cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELOMPOK LANJUT USIA DALAM PEMILIHAN FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DI BANTUL YOGYAKARTA Dwi Endah Kurniasih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.22 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.121

Abstract

Tantangan yang dihadapi lansia terutama pada penurunan kondisi tubuh. Upaya yang dilakukan baik pemerintah maupun swasta dengan memberikan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Fasilitas kesehatan tingkat pertama menjadi tumpuan di tingkat dasar dalam memberikan pelayanan yang baik kepada lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kelompok lansia dalam pemilihan fasilitas kesehatan di tingkat pertama. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 41 lansia teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Penelitian ini dilaksanakan bulan September s/d Oktober 2017 di lokasi Dusun Karet Pleret Bantul. Instrument yang digunakan berupa kuesioner. Data dianalisis menggunakan deskriptif dan uji korelasi untuk memperlihatkan faktor-faktor antara lain penddikan, penghasilan, kepesertaan BPJS, kepuasan layanan dan kemudahan akses. Hasilnya sebagian besar lansia berpendidikan rendah (95%), dengan penghasilan dibawah UMR (98%). Sebesar 88% lansia merupakan anggota BPJS, dengan 80% ditanggung oleh pemerintah dan 20% membayar iuran setiap bulannya. Mayoritas lansia memilih klinik swasta (68%) yaitu Klinik pratama RBG Rumah Zakat sebagai fasilitas kesehatan terpilihnya. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan (P value 0.058), tingkat penghasilan (P value 0.303) dan kepesertaan BPJS (P value 0.878) dengan pemilihan fasilitas kesehatan.  Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan Fasilitas kesehatan diantaranya kepuasan layanan fasilitas kesehatan dengan P value 0,000. Faktor kemudahan akses memiliki korelasi kuat dan positif dengan P value 0,002. Kesimpulannya faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan pemilihan fasilitas kesehatan adalah kepuasan layanan dan kemudahan akses terhadap fasilitas kesehatan.  Kata Kunci : Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Lansia, Kepesertaan BPJS, Kepuasan Layanan
GAMBARAN LAMA MASA PEMBERIAN ASI PADA BAYI UMUR 0-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DANUREJAN IKOTA YOGYAKARTA Sary Rosidawati; Reni Merta Kusuma
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.524 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.237

Abstract

Background: Firstly, breast feeding supports to optimize the infant's growth. At the first 1000 days of newborn, the brain grows almost 75%. Infant in the age of 0-12 months become a crucial phase to determine their condition in their futures. The scope of breastfeeding in indonesia is 42% and year by year is getting decreased. According to data by Dinkes Kota Yogyakarta, they wrote, the scope of breastfeeding exclusively in Yogyakarta is the lowest of all, which is in the rate of 12, 31% in 2014. Research Objectives: Determining the scope of breastfeeding term for infant in the age of 0-12 months in Puskesmas Danurejan 1 Kota Yogyakarta Research Methods: This research is using descriptive quantitative methods. The amount of randomized sample is 52 samples who are consist of mother with infant in the age of 0-12 months in Puskesmas Danurejan 1 Kota Yogyakarta. The research is using cluster sampling technique where it is using questionnaire. The data analysis is used by univariate which will be described by the rates. Results: From 52 samples, 28 samples were found mostly mother with infant in the age of 0-12 months were giving breastfeeding ≥ 6 months or (52,8%). 21 samples (40,4%) were identified by the mother inthe age 20-35 years old with middle class educational background, 22 samples (42,3%) were identified by jobless mom, 15 samples (28,8%) were identified by disabilities moms. Conclusion: The length of breastfeeding in Puskesmas Danurejan 1 Kota Yogyakarta from 52 samples for infant in the age of ≥ 6months are 28 samples (52,8%) Keywords: the length of breastfeeding, for infant in the age of 0-12 months.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIV-AIDS PADA IBU RUMAH TANGGA PESERTA ARISAN DI PERUM KORPRI UPN SAMBIROTO PURWOMARTANI SLEMAN YOGYAKARTA 2017 Rodiyah Soekardi; Utari Marlinawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.884 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.123

