cover
Contact Name
Eko Pramudya Laksana
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historiography.journal@um.ac.id
Editorial Address
Gedung A6, Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang No. 5, Malang Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Historiography
ISSN : -     EISSN : 27984907     DOI : 10.17977
Core Subject : Humanities, Social,
Historiography: Journal of Indonesian History and Education publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of Indonesian history, historical learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2025)" : 7 Documents clear
Dinamika integrasi budaya: peran Islamisasi dalam transformasi struktur sosial Kerajaan Galuh abad ke-15-16 Supendi, Usman; Ma'shum, Hisyam Ibnu
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p45-56

Abstract

Abstract This study aims to analyze the social and cultural transformations in the Galuh Kingdom as a result of the spread of Islam. Employing a historical-qualitative approach, the research integrates document analysis and secondary data. The findings indicate that Islamization in Galuh was influenced by three main actors: religious scholars (ulama), merchants, and local rulers. Ulama played a pivotal role as educators and spiritual leaders, merchants introduced Islamic values through trade networks, and local rulers provided social and political legitimacy. The process of acculturation fostered harmony between local Hindu-Buddhist traditions and Islamic values, resulting in a unique cultural identity. This transformation is evident in the shift toward a more egalitarian social structure, the establishment of pesantren-based educational systems, and the adaptation of local traditions to align with Islamic values. The study contributes significantly to the historiography of Islamization in the Nusantara and serves as a reference for understanding cultural adaptation in the context of religion. Its findings are expected to promote the preservation of cultural heritage as part of national identity. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mendeskripsiaakan mengenai peran KH. Abdul Kholiq Afandi dalam mengembangkan pondok pesantren dan Agama Islam dengan memadukan sekolah formal dan agama. Sistem ini dinilai sebagai inovasi untuk mengembangkan pendidikan yang memiliki dampak positif bPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi sosial dan budaya di Kerajaan Galuh akibat penyebaran Islam. Menggunakan pendekatan historis-kualitatif, penelitian ini mengintegrasikan analisis dokumen, data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamisasi di Galuh dipengaruhi oleh tiga aktor utama: ulama, pedagang, dan penguasa lokal. Ulama berperan sebagai pendidik dan pemimpin spiritual, pedagang memperkenalkan nilai Islam melalui jalur perdagangan, sementara penguasa lokal memberikan legitimasi sosial dan politik. Proses akulturasi menghasilkan harmoni antara tradisi lokal Hindu-Buddha dan nilai-nilai Islam, menciptakan identitas budaya yang unik. Transformasi ini terlihat dalam perubahan struktur sosial menjadi lebih egaliter, pembentukan sistem pendidikan berbasis pesantren, serta penyesuaian tradisi lokal dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap kajian sejarah Islamisasi di Nusantara dan menjadi referensi untuk memahami adaptasi budaya dalam konteks agama. Hasilnya diharapkan mendorong pelestarian warisan budaya sebagai identitas bangsa. 
Dari sakral menjadi komersial: perubahan nilai Taman Sriwedari Surakarta, 1910-1939 Indriyani, Indriyani
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p1-14

