cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsies@unisba.ac.id
Phone
+6281214569091
Journal Mail Official
bcsies@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
ISSN : -     EISSN : 28282132     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsies.v2i2
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science (BCSIES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Teknik Industri dengan ruang lingkup, NASA-TLX, Alat Kualitas, Analisis SWOT, Analytical Hierarchy Process, Arsitektur Sistem Informasi Layanan Administrasi, Basis Data, Cetak biru Pelayanan, Failure Mode And Effect (FMEA), Fault Tree Analysis (FTA), First Come First Served, Framework for the Application of Systems Thinking (FAST), Hay Method, Human Resource Scorecard, Kuesioner 7 waste, Model tingkat aspirasi Quality Function Deployment (QFD), Model-driven development Six sigma, Multichannel Single Phase, NASA-TLX, Notasi kendall, Pelayanan, Pergudangan, Persediaan Sistem informasi, PIECES, Proses antrian, QFD (Quality Function Deployment) Lean manufacturing, Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), Root Cause Analysys, Seven Tools, Sistem Antrian, Sistem Informasi, Strategi Pengembangan Model Driven, Stripping Obat Kualitas, Take Home Pay, Traffic Light System, TRIZ Kualitas, Work Sampling. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science" : 41 Documents clear
Pengendalian Kualitas Menggunakan Six Sigma untuk Mengurangi Jumlah Defect pada Produk Maswite Masterbatch Mochamad Yusuf Bachruddin; Rukmana, Asep Nana; Bachtiar, Iyan
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i2.12887

Abstract

Abstract. PT Masolikalerindo Perkasa is a company engaged in the color plastic material industry which was established in 1995. The product produced by PT Masolikalerindo Perkasa is called Maswite Masterbatch in the form of plastic seeds. This research was conducted in the Maswite Masterbatch production section. Based on the results of preliminary observations in the field, information was obtained that there were problems in the company in controlling its quality. The problems experienced by the company are in the form of product defects. Defects in Maswite Masterbatch products include dusty defects, small size defects, and tail defects. The average percentage of defects is 5.97% where this figure exceeds the tolerance limit for defects set by the company which is 3%. One solution to overcome the problems faced is the six sigma method. The six sigma method has five stages, namely Define, Measure, Analyze, Improve and Control (DMAIC). The results of making the Pareto diagram showed that the highest type of defect was dusty. Furthermore, the calculation of Defect per Million Opportunity (DPMO) for six months obtained a DPMO value of 19,903 and a sigma level of 2.33. The FMEA stage is carried out by determining the level of severity, occurrence, and detection as well as determining the RPN. The highest RPN value of 378 is found in the unstable raw material warehouse temperature factor. The results of implementing the six sigma method are carrying out maintenance and checking once a month, carrying out the process of monitoring the mixing process at every shift change, and providing appropriate room temperature settings with the proposed purchase of air conditioning and a thermometer to keep the temperature stable. Abstrak. PT. Masolikalerindo Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan plastik warna yang didirikan pada tahun 1995. Produk yang dihasilkan oleh PT Masolikalerindo Perkasa dinamakan Maswite Masterbatch yang berupa biji plastik. Penelitian ini dilakukan di bagian produksi Maswite Masterbatch. Berdasarkan hasil pengamatan awal di lapangan, diperoleh informasi bahwa terdapat permasalahan pada perusahaan dalam pengendalian kualitasnya. Permasalahan yang dialami oleh perusahaan berupa adanya defect pada produk. Defect pada produk Maswite Masterbatch di antaranya defect berdebu, defect ukuran kecil, dan defect berekor. Rata-rata persentase defect yaitu sebesar 5,97% dimana angka tersebut melebihi dari batas toleransi terhadap defect yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 3%. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi adalah metode six sigma. Hasil pembuatan diagram Pareto diperoleh jenis defect tertinggi adalah berdebu. Selanjutnya dilakukan perhitungan Defect Per Million Opportunity (DPMO) selama enam bulan diperoleh nilai DPMO sebesar 19.903 dan level sigma 2,33. Tahapan FMEA dilakukan dengan penentuan severity, occurrence, dan detection serta penentuan RPN. Nilai RPN tertinggi sebesar 378 terdapat pada faktor suhu gudang ruangan bahan baku tidak stabil. Hasil dari penerapan metode six sigma yaitu melakukan perawatan dan pengecekan setiap 1 bulan sekali, melakukan proses pengawasan proses mixing setiap pergantian shift, dan menyediakan ketetapan suhu ruangan yang tepat dengan usulan pembelian AC serta termometer untuk menjaga suhu tetap stabil.
Pengendalian Kualitas pada Produk Handuk dengan Menggunakan Metode DMAIC Nelly Apriyani; Rukmana, Asep Nana; Bachtiar, Iyan
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i2.12992

