Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
316 Documents
Faktor yang Menentukan Persepsi dan Preferensi Generasi Milenial terhadap Pembiayaan Griya SiMuda BSI di Kota Bandung
Vira Nur Aulia;
Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies 411 - 418
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25496
Abstract. Home ownership is an increasingly difficult primary need for the millennial generation to fulfill due to rising property prices and limited financial capacity. PT Bank Syariah Indonesia (BSI) introduced the Griya SiMuda financing program as a sharia-based housing solution for this segment. This study analyzes the factors that determine millennials’ perception and preference toward Griya SiMuda financing in Bandung City, the role of respondent characteristics in shaping them, and the most dominant factor. A descriptive quantitative method was used, with primary data collected from 100 millennial respondents in Bandung City who need housing financing, selected through purposive sampling. The variables measured were perceived benefit, perceived affordability, perceived value, internal preference, and external preference, using a four-point Likert scale. Data were analyzed descriptively (minimum, maximum, mean, standard deviation) and presented in frequency distributions, supported by validity and reliability tests. The results show that millennials’ perception and preference toward Griya SiMuda financing fall into the very good category. Perceived value is the dominant factor shaping perception, reflecting sharia compliance, financial security, BSI’s reputation, and transparency, while external preference—covering product characteristics, service quality, promotion, and economic conditions—is the dominant factor shaping preference. BSI is advised to strengthen sharia financial literacy, digital promotion, information delivery, and sharia compliance to maintain customer trust. Abstrak. Kepemilikan rumah merupakan kebutuhan primer yang semakin sulit dijangkau generasi milenial akibat kenaikan harga properti dan keterbatasan finansial. PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan Pembiayaan Griya SiMuda sebagai solusi perumahan berbasis syariah bagi segmen ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang menentukan persepsi dan preferensi generasi milenial terhadap Pembiayaan Griya SiMuda BSI di Kota Bandung, peran karakteristik responden, serta faktor yang paling dominan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data primer dari 100 responden generasi milenial di Kota Bandung yang membutuhkan pembiayaan perumahan, dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel penelitian meliputi persepsi manfaat, persepsi keterjangkauan, persepsi nilai, preferensi internal, dan preferensi eksternal, diukur dengan skala Likert 1-4. Data dianalisis secara deskriptif (nilai minimum, maksimum, mean, standar deviasi) serta disajikan dalam distribusi frekuensi, didukung uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan persepsi dan preferensi generasi milenial terhadap Pembiayaan Griya SiMuda berada pada kategori sangat baik. Persepsi nilai menjadi faktor dominan yang mencerminkan kesesuaian prinsip syariah, rasa aman finansial, reputasi BSI, dan transparansi pembiayaan, sedangkan preferensi eksternal yang berkaitan dengan karakteristik produk, kualitas layanan, promosi, dan kondisi ekonomi menjadi faktor dominan preferensi. BSI disarankan memperkuat edukasi keuangan syariah, promosi digital, penyampaian informasi, dan syariah compliance guna menjaga kepercayaan nasabah.
