cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@umm.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Malang Kampus II Jalan Bendungan Sutami 188A Kota Malang Postal Code: 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 20863071     EISSN : 24430900     DOI : 10.22219/jk
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan is a peer-reviewed journal published by School of Nursing at the Faculty of Health Science, University of Muhammadiyah Malang (UMM), which is focusing on several issues in nursing field. The first volume was published on 2010, and it is published twice a year, issued on January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2010): Juli" : 19 Documents clear
ANALISIS PENGETAHUAN KONSEP DISCHARGE PLANNING MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Indah Dwi Pratiwi; Risa Herlianita
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.305 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.401

Abstract

ANALISIS PENGETAHUAN KONSEP DISCHARGE PLANNING MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANGDischarge Planning Concept Knowledge Analysis Amongst Nursing Students of Muhammadiyah University of MalangIndah Dwi PratiwiProgram Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145e-mail: indah3_pratiwi@yahoo.comABSTRAKDischarge planning adalah suatu proses dimulainya pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang diikuti dengan kesinambungan perawatan baik dalam proses penyembuhan maupun dalam mempertahankan derajat kesehatannya sampai pasien merasa siap untuk kembali ke lingkungannya. Discharge planning bertujuan untuk meningkatkan kontinuitas perawatan, meningkatkan kualitas perawatan dan memaksimalkan manfaat sumber pelayanan kesehatan. Discharge planning dapat mengurangi hari perawatan pasien, mencegah kekambuhan, meningkatkan perkembangan kondisi kesehatan pasien dan menurunkan beban perawatan pada keluarga dapat dilakukan melalui discharge planning. Menerapkan suatu ilmu, dibutuhkan pengetahuan tentang ilmu tersebut karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan tingkat pengetahuan konsep discharge planning mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Hasil analisis statistik didapatkan bahwa pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang konsep discharge planning menunjukkan bahwa seluruh responden termasuk dalam pengetahuan yang kurang yaitu sebanyak 100%. Tingkat pengetahuan mahasiswa sebagian besar berada pada ranah pengetahuan: tahu (pada soal nomor 1 sebanyak 93,8%), paham (pada soal nomor 10 sebanyak 98,8%) dan seluruh responden masih belum bisa mengerjakan soal pada ranah pengetahuan aplikasi, analisis, dan sintesis. Kesimpulan dari penelitian ini disarankan untuk memasukkan materi discharge planning dalam materi perkuliahan di mana dapat menyempurnakan materi proses dan dokumentasi keperawatan yang telah didapatkan dan dapat juga mengaplikasikan dan menekankan penerapan discharge planning pada masing-masing mata kuliah keperawatan yang diampu.Kata kunci: discharge planning, pengetahuanABSTRACTDischarge planning is a process which is start when the patient got a health care that followed by continuity of care not only in a healing process but also in maintaining their health degree until they are prepare returning on their neighborhood. The aim of discharge planning is to increase the continuity of care, to improve quality of care and to maximize the advantage of health care resources. It also reducing patient day of care, improving patient health condition and lessen family burden on health care cost. By applying science, it needs knowledge because knowledge or cognitive is an important domain in composing ones attitude. The purpose of this research is to analyze knowledge about discharge planning concept amongst nursing student of Muhammadiyah University. The method of this research is analytic descriptive study. From this research, it can be inferred that the nursing student knowledge about discharge planning concept was poor (100%). Whereas, student knowledge degree was in level of know (93,8%); comprehend (98,8%) and all the respondents were still couldn’t complete the questions on application, analysis and synthetic level. Our recommendation for all the lecturer are to include discharge planning topic on their subject which can completing nursing process and documentation; they also can apply the use of discharge planning in every nursing subject.Keywords: discharge planning, knowledge
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PRAKTEK PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT SEKOLAH (PKMS) TAHUN AKADEMIK 2009/2010 TERHADAP PENINGKATAN SKILL MAHASISWA D3 KEPERAWATAN Sri Sunaring Ika Wardojo
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.35 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.402