Abstract

Abstract. Quality control is crucial in maintaining a company's reputation in the eyes of consumers. PT. XYZ, a textile company producing towels, faced issues during production in 2022, specifically a high defect rate averaging 7% in their towels. The aim of this research is to analyze the causes of defects and propose improvements to enhance towel quality. The research employed the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) method and Failure Modes Effect Analysis (FMEA) for data analysis. Based on the findings, the dominant defects in towel production were sparse filling defects totaling 7,000 points (14%), missing towel fibers totaling 6,995 points (14%), hole defects totaling 6,818 points (13%), and size defects totaling 6,333 points (12%) out of a total of 51,310 defect points. The baseline performance of the company was measured with a DPMO value of 8,751 and a sigma level of 3.88. The highest Risk Priority Number (RPN) was identified for sparse filling defects due to human error with a score of 240. For missing towel fibers, the highest RPN was due to machine issues, scoring 210. Similarly, machine issues also accounted for the highest RPN in hole defects, also scoring 210. For size defects, the highest RPN was attributed to human error with a score of 240. Proposed improvements prioritize addressing RPN values using FMEA to update RPN values post-improvement. Abstrak. Pengendalian kualitas merupakan salah satu hal yang penting untuk mempertahankan reputasi perusahaan di mata konsumen. PT XYZ Industri merupakan perusahaan textile yang menghasilkan produk handuk. Selama melakukan proses produksi, perusahaan ini mengalami permasalahan yaitu jumlah cacat (defect) pada handuk tahun 2022 yang didapatkan nilai rata-rata persentase cacat 7%, nilai persentase ini tergolong dalam cacat yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penyebab kecacatan, serta membuat usulan perbaikan guna peningkatan kualitas produk handuk. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control) dan Failure Modes Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan hasil identifikasi, diperoleh kecacatan dominan terjadi pada proses produksi handuk adalah cacat pakan renggang sebanyak 7.000 titik (14%), cacat bulu handuk tidak timbul sebanyak 6.995 titik (14%), cacat bolong 6.818 titik (13%), dan cacat ukuran 6.333 titik (12%) dari total kecacatan yaitu sebanyak 51.310 titik cacat. Dan didapatkan baseline kinerja kondisi saat pada perusahaan yaitu nilai DPMO sebesar 8,751 dengan level sigma sebesar 3,88 sigma. Didapatkan nilai tertinggi RPN pada cacat pakan renggang adalah manusia (operator) sebesar 240. Rating RPN tertinggi pada cacat bulu handuk tidak timbul pada mesin sebesar 210. Rating RPN tertinggi pada cacat bolong terjadi pada mesin sebesar 210. Rating RPN tertinggi pada cacat ukuran yaitu pada manusia (operator) sebesar 240. Standar usulan perbaikan dilakukan dengan memprioritaskan nilai RPN dengan FMEA perbaikan sehingga dapat memperbarui nilai RPN setelah dilakukan perbaikan.
Redusi Breakdown Mesin Sealing CC Menggunakan Penerapan Autonomous Maintenance di PT. Lucas Djaja Zhafira Tiara Anjali; Endang Prasetyaningsih; Luthfi Nurwandi
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i2.13404

