cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 465 Documents
Representasi Bullying pada Drama Korea True Beauty Ditania Nur Fadilla; M E. Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.051 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.347

Abstract

Abstract. The Korean entertainment industry is growing rapidly to enter various countries, especially Asia, starting from the entry of films, dramas, music and even culinary. Korean drama is one that people are interested in because the storyline is always interesting and the characters are never playful, including the Indonesian people. Korean dramas often raise social issues as themes and insert messages about the reality of people's lives. True Beauty is one of the dramas that presents the issue of bullying in the school environment, this drama managed to become one of the five highest-rated dramas in 2021. Bullying, which is a form of deviant communication itself, has been an issue that has been troubling for a long time. In the surrounding environment, there are still many cases of bullying that afflict especially students. The drama True Beauty raises some of the reality about a girl with an ugly face who is always the victim of bullying at her school, packaged into a visual show with a love story flavored with a typical Korean drama. The purpose of this study is to find out the signs and meanings of connotations and denotations as well as the myths of bullying contained in the Korean Drama True Beauty. This research method uses a qualitative approach using the semiotic method of Roland Barthes' model which is seen from denotation, connotation and myth. The results of the study revealed that in the Korean Drama True Beauty there were verbal and non-verbal bullying scenes. Verbal bullying is a form of humiliation that can be seen or heard by the senses, marked by words and actions which in this drama are represented by cursing, laughing, cheering (Calling Ugly, Mandu, Red Face, Slapping, Sprinkling with dirty water, Throwing things), while Non-verbal bullying is a form of humiliation that can not be directly felt by the senses in this drama represented by the form of action (Gazes, Spreading embarrassing videos, crossing out face posters). Abstrak. Industri hiburan Korea berkembang pesat hingga masuk ke berbagai negara khususnya Asia, dimulai dari masuknya film, drama, musik bahkan kuliner. Drama Korea merupakan salah satu yang diminati masyarakat karena jalan cerita yang selalu menarik dan pemeranan yang tidak pernah main-main, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Drama Korea sering kali mengangkat isu sosial sebagai tema dan menyelipkan pesan mengenai realita kehidupan masyarakat. True Beauty merupakan salah satu drama yang menyuguhkan isu bullying di lingkungan sekolah, drama ini berhasil menjadi salah satu dari lima drama dengan rating tertinggi tahun 2021. Bullying yang merupakan suatu bentuk komunikasi yang menyimpang sendiri sudah menjadi isu yang meresahan sejak lama, tidak menutup mata di lingkungan sekitar pun masih banyak terjadi kasus bullying yang menimpa khususnya pelajar. Drama True Beauty mengangkat sebagian dari realita mengenai seorang gadis dengan wajah jelek yang selalu menjadi korban bully di sekolahnya, dikemas kedalam sebuah tayangan visual dengan dibumbui kisah cinta khas Drama Korea. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tanda dan makna konotasi dan denotasi serta mitos dari bullying yang terdapat dalam Drama Korea True Beauty. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode semiotika model Roland Barthes yang dilihat dari denotasi, konotasi dan mitos. Hasil penelitian mengungkapkan dalam Drama Korea True Beauty terdapat adegan bullying verbal dan non verbal. Bullying verbal merupakan bentuk penghinaan yang bisa dilihat atau didengar oleh indra ditandai dengan ucapan dan perbuatan yang dalam drama ini direpresentasikan dengan memaki, mentertawakan, menyoraki (Memanggil Jelek, Mandu, Wajah merah, Menampar, Menyiram dengan air kotor, Melempar dengan barang), Sedangkan bullying non verbal merupakan bentuk penghinaan yang tidak langsung dapat terasa oleh indra dalam drama ini direpresentasikan dengan bentuk tindakan (Tatapan, Menyebar luaskan video memalukan, mencoret poster wajah).
Strategi Marketing Public Relations Financial Planner dalam Menghadapi Krisis di Masa Pandemi Sheila Angesti lativia; Neni Yulianita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.929 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.362

