cover
Contact Name
Marssel Michael Sengkey
Contact Email
mmsengkey@unima.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
psikopedia@unima.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.unima.ac.id/index.php/psikopedia/editorialboard
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
PSIKOPEDIA : Jurnal Psikologi
ISSN : -     EISSN : 27746836     DOI : https://doi.org/10.36582/pj.v2i4
Jurnal Psikopedia is an open-access journal, dedicated to the wide dissemination of novel and innovative empirical research in various aspects of psychology, with a particular interest – the development of psychology and behavioral sciences in the world. Jurnal Psikologi invites manuscripts in the areas: Clinical Psychology Psychology of Education Social Relation Developmental Psychology Cognitive Psychology Neuro Psychology Jurnal Psikopedia accepts empirical-research articles in any psychology-related subjects and any research methodology (i.e., experimental, observational, ethnographic, survey, interpretive) that meet the standard publication in this journal. The primary target audiences of this journal are academicians, graduate students, practitioners, and other professionals with interest in psychology.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2020): Desember" : 11 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR PSIKOLOGIS YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKS PRA-NIKAH PADA PASANGAN DEWASA AWAL Julinda L. Turangan; Jofie H. Mandang; Sinta Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.111 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1610

Abstract

Abstrak : Masyarakat Indonesia masih memandang hubungan seksual pra-nikah sebagai suatu perilaku yang tidak bisa diterima baik dalam sudut pandang sosial, agama dan budaya, meskipun kaum muda cenderung lebih menerima terhadap hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor psikologis apa yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah pada pasangan dewasa awal di Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 2 orang yakni 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku seks pra nikah subjek penelitian merupakan motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan sikap. Motivasi yang menjadi pendorong karena adanya rasa penasaran yang muncul dari dalam diri subjek laki-laki sedangkan motivasi yang mendorong perilaku seks pranikah subjek perempuan yaitu situasi yang mendukung. Kedua subjek berada pada kondisi keluarga yang sudah mengalami perceraian, namun dengan kondisi lingkungan keluarga yang seperti itu, tidak membatasi kedua subjek aktif dalam pergaulan dan memiliki lingkungan sosial yang baik. Peneliti juga menemukan bahwa faktor selain faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku seks pra-nikah pada pasangan dewasa awal ini merupakan faktor lingkungan yang menormalisasikan hubungan seks pra-nikah.
RESILIENSI REMAJA AWAL YANG HAMIL DILUAR NIKAH DI KABUPATEN MINAHASA UTARA Michelle J. Suprapto; Melkian Naharia; Sinta E. J. Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.271 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1611

Abstract

Resiliensi merupakan suatu kondisi dimana individu mampu untuk mengontrol emosi, dorongan dalam diri dan tingkah laku sehingga dapat bertahan dalam situasi sulit sehingga menemukan jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Resiliensi Remaja Awal Yang Hamil Diluar Nikah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang, pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua subjek telah mengalami kondisi sulit dalam dirinya akibat kehamilan yang dialami, dengan adanya faktor resiliensi membuat kedua subjek mampu untuk melewati persoalan itu. Faktor resiliensi yang dimiliki kedua subjek yaitu regulasi emosi, kontrol impuls, optimism, kausal analisis, empati, efikasi diri dan pencapaian. Pribadi resilien ditunjukkan subjek dengan adanya kemampuan beradaptasi, memiliki tujuan hidup untuk anak dan dirinya, berusaha untuk mencapai tujuan tersebut, mampu belajar dari pengalaman kehamilan yang terjadi, dan memiliki pandangan hidup yang positif seperti bersyukur dengan apa yang telah terjadi dalam hidupnya dan dengan kondisi yang dia alami saat ini.
STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU SELF INJURY DAN DAMPAK PSIKOLOGIS PADA REMAJA Cindy M. Malumbot; Melkian Naharia; Sinta E. J. Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.656 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1612

