cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
psppi@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Lampung Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145 Email: jrl@eng.unila.ac.id Website : http://jrl.eng.unila.ac.id/index.php/ojs/index
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lampung (JRL)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28304640     DOI : https://doi.org/10.23960/jrl.v1i1
Jurnal Rekayasa Lampung (JRL) merupakan jurnal ilmiah yang bersifat peer-reviewed dan open access yang dikelola oleh Fakultas Teknik, Univeritas Lampung yang bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). JRL berisi artikel ilmiah yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, aplikasi teori, serta kajian analitis di bidang rekayasa sistem dan industri dalam keilmuan Teknik. Mulai tahun 2022 JRL diterbitkan empat bulanan, yaitu bulan Januari, April, dan Agustus dalam bentuk online dengan e-ISSN 2830-4640 JRL memuat artikel ilmiah dengan topik berikut (tetapi tidak terbatas hanya pada topik tersebut) : - Sistem Produksi - Rekayasa dan Pengendalian Kualitas - Riset Operasional - Supply Chain Management - Ergonomi - Teknik Mesin - Konstruksi - Teknik Lingkungan - Geofisika - Teknik Kimia - Arsitektur - Geodesi - Teknik Elektro - Manajemen Industri - Manajemen Proyek - Decision Support System - Knowledge Management - Enterprise and Architecture - Data Analytic - Enterprise Application Development - IT Governance, Risk, and Compliance - Computation System - Dan lain-lain
Articles 64 Documents
ANALISIS KELAYAKAN INTENSITAS PENCAHAYAAN RUANG KERJA PADA GEDUNG PEMERINTAHAN TERHADAP SNI 6197:2020. KASUS: LANTAI DUA GEDUNG DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN (DPRKP) KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR. Madani, Madani
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v3i1.38

Abstract

Pencahayaan yang baik dalam ruang kerja sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan, produktivitas, dan kesehatan penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan sistem pencahayaan pada ruang kerja di gedung pemerintahan khususnya Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten OKI, berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI 6197:2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran intensitas cahaya menggunakan SNI 7062-2019 termasuk di dalamnya penggunaan lux meter dan analisis data kuantitatif untuk mendapatkan hasil. Dari delapan sampel data ruang kerja menunjukkan; empat diantaranya memenuhi dan empat lainnya tidak memenuhi standar minimum SNI 6197:2020, dengan selisih kekurangan 44 hingga 288 Lux. Kebanyakan ruangan yang mengalami kekurangan tersebut adalah ruangan yang menghadap ke barat. untuk memenuhi standar minimal SNI 6197:2020 dapat ditambahkan pencahayaan buatan pada dua ruangan dengan kebutuhan 4.032 Lumen dan dua ruangan lagi dengan kebutuhan 11.9734.84 Lumen. Penelitian selanjutnya yang dapat dilakukan dengan data pada artikel ini adalah dengan menggabungkan aspek kebisingan dan kenyamanan suhu dalam lingkungan kerja. Kolaborasi data tersebut berpotensi memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kriteria ergonomi dan kenyamanan termal, khususnya pada konteks bangunan pemerintahan.
PERENCANAAN CONCRETE SLAB SEBAGAI PERLINDUNGAN EXTERNAL PIPA Aztina, Belarizka
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v3i1.39

Abstract

Pada proyek pemasangan pipa tidak terlepas dari kendala, salah satunya memasang pipa yang penempatannya di bawah jalan. Berdasarkan hasil perencanaan desain dan analisis tersebut, analisis stabilitas dan desain fondasi untuk pelindung pipa menggunakan concrete slab menunjukkan bahwa struktur telah memenuhi semua persyaratan desain. Parameter yang berpengaruh dalam perencanaan desain concrete slab ialah soil bearing capacity dari tanah lokasi yang akan dipasang concrete slab, beban yang akan melintasi concrete slab dan beban sendiri concrete slab tersebut, serta pemilihan material. Hasil cek stabilitas terhadap gaya geser dan momen guling berada dalam batas yang diizinkan, dengan faktor keamanan memenuhi standar. Tekanan tanah (bearing pressure) yang dihasilkan juga berada di bawah nilai allowable, sehingga menunjukkan stabilitas fondasi yang baik. Selain itu, analisis kebutuhan tulangan (reinforcement) pada kedua arah (X dan Y) memperlihatkan bahwa nilai tulangan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan desain. Cek terhadap gaya geser satu arah dan dua arah menunjukkan hasil yang memadai, dengan semua nilai berada dalam batas aman. Keseluruhan analisis ini mengindikasikan bahwa desain concrete slab mampu memberikan perlindungan yang optimal untuk pipa di lokasi proyek.
INOVASI KOTA DI DUNIA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PENGHUNI KOTA MELALUI KONSEP SMART CITY DAN PENERAPAN INOVASI KOTA IMPIAN DI KABUPATEN BANYUASIN Defriansyah , Defriansyah
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v3i1.40