Abstract

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PRAKTEK PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT SEKOLAH (PKMS) TAHUN AKADEMIK 2009/2010 TERHADAP PENINGKATAN SKILL MAHASISWA D3 KEPERAWATANThe Effectiveness Of Community Health Practice (Pkms) To The Skill Increasing Of Diploma Nursing Student Muhammadiyah University Of Malang 2009Sri Sunaring Ika WardojoProgram Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145e-mail: ikawardojo@yahoo.comABSTRAKKegiatan praktek pembangunan kesehatan masyarakat sekolah (PKMS) yang diikuti oleh seluruh mahasiswa program Diploma (D3) Keperawatan semester VI Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang bertujuan agar mahasiswa memiliki pengalaman untuk memberikan pelayanan keperawatan kepada keluarga, lansia dan masyarakat sekolah dengan masalah kesehatan baik yang aktual, resiko maupun potensial dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan keluarga, gerontik, dan komunitas dengan berbagai agregat (berdasarkan setting tempat, penyakit, usia) dengan pendekatan komunitas sebagai mitra (community as partner). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang efektivitas pelaksanaan program praktek pembangunan kesehatan masyarakat sekolah (PKMS) terhadap peningkatan skillmahasiswa. Penelitian ini termasuk dalam cross sectional study dengan menggunakan desain deskriptif komparatif. Pengambilan sample dilakukan dengan teknik accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa D3 Keperawatan FIKES UMM semester VI, sedangkan sample dalam penelitian ini adalah mahasiswa D3 Keperawatan yang mengikuti program praktek pembangunan kesehatan masyarakat sekolah (PKMS) baik sebanyak 69 orang. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Desember 2009-Mei 2010. Instrumen yang digunakan dalam penelitan ini adalah menggunakan kuesioner soal pre test dan post test yang masing-masing berisi 10 item pertanyaan yang sama. Untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program ini terhadap peningkatan pengatahuan mahasiswa dapat dibandingkan skor pada pre test dengan post test kemudian dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired t test). Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,00 (p < á), sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretes dengan posttest. Dengan kata lain, pelaksanaan program ini efektif terhadap peningkatan skill mahasiswa D3 Keperawatan dalam bidang keperawatan komunitas, keperawatan keluarga dan keperawatan gerontik.Kata kunci: efektivitas, PKMS, skill, mahasiswa D3 keperawatanABSTRACTThis community practical study, which was attended by all of the 3hd grade Nursing Diploma’s students of University of Muhammadiyah Malang, aims to enable the students having experience to provide family health care with actual and potential health problem using the approach of family nursing careplan, provide nursing services to elderly family members who have health problems due to aging (degenerative process) using the approach of gerontology nursing careplan, and conduct community nursing careplan with a variety of aggregate (based on spot settings, disease, age) with community as a partner. This study aimed to find out about the effectivity of community practical study related with increasing of the student’s knowledge and skills. This is a cross sectional study using a comparative descriptive design. Sampling is done by accidental sampling technique. The population were the Nursing Diploma’s students of University of Muhammadiyah Malang, while the samples were 69 students. Research conducted since December 2009-May 2010. The instrument used in this research is pretest and post test quesstionnaire. To examine the effectiveness of this program related with increasing of the students’s knowledge, can be analyzed using paired t test (paired t test). Results of statistical test p value = 0.00 (p < á), so it can be concluded that there are significant differences between the pretest and posttest. In other
FAKTOR-FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI TERJADINYA PERITONITIS PADA PASIEN CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (CAPD) DI RUMAH SAKIT UMUM Dr SAIFUL ANWAR MALANG Supono .
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.542 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.403

