cover
Contact Name
Anisa Sri Utami
Contact Email
anisautami95@gmail.com
Phone
+6282275004633
Journal Mail Official
redaksisalingkaabdimas@gmail.com
Editorial Address
Jl by Pass No 9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Salingka Abdimas
ISSN : 28089928     EISSN : 28074564     DOI : 10.31869/jsam
Core Subject : Health,
Jurnal Salingka Abdimas hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil pegabdian kepada Masyaraakat yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit)
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2022)" : 9 Documents clear
APLIKASI HASIL PENELITIAN PENDAMPINGAN KADER DAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG KUNJUNGAN ANTENATAL SERTA TES HIV Dina Indrati Dyah Sulistyowati
Jurnal Salingka Abdimas Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.12 KB)

Abstract

Abstract Background: Each year it is estimated that more than 800,000 babies become infected with HIV as a result of mother-to-child transmission. If there are no precautions, there will be 3000 babies who are feared to be born HIV positive every year in Indonesia. One of the government's efforts is a program to prevent HIV transmission from mother to child, namely with HIV testing mandatory to offer to all pregnant women. The purpose of this community service is to find out how the application of Social Support Care Motivator: Assistance of Cadres and Maternal Affection Families on the Level of Knowledge and Attitudes of Pregnant Women About Antenatal Visits and HIV Test Recommendations in Purwokerto region". and analyze differences in the level of knowledge and attitudes of pregnant women about the government program of HIV/aids testing after training and assistance to pregnant women in the community. Methods and Partners: This community service method is by organizing training motivators Social Support Care: Cadre and Family Assistance for pregnant women. Implementation of service in collaboration with the Banyumas Health Office as well as cadres Benefits: The results of this community service are expected to be an operational standard in helping to improve the treatment and attitudes of pregnant women towards antenatal visits and HIV testing. Result: Community Service Motivator Social Support Care: mentoring cadres and families of maternal affection can increase the knowledge and attitudes of pregnant women about the transmission of HIV / AIDS transmission in children. In addition, cadres can play an active role in improving the health of pregnant women and preventing risks to pregnant women. Keywords: Motivator of social support Care: Cadre Assistance, Knowledge, Attitude, Pregnant Women
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS ) DENGAN MENCUCI TANGAN UNTUK MENCEGAH VIRUS CORONA Riamah riamah; carles carles; Awaluddin Awaluddin
Jurnal Salingka Abdimas Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.87 KB)

Abstract

Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman. Mencuci tangan dengan sabun (CTPS) dikenal juga sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit. Hal ini dilakukan karena tangan sering kali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (menggunakan permukaan-permukaan lain seperti handuk, gelas) Mencuci tangan dengan air saja lebih umum dilakukan, tetapi hal ini terbukti tidak efektif dalam menjaga kesehatan dibandingkan dengan CTPS. Menggunakan sabun dalam mencuci tangan sebenarnya menyebabkan orang harus mengalokasikan waktunya lebih banyak saat mencuci tangan, tetapi penggunaan sabun menjadi efektif karena lemak dan kotoran yang menempel akan terlepas saat tangan digosok dan bergesek dalam upaya melepasnya. Di dalam lemak dan kotoran yang menempel inilah kuman penyakit hidup. Semua jenis virus termasuk Covid19 bisa dapat aktif di luar tubuh manusia selama berjam-jam, bahkan berhari-hari. Mereka bisa menyebar melalui droplets, seperti saat bersin, batuk, atau saat pengidapnya berbicara. Desinfektan, cairan hand sanitizer, tisu basah, gel, dan krim yang mengandung alkohol semuanya berguna untuk membunuh virus ini, tetapi tidak seefektif sabun. Saat beraktivitas sehari-hari, akan sulit bagi tangan untuk menghindari virus, bakteri, atau kuman. Penyebabnya, mata tidak mampu melihat virusnya langsung, sehingga mencuci tangan adalah langkah terbaik untuk menghindari tertular penyakit.
EDUKASI PENCEGAHAN MENIKAH USIA REMAJA DI DESA MARGO BAKTI KECAMATAN MESUJI Fitri Afdhal; Ranida Arsi
Jurnal Salingka Abdimas Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.025 KB)