Abstract

Perencanaan pembangunan perkotaan selalu membahas tentang pembangunan infrastruktur dan tata kelola perkotaan, disisi lain ternyata masih banyak aspek pendukung yang harus diperhatikan dan salah satunya adalah kebutuhan kota untuk dapat memenuhi kebutuhan penghuni kota. Masyarakat sangat membutuhkan fasilitas kota serta pelayanan publik yang ramah dan terjangkau namun yang menjadi fokus pembahasan pada penelitian ini adalah bagaimana kota lebih dapat menciptakan keseimbangan tidak hanya pada fasilitas dan pelayanan publik namun juga bagaimana dapat menciptakan lingkungan yang ekologis dan layak huni. Metode preseden digunakan untuk dapat melihat bagaimana kota-kota besar di dunia menerapkan konsep kota impian mereka masing-masing dan memperlihatkan bahwa banyak kota-kota di dunia yang menerapkan konsep Smart City dengan melakukan inisasi dan inovasi dalam pemanfaatan teknologi dan sistem informasi pada fisik kota yang terintegrasi secara spasial. Kebutuhan akan hunian yang layak huni juga dapat diatasi melalui penerapan lapisan dari pembentuk Smart City yaitu standar dalam pemenuhan indikator-indikator yang dapat membentuk Smart Living. Salah satu isu kota yang berkembang di Indonesia saat ini salah satunya adalah Urban Sprawl dimana pertumbuhan penduduk yang tidak dapat dikontrol menyebabkan kebutuhan hunian yang layak huni menjadi semakin bertambah serta fenomena Urban Sprawl memberikan implikasi pada sistem iklim yang mendorong kota untuk dapat memenuhi kebutuhan lingkungan yang ekologis dan terintegrasi. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengetahui langkah-langkah yang tepat yang dapat di implementasikan pada perencanaan kota agar dapat mewujudkan kota impian yang ekologis dan layak huni serta melihat penerapan inovasi apa saja yang sudah diterapkan di Kabupaten Banyuasin.
PERAN KELEMBAGAAN DALAM PENUNTASAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) DI BANYUASIN DAN SOLUSI PENERAPAN DIMENSI SMART PEOPLE DAN SMART GOVERNMENT Azhary , Kgs. M. Benyamin
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v3i1.41

Abstract

Rumah layak huni dan terjangkau untuk MBR merupakan persoalan yang belum bisa diatasi tuntas meskipun pemerintah sudah merancang program-program untuk menyelesaikan angka backlog perumahan yang semakin meningkat (Widiawati, 2022). Smart City merupakan konsep pengembangan kota yang berdasarkan prinsip teknologi informasi dibuat serta ditujukan untuk kepentingan bersama secara efektif dan efisien khususnya dalam konteks pengembangan perkotaan. Konsep Smart City sendiri mengacu pada kota yang terukur tata kelolanya dam melakukan kolaborasi dan keterlibatan dari semua pihak, bukan dari pemerintah saja, tetapi lebih ditekankan pada pelaksanaan fungsi pengelolaan secara bersama-sama oleh pemerintah beserta para stakeholder, misalnya perusahaan swasta, lembaga atau komunitas masyarakat, dan yang paling terpenting adalah partisipasi dari masyarakat itu sendiri. Berdasarkan data RTLH yang diperoleh dari dinas teknis terkait, pada tahun 2021 Kabupaten Banyuasin memiliki jumlah RTLH yang cukup tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Sumatera Selatan. Pada tahun 2021 terdata total ada 30.284 rumah yang teridentifikasi sebagai RTLH, melalui program penuntasan RTLH yang dilaksanakan tercatat hanya sekitar 7% (tujuh persen) atau 2.142 RTLH yang dituntaskan pada tahun 2021, sehingga pada tahun 2022 tercatat masih tersisa 28.142 RTLH yang memerlukan penanganan. Program penuntasan RTLH yang berjalan di Kabupaten Banyuasin merupakan kegiatan swadaya yang didasarkan dari bantuan dana stimulan dari pemerintah yaitu Pro-Rakyat (Program Optimlisasi Rumah Masyarakat) Kabupaten Banyuasin yang pada dasarnya memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat. Untuk mewujudkan partisipasi masyarakat dalam Smart City diperlukan keterhubungan yang terkait satu sama lainnya antara Smart People, Smart Community dan Smart Government untuk mewujudkan Smart City yang partisipatif. (Winarsoh dan Arafah, 2019). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana peran kelembagaan dalam proses penuntasan persoalan RTLH dan merumuskan strategi penerapan dimensi Smart City pada program Pro-Rakyat di Kabupaten Banyuasin, dalam mewujudkan kepemilikan rumah layak huni dan berkelanjutan untuk MBR serta menurunkan backlog perumahan. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis studi literatur untuk menyusun indikator, analisis gap untuk melihat sejauh mana peran pemerintah dan masyarakat, dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi penerapan dimensi Smart People dan Smart Government.
KONSEP PENATAAN TATA RUANG PEMBANGUNAN PABRIK PT. OKI PULP & PAPER Mutholib , Abdul
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v3i2.42