Strategi Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Rengginang di Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang
Hilmi Zainul Muttaqin;
Ria Haryatinigsih
Bandung Conference Series: Economics Studies 419 - 426
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25518
Abstract. MSMEs play a vital role in the local economy, including traditional food businesses such as rengginang in Cianjur Regency. Although they play a major role, rengginang MSME operators in Cibulakan Village, Cugenang Subdistrict, still face challenges related to technology, low educational levels, and conventional promotional methods. This descriptive qualitative study employed observation, in-depth interviews (purposive sampling), and documentation, along with a SWOT analysis to map internal and external factors affecting the businesses. The results indicate that sales remain volatile due to unpredictable weather and marketing efforts limited to door-to-door sales without leveraging online platforms. Recommended development strategies include: maintaining the logo as the product’s identity, expanding digital marketing, adding variety in flavors and sizes, establishing ongoing partnerships with raw material suppliers, and enhancing collaboration with local government for training in packaging, business management, and regulatory compliance (PIRT, Halal Certification, NIB). Abstrak. UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian lokal, termasuk usaha makanan tradisional seperti rengginang di Kabupaten Cianjur. Meskipun berperan besar, para pelaku UMKM rengginang di Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, masih menghadapi tantangan terkait teknologi, tingkat pendidikan yang rendah, dan metode promosi yang konvensional. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan metode observasi, wawancara mendalam (sampel purposif), dan dokumentasi, serta analisis SWOT untuk memetakan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi usaha tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan tetap fluktuatif akibat cuaca yang tidak dapat diprediksi dan upaya pemasaran yang terbatas pada penjualan dari pintu ke pintu tanpa memanfaatkan platform daring. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi: mempertahankan logo sebagai identitas produk, memperluas pemasaran digital, menambah variasi rasa dan ukuran, menjalin kemitraan berkelanjutan dengan pemasok bahan baku, serta meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk pelatihan dalam hal pengemasan, manajemen usaha, dan kepatuhan terhadap peraturan (PIRT, Sertifikasi Halal, NIB).
Pengaruh Bantuan Sosial Pangan, Inflasi, dan PDRB terhadap Daya Beli Masyarakat pada 6 Provinsi di Pulau Jawa Tahun 2018–2024
Nabila Eka Putri Aprilia;
Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies 427 - 436
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25589
Abstract. Household purchasing power reflects the level of community welfare and is influenced by various economic factors, including food social assistance, inflation, and Gross Regional Domestic Product (GRDP). This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of Food Social Assistance, Inflation, and GRDP on household purchasing power in six provinces on Java during 2018–2024. This research employed a quantitative associative approach using secondary panel data from six provinces, resulting in 42 observations. The data were analyzed using panel data regression with EViews 12. Based on the Chow and Hausman tests, the Fixed Effects Model (FEM) was selected as the most appropriate model, with robust estimation using White cross-section standard errors and cross-section SUR. The results indicate that Food Social Assistance and GRDP have a positive and significant effect on household purchasing power, while inflation has a positive but insignificant effect. Simultaneously, Food Social Assistance, inflation, and GRDP significantly influence household purchasing power. These findings suggest that improving the effectiveness of food social assistance programs, maintaining inflation stability, and promoting inclusive regional economic growth are essential to strengthening household purchasing power. Abstrak. Daya beli rumah tangga merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi. Selama periode 2018–2024, daya beli rumah tangga di enam provinsi di Pulau Jawa mengalami perubahan yang diduga dipengaruhi oleh Bantuan Sosial Pangan, inflasi, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Bantuan Sosial Pangan, inflasi, dan PDRB terhadap daya beli rumah tangga, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk panel data dari enam provinsi di Pulau Jawa selama tahun 2018–2024 dengan total 42 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan EViews 12. Berdasarkan uji Chow dan uji Hausman, model terbaik adalah Fixed Effects Model. Untuk mengatasi heteroskedastisitas dan ketergantungan antarpenampang, estimasi dilakukan menggunakan White cross-section standard errors dan cross-section SUR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bantuan Sosial Pangan dan PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya beli rumah tangga, sedangkan inflasi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap daya beli rumah tangga. Oleh karena itu, pemerintah perlu menjaga keberlanjutan dan ketepatan sasaran Bantuan Sosial Pangan, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan PDRB yang inklusif untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Padi di Desa Lelea Kabupaten Indramayu
Lulu Zahirah;
Ria Haryatiningsih
Bandung Conference Series: Economics Studies 437 - 444
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25593
