cover
Contact Name
Desdiani
Contact Email
fk@untirta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fk@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Palka No.Km 3, Panancangan, Kec. Cipocok Jaya, Serang, Banten 42124
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Tirtayasa Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28095111     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Tirtayasa Medical Journal provides a forum for publishing the original research articles, review articles, and study case from contributors and the novel technology news related to medicine and health. This journal encompasses original research articles, review articles, and case study, Scope : Medical; Biomedical; Nursing; Nutrition and Food Sport and health Occupational Health Public Health
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
Afirmasi positif & Relaksasi Autogenik dalam mengatasi Ketidakberdayaan pasien DM tipe II Hartanto, Agung Eko; Elvareta, Nabella Syifa
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 2 (2024): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i2.25500

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that cannot be cured until now and requires sufferers to undergo long-term treatment. Prolonged physical problems experienced by people with type 2 diabetes mellitus and loss of self-control due to the absence of significant changes to heal make individuals feel helpless. Powerlessness if not overcome will lead to a psychosocial crisis that affects more severe psychiatric problems. This study aims to carry out nursing care for diabetes mellitus patients with helplessness at the South Ponorogo Health Center. This research is descriptive in the form of a case study. Powerlessness can be measured using a powerlessness questionnaire. The subject used was one respondent at the age of 54 years, suffering from type 2 diabetes mellitus since 6 years ago, moderate helplessness score, and cooperative. The results of this study showed that the main intervention was positive affirmation and autogenic relaxation therapy was performed on the first day, a score of 8 (moderate powerlessness) was obtained, while on the fourth day a score (low powerlessness) was obtained. Positive affirmation intervention and autogenic relaxation therapy is a combination that can help patients with diabetes mellitus reduce stress and improve the patient's mental well-being. The synergy of the two implementations that are carried out at each meeting, negative thoughts are changed through positive affirmations and autogenic relaxation therapy is effective in helping patients overcome the anxiety experienced by patients.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Puskesmas Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten Rahmi, Rahmi; Sugiatmi, Sugiatmi
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i1.24949

Abstract

Stunting merupakan masalah dalam tumbuh kembang anak di Indonesia yang harus ditangani secara serius. Balita yang mengalami stunting akan menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan berisiko pada menurunnya tingkat produktivitas. Prevalensi anak stunting di Lebak sebesar 27,5%. Hal ini merupakan penyebab Kabupaten Lebak menjadi kabupaten dengan peringkat kedua terbanyak kasus stunting di Provinsi Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 79 balita. Pengambilan data status gizi balita menggunakan pengukuran antropometri TB/U dengan alat ukur stadiometer. Data status penyakit infeksi, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, sanitasi dan air bersih, pendidikan dan pengetahuan orang tua menggunakan wawancara dan kuesioner, dan data asupan energi dan protein melalui recall 2x24 jam. Penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Status gizi balita stunting 60,8% (48) balita dan 39,2% (31) balita memiliki status gizi normal. Asupan zat gizi energi, protein, pemberian MP-ASI, sanitasi dan air bersih, dan pengetahuan ibu memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting, (p<0,05).  Asupan zat gizi energi, protein, pemberian MP-ASI, sanitasi dan air bersih, dan pengetahuan ibu memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Penyakit infeksi, ASI eksklusif, Pendidikan ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita
Hubungan Kesadaran Metakognisi dengan Hasil Belajar Mahasiswa Kedokteran di Fakultas Kedokteran UNTIRTA Alifa, Fasya Husti; Abdullah, Rukman; Soemantri, Diantha
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 2 (2024): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i2.25156