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi perencanaan lokasi unit produksi di pabrik PT. OKI pulp and paper yang kurang efektif, sehingga akan berdampak ke biaya produksi tinggi dan beberapa ruang kosong yang tidak bisa digunakan. Biaya produksi yang tinggi dikarenan jarak pemindahan bahan dari unit satu ke unit yang lain cukup jauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perencanaan tata ruang yang efektif dan memberikan ruang kosong untuk pengembangan pabrik ke tahap ke dua. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) yaitu analisis hubungan fasilitas dengan Total Closeness Rating (TCR) dan menggunakan Activity Relationship Chart (ARC) untuk mendapatkan tata letak yang efektif. Jika tata letak bisa mengalirkan material produk yang ada dengan jarak aliran material terpendek, maka tata letak yang efektif akan didapat. Dari data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Worksheet (ARW), Analisis Activity Relationship Diagram (ARD), dan Total Closeness Rating (TCR). Akan dihasilkan angka setiap hubungan antara masing-masing unit dan tingkat kedekatan antar unit, diharapkan dapat menghasilkan tata letak efektif yang dapat dijadikan Master Plan PT. OKI Pulp & Paper
PERENCANAAN PERKERASAN KAKU MENGGUNAKAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN (MDP) 2024 PADA RUAS JALAN SUTAN SYAHRIR KOTA METRO Carlinaa, Serli
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v3i2.43

Abstract

Perkerasan jalan merupakan lapisan perkerasan yang terletak di antara lapisan tanah dasar dan roda kendaraan, yang berfungsi memberikan pelayanan kepada sarana transportasi dan selama masa pelayanannya diharapkan tidak terjadi kerusakan. Pada artikel ini dilakukan analisis Ruas Jalan Sutan Syahrir dikarenakan kondisi existing jalan mengalami kerusakan seperti jalan berlubang dan pelepasan butiran agregat. Pemerintah Kota Metro merencanakan rekonstruksi jalan dengan perkerasan kaku untuk ruas jalan Sutan Syahrir. Dalam merencanakan desain struktur perkerasan jalan kaku yaitu dengan menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2024. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer yaitu pengukuran panjang dan lebar jalan, survey lapangan, data lalu lintas dan data sekunder yaitu peta lokasi, data CBR dan status jalan. Hasil pengamatan dan survey didapat nilai lalu lintas harian rata – rata (LHR) sebesar 863 kendaraan perhari yang terbagi dalam beberapa jenis golongan kendaraan. Nilai CBR rata - rata tanah dasar yakni 7,47% diatas nilai minimum CBR yang dipersyaratkan sebesar 6%. Nilai Jumlah Kelompok Sumbu Kendaraan Niaga (JSKN) untuk umur rencana 40 tahun sebesar 3.215.180,263 / (3,22E+06). Maka hasil dari penelitian Analisis Tebal Perkerasan Kaku Menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 Pada Ruas Jalan Sutan Syahrir Kota Metro diperoleh Tebal Perkerasan Beton Semen = 250 mm, Lapis Pondasi Bawah = 100 mm dan LPA Kelas A = 100 mm dengan jenis perkerasan Beton Semen Bersambung Tanpa Tulangan (JPCP) serta didapati sambungan melintang menggunakan dowel Ø36 – 300 panjang 450 mm, batang pengikat (Tie-bar) Ulir Ø16 – 600 panjang 700 mm.
ANALISIS PRIORITAS IMPLEMENTASI MODERNISASI IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI WAY SEKAMPUNG Hasan , Nurul Meilani
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v3i2.44

