara tahapan perkawinan masyarakat Melayu yang asli dengan tahapan perkawinan masyarakat Melayu yang sekarang. Pada perkawinan masyarakat Melayu yang dahulu dalam pemilihan jodoh yang disebut masyarakat Melayu merisik dan penghulu telangkai tidak lepas dari peran orang tua, pada saat ini orang tua tidak berperan banyak untuk menentukkan jodoh dari anaknya.Kemudian seiring dengan berjalannya waktu maka perubahan itu disebabkan karena adanya faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan diantaranya faktor dari modernisasi, pergaulan bebas, pengaruh ekonomi, budaya gengsi dalam masyarakat, pendidikan, teknologi komunikasi dan informasi dan yang terakhir faktor dari perkawinan antar suku
Makna Simbol Ungku Saliah Pada Kedai-Kedai Etnis Minang Pariaman di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai
Apriando Saputra;
Bakhrul Khair Amal
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2020
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.728 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v18i1.31900
Tujuan utama dari penelitian ini ialah untuk mencari tahu makna simbol foto Ungku Saliah yang banyak terpajang di kedai-kedai milik etnis Minang Pariaman. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini ialah penelitian yang bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari teknik observasi, wawancara dengan beberapa informan, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2016 sampai bulan Juni 2016 tempat Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa simbol foto Ungku Saliah yang dipajang pada kedai-kedai atau tempat usaha milik etnis Minang Pariaman di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan ialah memiliki makna sebagai pelaris dagang yakni dengan tujuan dagangan mereka akan laris terjual, kemudian sebagai penolak bala yakni dengan tujuan agar tempat usaha mereka terhindar dari hal-hal ghaib yang datang dari luar, serta sebagai pembawa keberuntungan yakni dengan tujuan agar nasib baik selalu datang serta jauh dari keburukan.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGAJIAN PEREMPUAN BERBASIS MODAL SOSIAL DI KOTA MEDAN
Neila Neila;
Hidyat Hidyat
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2017
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.1 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v15i1.8625
Ada beberapa istilah atau sebutan yang ditujukan kepada aktivitas mempelajari agama Islam secara non-formal yaitu Majelis Taklim, halaqoh, atau kelompok pengajian. Dalam kajian ini istilah kelompok pengajian digunakan, sebab sesuai dengan sebutan yang dipakai oleh subyek penelitian. Kota Medan memiliki berbagai kelompok pengajian yang terbentuk berdasarkan modal sosial dari para anggotanya. Dalam perkembangannya, kelompok pengajian tersebut mempengaruhi hubungan sosial antara masyarakat hingga ke ranah ekonomi, khususnya bagi ibu-ibu pengajian atau kaum perempuan. Pemberdayaan kelompok pengajian di Kota Medan memiliki kepercayaan dalam bentuk STM, loyalitas dan arisan. Bentuk kepercayaan tiap kelompok memiliki tingkat yang berbeda-beda dalam kesetiaan atau loyalitas anggotanya.
Penanaman Nilai Budaya Dalam Pembentukan Karakter Pada Keluarga Masyarakat Karo Di Desa Narigunung Kabupaten Karo
Endang Alemisa;
Nurjannah Nurjannah
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2021
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.503 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v19i1.30767
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penanaman nilai budaya dalam pembentukan karakter masyarakat Karo tepatnya di Desa Narigunung Kabupaten Karo dengan mengkaji cara dan peran orangtua dalam menanamkan nilai budaya, kendala yang dihadapi keluarga, dan solusi yang diberikan keluarga selama proses berlangsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa keluarga merupakan wadah utama dalam pembentukan karakter seorang anak. Nasihat yang diberikan oleh orangtua kepada anaknya adalah salah satu bentuk penanaman nilai budaya. Proses penanaman nilai budaya berawal sejak anak masih kecil sampai dewasa, adapun kendala yang dihadapi yakni: Pengaruh handphone, kesibukan orangtua untuk bekerja, pengaruh lingkungan dan tingkat pengetahuan orangtua. Solusi yang diberikan keluarga dalam mengahadapi kendala yakni: mengenalkan anak tentang adat-istiadat budaya Karo khususnya tentang tutur, ikut serta dalam acara pesta tahunan, mengunjungi kerabat pada saat ada acara perkawinan dan lain sebagainya.
Pengembangan Bank Sampah Di Kota Medan Dalam Perspektif Strukturasi
Dumora Jenny Margaretha Siagian;
Hidayat Hamsari;
Fikarwin Zuska Nama
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Antropologi Sumatera, Desember 2019
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (595.66 KB)
|
DOI: 10.24114/jas.v17i2.22492
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena sampah dalam konteks kultural kehidupan masyarakat perkotaan, dan menariknya bank sampah menjadi alternatif solusi penanganan sampah yang hingga saat ini masih dipraktikkan. Strukturasi yang terbentuk dalam pengelolaan bank sampah di Kota Medan berawal dari pengelola bank sampah yang memiliki kebebasan dan andil dalam melakukan pengelolaan bank sampah secara mandiri yang tidak terkait pada formalitas kebersihan dari sudut pandang institusi negara (pemerintah). Perilaku dan tindakan agen ini menciptakan suatu struktur sosial baru sebagai bagian strategi adaptasi masyarakat terhadap perubahan yang dialami; perubahan sosial dan ekologis akibat adanya sampah, dengan strategi berupa bank sampah. Sebagai bagian dari praktik strukturasi agen, maka dikembangkan model pengelolaan bank sampah dengan memberikan peran yang besar kepada masyarakat untuk berekpresi terhadap pengolahan dan pengelolaan bank sampah secara berkelanjutan. Alternatif model pengelolaan bank sampah yang dikembangkan adalah model pengembangan bank sampah berbasis kultural dan model pengembangan bank sampah berbasis sosial