cover
Contact Name
RANDI EKA PUTRA
Contact Email
randiekaputra23@gmail.com
Phone
+6282284569186
Journal Mail Official
randiekaputra23@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO Jl. Rang Kayo Hitam, Cadika, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
ISSN : -     EISSN : 26211629     DOI : https://doi.org/10.52060/pgsd.v5i1.893
Core Subject : Education,
Jurnal Tunas Pendidikan merupakan jurnal di bawah naungan Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Muara Bungo, yang berisi tentang naskah artikel hasil kajian dan penelitian dalam bidang pendidikan dasar. Jurnal ini difokuskan untuk mewadahi publikasi ilmiah dari hasil penelitian dosen, mahasiswa dan guru baik pada jenjang SD, SMP, ataupun SMA. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yakni setiap bulan Maret dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 417 Documents
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SENI BUDAYA DAN PRAKARYA (SBDP) MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION PADA SISWA KELAS IV DI SDN 143/VIII TELUK KEMBANG JAMBU KECAMATAN TEBO ULU Amisah Istiqomah, Tri Wera Agrita, Randi Eka Putra, Opi Andriani
Jurnal Tunas Pendidikan Vol 5 No 2 (2023): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LP3M STKIP Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v5i2.1050

Abstract

The problem in this study is the low student learning outcomes in SBdP learning, the teacher’s lack of attention to the material or learning concepts that should be delivered. This resulted in the low process and learning outcomes of students in class IV SDN 143/VIII Teluk Kembang Jambu, Tebo Ulu District. This research is a classroom action research with simple qualitative and quantitative approach. The research subjects were fourth grade students, which amounted to 30 people. This research consists of two cycles. This research was carried out in the second semester of the 2021/2022 academic year at SDN 143/VIII Teluk Kembang Jambu Tebo Ulu District. This research data was collected through observations, test results, photos and documentation. The results of research data analysis show that using the Direct Instruction Model can improve the process and learning outcomes of arts, culture and crafts (SBdP) in the fourth grade of SDN 143/VIII Teluk Kembang Jambu. Seen from the process of implementing learning carried out by the teacher in cycle I 80% and in cycle II it became 84.61%, and during the student learning process in cycle I 62% and in cycle II it becomes 80.63%. The same thing is also seen in student learning in the first cycle is 69.6%, and in the second cycle it becomes 83.6%. Then classroom action research in the use of Direct Instruction Model in learning arts, culture and crafts (SBdP) can improve the process and student learning outcomes.
Faktor-Faktor Penyebab Kurangnya Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Sikap Dan Prilaku Siswa di SMPN 7 Muara Bungo Arisman Sabir
Jurnal Tunas Pendidikan Vol 5 No 2 (2023): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LP3M STKIP Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v5i2.1051