Abstract

Faktor-Faktor Yang Berkontribusi Terjadinya Peritonitis pada Pasien Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) di Rumah Sakit Umum Dr Saiful Anwar MalangContributing Factors For Peritonitis Incidence On Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) Patients In Dr Saiful Anwar Malang HospitalSuponoProgram Studi Keperawatan Lawang Poltekkes Kemenkes MalangJl. A. Yani No 1 Lawang 65218e-mail: onop_kmb@yahoo.comABSTRAKContinuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) adalah dialisis yang dilakukan melalui rongga peritonium (rongga perut) dengan selaput atau membran perutonium berfungsi sebagai filter. Tindakan CAPD dilakukan dengan insisi kecil pada dinding abdomen untuk pemasangan kateter, risiko komplikasi yang sering terjadi adalah infeksi pada peritonium (peritonitis). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berkontribusi terjadinya peritonitis pada pasien CAPD di Rumah Sakit Umum Dr Saiful Anwar Malang Jawa Timur. Jenis penelitian deskkriptif korelasi dengan rancangan cross sectional study. Jumlah sampel penelitian 22 pasien peritonitis CAPD dan 13 perawat dialisis, dengan tehnik pengambilan sample menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara status nutrisi (p = 0,032), kemampuan perawatan (p = 0,024) dengan kejadian peritonitis pada pasien CAPD. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (p = 0,702), jenis kelamin (p = 0,669), tingkat pendidikan (p = 0,771), penghasilan (p = 1,000), personal hygine (p = 0,387), support system (p = 1,000), fasilitas perawatan (p = 0,088), standar struktur (p = 0,203), standar proses (p = 0,559) dengan kejadian peritonitis pada pasien CAPD. Rekomendasi untuk perawat meningkatkan kunjungan rumah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan dialisis dan pengeloaan nutrisi seimbang. Saran untuk pasien diharapkan mengikuti prosedur standar perawatan yang telah diajarkan.Kata kunci: peritonitis, CAPD, perawat, pasien CAPDABSTRACTContinuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) is a dialysis conducted through peritonium with perutonium membrane functions as a filter. CAPD procedure is conducted by making small incision on abdomen wall to insert catheter. Complication risk which often happens is the infection on peritoneum (peritonitis). The purpose of this research was to find out the relationship between contributing factors for peritonitis incidence on CAPD patients in Dr Saiful Anwar hospital in Malang, East Java. The type of this research was correlation descriptive cross sectional study design. The number of the sample were 22 peritonitis CAPD patients and 13 dialysis patients, using total sampling technique. The result showed that there was significant relationship between nutrition status (p = 0,032), treatment capability (p = 0,024) with peritonitis incidence on CAPD patients. There was no significant relationship between age (p = 0,702), sex or gender (p = 0,669), level of education (p = 0,771), income (p = 1,000), personal hygiene (p = 0,387), support system (p = 1,000), treatment facilities (p = 0,088), structure standard (p = 0,203), process standard (p = 0,559) with peritonitis incidence on CAPD patients. It is recommended to nurses to increase home visit to give health education about dialysis treatment and balanced nutrition management. It is also suggested to the patients to follow procedure for standard treatment which had been taught to them.Keywords: peritonitis, CAPD, nurse, CAPD patient
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA IBU SAAT MENGHADAPI HOSPITALISASI PADA ANAK DI RUANG ANAK RSUD PARE KEDIRI TAHUN 2008 Anas Tamsuri; Helena Lenawati; Hendrit Puspitasari
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.411 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.404

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA IBU SAAT MENGHADAPI HOSPITALISASI PADA ANAK DI RUANG ANAK RSUD PARE KEDIRI TAHUN 2008Factors That Influence Anxiety of Mothers With Childrens Hospitalization In Pediatric Room Rsud Pare Kediri 2008Anas Tamsuri1, Helena Lenawati2, Hendrit Puspitasari31)Akademi Keperawatan Pamenang PareJl. Soekarno Hatta No 1 Pelem Pare Kediri 642112,3)Rumah Sakit Umum Daerah PareJl. PK. Bangsa Pare Kediri1)e-mail: anastamsuri@gmail.comABSTRAKPada saat anak mengalami hospitalisasi, orang tua dapat mengalami kecemasan yang pada akhirnya dapat mengganggu individu ibu sendiri maupun menyebabkan proses perawatan pada anak menjadi tidak optimal. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui apakah faktor pengalaman, pengetahuan dan dukungan sosial keluarga berpengaruh terhadap kecemasan ibu dalam menghadapi hospitalisasi pada anak. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analytic cross sectional, sampel diambil dari ibu-ibu yang sedang menunggu anaknya yang sakit di ruang anak RSUD Pare Kediri sejumlah 32 orang yang dipilih secara acak. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner selama Januari dan Februari 2008. Analisis dilakukan dengan uji regresi berganda dengan á = 0,05. Hasil dari penelitian menunjukkan pengalaman dan dukungan sosial berpengaruh terhadap kecemasan ibu sedangkan pengetahuan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian kecemasan. Persamaan regresi hasil pengujian tidak memenuhi asumsi klasik sehingga model regresi belum layak untuk dijadikan kesimpulan penelitian. Dari hasil penelitian disarankan agar perawat dapat memberikan informasi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan sekaligus sebagai dukungan sosial serta disarankan ada penelitian lebih lanjut yang mampu memberikan hasil penelitian yang lebih baik.Kata kunci: pengalaman, pengetahuan, dukungan sosial, kecemasan, hospitalisasiABSTRACTWhile child hospitalizing, parents may experienced anxiety which may affect to themselves or cause the quality of care for their child is not adequate. The objectives of this research was to explore are experience, knowledge and social support has influence to level of anxiety of the mother while their child was being hospitalized. Research design was analytic cross sectional. Sample was mother which accompanied their child in Pare Kediri Hospital as 32 persons and chosen randomly. Data was taken by question list on January-February 2008. Data was analyzed by regression test with á = 0,05. Study result was there was significant influence of experience and knowledge due to anxiety and that knowledge didn’t significantly influence anxiety. Regression formula was not meet the classic assumption due to the model can’t figured as the result of research. From research, it is suggested for nurse to give appropriate information as an effort to increase mother’s knowledge and as a kind of social support and it’s suggested for further research in this field for better result.Keywords: experience, knowledge, social support, anxiety, hospitalization
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENGGUNAKAN MASKER DENGAN TERJADINYA BATUK PADA PEKERJA INDUSTRI MEBEL DI DESA KARANGSONO KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN PASURUAN Marsaid .; Hurun Ain, .; Nurul Hidayah
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.471 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.405

