cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 464 Documents
Peran Media Televisi dalam Edukasi Politik bagi Generasi Z 10080021019, Fatia Nabila Wida Wijaya; Maya Amalia Oesman Palapah
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v5i2.18868

Abstract

Abstract. The phenomenon of low political participation among Generation Z has raised serious concerns as it has the potential to affect the quality of democracy in Indonesia. As digital natives with fast-paced, social media–driven information consumption patterns, Generation Z requires a political communication approach that is both relevant and interactive. In response to this challenge, tvOne, through its Kabar Pemilukada program, delivers political education tailored to the communication style of younger audiences by implementing a media-based Public Relations strategy. This study aims to analyze the role of television media in enhancing political literacy among Generation Z through PR strategies applied in the Kabar Pemilukada program. The research employs a qualitative method with a case study approach to explore tvOne’s PR strategy implementation in depth. Data were collected through content observation of Kabar Pemilukada, analysis of tvOne’s official social media platforms, and interviews with the tvOne Public Relations team as well as several Generation Z informants. The findings reveal that the Kabar Pemilukada program effectively raises political awareness among Generation Z through communication strategies that leverage television as owned media combined with digital platforms. This approach proves effective as it aligns political information delivery with Generation Z’s preferences by incorporating engaging visuals, simplified language, and interactive educational content. Keywords: Political Education, Generation Z, Public Relations Abstrak. Fenomena rendahnya partisipasi politik Generasi Z menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi di Indonesia. Sebagai generasi digital native dengan karakteristik konsumsi informasi yang cepat dan berbasis media sosial, Generasi Z membutuhkan pendekatan komunikasi politik yang relevan dan interaktif. Untuk menjawab tantangan tersebut, tvOne melalui program Kabar Pemilukada menghadirkan edukasi politik yang dikemas sesuai dengan gaya komunikasi generasi muda dengan menerapkan strategi Public Relations berbasis media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media televisi dalam meningkatkan literasi politik Generasi Z melalui strategi PR yang diterapkan pada program Kabar Pemilukada. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali implementasi strategi PR tvOne secara mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi konten Kabar Pemilukada, analisis media sosial resmi tvOne, serta wawancara dengan tim Public Relations tvOne dan beberapa informan Generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Kabar Pemilukada mampu meningkatkan kesadaran politik Generasi Z melalui strategi komunikasi yang menekankan pemanfaatan media televisi sebagai owned media yang dipadukan dengan platform digital. Pendekatan ini dinilai efektif karena menyesuaikan penyajian informasi politik dengan preferensi Generasi Z melalui visual yang menarik, bahasa yang sederhana, dan konten edukatif yang interaktif. Kata Kunci: Edukasi Politik, Generasi Z, Public Relations
Strategi Humas PT KAI Bandung dalam Kampanye Keselamatan 10080021280, Herliana Widya Pratiwi; Dadi Ahmadi
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v5i2.18878

Abstract

Abstract. Safety campaigns are one of PT Kereta Api Indonesia (Persero)'s efforts to raise public awareness of railway safety. The purpose of this paper is to determine the strategies used by PT KAI Bandung's public relations department in communicating safety campaigns through Instagram. This paper uses social campaign theory, which emphasises the dissemination of messages with the aim of educating and building awareness of railway safety. This research employs a qualitative method with a case study approach to explore in-depth information related to safety campaigns on Instagram. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation, with validity tested through triangulation of sources and methods. The research subject is the public relations department of PT KAI Bandung. The results show that the campaign strategy is implemented systematically through the stages of planning, production, and evaluation of content. The selection of relevant current issues, coordination between units, and the use of visually appealing content aligned with the company's identity are key strengths in conveying the message. Regular evaluations ensure the campaign runs optimally. Abstrak. Kampanye keselamatan merupakan salah satu upaya PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui strategi Humas PT KAI Bandung dalam menyampaikan kampanye keselamatan melalui media sosial Instagram. Dalam penulisan ini, menggunakan teori kampanye sosial yang menekankan pada penyebaran pesan dengan tujuan mengedukasi dan membangun kesadaran terkait keselamatan perjalanan kereta api. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali informasi mendalam terkait kampanye keselamatan di Instagram. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Subjek penelitian ialah pihak humas PT KAI Bandung. Hasil menunjukkan bahwa strategi kampanye dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, produksi, dan evaluasi konten. Pemilihan isu terkini yang relevan, koordinasi antarunit, serta penggunaan visual menarik yang sesuai identitas perusahaan menjadi kekuatan utama dalam menyampaikan pesan. Evaluasi rutin memastikan kampanye berjalan optimal.
Strategi Komunikasi Pandawara Group dalam Program Adopsi Sungai 10080021158, Ismi Hafizhah; Yulianti, S.Sos., M.Si.
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v5i2.18892

