cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcses@unisba.ac.id
Phone
+6285776688054
Journal Mail Official
bcses@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Economics Studies
ISSN : -     EISSN : 28282558     DOI : https://doi.org/10.29313/bcses.v2i2
Core Subject : Economy,
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 316 Documents
Pengaruh Zakat, Indeks Pembangunan Manusia, dan Bantuan Sosial terhadap Kemiskinan Fahmi Sani Putra; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies 327 - 334
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.24871

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the effect of zakat, the Human Development Index (HDI), and social assistance on poverty across 27 regencies and municipalities in West Java Province during the 2021–2024 period. This research employed a quantitative approach using panel data obtained from Statistics Indonesia (BPS), the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) of West Java Province, and the Ministry of Social Affairs of the Republic of Indonesia. The data were analyzed using panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM). The results indicate that zakat has no significant effect on poverty, whereas the Human Development Index (HDI) and social assistance have a significant effect on poverty. Simultaneously, all three variables have a significant effect on poverty. These findings suggest that optimizing social assistance programs and promoting more equitable human development are more effective in reducing poverty, while the effectiveness of zakat can be enhanced through better management and a greater emphasis on productive distribution. Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh zakat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan bantuan sosial terhadap kemiskinan pada 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang bersumber dari BPS, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Sosial. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan IPM dan bantuan sosial berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi bantuan sosial dan pemerataan pembangunan manusia lebih efektif dalam mendukung penurunan kemiskinan, sementara efektivitas zakat perlu ditingkatkan melalui pengelolaan dan penyaluran yang lebih produktif.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, IPM, dan UMK terhadap Kemiskinan pada Lima Kabupaten di Jawa Tengah Tahun 2015-2025 Toriq Reyhan; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 335 - 342
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.24896

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the effect of economic growth, Human Development Index (HDI), and Minimum Wage (UMK) on poverty levels across five regencies in Central Java, namely Kebumen, Brebes, Wonosobo, Pemalang, and Purbalingga. This quantitative study employs panel data regression analysis. Secondary data were obtained from the Central Bureau of Statistics for the period from 2015 to 2025. The results indicate that economic growth, HDI, and minimum wage simultaneously affect poverty levels. Partially, economic growth, HDI, and minimum wage have a negative effect on poverty levels. Enhancing human resource quality, fostering inclusive economic growth, and adjusting minimum wages serve as critical factors in driving poverty reduction and improving societal welfare in the studied regions. Abstrak. Menggambarkan rangkuman atau resume yang terdiri dari pendahuluan dan tinjauan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) terhadap tingkat kemiskinan pada lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kebumen, Brebes, Wonosobo, Pemalang, dan Purbalingga. Penelitian kuantitatif ini menggunakan analisis regresi data panel. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik periode 2015 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, IPM, dan UMK secara simultan berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan. Secara parsial, pertumbuhan ekonomi, IPM, dan UMK berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, laju pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta penyesuaian upah minimum menjadi faktor penting dalam mendorong penurunan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah penelitian.
Tata Kelola Keuangan Publik dan Kinerja Fiskal Provinsi Jawa Barat 2018–2025 Fathan Naufal Hermawan; Atih Rohaeti Dariah
Bandung Conference Series: Economics Studies 343 - 352
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.24907