Abstract

Abstract. The focus of this research is the Marketing Public Relations Strategy in the field of Financial Planning in dealing with the crisis during the covid-19 pandemic so that consumers experience an increase. The MPR strategy was carried out because Finansialku wanted to avoid a crisis that would occur during this covid-19 pandemic, so Finansialku tried to create a program to help the community manage and plan finances well in the midst of a pandemic so as to avoid a crisis. In the midst of the rise of financial planning companies in the midst of this pandemic, the role of Marketing Public Relations is very important here to provide information about services so that they can attract the attention of the public and the community feels they need these services. This Financial Smart Program is published on Instagram @finansialku through the Feed Feature. The purpose of this study was to determine the planning, Inhibiting Factors, and Supporting Factors of my Finansialku Marketing Public Relations strategy in Increasing Consumers in the Middle of a pandemic through the Financial Smart Program through the Instagram Feed Feature. This research uses a qualitative method with a case study approach. The result of this research is that the MPR Strategic Planning is carried out by analyzing, determining targets, executing and finally evaluating. The inhibiting factor for the MPR strategy in this program is that Finansialku does not know the feedback of followers when sharing the poster of the activity, seen from Instagram comments but can be overcome by re-posting it through stories. 08.00 – 17.00 on weekdays, so that people feel the response from the old Instagram admin. In addition, there are supporting factors, namely the financial theme that is taken to bring people interested because it discusses finance in the midst of a pandemic, how to publish programs through Instagram is another supporting factor because of the large number of followers from my financial Instagram, and another supporting factor is that MPR Finansialku is able to attract other media partners. in supporting this “Smart Finance” program. The reason Finansialku uses Instagram as a publication media is that Instagram is an effective means or medium of communication in the spread of communication and information during a pandemic. In its use it is not done just like that, if it is associated with the Marketing Public Relations Strategy, its use is to create continuity and consistency in marketing activities to achieve the expected goals and also to create marketing activities that are easy, fast, and two-way. Abstrak. Fokus penelitian ini adalah Strategi Marketing Public Relations di bidang Perencanaan Keuangan dalam menghadapi krisis selama masa pandemic covid – 19 sehingga mengalami peningkatan konsumen. Strategi MPR dilakukan karena Finansialku ingin terhindar dari suatu krisis yang akan terjadi di masa pandemic covid – 19 ini, sehingga Finansialku mencoba membuat suatu program untuk membantu masyarakat agar dapat mengelola dan merencanakan keuangan dengan baik di tengah pandemic sehingga terhindar dari krisis. Ditengah maraknya perusahaan perencanaan keuangan di tengah pandemic ini maka disini peran Marketing Public Relations sangatlah penting untuk memberi informasi mengenai jasa sehingga dapat memikat perhatian masyarakat dan masyarakat pun merasa membutuhkan jasa tersebut. Program Cerdas Keuangan ini dipublikasi kan melalui Instagram @finansialku melalui Fitur Feed. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, Faktor Penghambat, dan Faktor Pendukung strategi Marketing Public Relations Finansialku dalam Meningkatkan Konsumen di Tengah pandemic melalui Program Cerdas Keuangan Melalui Fitur Feed Instagram. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Uji keabsahan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah Perencanaan Strategi MPR yang dilakukan adalah menganalisis, menentukan target, eksekusi dan yang terakhir evaluasi. Faktor penghambat strategi MPR pada program ini adalah pihak Finansialku kurang mengetahui feedback followers ketika membagi poster kegiatan tersebut dilihat dari komen Instagram namun dapat diatasi dengan mem – posting ulang melalui story selain itu, faktor penghambat lainnya adalah adanya keluhan dari masyarakat akibat adanya jam operasional dari jam 08.00 – 17.00 pada hari kerja, sehingga masyarakat merasa respon dari admin Instagram lama. Selain itu, ada faktor pendukung yaitu tema keuangan yang diambil membawa masyarakat tertarik karena membahas tentang keuangan di tengah pandemic, cara mempublikasikan program melalui Instagram menjadi faktor pendukung lain karena banyaknya pengikut dari Instagram finansialku, dan faktor pendukung lainnya adalah MPR Finansialku mampu menarik media partner lain dalam mendukung program “Cerdas Keuangan” ini. Alasan Finansialku menggunakan Instagram sebagai media publikasi adalah instagram merupakan sarana atau media komunikasi yang efektif dalam persebaran komunikasi dan informasi di masa pandemi. Pada pemanfaatannya tidak dilakukan begitu saja, jika dikaitkan dengan Strategi Marketing Public Relations maka pemanfaatannya adalah untuk menimbulkan kontinuitas dan konsistensi di dalam kegiatan pemasaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan juga untuk mencipatakan kegiatan pemasaran yang mudah, cepat, dan dua arah.
Implementasi Marketing Public Relations dalam Live Shopping Instagram Geggo Women Kukuh Mudawisika; Nurrahmawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.235 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.368

