cover
Contact Name
Mulyawan Safwandy Nugraha
Contact Email
mulyawan77@gmail.com
Phone
+628121117577
Journal Mail Official
jurnal.lektur@gmail.com
Editorial Address
Gedung kementerian Agama RI lantai 20 Jl. MH. Thamrin No. 6 Kebon Sirih Menteng Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10340
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Lektur Keagamaan
ISSN : 16937139     EISSN : 2620522X     DOI : DOI: 10.31291/jlka
the studies of classic religious manuscripts; the studies of contemporary religious manuscripts; religious history and society; religious archaeology; and religious arts on the scope of Nusantara.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2015)" : 15 Documents clear
Literatur Falsafah Islam di Indonesia Buah Karya para Penulis Indonesia Nanang Tahqiq
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 13 No 2 (2015)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.823 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v13i2.229

Abstract

Artikel ini melukiskan sekaligus memetakan susunan dan gambaran buku-buku falsafah Islam di Indonesia sejak awal kemunculan. Kajian ini menelaah secara sequence analysis, yakni menyajikan pustaka-pustaka falsafah Islam di Indonesia secara berurut menurut tahun pertama kali terbit. Guna membagi penjelasan distinktif mengenai falsafah Islam, maka tulisan ini membedakan tiga istilah: 1) falsafah Islam, 2) falsafah Islam di Indonesia, dan 3) falsafah Islam Indonesia. Penelitian ini mendeduksikan bahwa buku-buku falsafah Islam di Indonesia belum menguak materi dasar falsafah Islam itu sendiri.Kata Kunci: asas-asas falsafah Islam, pustaka falsafah Islam, falsafah Islam di IndonesiaThis article portrays, and all together, provides a map and illustration of literatures of Islamic philosophy in Indonesia, from the earlier moment when they appeared. This enquiry scrutinizes the subject by using analytical sequence, i.e. to present the books of Islamic Philosophy in Indonesia sequentially based on their first publication. In order to elucidate distinctively about Islamic philosophy, this study differentiates three terms: 1) Islamic philosophy, 2) Islamic philosophy in Indonesia, and 3) Indonesian Islamic philosophy. This study deduces that Islamic philosophical literatures have not revealed the basic matters of Islamic philosophy.Keywords : principles of Islamic philosophy, literature of Islamic philosophy, Islamic philosophy in Indonesia
Jalan Tasawuf dalam Naskah Layang Ijo Koleksi Kyai Mohammad Thohari Sidoarjo, Jawa Timur Nur Said
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 13 No 2 (2015)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.278 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v13i2.230

Abstract

Penelitian ini mengkaji empat hal: 1) dari mana asal-usul naskah Layang Ijo diperoleh?, 2) Apa deskripsi naskah Layang Ijo, mulai dari kondisi fisik sampai karakteristik ajarannya?, 3) Bagaimana sejarah naskah Layang Ijo dikumpulkan dan diajarkan?, 4) Apa nilai-nilai tasawuf apa yang dipetik dari ajaran Layang Ijo untuk kehidupan masyarakat Islam saat ini? Penelitian ini menggunakan prosedur filologis diikuti dengan analisis interpretatif untuk mengungkapkan jalan tasawuf dalam ajaran Layang Ijo. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa tradisi menulis dalam periode Wali Sanga bukan hanya terkait ungkapan batin (qalb), tetapi juga sebagai respon terhadap masalah kemanusiaan dalam kehidupan nyata seperti perilaku (lelaku) Wali Sanga. Di dalamnya juga dijelaskan pentingnya pengetahuan yang benar (ilmu sejati), hubungan harmonis antara tarikat, syari’at, dan hakikat, serta misteri kematian Syekh Siti Djenar. Di bagian akhir juga dibahas jalan ma'rifatullah sebagai warisan para Nabi, Rasul, dan kekasih Allah (Waliyyullah).Kata Kunci: Sufisme, manuskrip, Layang Ijo, filologi, konflik dan harmoniThis research examines four things: 1) Where do the origins of the manuscript Layang Ijo obtained by the collector?, 2) What is the description of the manuscript Layang Ijo ranging from physical conditions until characteristics of teaching?, 3) What the history of the manuscript Layang Ijo was collected dan taught?, 4) What are the values of Sufism anything that can be drawn from the Layang Ijo for the needs of the Islamic community life today? This research uses the philological procedures followed by interpretative analysis to find the path of Sufism in the Layang Ijo teaching. The conclusion of research shows that the tradition of writing in the time period of Wali Sanga is not just an expression of inner-sense (qalb) but also as response to the humanitarian concerns in the real life such as the mission and behavior (lelaku) of Wali Sanga, the importance of true knowledge (ilmu sejati), the Sufism, the harmony between tharikat, shari'ah and hakekat, as well as the mystery of the death of Sheikh Siti Djenar also reviewed in this manuscript. In the end it also discussed the way of ma'rifatullah as a legacy of the prophets, apostles and the lover of God (Waliyyullah).Keywords: Sufism, Layang Ijo manuscript, philology, conflict and harmony
Perubahan Ekonomi dan Perkembangan Peradaban Islam di Palembang Abad XVII – XIX M: Telaah atas Naskahnaskah Kontrak Sultan Palembang Endang Rochmiatun
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 13 No 2 (2015)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4061.1 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v13i2.231

Abstract

Artikel ini berbicara tentang hubungan antara perubahan dan perkembangan ekonomi selama Kesultanan Palembang, terutama di era Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1757). Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjawab pertanyaan: apa sektor ekonomi yang memberikan manfaat bagi Sultan, sehingga ia mampu memperluas peradaban? Bagaimana strategi Sultan Palembang dalam memajukan ekonomi yang mampu memengaruhi perkembangan peradaban Islam di Palembang. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa “lada” merupakan komoditas penting sebagai sumber pendapatan utama kesultanan. Sumber pendapatan lain datang dari “timah” yang berasal dari wilayah koloni yang bernama Bangka. Sultan Palembang melakukan dua bisnis yang saling bertentangan pada waktu yang sama: melakukan bisnis yang legal dengan pelindungnya VOC, dan di sisi lain, ia juga melakukan perdagangan timah di pasar gelap. Selanjutnya, ia juga menjual barang-barang lain yang benar-benar dilarang oleh VOC untuk membiayai penambangan timah. Keuntungan dari perdagangan ini mampu membawa kemakmuran Kesultanan Palembang dan kemajuan peradaban. Misalnya, Sultan mampu membangun kendaraan dan beberapa lembaga Islam.Kata Kunci: Palembang Sultanate, Sultan Mahmud Badaruddin, VOC, timah, lada This paper concerns on the relationship between the changing and development of economy during the Palembang’s Sultanate, especially in the era of Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1757) and the development of Islamic civilization. The objectives of this essay are to answer these questions; what economic sectors are that give benefits to the Sultan, so that he was able to expand the civilization? How are the Sultan of Palembang’s strategies to make economic advancement which affected to the development of Islamic civilization in Palembang. Finding of this research shows that the “pepper” from the headwaters area was an important commodity that played as the main source of income for sultanate. Another primary source of revenue came from “tin” which was from its colony named Bangka. Sultan of Palembang operated two contradict businesses at the same time; the first, he did a legal business with his protector namely VOC. On the other hand, he also traded tin in the black market in order to gain the redemption benefits. Furthermore, he also sold other goods which were actually prohibited by VOC, this aimed to finance the tin mining. The profits of trading on tin brought prosperity to Palembang Sultanate and advancement in civilization, for instance Sultan build vehicle and several Islamic institutions.Keywords: Palembang Sultanate, Sultan Mahmud Badaruddin, VOC, pepper, tin
Rekonstruksi Falsafah Bugis dalam Pembinaan Karakter: Kajian Naskah Paaseng Toriolo Tellumpoccoe Nurnaningsih Nurnaningsih
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 13 No 2 (2015)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.033 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v13i2.232