Abstract. This study was motivated by the importance of increasing rice production to support national food security. Lelea Village is one of the major rice-producing areas in Indramayu Regency; differences in production were found despite relatively similar harvested areas, presumably influenced by differences in the use of production factors. In addition, previous studies have reported inconsistent findings regarding the effect of production factors on rice farming production. This study aims to analyze the effects of seed, labor, and fertilizer on rice farming production in Lelea Village, Indramayu Regency. This study employed a quantitative method with a survey approach. Primary data were collected through interviews with 66 rice farmers in Lelea Village. Data were analyzed using the Cobb–Douglas production function estimated by Ordinary Least Squares (OLS) with EViews 12 software, including classical assumption tests, t-test, F-test, coefficient of determination (R²), and Return to Scale (RTS) analysis. The results showed that, partially, seed had a positive and significant effect on production, with a regression coefficient of 0.680186 and a probability value of 0.0000. Labor also had a positive and significant effect, with a coefficient of 0.257466 and a probability value of 0.0001. Fertilizer had a positive but statistically insignificant effect, with a coefficient of 0.125273 and a probability value of 0.1981. Simultaneously, seed, labor, and fertilizer significantly affected rice farming production. The RTS value of 1.062925 indicates that rice farming in Lelea Village operates under Increasing Returns to Scale, suggesting that production can still be increased through more optimal management of production factors. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan produksi padi sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Desa Lelea merupakan salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Indramayu; ditemukan perbedaan produksi pada luas panen yang relatif sama, yang diduga dipengaruhi oleh perbedaan penggunaan faktor-faktor produksi. Selain itu, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi usahatani padi masih menunjukkan temuan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh benih, tenaga kerja, dan pupuk terhadap produksi usahatani padi di Desa Lelea, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data primer diperoleh melalui wawancara terhadap 66 petani padi di Desa Lelea. Analisis data menggunakan fungsi produksi Cobb–Douglas yang diestimasi dengan metode Ordinary Least Squares (OLS) menggunakan perangkat lunak EViews 12, meliputi uji asumsi klasik, uji t, uji F, koefisien determinasi (R²), dan analisis Return to Scale (RTS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial benih berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi dengan koefisien regresi 0,680186 dan probabilitas 0,0000. Tenaga kerja juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,257466 dan probabilitas 0,0001. Sementara itu, pupuk berpengaruh positif tetapi tidak signifikan dengan koefisien 0,125273 dan probabilitas 0,1981. Secara simultan, benih, tenaga kerja, dan pupuk berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani padi. Nilai Return to Scale sebesar 1,062925 menunjukkan bahwa usahatani padi di Desa Lelea berada pada kondisi Increasing Returns to Scale, sehingga masih memiliki peluang untuk meningkatkan produksi melalui pengelolaan faktor-faktor produksi yang lebih optimal.
Pengaruh PMA dan PMDN terhadap PDRB Purwakarta
Tubagus Fajar Khoeril Azhar;
Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 445 - 452
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25619
Abstract. The economic growth of Purwakarta Regency shows an anomaly in the form of fluctuations and slowdowns despite the continuous increase in investment realization. This study aims to analyze the effect of Foreign Direct Investment (FDI) and Domestic Direct Investment (DDI) on the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Purwakarta Regency for the 2010–2024 period. Using a quantitative approach with time series data from the Central Bureau of Statistics (BPS) and the Ministry of Investment/BKPM, this study was processed using multiple linear regression in EViews 13. The results show that FDI has a negative and significant effect on GRDP, caused by the high capital-output ratio in the capital-intensive industrial sector and profit repatriation practices. Conversely, DDI has a positive and significant effect because it has close ties to the local economy and creates a high multiplier effect. Simultaneously, FDI and DDI together have a significant effect on GRDP. These findings indicate that investment policies need to be selective, prioritizing DDI and strictly selecting FDI that can transfer technology and use local raw materials. This research provides an empirical contribution to the development of neoclassical growth theory in the context of a capital-intensive industrial-based regional economy. Abstrak. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purwakarta menunjukkan anomali berupa fluktuasi dan perlambatan meskipun realisasi investasi terus meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Purwakarta periode 2010–2024. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Investasi/BKPM, penelitian ini diolah dengan regresi linear berganda pada EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRB, yang disebabkan oleh tingginya capital-output ratio pada sektor industri padat modal serta praktik repatriasi keuntungan. Sebaliknya, PMDN berpengaruh positif dan signifikan karena memiliki keterkaitan erat dengan ekonomi lokal dan menciptakan multiplier effect yang tinggi. Secara simultan, PMA dan PMDN bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan investasi perlu selektif, dengan memprioritaskan PMDN dan menyeleksi ketat PMA yang mampu mentransfer teknologi serta menggunakan bahan baku lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan teori pertumbuhan neoklasik dalam konteks ekonomi regional berbasis industri padat modal.
Pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Tingkat Pengangguran
habiburrahman aljauhari;
Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 453 - 460
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25762
Abstract. The Open Unemployment Rate (OUR) is an important indicator for assessing the success of regional economic development, as it reflects the economy's ability to absorb labor. Despite being one of Indonesia's major economic centers, West Java Province continues to experience a relatively high unemployment rate compared to the national average. This study aims to analyze the effects of the Economic Growth Rate (EGR) and the Human Development Index (HDI) on the Open Unemployment Rate (OUR) across 27 regencies and municipalities in West Java Province during the 2017–2024 period. The study employed a quantitative approach using panel data consisting of 216 observations obtained from Statistics Indonesia (BPS). Panel data regression analysis was applied. Based on the Chow and Hausman tests, the Fixed Effect Model (FEM) was selected as the most appropriate model. Since autocorrelation was detected, the final estimation employed the Estimated Generalized Least Squares (EGLS) with a first-order autoregressive [AR(1)] approach. The results indicate that both the Economic Growth Rate and the Human Development Index have a negative and significant effect on the Open Unemployment Rate, both individually and simultaneously. Keywords: Open Unemployment Rate, Economic Growth Rate, Human Development Index, Panel Data Regression, EGLS AR(1). Abstrak. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah. Meskipun Provinsi Jawa Barat memiliki aktivitas ekonomi yang tinggi, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota masih relatif tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat periode 2017–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel sebanyak 216 observasi yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel. Berdasarkan uji Chow dan uji Hausman, model terbaik adalah Fixed Effect Model (FEM). Karena ditemukan autokorelasi, estimasi akhir menggunakan Estimated Generalized Least Squares (EGLS) dengan pendekatan Autoregressive orde pertama [AR(1)]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPE dan IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia berperan dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja sehingga mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat.
Pengaruh Pelatihan dan Kompetensi terhadap Penghasilan melalui Motivasi Kerja sebagai Variabel Mediasi pada Peserta Alumni PT BISA AI Academy
Azzam Syaeful Islam;
Hantoro Ksaid Notolegowo
Bandung Conference Series: Economics Studies 461 - 470
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25769
Abstract. This study analyzes the effect of training and competence on the income of PT BISA AI Academy alumni, both directly and through work motivation as a mediating variable. Indonesia's growing digital economy has widened the gap between digital talent supply and industry demand, making training and competence development strategic priorities for improving workforce income. The study employed a quantitative, explanatory approach. The sample consisted of 217 respondents drawn from a population of 1,777 alumni of Education Technology (EdTech)-based training conducted by PT BISA AI Academy during 2024–2025, determined using the rule-of-thumb approach for Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS). Data were collected through an online questionnaire using a four-point Likert scale and analyzed with SEM-PLS. The results show that training has no significant effect on work motivation, while competence has a positive and significant effect on it. Work motivation positively and significantly affects income. Training has a significant but negative direct effect on income, whereas competence has the largest positive and significant direct effect. Work motivation does not mediate the effect of training on income but significantly mediates the effect of competence on income. These findings indicate that digital competence, rather than training participation alone, is the most consistent driver of both work motivation and income growth among alumni. Abstrak. Penelitian ini menganalisis pengaruh pelatihan dan kompetensi terhadap penghasilan alumni PT BISA AI Academy, baik secara langsung maupun melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia memperlebar kesenjangan antara ketersediaan talenta digital dan kebutuhan industri, sehingga pelatihan dan pengembangan kompetensi menjadi strategi penting dalam meningkatkan penghasilan tenaga kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksplanatori. Sampel berjumlah 217 responden dari populasi 1.777 alumni pelatihan berbasis Education Technology (EdTech) periode 2024–2025, ditentukan menggunakan pendekatan rule of thumb dalam Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dengan skala Likert 4 poin dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, sedangkan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap penghasilan. Pelatihan berpengaruh signifikan namun dengan arah negatif terhadap penghasilan, sementara kompetensi memiliki pengaruh langsung positif terbesar. Motivasi kerja tidak memediasi pengaruh pelatihan terhadap penghasilan, namun memediasi secara signifikan pengaruh kompetensi terhadap penghasilan. Temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi digital, bukan sekadar keikutsertaan pelatihan, menjadi faktor paling konsisten dalam mendorong motivasi kerja dan peningkatan penghasilan alumni.