Abstract

Abstract. Currently, the technological era has begun to develop rapidly, as well as a dynamic marketing public relations Implementation following its development. Various companies, especially in the clothing sector, are competing to market their products through various social media such as Instagram, Tiktok, and so on. Likewise with Geggo Women. Geggo Women is a hijab brand that stands under the auspices of PT. Latallah Jaya Abadi. Geggo Women has a unique selling method, which is called live shopping. Geggo Women maximizes the features provided on Instagram, because Instagram is the main medium in marketing their products. This live shopping uses the live feature. Geggo Women do this live shopping for 2 days, and every day Geggo Women live for 2 hours. On this occasion, the author made a research on "Marketing Public Relations Strategy in Live Shopping Instagram Geggo Women 12.12". This research uses a qualitative method, and a case study approach. The case study that the researcher examines is the Live Shopping Geggo Women phenomenon which was held on December 12, 2020 using Thomas L. Harris' Three ways strategy theory. This study uses data collection techniques with interviews, observations and literature. This research was conducted with the aim of; to find out the reason for Geggo Women using the live shopping method on Instagram, to find out the process of Geggo Women making the concept of live shopping on Instagram, to find out the process of Geggo Women carrying out live shopping on Instagram, to find out the obstacles faced by Geggo Women in implementing live shopping on Instagram. Abstrak. Saat ini, era teknologi sudah mulai berkembang pesat, begitupun dengan implementasi marketing public relations yang dinamis mengikuti perkembangannya. Berbagai perusahaan, kususnya dibidang pakaian berlomba-lomba memasarkan produknya melalui berbagai media sosial seperti Instagram, Tiktok, dan lain sebagainya. Begitupun dengan Geggo Women. Geggo Women adalah sebuah brand hijab yang berdiri dibawah naungan PT. Latallah Jaya Abadi. Geggo Women memiliki metode penjualan yang unik, yaitu yang bernama live shopping. Geggo Women memaksimalkan Fitur yang disediakan didalam Instagram, karena Instagram adalah media utamanya dalam memasarkan produknya. Live shopping ini menggunakan fitur live. Geggo Women melakukan live shopping ini selama 2 hari, dan disetiap harinya Geggo Women melakukan live selama 2 jam. Pada kesempatan kali ini, penulis membuat penelitian mengenai “Strategi Marketing Public Relations dalam Live Shopping Instagram Geggo Women 12.12”. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif, dan pendekatan studi kasus. Studi kasus yang peneliti kaji ialah fenomena Live Shopping Geggo Women yang digelar pada tanggal 12 Desember 2020 dengan menggunakan teori Three ways strategy Thomas L. Harris. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan kepustakaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan; untuk mengetahui alasan Geggo Women menggunakan metode live shopping pada Instagram, untuk mengetahui proses Geggo Women membuat konsep live shopping pada Instagram, untuk mengetahui proses Geggo Women melaksanaan live shopping pada Instagram, untuk mengetahui hambatan yang ditemui oleh Geggo Women dalam pelaksanaan live shopping pada Instagram.
Pengelolaan Stakeholder PT Securty Operation Group melalui Kegiatan Pelayanan di tengah Pandemi Covid-19 Muhammad Faisal Kusuma Yudha Rinalzi; M subur Drajat
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.631 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.398

Abstract

Abstract. The spread of Covid-19 in Indonesia has caused a public commotion. It has been recorded that 2.47 million positive cases have been recorded on June 8, 2021. This has greatly impacted all industrial sectors. One of them is PT SOG INDONESIA, one of the companies engaged in security technology which is experiencing considerable obstacles. Given the pandemic situation, various sectors have to control all their operations from home, while PT SOG has not been optimal in managing media technology. The method used by researchers in describing and finding the model in this study is qualitative with a case study approach using stakeholder management theory, social media technology, digital services, and service excellence as a reference theory. The findings of this study reveal that stakeholder management is carried out by PT SOG Indonesia is able to improve service excellence, online media management and Employment Management. The stakeholder management strategies carried out by PT SOG Indonesia are 1) Stakeholder Management (Employee); 2) Recruitment staff; 3) Excellent Service; 4) consumer proximity; 5) social media management; 6) optimizing electronic services. Abstrak. Penyebaran Covid-19 di Indonesia membuat kegaduhan public. Tercatat sudah mencapai 2,47 juta kasus positif pada tanggal 8 juni 2021. Hal ini sangat berdampak pada seluruh sector industry, salah satunya pada PT SOG INDONESIA, perusahaan yang bergerak pada bidang teknologi keamanan yang mengalami hambatan yang cukup besar. Pandemi mengharuskan berbagai sektor mengontrol seluruh operasionalnya dari rumah, sedangkan PT SOG belum maksimal menggunakan media teknologi sebagai penungjang dalam melakukan pelayanan. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teori manajemen stakeholders, teknologi sosial media, pelayanan digital, dan service excellent sebagai pijakan dalam penelitian ini. Hasil temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa pelayanan dalam pengelolaan stakeholder yang dilakukan oleh PT SOG Indonesia mampu meningkatkan service excellent, pengelolaan media online dan Pengelolaan Employe. Adapun strategi pengelolaan stakeholder yang dilakukan PT SOG Indonesia yaitu 1) Pengelolaan Stakeholder (Employee); 2) Recruitment staff; 3) Service Excellent; 4) consumer proximity; 5) social media management; 6) optimizing electronic services.
Komunikasi Pemasaran Avvesome Project melalui Media Sosial Tiktok Safiranadya Fithri Sungkar; M. Subur Drajat
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.841 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.415