Abstract

Abstract This research aims to analyze: (1) Relationship between the modernization of Surakarta and the commercialization of Sriwedari Park. (2) Realization of commercialization in Sriwedari Park. (3) Change of sacred values into commercial ones in Sriwedari Park. This research was conducted using historical methods. The sources used are primary and secondary sources, such as the Babad Taman Sriwedari, various article, and advertisements in contemporary newspapers, as well as relevant books. The research results show that: (1) Modernization of Surakarta had an impact on the development of people’s needs for entertainment facilities to fill their free time, then it makes Sriwedari Park changes from private space to public space through commercialization. (2) Commercialization of Sriwedari Park includes various spatial components and agendas within it, such as the Wayang Orang Sriwedari, Bioskop Sriwedari, Kebun Binatang Sriwedari, Malem Selikuran, Maleman Sriwedari, and Stadion Sriwedari. (3) Commercialization has the impact of changing the identity of Sriwedari Park, which was originially full of sacred traditional values becoming just an urban entertainment space.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Keterkaitan antara modernisasi kota Surakarta terhadap komersialisasi Taman Sriwedari. (2) Realisasi komersialisasi di dalam Taman Sriwedari. (3) Perubahan nilai-nilai sakral menjadi komersial di Taman Sriwedari. Penelitian ini dilakukan dengan metode historis. Sumber yang digunakan berupa sumber primer dan sekunder, seperti Babad Taman Sriwedari, berbagai artikel dan iklan dalam surat kabar yang sezaman, serta buku-buku cetak yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Modernisasi kota Surakarta berdampak pada berkembangnya kebutuhan masyarakat akan fasilitas-fasilitas hiburan untuk mengisi waktu luang, sehingga Taman Sriwedari kemudian mengalami perubahan dengan adanya komersialisasi dari ruang privat menjadi ruang publik. (2) Komersialisasi Taman Sriwedari meliputi berbagai komponen ruang dan agenda di dalamnya, seperti Wayang Orang Sriwedari, Bioskop Sriwedari, Kebun Binatang Sriwedari, Malem Selikuran, Maleman Sriwedari, dan Stadion Sriwedari. (3) Komersialisasi berdampak pada terjadinya perubahan pada identitas Taman Sriwedari yang semula sarat nilai-nilai tradisional sakral menjadi sekadar ruang hiburan perkotaan. 
Gagasan kolonial tentang permasalahan lingkungan di Gresik pada paruh kedua abad XIX Suryanullah, Ahmad Sholehuddin
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p57-72

Abstract

Abstract This article describes colonial ideas about environmental problems in Gresik in the second half of the 19th century. The emergence of environmental issues in the first half of the 19th century, such as sedimentation, floods, and drought, made the Colonial Government look for alternatives to deal with these problems. Hence, efforts emerged to deal with environmental issues. This article was written using historical methods, namely topic selection, heuristics, criticism, interpretation, and historiography, and utilizing primary sources in the form of the Staatsblad, colonial verslag, Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W.) verslag, and contemporary newspapers. This research shows that the emergence of the sedimentation problem in the Madura Strait is caused by colonial exploitation of forests in the upper reaches of the Bengawan Solo River as well as the problem of flood and drought cycles in Gresik, giving rise to an idea to overcome this problem. This idea was outlined in the plans carried out by Ledeboer and Pierson in the second half of the 19th century to build irrigation canals from Ngawi to Gresik to overcome sedimentation, flooding, and drought, resulting in the emergence of the largest irrigation project in the 19th century. 19, namely Solo Vallei Werken.Abstrak Tulisan ini menguraikan gagasan kolonial tentang permasalahan lingkungan di Gresik pada paruh kedua abad ke-19. Munculnya masalah-masalah lingkungan pada paruh pertama abad ke-19 seperti sedimentasi, banjir, dan kekeringan membuat Pemerintah Kolonial mencari alternatif untuk menangani masalah tersebut, sehingga muncul upaya-upaya untuk menangani masalah lingkungan. Tulisan ini dikerjakan menggunakan metode sejarah yakni pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi serta memanfaatkan sumber primer berupa staatsblad, verslag kolonial, verslag Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W.), dan surat kabar sezaman. Penelitian ini memperlihatkan bahwa kemunculan masalah sedimentasi di Selat Madura disebabkan oleh eksploitasi kolonial terhadap hutan di hulu Sungai Bengawan Solo serta masalah siklus banjir dan kekeringan di Gresik, sehingga memunculkan suatu gagasan untuk mengatasi masalah tersebut. Gagasan itu dituangkan dalam perencanaan-perencanaan yang dikerjakan oleh Ledeboer dan Pierson pada paruh kedua abad ke-19 untuk membangun kanal-kanal irigasi dari Ngawi sampai Gresik dengan tujuan guna mengatasi sedimentasi, banjir, dan kekeringan, sehingga muncul proyek irigasi terbesar pada abad ke-19 yakni Solo Vallei Werken. 
Pelatihan pemanfaatan buku panduan guru pada platform SIBI untuk MGMP Sejarah Kota Malang Utami, Indah Wahyu Puji; Widiadi, Aditya Nugroho; Ayundasari, Lutfiah; Yuliati, Yuliati
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p15-22