Abstract

Abstract. This study analyzes public financial governance and fiscal performance in West Java Province during the 2018-2025 period, focusing on the implementation of transparency and accountability, the effectiveness of budget execution, and the obstacles to orderly and efficient public financial management. A qualitative approach with a descriptive-analytical method was employed. Primary data were collected through in-depth interviews with informants from the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD) and the Regional Office of the Directorate General of Treasury (DJPb) of West Java, while secondary data were drawn from the Regional Fiscal Assessment (KFR), Regional Government Financial Statements, and Audit Board (BPK) examination reports. Data were analyzed using the interactive model of (Matthew B. Miles et al., 2015), comprising data condensation, data display, and conclusion drawing, supported by source and data triangulation. The results show that the implementation of good governance principles has achieved relatively good formal outcomes, marked by a consistently Unqualified Opinion, although consistency at the substantive level remains limited. Budget absorption ranged between 88.13% and 96.31%, with expenditure realization still accumulating toward the final quarter of the fiscal year. The main obstacles stem from technical constraints in procurement, high turnover among financial-management personnel, and limited inter-agency coordination. The study recommends strengthening procurement-schedule compliance monitoring, expanding the use of e-purchasing, and optimizing existing coordination forums to improve regional public financial governance. Abstrak. Penelitian ini menganalisis tata kelola keuangan publik dan kinerja fiskal Provinsi Jawa Barat pada periode 2018-2025, dengan fokus pada penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, efektivitas pelaksanaan anggaran, serta hambatan dalam mewujudkan pengelolaan keuangan publik yang tertib dan efisien. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Barat, sedangkan data sekunder bersumber dari Kajian Fiskal Regional, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, dan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK. Analisis data dilakukan dengan model interaktif (Matthew B. Miles et al., 2015) yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, didukung triangulasi narasumber dan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip good governance telah mencapai kinerja formal yang relatif baik, ditandai opini Wajar Tanpa Pengecualian secara konsisten, namun belum sepenuhnya konsisten pada level substantif. Tingkat penyerapan anggaran berada pada kisaran 88,13-96,31%, meskipun realisasi belanja masih menumpuk pada triwulan akhir tahun anggaran. Hambatan utama bersumber dari kendala teknis pengadaan barang/jasa, tingginya turnover sumber daya manusia pengelola keuangan, serta terbatasnya koordinasi antarlembaga. Penelitian ini merekomendasikan penguatan monitoring kepatuhan jadwal pengadaan, perluasan penggunaan e-purchasing, dan optimalisasi forum koordinasi yang telah tersedia guna meningkatkan kualitas tata kelola keuangan publik daerah.
Pengaruh Financial Technology dan Budaya Inovasi terhadap Keberlanjutan UMKM di Kota Bandung Mochammad Syafiq Rafil Wizar; Hantoro Ksaid Notolegowo
Bandung Conference Series: Economics Studies 353 - 360
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.24977

Abstract

Abstract. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a significant role in promoting economic growth, creating employment opportunities, and improving community welfare. However, MSME sustainability continues to face challenges, particularly in the adoption of Financial Technology and the development of an innovation culture. This study aims to analyze the influence of Financial Technology and Innovation Culture on MSME Sustainability in Bandung City. A quantitative approach with a survey method was employed. The study involved 230 MSME owners selected through purposive sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS software. The results indicate that Financial Technology has a positive effect on MSME Sustainability, with a path coefficient of 0.189, while Innovation Culture has a stronger positive effect, with a path coefficient of 0.646. These findings suggest that Innovation Culture contributes more substantially to MSME Sustainability than Financial Technology. Therefore, strengthening an innovation culture supported by the optimal utilization of Financial Technology is essential to enhance the competitiveness and long-term sustainability of MSMEs in Bandung City. Abstrak. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Namun, keberlanjutan UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pemanfaatan Financial Technology dan pengembangan Budaya Inovasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Financial Technology dan Budaya Inovasi terhadap Keberlanjutan UMKM di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 230 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Financial Technology memiliki pengaruh positif terhadap Keberlanjutan UMKM dengan koefisien jalur sebesar 0,189, sedangkan Budaya Inovasi memiliki pengaruh positif dengan koefisien jalur sebesar 0,646. Temuan ini menunjukkan bahwa Budaya Inovasi merupakan faktor yang memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan Financial Technology dalam meningkatkan keberlanjutan UMKM. Oleh karena itu, penguatan budaya inovasi yang didukung oleh pemanfaatan Financial Technology secara optimal menjadi strategi penting untuk meningkatkan keberlanjutan UMKM di Kota Bandung.
Proyeksi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung Tahun 2026-2030 Ichallista Dyah Aini; Atih Rohaeti Dariah
Bandung Conference Series: Economics Studies 361 - 368
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25010