Abstract

Paaseng toriolo merupakan warisan dari raja-raja Bugis dan orang bijak, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan (naskah Galigo dan Lontara) di wilayah Tellumpoccoe (Bone, Soppeng dan Wajo). Kajian ini bertujuan untuk mengembalikan unsur nilai budaya Bugis yang terangkum Pangadereng (Ade', Bicara, Rapang, Wari' dan Syara'), sekaligus menjadi motivasi terhadap nilai-nilai kehidupan yang terintegrasi dengan konsep “Siri” dan syari'at Islam. Kajian ini menggunakan analisis interpretatif atas fenomena yang bersifat historis, sosiologis, religius, dan kultural. Hasil penelitian menemukan adanya konsep-konsep dari raja-raja dan orang bijak yang dimulai penulisannya dalam naskah Galigo dan Lontara sekitar abad 16-17 M. Isinya antara lain: paaseng yang berkaitan dengan perantauan, perlunya menuntut ilmu, tatanan sosial, pedoman kewajiban bagi Raja dan aparatnya, kewajiban bagi Raja dengan negara dan rakyatnya, serta pedoman rakyat terhadap Raja dan sesamanya. Pelestarian untuk mengembalikan tatanan nilai budaya yang hampir punah — karena kurangnya peneliti yang mampu membaca naskah Bugis — dan rekonstruksi atas nilai-nilai tersebut merupakan langkah urgen untuk memandu perilaku generasi muda yang kini sebagiannya telah terperangkap dalam gulungan sistem modernitas.Kata Kunci: filsafat Bugis, manuskrip, globalisasi Paaseng toriolo is a legacy of Bugis kings/ sages both in oral and written form (Galigo and Lontara manuscript) in the Tellumpoccoe region (Bone, Soppeng and Wajo). This study aims to restore Bugis cultural values summarized as Pangadereng (Ade ', bicara, Rapang, Wari' and Syara'), as well as a motivation of life values that is integrated in the concept of Siri "and Shari'ah. This study used a qualitative analysis as the interpretation of the historical, sociological, religious and cultural phenomenon. The research found that the concept of kings and sages began writing in the Galigo and Lontara scripts around XVI-XVII AD century and its contains Paaseng related to the wandering, the importance of Science, social order, the guidelines for the King and officers, obligation of the King with the State and people as well as the guidance of the king, society, and environment. Effortsto restore the preservation of cultural values that are endangered due to a lack of applicants who are able to read the Bugis script so that the reconstruction is viewed very urgent to monitor the generation behavior that are mostly caught up with modern systems in Globalization era.Keywords: Bugis Philosophy, Manuscript, Character Development, Globalization
Alih Wahana pada Kitab Patahulrahman Upaya Mendekatkan Sebuah Teks pada Masyarakatnya Kita Priscila Fitriasih Limbong
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 13 No 2 (2015)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.956 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v13i2.233

Abstract

Artikel ini membahas naskah Jawa yang berjudul Kitab Patahulrahman sebagai alih wahana dari naskah Melayu yang berjudul Fath al- Rahmān. Permasalahan yang dibahas dalam artikel ini adalah bagaimana bentuk alih wahana tersebut terjadi dan unsur apa saja yang menyertai alih wahana tersebut. Bertolak dari rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan artikel ini adalah menjelaskan bentuk alih wahana yang terjadi pada naskah Kitab Patahulrahman dan menjelaskan unsur-unsur yang menyertai terbentuknya alih wahana tersebut dibandingkan dengan unsur-unsur yang terdapat dalam naskah Fath al-Rahmān yang menjadi sumber sadurannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif-kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah kodikologi dan tekstologi. Dengan pendekatan ini, dapat simpulkan bahwa penulis teks memanfaatkan bentuk teks lokal, berupa tembang sebagai media alih wahana. Selain itu, pada teks terlihat penggunaan unsur-unsur lokal yang menyertai alih wahana tersebut. Unsur-unsur lokal ini dimanfaatkan dengan tujuan untuk mengembangkan suatu gagasan dalam bentuk lain, mengenalkan suatu karya dalam bentuk yang mudah dipahami oleh pembaca, dan sebagai upaya untuk mendekatkan karyanya pada masyarakat.Kata kunci: alih wahana, Kitab Patahulrahman, tembang, unsur lokal This article discusses about the Jawa manuscripts of Kitab Patahul-rahman as an adaptation from the Malay Manuscripts of Fath al-Rahmān. The issues that will be covered in this article are how the process of adaptation happens and what are other elements that complete the adaptation itself. Based on the problems mentioned above, therefore, the purpose of this article is to explain the forms of adaptation occurred in text Kitab Patahurahman and illustrate the elements that complete the adaptation, comparing them to the elements in the text Fath al-Rahmān which is the source of the adaptation. The method that will be used in this research is qualitative descriptive. This research will also use codicology and textology approach as main approaches. With these two approaches, this reseach utilities the forms of local texts as tembang the media of adaptation. Another this to add, we can see the use of these local elements on the text that goes together with the process of adaptation. These local elements are used purposefully to develop main ideas into another possible forms, introduce works in forms that are comprehensible enough for the readers, and to make the works closer to the people who read them.Keyword: adaptation, Kitab Patahulrahman, tembang, local colour
Khazanah Naskah Kuna Keagamaan Islam di Propinsi Riau: Deskripsi Telaah Khusus pada Naskah Bertemakan Tauhid Agus Iswanto
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 13 No 2 (2015)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.738 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v13i2.234