Abstract

This research is a qualitative research using descriptive method which aims to find out the factors causing students' lack of awareness in practicing Pancasila values and the school's efforts to instill students' awareness in practicing Pancasila values. The informants were school principals, deputy principals, PKN teachers, counseling teachers, school administration staff and students. Data collected by observation, interviews and documentation. Test the validity of the data using data triangulation. Data analysis techniques: data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that the factors causing the lack of practicing Pancasila values in students' attitudes and behavior were: (1) The students themselves, the lack of awareness of students about the importance of practicing Pancasila values. (2) peers, there is influence from fellow students who behave negatively. (3) Schools, inadequate school facilities. (4) Family, lack of parental attention. Efforts made by schools to instill students' awareness of practicing Pancasila values in schools are: (1) conducting socialization, so that all parties know the importance of practicing Pancasila values, especially for students and parents. (2) providing exemplary and understanding of Pancasila, setting an example of good behavior to students and so that the understanding of Pancasila values can be carried out properly. (3) provide guidance and direction, in order to be able to find solutions to problems that students do. (4) giving punishment, in order to give a deterrent effect to students.
Perilaku Adaptasi Kedisiplinan Anak Terhadap Gaya Belajar Pasca Pandemi SD Negeri Cengkalsewu 01 Isfi Zuhaida fauziatul Azma; Fina Fakhriyah; Imaniar Purbasari
Jurnal Tunas Pendidikan Vol 5 No 2 (2023): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LP3M STKIP Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v5i2.1074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku adaptif kedisiplinan anak terhadap gaya belajar kelas tiga pasca pandemi. Mengetahui faktor yang mempengeruhi perilaku adaptasi terhadap gaya belajar anak selama pasca pandemi, serta aspek yang membangun perilaku adaptasi terhadap kedisiplinan anak pasca pandemi. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan pancatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku adaptasi pasca pandemi pada anak masih kurang. Sebelum adanya pandemi anak suka bermain dan bercanda. Setelah pandemi anak jarang berinteraksi karena pembelajaran dilakukan secara daring, setelah pandemi berakhir pembelajaran dilakukan tatap muka banyak anak menjadi canggung kepada teman. Waktu pandemi tugas diberikan dan dikumpulkan secara online, meskipun tidak tahu siapa yang mengerjakan tugas anak. Sekarang pasca pandemi, anak diharuskan mengerjakan tugas sendiri setelah itu dikumpulkan kepada guru langsung. Faktor yang mempengaruhi perilaku adaptasi kedisiplinan anak terhadap gaya belajar antara lain pergaulan anak di lingkungan rumah, motivasi orang tua terhadap anak pasca pandemi seperti perhatian orang tua sebelum anak berangkat kesekolah. Salah satu cara paling baik menumbuhkan kedisiplinan anak dengan membiasakan kebiasaan kecil seperti menemani anak ketika belajar, mengajak anak melakukan ibadah bersama. Sebisa mungkin mengajarkan disiplin sedini mungkin agar anak terbiasa melakukan hal baik.
KONTRIBUSI MADRASAH NIZHAMIYAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Novi Revolina Doriza
Jurnal Tunas Pendidikan Vol 5 No 2 (2023): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LP3M STKIP Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v5i2.999

Abstract

Abstrak; madrasah nizhamiyah merupakan perguruan Islam modern yang pertama di dunia, madrasah nizhamiyah mengajarkan pendidikan yang lebih khusus dengan spesifikasi bidang teologi dan hukum Islam. Lembaga pendidikan ini adalah salah satu cikal bakal lembaga pendidikan Islam modern baik dari segi kurikulum, metode pengajaran, sarana dan prasaran, adminsitrasi dan pembiayaan. Kurikulumnya berpusat pada Alquran, sastra Arab, sejarah Rasul, dan berhitung. Sistem pengajarannya menitik beratkan pada mazhab Syafi’i dan paham Asy’ariyah. Meski demikian, pada kurikulum yang digunakan terdapat perimbangan yang proporsional antara disiplin ilmu keagamaan (tafsir, hadis, fikih, kalam, dan lainnya) dan disiplin ilmu aqliyah (filsafat, logika, matematika, kedokteran, dan lainnya). Subject Curriculum difokuskan pada materi pelajaran yang diberikan berdiri sendiri, tidak berhubungan dengan pelajaran yang lain. Dalam subject curriculum, mata pelajaran diajarkan secara mandiri, dikembangkan berdasarkan keluasan pelajaran tersebut terhadap ilmu pengetahuannya. Bentuk kurikulum ini biasanya terdapat pada pelajaran utama, seperti al-Qur'an,Tafsir, Fiqh dan lain-alin. Kemudian pelajaran non-agama seperti Fisika, Biologi, Ilmu Berhitung, Kedokteran dsb, Subject Curriculum dikembangkan pada masa awal berdirinya madrasah dan pertumbuhan pendidikan Islam klasik.
KORELASI ANTARA GÜLEN MOVEMENT DENGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Novi Revolina Doriza
Jurnal Tunas Pendidikan Vol 5 No 2 (2023): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LP3M STKIP Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v5i2.1000