Abstract

Abstract. Avvesome Project is an individual business engaged in photography services. In developing its business, Avvesome Project which was established and managed by Rivan Rahapurna conducted its business marketing through social media, so that with the current emergency “PPKM” Java-Bali there is no reason to hinder the development of its business. The social media that will be discussed in this study is TikTok. The amount of enthusiasm from TikTok users towards interesting content about the Avvesome Project presented by Rivan through his personal account @rivanrahapurna makes researchers interested in knowing the marketing communication conducted by Rivan with qualitative methods using phenomenological study approach and interactionist paradigm. The purpose of this research is 1) To find out the motive of Avvesome Project marketing communication through TikTok social media on @rivanrahapurna account in the middle of the emergency “PPKM” Java-Bali. 2) To find out the Avvesome Project marketing communication experience through TikTok sosial media on @rivanrahapurna in the middle of emergency “PPKM” Java-Bali, and 3) To find out the meaning of Avvesome Project marketing communication through TikTok social media on @rivanrahapurna account in the middle of emergency “PPKM” Java-Bali. In this research, the theory used is symbolic interaction theory which is fundamental to Marketing Communication and Social Media theory. The research subject of this study is Rivan Rahapurna, as the founder and manager of the Avvesome Project. The data will be collected through observation, in-depth interviews, and documentation which were then analyzed and was tested for validity through source triangulation and method triangulation. The results of this study concluded that with high consistency, Rivan was able to find his identity, to provide employment opportunities for workers in need. Rivan interprets this as a form of worship. Abstrak. Avvesome Project adalah sebuah bisnis perorangan yang bergerak pada bidang jasa fotografi. Dalam mengembangkan bisnisnya, Avvesome Project yang didirikan dan dikelola oleh Rivan Rahapurna melakukan pemasaran bisnisnya melalui media sosial, sehingga dengan adanya PPKM darurat Jawa-Bali saat ini tidak menjadi alasan untuk menghambat perkembangan bisnisnya. Media sosial yang akan dibahas pada penelitian ini adalah TikTok. Banyaknya antusias masyarakat terhadap konten TikTok Avvesome Project yang dibawakan oleh Rivan melalui akun pribadinya @rivanrahapurna membuat peneliti tertarik untuk mengetahui komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Rivan dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan studi fenomenologi dan paradigma interaksionis. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui motif komunikasi pemasaran Avvesome Project melalui media sosial TikTok pada akun @rivanrahapurna di tengah PPKM darurat Jawa-Bali. 2) Untuk mengetahui pengalaman komunikasi pemasaran Avvesome Project melalui media sosial TikTok pada akun @rivanrahapurna di tengah PPKM darurat Jawa-Bali, dan 3) Untuk mengetahui makna komunikasi pemasaran Avvesome Project melalui media sosial TikTok pada akun @rivanrahapurna di tengah PPKM darurat Jawa-Bali. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah komunikasi pemasaran dan media sosial yang mendasar pada teori interaksi simbolik. Subjek dari penelitian ini adalah Rivan Rahapurna sendiri selaku pendiri sekaligus pengelola dari Avvesome Project. Data dikumpulkan dari Teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dengan konsistensi yang tinggi, Rivan dapat menemukan jati dirinya, sampai menyediakan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja yang membutuhkan. Rivan memaknai hal tersebut sebagai suatu bentuk dari ibadah.
Digital Kampanye Zero Waste Indonesia Shafira Fauzani; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.519 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.417