Abstract

Abstract. PT Lucas Djaja is a pharmaceutical company producing various drugs, including tablet capsules (caplets). The caplet production process often encounters obstacles, mainly due to breakdowns of the CC Sealing machine in June 2022. This machine seals the outer packaging, gluing paper to the medicine packaged in aluminum foil. The breakdowns, identified using 5 of the 7 steps in Autonomous Maintenance, resulted in rework and a machine effectiveness value of 77,11% with 18.75 hours of downtime. Most breakdowns were due to the operator's lack of understanding of the machine. Therefore, maintenance was redesigned to involve the operator using Autonomous Maintenance, increasing vigilance and awareness to minimize damage risk. Based on the results of the simulations that have been carried out, the Autonomous Maintenance implementation scenario is selected which has a machine effectiveness value (OEE) of 77,98% with a breakdown of 12,14 hours so that the company can reduce breakdowns for 6,61 hours. Abstrak. PT. Lucas Djaja merupakan perusahaan farmasi yang memproduksi berbagai jenis obat salah satunya yaitu, kapsul tablet (kaplet). Selama ini, proses produksi kaplet di PT. Lucas Djaja sering terdapat hambatan. Hambatan tersebut disebabkan oleh tujuh kali breakdown yang terjadi pada mesin Sealing CC selama bulan Juni 2022. Mesin Sealing CC berfungsi untuk melakukan proses penyegelan (sealing) catch cover yaitu merekatkan kemasan luar berupa kertas dengan obat yang telah dikemas menggunakan alumnium foil. Breakdown tersebut membuat hasil penyegelan tidak sesuai standar perusahaan sehingga harus dilakukan rework. Breakdown tersebut diidentifikasi menggunakan 5 dari 7 langkah pada Autonomous Maintenance. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa nilai efektivitas mesin untuk kondisi saat ini sebesar 77,11% dengan breakdown selama 18,75 jam. Sebagian besar breakdown yang terjadi disebabkan oleh kurangnya pemahaman operator terhadap mesin SealingCC. Oleh karena itu, dirancang perawatan mesin dengan melibatkan tanggung jawab kepada operator mesin Sealing CC menggunakan penerapan Autonomous Maintenance. Keterlibatan tanggung jawab operator akan membuat operator lebih waspada dan sadar akan perawatan yang harus dilakukan agar resiko kerusakan dapat diminimasi. Perancangan perawatan dilakukan dengan membuat skenario penerapan Autonomous Maintenance berdasarkan nilai dan indikator pada Overall Equipment Effectiveness (OEE). Berdasarkan hasil simulasi yang telah dilakukan, terpilihlah skenario penerapan Autonomous Maintenance yang memiliki nilai efektivitas mesin (OEE) sebesar 77,98% dengan breakdown selama 12,14 jam sehingga perusahaan dapat mereduksi breakdown selama 6,61 jam.
Peningkatan Kualitas Produk Ransel Menggunakan Metode Six Sigma Ayu Dhilla Nurkamilah; Puti Renosori; Asep Nana Rukmana
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i2.13907

