cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2022)" : 25 Documents clear
Korelasi Rasio Neutrofil Limfosit dengan Lama Rawat Inap Diah Ayu Wikan Nastiti; Wiwit Agung Sri Nur Cahyawati; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.539 KB)

Abstract

Abstrack: Systemic inflammation can be characterized by an increased NLR. Systemic inflammation induce physiological changes, vulnerability, and even death. Elderly often experience various health complaints that cause prolonged hospitalization. Increased NLR is clinical marker that can be a preventive measure to predict length of stay. This study aims to analize correlation of NLR and length of stay of elderly. An analytical observasional with cross-sectional method using secondary data from medical records at RSUD Ulin Banjarmasin period July-November 2021.  Total 44 samples using total sampling technique. Data analysis used non-parametric correlation Spearman. Median NLR 7.7 (1,3-73,3). Median length of stay 5.5 (1-16) days, average age of the elderly 66±4.65 years. There is a significant relationship between NLR and length of stay with a weak correlation and positive direction (r=0.392; p=0.008). The conclution is there is a relationship between NLR and length of stay of elderly in Internal Room at RSUD Ulin Banjarmasin. Keywords: elderly, neutrophil lymphocyte ratio, length of stay. Abstrak: Inflamasi sistemik dapat ditandai dengan peningkatan RNL Inflamasi sistemik mengakibatkan perubahan fisiologis tubuh, kerentanan, bahkan kematian. Lansia sering mengalami berbagai keluhan yang menyebabkan rawat inap memanjang. Peningkatan RNL merupakan penanda klinis yang dapat menjadi upaya preventif untuk memprediksi lama rawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi RNL dengan lama rawat inap pasien lansia. Penelitian observasional analitik dengan metode cross-sectional menggunakan data sekunder rekam medik RSUD Ulin Banjarmasin periode Juli-November 2021. Sampel sejumlah 44 menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman. Median RNL 7,7 (1,3-73,3). Median lama rawat inap 5,5 (1-16) hari, rerata umur lansia 66±4,65 tahun. Terdapat hubungan bermakna antara RNL terhadap lama rawat inap berupa korelasi lemah serta arah hubungan positif (r=0,392; p=0.008). Kesimpulan terdapat hubungan antara RNL dengan lama rawat inap pasien lansia di Ruang Rawat Penyakit Dalam RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: lansia, rasio neutrofil limfosit, lama rawat inap. 
Prevalensi Reaksi Transfusi Darah Penderita Talasemia Beta Mayor yang Bergantung Transfusi di RSD Idaman Banjarbaru Tahun 2020-2021 Tasya Radhia Salsabila; Harapan Parlindungan Ringoringo; Roselina Panghiyangani; Edi Hartoyo; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.998 KB)

Abstract

Abstract: Patients with beta thalassemia major require regular and routine blood transfusions throughout life to maintain hemoglobin levels in order to survive. Blood transfusion in patients with beta thalassemia major who depend on transfusion can cause side effects and unwanted transfusion reactions. Transfusion reactions range from mild to life-threatening. The purpose of this study was to obtain data on the prevalence of transfusion reactions in transfusion-dependent beta thalassemia patients at Idaman Hospital Banjarbaru in 2020-2021. This study is a descriptive study that was taken retrospectively using patient medical record data. The results showed that there were 131 data on blood transfusion reactions of patients with beta thalassemia major who were dependent on transfusion from a total of 1591 data on transfusion at Idaman Hospital Banjarbaru for the period October 2020 - September 2021 with a prevalence of 8.2%. Moderate-severe transfusion reactions were the most common type, with 90 blood transfusion reactions (68.7%). The five main symptoms of a blood transfusion reaction that occur are fever, chills, pruritus, angioedema, and urticaria. All transfusion reactions that occurred were acute transfusion reactions and used PRC blood components. Keywords: beta thalassemia major, transfusion dependent, blood transfusion, transfusion reactions, PRC (Packed Red Cells) Abstrak: Pasien talasemia beta mayor memerlukan transfusi darah secara teratur dan rutin sepanjang hidup untuk mempertahankan kadar hemoglobin guna bertahan hidup. Transfusi darah pada penderita talasemia beta mayor yang bergantung transfusi dapat menimbulkan efek samping dan reaksi transfusi yang tidak diinginkan. Reaksi transfusi tersebut dari ringan sampai mengancam jiwa. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data prevalensi reaksi transfusi penderita talasemia beta mayor yang bergantung transfusi di RSD Idaman Banjarbaru Tahun 2020-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang diambil secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 131 data reaksi transfusi darah penderita talasemia beta mayor yang bergantung transfusi dari total 1591 data transfusi di RSD Idaman Banjarbaru periode Oktober 2020 – September 2021 dengan prevalensi sebesar 8,2%. Reaksi transfusi sedang-berat merupakan jenis yang paling banyak terjadi sebanyak 90 reaksi transfusi darah (68,7%). Lima gejala utama dari reaksi transfusi darah yang terjadi adalah demam, menggigil, pruritus, angioedema, dan urtikaria. Semua reaksi tranfusi yang terjadi adalah reaksi transfusi akut dan menggunakan jenis komponen darah PRC. Kata-kata kunci: talasemia beta mayor, bergantung transfusi, transfusi darah, reaksi transfusi, PRC (Packed Red Cells)
Literature Review: Perbedaan Kadar Hemoglobin pada Atlet dan Bukan Atlet Alya Nabilahsaffa Maulidinna; Siti Kaidah; Huldani Huldani
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.315 KB)