Abstract

Abstract. Humans are an important element in protecting the environment, because the symbiotic mutualism of which must continue to go along with the development of the earth and technology. However, there are still many people who do not respect their environment to always live in harmony, because the amount of waste and waste produced by humans is increasing every day, thus environmental problems, especially waste problems in Indonesia, are increasing in number. Zero Waste Indonesia as an online-based community that aims to change the lifestyle of the Indonesian people. In the 30 Days Zero Waste Challenge program, Zero Waste Indonesia campaigns for a minimal waste style to reduce the amount of waste in Indonesia. In this research on the digital program of the 30 Days Zero Waste Challenge campaign, qualitative research methods are used with a case study approach. Researchers used data collection techniques, namely interviews, documentation, and literature study. The purpose of this study is to find out how to plan, how to implement, why the program was chosen to be campaigned on Instagram and to find out how the supporting factors and digital barriers for the 30 Days Zero Waste Challenge campaign on Instagram @zerwowaste.id_official. The subject of this research with the main informant is Zero Waste Indonesia who can indeed provide information and with the support of informants it is hoped that they can provide views from different perspectives or information about the digital program of the 30 Days Zero Waste Challenge campaign and about waste problems in Indonesia. Abstrak. Manusia merupakan unsur yang penting dalam menjaga lingkungannya, karena simbiosis mutualisme diantaranya harus terus berjalan seiring berkembangnya bumi dan teknologi. Tetapi masih banyaknya manusia yang tidak menghalukan lingkungannya untuk selalu hidup selaras, karena jumlah sampah dan limbah yang dihasilkan manusia selalu meningkat setiap harinya, dengan begitu permasalahan lingkungan terutama permasalahan sampah di Indonesia jumlahnya semakin meningkat. Zero Waste Indonesia sebagai salah satu komunitas berbasis online yang bertujuan dalam mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia. Dalam program 30 Days Zero Waste Challenge, Zero Waste Indonesia mengkampanyekan gaya minim sampah untuk mengurangi jumlah sampah di Indonesia. Pada penelitian mengenai program digital kampanye 30 Days Zero Waste Challenge ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana perencanaan, bagaimana pelaksanaan, mengapa program tersebut dipilih untuk dikampanyekan di Instagram dan mengatahui bagaimana faktor pendukung dan hambatan digital kampanye 30 Days Zero Waste Challenge pada Instagram @zerwowaste.id_official. Subjek penelitian ini dengan informan utama ialah pihak Zero Waste Indonesia yang memang dapat memberikan informasi dan dengan adanya informan pendukung diharapkan dapat memberikan pandangan dari sudut pandang yang berbeda atau informasi mengenai program digital kampanye 30 Days Zero Waste Challenge serta mengenai permasalahan sampah yang ada di Indonesia.
Perilaku Perawat Wisma Atlet terhadap Pasien Covid-19 Mohammad Albi Setiawan; Dadan Mulyana
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.143 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.456

Abstract

Abstract. At the beginning of 2020, Indonesia became one of the countries that was being hit by the Covid-19 Virus pandemic, this virus is a virus that spreads between humans very quickly, causing various kinds of panic reactions in the community, not even a few people have died, in terms of Nurses as one of the health workers have a very big role in addition to having to protect themselves from exposure to the Covid-19 Virus, they also have to deal with the virus to help people who are infected get healthy again. Nurmaulida Azzahra and Intan Permatahati are nurses at the Wisma Atlet Jakarta Hospital in their struggle, they have to manage behavior to help the health of Covid-19 patients because in addition to attacking health, Covid-19 also attacks the mind and psyche of the infected person. the study of communication science, namely Dramaturgy, Erving Goffman as a pioneer of Dramaturgy said that the management of the behavior of each individual is on the front stage (Front Stage) and back stage (Back Stage). 19. The study used qualitative research methods with a dramaturgical approach, researchers used purposive sampling technique to determine the research subject. Data collection techniques used are in-depth interviews, observation, documentation and literature. The results of this study are that on the front stage, Nurmaulida Azzahra and Intan Permatahati manage their behavior in the form of Caring behavior with an orientation to the aspects of openness and empathy which are influenced by their characteristics and environment, then on the Back Stage they return completely. being themselves, but found behaviors that can only be seen on the back stage, such as Nurmaulida Azzahra who behaves aggressively and Intan Permatahati who behaves violently. The management of their behavior has also fulfilled the requirements of good behavior management according to Erving Goffman, namely Proper Front, Involvement in their role, realizing the idealization of other people's expectations about their role, and Mystification. Abstrak. Pada awal tahun 2020 lalu Indonesia menjadi salah satu negara yang tengah dilanda oleh pandemic Virus Covid-19, Virus ini merupakan virus yang menular antar manusia dengan sangat cepat sehingga menimbulkan berbagai macam reaksi panik di masyarakat bahkan tidak sedikit pula korban jiwa yang berguguran, dalam hal ini perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan memiliki andil yang sangat besar selain harus berlindung dari paparan Virus Covid-19 mereka juga harus mengahadapi virus tersebut untuk membantu orang – orang yang terjangkit sehat kembali. Nurmaulida Azzahra dan Intan Permatahati merupakan perawat di RSD Wisma Atlet Jakarta dalam perjuangannya mereka harus melakukan pengelolaan perilaku untuk membantu kesehatan pasien Covid-19 karena selain menyerang kesehatan, Covid-19 juga menyerang pikiran dan psikis dari orang yang terjangkit, pengelolaan perilaku tersebut merupakan salah satu kajian ilmu komunikasi yakni Dramaturgi, Erving Goffman sebagai pelopor Dramaturgi mengatakan bahwa pengelolaan perilaku setiap individu terdapat pada panggung depan (Front Stage) dan panggung belakang (Back Stage) tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana perilaku perawat RSD Wisma Atlet Jakarta terhadap pasien Covid -19. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan dramaturgi, peneliti menggunakan Teknik purposive sampling untuk menentukan subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan pustaka. Hasil dari penelitian ini ialah bahwa pada panggung depan (front stage) Nurmaulida Azzahra dan Intan Permatahati melakukan pengelolaan perilaku berupa perilaku Caring dengan berorientasi pada aspek keterbukaan dan empati yang dipengaruhi oleh karakteristik dan lingkungan mereka, lalu pada panggung belakang (Back Stage) mereka kembali seutuhnya menjadi diri mereka sendiri namun ditemukan perilaku yang hanya dapat dilihat di panggung belakang (back stage) saja seperti Nurmaulida Azzahra yang berprilaku ngegas dan Intan Permatahati yang berprilaku petakilan. Pengelolaan perilaku yang mereka lakukan juga telah memenuhi syarat dari pengelolaan perilaku yang baik menurut Erving Goffman yakni Penampilan Muka (Proper Front), Keterlibatan dalam perannya, mewujudkan idealisasi harapan orang lain tentang peranya, dan Mistifikasi
Kampanye Brand Awareness Musik Lawas Indonesia Farhan Hidayat; Neni Yulianita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.626 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.484