Abstract

Latar Belakang: Kasus HIV-AIDS  dari waktu ke waktu terus meningkat dan penderitanya semakin variatif.  Berdasarkan laporan triwulan I tahun 2015 Komisi Penanggulangan HIV-AIDS Yogyakarta  akumulasi kasus HIV dan AIDS di Yogyakarta   hingga Maret 2015 adalah 3106 kasus, dengan perincian 1875 kasus HIV dan 1231 kasus AIDS dan tertinggi terdapat di Sleman, yaitu  total 717 kasus dengan perincian 417 pengidap HIV dan 300 kasus AIDS. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang HIV-AIDS terhadap peningkatan pengetahuan tentang HIV-AIDS ibu-ibu peserta  arisan di Perum Korpri UPN Purwomartani.Metode: Penelitian  ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest  dan posttest. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah responden 22 orang yang diberi penyuluhan tentang HIV-AIDS.Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang HIV-AIDS efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga peserta arisan di Perum Korpri UPN tentang HIV-AIDS (pv=0,002)Saran:    Perlu sosialisasi tentang HIV-AIDS secara lebih masif dan berkelanjutan melalui pendidikan kesehatan, perlu ada penyampaian lebih mendetail tentang fungsi kondom sebagai alat pelindung diri terhadap penyakit menular seksual khususnya HIV-AIDS’, perlu ada penelitian mengenai perilaku masyarakat terhadap upaya pencegahan HIV-AIDS.  Kata kunci: pengetahuan, HIV-AIDS, pendidikan, kesehatan          
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DOSEN MAHASISWA KEAKTIFAN BERORGANISASI DAN AKTUALISASI DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR DI JURUSAN ORTOTIK PROSTETIK POLTEKKES SURAKARTA Ananta Novan Zubaidi; Nunuk Suryani; Ari Natalia Probandari
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.784 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.238

Abstract

Latar Belakang : Rendahnya motivasi belajar siswa dituding sebagai penyebab rendahnya kualitas lulusan sebuah pendidikan. faktor motivasi menjadi dilematis, karena dengan rendahnya motivasi belajar, sebenarnya tidak mungkin mahasiswa dapat menguasai bahan pembelajaran dengan baik, namun harus diluluskan demi kelangsungan institusi pendidikan tersebut. Hal ini menjadi relevan, karena secara tidak langsung didukung oleh kebanyakan mahasiswa yang tujuan utamanya dalam mengikuti belajar hanya sekedar untuk memperoleh ijazah saja dan bukan untuk ilmu pengetahuannya. Subjek dan Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan rancangan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Lokasi penelitian di jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Surakarta. Dengan sampel mahasiswa mahasiswa jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Surakarta tahun 2015/2016 sebanyak 60 mahasiswa dengan variabel dependen adalah motivasi belajar dan variabel independen komunikasi interpersornal dosen-mahasiswa, keaktifan organisasi dan aktualisasi diri, dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakankuesioner dan studi pustaka. Analisis data menggunakan regresi linear.Hasil : Terdapat hubungan positif yang secara statistik signifikan antara komunikasi interpersonal dosen-mahasiswa dengan motivasi belajar mahasiswa diperoleh nilai t hitung 3,36 dengan signifikansi 0,001 < 0,05. Terdapat hubungan positif yang secara statistik signifikan antara keaktifan organisasi dengan motivasi belajar mahasiswa diperoleh nilai t hitung 2,24 dengan signifikansi 0,029 < 0,05. Terdapat hubungan positif dan secara statistik signifikan antara aktualisasi diri dengan motivasi belajar mahasiswa diperoleh nilai t hitung 2,19 dengan signifikansi 0,033 < 0,05 Komunikasi interpersonal, keaktifan organisasi, dan aktualisasi diri mempunyai hubungan yang positif dan secara satistif signifikan ketika bersama-sama dengan motivasi belajar mahasiswa Ortotik Prostetik (OP) Poltekkes Surakarta dengan nilai F hitung sebesar 7,94 dengan p value 0,000 < 0,05.Kesimpulan : Komunikasi interpersonal, keaktifan organisasi, dan aktualisasi diri secara bersama-sama mempunyai hubungan yang positif dengan motivasi belajar mahasiswa Ortotik Prostetik (OP) Poltekkes Surakarta.
PENGARUH PENGGUNAAN JELLY DAN AIR LEDENG TERHADAP POTENSIAL AKSI ELEKTROKARDIOGRAM Hendy Lesmana; Dewi Wijayanti; Maria Imaculata Ose; Putri Ayu Utami; Rika Wahyuni
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.169 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.124