Abstract

Tulisan ini memaparkan tentang khazanah naskah-naskah keagamaan Islam di Propinsi Riau, dengan telaah khusus pada naskah-naskah berisi teks-teks di bidang tauhid. Hal ini penting artinya karena selama ini, naskah-naskah Riau yang lebih dikenal adalah naskah-naskah di Kepulauan Riau, khususnya Pulau Penyengat, padahal naskah-naskah di Riau Daratan agak terabaikan. Tulisan ini menyajikan juga tempat-tempat atau lokasi-lokasi berpotensi memiliki naskah. Dalam kesempatan ini dapat disajikan koleksi naskah-naskah dari dua wilayah, yakni Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, meskipun juga dipaparkan secara singkat koleksi naskah-naskah di wilayah lain di propinsi ini. Dari hasil penelusuran naskah keagamaan di Propinsi Riau ini, berhasil diinventarisasikan sejumlah 77 naskah di dua wilayah, yakni di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.Dari 77naskah tersebut, ada 22 teks yang berisi ajaran tauhid.Kata kunci: naskah keagamaan, filologi, kodikologi, tauhid, RiauThis paper describes about religious manuscripts in Riau province, with a special study of the manuscripts containing texts of tauhid (monotheism doctrine). This is important because manuscripts of Riau which more known is from the Riau Islands, particularly the Pulau Penyengat island, whereas manuscripts in mainland of Riau neglected. This paper presents also the places or locations could potentially have manuscrpt collections. This paper present a collection of manuscripts from the two regions, namely Kota Pekanbaru and Kampar, although it also present a brief collection of manuscripts in other regions in the province. This tracing results some 77 manuscripts in two areas, namely in Pekanbaru and Kampar. Of the 77 manuscripts, there are 22 texts that contain tauhid teachings.Keywords: religious manuscripts, philology,codicology tauhid, Riau
Konsep Peradaban Islam Nusantara: Kajian atas Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin (1645-1740) dan KH Sahal Mahfudz (1937-2015) Munawar Aziz
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 13 No 2 (2015)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.956 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v13i2.235