Abstract

Sistem irigasi di Indonesia mulai berkembang pada dekade awal 1970-an. Dengan kondisi lingkungan saat ini yang mengalami perubahan, baik strategis maupun ekologi, berdampak pada perubahan sistem irigasi yang dapat menyebabkan pengelolaan air irigasi menjadi semakin buruk. Modernisasi irigasi muncul sebagai solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi, ketahanan, dan keberlanjutan sistem irigasi dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan air. Daerah Irigasi Way Sekampung terdiri dari tujuh sub daerah irigasi dengan luas layanan mencapai 55.000 ha, yaitu Sub DI Bekri, Sub DI Sekampung Batanghari, Sub DI Bunut, Sub DI Batanghari Utara, Sub DI Raman Utara, Sub DI Punggur Utara dan Sub DI Rumbia. Implementasi modernisasi irigasi Daerah Irigasi Way Sekampung dinilai berdasarkan indeks kinerja sistem irigasi dan indeks kinerja modernisasi irigasi. Dengan analisis SWOT, dapat diperoleh prioritas implementasi modernisasi Daerah Irigasi Way Sekampung. Hasil analisis diharapkan dapat menjadi masukan kepada pemangku kebijakan untuk penerapan modernisasi irigasi di Daerah Irigasi Way Sekampung, termasuk manfaat, tantangan, serta implementasi di lapangan.
INVESTIGASI FORENSIK PASCA-KEGAGALAN LONGSOR DI SUMATERA SELATAN Gumai, Kharestian Kari
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v3i2.45

Abstract

Beberapa ruas jalan nasional di Provinsi Sumatera Selatan, khususnya di sepanjang Jalan Lintas Tengah Sumatera dan jalan yang menghubungkan Lahat dengan Pagar Alam, berada di daerah yang rawan longsor. Hal ini disebabkan oleh kondisi medan dan geologi yang kurang stabil. Wilayah ini terbentuk dari formasi geologi Talang Akar, yang terdiri dari batu pasir halus, batu lempung, lanau, dan serpih. Jenis batuan ini memiliki sifat yang mudah menyerap air, sehingga saat hujan turun dengan intensitas tinggi, tanah di daerah tersebut kehilangan kekuatan gesernya. Akibatnya, tanah menjadi lebih mudah mengalami pergerakan dan longsor. Selain faktor geologi, perubahan iklim juga turut mempengaruhi stabilitas tanah di daerah ini. Pola hujan yang mengalami perubahan, di mana musim hujan menjadi lebih singkat tetapi dengan intensitas yang lebih tinggi, mempercepat proses erosi dan meningkatkan tekanan air pori dalam tanah. Hal ini semakin memperbesar kemungkinan terjadinya longsor, terutama di kawasan dengan kemiringan lereng yang curam dan drainase yang buruk.Salah satu kejadian longsor yang cukup parah terjadi pada tahun 2021, di mana hujan deras memicu pergerakan tanah yang menyebabkan akses jalan nasional dari Lahat ke Pagar Alam terputus. Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu, distribusi barang dan jasa terhambat, serta perekonomian lokal mengalami dampak yang cukup besar. Berdasarkan pengamatan lapangan, ditemukan bahwa sistem drainase yang ada tidak mampu mengalirkan air dengan cepat, sehingga air tergenang di sisi bukit. Genangan air ini memperburuk kondisi tanah yang sudah lemah, mempercepat proses pelongsoran.Hasil penyelidikan geoteknik menunjukkan bahwa lapisan tanah di daerah tersebut memiliki karakteristik yang beragam. Pada kedalaman 1 hingga 14 meter, tanah didominasi oleh kerikil dan batu lempung yang terfragmentasi, sedangkan pada kedalaman 14 hingga 18 meter terdapat lapisan batu pasir sangat halus. Lebih dalam lagi, pada kedalaman 18 hingga 30 meter, ditemukan lapisan batu lempung-lanau. Pengukuran resistivitas listrik juga menunjukkan bahwa zona yang jenuh air mencapai kedalaman 6 hingga 15 meter. Hal ini menunjukkan bahwa air tanah dapat dengan mudah meresap ke dalam lapisan tanah dan menyebabkan tekanan air pori meningkat, yang pada akhirnya membuat lereng semakin tidak stabil. Lebih lanjut, analisis perhitungan balik terhadap stabilitas lereng menunjukkan bahwa faktor keamanan di daerah ini hanya sebesar 1,02. Angka ini sangat mendekati batas kritis, yang berarti lereng berada dalam kondisi sangat rawan longsor. