cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 524 Documents
Peran Media Televisi dalam Edukasi Politik bagi Generasi Z 10080021019, Fatia Nabila Wida Wijaya; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v5i2.18868

Abstract

Abstract. The phenomenon of low political participation among Generation Z has raised serious concerns as it has the potential to affect the quality of democracy in Indonesia. As digital natives with fast-paced, social media–driven information consumption patterns, Generation Z requires a political communication approach that is both relevant and interactive. In response to this challenge, tvOne, through its Kabar Pemilukada program, delivers political education tailored to the communication style of younger audiences by implementing a media-based Public Relations strategy. This study aims to analyze the role of television media in enhancing political literacy among Generation Z through PR strategies applied in the Kabar Pemilukada program. The research employs a qualitative method with a case study approach to explore tvOne’s PR strategy implementation in depth. Data were collected through content observation of Kabar Pemilukada, analysis of tvOne’s official social media platforms, and interviews with the tvOne Public Relations team as well as several Generation Z informants. The findings reveal that the Kabar Pemilukada program effectively raises political awareness among Generation Z through communication strategies that leverage television as owned media combined with digital platforms. This approach proves effective as it aligns political information delivery with Generation Z’s preferences by incorporating engaging visuals, simplified language, and interactive educational content. Keywords: Political Education, Generation Z, Public Relations Abstrak. Fenomena rendahnya partisipasi politik Generasi Z menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi di Indonesia. Sebagai generasi digital native dengan karakteristik konsumsi informasi yang cepat dan berbasis media sosial, Generasi Z membutuhkan pendekatan komunikasi politik yang relevan dan interaktif. Untuk menjawab tantangan tersebut, tvOne melalui program Kabar Pemilukada menghadirkan edukasi politik yang dikemas sesuai dengan gaya komunikasi generasi muda dengan menerapkan strategi Public Relations berbasis media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media televisi dalam meningkatkan literasi politik Generasi Z melalui strategi PR yang diterapkan pada program Kabar Pemilukada. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali implementasi strategi PR tvOne secara mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi konten Kabar Pemilukada, analisis media sosial resmi tvOne, serta wawancara dengan tim Public Relations tvOne dan beberapa informan Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Kabar Pemilukada mampu meningkatkan kesadaran politik Generasi Z melalui strategi komunikasi yang menekankan pemanfaatan media televisi sebagai owned media yang dipadukan dengan platform digital. Pendekatan ini dinilai efektif karena menyesuaikan penyajian informasi politik dengan preferensi Generasi Z melalui visual yang menarik, bahasa yang sederhana, dan konten edukatif yang interaktif. Kata Kunci: Edukasi Politik, Generasi Z, Public Relations
Strategi Humas PT KAI Bandung dalam Kampanye Keselamatan 10080021280, Herliana Widya Pratiwi; Dadi Ahmadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v5i2.18878

Abstract

Abstract. Safety campaigns are one of PT Kereta Api Indonesia (Persero)'s efforts to raise public awareness of railway safety. The purpose of this paper is to determine the strategies used by PT KAI Bandung's public relations department in communicating safety campaigns through Instagram. This paper uses social campaign theory, which emphasises the dissemination of messages with the aim of educating and building awareness of railway safety. This research employs a qualitative method with a case study approach to explore in-depth information related to safety campaigns on Instagram. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation, with validity tested through triangulation of sources and methods. The research subject is the public relations department of PT KAI Bandung. The results show that the campaign strategy is implemented systematically through the stages of planning, production, and evaluation of content. The selection of relevant current issues, coordination between units, and the use of visually appealing content aligned with the company's identity are key strengths in conveying the message. Regular evaluations ensure the campaign runs optimally. Abstrak. Kampanye keselamatan merupakan salah satu upaya PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui strategi Humas PT KAI Bandung dalam menyampaikan kampanye keselamatan melalui media sosial Instagram. Dalam penulisan ini, menggunakan teori kampanye sosial yang menekankan pada penyebaran pesan dengan tujuan mengedukasi dan membangun kesadaran terkait keselamatan perjalanan kereta api. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali informasi mendalam terkait kampanye keselamatan di Instagram. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Subjek penelitian ialah pihak humas PT KAI Bandung. Hasil menunjukkan bahwa strategi kampanye dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, produksi, dan evaluasi konten. Pemilihan isu terkini yang relevan, koordinasi antarunit, serta penggunaan visual menarik yang sesuai identitas perusahaan menjadi kekuatan utama dalam menyampaikan pesan. Evaluasi rutin memastikan kampanye berjalan optimal.
Strategi Komunikasi Pandawara Group dalam Program Adopsi Sungai 10080021158, Ismi Hafizhah; Yulianti, S.Sos., M.Si.
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v5i2.18892

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the communication strategy carried out by Pandawara Group in implementing the Adopsi Sungai program as an effort to increase public awareness and involvement in environmental pollution issues, especially rivers. Pandawara Group is known as a young community that actively educates the public, especially in cleaning activities. This research uses a qualitative approach with a case study method. The five-step communication planning model is used as an analytical framework. The results show that Pandawara Group's communication strategy in the river adoption program goes through five stages. The first stage is research, identifying the main problems that occur in the downstream of the river, the second stage is planning by determining the coverage area and river criteria, the third stage is implementation, conducting formal and informal approaches with the community, then the fourth stage is evaluation, carried out every month or every six months and finally, the fifth stage, reporting the results of activities delivered openly through social media and stakeholders. Pandawara Group initiated the Adopt a River Program as a long-term solution to the problem of river pollution, which was previously only handled through clean-up actions in the #onedayonetrashbag campaign. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang dilakukan oleh Pandawara Group dalam mengimplementasikan program Adopsi Sungai sebagai upaya peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat terhadap isu pencemaran lingkungan, khususnya sungai. Pandawara Group dikenal sebagai komunitas muda yang aktif mengedukasi publik terutama dalam kegiatan bersih-bersih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Model perencanaan komunikasi lima langkah digunakan sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi komunikasi Pandawara Group dalam program adopsi sungai melalui lima tahap. tahap pertama yaitu penelitian, mengidentifikasi masalah utama yang terjadi di hilir sungai, tahap kedua yaitu perencanaan dengan menentukan cakupan wilayah dan kriteria sungai, tahap ketiga pelaksanaan, melakukan pendekatan formal dan informal dengan masyarakat, lalu tahap keempat evaluasi, dilakukan setiap bulan maupun setiap enam bulan dan terakhir, tahap kelima, pelaporan hasil kegiatan disampaikan terbuka melalui media sosial dan para stakeholder. Pandawara Group menginisiasi Program Adopsi Sungai sebagai bentuk solusi jangka panjang terhadap permasalahan pencemaran sungai, yang sebelumnya hanya ditangani melalui aksi bersih-bersih dalam kampanye #onedayonetrashbag.
Strategi Komunikasi Pengelolaan Konten Edukasi Lingkungan Melalui Microlearning Akun Instagram @satgascitarum 10080021059, Devarizandy Nandawan; Yuningsih, Ani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v5i2.18943

Abstract

Abstract. This study explores communication strategies in managing environmental education content through microlearning on the @satgascitarum Instagram account. Using a qualitative method and case study approach, the research highlights how videographic microlearning fosters public understanding of environmental literacy, particularly regarding the Citarum River issue. The growing preference for short videos reflects a shift in information consumption habits, especially among millennials and Gen-Z, who often avoid lengthy content. Grounded in Media Richness Theory and Environmental Communication, this study analyzes how educational messages are delivered concisely and creatively. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation of Instagram content. Findings reveal that thematic mapping is conducted contextually, based on public reports via the ISA and IMA applications, and by aligning with trending public issues using a “riding the wave” approach. Content is delivered in 1–1.5-minute videos with accessible and engaging visual narratives. The production process involves collaboration among the public relations team, content creators, and general managers. Audience feedback indicates that this microlearning format effectively communicates environmental messages in a light yet meaningful way, aligning with current digital consumption patterns. The study underscores the potential of social media-based microlearning to enhance environmental awareness and public engagement through strategic content management. Keywords: Communication Strategy, Microlearning, Videography, Enviromental Literacy, Instagram, Digital Education Abstrak. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi pengelolaan konten edukasi lingkungan melalui microlearning pada akun Instagram @satgascitarum. Menggunakan metode kualitatif dan studi kasus, microlearning berbasis videografis menetapkan pemahaman masyarakat mengenai literasi lingkungan, khususnya isu Sungai Citarum. Fenomena penggunaan video pendek di media sosial mencerminkan perubahan preferensi informasi, terutama pada generasi milenial dan Gen-Z yang cenderung menghindari konten Panjang. Berdasarkan teori Media Richness dan Environmental Communication, penelitian ini menganalisis pesan edukasi yang disajikan secara ringkas dan kreatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi konten akun Instagram @satgascitarum. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana format microlearning videografis digunakan dalam menyampaikan informasi mengenai lingkungan, mengidentifikasi strategi pengelolaan konten dalam interaksi dengan audiens, serta menggali peran microlearning dalam penyebaran edukasi lingkungan yang selaras dengan pola konsumsi digital masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa pemetaan tema dilakukan secara kontekstual berdasarkan laporan masyarakat melalui aplikasi ISA dan IMA, serta mempertimbangkan isu publik melalui pendekatan "riding the wave". Konten disajikan dalam video microlearning berdurasi 1–1,5 menit dengan narasi visual yang mudah dicerna. Proses produksi melibatkan kolaborasi tim humas, content creator, dan pengelola umum. Umpan balik audiens memperlihatkan bahwa format microlearning ini dapat menyampaikan pesan lingkungan secara ringan namun bermakna dengan pola konsumsi informasi masyarakat digital masa kini. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Microlearning, Videografis, Literasi Lingkungan, Instagram, Edukasi Digital
Analisis Kebutuhan Terapi Wicara Pemuda Disabilitas saat Bernegosiasi di Dunia Kerja Sabrina Lazuardian Insyirah; Silmi Kapatan Inda Robby
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i1.23591

Abstract

Abstract. Sustainable development demands equity and the participation of all groups, including persons with disabilities. Although Indonesia has enacted Law Number 8 of 2016 on Persons with Disabilities, the level of formal labor force participation among youth with disabilities remains far below its potential. This disparity is primarily driven by social and psychological communication barriers that extend beyond physical obstacles, often leading to symbolic marginalization in the workplace. This study aims to analyze communication support needs, particularly the strategic role of Speech Therapy (ST), in strengthening the negotiation skills of youth with disabilities in sustainable professional interactions. Employing a qualitative literature review method, the synthesized findings indicate that the most urgent needs lie in training pragmatic skills (such as Turn-taking and topic maintenance) and assertive communication. ST interventions function as a vital instrument in building strong Self-Advocacy, enabling individuals to demand reasonable accommodations. The conclusion emphasizes the urgency of developing an Integrative Communication Support Model that fosters collaboration among Speech-Language Pathologists (SLPs), Job Coaches, and Organizational Social Support frameworks to achieve genuine workforce participation. Abstrak. Pembangunan berkelanjutan menuntut kesetaraan dan partisipasi semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas. Meskipun Indonesia telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, tingkat partisipasi angkatan kerja formal pemuda disabilitas masih jauh di bawah potensinya. Disparitas ini terutama disebabkan oleh hambatan komunikasi sosial dan psikologis yang melampaui hambatan fisik, yang sering kali mengarah pada marginalisasi simbolik di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan dukungan komunikasi, khususnya peran strategis Terapi Wicara (TW), dalam memperkuat kemampuan negosiasi pemuda disabilitas dalam interaksi profesional berkelanjutan. Menggunakan metode studi pustaka kualitatif, hasil sintesis menunjukkan bahwa kebutuhan mendesak terletak pada pelatihan keterampilan pragmatik (seperti Turn-taking dan topic maintenance) dan komunikasi asertif. Intervensi TW berfungsi sebagai instrumen vital untuk membangun Self-Advocacy yang kuat, memungkinkan individu menuntut akomodasi yang layak. Simpulan menegaskan urgensi pengembangan Model Dukungan Komunikasi Integratif yang kolaboratif antara Terapis Wicara (SLP), Job Coach, dan kerangka Dukungan Sosial Organisasi untuk mencapai partisipasi kerja yang sejati.
Transformasi Identitas Pengusaha Moree Coffee and Space Mochamad Haikal Nur Afif; Zulfebriges
Bandung Conference Series: Public Relations 137-144
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.23825

Abstract

Abstract. This study explores the identity transformation experienced by the manager of Moree Coffee and Space, Kalik Ramdani, using a phenomenological approach. Identity transformation is understood as a dynamic process shaped by subjective experiences, social interactions, and self-awareness in performing professional roles. The emergence of coffee shops as creative and community spaces in Subang City positions Moree Coffee and Space not only as a workplace, but also as a social environment that facilitates personal growth and shifts in identity. This study focuses on three stages of identity transformation proposed by Todd (2004): habitus dissonance, internal dissonance, and the moment of intentionality. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The participants consisted of the manager, an assistant manager, two baristas, and one loyal customer, selected to capture multiple perspectives on everyday work experiences. The study examines how identity is constructed, negotiated, and interpreted within daily interactions in the coffee shop setting. At the time of writing, the research has reached the completion of Chapter III; therefore, this abstract presents only the research background, problem focus, objectives, and methodology, without reporting results or findings. The study is expected to contribute a deeper understanding of identity transformation among coffee shop managers.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses transformasi identitas yang dialami oleh manajer Moree Coffee and Space, Kalik Ramdani, melalui pendekatan fenomenologi. Transformasi identitas dipandang sebagai proses dinamis yang terbentuk dari pengalaman subjektif, interaksi sosial, serta kesadaran diri individu dalam menjalankan peran barunya. Perkembangan kedai kopi sebagai ruang kreatif dan ruang komunitas di Subang Kota menjadikan Moree Coffee and Space bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga ruang sosial yang memungkinkan terjadinya pertumbuhan diri dan perubahan konsep identitas bagi pengelolanya. Penelitian ini memfokuskan kajian pada tiga tahapan transformasi identitas menurut Todd (2004), yaitu disonansi habitus, disonansi internal, dan moment of intentionality. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, peneliti menggali pengalaman sadar manajer, asisten manajer, dua barista, dan satu pelanggan loyal untuk memahami bagaimana identitas manajer terbentuk dan dimaknai dalam konteks kehidupan kerja sehari-hari. Sampai pada tahap penyusunan Bab III, penelitian ini belum memasuki tahap penyajian hasil akhir dan analisis temuan, sehingga abstrak ini hanya mencakup latar belakang, fokus masalah, tujuan penelitian, serta metode yang digunakan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana identitas seorang pengelola kedai kopi dapat mengalami perubahan melalui pergulatan batin, interaksi sosial, dan ruang kerja yang mendukung proses transformasi diri.
Brand Storytelling dan Sustainability Communication Mother of Pearl dalam Waste Station Nadiyah Zhafirah; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Public Relations 145-152
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.23938