Abstract

Abstrak: Gűlen Movement adalah gerakan sosial kemanusiaan yang dipelopori oleh Fethullah Gülen. Gerakan ini telah memberikan kontribusi nyata bagi timbulnya kesadaran bersama umat manuisa di 140 negara di dunia untuk sama-sama pengakui pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai dasar kemanusiaan yang terdiri atas cinta kasih (love), tolrenasi (tolerance), rasa perikemanusiaan (humanity), kebersamaan dan ketulusan (integrity, kebutuhan pada pendidikan (education), bimbingan dan asuhan (bringing up the young), kemerdekaan dan kebebasan (freedom), demokrasi (democracy), kesenian (art), dan pelestarian lingkungan dan konservasi alam (environment and nature). Dalam gerakan ini pendidikan menjadi misi yang sangat urgen untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai kemanusiaan tersebut. Sementara di Indonesia pendidikan karakter yang dewasa ini menjadi fokus pembahasan, dalam substansinya substansinya misi dari gerakan ini. Demikian pula Panca Jiwa Pesantren (The Five Souls of Pesantren) yakni; Kejujuran (Sincerity). Kesederhanaan, (Simplicity), moralitas yang tingi (Hight Morality), keluasaan pengetahuan (Wide Knowlwdge), dan latihan pengalaman (Experience), memiliki spirit moral yang sama dengan model pendidikan Gűlen Movement. Dengan mendiskripsikan sejarah singkat Gűlen Movement serta nilai-nilai yang diusungnya, tulisan ini mencoba mencari kunci keberhasilan model pendidikan Gűlen Movement serta korelasinya dengan karakter pendidikan di Indonesia.
PEMBINAAN AKHLAK SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) 1 CURUP eka risma junita
Jurnal Tunas Pendidikan Vol 5 No 2 (2023): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LP3M STKIP Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v5i2.1001

Abstract

Abstrak:pembinaan akhlak merupakan upaya untuk menanamkan perilaku yang positif sesuai ajaran islam agar siswa menjadi pribadi yang bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pembinaan akhlak siswa di MIN 1 Curup. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis kualitatif menurut milles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan analisis data, yakni reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan, hasil penelitian ini diketahui bahwa, pembinaan akhlak di MIN 1 Curup melalui beberapa metode yaitu, metode pembiasaan, nasihat, keteladanan, tanya jawab, dan hukuman atau punishment.
Pelaksanaan Pengambilan Keputusan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan anton supriadi
Jurnal Tunas Pendidikan Vol 5 No 2 (2023): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LP3M STKIP Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v5i2.1003

Abstract

Keberadaan pendidikan sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dari keseluruhan proses kehidupan manusia. Kebutuhan manusia terhadap pendidikan bersifat mutlak baik dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun masyarakat dan bangsa terutama dalam proses penyampaian kebudayaan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Berbagai persoalan pendidikan saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, antara lain: masalah rendahnya mutu lulusan, sarana pembelajaran yang sangat terbatas, kurikulum dan pembelajaran yang kurang berbasis masyarakat, kepemimpinan dan manajemen yang kurang berfokus pada mutu serta kurang akuntabel. Fenomena ini masih banyak dijumpai di sekolah-sekolah dan madrasah meskipun desentralisasi pendidikan sudah dilaksanakan begitu pula persoalan masih rendahnya sarana dan prasarana pendidikan. Hal itu disebabkan antara lain oleh kurangnya kepedulian terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki serta tidak adanya pengelolaan yang memadai. Gambaran bahwa di era globalisasi setiap perencanaan atau pengadaan pasti ditetapkan melalui sistem pengambilan keputusan. Program-program sekolah, baik yang jangka pendek maupun jangka panjang sudah seharusnya ditetapkan melalui keputusan dan dilaksanakan oleh sekolah dan dikoordinir oleh kepala sekolah sehingga pencapaian tujuan dapat dijamin keberhasilannya. Hal yang menarik dari aspek manajemen adalah proses pengambilan keputusan yang pada akhirnya menghasilkan program kerja. Program ini yang berpengaruh pada peningkatan mutu sekolah.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP SEKSUALITAS BAGI ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Eka Risma Junita, Deri Wanto, Addahri Hafidz Awlawi
Jurnal Tunas Pendidikan Vol 5 No 2 (2023): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LP3M STKIP Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v5i2.1004