Abstract

Metacognitive awareness is a high-level thinking that involves active control over the cognitive processes involved in learning, consisting of two components, namely cognitive knowledge and cognitive regulation. In this study the aim was to assess the relationship between the metacognitive awareness component and student learning outcomes. This study involved 165 medical student respondents at Sultan Ageng Tirtayasa University. The results of the study found that the components of cognitive knowledge, namely declarative (p = 0.410), procedural (p = 0.187), and conditional (p = 0.927) did not significantly influence the learning outcomes of medical students (p > 0.05). In the components of cognition regulation, namely planning (p = 0.221), information management strategies (p = 0.514), understanding monitoring (p= 0.996), and evaluation (p = 0.873) did not significantly influence student learning outcomes. While the correction strategy has a significant relationship with learning outcomes (p = 0.01). In the analysis of the total metacognitive awareness score on learning outcomes, it was found that there was no significant relationship (p = 0.510). This means that there is no significant relationship between metacognitive awareness and learning outcomes of medical students at Sultan Ageng Tirtayasa University, both in the components of cognitive knowledge and cognitive regulation.
Hubungan Asupan Zat Gizi dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Usia Dewasa Di Kelurahan Kebon Kosong Jakarta Sari, Wulan; Rizqiya, Fauzia
Tirtayasa Medical Journal Vol 3, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v3i1.24950

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas, DKI Jakarta memiliki angka prevalensi gizi lebih tertinggi pada tahun 2018 yaitu 28,73%. Prevalensi gizi lebih tertinggi di DKI Jakarta terdapat pada di Jakarta Pusat sebesar 30,51%. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2022 di Kelurahan Kebon Kosong. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 72 responden. Pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisis data berupa uji Chi-Square. Pengambilan data primer dengan cara pengukuran dan wawancara. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 66,7 % dari jumlah responden mengalami gizi lebih. Sebanyak 52,8% responden memiliki asupan energi yang lebih, 48,6%, responden memiliki asupan karbohidrat yang lebih, 40,3%, responden memiliki asupan protein yang lebih, 70,8%, responden memiliki asupan lemak yang lebih, 73,6%, responden memiliki asupan serat yang lebih, dan 54,2%, responden memiliki aktivitas fisik yang rendah Berdasarkan hasil uji Chi-Square, ditemukan hubungan signifikan antara asupan energi, lemak, dan serat dengan terjadinya gizi lebih pada usia dewasa di Kelurahan Kebon Kosong (p= <0,05). Dan tidak ada hubungan antara asupan protein, karbohidrat dan aktivitas fisik dengan terjadinya gizi lebih pada usia dewasa di Kelurahan Kebon Kosong (p= >0,05).
Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke Riwayat Penyakit Diabetes Mellitus dengan Gangguan Mobilitas Fisik Ernaningrum, Diah Ayu; Hartanto, Agung Eko; Wiratmoko, Heru
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i1.28588

Abstract

Stroke is a neurological deficit that disrupts the blood supply to the brain can occur due to several pathological conditions including atherosclerosis. Diabetes mellitus is one of the causes of stroke where high blood glucose levels can accelerate atherosclerosis. One of the signs of stroke symptoms is a decrease in muscle strength which can lead to impaired physical mobility. One of the efforts to overcome is to train ROM. The purpose of the study was to determine how nursing care for stroke patients with a history of diabetes mellitus with impaired physical mobility.az The case study design in this study uses qualitative descriptive research with a case study approach. After carrying out nursing care for 7 days, the results of research on physical mobility disorders in Mr. P were obtained. P has improved as evidenced by using the MMT instrument on muscle strength, namely from scale 2 to scale 4 (mild physical mobility impairment). For the range of motion has increased, namely a scale of 25 to 46, which is from a range of motion enough to good. ROM training is very important because it affects muscle contraction and relaxation so that it can facilitate blood flow so as to increase muscle strength. Suggestions for stroke patients with a history of diabetes mellitus are expected to routinely do ROM exercises and do health checks, namely blood pressure and glucose levels.
Asuhan Keperawatan Dengan Masalah Ketidakpatuhan Minum Obat Karena Defisit Pengetahuan Pada Klien Diabetes Melitus Andani, Laila Fitri; Anjaswarni, Tri; Hartanto, Agung Eko
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i1.28741

