cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 26 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN LABEL GIZI DENGAN KONSUMSI MAKANAN KEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Agnes Tjahjadi; Triawanti Triawanti; Noor Muthmainnah
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Food consumption in the present era is influenced by the presence of various types of packaged foods that can affect consumption patterns in people with type 2 diabetes mellitus. The nutritional labels listed on packaged foods are useful for knowing the nutritional content contained in them. Knowledge and use of nutritional labels can help balance the pattern of food intake in diets of type 2 diabetes mellitus. This study aims to determine the relationship between knowledge and use of nutritional labels with consumption of packaged food in patients with type 2 diabetes mellitus at the Cempaka Public Health Banjarmasin. The method of this study used an observational analytic design with a cross sectional approach. Sampling is done by using purposive sampling technique and the number of respondent is 70 people. The research instrument was a questionnaire. The Chi-Square test results obtained p value = 0.325 which indicates that there is no relationship between nutritional label knowledge and consumption of packaged foods and the value of p = 0.006 which indicates that there is a relationship between the use of nutritional labels and consumption of packaged foods. Keywords: knowledge, use, nutrition label, packaged food, type 2 diabetes mellitus Abstrak: Konsumsi pangan di zaman sekarang dipengaruhi oleh adanya beragam jenis makanan kemasan yang dapat mempengaruhi pola konsumsi pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Label gizi yang tercantum pada makanan kemasan bermanfaat untuk mengetahui kandungan zat gizi yang terkandung di dalamnya. Pengetahuan dan penggunaan label gizi dapat membantu menyeimbangkan pola asupan makanan dalam diet penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan penggunaan label gizi dengan konsumsi makanan kemasan pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling didapatkan 70 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p=0,325 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan label gizi dengan konsumsi makanan kemasan dan nilai p=0,006 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan label gizi dengan konsumsi makanan kemasan. Kata-kata kunci: pengetahuan, penggunaan, label gizi, makanan kemasan, diabetes mellitus tipe 2Abstract: Food consumption in the present era is influenced by the presence of various types of packaged foods that can affect consumption patterns in people with type 2 diabetes mellitus. The nutritional labels listed on packaged foods are useful for knowing the nutritional content contained in them. Knowledge and use of nutritional labels can help balance the pattern of food intake in diets of type 2 diabetes mellitus. This study aims to determine the relationship between knowledge and use of nutritional labels with consumption of packaged food in patients with type 2 diabetes mellitus at the Cempaka Public Health Banjarmasin. The method of this study used an observational analytic design with a cross sectional approach. Sampling is done by using purposive sampling technique and the number of respondent is 70 people. The research instrument was a questionnaire. The Chi-Square test results obtained p value = 0.325 which indicates that there is no relationship between nutritional label knowledge and consumption of packaged foods and the value of p = 0.006 which indicates that there is a relationship between the use of nutritional labels and consumption of packaged foods.Keywords: knowledge, use, nutrition label, packaged food, type 2 diabetes mellitus Abstrak: Konsumsi pangan di zaman sekarang dipengaruhi oleh adanya beragam jenis makanan kemasan yang dapat mempengaruhi pola konsumsi pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Label gizi yang tercantum pada makanan kemasan bermanfaat untuk mengetahui kandungan zat gizi yang terkandung di dalamnya. Pengetahuan dan penggunaan label gizi dapat membantu menyeimbangkan pola asupan makanan dalam diet penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan penggunaan label gizi dengan konsumsi makanan kemasan pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling didapatkan 70 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p=0,325 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan label gizi dengan konsumsi makanan kemasan dan nilai p=0,006 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan label gizi dengan konsumsi makanan kemasan. Kata-kata kunci: pengetahuan, penggunaan, label gizi, makanan kemasan, diabetes mellitus tipe 2