Abstract

Diskursus tentang Islam Nusantara merupakan studi strategis hubungan Islam dan politik. Islam di Timur Tengah belum bisa menerima secara utuh, namun tantangan tersebut ada pada Islam Indonesia dalam merespon demokrasi sebagai bentuk peradaban baru. Islam Nusantara merefleksikan bentuk dialog di antara nilai-nilai tersebut. Artikel ini mewacanakan bagaimana nilai-nilai budaya maupun politik menjadi sutu model hubungan Islam dan nilai-nilai tersebut secara damai. Mengacu pada kajian buku 'Arsyul Muwahiddin yang ditulis Sheikh Ahmad Mutamakkin (1645-1740) sebagai jembatan wujud hubungan antara hukum, tasawuf dan nilai-nilai budaya dalam konsep Islam. Mengacu pada buku tersebut Mutamakkin menyimpulkan bahwa konsep tentang relasi sosial dan civil society, yang disarikan dari konsep akidah, syariah dan tasawuf. Dengan demikian, Syekh Mutamakkin mengembangkan sebuah model keislaman yang komprehensif, dengan urutan yang jelas dan kongkret.Kata Kunci: Islam Nusantara, Syaria, Sufism, Arsyul Muwahiddin, Syekh Ahmad Mutamakkin The discourse on Islam Nusantara is a strategic study inside of relation Islam and politic in the international level. The problem of Arabic Country among Islam and politic is an example on this study. This is a challenge to reformulate the style of Islam which is responsive on democracy and civilizations. Islam in Indonesia (or Islam Nusantara) reflecting the concept of dialogue between Islam, politics and cultural values. This is what makes Islam Nusantara teach the values of peace and humanity. From this study, the book 'Arsyul Muwahiddin noted by Sheikh Ahmad Mutamakkin (1645-1740) on the bridge between the Islamic concept of sharia, Sufism and cultural values. The history of Syekh Ahmad Mutamakkin, in the relation with Javanese Empire, spread the views of relations among ulama, power and cultural ideas. This research, focused on several key questions: (1) how values contained in the book Sufism ‘Arsyul Muwahiddin? (2) How the Islamic identity of the archipelago, which is excerpted from the book and the history of ‘Arsyul Muwahiddin by Sheikh Ahmad Mutamakkin? The key questions that this research underlines the Islamic identity of the country, about the relationship between Islam, Sufism and local values to promote the concept of civilization in this country. Sheikh Ahmad Mutamakkin’s life history and values contained in the book ‘Arsyul Muwahiddin is a reflection to map the face of Islam Nusantara. Thus, an alternative view to contribute on Islamic model in the international sphere.Keywords: Islam Nusantara, Syaria, Sufism, Arsyul Muwahiddin, Syekh Ahmad Mutamakkin
Kepengarangan Sastra Kitab Fath Al-Rahman oleh Penyalin Anonim Titi Farhanah
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 13 No 2 (2015)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.334 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v13i2.236

Abstract

Yang dimaksud dengan pengarang dan karya yang diciptanya dalam tradisi manuskrip ini adalah penciptaan kembali kitab Fath al-Rahman karya Zakaria al-Ansari oleh penyalin anonim. Penyalin anonim yang mencipta semula kitab Fath al-Rahman dalam makalah ini tentunya berbicara mengenai diri dan identitasnya sebagai pengarang yang mengungkapkan pesona dan kewibawaannya telah mencipta kitab Fath al-Rahman. Pesona dan kewibawaan itu menurut Michel Foucault identik dengan identitas dan peranan diri pengarang dalam menghasilkan karya. Walaupun pengarang bukanlah sumber maupun titik asal penciptaan karya, pengarang tetaplah mengungkapkan pesona dan kewibawaannya sebagai pencipta karya yang tertumpu kepada kuasa pengarang mencipta dan memaknai karya, serta kuasa masyarakatnya menerima dan menghormati diri pengarang dan karyanya.Kata kunci: penyalin anonim dan pengarang, pesona dan kewibawaan, mencipta dan memaknai karya, tanggapan masyarakat Authors and their works in this manuscript tradition here mean the recreation of Zakaria al-Ansari’s book, Fath al-Rahman, by anonymous copyist. The anonymous copyist who recreates the Fath al-Rahman in this paper certainly speak about him/herself and his/her identity as an author who expresses his/her charm and authority that he/she has written Fath al-Rahman. These charm and authority, according to Michel Foucault, are identical with identity and the role of the author in creating his/her work. Even though authors are not the source or the original point of the creation of work, authors use their charm and authority as the creator of work which are concentrated on the authority of the authors in creating and giving meaning to their works, and the power of their society in accepting and respecting the authors and their works.Keywords: anonymous copyist and author, charm and authority, creating and giving meaning to the works, society’s responses
Apresiasi Intelektual Islam terhadap Naskah Klasik Keagamaan Nasrullah Nurdin
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 13 No 2 (2015)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.53 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v13i2.237