Abstract

Abstract. Koperasi Penjahit dan Pengrajin Tas is an organization that focuses on producing various types of bags consisting of backpacks, waist bags, tote bags, and chest bags, located in the regency of Garut, the province of West Java. The problem faced by the company is related to the number of defective products that exceed the company's provisions, which is 5.8%. Backpack products are the products with the highest defective products, which is 8.1%. Improvement activities in the production process need to be carried out by the cooperative to reduce the number of defective products by improving quality. In this study, the Six Sigma method was used to reduce the number of product defects by reducing the variations in the process using the Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC) stages. Based on the background that has been described, the formulation of the problem in this study is as follows: "(1) What causes defects in backpack products produced by the Koperasi Penjahit dan Pengrajin Tas?", "(2) What solutions can reduce the level of defects in backpack products produced by the Koperasi Penjahit dan Pengrajin Tas?". The tools used are control maps, Pareto diagrams, FTA, and PDPC. Factors that cause product defects are lack of operator skills and accuracy, lack of machine and needle maintenance, and lack of quality control. The quality improvement proposals provided include creating sewing guides, conducting operator performance assessments, routinely checking needle conditions, conducting machine maintenance, and creating standards to maintain and prevent the recurrence of old work practices and previously resolved problems. Abstrak. Koperasi Penjahit dan Pengrajin Tas merupakan organisasi yang berfokus untuk memproduksi berbagai jenis tas yang terdiri dari ransel, waist bag, tote bag, dan chest bag, terletak di wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Permasalahan yang dihadapi perusahaan yaitu terkait dengan banyaknya produk cacat yang melebihi batas ketentuan perusahaan yaitu sebesar 5,8%. Produk ransel menjadi produk dengan produk cacat tertinggi yaitu sebesar 8,1%. Aktifitas perbaikan terhadap proses produksi perlu dilakukan oleh koperasi untuk mengurangi jumlah produk cacat dengan adanya perbaikan kualitas. Dalam penelitian ini digunakan metode Six Sigma untuk menurunkan jumlah cacat produk dengan mengurangi variasi yang ada dalam proses menggunakan tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC). Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: “(1) Apa yang menjadi penyebab terjadinya kecacatan pada produk ransel yang diproduksi oleh Koperasi Penjahit dan Pengrajin Tas?”, “(2) Bagaimana solusi yang dapat menurunkan tingkat kecacatan pada produk ransel yang diproduksi oleh Koperasi Penjahit dan Pengrajin Tas?”. Tools yang digunakan peta kendali, diagram pareto, FTA, dan PDPC. Faktor yang menyebabkan cacat produk yaitu kurangnya keterampilan dan ketelitian operator, kurangnya perawatan mesin dan jarum, dan kurangnya pemeriksaan kualitas. Usulan perbaikan kualitas yang diberikan, yaitu membuat panduan penjahitan, mengadakan penilaian kinerja operator, rutin melakukan pemeriksaaan kondisi jarum, melakukan perawatan mesin, dan pembuatan standarisasi untuk mempertahankan untuk mencegah kemunculan kembali praktik kerja lama dan masalah yang telah diatasi sebelumnya.
Perbaikan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pipa SQR 50/25 x 1.2 x 407 dengan Menggunakan Metode Pendekatan MRP pada PT. Chitose Internasional Tbk Fitria Zahrannisa; Chaznin R Muhammad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i2.13993