Abstract

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENGGUNAKAN MASKER DENGAN TERJADINYA BATUK PADA PEKERJA INDUSTRI MEBEL DI DESA KARANGSONO KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN PASURUANCorrelation Between Habitual of Wearing Mask With Cough Incidence To The Workers At The Furniture Industry In Karangsono Village Sukorejo, PasuruanMarsaid1, Hurun Ain2, Nurul Hidayah31,2,3)Program Studi Keperawatan Lawang Poltekkes Kemenkes MalangJl. A. Yani No 1 Lawang 65218*)e-mail: marsaidsaid411@gmail.comABSTRAKKPekerja perkayuan atau mebel merupakan pekerja dengan resiko paparan debu, baik yang berasal dari penggergajian atau pengampelasan kayu, sehingga beresiko terkena penyakit akibat kerja berupa penyakit saluran pernafasan dengan gejala utamanya batuk. Kurangnya pengetahuan dan disiplin kerja dari para pekerja untuk menggunakan alat pengaman diri (APD) berupa, masker merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit saluran pernafasan dengan gejala utamanya batuk. Hal ini terjadi karena para pekerja menghirup debu penggergajian atau pengampelasan kayu dalam dosis besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan menggunakan masker dengan terjadinya batuk pada pekerja industri mebel. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah para pekerja industri mebel yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dengan wawancara. Hasil penelitian didapatkan bahwa 67% sering menggunakan masker, dan 33% jarang menggunakan masker. Frekuensi batuk didapatkan bahwa batuk sedang 60%, batuk ringan 33%, dan sisanya 7% batuk berat. Uji analisis statistik spearman rank correlation dengan Ü = 0,05 didapatkan nilai p = 0,028 artinya ada hubungan antara kebiasaan menggunakan masker dengan terjadinya batuk pada pekerja industri mebel. kesimpulannya adalah para responden mengerti tentang bahaya penyakit akibat kerja khususnya batuk, sehingga mereka bisa menjaga diri mereka sendiri dari pemaparan debu kayu. Agar kesehatan mereka tetap terpelihara, maka dianjurkan untuk selalu memakai masker saat bekerja.Kata kunci: masker, batuk, pekerja mebelABSTRACTLumber or furniture worker is a worker with the risk of exposure to dust, whether originating from sawing or sanding wood, so the risk of illness due to respiratory diseases such as working with the main symptoms of cough. Lack of knowledge and discipline of the workers to use safety devices themselves (APD) in the form, the mask is one factor affecting the incidence of respiratory disease with main symptoms of cough. This happens because the workers breathe in dust sawing or sanding wood in large doses. This study aims to determine the relationship between the habite of using the mask with the occurrence of cough in the furniture industry workers. The study design was cross-sectional correlational approach in this study is the furniture industry workers numbering 30 people. Data collection with interviews. The results showed that 67% frequently use masks, and 33% less using a mask. Cough frequency found that cough was 60%, 33% mild cough, and the remaining 7% severe cough. Spearman rank test statistical analysis Ü = 0.05 correlation with p value = 0.028 means that there is a relationship between the habit of using a mask with the occurrence of cough in the furniture industry workers. Conclusion is the respondent to understand about the dangers of diseases caused by work, especially cough, so they can keep themselves from wood dust exposure. So that their health is maintained, then it is advisable to always wear a mask when working.Keywords: masks, cough, furniture workers
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN TIMBULNYA GASTRITIS PADA PASIEN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG MEDICAL CENTER (UMC) Rona Sari Mahaji Putri; Hanum Agustin; Wulansari .
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.804 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.406