Abstract

Abstract. This research, entitled Brand Awareness Campaign for Indonesian Old Music, conducted by the Alunan Nusantara Community discusses the campaign they carried out by bringing the issue of Indonesian old music to students who love it. The Alunan Nusantara Community is one of the old Indonesian music collectives from the 60s to 90s from the city of flowers who successfully spread their hobby by collecting cassette tapes and LPs or vinyl records of Indonesian music such as Chrisye, Fariz RM, Henry Manuputty, Rafika Duri, and many more again. Starting from a whim of looking for songs that don't exist on digital music platforms such as YouTube and Soundcloud, they are finally willing to drain their wallets by continuing to buy physical releases such as cassette tapes and LPs by Indonesian musicians. The purpose of this study was to find out why the Alunan Nusantara Community held a brand awareness campaign about Indonesian old music to students who love Alunan Nusantara music. This study uses a qualitative research method with a case study approach which is expected to be able to explore every uniqueness that exists in this research in depth and detail regarding the campaign activities carried out by the Alunan Nusantara Community. This study has three main results, namely a discussion of the steps taken by the Alunan Nusantara Community in carrying out their Brand Awareness campaign program, starting from the campaign planning process as a promotional and branding step that they do to attract the attention of their audience by looking for issues about music. old Indonesian music and in-depth exploration of old Indonesian music. Next, to find out why they are working on the old Indonesian music campaign, which is none other than to advance the repertoire of old music and as a step to preserve Indonesian old music by providing a forum for discussion for Indonesian old music lovers through the content of the offline and online events they work on. From that way, they also want to show their existence as a collective for preserving old Indonesian music from Bandung. Furthermore, to find out the process of implementing the Indonesian old music campaign that they carried out with various kinds of content, including: providing educational content about old Indonesian music through the Instagram social media platform, holding live spinning session events at several events in the city of Bandung, holding live radio streaming events by discussing thoroughly the topic of old Indonesian music, to releasing merchandise in the form of T-shirts and CD mixtape containing old Indonesian songs curated from the Alunan Nusantara Community itself. Abstrak. Penelitian dengan judul Kampanye Brand Awareness Musik Lawas Indonesia yang dilakukan oleh Komunitas Alunan Nusantara ini membahas tentang kampanye yang mereka lakukan dengan membawa isu musik lawas Indonesia kepada mahasiswa pecintanya. Komunitas Alunan Nusantara adalah salah satu kolektif musik Indonesia lawas era 60 sampai 90an asal kota kembang yang sukses menyebarluaskan hobinya dengan mengumpulkan kaset pita dan plat piringan hitam atau vinyl musik-musik nusantara seperti Chrisye, Fariz RM, Henry Manuputty, Rafika Duri, dan masih banyak lagi. Berawal dari keisengan mencari lagu-lagu yang tidak ada pada platform musik digital seperti YouTube dan Soundcloud, akhirnya mereka rela menguras isi dompetnya dengan terus membeli rilisan fisik seperti kaset pita dan piringan hitam karya musisi Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan Komunitas Alunan Nusantara mengadakan kampanye brand awareness perihal musik lawas Indonesia kepada kalangan mahasiswa pecinta musik Alunan Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang diharapkan bisa mencari setiap keunikan yang ada pada penelitian kali ini secara mendalam dan teperinci mengenai kegiatan kampanye yang dilakukan oleh Komunitas Alunan Nusantara. Penelitian ini memiliki tiga hasil pokok pembahasan yaitu bahasan mengenai langkah-langlah Komunitas Alunan Nusantara dalam menjalankan program kampanye Brand Awareness yang mereka lakukan, mulai dari proses perencanaan kampanye sebagai langkah promosi dan branding yang mereka lakukan guna menarik perhatian para audinesnya dengan cara mencari isu mengenai musik lawas Indonesia dan ekslporasi mendalam mengenai musik lawas Indonesia. Selanjutnya guna mengetahui alasan mereka menggarap kampanye musik lawas Indonesia yang tidak lain dan tidak bukan untuk memajukan khasanah musik lawas dan sebagai langkah pelestarian musik lawas Indonesia dengan cara memberikan wadah diskusi untuk para pecinta musik lawas Indoenesia melalui konten acara offline maupun online yang mereka garap. Dari cara itu lah mereka juga ingin menunjukan eksistensi keberadaan mereka sebagai kolektif pelestarian musik lawas Indonesia asal Kota Bandung. Berikutnya guna mengetahui proses pelaksaan kampanye musik lawas Indonesia yang mereka lakukan dengan berbagai macam konten, diantaranya adalah: memberikan konten edukatif mengenai musik lawas Indonesia melalui plaform media sosial Instagram, mengadakan acara live spinning session pada beberapa acara di Kota Bandung, mengadakan acara live radio streaming dengan bahasan mengupas tuntas topik mengenai musik lawas Indonesia, hingga mengeluarkan merchandise berbentuk kaus dan CD mixtape berisikan lagu-lagu lawas Indonesia hasil kurasi dari Komunitas Alunan Nusantara sendiri.
Analisis Semiotika Tokoh Chelsey Sullenberg dalam Film Sully Kiran Muhammad iqbal; M.E Fuady
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.273 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.486