Abstract

Latar Belakang: Elektrokardiogram merupakan alat diagnostik jantung yang sering digunakan perawat untuk menilai beberapa kelainan jantung. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, beberapa perawat tidak menggunakan jelly (gold standard) tetapi menggunakan air ledeng sebagai media perekam EKG dan meyakini air ledeng merupakan media yang baik untuk merekam EKG. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan penggunaan jelly dan air ledeng terhadap potensial aksi elektrokardiogram. Metode Penelitian: Rancang penelitian menggunakan pendekatan eksperimen (cross-over).Jumlah sampel 46 responden dibagi menjadi dua kelompok. Tehnik sampling secara acak sistematis. pengaruh penggunaan jelly dan air ledeng terhadap potensial aksi diuji dengan Wilcoxon Signed Rank Test dan kejadian artefak dengan Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan voltase EKG dengan menggunakan jelly lebih rendah  (median : 60,2 mV) bila dibandingkan dengan menggunakan air ledeng (median : 96,7 mV). dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test nilap P : 0,0001, dimana terdapat perbandingan penggunaan jelly dan air ledeng terhadap potensial aksi elektrokardiogram. Kejadian artefak lebih besar terjadi saat menggunakan air ledeng (35,9 %) bila dibandingkan dengan penggunaan jelly (5,4 %), hal ini ditunjukan dengan hasil uji Chi Square (P : 0,0001) dengandemikian terdapat pengaruhpenggunaan jelly dan air ledeng terhadap kejadian artefak. Kesimpulan: penggunaan air ledeng sebagai media perekam EKG dapat meningkatkan potensial aksi (voltase) dan berpengaruh terhadap kualitas hasil perekaman dimana kejadian artefak lebih tinggi bila dibandingkan dengan penggunaan jelly sebagai media perekaman EKG. Saran peneliti sebaiknya tetap menggunakan jelly sebagai media perekaman EKG dan mematuhi protap perekaman EKG yang telah baku. Kata kunci : Air ledeng, Artefak, Elektrokardiogram, jelly, Potensial Aksi & Voltase.
DETERMINAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA SISWA KELAS X1 SMAN “X” CIHAURBEUTI CIAMIS TAHUN 2016 Arifah Septiane Mukti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.103 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.184

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dan pada masa ini jiwa mereka masih penuh dengan gejolak. Permasalahan remaja semakin lama semakin kompleks dan memprihatinkan khusunya yang berkenaan dengan kesehatan reproduksi remaja. Masalah remaja yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi yang dianggap penting adalah perilaku seksual remaja. Berdasarkan data BKKBN tahun 2014 data remaja Indonesia sekitar 46% jumlah remaja berumur 15-19 tahun sudah berhubungan seks pranikah. Akibatnya adalah kehamilan yang tidak dikehendaki,aborsi, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku seks remaja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X1 SMAN “X” Cihaurbeuti Ciamis. Sampel untuk penelitian ini adalah siswa kelas X1 SMAN ‘’X’’ Cihaurbeuti sebanyak188 responden,dan sampel dimbil dengan tekhnik simple random sampling . Pengumpulan data berupa data primer yaitu data yang langsung diambil dari responden. Cara pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Kemudian data dianalisa secara univariat, bivariat, dengan Uji Chi Square dan multivariat dengan Uji Reresi Logistik Ganda. Hasil penelitian mendapatkan 54,3% berprilaku beresiko. Variabel yang signifikan berhubungan denga perilaku seksual pranikah adalah jenis kelamin, sikap, pengetahuan,media, pengaruh teman sebaya mempunayi nilai p (<0,005).  Variabel yang paling dominan yang berhubungan dalam perilaku seksual pranikah adalah pengetahuan dengan dikontrol oleh variabel jenis kelamin dan pengaruh teman sebaya. Dengan demikian disarankan agar siswa lebih menambah pemahaman dan pengetahuan tentang pendidikan seksual dan bahaya dari berperilaku seksual. Disarankan agar pihak sekolah mengadakan seminar tentang kesehatan reproduksi dan bahaya perilaku seksual pranikah. Kata kunci : Perilaku Seksual Pranikah,Siswa,SMA
PENGARUH PEMBERIAN TABURIA TERHADAP KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN BALITA UMUR 25 – 59 Bulan DI LOLANTANG, KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN PROPINSI SULAWESI TENGAH Silvia Dewi Styaningrum; Yuanita Carolyn; Priyanto Madya Satmaka
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.855 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.125