Abstract

Pernikahan yang dilangsungkan pada usia remaja umumnya akan menimbulkan masalah baik secara fisiologis, psikologis maupun sosial ekonomi. Kurangnya edukasi akan dampak yang diakibatkan dari pernikahan dini menjadi salah satu faktor penyebab pernikahan dini atau pernikahan muda terjadi. Berdasarkan survey yang dilakukan, didapat remaja umur 15-19 tahun di Desa Margi Bakti sebanyak 300 remaja (laki-laki dan perempuan). Data dari Kantor Urusan Agama (KUA) jumlah kasus pernikahan dimana istri berusia kurang dari 20 tahun di Desa Margo Bakti didapatkan sebanyak 12 kasus (Data KUA, 2021). Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan edukasi berupa pemberian penyuluhan tentang dampak pernikahan pada usia muda kepada masyarakat dan khususnya orang tua yang memiliki anak usia remaja. Penyuluhan dilakukan melalui metode presentasi materi, tanya jawab dan pengisian kuesioner. Data diambil melalui pengisian kuesioner, wawancara dan observasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Terlihat peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan edukasi tentang pernikahan usia muda sebesar 100% (45 peserta) dari jumlah 60 peserta, pemahaman tentang dampak dari pernikahan yang dilangsungkan pada usia remaja sebesar 90% (40 peserta) dan pemahaman tentang penatalaksanaan dalam upaya menanggulangi pernikahan usia muda sebesar 90% (45 peserta). Kegiatan penyuluhan ini penting dilakukan pada masyarakat dan orang tua yang memiliki anak remaja karena mereka menjadi paham bahwa menikah pada usia remaja akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan maupun mental anak. Kegiatan peyuluhan berjalan lancar, masyarakat dan orang tua terlihat antusias selama kegiatan berlangsung.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) KORBAN BANJIR Santa Maria Pangaribuan; Sri Hunun Widiastuti; Yenny Yenny; Lince Siringoringo; Loritta Yemima; Kezia Elizabeth Sahelangi
Jurnal Salingka Abdimas Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.863 KB)

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang diterapkan atas dasar pemahaman sebagai produk pembelajaran, yang mendorong seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu membantu dirinya sendiri dalam memenuhi aspek kesehatan dan berpartisipasi dalam mewujudkan kesehatan masyarakat khususnya melalui pemberdayaan masyarakat. Bencana alam seperti banjir mengakibatkan berbagai masalah yang besar terutama persoalan kesehatan. Banjir dapat mengancam jiwa manusia dimulai dari penyakit hingga kematian jika tidak ditangani secara serius. Salah satu wilayah yang terendam banjir akibat tingginya curah hujan di DKI Jakarta adalah wilayah Jalan Bekasi Timur Kelurahan Cipinang, Jakarta Timur. Tim pengabdian bermaksud memberikan pendidikan kesehatan terkait masalah, PHBS, praktik cuci tangan serta pemberian bantuan sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk dalam upaya pencegahan penyakit pasca banjir, dan tercapainya pola hidup bersih dan sehat. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan pendidikan kesehatan mengenai masalah penyakit pasca banjir dan upaya pencegahan, PHBS, dan praktik cuci tangan.
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA Fitria Prabandari; Kusumastuti Kusumastuti; Sumarni Sumarni
Jurnal Salingka Abdimas Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.658 KB)