Abstract

Abstract. PT. Chitose Internasional Tbk is a company engaged in the furniture sector which is divided into 5 production lines, namely hotel and restaurant furniture production lines, office and school production lines, residential production lines, hospital mattress and infusion support production lines, chair and piano table production lines . PT. Chitose Internasional Tbk has not been able to control its raw material inventory, so the inventory costs incurred by the company are still relatively large. The problems faced by PT. Chitose Internasional Tbk, sometimes when product demand increases, the company is unable to fulfill it due to a lack of existing raw material supplies. And conversely, when product demand decreases and there is too much inventory, losses will occur because the number of raw materials shrinks. Therefore the company needs to carry out raw material inventory control which is proposed to support and minimize problems that occur in raw material inventory control for SQR 50/25 x 1.2 x 407 pipes, namely by using the MRP approach method, because to find out the amount of product that must be produced in each period and timing of output over a certain period of time (3 months to 1 year) by adjusting the variables of employee production levels, inventory, other controllable variables and to find out how big the relationship is between required capacity and available capacity, is Abstrak. PT. Chitose Internasional Tbk merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor furnitur yang terbagi pada 5 lini produksi yaitu lini produksi mebel hotel dan restoran, lini produksi kantor dan sekolah, lini produksi rumah tinggal, lini produksi kasur rumah sakit dan penyangga infus, lini produksi kursi dan meja piano. PT. Chitose Internasional Tbk belum mampu mengendalikan persediaan bahan bakunya, sehingga biaya pesediaan yang dikeluarkan oleh perusahaan terbilang masih besar. Adapun masalah yang dihadapi oleh PT. Chitose Internasional Tbk, terkadang saat permintaan produk meningkat, perusahaan tidak mampu untuk memenuhinya karena kurangnya persediaan bahan baku yang ada. Dan sebaliknya, ketika permintaan produk menurun dan terlalu banyaknya persediaan, maka akan terjadi kerugian yang ditimbulkan karena banyaknya bahan baku yang menyusut. Maka dari itu perusahaan perlu melakukan pengendalian persediaan bahan baku yang diusulkan untuk mendukung dan meminimalisir permasalahan yang terjadi dalam pengendalian persediaan bahan baku pipa SQR 50/25 x 1.2 x 407 yaitu dengan menggunakan metode pendekatan MRP, karena untuk mengetahui jumlah produk yang harus diproduksi pada tiap periode dan pengaturan waktu keluaran selama periode waktu tertentu (3 bulan sampai 1 tahun) melalui penyesuaian variabel-variabel tingkat produksi karyawan, persediaan, variabel yang dapat dikendalikan lainnya serta untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara kapasitas yang dibutuhkan dengan kapasitas yang tersedia, apakah mencukupi atau tidak.
Perencanaan Persediaan Bahan Baku dan Cadangan Pengaman untuk Produk Guide Komp Level K1AA dengan Menggunakan Model Probabilistik Sederhana Dzaldhi Yudistira Nirbaya; Prasetyaningsih, Endang
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i2.14096

Abstract

Abstarct. PT. Sinar Terang Logamjaya (PT STALLION) was legally established on September 28, 1998, engaging in the manufacturing of motorcycle spare part components. In the production process of the Guide Komp Level K1AA product, there is often a shortage in the production quantity, and defects are still encountered in the production process. Additionally, the company faces challenges related to the delayed arrival of raw materials and rejects due to non-compliance with the company's quality standards. This is because the company lacks Safety Stock (SS) that can address production interruptions resulting from the issues the company is currently facing. The proposal carried out in this study is inventory control and SS for Guide Komp Level K1AA products using the Simple Probabilistic model. The proposal stage calculates the level of service (η) and SS. The results of the calculation of η are obtained at 98.46%. So to maintain the service level based on the calculation results, the number of SS is required as many as 12 plates. The next stage of the proposal is to determine the size of the economic ordering lot. Based on the calculation, it can be seen that the optimal size of raw materials that need to be ordered is 309 plates. With the ss in the proposed policy, the total inventory cost that needs to be incurred by the company is Rp.1,483,861,881 / year or 20% lower than the current condition. Abstrak. PT. Sinar Terang Logamjaya (PT. STALLION) secara hukum didirikan pada tanggal 28 September 1998, bergerak di bidang manufaktur komponen suku cadang sepeda motor. Dalam proses produksi produk Guide Komp Level K1AA, sering terjadi kekurangan jumlah produksi, dan masih ditemukannya cacat dalam proses produksi. Selain itu, perusahaan menghadapi tantangan terkait keterlambatan kedatangan bahan baku dan adanya bahan baku yang reject karena tidak sesuai dengan standar kualitas perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan tidak memiliki Safety Stock (SS) yang dapat mengatasi gangguan produksi yang diakibatkan oleh permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan. Usulan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengendalian persediaan dan SS untuk produk Guide Komp Level K1AA dengan menggunakan model Simple Probabilistic. Tahap usulan menghitung level of service (η) dan SS. Hasil perhitungan η diperoleh sebesar 98,46%. Maka untuk mempertahankan tingkat pelayanan berdasarkan hasil perhitungan tersebut, diperlukan jumlah SS sebanyak 12 plate. Tahap selanjutnya dari usulan tersebut adalah menentukan ukuran lot pemesanan ekonomis. Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui bahwa ukuran optimal bahan baku yang perlu dipesan adalah sebanyak 309 plate. Dengan adanya SS pada kebijakan usulan, maka total biaya persediaan yang perlu dikeluarkan oleh perusahaan adalah sebesar Rp.1.483.861.881/tahun atau lebih rendah 20% dibandingkan dengan kondisi saat ini.
Implementasi Sistem Informasi Omnichannel Retail Menggunakan Perangkat Lunak Bigseller Muhammad Rafi Ramadhan; Djamaludin
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i2.14235