HUBUNGAN FREKUENSI DAN LAMA LATIHAN TERHADAP FUNGSI KOGNISI (MEMORI) PENARI MODERN Abdian Purnapita Pambudi; Dona Marisa; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Cognition is the ability to recognize / know objects, circumstances or situations, which are associated with learning and intelligence. Cognition includes memory, concentration or attention, orientation, language skills, numeracy, visuospatial, executive functions, abstraction, and levels of intelligence. In this study, the intended cognition is memory related to the learning process of dance movements during modern dance practice. The higher frequency and duration of training will have possitive impact on the ability of the cognitive function (memory). This study aims to determine the relationship of frequency and duration of training to the function of cognition (memory) of modern dancers in Banjarmasin. This study used an observational analytic method with a crossectional approach. A sample of 30 people were taken by proportional stratified random sampling technique. Data analysis using Chi square test with level of confidence 95%. The results were obtained for the relationship between exercise frequency and cognition function (memory) with ρ value=0.001 (ρ <0.05) and the length of training relationship and cognitive function (memory) with ρ value=0.029 (ρ <0.05). The conclusion of this study shows that there is a significant relationship between the frequency and duration of training on the function of cognition (memory) of modern dancers in Banjarmasin. Keywords:frequency of training, duration of training, cognitive function, memory, modern dancers. Abstrak: Kognisi adalah kemampuan untuk mengenal/mengetahui benda, keadaan atau situasi, berhubungan dengan pembelajaran dan intelejensi.Kognisi meliputi memori atau daya ingat, konsentrasi atau perhatian, orientasi, kemampuan berbahasa, berhitung, visuospatial, fungsi eksekutif, abstraksi, dan taraf intelejensi.Pada penelitian ini, kognisi yang dimaksud adalah memori yang berkaitan dengan proses pembelajaran gerakan tari selama latihan tari modern. Frekuensi dan lama latihan yang semakin tinggi akan berdampak pada kemampuan fungsi kognisi (memori) yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi dan lama latihan terhadap fungsi kognisi (memori) penari modern di Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan  metode observasional analitik  dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 orang diambil dengan teknik proportional stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan untuk hubungan frekuensi latihan dan fungsi kognisi (memori) ρ value=0,001 (ρ < 0,05) dan hubungan lama latihan dan fungsi kognisi (memori) ρ value=0,029 (ρ< 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi dan lama latihan terhadap fungsi kognisi (memori) penari modern di Banjarmasin. Kata-kata kunci: frekuensi latihan, lama latihan, fungsi kognisi, memori, penari modern.Abstract:Cognition is the ability to recognize / know objects, circumstances or situations, which are associated with learning and intelligence. Cognition includes memory, concentration or attention, orientation, language skills, numeracy, visuospatial, executive functions, abstraction, and levels of intelligence. In this study, the intended cognition is memory related to the learning process of dance movements during modern dance practice. The higher frequency and duration of training will have possitive impact on the ability of the cognitive function (memory). This study aims to determine the relationship of frequency and duration of training to the function of cognition (memory) of modern dancers in Banjarmasin. This study used an observational analytic method with a crossectional approach. A sample of 30 people were taken by proportional stratified random sampling technique. Data analysis using Chi square test with level of confidence 95%. The results were obtained for the relationship between exercise frequency and cognition function (memory) with ρ value=0.001 (ρ <0.05) and the length of training relationship and cognitive function (memory) with ρ value=0.029 (ρ <0.05). The conclusion of this study shows that there is a significant relationship between the frequency and duration of training on the function of cognition (memory) of modern dancers in Banjarmasin. Keywords:frequency of training, duration of training, cognitive function, memory, modern dancers. Abstrak: Kognisi adalah kemampuan untuk mengenal/mengetahui benda, keadaan atau situasi, berhubungan dengan pembelajaran dan intelejensi..Kognisi meliputi memori atau daya ingat, konsentrasi atau perhatian, orientasi, kemampuan berbahasa, berhitung, visuospatial, fungsi eksekutif, abstraksi, dan taraf intelejensi.Pada penelitian ini, kognisi yang dimaksud adalah memori yang berkaitan dengan proses pembelajaran gerakan tari selama latihan tari modern. Frekuensi dan lama latihan yang semakin tinggi akan berdampak pada kemampuan fungsi kognisi (memori) yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi dan lama latihan terhadap fungsi kognisi (memori) penari modern di Banjarmasin.Penelitian ini menggunakan  metode observasional analitik  dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 orang diambil dengan teknik proportional stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan untuk hubungan frekuensi latihan dan fungsi kognisi (memori) ρ value=0,001 (ρ < 0,05) dan hubungan lama latihan dan fungsi kognisi (memori) ρ value=0,029 (ρ< 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi dan lama latihan terhadap fungsi kognisi (memori) penari modern di Banjarmasin. Kata-kata kunci: frekuensi latihan, lama latihan, fungsi kognisi, memori, penari modern