Abstract

Abstrak : Tulisan singkat ini mencoba membahas salah satu aspek pendidikan yang sangat penting dalam kehidupan manusia yaitu pendidikan seksual. Banyak orang memandang kata seks merupakan kata yang tabu untuk diperbincangkan, Dewasa ini perkembangan ilmu dan teknologi semakin pesat, mudah, dan cepat diakses oleh siapa, kapan, dan dimana saja. Informasi dan pengalaman seksual bisa diperoleh secara bebas, telanjang, dan tanpa filter. Hal ini bisa berpengaruhi secara psikis bagi anak. Jika anak memperoleh informasi dan pengalaman tentang seks yang salah akan membuat beban psikis dan mempengaruhi kesehatan seksualnya kelak. Anak-anak memiliki kebiasaan menirukan apa yang dilakukan oleh orang lain. Agama Islam adalah salah satu agama yang mengajarkan kesatuan di dalam mempelajari pengetahuan apapun terlebih soal seks. Banyaknya informasi tentang seks yang dipahami oleh remaja muslim yang demikian apa adanya mendorong pendidikan dalam dunia Islam untuk merumuskan pendidikan seks dengan demikian diharapkan mereka mampu membedakan dengan jelas dan tegas mana pendidikan seks yang mencakup nilai-nilai Islam dengan pendidikan seks yang sekuler dan terkandung cenderung menafikan kaidah kesatuan yang ada dalam nilai-nilai ajaran agama Islam
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN MENGGUNAKAN PERMAINAN MONOPOLI DI SMAN 12 BUNGO Maria Susanti
Jurnal Tunas Pendidikan Vol 5 No 2 (2023): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LP3M STKIP Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v5i2.1114

Abstract

This research is a classroom action research that conducted to improve the students’ learning processes and students’ achievement in civics education learning by using Monopoly game learning media. This action was conducted in to two cycles, where each cycle saw an increase in learning processes and outcomes. This increase also occurred in student learning achievement which continued to increase from the pre-cycle to the first cycle and continued to increase in the second cycle. Before the implementation of the action, only 35.7% of all students passed the KKM. Then, after the implementation of the action, in the first cycle the average student learning outcomes increased. The percentage increased by 28.4% from the pre-cycle, i.e. 64.2% of all students got grades that passed the KKM (70). Then, the learning outcomes of students returned to increase in the second cycle. Based on the test results of students, students who obtained completeness were 22 out of 28 students if the percentage was 78.5%.
PENDEKATAN FILSAFAT ESENSIALISME DALAM PEMECAHAN MASALAH PENDIDIKAN Amriyadi, Deri Wanto
Jurnal Tunas Pendidikan Vol 5 No 2 (2023): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LP3M STKIP Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v5i2.1006

Abstract

Esensialisme berpendapat bahwa pendidikan harus bertumpu pada nilai-nilai yangtelah teruji.nilai yg teguh, tangguh dan memiliki kekuatan sepanjang masa. Esesialisme merupakan falsapah pendidikan tradisional yang memandang bahwa nilai nilai pendidikan hendaknya bertumpu pada nilai nilai yang jelas dan tahan lama sehingga menimbulkan kestabilan dan arah yang jelas pula nilai nilai humanisme yang dipegangi oleh esensialisme dijadikan sebagai tumpuan hidupuntuk menentang kehidupan yang materialistic , sekuler, dan saintifik yang gersang dari nilai nilai kemanusiaan. Dalam perjalanan sejarahnya , filsapat pendidikan telah melahirkan berbagai pandangan , yang cendrung menimbulkan keraguan yang sulit untuk di kompromikan. Hal ini disebabakan karena masing masing pandangan berusaha mempertahankan pendapatnya sebagai suata kebenaran .pengaruh dari pandangan yang berbeda beda tersebut melahirkan berbagai aliran aliran diantaranya aliran esensialisme