Abstract

Abstract. The varying dynamics of dominant and potential sector contributions to Bandung City's GRDP during 2020-2025 necessitate a projection of economic growth sources as a basis for anticipatory development policy. This study aims to analyze the magnitude of economic growth sources from dominant sectors (Wholesale and Retail Trade; Information and Communication; Transportation and Warehousing) and potential sectors (Construction; Manufacturing) in Bandung City for 2026-2030, as well as to formulate policy anticipations. The study employed a quantitative descriptive-analytical approach using secondary GRDP data from BPS, analyzed through the growth-share method with the growth component derived from Bandung City's RPJMD 2025-2029 economic growth rate targets. Results indicate that all five sectors are projected to show a consistently increasing source of growth (SOG) throughout 2026-2030, ranked as follows: Wholesale and Retail Trade (1.2205%-1.4313%), Information and Communication (1.1891%-1.2714%), Transportation and Warehousing (0.7090%-0.8660%), Manufacturing (0.3236%-0.3993%), and Construction (0.2782%-0.3123%). In aggregate, these sectors account for more than two-thirds of Bandung City's economic growth, underscoring the need for adaptive policies encompassing digital trade strengthening, digital transformation, logistics integration, creative industry development, and sustainable infrastructure investment. Abstrak. Dinamika kontribusi lapangan usaha dominan dan potensial terhadap PDRB Kota Bandung periode 2020-2025 yang beragam mendorong perlunya proyeksi sumber pertumbuhan ekonomi sebagai dasar kebijakan pembangunan yang antisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis besaran sumber pertumbuhan ekonomi lapangan usaha dominan (Perdagangan Besar dan Eceran; Informasi dan Komunikasi; Transportasi dan Pergudangan) dan potensial (Konstruksi; Industri Pengolahan) Kota Bandung periode 2026-2030, serta merumuskan antisipasi kebijakannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis dengan data sekunder PDRB dari BPS, dianalisis melalui metode growth-share dengan komponen growth yang diturunkan dari target LPE RPJMD Kota Bandung 2025-2029. Hasil penelitian menunjukkan kelima lapangan usaha diproyeksikan memberikan source of growth (SOG) yang meningkat konsisten sepanjang 2026-2030, dengan urutan kontribusi: Perdagangan Besar dan Eceran (1,2205%-1,4313%), Informasi dan Komunikasi (1,1891%-1,2714%), Transportasi dan Pergudangan (0,7090%-0,8660%), Industri Pengolahan (0,3236%-0,3993%), dan Konstruksi (0,2782%-0,3123%). Secara agregat keduanya menyumbang lebih dari dua pertiga pertumbuhan ekonomi Kota Bandung, sehingga diperlukan kebijakan adaptif meliputi penguatan perdagangan digital, transformasi digital, integrasi logistik, pengembangan industri kreatif, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
QRIS dan Pengembangan UMKM Kuliner di Kabupaten Bandung Adnan Aflah; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 369 - 376
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25098

