cover
Contact Name
Tri Mei Khasana
Contact Email
trimeikh@gmail.com
Phone
+6289686000300
Journal Mail Official
medika.respati@respati.ac.id
Editorial Address
Universitas Respati Yogyakarta Kampus 2 Jl. Raya Tajem KM.1,5, Maguwoharjo, Depok, Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55282
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 19073887     EISSN : 26851156     DOI : 10.35842/mr.vxxixx.xxx
Core Subject : Health,
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan welcome submission in the area of health sciences and practices. Focus and Scope: Medicine Nursing Midwifery Public Health Nutrition Physiotherapy Health technology The manuscript must be Original Article
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 3 (2023)" : 8 Documents clear
HUBUNGAN MAKANAN PENDAMPING ASI DINI DAN PERAN KADER TERHADAP TUMBUH KEMBANG BAYI USIA 0-6 BULAN Erna Wati; Dheny Rohmatik; Frieda Ani Noor; Rolando Rahardjoputro
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.578

Abstract

Latar belakang: Makanan pendamping ASI adalah makanan tambahan yang diberikan pada bayi setelah usia 6 bulan. Jika makanan pendamping ASI diberikan terlalu dini (sebelum usia 6 bulan) akan menurunkan konsumsi ASI dan bayi bisa mengalami gangguan pencernaan. Namun sebaliknya jika makanan pendamping ASI diberikan terlambat akan mengakibatkan bayi kurang gizi, bila terjadi dalam waktu panjang (Hendras, 2010). Bayi usia dini sangat rentan terhadap bakteri penyebab diare, terutama di lingkungan yang kurang higienes dan sanitasi buruk. Tujuan: Menganalisis hubungan pemberian makanan pendamping ASI dini terhadap tumbuh  kembang bayi usia 0-6 bulan Posyandu Desa Bangsalan Teras Boyolali. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah semua ibu yang mempunyai bayi usia kurang dari 6 bulan yang berada di Desa Bangsalan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian makanan pendamping ASI dini dan peran kader terhadap tumbuh  kembang bayi usia 0-6 bulan Posyandu Desa Bangsalan Teras Boyolali. Hasil analisa regresi linier nilai F hitung sebesar 5.886, dimana nilai tersebut lebih besar dari nilai F tabel yaitu (3.18). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian makanan pendamping ASI dini dan peran kader terhadap tumbuh  kembang bayi usia 0-6 bulan.
PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA, ASUPAN PROTEIN, ZAT BESI, SENG DAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Angga Hardiansyah; Zahra Safira Violeta; Moh Arifin
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.802

Abstract

Latar belakang: Masalah gizi yang terjadi pada remaja salah satunya adalah anemia gizi. Anemia gizi ini dapat timbul apabila kekurangan satu atau lebih zat gizi yang dibutuhkan seperti asupan protein, zat besi dan seng. Tingkat pengetahuan seseorang juga dapat menjadi faktor terjadinya anemia karena dari pengetahuan dapat mempengaruhi perilaku hidup dan kebiasaan makan seseorang. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang anemia, asupan protein, zat besi dan seng dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 77 orang remaja putri dengan teknik sampling proportional random sampling. Data pengetahuan anemia didapat melalui kuesioner tentang anemia. Asupan protein, zat besi dan seng didapat dari hasil wawancara menggunakan recall 2x24 jam pada hari libur sekolah dan hari sekolah. Data kejadian anemia di dapat dari nilai kadar hemoglobin yang diambil dari darah kapiler dengan menggunakan alat easytouch GCHb. Analisis data menggunakan program SPPS versi 25. Hasil : Hasil uji bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara asupan protein (p = 0,000), zat besi (p = 0,000) dan seng (p = 0,004) dengan kejadian anemia. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang anemia (p = 0,820) dengan kejadian anemia. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan protein, zat besi dan seng dengan kejadian anemia pada remaja putri dan variabel yang paling mempengaruhi anemia adalah asupan zat besi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA ATLET BELADIRI Putri Puspita Meganingrum; Irwan Budiono
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.880

Abstract

Latar belakang: Status gizi merupakan salah satu faktor determinan yang mempengaruhi performa atlet beladiri. Data penelitian di BPPLOP Jawa Tengah pada tahun 2022 menunjukkan terdapat 6% atlet yang memiliki status gizi kurang dan 6% atlet memiliki status gizi lebih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan status gizi atlet beladiri di BPPLOP Jawa Tengah. Metode :  Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada tahun 2022. Populasi penelitian ini berjumlah 66 atlet beladiri di BPPLOP Jawa Tengah. Simple Random Sampling digunakan untuk pengambilan sampel dan didapatkan sampel sebanyak 50 atlet beladiri di BPPLOP Jawa Tengah. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner antropometri, pengetahuan gizi, IPAQ, dan food recall 3x24 jam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel bebas yang berhubungan dengan status gizi adalah pengetahuan gizi (p=0,012), aktivitas fisik (p=0,008), tingkat konsumsi energi (p=0,007), tingkat konsumsi karbohidrat (p=0,010), tingkat konsumsi lemak (p=0,003), dan tingkat konsumsi protein (p=0,038). Selain itu, tidak terdapat hubungan antara program diet pada atlet terhadap status gizi dibuktikan dengan nilai p=0,471. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan status gizi pada atlet beladiri di BPPLOP Jawa Tengah adalah pengetahuan gizi, aktivitas fisik, tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi karbohidrat, tingkat konsumsi lemak, dan tingkat konsumsi protein.
ASUPAN SERAT DAN TINGKAT STRES DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Sri Yulianti; Ari Tri Astuti; Fera Nofiartika; Siti Wahyuningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.976