Abstract

Abstract The implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia faces a number of challenges, especially among history teachers, including members of the Malang City History MGMP. One of the problems that needs to be addressed immediately is the curriculum change that will be implemented starting July 2024. Most teachers are still confused about curriculum operations, especially in implementing the curriculum in schools (enacted curriculum). As a solution, we carry out technical guidance activities for utilizing the Teacher's Manual (BG) on the SIBI platform. The History BG, compiled by experts, contains suggestions for curriculum operationalization as well as alternative resources to improve teachers' understanding of essential materials. This community service activity includes preparation, implementation, and evaluation, held at the SMAN 1 Malang Hall, involving 30 Malang City History MGMP teachers. The material presented included new perspectives on the Merdeka Curriculum, essential material mapping, and technical guidance on the use of the SIBI and BG History platforms. Based on a survey conducted at the end of the meeting, this activity was found to increase the readiness and competence of Malang City History MGMP members in dealing with curriculum changes. Abstrak Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, khususnya di kalangan guru sejarah, termasuk anggota MGMP Sejarah Kota Malang. Salah satu masalah yang perlu untuk segera ditangani adalah perubahan kurikulum yang diterapkan mulai Juli 2024. Sebagian besar guru masih bingung dengan operasional kurikulum, terutama dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah (enacted curriculum). Sebagai solusi, kami melaksanakan kegiatan bimbingan teknis pemanfaatan Buku Panduan Guru (BG) di platform SIBI. BG Sejarah, yang disusun oleh para ahli, berisi saran untuk operasionalisasi kurikulum serta sumber alternatif untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap materi esensial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, diadakan di Aula SMAN 1 Malang, dengan melibatkan 30 guru MGMP Sejarah Kota Malang. Materi yang disampaikan mencakup perspektif baru Kurikulum Merdeka, pemetaan materi esensial, serta bimbingan teknis penggunaan platform SIBI dan BG Sejarah. Berdasarkan survey yang dilakukan pada akhir pertemuan, kegiatan ini ternyata meningkatkan kesiapan dan kompetensi anggota MGMP Sejarah Kota Malang dalam menghadapi perubahan kurikulum.  
Pengembangan komik digital berbantuan Instagram materi perlawanan rakyat Singaparna terhadap Jepang pada siswa kelas XI SMAN 4 Kediri Imaduddin, Muhammad Faaiz Alim; Agung, Dewa Agung Gede
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p73-84

Abstract

Abstract This research aims to produce digital comics assisted by Instagram social media as a learning media product, designed based on a needs analysis that identified the limited use of instructional media. The focus of the research is to produce and test the validity of the media in delivering material on the Singaparna people's resistance against Japanese occupation in the 11th-grade history class at SMAN 4 Kediri. The research utilizes the R&D method developed by Sugiyono (2015), which includes: (1) identifying potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) product testing, (7) produc t revision, (8) usage trial, (9) product revision, and (10) mass production. The results show that the media is highly valid, with a 93 % score from material experts and 81 % from media experts. Testing on students showed a 90 % result in the small group and 86 % in the large group. Based on the validity and feasibility tests, this Instagram-based digital comic is deemed highly suitable for use in history teaching at SMAN 4 Kediri.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan komik digital berbantuan media sosial Instagram sebagai produk media pembelajaran, yang dirancang berdasarkan analisis kebutuhan, yaitu minimnya penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan dan menguji validitas media dalam menyampaikan materi tentang perlawanan rakyat Singaparna terhadap pendudukan Jepang di kelas XI SMAN 4 Kediri. Penelitian menggunakan metode R&D yang dikembangkan oleh Sugiyono (2015), yang meliputi: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Hasil penelitian menunjukkan media ini valid, dengan persentase 78% dari ahli materi dan 80% dari ahli media. Pengujian pada siswa menunjukkan hasil 84% pada kelompok kecil dan 85% pada kelompok besar. Berdasarkan uji validitas dan kelayakan, komik digital berbasis Instagram ini dinyatakan sangat layak digunakan dalam pembelajaran sejarah di SMAN 4 Kediri. 
Oosthoek Sugar Eden: The colonial sugar industry in Panaroekan Maghfiroh, Nurul
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p23-32