Abstract

Perilaku self injury merupakan suatu bentuk perilaku menyakiti diri sendiri yang dilakukan individu dengan tujuan untuk mengatasi rasa sakit emosional. Perilaku ini dilakukan secara sengaja namun tidak dengan tujuan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor penyebab perilaku self injury dan dampak psikologis pada remaja di Kelurahan Girian permai Kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang diteliti berjumlah 1 orang remaja perempuan dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab perilaku self injury yaitu keluarga, hubungan percintaan, pengaruh biokimia, psikologis dan kepribadian. Ketika mengalami masalah dalam keluarga dan hubungan percintaan subjek cenderung memendan semua masalahnya sendiri dan tidak menceritakan kepada siapapun. Hal ini menyebabkan subjek mengalami emosi negatif dan ketidakmampuan dalam meregulasi emosinya sehingga mengarahkan perilaku agresi ke dirinya dengan melakukan perilaku self injury. Perilaku self injury yang dilakukan oleh subjek menyebabkan dampak psikologis seperti kepuasan saat dan setelah melakukan perilaku self injury sehingga menyebabkan kecanduan. Namun subjek juga merasakan kecemasan setelah melakukan perilaku self injury.
STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF TENTANG LONELINESS PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI Dvi C. S. Sarasvati; Tellma M. Tiwa; Melkian Naharia
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.252 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat loneliness pada mahasiswa Program Studi Psikologi FIP UNIMA angkatan 2017-2020. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Program Studi Psikologi FIP UNIMA angkatan 2017-2020 dengan sampel penelitian sebanyak 92 mahasiswa. Alat pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah kuesioner berupa skala loneliness (UCLA versi 3) yang terdiri dari 16 item. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik stratified sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 mahasiswa (14,1%) dalam kategori tidak loneliness, 15 mahasiswa (16,3%) dalam kategori loneliness rendah, 36 mahasiswa (39,2%) dalam kategori loneliness sedang, dan pada kategori loneliness tinggi terdapat 28 mahasiswa (30,4%). Kategori tertinggi tingkat loneliness pada mahasiswa Program Studi Psikologi FIP UNIMA angkatan 2017-2020 berada pada kategori loneliness yang sedang, sehingga hipotesis dalam penelitian yang menyatakan bahwa mahasiswa Program Studi Psikologi FIP UNIMA angkatan 2017-2020 memiliki tinggat loneliness yang tinggi dinyatakan ditolak.
PERILAKU PROSOSIAL MAHASISWA PERANTAU BATAK SIMALUNGUN DI TONDANO BERDASARKAN FALSAFAH “TOLU SAHUNDULAN” Elsa T. H. Br. Munthe; Tellma M. Tiwa; Great E. Kaumbur
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.048 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku prososial mahasiswa perantau Batak Simalungun yang ada di Tondano berdasarkan falsafah yang telah diwariskan secara turun-temurun yaitu falsafah “Tolu Sahundulan”. Perilaku prososial merupakan tindakan yang dilakukan terhadap orang lain tanpa adanya imbalan atau keuntungan tersendiri bagi yang memberi bantuan. Dan falsafah Tolu Sahundulan itu sendiri merupakan falsafah yang telah diturunkan dan diwariskan oleh nenek moyang terdahulu dengan tujuan agar setiap masyarakat Batak Simalungun dimana pun berada selalu memiliki saudara dan saling membantu satu sama lain. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnologi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara observasi dan dokumentasi. Dengan teknik purposive sampling. Dan analisis yang dilakukan dengan proses reduksi data dan pengkodean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek melakukan prososial tidak hanya berdasarkan falsafah Tolu Sahundulan, tetapi karena adanya dorongan dari dalam diri kedua subjek untuk menolong dan membantu orang lain tanpa membeda-bedakan siapa yang mau ditolong dan kedua subjek memberikan usaha yang lebih untuk membantu orang-orang yang memiliki kekerabatan berdasarkan falsafah Tolu Sahundulan. Karena menurut kedua subjek tidak ada alasan untuk tidak membantu dan menolong orang lain karena didalam hidup memiliki sistem tabur tuai. Dimana apa yang kita tabur adalah yang akan kita tuai.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PENYINTAS COVID-19 DI KOTA BITUNG Paul J. T. Pantow; Melkian Naharia; Theophanny D. Kumaat
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.5 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1615

Abstract

Psychological Well-being merupakan suatau kondisi dimana seseorang memiliki tujuan dalam hidupnya, apakah mereka menyadari potensi-potensi yang dimiliki, kualitas hubungannya dengan orang lain, dan sejauh mana mereka merasa bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Psychological Well-being Penyintas Covid-19 di Kelurahan Kadoodan Kota Bitung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang, pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek mampu menerima keadaan masa lalunya dan menerima dirinya sebagai seorang Penyintas Covid-19. Subjek memiliki hubungan sosial yang terjalin baik, mampu mengatasi tekanan-tekanan sosial yang diterima, penguasaan lingkungan yang baik dan juga tujuan hidup yang jelas. Peneliti juga menemukan bahwa ada beberapa faktor lain yang memengaruhi pencapaian dimensi-dimensi Psychological Well-being, yakni Faktor Religiusitas dan Dukungan Sosial
DINAMIKA PSIKOLOGIS REMAJA AWAL KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA YANG MELAKUKAN KENAKALAN REMAJA DI MINAHASA UTARA Julio M. J. Ukoli; Joffie H. Mandang; Great E. Kaumbur
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.148 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1751

Abstract

Perceraian orang tua bisa menjadi pengalaman yang sangat buruk bagi remaja. Kehilangan citra orang tua akan mengganggu tumbuh kembang anak, karena anak akan merasa kehilangan peran orang tua dan anak akan merasakan lingkungan keluarga yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dinamika psikologis remaja yang melakukan tindak kriminal akibat perceraian orang tuanya. Metode penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara semi terstruktur dan observasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Subjek mengenal diri mereka lebih baik. Metode ini memudahkan peneliti dalam mengumpulkan dan mengolah data. Subjek penelitian ini adalah seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang orang tuanya bercerai dan tidak tinggal serumah. Penelitian ini menemukan bahwa terjadinya kenakalan remaja didasarkan pada kebutuhan subjek untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan memperoleh perawatan lingkungan, karena kehilangan peran kedua orang tua merupakan dasar dari perilaku negatif subjek.
PENGARUH KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DAN SELF ESTEEM PADA REMAJA DI KOTA MANADO Michella M. K. Najoan; Melkian Naharia; Stevi B. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.132 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1752