Abstract

Naskah klasik (manuskrip, manuscripts) nusantara merupakan salah satu kekayaan khas budaya bangsa Indonesia yang belum banyak tersentuh perhatian dan hanya terjamah dalam komunitas terbatas di kalangan para intelektual yang berkecimpung di bidangnya, sehingga keberadaannya dapat punah ditelan masa dan usia. Padahal, keberadaannya tidak ada bedanya dengan peninggalan cagar budaya lainnya, seperti candi, istana, tempat ibadah, museum, dan lain sebagainya, bahkan jumlah naskah klasik jauh lebih besar. Naskah Islam Nusantara merupakan salah satu warisan Islam yang tidak ternilai di negeri ini. Banyaknya naskah yang tersebar di masyarakat menarik minat para peneliti, pemerhati naskah, bahkan kolektor naskah untuk terus-menerus melakukan inventarisasi dan pendataan naskah-naskah tersebut. Pentingnya naskah atau manuskrip sebagai sebuah benda cagar budaya yang harus dilindungi dan bermanfaat bagi evaluasi dan pengembangan kebudayaan sudah barang tentu akan menjadi nilai tersendiri bagi bangsa ini di mata internasional. Artikel ini akan menyoroti hal-ihwal apresiasi kaum intelektual muslim Indonesia terhadap naskah klasik keagamaan.Kata kunci: Manuskrip, Filologi, Kebijakan Pemerintah, Apreasiasi Manuscripts of the archipelago is one of the important Indonesian cultural treasures which are mostly neglected and only being paid attention by limited intellectual communities who are expert in their field so that its existence is threatened with the passage of time. The existence of this manuscript is similar with that of other cultural legacies such as temples, palaces, places of worships, museums, etc. The number of manuscript is even more than these cultural heritages. Islamic manuscript of the archipelago is one of the invaluable Islamic heritages of this country. These large number of manuscripts have attracted the interest of researchers and those who are concerned with the manuscript and even the manuscript collectors to continually do inventorization and data recording of these manuscripts. The urgency of manuscript as a cultural heritage that needs to be protected for the sake of cultural evaluation and development in the future . This article will secutiuize some lights on Indonesian Muslim intellectual appreciation to the religious manuscript.Keywords: Manuscript, Filology, Government Policies, Appreciation.
Petunjuk Baru Silsilah Ahmad Khatib Sambas: Tiga Teks Tulisan Melayu Ali Muzakir
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 13 No 2 (2015)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.463 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v13i2.238

Abstract

Tulisan ini mengungkap petunjuk baru tentang silisilah Ahmad Khatib Sambas di dalam tarekat, khususnya, Naqsyabandiyah. Setiap pengikut tarekat meyakini bahwa ritual yang mereka amalkan berasal dari guru-guru terdahulu yang diterima sedemikian rupa dan terhubung sampai kepada Nabi. Kejelasan silsilah tersebut menjadi fondasi terbentuknya sebuah tarekat. Melalui penelusuran terhadap beberapa manuskrip Fath al-‘Arifin (FA) menunjukkan bahwa Khatib Sambas adalah mursyid dan memiliki silsilah melalui Tarekat Qadiriyah maupun Naqsyabandiyah. Informasi tersebut diperoleh dari manuskrip FA yang ditemukan di Jambi. Penulisnya adalah ‘Abd al-Wahid Palembang, khalifah Khatib Sambas. Namanya memang tidak dikenal di kalangan pengikut tarekat. Padahal karyanya memiliki informasi yang lebih lengkap tentang silsilah gurunya dan beberapa ajaran tarekat yang tidak ditemukan di dalam manuskrip FA lainnya.Kata kunci: Khatib Sambas, Fath al-‘Arifin, silsilah, adab murid. Each sufi order (tarekat) follower believes that rituals they performing tightly is coming from the previous teachers that connects to Nabi Muhammad PBUH. The clearance of lineage is the foundation of a tarekat establishment. This paper tries to elaborate a new light about the lineage of Ahmad Khatib Sambas in the tarekat especially tarekat Naqsabandiyah. Based on exploring the manuscript Fath al-‘Arifin, the author shows that Ahmad Khatib Sambas is a spiritual guru (mursyid) for tarekat that has linked with tarekat Qadiriah as well as tarekat Naqsabandiyah. Manuscript of Fath al-‘Arifin was found in Jambi recently. The author of the manuscript is ‘Abd al-Wahid Palembang, khalifah Khatib Sambas. The name is not well known for most of sufi order member, but his writing is very important to inform the lineage of his guru as well as many other tarekat teachings that never found in any other manuscript Fath al-‘Arifin.Keywords: Khatib Sambas, Fath al-‘Arifin, lineage of tarekat guru, student tarekat attitude.

Page 1 of 2 | Total Record : 15