Abstract

Latar belakang: Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan jumlah kasus Diabetes Mellitus terbanyak di Indonesia. Kota Yogyakarta khususnya wilayah kerja Puskesmas Pakualaman merupakan puskesmas dengan kasus Diabetes Mellitus terbanyak pada tahun 2018, yaitu sebanyak 744 kasus. Pasien Diabetes Mellitus memiliki tujuan mempertahankan kadar glukosa darah tetap normal. Asupan serat yang tinggi dan tingkat stres yang rendah dapat menurunkan kadar gula darah. Tujuan: Mengetahui hubungan antara asupan serat dan tingkat stress dengan kadar gula darah sewaktu pasien Diabetes Mellitus tipe II di Puskesmas Pakualaman. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 41 orang dengan teknik sampling proportional purposive sampling. Asupan serat didapatkan dengan menggunakan formulir Semi Quantitative Food Frequency (SQFFQ). Tingkat stress didapatkan dengan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS), dan kadar gula darah sewaktu didapatkan dari rekam medis. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Rerata asupan serat per hari sebesar 13,31 ± 4,89 gram, rerata skor tingkat stress 24,34 ± 4,2, dan rerata kadar gula darah sewaktu 214,88 ± 43,16 mg/dL. Analisis uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan serat dan tingkat stress dengan kadar gula darah sewaktu (p=0,366, p=0,632). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan serat dan tingkat stress dengan kadar gula darah sewaktu pasien Diabetes Mellitus tipe II di Puskesmas Pakualaman.
PENGARUH KONDISI LOWER BACK PAIN (LBP) TERHADAP MULTI DIRECTIONAL REACH TEST (MDRT) SCORE Yudiansyah Yudiansyah; Ika Guslanda Bustam
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.836

Abstract

Latar belakang:  Low Back Pain (LBP) merupakan kondisi dan permasalahan Kesehatan yang umum terjadi  dan menjadikan beban yang cukup besar di dunia. Nyeri pada kondisi ini akan dirasakan di daerah punggung bawah, dapat merupakan nyeri lokal, maupun nyeri radikuler atau keduanya. Nyeri yang berasal dari punggung bawah dapat berujuk kedaerah lain atau sebaliknya yang berasal dari daerah lain dirasakan di daerah punggung bawah. Keluhan LBP dapat menimbulkan penurunan fleksibilitas pada vertebra akibat dari gangguan musculoskeletal yang ditimbulkan hingga gangguan fungsional. Penurunan fleksibilitas tersebut dapat dilihat dari Multi Directional Reach Test (MDRT) Score. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi Lower Back Pain (LBP) terhadap Multi Directional Reach Test (MDRT) Score. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pre dan post test design.  Pengambilan sample dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Hasil: Hasil penelitian ini adalah berkorelasi positif antara kondisi Lower Back Pain (LBP)  terhadap hasil MDRT pada individu dengan diagnose Lower Back Pain (LBP) dengan p<0.001. Kesimpulan: Kondisi Lower Back Pain (LBP) dapat menurunkan fleksibiltas lumbal.
PENGARUH JUS BUAH NAGA DAN JUS BUAH SEMANGKA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH TINGGI PADA LANSIA Winda Widianty Sodikin; Achmad Fauzi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.874

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya kasusnya cukup tinggi dan terus meningkat. Data laporan Puskesmas Rangkasbitung menunjukkan kasus hipertensi dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu tahun 2019 (38,4%), tahun 2020 (42,8%) dan tahun 2021 (43,1%). Tujuan: Diketahuinya pengaruh jus buah naga dan jus buah semangka terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia usia 60-70 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Rangkasbitung Kabupaten Lebak tahun 2022. Metode: Metode penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan desain two group pre-posttest. Sampel penelitian ini adalah lansia usia 60-70 tahun yang mengalami hipertensi sebanyak 43 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Rata-rata tekanan darah lansia kelompok intervensi sebelum mengkonsumsi jus buah naga sistole 145,9 mmHg dan diastole 94,9 mmHg, dan setelah mengkonsumsi jus buah naga sistole 138,9 mmHg dan diastole 88,9 mmHg, sedangkan pada kelompok kontrol sebelum mengkonsumsi jus semangka sistole 145,7 mmHg dan diastole 94,5 mmHg, dan setelah mengkonsumsi jus semangka sistole 142,9 mmHg dan diastole 91,5 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan ada pengaruh jus buah naga dan jus buah semangka terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia usia 60-70 tahun (p = 0,000). Kesimpulan : Mengkonsumsi jus buah naga lebih efektif menurunkan tekanan darah tinggi dibandingkan dengan mengkonsumsi jus semangka. 
STATUS GIZI, ASUPAN ZAT BESI, KALSIUM, VITAMIN B6 DENGAN PRAMENSTRUASI SINDROM PADA MAHASISWA KEBIDANAN Makrina Sedista Manggul; Reineldis E. Trisnawati; Christin F.M. Bebok
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.792