Analisis Faktor-Faktor Ekonomi Perilaku yang Mempengaruhi Keterlibatan Sharing Konten Produk di Tiktok
Alinda Mutiara Salwa;
Yuhka Sundaya
Bandung Conference Series: Economics Studies 471 - 478
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25776
Abstract. The transformation of the digital market has significantly altered consumer decision-making processes in the pre-purchase phase. Social media has become the primary source of information shaping consumer behavior. This study aims to analyze the effect of the number of likes, the number of saves, and product prices on the probability of product endorsement content sharing behavior on the TikTok platform. Data were collected from TikTok Insights across 57 endorsement videos from the account @aleen.4044 between June 2024 and December 2025. Data processing was conducted using an ordered logit regression model. The estimation results indicate that the variables like and ln_price have a positive effect on the probability of moving to a higher share behavior category, whereas the variable save has a negative effect. These findings demonstrate that sharing behavior is influenced by a combination of emotional responses, information evaluation processes, and perceptions of the product's economic attributes. From a Behavioral Economics perspective, saving activity represents bounded rationality, liking activity reflects the affect heuristic, while price information acts as an anchor in the product evaluation process through the anchoring effect. Abstrak. Transformasi pasar digital telah mengubah proses pengambilan keputusan konsumen pada fase pre-purchase. Media sosial menjadi sumber informasi utama dalam membentuk perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah like, jumlah save, dan harga produk terhadap probabilitas perilaku penyebaran konten produk endorsement (share) pada platform TikTok. Data diperoleh dari TikTok Insights pada 57 video endorsement akun @aleen.4044 periode Juni 2024 hingga Desember 2025. Pengolahan data dilakukan menggunakan model regresi ordered logit. Hasil estimasi model menunjukkan bahwa variabel like dan ln_price berpengaruh positif terhadap probabilitas peningkatan kategori perilaku share, sedangkan variabel save berpengaruh negatif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perilaku share dipengaruhi oleh kombinasi respons emosional, proses evaluasi informasi, dan persepsi terhadap atribut ekonomi produk. Dalam perspektif Behavioral Economics, aktivitas save merepresentasikan bounded rationality, aktivitas like mencerminkan affect heuristic, sedangkan informasi harga berperan sebagai anchor dalam proses evaluasi produk melalui anchoring effect.