Abstract

Abstract. This study analyzes the relationship between perceived ease of use, perceived usefulness, and digital literacy in supporting the development of culinary micro, small, and medium enterprises (MSMEs) through the adoption of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) payment system in Bandung Regency. The culinary MSME sector in this region has grown rapidly, yet many business owners still face barriers in adopting digital payment technology due to limited technical understanding and digital literacy. This research applies a quantitative approach with a descriptive method, drawing on the Technology Acceptance Model (TAM) as its theoretical foundation. Data were collected through a questionnaire distributed to 110 culinary MSME owners who use QRIS, selected through purposive sampling, and analyzed with descriptive statistics using IBM SPSS Statistics version 26. The instrument was tested for validity and reliability before analysis. The results show that perceived ease of use, perceived usefulness, digital literacy, and MSME development all fall into the very high category. These findings indicate that QRIS adoption, supported by positive user perceptions and adequate digital literacy, strengthens transaction efficiency, service quality, and the competitiveness of culinary MSMEs in Bandung Regency. Abstrak. Penelitian ini menganalisis hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, dan literasi digital dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner melalui adopsi sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kabupaten Bandung. Sektor UMKM kuliner di wilayah ini berkembang pesat, namun sebagian pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam mengadopsi teknologi pembayaran digital akibat keterbatasan pemahaman teknis dan literasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, berlandaskan Technology Acceptance Model (TAM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 110 pelaku UMKM kuliner pengguna QRIS yang dipilih melalui teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berbantuan IBM SPSS Statistics versi 26. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, literasi digital, dan pengembangan UMKM seluruhnya berada pada kategori sangat tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa adopsi QRIS yang didukung persepsi positif dan literasi digital yang memadai mampu memperkuat efisiensi transaksi, kualitas pelayanan, serta daya saing UMKM kuliner di Kabupaten Bandung.
Faktor Penentu Keputusan Pembelian Konsumen di Kedai Kopi: Studi Kasus Makmur Jaya Coffee Cabang Soka syahru maulana fajar; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 377 - 384
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25221

Abstract

Abstract. The rapid growth of the coffee shop industry in Bandung City has created an increasingly competitive business environment among local and national coffee shop operators. This study aims to analyze and identify the determining factors that influence consumer purchasing decisions at Makmur Jaya Coffee Roasters Soka Branch, Bandung City, and to determine which factor is the most dominant. This study adopts a quantitative approach with an exploratory descriptive method. The population comprises all consumers who made purchasing transactions at Makmur Jaya Coffee Roasters Soka Branch, with a sample of 100 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through a structured questionnaire measuring 35 variable indicators using a five-point Likert scale, and were analyzed using Exploratory Factor Analysis (EFA) with SPSS software. The results show that from 35 indicators tested, 12 new factors were formed that comprehensively explain consumer purchasing decisions, namely physical evidence, culture and service quality, psychological and product attributes, product quality, personal appeal and promotion, lifestyle, reliability, visit intention, supporting facilities, recommendation influence, responsiveness, and price. Physical evidence was identified as the most dominant factor, with the highest eigenvalue of 6.916 and a variance contribution of 18.776%. Management is recommended to prioritize the maintenance and improvement of physical evidence aspects, particularly area cleanliness, ambient comfort, interior layout, and supporting facilities, to sustain customer satisfaction and loyalty. Abstrak. Perkembangan industri kedai kopi di Kota Bandung mengalami pertumbuhan pesat, menciptakan iklim persaingan usaha yang semakin kompetitif antar pelaku bisnis kedai kopi lokal maupun nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengidentifikasi faktor-faktor penentu yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen di Makmur Jaya Coffee Roasters Cabang Soka, Kota Bandung, sekaligus menentukan faktor yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif eksploratif. Populasi penelitian adalah seluruh konsumen yang pernah bertransaksi di Makmur Jaya Coffee Roasters Cabang Soka, dengan sampel sebanyak 100 responden melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur 35 indikator variabel menggunakan skala Likert lima tingkat, kemudian dianalisis menggunakan teknik Analisis Faktor Eksploratori (EFA) dengan bantuan SPSS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari 35 indikator yang diuji, terbentuk 12 faktor baru yang menentukan keputusan pembelian konsumen secara komprehensif, yaitu bukti fisik, budaya dan kualitas pelayanan, psikologis dan atribut produk, kualitas produk, daya tarik pribadi dan promosi, gaya hidup, kehandalan, minat kunjung, fasilitas pendukung, pengaruh rekomendasi, daya tanggap, serta harga. Faktor bukti fisik teridentifikasi sebagai faktor paling dominan, dengan nilai eigenvalue tertinggi sebesar 6,916 dan kontribusi variansi sebesar 18,776%. Berdasarkan temuan ini, manajemen direkomendasikan untuk memprioritaskan pemeliharaan dan peningkatan aspek bukti fisik, terutama kebersihan area, kenyamanan suasana, tata letak interior, serta fasilitas pendukung guna mempertahankan kepuasan dan loyalitas konsumen.
Pengaruh Tax Effort dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemandirian Fiskal Kota Bandung Fauzan Agustiar Ichwan 10090222047; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies 385 - 392
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25360

