cover
Contact Name
Siti Munawaroh
Contact Email
munafkuns@staff.uns.ac.id
Phone
+628158242824
Journal Mail Official
ssefkuns@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Jebres Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Smart Society Empowerment Journal
ISSN : 27755460     EISSN : 27757064     DOI : https://doi.org/10.20961/ssej
Smart Society Empowerment Journal is a peer-reviewed and open access journal focusing on educative, promotive,preventive, and community empowerment activities in the health sector. This journal publishes original articles and reviews. This journal is published at least three times a year.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2023): Juli" : 5 Documents clear
Urgensi Pengembangan Kurikum Pendidikan Kedokteran di Era Digitalisasi Layanan Kesehatan Penggalih Mahardika Herlambang; Rani Tiyas Budiyanti
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.73152

Abstract

Pendahuluan:  Teknologi kesehatan mulai masif berkembang dan diterapkan dalam layanan kesehatan seperti pemanfaatan telemedicine, virtual reality, artificial intelligence, maupun data sharing rekam medis elektronik. Dalam penerapan layanan kesehatan berbasis digital, pengetahuan serta skill dokter merupakan hal yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran dan model pengembangan pendidikan kedokteran di era digitalisasi layanan kesehatan.Metode: Penelitian ini merupakan literatur review dengan traditional approach  pada artikel jurnal dalam database GoogleScholar, Proquest, dan Scopus yang terbit pada tahun 2013-2023.Hasil dan pembahasan: Dalam pendidikan kedokteran, mahasiswa kedokteran diharapkan mengetahui dan mampu memanfaatkan teknologi dalam menunjang layanan kesehatan digital serta memahami isu etik dan legal yang dapat terjadi. Pengembangan kurikulum pendidikan dapat dilakukan dengan melakukan sertifikasi kompetensi, integrasi ke dalam kurikulum atau kolaborasi antar pendidikan kesehatan.Kesimpulan: Pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran di era digitalisasi layanan kesehatan penting untuk dilakukan, pengetahuan maupun skill dalam pemanfaatan layanan kesehatan digital perlu dikembangkan oleh institusi pendidikan kedokteran agar nantinya mutu layanan kesehatan dan keselamatan pasien dapat terjaga.
Penyuluhan Pemberian Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Pada Ibu Balita Stunting-Wasting di Kecamatan Juwangi Zuliana Amalia; Aisyah Intan Ramadhani; Larissa Agustina Sukoco; Yulia Sari
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.76009

Abstract

Masalah  gizi yang menjadi perhatian di Indonesia adalah stunting, karena Indonesia merupakan negara tertinggi ke-5 di dunia dengan angka kejadian stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, Prevalensi stunting pada Provinsi Jawa Tengah mencapai angka 20,8% dan untuk Kabupaten Boyolali  sendiri memiliki kasus stunting dengan prevalensi 20,0%. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita yang memiliki balita Stunting-Wasting mengenai MP-ASI. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan tanya jawab. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan ibu balita Stunting-Wasting saat pre-test adalah 57% dan pada saat post-test meningkat menjadi 84%. Dampak dari dilakukannya pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu balita Stunting-Wasting tentang MP-ASI.Untuk itu disarankan kepada ibu balita Stunting-Wasting untuk melakukan pemberian asupan makanan bagi bayi dan baita seesuai dengan tekstur dan jenis makanannya untuk memenuhi kebutuhan asupan anak.
Pendampingan Pola Hidup Sehat Untuk Menurunkan Angka Kejadian Infeksi Zoonosis Parasiter pada Peternak dan Keluarganya di Desa Singosari Boyolali Yulia Sari; Sri Haryati; Sigit Setyawan; Khesara Sastrin Prasita Negara; Paramasari Dirgahayu; Lilik Wijayanti; Siti Ma’rufah; Endang Listyaningsih S; Slamet Riyadi; Dwi Surya Supriyana
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.76619