Abstract

Ketidakpatuhan minum obat pada klien diabetes melitus adalah kondisi dimana klien tidak menjalankan program pengobatan secara rutin hal ini berdampak pada peningkatan kadar gula darah. Peningkatan kadar gula darah secara ekstrem dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya antara lain terjadi hiperglikemi, koma diabetikum bahkan terjadi kematian, hingga manajemen pengobatan menjadi hal penting. Tujuan studi kasus ini melakukan asuhan pada klien yang mengalami ketidakpatuhan minum obat akibat defisit pengetahuan. Metode penelitian Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil didapatkan dari pengkajian yaitu klien tidak mengetahui pengetahuan tentang penyakitnya dan rutin minum obat karena merasa bosan dan sering lupa. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari terdapat peningkatan pengetahuan dengan angka 50 kategori pengetahuan kurang menjadi 70 kategori pengetahuan sedang, sedangkan tingkat ketidakpatuhan mengalami kenaikan dengan angka 7 kategori ketidakpatuhan rendah menjadi 1 kategori ketidakpatuhan sedang. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya edukasi tentang pendidikan kesehatan setiap kali pertemuan secara bertahap dengan materi terpisah yang dapat mempengaruhi kebiasaan klien.
Edukasi Kesehatan dalam Meningkatkan Defisit Pengetahuan tentang Pencegahan Penularan Tuberkulosis (TBC) Andriani, Wiwiek Retti; Hidayat, Bagus Syahrian
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i1.29472

Abstract

Pulmonary tuberculosis is a contagious disease caused by an infection of the Mycobacterium tuberculosis bacteria. The cause of transmission in pulmonary TB patients is low knowledge due to a lack of information. The purpose of the research is to provide nursing care to pulmonary TB clients with a knowledge deficit in transmission prevention in the working area of Sukorejo Health Center, Ponorogo. The research method applied is descriptive with a case study form involving one participant. Data collection techniques through interviews and questionnaires on knowledge of TB transmission prevention. The assessment results showed that the client had a low level of knowledge, and the client asked about TB, especially in preventing transmission. The nursing diagnosis established is knowledge deficit. Nursing intervention according to SIKI: Health education and disease process education implemented over 5 days using lecture methods, through video media and leaflets. The established outcome criteria are an increased level of knowledge, indicated by the client's ability to answer the tuberculosis transmission prevention knowledge questionnaire and achieve a good level of knowledge, be able to explain the material presented, and apply the material in their life. After being implemented for 5 days, the results showed that the participants' knowledge, which initially fell into the poor knowledge category (46%), improved to the good knowledge category (86%). Factors for success in providing education can include family support by motivating patients to consistently take their medication and follow up when it runs out, and monitoring patients to ensure they maintain behaviors that reduce the risk of transmission.
Perbandingan Tingkat Stres pada Mahasiswa Kedokteran Tahap Pre-klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Ridhwan, Muhammad Ariq; Abdullah, Rukman; Mustika, Rita
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i1.29833

Abstract

Mahasiswa kedokteran mempunyai tingkat stres lebih tinggi dibanding mahasiswa lain bahkan populasi umum, lalu tres pada mahasiswa kedokteran menyebabkan kelelahan emosional juga bisa memengaruhi kesehatan dan kinerja akademik secara keseluruhan, pada penelitian Hamza M. Abdulghani dkk, dilaporkan tingkat stres tertinggi pada tingkat I lalu tingkat II, III dan IV menurun walaupun masih taraf sedang lalu meningkat sedikit pada tingkat V, selain itu penelitian di Indonesia juga menunjukkan tingkat stres yang tidak jauh berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres mahasiswa kedokteran dan perbandingan tingkat stres mahasiswa kedokteran tahap pre-klinik. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran tingkat I, II, III, dan IV dengan total sampling sebesar 181 mahasiswa. Kuesioner penelitian ini menggunakan Medical Student Stresor Questionnaire. Analisis penelitian ini menggunakan perhitungan statistik chi square dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian ini yaitu pada tingkat I tingkat stres masih yang paling rendah, selanjutnya pada tingkat II naik, setelah itu tingkat III menurun kembali, dan memuncak pada tingkat IV. Selanjutnya pada mahasiswa kedokteran lebih banyak mengalami stres berat pada stresor akademik (ARS) sebanyak 77,3%. Mahasiswa lebih banyak mengalami stres berat pada mahasiswa berusia 21-23 tahun (70,1%), setelah itu pada jenis kelamin perempuan (69%), setelah itu pada mahasiswa yang bertinggal bersama saudara/indekos (58,2%). Semua tingkat mengalami stres berat kecuali tingkat I dan tidak berbeda bermakna. Penelitian ini berkesimpulan pada tingkat I tingkat stres masih yang paling rendah, selanjutnya pada tingkat II naik, setelah itu tingkat III menurun kembali, dan memuncak pada tingkat IV, hal ini disebabkan oleh perbedaan yang bermakna pada stresor akademik (ARS) sehingga harus ada solusi untuk bisa mencegah atau menguranginya dengan cara memberikan treatment yang spesifik kepada setiap Angkatan dengan salah satu caranya yaitu membangun student support pada institusi kedokteran
Literature Review: Dampak Penggunaan Air Conditioner (AC) di Tempat Kerja terhadap Kesehatan Karyawan Perkantoran Laila, Nur Najmi; Prasetyo, Hairuddin Bangun
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 1 (2024): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i1.29455