Abstract

Abstract. Film is one of the means of mass media communication that can be enjoyed by many audiences. This is because in addition to being a means for mass communication, films are also works that are used as a means of entertainment and education that can be enjoyed by understanding the storyline to the message or meaning of the film. A leadership crisis does not mean that there are no leaders. In 2009 a tragedy that will always happen that happened on the Hudson river. US Airways A320 with captain Chesley accompanied by co-pilot Jefferey had to do it in the middle of the Hudson river. This research is entitled Representation of Chesley Sullenberg's Leadership in Sully Film (John Fiske's Semiotics Analysis). This study uses a qualitative method with John Fiske's semiotic approach. The purpose of this research is to know reality, representation, and ideology. The results in this study conclude that at the level of reality Sully's behavior as a pilot in Sully's film can run as a professional leader, adhere to ideology as a leader and understand human relationships to solve problems. Sully tends to be professional as a leader who always looks presentable in public and during the event. At the level of representation in the form of camera codes and dialogue codes that cover various shooting techniques in Sully's film, there is no difference from other films. The visible shots are Framing with background, Group shot, Walking Shot, Two Shot, Three Shot, Eye Level, and Point of View Shot. The dialogue used by Sully in this film also really shows the role of leadership which shows that he is a leader who has an ideology and is professional by conducting persuasive communication to achieve goals. At the ideological level, the ideology that appears in Sully's film sees the ideology of a good leader in making every decision, the answers to decisions taken, and the ability to solve problems supported by knowledge of human relations. Sully is a representation of a professional leader who can be seen from his professionalism in carrying out his duties as a leader and his contribution to world aviation. Researchers also found that Sully applies ethical leadership theory which is seen through the way a leader leads behavior based on norms. The theory used in this research is the theory of sequence of cognition and the theory of S-R. This type of research is quantitative research, the method used is correlational quantitative method. The respondents in this study were Fikom Unisba 2017 students who knew Zaskia Sungkar as the brand ambassador of Wardah products. The sampling technique used is simple random sampling. Sampling using the Slovin formula and obtained as many as 65 respondents. Abstrak. Film merupakan salah satu sarana komunikasi media massa yang dapat dinikmati oleh banyak khalayak. Hal tersebut karena selain sarana untuk komunikasi massa, film juga merupakan karya yang dijadikan sarana hiburan dan edukasi yang dapat dinikmati dengan memahami alur cerita hingga pesan atau makna dari film tersebut. Krisis kepemimpinan bukan berarti tidak terdapat sosok pemimpin. Pada tahun 2009 terjadi sebuah tragedi yang akan selalu teringat yaitu keajaiban di sungai Hudson. US Airways A320 dengan kapten Chesley yang bertugas ditemani oleh kopilot Jefferey harus melakukan pendaratan ditengah sungai Hudson. Penelitian ini berjudul Representasi Kepemimpinan Tokoh Chesley Sullenberg dalam Film Sully (Analisis Semiotika John Fiske). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika John Fiske. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas, representasi, dan idelogi. Hasil dalam penelitian ini menyimpukan bahwa pada level realitas perilaku Sully selaku pilot pada film Sully yang dapat menjalankan sebagai pemimpin yang professional, memegang teguh ideologi sebagai pemimpin dan memahami human relations untuk memecahkan permasalahan. penampilan Sully cenderung professional sebagai seorang pemimpin yang selalu terlihat rapih dihadapan publik dan saat sedang bertugas. Pada level representasi dalam bentuk kode kamera dan kode dialog yang meliputi berbagai teknik pengambilan gambar dalam film Sully tidak memiliki perbedaan dengan film lainnya. Pengambilan gambar yang terlihat yaitu, Framing with background, Group shot, Walking Shot, Two Shot, Three Shot, Eye Level, dan Point of View Shot. Dialog yang di gunakan oleh Sully dalam film ini juga sangat menunjukan peran kepemimpinan yang menunjukan bahwa ia merupakan seorang pemimpin yang memiliki ideologi dan professional dengan melakukan komunikasi persuasif untuk mencapai tujuan. Pada level ideologi terlihat Ideologi yang muncul dalam film Sully memperlihatkan ideologi seorang pemimpin yang baik dalam pengambilan setiap keputusan, pertanggung jawaban atas keputusan yang diambil, serta kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan yang didukung dengan pengetahuan mengenai human relations. Sully merupakan representasi dari seorang pemimpin profesional yang dapat dilihat dari profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai seorang pemimpin serta kontribusinya dalam dunia penerbangan. Peneliti juga menemukan bahwa Sully menerapkan teori kepemimpinan etis yang terlihat melalui cara seorang pemimpin memimpin perilaku berdasarkan norma.
Hubungan antara Penggunaan Media Sosial Twitter dengan Keterbukaan Diri Mahasiswa Dhita Fahira; Neni Yulianita
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.092 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.505