Abstract

Abstract Sugar has been indispensable in the global economy over the past nineteenth century. New lands were being explored to become sugar-producing areas, not least Panaroekan. During the colonial period, several sugar factories were constructed in Panaroekan. In addition, some of these sugar mills are still in operation. Based on this research background, this paper examines the history of the sugar industry in Panaroekan during the colonial period. In addition, this research also aims to identify the varying factors that drove the growing sugar industry in the region. This research will use the historical approach as a method to reconstruct events in the past. Based on the research conducted, it is known that the area's fertility and the existence of low-cost labor were the major factors that prompted the accelerated growth of the sugar industry in Panaroekan. This made the area an important sugar manufacturer in the Eastern part of Java. Abstrak Gula menempati posisi yang penting dalam perekonomian global di sepanjang abad ke sembilan belas. Daerah-daerah baru di eksplorasi menjadi kawasan penghasil gula tidak terkecuali Panaroekan. Pada masa kolonial didirikan beberapa pabrik gula di Panaroekan. Bahkan beberapa pabrik gula tersebut masih beroperasi hingga saat ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kajian ini membahas bagaimana perkembangan industri gula di Panaroekan selama periode kolonial. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang mendorong pertumbuhan industri gula di wilayah tersebut. Penelitian akan menggunakan pendekatan sejarah sebagai metode untuk merekonstruksi peristiwa di masa lampau. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kesuburan wilayah dan ketersediaan tenaga kerja yang murah menjadi faktor utama yang mendorong percepatan pertumbuhan industri gula di Panaroekan. Sehingga menjadikan kawasan ini sebagai penghasil gula yang penting di ujung timur Pulau Jawa. 
Peran KH. Abdul Kholiq Afandi dalam pembentukan masyarakat tritunggal: studi kasus Pondok Pesantren Nurus Siraj Faruq, Achmad Baihaqi Al
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p33-44

Abstract

Abstract The research aims to describe the role of KH. Abdul Kholiq Afandi in developing pesantren (Islamic boarding schools) and Islam by integrating formal education with religious studies. This system is considered an innovation for advancing education, which has a positive impact on the development of the Nurus Siraj pesantren. The study uses a sociological approach, which is deemed the most effective and facilitates the collection of the necessary data. The study employs both primary and secondary data sources. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation. The development of education can be seen from the existence of a tiered educational system, from Madrasah Ibtidaiyah (Elementary School) to Madrasah Tsanawiyah (Junior High School). The findings of this research show that the contributions of KH. Abdul Kholiq Afandi, as the main figure, played a decisive role in the development of the pesantren and Islam in the village of Tritunggal. Abstrak Penelitian bertujuan untuk mendeskripsiaakan mengenai peran KH. Abdul Kholiq Afandi dalam mengembangkan pondok pesantren dan Agama Islam dengan memadukan sekolah formal dan agama. Sistem ini dinilai sebagai inovasi untuk mengembangkan pendidikan yang memiliki dampak positif bagi perkembangan pondok pesantren Nurus Siraj. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis yang dianggap paling efektif dan memudahkan dalam mendapatkan data yang dibutuhkan. Kajian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Pengumpulan data didapat melalui kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Perkembangan pendidikan dapat dilihat dari adanya pendidikan berjenjang dari Madrasah Ibtidaiyah sampai Madrasah Tsanawiyah. Hasil dan temuan penelitian ini menununjukan kontribusi pemikiran KH. Abdul Kholiq Afandi merupakan tokoh utama yang menentukan dalam perkembangan pondok pesantren dan Islam yang ada di Desa Tritunggal. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7