Abstract

Pekerja perkantoran Sebagian besar menghabiskan waktu bekerja nya hampir 8-9 jam perhari di dalam ruangan yang memiliki pendingin udara, Kondisi ini tentu saja bisa mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Hal ini banyak dialami oleh profesional muda di daerah perkotaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi lebih banyak terkait dampak apa saja yang bisa dirasakan pekerja perkantoran yang terpapar pendingin Udara atau Air Conditioner (AC). Penelitian ini dilakukan dari Agustus 2023 hingga Februari 2024 menggunakan metode penelitian studi literatur atau literature review,  Pada penelitian ini dilakukan dengan melakukan telaah terhadap 6 penelitian terkait Air Conditioner (AC) serta dampaknya pada pekerja kantoran. Metode kajian ini akan dirangkum dalam analisis deskriptif. Berdasarkan hasil telaah dan analisis literatur penelitian, adapun secara umum terdapat 2 dampak dari penggunaan AC, dampak tersebut adalah secara negative dapat berupa penyakit kulit kering, gatal-gatal, sesak napas hingga sakit kepala, gugup, merasa tidak nyaman dalam bekerja, merasa terhidrasi, dan terjadi SBS serta gejala alergi. Sedangkan terdapat dampak positif nya yaitu pekerja akan merasakan peningkatan produktifitas jika bekerja suhu yang nyaman dengan menggunakan AC
KEHAMILAN HETEROTOPIK DENGAN SYOK HIPOVOLEMIK – SEBUAH LAPORAN KASUS Putra, Novitrian Eka; Damayanti, Marshavina
Tirtayasa Medical Journal Vol 4, No 2 (2025): May
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v4i2.29563

Abstract

Heterotropic pregnancy is refers to the coexistence of multifetus pregnancy in intrauterine and extrauterine simultaneously. It is a rare and life-threatening condition. The risks of heterotropic pregnancy accounts for 1 per 30.000 from natural conception. This case report presents a case of first trimester pregnancy diagnosed by Transabdominal Ultrasound with Culdocentesis technique and underwent salpingectomy procedure successfully. A 33 years old, multigravida with history of abortion lady at 9 weeks period of gestation was presented to the Maternity Emergency Room, at Banten Regional Public Hospital, by increasing abdominal pain for 4 days and nausea episodes with the presence of Chandelier Sign. Transabdominal ultrasound revealed a left adnexal mass at fallopian tube and presence of gestational sac intrauterine. Upon the examination, patient was hemodynamically unstable, tender on palpation and diffusely distended. The patient’s final diagnosis was 9 weeks heterotropic pregnancy with a live intrauterine fetus and rupture left ectopic pregnancy. Patient underwent an emergency laparotomy with salpingectomy procedure for presumed ruptured tubal ectopic pregnancy. Earlier time to diagnose rupture ectopic pregnancy gives a good maternal outcome and hence crucial in the management.