PERBEDAAN JUMLAH NEUTROFIL PENGGUNA AIR SUNGAI MARTAPURA DAN PENGGUNA AIR PDAM BANDARMASIH Fauziah Fauziah; Huldani Huldani; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Poor river water sanitation causes health problems for its consuments, such as pathogen microorganism infection. Local Water Supply Utility provides cleaner water, especially to avoid the infection diseases. One of the infection signs is the increases of blood neutrophil count. The aim of this research was to find out the difference of neutrophil count between Martapura River water consuments and Bandarmasih Local Water Supply Utility consuments in August 2018 period. The research method was analytic observational with cross sectional approach. Sample was estimated by purposive sampling method. The result showed neutrophil count average level of 30 consuments of Martapura River water was 54.03% and neutrophil count average level of 30 consuments of Bandarmasih Local Water Supply Utility was 54.9%. Statistical analysis with unpaired t-test showed there wasn’t any difference of neutrophil count between Martapura River water consuments and Bandarmasih Local Water Supply Utility consuments (p=0.723) in August 2018 period. Keywords: river water consuments, local water supply consuments, immunity, neutrophil. Abstrak: Kondisi air sungai yang buruk menyebabkan masalah kesehatan bagi penggunanya, salah satunya infeksi akibat mikroorganisme patogen. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih menyediakan air bersih yang dinilai lebih aman bagi kesehatan, terutama dari penyakit infeksi. Salah satu penanda infeksi adalah meningkatnya hitung jenis sel neutrofil pada darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar neutrofil pengguna air Sungai Martapura dan pengguna air PDAM Bandarmasih pada periode Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah neutrofil 30 orang pengguna air sungai adalah 54.03% dan rerata jumlah neutrofil 30 orang pengguna air PDAM Bandarmasih adalah 54.9%. Analisis statistik menggunakan uji t tidak berpasangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar neutrofil pengguna air sungai Martapura dan pengguna air PDAM Bandarmasih (p=0.723) pada periode Agustus 2018. Kata-kata kunci: pengguna air sungai, pengguna air PDAM, imunitas, neutrofil
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) Dwi Rezki Safitri; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Contraception user to reduce rate of population growth. One of is the Long Acting Contraception Methods(LACMs).The factors can influence low uses of LACMs is the level of knowledge and attitude.This research aimed to discover the correlation between the level of knowledge and attitudes with the use of MKJP in the In-Administer Pemurus Dalam, Cempaka Putih and Puskesmas 9 November Health Center Banjarmasin. This was an observational analytic with a case control method. The samples taken were 30 sample cases(Non-LACMs) users) and 30 control sample(LACMs users). Data analysis used chi-square+ ood ratio.The results were 73,3% the highest level of good knowledge in LACMs group and the highst non-LACMs group 56,7% with bad knowledge.The attitude of LACMs group was the most good attitude is 80% and the most non-LACMs group 50% with a bad attitude. In conclution, there is correlation between the level of knowledge(ρ = 0.018; OR = 3,596) and attitude(ρ = 0.015; OR = 4) with the use of LACMs. Keywords: knowledge level, attitude, peritoneal, Long Acting  Contraceptive Methods (LACMs) Abstrak: Penggunaan Kontrasepsi  bertujuan menekan laju pertumbuhan penduduk,salah satu metodenya yaitu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya penggunaan MKJP yaitu tingkat pengetahuan dan sikap.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan penggunaan MKJP di Puskesmas Pemurus Dalam,Puskesmas Cempaka Putih dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode kasus kontrol. Sampel terdiri dari  30 sampel kasus (pengguna NonMKJP) dan 30 sampel kontrol (pengguna MKJP). Analisis data menggunakan chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%+ood ratio. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan baik terbanyak pada kelompok MKJP 73,3% dan kelompok nonMKJP terbanyak tingkat pengetahuan buruk 56,7%. Sikap pada kelompok MKJP terbanyak sikap baik 80% dan kelompok nonMKJP terbanyak dengan sikap buruk 50%. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan tingkat pengetahuan =0,018;OR=3,596) dan sikap ( =0,015;OR=4) dengan penggunaan MKJP di Puskesmas Pemurus Dalam,Puskesmas Cempaka Putih dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Kata-kata kunci: Tingkat Pengetahuan, Sikap, Metode Kontrasepsi Jangka anjang (MKJP)