Abstract

Rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. Jumlah kelompok usia 10-19 tahun di Indonesia menurut Sensus Penduduk 2010 sebanyak 43,5 juta atau sekitar 18% dari jumlah penduduk. Perlu adanya pengertian dan bimbingan serta dukungan dari sekitarnya agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang sehat baik fisik, mental maupun psikososial. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah agar peserta memahami kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Kegiatan penyuluhan dilakukan di SMP Muhammadiyah Larangan pada bulan Februari 2022. Kegiatan dihadiri 60 remaja putra dan putri. Pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi kegiatan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dengan peserta penyuluhan dan diakhiri dengan evaluasi yaitu pemberian kuesioner tentang pengetahuan kesehatan reproduksi.Hasil dari kegiatan penyuluhan didapatkan lebih dari 90% peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang kesehatan reproduksi remaja. Hal tersebut diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi maka kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi pun dapat ditingkatkan.
PENYULUHAN TENTANG KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KOTA PALEMBANG TAHUN 2021 Selamat Parmin; Serli Wulan Safitri
Jurnal Salingka Abdimas Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.706 KB)

Abstract

Angka kematian akibat Diabetes Melitus yang tinggi menjadikannya menduduki peringkat ke 8 penyakit mematikan di negara maju. Konsesus PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) tahun 2015 tentang pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus di Indonesia menghasilkan standar penatalaksanaan yang juga memiliki tujuan yang mirip dengan misi WHO yaitu memperbaiki kualitas hidup, dan mencegah atau menghambat komplikasi dengan tujuan akhir turunnya angka morbiditas dan mortalitas Diabetes Melitus di Indonesia. Data Provinsi Sumatera Selatan pasien Diabetes Melitus dengan jumlah 41.502 kasus. Angka kasus Diabetes Melitus terus meningkat dalam laporan kepala kesehatan propinsi pada kesejahteraan masyarakat bidang kesehatan tahun 2016 (Dinkes Provinsi Sumatera Selatan, 2016). Tujuan dari pengabdian masyarakat diketahui Hubungan Kepatuhan Minum Obat secara parsial Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kota Palembang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Puskesmas Kota Palembang dengan topik Pengabdian Masyarakat yaitu Penyuluhan tentang Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Kota Palembang. Tujuan yang ingin dicapai adalah memperoleh informasi yang sesuai tentang pengaruh Penyuluhan tentang Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Kota Palembang. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu terdiri dari 3 tahapan, yaitu Tahap persiapan, Tahap pelaksanaan, Tahap evaluasi. Penyebaran kuesioner dilaksanakan survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan terhadap masing-masing yaitu minimal sebanyak 50 orang. Hasil kuesioner Penyuluhan tentang Kepatuhan Minum Obat pada DM tipe 1 berjumlah 15 (68,2 %) responden, dan yang tidak patuh berjumlah 3 (23.1%) responden. Sedangkan patuh minum obat pada DM tipe 2 berjumlah 7 (31,8%) responden, dan yang tidak patuh berjumlah 10 (76,9 %) responden. Keywords: Diabetes Melitus, Kepatuhan Minum obat
PENINGKATAN PENGETAHUAN DENGAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KEPUTIHAN (LEUKORRHEA) PADA WANITA USIA SUBUR DI KELURAHAN SENDANGGUWO SEMARANG lia Mulyanti; Dewi Puspitaningrum; Alya Aulia Rahmayani; Hamnah Latifah
Jurnal Salingka Abdimas Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.599 KB)

Abstract

Latar Belakang Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering menyerang perempuan dan tidak tidak mengenal usia. Kurangnya pengetahuan tentang keputihan baik keputihan fisiologi dan patologis sehingga menganggap bahwa keputihan yang dialami merupakan hal yang biasa terjadi. Selain itu rasa malu saat mengalami keputihan membuat wanita usia subur menjadi tidak nyaman untuk berkonsultasi ke tenaga kesehatan. Wanita Usia Subur di Kelurahan Sendangguwo banyak yang mengeluhkan tentang keputihan dan belum mengetahui apakah keputihan yang dialami termasuk keputihan yang fisiologis atau patologis. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khusunya pada wanita usia subur tentang keputihan. Metode pengabdian pada masyarakat yang dilakukan yaitu dengan metode memberikan pendidikan kesehatan tentang keputihaan. Hasil pengabdian dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang keputihan yaitu wanita usia subur di kelurahan sendangguwo mengetahui perbedaan keputihan fisiologis dan patologis serta cara vulva hygine yang benar untuk mengurangi keputihan
IMPLEMENTASI QUIZIZZ DALAM UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA Dian Sari; Maisharoh Maisharoh; Hendra Nusa Putra; Zurrahmah Zurrahmah; Wina Dwi Apriani; Windi Liantama
Jurnal Salingka Abdimas Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.599 KB)