Abstract

Abstract. This study aims to design and implement an omnichannel information system for Kharisma Leather. Kharisma Leather is a home industry engaged in leather crafts located in Garut. The design of this information system is motivated by sales that are too focused on physical stores and underutilize other sales channels such as marketplaces. This design aims to improve the company's sales efficiency by integrating online and offline sales. Data collection needed to design the information system includes data for making UCD (Use Case Diagram) and BPMN (Business Process Modeling Notation). The data is then used to design a new, more efficient information system. The implementation of the omnichannel information system with Bigseller includes the process of creating a Bigseller account, integrating the marketplace with Bigseller, creating an offline store in Bigseller, integrating product data, the order process from the marketplace and offline stores, updating product stock data, and sales reports. The results of this study indicate that the implementation of an omnichannel information system with Bigseller has successfully increased the sales efficiency of Kharisma Leather. This can be seen from the black box testing that was carried out, where all test scenarios were met. In addition, a cost-benefit analysis also shows that this implementation project is feasible and profitable. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi omnichannel untuk perusahaan Kharisma Leather. Kharisma Leather adalah industri rumahan yang bergerak di bidang kerajinan kulit yang berlokasi di Garut. Perancangan sistem informasi ini dilatarbelakangi oleh penjualan yang terlalu berfokus pada toko dan kurang memanfaatkan saluran penjualan lain seperti marketplace. Perancangan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penjualan perusahaan dengan mengintegrasikan penjualan online dan offline. Pengumpulan data yang diperlukan untuk merancang sistem informasi meliputi data untuk pembuatan UCD (Use Case Diagram) dan BPMN (Business Process Modeling Notation). Data tersebut kemudian digunakan untuk merancang sistem informasi baru yang lebih efisien. Implementasi sistem informasi omnichannel dengan Bigseller meliputi proses pembuatan akun Bigseller, integrasi marketplace dengan Bigseller, pembuatan toko offline di Bigseller, integrasi data produk, proses pesanan dari marketplace dan toko offline, pembaruan data stok produk, dan laporan penjualan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sistem informasi omnichannel dengan Bigseller berhasil meningkatkan efisiensi penjualan Kharisma Leather. Hal ini terlihat dari pengujian black box yang dilakukan, di mana semua skenario pengujian terpenuhi. Selain itu, analisis cost-benefit juga menunjukkan bahwa proyek implementasi ini layak dan menguntungkan.
Usulan Perbaikan Kualitas Produk Tas Wanita dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Farhan Fahmi; Iyan Bachtiar; Dewi Shofi Mulyati
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i2.14314