Abstract

 Latar Belakang: Defisiensi zat gizi makro berdampak pada penurunan status gizi balita. Taburia berisi Mikronutrien Powder (MNP) atau Bubuk Tabur Gizi (BTG) yang dikembangkan untuk mengatasi masalah defisiensi zat gizi mikro yang diharapkan dapat mendongkrak konsumsi zat gizi makro dan meningkatkan status gizi balita.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian taburia terhadap konsumsi energi dan protein balita gizi kurang dan gizi baik umur 25-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Lolantang Kabupaten Banggai Kepulauan Propinsi Sulawesi Tengah.Metode Penelitian: Penelitian eksperimen, rancangan pra eksperimen one group pre test postest yang dilakukan pada Mei 2014. Sampel adalah balita gizi kurang dan gizi baik umur 25 – 59 bulan masing-masing sebanyak 46 balita (matching usia dan jenis kelamin). Pemberian taburia dua hari sekali selama sebulan dengan pendampingan. Recall konsumsi 1x24 jam dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Analisis data menggunakan uji t (α = 0,05).Hasil: Konsumsi energi pada kelompok balita gizi kurang, sebelum dan sesudah perlakuan rata-rata meningkat 112,6 kkal dan pada kelompok gizi baik sebesar 54,8 kkal. Paired t test pada masing-masing kelompok menunjukkan peningkatan konsumsi energi secara bermakna (p=0,000). Konsumsi protein pada kelompok balita gizi kurang, sebelum dan sesudah perlakuan rata-rata meningkat 8,8 gram dan pada kelompok gizi baik sebesar 3,2 gram. Paired t test pada masing-masing kelompok menunjukkan peningkatan konsumsi protein secara bermakna (p<0,05). Independent t-test menunjukkan perbedaan bermakna pada konsumsi energi kedua kelompok (p=0,003), demikian pula dengan konsumsi protein (p=0,000). Kelompok balita gizi kurang menunjukkan peningkatan konsumsi energi dan protein yang lebih baik dibandingkan kelompok gizi baik (p<0,05).Kesimpulan:Ada pengaruh pemberian taburia terhadap konsumsi energi dan protein balita gizi kurang dan gizi baik umur 25-59 bulan (p<0,05). 
PENGARUH KOMPRES AIR HANGAT TERDAHAP INTENSITAS NYERI DYSMENORRHEA PADA REMAJA DI DUSUN RANDUSARI DESA ARGOMULYO CANGKRINGAN SLEMAN YOGYAKARTA Diana Diana; Eko Mindarsih; V. Utari Marlinawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.938 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i1.108

Abstract

Latar Belakang: Nyeri saat haid menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas fisik sehari-hari. Keluhan ini berhubungan dengan ketidakhadiran berulang di sekolah ataupun di tempat kerja, sehingga dapat mengganggu produktivitas. Berdasarkan studi pendahuluan pada bulan Februari 2017 didapatkan data 50 remaja perempuan dengan usia 10-19 tahun  di dusun Randusari, desa Argomulyo, Cangkringan dan pada saat penyebaran kuesioner skrinning dysmenorrhea terdapat 33 remaja perempuan menyatakan merasa nyeri saat menstruasi dan tidak ada cara untuk menghilangan nyeri dengan farmakologis maupun dengan terapi air hangat khususnya melakukan kompresTujuan: Untuk mengetahui pengaruh kompres air hangat terhadap intensitas nyeri dysmenorrhea pada remaja perempuan di dusun Randusari, desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Subyek penelitian adalah remaja yang mengalami dysmenorrhea sebanyak 33 responden. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner skrining dysmenorrhea dan lembar observasi yang berisi skala Numerical Rating Scale (NRS) untuk mengetahui intensitas nyeri.Hasil: Intensitas nyeri sebelum diberikan terapi menunjukkan pada tingkat sedang hingga berat, setelah dilakukan pengompresan terjadi perubahan yang signifikan yaitu pada tidak nyeri hingga nyeri ringan, yang dibuktikan dengan hasil uji paired t test dengan nilai t hitung > t tabel (25,40 > 1,694) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05.Kesimpulan: Ada pengaruh kompres air hangat terhadap intensitas nyeri dysmenorrhea pada remaja. Kata Kunci: dysmenorrhea, kompres, air hangat.

Page 1 of 1 | Total Record : 8