Abstract

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN TIMBULNYA GASTRITIS PADA PASIEN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG MEDICAL CENTER (UMC)Correlation Between Diet With Gastritic Incidence On Patient In Medical Center Of Muhammadiyah MalangRona Sari Mahaji Putri1, Hanum Agustin2, Wulansari31,2,3)Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi MalangJl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang 65144 *)e-mail: putrirona@gmail.comABSTRAKGastritis merupakan masalah kesehatan di masyarakat. Di Indonesia prevalensi gastritis sebanyak 0,99% dan insiden gastritis sebesar 115/100.000 penduduk. Ketidakseimbangan faktor agresif dan defensif lambung dapat menyebabkan gastritis. Faktor ini dipengaruhi antara lain oleh pola makan, kebiasaan merokok, konsumsi NSAID dan kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan timbulnya gastritis pada pasien di Universitas Muahammdiyah Malang Medical Center (UMC). Metode penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control. Subyek penelitian adalah semua pasien gastritis di UMC, dengan menggunakan tehnik total sampling. Instrumen menggunakan recall 2 x 24 jam dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji spearman rank correlation dengan program komputer. Hasil analisis didapatkan p value = 0,009 yang berarti ada hubungan antara pola makan dengan timbulnya gastritis pasien di UMC. Direkomendasikan pada pasien gastritis dan masyarakat agar mengkonsumsi makanan yang bergizi dengan jumlah makanan yang cukup, jenis makanan yang bervariasi serta frekuensi makan yang sedikit tapi sering sesuai dengan kebutuhan tubuh.Kata kunci: pola makan, gastritisABSTRACTGastritis is a kind of health problem in society. In Indonesia, the prevalence of gastritis is about 0,99% and the incidence of gastritis is about 115/100.000 people. The unbalance of aggressive factors and ulcer defensive can cause gastritis. This factor is influenced by the eating habit, smoking habit, consuming NSAID and coffee. This study aims to identify the relationship of eating habit with the arising of gastritis. In this research, the population is all of the gastritis patients; the sampling technique used is sampling total which take all of the gastritis patients as samples, whereas it uses recall 2 x 24 hours and questionnaire as the instrument of the research. Then the result of the questionnaire is analyzed by computer program for windows with spearman rank test. The result of spearman rank test, it is founded that value = 0,009 so which states there is a relationship of eating habit with the arising of gastritis. Because of the existence of the relationship between eating habit and the arising of gastritis, it is recommended for the gastritis patient and society to consume healthy food with proportional amount, eat various foods and have a few portions but often of eating accord with bodily needs.Keywords: eating habit, gastritis
KORELASI ANTARA STATUS GIZI IBU MENYUSUI DENGAN KECUKUPAN ASI DI POSYANDU DESA KARANG KEDAWANG KECAMATAN SOOKO KABUPATEN MOJOKERTO Nurul Pujiastuti
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.679 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.407