Abstract

Abstract: Hemoglobin is a molecule that works as a binder of oxygen in the blood which will then be distributed throughout the body. Physical exercise that is done with a certain duration can cause a decrease or increase in hemoglobin. As a form of achieving goals, an athlete in sports needs to look for physical exercise. The purpose of writing this literature review is to analyze the differences between athletes and non-athletes. The reviewed articles were obtained through the Google Scholar and PubMed databases. The articles included are in English and Indonesian, published in 2011-2021. A total of 11 articles were included in this literature review. There were differences in results among the studies assessed in this review, this could be due to several factors such as duration, frequency and type of exercise, as well as nutritional intake. Keywords: difference, hemoglobin, athletes, non-athletes  Abstrak: Hemoglobin merupakan molekul yang berfungsi sebagai pengikat oksigen didarah yang selanjutnya akan disebarkan ke seluruh tubuh. Latihan fisik yang dilakukan dengan durasi tertentu dapat menyebabkan penurunan atau peningkatan dari kadar hemoglobin. Sebagai bentuk untuk mencapai tujuan pada seorang atlet dalam berolahraga perlu dilakukannya latihan fisik. Tujuan penulisan literature review ini adalah yaitu untuk menganalisis perbedaan pada atlet dan bukan atlet. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literature terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database jurnal kedokteran, yaitu Google Scholar dan PubMed. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia yang dipublikasikan pada tahun 2011-2021. Sebanyak 11 artikel disertakan pada literature review ini. Terdapat perbedaan hasil antar penelitian terkait perbedaan kadar hemoglobin pada atlet dan bukan atlet yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti durasi, frekuensi dan jenis latihan, selain itu juga disebabkan oleh asupan gizi. Kata-kata kunci: perbedaan, hemoglobin, atlet, bukan atlet
Karakteristik Pasien Glioma di RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2018-2020 Muhammad Rozan Al Ishmat; Agus Suhendar; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Ardik Lahdimawan; Istiana Istiana
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.114 KB)