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the communication strategy carried out by Pandawara Group in implementing the Adopsi Sungai program as an effort to increase public awareness and involvement in environmental pollution issues, especially rivers. Pandawara Group is known as a young community that actively educates the public, especially in cleaning activities. This research uses a qualitative approach with a case study method. The five-step communication planning model is used as an analytical framework. The results show that Pandawara Group's communication strategy in the river adoption program goes through five stages. The first stage is research, identifying the main problems that occur in the downstream of the river, the second stage is planning by determining the coverage area and river criteria, the third stage is implementation, conducting formal and informal approaches with the community, then the fourth stage is evaluation, carried out every month or every six months and finally, the fifth stage, reporting the results of activities delivered openly through social media and stakeholders. Pandawara Group initiated the Adopt a River Program as a long-term solution to the problem of river pollution, which was previously only handled through clean-up actions in the #onedayonetrashbag campaign. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang dilakukan oleh Pandawara Group dalam mengimplementasikan program Adopsi Sungai sebagai upaya peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat terhadap isu pencemaran lingkungan, khususnya sungai. Pandawara Group dikenal sebagai komunitas muda yang aktif mengedukasi publik terutama dalam kegiatan bersih-bersih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Model perencanaan komunikasi lima langkah digunakan sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi komunikasi Pandawara Group dalam program adopsi sungai melalui lima tahap. tahap pertama yaitu penelitian, mengidentifikasi masalah utama yang terjadi di hilir sungai, tahap kedua yaitu perencanaan dengan menentukan cakupan wilayah dan kriteria sungai, tahap ketiga pelaksanaan, melakukan pendekatan formal dan informal dengan masyarakat, lalu tahap keempat evaluasi, dilakukan setiap bulan maupun setiap enam bulan dan terakhir, tahap kelima, pelaporan hasil kegiatan disampaikan terbuka melalui media sosial dan para stakeholder. Pandawara Group menginisiasi Program Adopsi Sungai sebagai bentuk solusi jangka panjang terhadap permasalahan pencemaran sungai, yang sebelumnya hanya ditangani melalui aksi bersih-bersih dalam kampanye #onedayonetrashbag.
Strategi Komunikasi Pengelolaan Konten Edukasi Lingkungan Melalui Microlearning Akun Instagram @satgascitarum 10080021059, Devarizandy Nandawan; Yuningsih, Ani
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v5i2.18943

Abstract

Abstract. This study explores communication strategies in managing environmental education content through microlearning on the @satgascitarum Instagram account. Using a qualitative method and case study approach, the research highlights how videographic microlearning fosters public understanding of environmental literacy, particularly regarding the Citarum River issue. The growing preference for short videos reflects a shift in information consumption habits, especially among millennials and Gen-Z, who often avoid lengthy content. Grounded in Media Richness Theory and Environmental Communication, this study analyzes how educational messages are delivered concisely and creatively. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation of Instagram content. Findings reveal that thematic mapping is conducted contextually, based on public reports via the ISA and IMA applications, and by aligning with trending public issues using a “riding the wave” approach. Content is delivered in 1–1.5-minute videos with accessible and engaging visual narratives. The production process involves collaboration among the public relations team, content creators, and general managers. Audience feedback indicates that this microlearning format effectively communicates environmental messages in a light yet meaningful way, aligning with current digital consumption patterns. The study underscores the potential of social media-based microlearning to enhance environmental awareness and public engagement through strategic content management. Keywords: Communication Strategy, Microlearning, Videography, Enviromental Literacy, Instagram, Digital Education Abstrak. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi pengelolaan konten edukasi lingkungan melalui microlearning pada akun Instagram @satgascitarum. Menggunakan metode kualitatif dan studi kasus, microlearning berbasis videografis menetapkan pemahaman masyarakat mengenai literasi lingkungan, khususnya isu Sungai Citarum. Fenomena penggunaan video pendek di media sosial mencerminkan perubahan preferensi informasi, terutama pada generasi milenial dan Gen-Z yang cenderung menghindari konten Panjang. Berdasarkan teori Media Richness dan Environmental Communication, penelitian ini menganalisis pesan edukasi yang disajikan secara ringkas dan kreatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi konten akun Instagram @satgascitarum. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana format microlearning videografis digunakan dalam menyampaikan informasi mengenai lingkungan, mengidentifikasi strategi pengelolaan konten dalam interaksi dengan audiens, serta menggali peran microlearning dalam penyebaran edukasi lingkungan yang selaras dengan pola konsumsi digital masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa pemetaan tema dilakukan secara kontekstual berdasarkan laporan masyarakat melalui aplikasi ISA dan IMA, serta mempertimbangkan isu publik melalui pendekatan "riding the wave". Konten disajikan dalam video microlearning berdurasi 1–1,5 menit dengan narasi visual yang mudah dicerna. Proses produksi melibatkan kolaborasi tim humas, content creator, dan pengelola umum. Umpan balik audiens memperlihatkan bahwa format microlearning ini dapat menyampaikan pesan lingkungan secara ringan namun bermakna dengan pola konsumsi informasi masyarakat digital masa kini. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Microlearning, Videografis, Literasi Lingkungan, Instagram, Edukasi Digital