Abstract

Abstract. Regional fiscal independence reflects a local government's ability to finance public administration and development through Locally-Generated Revenue (PAD) without depending on transfers from the central government. Bandung City, despite a relatively high tax effort and stable pre-pandemic economic growth, shows a fluctuating and at times contradictory relationship between these two indicators and its fiscal independence during 2014–2023: a decline in tax effort was followed by rising fiscal independence, high growth failed to lift fiscal independence, and fiscal independence peaked precisely when growth slowed. This study examines the effect of tax effort and economic growth on the fiscal independence of Bandung City, partially and simultaneously, using annual time series data from the Central Bureau of Statistics processed through multiple linear regression in EViews 13. The results show that tax effort has a positive and significant effect on fiscal independence, while economic growth has no significant effect, with both variables jointly explaining 72.09% of the variation in fiscal independence (R²). The findings indicate that an expanding tax base resulting from economic growth does not automatically strengthen fiscal independence unless matched by adequate administrative capacity to convert that base into real local revenue. Abstrak. Kemandirian fiskal daerah mencerminkan kemampuan pemerintah daerah membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa terlalu bergantung pada dana transfer pemerintah pusat. Kota Bandung, sebagai daerah dengan tax effort yang relatif tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang stabil sebelum pandemi, justru menunjukkan pola hubungan yang fluktuatif dan cenderung kontradiktif dengan kemandirian fiskalnya selama tahun 2014–2023: penurunan tax effort justru diikuti peningkatan kemandirian fiskal, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum mampu mendorong kemandirian fiskal, serta lonjakan kemandirian fiskal justru terjadi ketika pertumbuhan ekonomi melambat. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh tax effort dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemandirian fiskal Kota Bandung, baik secara parsial maupun bersama-sama, menggunakan data time series tahunan dari Badan Pusat Statistik yang diolah melalui analisis regresi linier berganda dengan aplikasi Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tax effort berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian fiskal, sedangkan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan, dengan kedua variabel secara bersama-sama mampu menjelaskan 72,09% variasi kemandirian fiskal (R²). Temuan ini menunjukkan bahwa perluasan basis pajak akibat pertumbuhan ekonomi tidak serta-merta memperkuat kemandirian fiskal apabila tidak diimbangi dengan kapasitas administrasi yang memadai untuk mengonversi basis tersebut menjadi penerimaan daerah yang nyata.
Informalitas, Modal Manusia, dan Disparitas Pendapatan: Studi Kasus Dualisme Ekonomi di Provinsi Jawa Barat Ayu Mulyawati; Aan Julia
Bandung Conference Series: Economics Studies 393 - 400
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25486