Abstract

Latar belakang: Sindrom pramenstruasi  sangat mempengaruhi  aktivitas serta produktivitas dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan mahasiswi sehingga mengakibatkan  prestasi menurun. Asupan zat besi, kalsium, Vitamin B6 merupakan zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil dan memiliki peran penting dalam tubuh remaja wanita terutama untuk menjaga sistem kekebalan tubuh sehingga tidak terjadinya Pra Menstruasi Sindrom. Selain asupan nutrisi, status gizi pada wanita remaja juga sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang remaja. Status gizi tidak normal dan pola diet remaja yg salah berdampak pada kejadian PMS. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi, asupan  Zat besi, Kalsium dan Vitamin B6 dengan pra menstruasi Sindrome pada mahasiswa kebidanan Tingkat I Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik observasional dan menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel bebas (independent) dalam penelitian ini adalah Status gizi, asupan  zat besi, Kalsium dan Vitamin B6 sedangkan variabel terikatnya (dependent) adalah kejadian Pra Menstruasi Sindrom. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa kebidanan tingkat I Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng yang berjumlah 79 orang yang didapatkan dengan total sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner food recall 24 jam dan kuesioner Shorterned Premenstrual Assessment Form (SPAF). Data dianalisis secara  univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juni tahun 2021 di Prodi Kebidanan Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng. Hasil: Hasil analisis data  menunjukkan bahwa ada hubungan  antara asupan zat besi dengan Pramenstruasi Sindrom dengan nilai P Value : 0,008<0,05. Ada hubungan antara asupan Kalsium dengan Pramenstruasi Sindrom dengan nilai P Value : 0,001< 0,05   dan  Ada hubungan antara asupan Vitamin B6 dengan Pramenstruasi Sindrom dengan nilai P Value : 0,001<0,05. Pada variabel Status gizi juga ada hubungan dengan Pramenstruasi Sindrom dengan nilai P Value : 0,033<0,05. Kesimpulan: ada hubungan antara status gizi, asupan zat besi, kalsium dan Vitamin B6 dengan Pramenstrual Sindrom.
PENGEMBANGAN FOOD BAR PISANG NANGKA (Musa acuminata) dan TEPUNG MOCAF SEBAGAI PANGAN DARURAT UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA Rr Dewi Ngaisyah; Wahyu Rochdiat Murdhiono; Eko Mindarsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.966

Abstract

Latar Belakang: Bencana di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun dan biasanya menimbulkan dampak yang merugikan bagi lingkungan serta masyarakat setempat. Kerugian materiil seperti hilangnya harta benda maupun kerugian non materiil menimbulkan kondisi rawan pangan yang menyebabkan terganggunya keberlangsungan hidup masyarakat terdampak bencana. Oleh karena itu perlu dilakukannya riset terkait pengembangan pangan darurat seperti food bar pisang nangka yang berasal dari bahan lokal dan memiliki gizi yang cukup tinggi. Tujuan : untuk mengembangkan food bar pisang nangka (Musa acuminata) dan tepung mocaf (Modified Cassava Fluor) sebagai pangan darurat untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat terdampak bencana. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada Mei-Juni 2022 di Laboratorium Dietetik dan Kulinari Universitas Respati Yogyakarta dengan design Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 kali ulangan, 2 kali unit percobaan, serta 3 kali percobaan. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik uji organoleptik yang melibaatkan 20 panelis, serta uji proksimat yang dilakukan di Laboratorium Pangan dan Gizi PAU UGM. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif serta analisis inferensial menggunakan uji Kruskall-Wallis dan uji lanjut Mean Whitney U-test. Hasil : terdapat beda signifikan 0,013 dan 0,003 pada substitusi pisang nangka (Musa acuminata) pada pembuatan food bar tepung mocaf terhadap sifat organoleptik berupa aroma dan tekstur food bar, dan tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap sifat organoleptik berupa warna dan rasa food bar. Hasil uji proksimat diketahui mengandung rerata kadar air sebesar 25,05%, kadar abu 1,8%, kadar lemak 16,96%, kadar protein 10%, serta karbohydrate by different 46,2%. Kesimpulan: terdapat pengaruh signifikan dan pada substitusi pisang nangka (Musa acuminata) pada pembuatan food bar tepung mocaf terhadap sifat organoleptik berupa aroma dan tekstur food bar.

Page 1 of 1 | Total Record : 8