Abstract

Konformitas (conformity) munculiketika individu‎‎ meniruisuatuitingkah laku atau sikap orang lain, disebabkan adaitekanan yang nyata maupun yang dibayangkan oleh mereka. Konformitas, muncul pada remaja awal dengan jarak umur 13 - 16 atau 17 tahun, yaitu ditujukan dengan cara menyamakan diri dengan teman sebaya dalam haliberpakaian, bergaya, iberperilaku, berkegiatan dan sebagainya. Self esteem, merupakan bagian dari personality individu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Self esteem merupakan peniliaian di buat individu sebagai hasil evaluasi mengenai dirinya yang tercermin dalam sikap positif atau negatif. Tujuan penelitian ini yakni membuktikan pengaruh konformitas teman sebaya dan self esteem pada remaja. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian. Penelitian korelasional digunakan untuk mencari pengaruh antaraivariabel X bebas terhadap variabel Y terikat. Konformitas teman sebaya dapat mempengaruhi self esteem. Hasil F yang didapatkan 51,67 tingkat signifikansi sebesar 0 (p < 0,05), koefisien regresi sebesar 0,65. Sehingga didapatkan bahwa semakin tinggi konformitas teman sebaya maka semakin tinggi self esteem, dan semakin rendah konformitas teman sebaya maka semakin rendah self esteem. Hasil penelitian pada variabel konformitas teman sebaya menunjukkan bahwa konformitas dengan persentase 38,70% berada pada kategori sedang dengan subjek 74 orang, menunjukkan sebagian besar subjek memiliki kategori sedang. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah terdapat pengaruh konformitas teman sebaya dengan self esteem pada remaja. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis berdasarkan penelitian yang dilakukan.
STEREOTYPE DIRI DARI PENYINTAS COVID-19 DI KABUPATEN MINAHASA Stevanus G. W. Moningkey; Melkian Naharia; Dewo A.N. Narosaputra
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.728 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1753

Abstract

Stereotype merupakan persepsi negatif atau positif dari seseorang kepada individu atau kelompok lain, apa yang dirasakan dan dialami seseorang tersebut yang membentuk pandangan serta sikap seseorang tersebut. Subjek dalm penelitian hanya berjumblh 1 orang saja, pengambilan pada sampel penelitian merupakan purposive sampling. Metode dalam pengumpulan data dalam penelian ini adalah wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Tujuan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Stereotype Diri dari Penyintas Covid-19. Dalam penelitian ini didapati bahwa adanya stereotype negatif dan positif pada penyintas Covid-19, diakibatkan oleh perlakuan yang diterimanya baik oleh keluarga, lingkungan kerja, maupun lingkungan sekitar.
PENGARUH DUKUNGAN ORANGTUA TERHADAP PEMBENTUKAN BODY IMAGE PADA REMAJA PUTRI DI KOTA MANADO Marssel M. Sengkey; Diny D. Dalending; Tellma M. Tiwa
PSIKOPEDIA Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.346 KB) | DOI: 10.53682/pj.v1i1.1754

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada saat ini, ada ketidak tetapan yang dapat menyebabkan penyesuaian negatif di kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin membuktikan apakah ada pengaruh dukungan orangtua terhadap pembentukan body image pada remaja putri. Peneliti menggunakan Metode Penelitian dengan mengambil populasi dan sampel. Hasil yang didapati pada penelitian ini ialah uji normalitas yang digunakan untuk mengetahui populasi berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi berdistribusi normal. Uji normalitas menggunakan uji one sample Kolmogorov-Smirnov dengan taraf signifikansi 0,05. Menurut uji normalitas data menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov dan Saphiro-Wilk. Untuk rumus Kolmogorov-Smirnov dari variabel body image terdapat nilai statistik 0,185, derajat kebebasan df = 100, dan nilai signifikasi 0,000 < 0,05 berarti sebaran data tidak normal. Uji linieritas hubungan menggunakan teknik analisis regresi diperoleh nilai R Square = 0,519, dimana F = 105.807, signifikasi = 0,000 < 0,05 berarti hubungan tersebut linier. Dan uji korelasi Spearman juga digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh t1 = 3,162 dan t2 (0,25;30) = 2,042, sehingga t1 > t(0,25;30) (3,162 >2,042) H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti ada hubungan antara dukungan orangtua dengan pembentukan body image pada remaja putri. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat mengekspolrasi bentuk-bentuk dukungan yang diperlukan bagi seseorang untuk memperoleh body image yang positif.

Page 1 of 2 | Total Record : 11