Abstract

KORELASI ANTARA STATUS GIZI IBU MENYUSUI DENGAN KECUKUPAN ASI DI POSYANDU DESA KARANG KEDAWANG KECAMATAN SOOKO KABUPATEN MOJOKERTOCorrelation Between Breastfeeding Mother Maternal Nutrition Status With Breastfeeding Adequacy In Posyandu of Karang Kedawung, Sooko, MojokertoNurul PujiastutiProgram Studi Keperawatan Lawang Poltekkes Kemenkes MalangJl. A. Yani No 1 Lawang 65218e-mail: nurulpujiastuti@gmail.comABSTRAKMasalah gizi di Indonesia dan negara berkembang umumnya masih didominasi oleh masalah kurang energi protein (KEP), anemia besi, gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY), kekurangan vitamin A (KVA) dan masalah obesitas. Anemia umumnya dijumpai pada golongan rawan gizi yaitu ibu hamil, ibu menyusui, anak balita serta anak sekolah. Anemia atau gizi yang buruk pada ibu menyusui akan menyebabkan gangguan nutrisi dan produksi air susu ibu (ASI) menjadi kurang sehingga menimbulkan gangguan pertumbuhan bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui korelasi antara status gizi ibu menyusui dengan kecukupan ASI. Status gizi diukur dengan 3 indikator: IMB, LILA, dan Hb. Sedang kecukupan ASI diukur dengan indikator: tanda kecukupan ASI, BB bayi sebelum dan sesudah menyusu serta peningkatan BB bayi setelah 1 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan longitudinal (cohort). Hasil uji analisis statistik dengan mann whitney u test didapatkan tingkat signifikansi 95% (p = 0,009). Hasil uji analisis ditemukan tidak ada korelasi antara status gizi ibu menyusui (IMB dan LILA) dengan kecukupan ASI. Tetapi terdapat korelasi antara kadar Hb dengan kecukupan ASI. Kesimpulannya bahwa ibu menyusui dengan gizi buruk akan mempengaruhi kecukupan ASI karena tubuh membutuhkan zat gizi yang cukup untuk memproduksi ASI, tetapi tubuh tidak dapat memenuhi sehingga zat gizi tersebut diambil dari tubuh ibu dan berakibat makin lama ibu akan mengalami gizi yang bertambah buruk.Kata kunci: status nutrisi, ibu menyusui, kecukupan ASIABSTRACTProblem of gizi in Indonesia and developing countries in general still predominated by problem less energi protein, iron anaemia, trouble effect of iodine insuffiency, lacking of vitamin of A and problem of obesitas especially in metropolis. Anaemia of gizi is generally met at gristle faction of gizi that is pregnant mother, mother suckle, child of balita and also schoolchild. Anaemia at mother suckle will cause trouble of nutrisi production and irrigate mother milk become less. this clear generate growth trouble for baby which in giving irrigate mother milk. At mother with ugly gizi generally produce slimmer irrigate mother milk in number, while the qualities of depend on food which is eating. Generally there are degradation of fat rate, vitamin and carbohydrate. This study aims to know the relationship between the status of breastfeeding mothers with the adequacy of breastfeeding. This research is analytical research with longitudinal design up (cohort). Based on the results of test statistics with the mann whitney u test on the 95% level of confidence between the nutritional status of breastfeeding mothers with the adequacy of breastfeeding showed a significant relationship (p = 0,009). This explains that breastfeeding mothers who have poor nutrition affect the adequacy milk product. With the results of the research above, it is expected that the health through the village midwifes for more attention on the status of maternal nutrition on the nutritional needs of breastfeeding so that breastfeeding mothers can be improved by providing more counseling related to maternal nutrition and breastfeeding, such as the provision of vitamin tablets to the blood.Keywords: nutritional status, mother suckle, breastfeeding
KRISIS HIPERTENSI Risa Herlianita
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.869 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.408