Abstract

Penurunan minat dalam proses tatap muka dapat berdampak pada hasil belajar. Revolusi industri 4.0 membawa pengaruh besar terhadap perubahan disemua sektor kehidupan, semula berbasis tatap muka dikelas, berubah dengan berkolaborasi dengan memanfaatkan jaringan internet (Online Learning). Untuk mengurangi dampak negatif penggunaan teknologi, hal ini dapat menunjang proses pembelajaran dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Suatu aplikasi pembelajaran yaitu QUIZIZZ membantu dosen dan mahasiswa agar proses pembelajaran dapat berlangsung dan pengamalan belajar yang menyenangkan dapat dirasakan saat pembelajaran dan hal tersebut dapat juga dilakukan secara jarak jauh. Kegiatan dilakukan pada tanggal 18 sampai 20 April 2022 kepada mahasiswa tingkat 2 prodi RMIK STIKES Dharma Landbouw Padang. Kegiatan ini dilakukan oleh 3 orang dosen dan 3 orang mahasiswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan cara praktek yang dilakukan langsung oleh mahasiswa dan diawasi secara langsung oleh tim pelaksana pengabdian masyarakat. Pada saat pelaksanaan, mahasiswa sangat antusias dalam melakukan quiz secara online. Melalui aplikasi ini, mahasiswa dapat terpacu untuk menjawab dengan benar dikarenakan perengkingan langsung dapat terlihat oleh semua mahasiswa. Hal tersebut dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa agar mendapatkan perengkingan yang mereka inginkan.
EDUKASI TENTANG MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI PANTI ASUHAN AISYIYAH Rantih Adri; Liza Andriyani; Chyka Febria; Pagdya Haninda
Jurnal Salingka Abdimas Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Salingka Abdimas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.918 KB)

Abstract

Menstruasi semakin diakui sebagai isu dalam kesehatan masyarakat domestik dan global. Selain itu hal terkait menstruasi masih dianggap sebagai hal yang tabu dan memiliki stigma negatif dan seringkali sulit untuk mempraktikkan kebersihan menstruasi yang optimal bagi remaja dan orang dewasa di berbagai negara dan wilayah (WHO, 2018). Banyak anak perempuan tidak memiliki pemahaman yang tepat bahwa menstruasi adalah proses biologis yang normal. Mereka justru baru mengenalnya pada saat menarke alias saat pertama kali mengalami menstruasi. (Kemenkes, 2017). Remaja putri sebagai anak asuh di panti asuhan merupakan salah satu bagian dari remaja putri yang kurang mendapatkan penyuluhan tentang menstruasi, selain tidak adanya orangtua kemampuan ibu asuh yang terbatas mengingat jumlah anak asuh yang cukup banyak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di panti asuhan putri aisyiyah koto tuo kabupaten agam sumatera Barat, dengan jumlah anak asuh sebanyak 25 remaja putri pada tanggal 31 Oktober 2021 dengan metode penyuluhan berupa ceramah. Dari Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini disimpulkan bahwa pelaksanaan edukasi menstruasi pada remaja putri di panti asuhan Aisyiyah Koto Tuo Agam Sumatra Barat berjalan dengan baik, sebanyak 25 anak asuh mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias yang terlihat dari respon anak asuh yang memperhatikan dengan baik dan turut bertanya pada saat sesi tanya jawab dilakukan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9