Abstract

Pendahuluan: Infeksi zoonosis parasitik mempunyai angka prevalensi tertinggi di dunia, khususnya di negara dengan pendapatan rendah dan sanitasi yang buruk. Lebih dari sepertiga penduduk dunia terinfeksi zoonosis parasitik [1], 450 juta di antaranya mengeluhkan timbulnya gejala [2]. Angka prevalensi infeksi zoonosis parasitik di Indonesia sendiri sangat bervariasi pada tiap provinsi. Untuk kasus kecacingan yang masuk dalam infeksi zoonosis parasitik, angka prevalensi berkisar dari yang terendah, 2,5%, hingga yang tertinggi mencapai 62% [3].Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang masih belum banyak memiliki informasi terkait dengan infeksi parasitik gastrointestinal. Pada Laporan Provinsi Jawa Tengah untuk Riset Kesehatan Dasar [5], belum ada data terintegrasi yang menunjukan prevalensi infeksi zoonosis parasitik [5]. Selain belum terintegrasi, penelitian terkait infeksi zoonosis parasitik juga belum dilakukan di banyak daerah di Jawa Tengah. Salah satu daerah tersebut adalah Kabupaten Boyolali, fokus utama pada peternak dan keluarganya di Desa Singosari Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Di Desa Singosari persentase perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terendah kedua (60,25%) di Boyolali [6]. Maka dari itu peneliti merasa perlu untuk melakukan Pendampingan Pola Hidup Sehat Untuk Menurunkan Angka Kejadian Infeksi Zoonosis parasitik pada peternak dan keluarganya Di Singosari, Mojosongo, Boyolali.Metode: Pengabdian ini dilakukan di pemukiman warga sekitar peternakan yang berada di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Metode pengabdian yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan metode HIRARC yaitu Hazard Identification, Risk Assessment, dan Risk Control. Pengabdi memberikan intervensi berupa pendampingan kepada peternak dan keluarganya di Desa Singosari, Mojosongo, Singosari.Hasil dan pembahasan: Hasil pretest menunjukkan prosentase pengetahuan PHBS sebesar 75% dan infeksi zoonotik 50%. Perilaku setelah diberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebesar 95% dan infeksi zoonotik 85%.Kesimpulan: Pelaksanaan pengabdian berjalan dengan efektif dengan peningkatan pengetahuan PHBS dan Infeksi zoonosis, selain itu berdasarkan pantauan juga telah merubah perilaku setelah diberikan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada peternak dan keluarganya di lingkungan peternakan Desa Singosari, Mojosongo, Boyolali.
Pelatihan Senam Kaki Buerger Allen di Puskemas Purwodiningratan Ratih Puspita Febrinasari; Nurhasan Agung Prabowo; Desy Puspa Putri; Sigit Setyawan
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.76858

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 di Indonesia semakin meningkat. Penyakit ini berkaitan dengan timbulnya komplikasi dan hal ini akan menurunkan kualitas hidup pasien. Penurunan komplikasi dilakukan pengobatan farmakologis dan non farmakologis. Salah satu upaya terapi non farmakologis adalah dengan edukasi dan Latihan fisik seperti senam kaki diabetes. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi mengenai DM tipe 2 dan pelatian senam kaki Buerger Allen pada penderita DM tipe 2 di puskesmas Purwodiningratan.Metode: Langkah pengabdian yang akan dilakukan meliputi pengumpulan bahan dan materi, perencanaan, dan kegiatan inti.  Setelah kegiatan akan dilakukan pelaporan dan evaluasiHasil dan pembahasan: Penyuluhan dan edukasi sebagai acara inti akan dilakukan pada tanggal 27 Mei 2023 dengan materi: mengenal DM tipe 2 dan gejalanya, mengenal obat-obatan DM tipe 2, olahraga dan aktifitas fisik pada DM tipe 2, komplikasi pada DM tipe 2. Pasien diberikan instruksi senam kaki dan diajarkan oleh para instruktur senam kaki. Selain itu pasien mendapatkan leaflet dan video senam kaki diabetes dengan metode Buerger allen agar dipraktekkan di rumah dan mendapatkan hasil optimal.Kesimpulan: Pengabdian sudah terlaksana dengan baik, masyarakan penderita DM tipe 2 yang menjalani pelatihan mendapatkan penurunan gejala komplikasi DM tipe 2.
Audit Kasus Stunting Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Gladagsari Kabupaten Boyolali Shahifa Suha Arrasyi; Dian Septiana; Yuliana Heri Suselo
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.77078

Abstract

Pendahuluan: Provinsi Jawa Tengah berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) memiliki prevalensi stunting tahun 2022 yaitu 20,8% dan pada Kabupaten Boyolali 20%. Dalam mengatasi stunting, dilakukan audit stunting yang merupakan program identifikasi faktor risiko penyebab stunting. Audit kasus stunting dilakukan di Kecamatan Gladagsari yang  merupakan salah satu kecamatan lokus stunting di Kabupaten Boyolali dengan prevalensi  8,7%.Metode: Audit kasus stunting dilakukan di Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali pada 30 Mei 2023. Audit stunting diawali dengan membuat irisan balita stunted-wasting, kemudian dilakukan analisis untuk menentukan balita termasuk dalam kategori stunting atau pendek karena penyebab lain. Menurut KepMenkes 1928/2022 PNPK Stunting, balita tergolong (berisiko) stunting apabila usia berat ≤ usia tinggi ≤ usia kronologis dan didapatkan 5 balita yang tergolong (berisiko). Ibu dan balita berisiko akan diundang datang ke RSUD Pandan Arang untuk audit kasus stunting. Audit kasus stunting berupa pengukuran antropometri, wawancara ibu balita dan konsultasi kesehatan balita stunting.Hasil dan pembahasan: Faktor penyebab stunting di Kecamatan Gladagsari diantaranya yaitu pengasuhan bersama antara suami dan istri, keadaan sanitasi lingkungan (termasuk kepemilikan jamban sehat), faktor gangguan makan (intoleransi makanan), Selama 3 bulan terakhir sulit memenuhi kebutuhan makanan, frekuensi kunjungan ke posyandu, ASI eksklusif, MPASI, status imunisasi dasar, konsistensi minum vitamin A, ibu peserta KB, pemahaman manfaat KMS, pemahaman manfaat penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan di posyandu, pemahaman stunting, pengetahuan tentang gizi seimbang, beragam dan aman.Kesimpulan: Melalui kegiatan audit kasus stunting yang dilakukan di Kecamatan Gladagsari diketahui beberapa faktor risiko yang menjadi faktor penyebab terjadinya stunting. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5