Abstract

KRISIS HIPERTENSIHypertensive CrisesRisa HerlianitaProgram Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145Email: ns.risa.liani@gmail.comABSTRAKHipertensi merupakan penyebab utama kematian dan menjadi faktor risiko utama untuk jantung, otak, penyakit ginjal dan vaskular. Hipertensi yang terkontrol akan menurunkan komplikasi akibat kerusakan organ akhir. Komite Nasional 7 (JNC 7) pada pencegahan, deteksi, evaluasi dan pengobatan tekanan darah, tinggi 2003 derajat hipertensi dapat diklasifikasikan ke dalam pra-hipertensi (120-139/80-89), hipertensi tahap 1 (140-159 / 90-99 mmHg) dan hipertensi tahap 2 (tekanan sistolik 160 mmHg atau tekanan diastolik 100 mmHg). Krisis hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi hipertensi emergensi dan urgensi. Hipertensi biasanya selalu memiliki hubungan dengan kelainan aktivitas simpatik, meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer (SVR) atau meningkat keduanya. Tapi penyebab paling umum dari hipertensi adalah meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer. Pasien dengan hipertensi cenderung memiliki ketidakstabilan haemodinamik. Pemantauan terbaik untuk pasien dengan hipertensi adalah dengan menggunakan agen antihipertensi yang sesuai. Manajemen asuhan keperawatan pasien hipertensi akan menurunkan angka kesakitan dan kematian.Kata kunci: krisis hipertensi, hipertensi emergensi, hipertensi urgensiABSTRACTHypertension is a leading cause of death and become major risk factor for cardiac, cerebral, renal and vascular disease. Aggressive controlled hypertension will decrease complications due to the damage of end organs. The National Committee 7 (JNC 7) on prevention, detection, evaluation and treatment of high blood pressure 2003, degree of hypertension can be classified into pre-hypertension (120-139/80-89), hypertension stage 1 (140-159/90-99 mmHg) and hypertension stage 2 (systolic pressure 160 mmHg or diastolic pressure 100 mmHg). Hypertensive crises can be classified into emergency hypertension and urgency hypertension. Usually hypertension always has association with abnormality of sympathetic activity, increasing the pheripheral vascular resistance (SVR) or increasing both of them. But the most common cause of hypertension is increasing the pheripheral vascular resistance. Patient with hypertension incline to have instability haemodinamic. The best monitoring for patient with hypertension is by using suitable antihypertensive agents. Excellent nursing care management of hypertension patients will decrease morbidity and mortality rate.Keywords: hypertensive crises, hyspertensive emergencies, hypertensive urgency
PENERAPAN FAMILY-CENTER NURSING THEORY PADA KASUS KELUARGA DENGAN BALITA SULIT MAKAN (STUDI KASUS) Yoyok Bekti Prasetyo
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.54 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.409

Abstract

Penerapan Family-Center Nursing Theory pada Kasus Keluarga dengan Balita Sulit Makan (Studi Kasus)Applying Family-Center Nursing Theory At Family Case With Children Under Five Years Old Eating Disorders (Case Study)Yoyok Bekti PrasetyoProgram Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145e-mail: yybekti_pras@yahoo.comABSTRAKMasalah sulit makan merupakan masalah yang umum terjadi pada anak usia prasekolah. Struktur peran anggota keluarga terutama ibu sangat berpengaruh terhadap gangguan sulit makan pada anak. Tujuan studi kasus untuk mengetahui diagnosa keperawatan keluarga, mengidentikasi tindakan keperawatan, melakukan evaluasi pada kasus keluarga dengan balita sulit makan. Metode yang digunakan dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga meliputi tahapan yaitu pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil berupa diagnosa keperawatan yang dapat diidentifikasi ada dua yaitu: kurang pengetahuan dan resiko gangguan nutrisi. Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah aplikasi terapi modalitas (terapi perilaku, food combining), konseling dan choaching. Kesimpulan dan saran meliputi strategi intervensi meliputi penerapan terapi modalitas (food combining), terapi perilaku, konseling dan (coaching), pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kompetensi komunitas, membangun koalisi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan berbagai pihak yang potensial. Penerapan terapi modalitas food combining pada agregat balita sulit makan memerlukan modifikasi dan kombinasi dengan terapi modalitas perubahan perilaku. Pemberian menu seimbangan dan modifikasi perilaku yang maladaptif menjadi perliku adaptif akan menciptakan suatu terapi yang handal untuk mengatasi masalah sulit makan pada agregat balita.Kata kunci: gangguan sulit makan, asuhan keperawatan keluargaABSTRACTDifficult problem eat is common problem happened at age child of prasekolah. Structure role of family member especially mother very have an effect on to difficult trouble eat at child. Target of case study to know diagnosa treatment of family, treatment action mengidentikasi, evaluate at family case with difficult balita eat. Used method with approach of upbringing treatment of family cover step that is study, planning, execution, and evaluation. Result of in the form of diagnosa treatment of which can identified by there is two that is: less and trouble risk of nutrisi. Action treatment of which can conducted by is therapy application of modalitas (behavioral therapy, combining food), and konseling of choaching. Conclusion and suggestion cover intervention strategy cover applying of therapy of modalitas (combining food), behavioral therapy, and konseling ( coaching), enableness of society to reach community interest, developing coalition to reach wanted target by various potential side. Applying of therapy of modalitas combining food at aggregate of balita difficult eat to need combination and modification with therapy of modalitas change of behavior. Gift of well-balanced menu and behavioral modification which is maladaptif become my innuendo of adaptif will create an reliable therapy to overcome difficult problem eat at aggregate of balita.Keywords: eating disorder, family-center nursing
PENGARUH PELAKSANAAN FUNGSI MANAJERIAL KEPALA RUANG DALAM METODE PENUGASAN TIM TERHADAP KINERJA KETUA TIM DI RSU Dr SAIFUL ANWAR MALANG Kuswantoro Rusca Putra; Irwan Subekti
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.541 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.410