Abstract

Abstract. The growth of Indonesia’s beauty industry has significantly impacted the environment, particularly concerning cosmetic waste filled with non-recyclable chemicals. In response, Mother of Pearl initiated the Waste Station program with Rekosistem, positioning itself as the first local cosmetics brand to offer a beauty waste disposal service. The low consumer awareness about cosmetic waste management posed a challenge. This research analyzes how Mother of Pearl’s brand storytelling within the Waste Station program on Instagram (@mop.beauty) educates consumers and fosters a sustainable brand identity. Utilizing an interpretive paradigm and a qualitative approach through a one-case two -level analysis, data were gathered via digital content observation and interviews with consumers and the Liberty Society, the implementing partner. The results of this study indicate that Mother of Pearl develops a narrative through four main components in brand storytelling, namely characters, plot, setting, and message. In the narrative, Mother of Pearl as a brand, Tasya Farasaya as the founder, and consumers act as interconnected characters in creating a story about cosmetic waste management. The storyline is built from experiences of cosmetic waste problems, providing education, providing solutions through Waste Station, inviting consumers to participate, and conveying the program's impact through the Impact Report. The narrative functions as a sustainability communication strategy that strengthens Mother of Pearl's identity as an environmentally conscious brand and encourages consumer awareness regarding cosmetic waste management.Abstrak. Pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia memicu dampak lingkungan signifikan, terutama terkait limbah kosmetik yang sulit didaur ulang. Menanggapi krisis ini, Mother of Pearl meluncurkan program Waste Station melalui kolaborasi dengan Rekosistem, menjadikannya sebagai brand kosmetik lokal pertama yang menyediakan fasilitas untuk pembuangan limbah kecantikan. Namun, rendahnya pemahaman konsumen mengenai pengelolaan limbah kosmetik menjadi tantangan utama. Penelitian ini menganalisis brand storytelling Mother of Pearl di Instagram @mop.beauty dalam upaya mendidik konsumen dan membangun identitas brand yang berkelanjutan. Menggunakan paradigma interpretif dan pendekatan kualitatif dengan metode one-case two-level analysis, data diperoleh dari observasi konten digital dan wawancara dengan konsumen serta mitra Liberty Society. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mother of Pearl mengembangkan narasi melalui empat komponen utama dalam brand storytelling, yaitu karakter, alur, latar, dan pesan. Dalam narasi tersebut, Mother of Pearl sebagai brand, Tasya Farasaya sebagai pendiri, dan konsumen berperan sebagai karakter yang saling terkait dalam menciptakan cerita tentang pengelolaan limbah kosmetik. Alur cerita dibangun dari pengalaman masalah limbah kosmetik, pemberian edukasi, penyediaan solusi melalui Waste Station, ajakan kepada konsumen untuk berpartisipasi, hingga penyampaian dampak program melalui Impact Report. Narasi tersebut berfungsi sebagai strategi sustainability communication yang memperkuat identitas Mother of Pearl sebagai brand yang peduli lingkungan dan mendorong kesadaran konsumen mengenai pengelolaan limbah kosmetik.
Konten Parodi dalam Membangun Brand Awarenss di TikTok Muhammad Sahal Mahfud; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations 153-160
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.23992

Abstract

Abstract. This study examines the Marketing Public Relations strategy of Sahal Hijab in building brand awareness on TikTok through a case study of the @sahalhijabofficial account. As social media creates new opportunities for brands to communicate creatively, Sahal Hijab utilizes TikTok by adopting parody content as its distinctive communication strategy. This research aims to analyze the content selection concept, content creation process, and the reasons for using parody content to build brand awareness. A qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through in-depth interviews with internal team members and active followers, observation of the TikTok account @sahalhijabofficial, and literature studies. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that content selection is based on audience characteristics, platform features, and brand identity. The content creation process is conducted collaboratively through structured stages, from idea generation to publication. Parody content is used because it attracts attention, differentiates the brand from competitors, and creates emotional connections with the audience. The study concludes that Sahal Hijab’s Marketing Public Relations strategy effectively builds brand awareness through the integration of strategic content selection, collaborative content production, and parody-based communication that is engaging, relevant, and memorable.   Abstrak. Penelitian ini mengkaji strategi Marketing Public Relations Sahal Hijab dalam membangun brand awareness di TikTok melalui studi kasus pada akun @sahalhijabofficial. Perkembangan media sosial memberikan peluang bagi merek untuk berkomunikasi secara kreatif, dan Sahal Hijab memanfaatkan TikTok dengan mengusung konten parodi sebagai strategi komunikasi yang membedakannya dari kompetitor. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pemilihan konten, proses pembuatan konten, serta alasan penggunaan konten parodi dalam membangun brand awareness. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tim internal dan pengikut aktif, observasi terhadap akun TikTok @sahalhijabofficial, serta studi pustaka. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan konten dilakukan berdasarkan karakteristik audiens, karakter platform, dan identitas merek. Proses pembuatan konten berlangsung secara kolaboratif melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari pencarian ide hingga publikasi. Konten parodi dipilih karena mampu menarik perhatian, membedakan merek dari kompetitor, serta membangun kedekatan emosional dengan audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi Marketing Public Relations Sahal Hijab efektif membangun brand awareness melalui integrasi pemilihan konten yang strategis, proses produksi yang kolaboratif, dan komunikasi berbasis parodi yang menarik, relevan, dan mudah diingat.
Artificial Intelligence dalam Transformasi Pelayanan Publik Menuju SDGs Syaqilla Raisya Hakim; Diana; Suhardirman
Bandung Conference Series: Public Relations 161-168
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24061