Abstract

Abstract. The development of technology and information has developed rapidly. The things that arise from its development have a considerable impact on life.Technological advances have also given birth to various forms of new media or can be called new media in establishing internet-based communications, computers, and various other forms of social networking. The development of technology and information has developed rapidly. The things that arise from its development have a considerable impact on life.Technological advances have also given birth to various forms of new media or can be called new media in establishing internet-based communications, computers, and various other forms of social networking. Twitter has features that can appeal to its users, such as features for mentions, direct messages, latest news, trending and others. The average content on Twitter tends to upload users sharing their stories, activities, and personal opinions with selected people or followers of these users. With the social media twitter allows its users to be more open about themselves. Therefore, the researcher was interested in conducting a research entitled, "Hubungan Penggunaan Media Sosial Twitter dengan Keterbukaan Diri Mahasiswa". The purpose of this study was to analyze how big the relationship between Twitter social media usage and student self-disclosure. The method used in this research is a quantitative method with a correlational study approach. The data collection technique was carried out by distributing questionnaires to 94 students of Fikom Unisba class of 2017-class of 2020 using simple random sampling technique. The analysys tehcnique used is descriptive analysys. The results of this study are that there is a strong relationship between the use of social media twitter with student self-disclosure. Abstrak. Perkembangan teknologi dan informasi telah berkembang dengan pesat. Hal yang ditimbulkan dari perkembangannya memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat luas.Dari kemajuan teknologi juga melahirkan beraneka ragam bentuk media baru atau dapat disebut dengan new media dalam melangsungkan komunikasi yang berbasis internet, komputer, dan beragam bentuk jejaring sosial lainnya. Dari sekian banyak media sosial, twitter menjadi salah satu yang memiliki banyak peminat. Twitter mempunyai fitur-fitur yang dapat memberikan daya tarik kepada para penggunanya seperti fitur mention, direct message, latest news, trending dan lain-lain. Rata-rata isi dalam twitter cenderung untuk mengunggah penggunanya berbagi cerita, aktivitas, dan opini pribadinya kepada orang-orang pilihan atau pengikut dari pengguna tersebut. Dengan adanya situs media sosial twitter memungkinkan para penggunanya untuk menjadi lebih terbuka mengenai dirinya sendiri. Maka dari itu, peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul "Hubungan Penggunaan Media Sosial Twitter dengan Keterbukaan Diri Mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar hubungan penggunaan media sosial twitter dengan keterbukaan diri mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket/kuesioner kepada 94 mahasiswa Fikom Unisba angkatan 2017-angkatan 2020 dengan menggunakan Teknik simple random sampling. Adapun teknik analisis yang digunakan ialah analisis deskriptif. Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang kuat antara penggunaan media sosial twitter dengan keterbukaan diri mahasiswa.

Page 3 of 47 | Total Record : 465