Abstract

Abstract: Glioma is a common primary brain tumor. Characteristics data’s of glioma patients are rarely reported. This study aims to determine the characteristics of glioma patients at Ulin Hospital Banjarmasin in 2018-2020. The method of this research is retrospective descriptive from the patient's medical record. During 3 years there were a total of 77 patients. Most characteristics occurred in the age group > 55 years (20%), male gender (53.3%), address from South Kalimantan (83%), Islamic religion (96.6%), private workers (28.3 %), and BPJS patients (81.7%). All patients had no family history and most had no history of allergies (80%). The most common tumor classification was Grade II (31.6%) and astrocytoma was the histological majority (70%). The most common tumor location was Cerebrum (66.8%) and tumor size was 3-6 cm (33%). the most common clinical symptom was headache (36.6%). The biggest in and out GCS score is GCS 13-15. The length of treatment was 15 days (70%) and the outcome improved (65%). There was a recurrence incidence of 10%. In conclusion, the main characteristics of glioma patients who occurred in the age group > 55 years, male dominant, had no family history and allergies, the main tumor classification WHO Grade II and histological Astrocytoma, located in the cerebrum, 3-6 cm, headache. and decreased level of consciousness were common symptoms, duration of treatment 15 days, improved after treatment, and had a low incidence of recurrence. Keywords: characteristics, gliomas, recurrence, tumor location Abstrak: Glioma merupakan tumor otak primer yang umum ditemukan. Data karakteristik pasien glioma jarang dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien glioma di RSUD Ulin Banjarmasin tahun 2018-2020. Metode penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dari rekam medis pasien. Selama 3 tahun terdapat total 77 pasien. Karakteristik terbanyak terjadi pada kelompok usia >55 tahun (20%), jenis kelamin laki-laki (53,3%), alamat asal Kalimantan Selatan (83%), agama islam (96,6%), pekerja swasta (28,3%), dan pasien BPJS (81,7%). Semua pasien tidak memiliki riwayat keluarga dan mayoritas tidak memiliki riwayat alergi (80%). Klasifikasi tumor terbanyak adalah Grade II (31,6%) dan Astrocytoma merupakan mayoritas histologis (70%). Lokasi tumor terbanyak adalah Cerebrum (66,8%) dan ukuran tumor 3-6 cm (33%). Gejala klinis terbanyak adalah nyeri kepala (36,6%). Skor GCS masuk dan keluar terbanyak adalah GCS 13-15. Mayoritas Lama perawatan adalah ≤15 hari (70%) dan luaran membaik (65%). Ditemukan kejadian rekurensi sebesar 10%. Kesimpulannya, mayoritas karakteristik dari pasien glioma terjadi pada kelompok usia >55 tahun, laki-laki dominan, tidak memiliki riwayat keluarga dan alergi, klasifikasi tumor mayoritas WHO Grade II dan histologis Astrocytoma, berlokasi di Cerebrum, berdiameter 3-6 cm, nyeri kepala dan penurunan kesadaran merupakan gejala yang sering muncul, lama perawatan ≤15 hari, membaik setelah pengobatan, dan memiliki kejadian rekurensi rendah. Kata-Kata Kunci: glioma, karakteristik pasien, lokasi tumor, rekurensi
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pekerjaan dengan Kejadian Covid-19 di Puskemas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin Fajar Satria Rahman; Farida Heriyani; Ira Nurrasyidah; Meitria Syahdatina Noor; Siti Washilah
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.767 KB)

Abstract

Abstract: The incidence of COVID-19 continues to increase, especially in the city of Banjarmasin. The increasing number of cases of COVID-19 is caused by several factors, including sociodemographic risk factors such as level of education and occupation. This study aims to analyze the relationship between education and employment levels with the incidence of COVID-19 at the Pemurus Dalam Health Center in Banjarmasin City. The research method is analytic observational with a case control approach. Sampling using simple random sampling technique with a total sample of 64 patients Pemurus Dalam City Health Center Banjarmasin who have met the inclusion and exclusion criteria, then analyzed using the chi-square test. The results showed that there was a relationship between education level and the incidence of COVID-19 which had a p value of 0.026, and the relationship between work and the incidence of COVID-19 which had a p value of 0.035. The two results show that there is a significant relationship (p value < 0.05) between education and occupation levels with the incidence of COVID-19. Keywords: Incidence, Education, Occupation, COVID-19 Abstrak: Kejadian COVID-19 hingga saat ini terus meningkat terutama di Kota Banjarmasin. Meningkatanya kasus kejadian COVID-19 disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor risiko sosiodemografik seperti tingkat pendidikan dan  pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan pekerjaan dengan kejadian COVID-19 di Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 64 pasien Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, selanjutnya dianalisis menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian COVID-19 yang memiliki p value sebesar 0,026, dan hubungan antara pekerjaan dengan kejadian COVID-19 yang memiliki p value sebesar 0,035. Kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna (p value < 0,05) antara tingkat pendidikan dan pekerjaan dengan kejadian COVID-19. Kata-kata kunci: kejadian, tingkat pendidikan, pekerjaan, COVID-19

Page 3 of 3 | Total Record : 25