Abstract

Abstract. Public service transformation is a decisive lever for achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), and artificial intelligence (AI) has increasingly become a central instrument in this transformation. This study employs a qualitative literature review to examine how AI reshapes public service delivery across governance, urban planning, health, education, taxation, and environmental management, and how these applications relate to specific SDG targets. The synthesis indicates that AI contributes to SDG achievement mainly through three pathways: strengthening administrative efficiency and citizen-centred service delivery, enabling data-driven policymaking and cross-agency collaboration, and supporting predictive and preventive interventions in health, environmental, and economic domains. Adoption, however, remains constrained by gaps in institutional readiness, weak data governance, algorithmic and systemic risk, and disparities between and within countries. The study proposes an Integrative AI-Enabled Public Service Transformation Model that links technological readiness, institutional governance, and human-capital development as prerequisites for sustainable and inclusive AI-driven public services.Abstrak. Transformasi pelayanan publik merupakan pengungkit strategis bagi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin menjadi instrumen sentral dalam transformasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka kualitatif untuk menganalisis bagaimana AI mengubah penyelenggaraan pelayanan publik di bidang tata kelola pemerintahan, perencanaan kota, kesehatan, pendidikan, perpajakan, dan pengelolaan lingkungan, serta keterkaitannya dengan target-target SDGs. Hasil sintesis menunjukkan bahwa AI berkontribusi terhadap pencapaian SDGs melalui tiga jalur utama: penguatan efisiensi administratif dan pelayanan berorientasi warga, kebijakan berbasis data dan kolaborasi lintas lembaga, serta intervensi prediktif dan preventif di bidang kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Namun demikian, adopsi AI masih dibatasi oleh kesenjangan kesiapan kelembagaan, lemahnya tata kelola data, risiko algoritmik dan sistemik, serta disparitas antarnegara maupun antarwilayah. Penelitian ini mengusulkan Model Transformasi Pelayanan Publik Berbasis AI yang Integratif, yang mengaitkan kesiapan teknologi, tata kelola kelembagaan, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai prasyarat pelayanan publik berbasis AI yang berkelanjutan dan inklusif.
Strategi Komunikasi Risiko pada Instagram @Badan.Geologi dalam Penyebaran Informasi Kebencanaan Ananda Tiara Rahima; Mochammad Rochim
Bandung Conference Series: Public Relations 169-178
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.24156

Abstract

Abstract. This study examines the communication strategy of the Geological Agency in utilizing Instagram @badan.geologi to disseminate disaster-related information to the public. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with public relations officers and content observation. The findings reveal that communication strategies involve message simplification, visual-based content, and audience interaction. Instagram functions as a medium that transforms scientific data into accessible public information while fostering disaster risk awareness. However, a paradox emerges where high audience reach does not necessarily lead to active engagement. This study contributes to risk communication and digital public communication by emphasizing the importance of audience engagement in social media-based disaster communication.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Badan Geologi dalam memanfaatkan Instagram @badan.geologi sebagai media penyebaran informasi kebencanaan. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dilakukan melalui penyederhanaan pesan, penggunaan visual, serta interaksi dengan audiens. Instagram berfungsi sebagai media yang mengubah data ilmiah menjadi informasi publik yang mudah dipahami serta membangun kesadaran risiko. Namun demikian, ditemukan adanya paradoks di mana jangkauan audiens yang tinggi tidak selalu diikuti oleh keterlibatan aktif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi risiko dan komunikasi publik digital.