Abstract

Abstract. Kharisma Leather Home Industry is a fashion industry in the field of leather crafts. The company experienced a decrease in turnover due to defective products produced during the production process. The defective products produced include sling bags and handbags with defect rates of 5.58% and 9.05% respectively. The types of defects that often occur are less precise stitching, defective materials, and damaged inner lining. This research aims to provide suggestions for improving the quality of women's leather bags.Data collection is done through observation and interviews. The methods used in this research are Statistical Quality Control (SQC) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). The data needed to design the proposed improvements are data on the number of products produced and the number of defective products per month in 2022. The data is used to be described with a histogram diagram and then processed to determine the control limits on the p control map and then sorted using a Pareto diagram and identified the cause of the defect with a cause-and-effect diagram and then the calculation of the Risk Priorty Number (RPN) is carried out to provide proposed improvements. The results of this study show that the main priority for improvement lies in the defect of imprecise stitching caused by inconsistent material thickness and lack of focus of workers with an RPN value of 120. The repair of defective materials is done by correcting errors in the selection of materials with an RPN value of 120. The damaged inner layer is caused by the lack of skill of workers and materials that are easily torn with an RPN value of 72. The proposed improvements include operator training, stricter supervision, setting production schedules, and making and implementing more effective SOPs. Abstrak. Home Industry Kharisma Leather merupakan industri fashion di bidang kerajinan kulit. Perusahaan mengalami penurunan omzet akibat produk cacat yang dihasilkan selama proses produksi. Produk cacat yang dihasilkan meliputi tas selempang dan tas tangan dengan tingkat kecacatan masing-masing sebesar 5,58% dan 9,05%. Jenis cacat yang sering terjadi adalah jahitan kurang presisi, bahan cacat, dan lapisan dalam yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan kualitas tas kulit wanita. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data yang dibutuhkan untuk perancangan usulan perbaikan yaitu data jumlah produk yang diproduksi dan jumlah produk cacat tiap bulan pada tahun 2022. Data tersebut digunakan untuk digambarkan dengan diagram histogram kemudian diolah untuk menentukan batas kendali pada peta kendali p kemudian diurutkan menggunakan diagram Pareto dan diidentifikasi penyebab kecacatan dengan diagram sebab-akibat kemudian dilakukan perhitungan Risk Priorty Number (RPN) untuk diberikan usulan perbaikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prioritas utama perbaikan terletak pada cacat jahitan tidak presisi yang disebabkan oleh ketidakkonsistenan ketebalan bahan dan kurang fokusnya pekerja dengan nilai RPN 120. Perbaikan bahan cacat dilakukan dengan memperbaiki kesalahan dalam pemilihan bahan dengan nilai RPN 120. Lapisan dalam yang rusak disebabkan oleh kurang terampilnya pekerja dan bahan yang mudah sobek dengan nilai RPN 72. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi pelatihan operator, pengawasan yang lebih ketat, pengaturan jadwal produksi, serta pembuatan dan implementasi SOP yang lebih efektif.
Penilaian Risiko Kerja pada Stasiun Kerja Pemotongan Menggunakan Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA) Naufal Robbani Fawzi; Eri Achiraeniwati
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i2.14380

Abstract

Abstract. Home industries like CV Family Handicraft, which produce woven pandan and bamboo boxes, often face health and safety challenges due to manual operations. Operators work 11 hours daily, producing 2,200 boxes every two weeks, and report pain in various body parts, especially at the cutting station. The research aims to assess work risks and design ergonomic facilities to reduce operator pain. Using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire and Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA) method, it was found that operators experience pain in multiple body areas, with work risk scores between 20-44, indicating a need for improvement. The recommendation includes designing an adjustable cutting table and trolley tailored to operator dimensions. The new design, featuring pattern storage, cutting tools, and a movable trolley for raw material transport, resulted in reduced risk scores of 18-27, indicating a low risk level and improved working conditions. Abstrak. Industri rumahan seperti CV Family Handicraft, yang memproduksi kotak anyaman pandan dan bambu, sering menghadapi tantangan kesehatan dan keselamatan akibat operasi manual. Operator bekerja 11 jam sehari, memproduksi 2.200 kotak setiap dua minggu, dan melaporkan nyeri pada berbagai bagian tubuh, terutama di stasiun pemotongan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko kerja dan merancang fasilitas ergonomis untuk mengurangi nyeri operator. Menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan metode Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA), ditemukan bahwa operator mengalami nyeri di berbagai area tubuh, dengan skor risiko kerja antara 20-44, menunjukkan perlunya perbaikan. Rekomendasi termasuk merancang meja pemotongan dan troli yang dapat disesuaikan dengan dimensi operator. Desain baru ini, yang mencakup penyimpanan pola, alat pemotong, dan troli yang dapat dipindahkan untuk transportasi bahan baku, menghasilkan skor risiko yang menurun menjadi 18-27, menunjukkan tingkat risiko rendah dan kondisi kerja yang lebih baik.
Usulan Perancangan Fasilitas Kerja untuk Mengurangi Risiko Kerja pada Stasiun Kerja Gerinda Tangan Di PT. Sanjaya Tekhnik Winardi; Nur Rahman As'ad; Anis Septiani
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i2.14465