Analisis Efektivitas dan Efisiensi Pengelolaan Keuangan Bumdes Sebelum dan Pasca Revitalisasi (Studi Kasus Bumdesa Amanah Mandiri Desa Cipanas Periode 2020-2026)
Mertavia Ardhany Junaedi;
Hantoro Ksaid Notolegowo
Bandung Conference Series: Economics Studies 479 - 486
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25819
Abstract. This study is motivated by an anomaly at BUMDesa Amanah Mandiri Desa Cipanas, which held pioneer status despite the village achieving Independent Village status, caused by governance failures in legacy business units and a liquidity crisis. This study aims to analyze the level of financial management effectiveness and efficiency before and post-revitalization, compare performance, and identify influencing factors. A mixed-methods approach with a sequential explanatory design was employed. Primary data were gathered through in-depth interviews, while secondary data comprised financial reports and the 2020–2026 business plan. Financial analysis utilized ratio formulas based on Ministerial Decree Kepmendagri No. 690.900-327 of 1996 alongside qualitative interactive model analysis. The results show that the average effectiveness before revitalization (2020–2025) was 75.69% (less effective) with an efficiency rate of 5,695.32% (inefficient). Post-revitalization (2026), effectiveness stood at 68.49% (less effective) due to a steep increase in revenue targets from IDR 25,000,000 to IDR 300,000,000, despite actual nominal revenue surging to IDR 205,460,500. However, the efficiency ratio improved significantly to 74.08% (efficient). The key distinction lies in terminating unprofitable legacy units and shifting to oyster mushroom cultivation supported by food security capital. Influencing factors include budget planning mechanisms, business restructuring, regulatory support, and operational cost control. In conclusion, revitalization successfully restored financial efficiency and expanded BUMDesa's business scale. Implications suggest that BUMDesa managers and village officials must strengthen market analysis, budget discipline, and institutional oversight. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anomali BUMDesa Amanah Mandiri Desa Cipanas yang berstatus perintis di tengah status Desa Mandiri, akibat kegagalan tata kelola unit usaha lama dan krisis likuiditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan sebelum dan pasca-revitalisasi, membandingkan kinerjanya, serta mengidentifikasi faktor pemengaruh. Metode yang digunakan adalah mixed methods desain sequential explanatory. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, sedangkan data sekunder berupa laporan keuangan dan business plan 2020–2026. Analisis keuangan menggunakan rasio efektivitas dan efisiensi berbasis Kepmendagri No. 690.900-327/1996 serta analisis kualitatif model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata efektivitas sebelum revitalisasi (2020–2025) sebesar 75,69% (kurang efektif) dan efisiensi 5.695,32% (tidak efisien). Pasca-revitalisasi (2026), efektivitas tercatat 68,49% (kurang efektif) akibat lonjakan target pendapatan dari Rp25.000.000 menjadi Rp300.000.000, meskipun realisasi nominal naik tajam menjadi Rp205.460.500. Namun, rasio efisiensi membaik secara signifikan menjadi 74,08% (efisien). Perbedaan utama terletak pada pembekuan unit usaha lama yang merugi dan pengalihan ke budidaya jamur tiram yang didukung modal ketahanan pangan. Faktor pemengaruh meliputi mekanisme perencanaan anggaran, restrukturisasi bisnis, dukungan regulasi, dan pengendalian biaya operasional. Kesimpulannya, revitalisasi berhasil memulihkan efisiensi keuangan dan mempebesar skala bisnis BUMDesa secara nyata. Implikasinya, pengelola BUMDesa dan pemerintah desa perlu memperkuat analisis pasar, disiplin anggaran, serta pengawasan kelembagaan.
Analisis Biaya Kemacetan Lalu Lintas di Ruas Jalan Kota Bandung
Tasya Auliya Hamdani;
Yuhka Sundaya
Bandung Conference Series: Economics Studies 487 - 496
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25851
Abstract. Traffic congestion is a transportation problem that causes economic losses due to increased vehicle operating costs and travel time losses. This study aims to analyze traffic conditions and estimate congestion costs on the Tamansari Road Corridor between Siliwangi Intersection and Cikapayang Intersection in Bandung City. The study employed a descriptive quantitative approach using the Cost of Congestion (COC) method. Data were collected through field observations and secondary sources. The results indicate that traffic congestion increases vehicle operating costs and travel time, resulting in economic losses for road users. The findings are expected to support urban transportation planning and traffic management policies. Abstrak. Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan transportasi yang menimbulkan kerugian ekonomi akibat meningkatnya biaya operasional kendaraan dan hilangnya waktu perjalanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi lalu lintas serta mengestimasi biaya kemacetan pada ruas Jalan Tamansari Koridor Simpang Jalan Siliwangi–Simpang Jalan Cikapayang Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode Cost of Congestion (COC) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data diperoleh melalui survei lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemacetan pada lokasi penelitian menyebabkan peningkatan biaya operasional kendaraan dan nilai waktu perjalanan sehingga menimbulkan kerugian ekonomi bagi pengguna jalan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan transportasi perkotaan.