Abstract

Abstract. Income inequality remains a challenge for economic development in the regencies and cities of West Java Province. The high proportion of informal workers, disparities in human capital quality, and differences in the characteristics of industrial and agricultural regions are believed to contribute to income disparities. This study aims to analyze the effects of the informal workforce, average years of schooling (RLS), and regional characteristics on income inequality (Gini coefficient) in the regencies and cities of West Java Province for the period 2018–2025. The study employs panel data regression using a Fixed Effects Model (FEM) corrected with White’s Robust Standard Error across 27 regencies and cities. The Mean Centering technique was applied to address multicollinearity in the interaction terms. The results show that, taken together, informal workers, ALS, and regional characteristics have a significant effect on income inequality, with the model explaining 67.62 percent of the variation in inequality. Partially, an increase in the proportion of informal workers was found to reduce income inequality, thereby confirming its role as a safety valve in line with the principle of distributive justice (‘adl) in Islamic economics. Conversely, an increase in RLS in industrial regions correlates with a rise in the Gini coefficient due to the phenomenon of Skill-Based Technological Change (SBTC). Therefore, it is necessary to strengthen vocational education and training, expand access to education, and improve productivity and protections for informal workers to support income equality. Abstrak. Ketimpangan pendapatan masih menjadi permasalahan pembangunan ekonomi di kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat. Tingginya proporsi pekerja informal, kesenjangan kualitas modal manusia, serta perbedaan karakteristik wilayah industri dan agraris diduga memengaruhi disparitas pendapatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pekerja informal, Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), dan karakteristik wilayah terhadap ketimpangan pendapatan (Gini Ratio) di kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat periode 2018–2025. Penelitian menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) yang dikoreksi menggunakan White Robust Standard Error pada 27 kabupaten/kota. Teknik Mean Centering diterapkan untuk mengatasi multikolinearitas pada variabel interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pekerja informal, RLS, dan karakteristik wilayah berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan dengan kemampuan model menjelaskan variasi ketimpangan sebesar 67,62%. Secara parsial, peningkatan proporsi pekerja informal terbukti menurunkan ketimpangan pendapatan sehingga mengonfirmasi perannya sebagai safety valve yang selaras dengan prinsip keadilan distributif ('adl) dalam ekonomi Islam. Sebaliknya, peningkatan RLS di wilayah industri berkorelasi dengan meningkatnya Gini Ratio akibat fenomena Skill-Based Technological Change (SBTC). Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, perluasan akses pendidikan, serta peningkatan produktivitas dan perlindungan pekerja informal untuk mendukung pemerataan pendapatan.
Analisis Risiko Pembangunan Infrastruktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Jawa Barat Nafil Danur Aswandi; Atih Rohaeti Dariah
Bandung Conference Series: Economics Studies 401 - 410
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25488

Abstract

Abstract. This study analyzes the risk level of road traffic and transportation infrastructure development at the Regional Technical Implementation Unit for Traffic and Road Transportation Infrastructure Management (UPTD PPP LLAJ) of West Java Province and examines how the unit manages those risks. A descriptive quantitative approach was applied using institutional secondary data from 2022 to 2024, including official documents, traffic accident records, and performance reports, supported by primary data from internship activities at Commission IV of the West Java Provincial Legislative Council. Risk analysis used the 5x5 Risk Matrix and Severity Index by scoring the probability and impact of each identified risk. Among 18 identified risks, two fall into the very high category, eight into the high category, and eight into the moderate category, with none classified as low. The most critical risks are traffic accidents on provincial roads and inadequate road safety facilities. Risk management practices at UPTD PPP LLAJ remain largely reactive and are not yet supported by a structured risk management procedure, even though the program budget continues to increase each year. Abstrak. Penelitian ini menganalisis tingkat risiko pembangunan infrastruktur lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) pada UPTD Pengelola Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UPTD PPP LLAJ) Provinsi Jawa Barat serta mengkaji pengelolaan risiko yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder institusional periode 2022 sampai 2024, meliputi dokumen resmi, data kecelakaan lalu lintas, dan laporan kinerja instansi, yang diperkuat data primer dari kegiatan magang di Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat. Analisis risiko menggunakan metode Risk Matrix 5x5 dan Severity Index dengan menilai probabilitas dan dampak setiap risiko yang teridentifikasi. Dari 18 risiko yang teridentifikasi, terdapat 2 risiko kategori sangat tinggi, 8 risiko kategori tinggi, dan 8 risiko kategori sedang, tanpa ada risiko berkategori rendah. Risiko paling dominan adalah kecelakaan lalu lintas di ruas jalan provinsi dan ketidakmemadaian fasilitas pengaman jalan. Pengelolaan risiko yang diterapkan UPTD PPP LLAJ masih bersifat reaktif dan belum ditopang prosedur manajemen risiko yang terstruktur, meskipun anggaran program terus meningkat setiap tahun.