KORELASI KADAR ALBUMIN DAN MASSA OTOT PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS RUTIN Dhia Rona Nabilah; Mohammad Rudiansyah; FX. Hendriyono
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem with high economic costs and various complications. CKD patients undergoing hemodialysis can have an imbalance between protein synthesis and degradation, causing a decrease in albumin and muscle mass. This study aims to determine the correlation between albumin levels and muscle mass in CKD patients undergoing routine hemodialysis. This study is an analytical observational study with a crossectional approach. Subjects were selected by purposive sampling method. The subjects of the study were 30 male patients aged 25-59 years who undergoing routine hemodialysis 2 times a week for at least 3 months in the Hemodialysis Installation of Ulin Hospital, Banjarmasin. The results showed the median albumin level of the study subjects was 3.85 (3.20–5.50) g/dL and the mean muscle mass was 34.31±4.39%. The Spearmann somers'd gamma correlation test results show that there is no correlation (p= 0.272). There is no correlation between albumin level and muscle mass in CKD patients undergoing routine hemodialysis. Keywords: albumin, muscle mass, chronic kidney disease, hemodialysis. Abstrak: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan biaya ekonomi tinggi dan berbagai komplikasi. Pasien PGK yang menjalani hemodialisis dapat mengalami ketidakseimbangan antara sintesis dan degradasi protein, sehingga menyebabkan penurunan kadar albumin dan massa otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya korelasi kadar albumin dan massa otot pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis rutin. Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan pendekatan crossectional. Subyek dipilih dengan metode purposive sampling. Subyek penelitian adalah 30 pasien laki-laki berusia 25-59 tahun yang menjalani hemodialisis rutin 2 kali dalam seminggu minimal selama 3 bulan di Instalasi Hemodialisis RSUD Ulin, Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan median kadar albumin subyek penelitian adalah 3.85 (3.20–5.50) g/dL dan rerata massa otot sebesar 34.31±4.39%. Hasil uji korelasi Spearmann somers’d gamma menunjukkan bahwa  tidak terdapat korelasi (p= 0.272). Tidak terdapat korelasi antara kadar albumin dan massa otot pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis rutin. Kata-kata kunci: Albumin, massa otot, penyakit ginjal kronik, hemodialisis
PERBANDINGAN VO2 MAKS ANTARA CALON JEMAAH HAJI PEREMPUAN DEWASA DENGAN LANJUT USIA Diana Auliadina; Huldani Huldani; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: VO2 max is an indicator of the basic concepts of physical fitness. Factors which determines a VO2 max is heart pulmonary function, age, aerobic muscle metabolism, body fatness, exercise state, genetics, gender, multivitamin. This study was conducted to determine the differences in VO2 max between prospective adult women hajj pilgrims and women prospective elderly pilgrims. This is analytic observational research with a cross sectional design. The sample was 30 prospective adult pilgrims women and 30 for elderly. Sampling uses simple random sampling method for who fit the inclusion criteria. VO2 Max is measured by the Rockport method. The average VO2 Maks of prospective adult pilgrims is 27.3 ml / kg / minute and 24.97 ml / kg / minute for prospective elderly pilgrims. Analysis using the Mann Whitney test with a confidence level of 95% and obtained p = 0.012, so it can be concluded that there are significant differences between the prospective adult pilgrims and the prospective elderly pilgrims. Keywords: VO2 max, Age, Prospective Pilgrims Abstrak: VO2 maks merupakan indikator konsep dasar kesegaran jasmani. Faktor-faktor yang menentukan VO2 maks antara lainfungsi paru jantung, usia, metabolisme otot aerobik, kegemukan badan, keadaan latihan, genetik, jenis kelamin, multivitamin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan VO2 maks antara calon jemaah haji perempuan dewasa dengan lanjut usia. Rancangan peleitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah 30 calon jemaah haji dewasa dan 30 calon jemaah haji lanjut usia. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling pada sampel yang memenuhi kriteria inklusi. VO2 Maks diukur dengan metode Rockport. Didapatkan rata-rata VO2 Maks calon jemaah haji dewasa yaitu 27,3 ml/kg/menit dan 24,97 ml/kg/menit untuk calon jemaah haji lanjut usia. Analisis menggunakan uji Mann Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% dan diperoleh p = 0,012, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna antara calon jemaah haji dewasa dengan calon jemaah haji lanjut usia. Kata-kata kunci: VO2 maks, usia, calon jemaah haji

Page 3 of 3 | Total Record : 26