Abstract

PENGARUH PELAKSANAAN FUNGSI MANAJERIAL KEPALA RUANG DALAM METODE PENUGASAN TIM TERHADAP KINERJA KETUA TIM DI RSU Dr SAIFUL ANWAR MALANGInfluence of Head Managerial Function Implementation In The Teamwork Assigment Method The Chief of Team Productivity In Saiful Anwar Hospital MalangKuswantoro Rusca Putra1 & Irwan Subekti21)Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas BrawijayaJl. Veteran Malang 651452)Rumah Sakit Umum Dr Saiful Anwar MalangJl. Jaksa Agung Suprapto No 2 Malang 65333*)e-mail: ruscaputra@yahoo.comABSTRAKPelaksanaan fungsi manajerial kepala ruang yang optimal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja ketua tim dan berdampak pada kualitas pelayanan keperawatan. Fenomena yang terjadi di rumah sakit seringkali kepala ruang disibukkan dengan kegiatan rapat yang diadakan manajemen rumah sakit sehingga pelaksanaan peran dan fungsi kepala ruangan sebagai supervisor klinis yang menjadi konsultan bagi ketua tim dalam asuhan keperawatan sering terabaikan. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar pengaruh pelaksanaan fungsi manajerial kepala ruang (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan) terhadap kinerja ketua tim. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional di 13 Ruang Rawat Inap RSU Dr Saiful Anwar Malang yang menggunakan metode penugasan tim. Jumlah responden adalah sebanyak 39 responden terdiri dari 13 kepala ruangan dan dan 26 ketua tim. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk variabel pelaksanaan fungsi manajerial kepala ruang (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan) dan kinerja ketua tim dengan cara penilaian dengan pendekatan penilaian 360 derajat didasarkan pada penilaian diri sendiri, rekan kerja dan atasan langsung. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis product moment didapatkan bahwa ada pengaruh pelaksanaan fungsi manajerial kepala ruangan terhadap kinerja ketua tim (p = 0,00 r = 0,905). Hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa hanya pelaksanaan fungsi perencanaan yang memiliki pengaruh terhadap kinerja ketua tim (p = 0,039 B = 4,150). Kesimpulannya bahwa semakin tinggi pelaksanaan fungsi perencanaan yang dilakukan oleh kepala ruangan maka semakin baik pula kinerja ketua tim. Implikasi terhadap keperawatan pada penelitian ini adalah perlu dilakukan peningkatan kemampuan fungsi perencanaan kepala ruangan melalui pelatihan perencanaan strategi dan pengembangan konsep manajerial keperawatan.Kata kunci: metode tim, fungsi manajerial, dan kinerja ABSTRACTOptimum implementation of ward head managerial function is one of factors that influence working of the team head and effects on the quality of nursing care. Phenomenon that often happens in hospital is ward head is always busy with meetings held by hospital management so ward head cannot implement his role and function to his members. Purpose of this research is to know how much the influence of implementation of ward head managerial function (planning, organizing, actuating and controlling) to head team’s work. The research design is using observation analytical with cross sectional approach in 13 wards in Dr Saiful Anwar general hospital Malang. Respondents in this research consist of 13 head ward and 26 head team. Using questionnaires as instrument to measure the ward head managerial function and head team work by observation from 360 degrees approach (self evaluation, team, chairman). There is influence of ward head managerial function to the work of head team (p = 0,00 r = 0,905). Double linier regression test shows that only managerial function has influence to the work of head team (p = 0,039 B = 4,150). The conclusion is if managerial function higher, the work of head team is also higher. Nursing implication of this research is increasing managerial function of ward head is important through training strategy plan and nursing managerial concepts. Keywords: team method, managerial function, work

Page 1 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2010 2010