Abstract

Abstract. Work facilities are physical supporting means in a company's activities used in production activities. PT. Sanjaya Tekhnik is a company engaged in the manufacturing industry of industrial machine spare parts. The company is experiencing losses due to monthly delays. This is caused by operators not coming to work because they are sick due to their work. Operators complain of several parts of their bodies such as back and spine pain due to constant bending, neck pain due to looking down, pain in the upper arm because operators need force to use tools, and pain in the thighs and calves due to sitting with bent legs. The research method employed involved measuring pain complaints using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire and assessing work risks using Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA). Pain complaints experienced by operators included neck, shoulder, upper back, lower back, buttocks/thighs, and knees. The assessment of work risks falling into the medium risk level means it requires further investigation and suggests changes in the operator's working posture. The proposed design of work facilities includes a table for hand grinder workstation 1, equipped with drawers, clamping vise, racks/hooks, dividers, storage tubes, and wheels. Meanwhile, for hand grinder workstation 2, the table includes drawers, cushioned pads, racks/hooks, dividers, storage boxes, and wheels. This design was simulated using CATIA software, and the results of the work risk assessment after design and simulation show that they fall into the Low action level, indicating that the work is safe with no resulting work risks. Abstrak. Fasilitas kerja merupakan sarana pendukung dalam aktivitas perusahaan berbentuk fisik yang digunakan dalam kegiatan produksi perusahaan. PT. Sanjaya Tekhnik merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur pembuatan sparepart mesin industri. Perusahaan mengalami kerugian karena setiap bulannya terjadi keterlambatan pengiriman. Hal ini disebabkan oleh adanya operator yang tidak masuk kerja karena operator mengalami sakit akibat pekerjaannya. Operator mengalami keluhan dibeberapa bagian tubuh seperti sakit pinggang dan punggung karena selalu membungkuk, nyeri pada tengkuk leher karena menunduk, nyeri pada bagian lengan atas karena operator memerlukan tenaga untuk menggunakan alat bantu, dan nyeri pada paha dan betis karena sikap kerja duduk dengan kaki menekuk. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan pengukuran keluhan rasa sakit menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), penilaian risiko kerja menggunakan Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA) dan perancangan fasilitias kerja menggunakan pendekatan antropometri. Keluhan rasa sakit yang di alami operator pada bagian leher, bahu, punggung atas, punggung bawah, bokong/paha dan lutut. Hasil penilaian risiko kerja masuk kedalam risk level medium artinya membutuhkan investigasi lebih lanjut dan disarankan adanya perubahan pada postur kerja operator. Perancangan fasilitas kerja yang di usulkan yaitu berupa meja untuk stasiun kerja gerinda tangan 1 yang dilengkapi laci, ragum penjepit, rak/gantungan, pembatas, tabung penyimpanan dan roda. Sedangkan meja untuk stasiun kerja gerinda tangan 2 yang dilengkapi laci, alas bantalan, rak/gantungan, pembatas, kotak penyimpanan dan roda. Perancangan tersebut dilakukan simulasi menggunakan software CATIA, hasil penilaian risiko kerja setelah dilakukan perancangan ketika disimulasikan berada pada action level Low, menunjukan bahwa pekerjaan aman dan tidak adanya risiko kerja yang ditimbulkan.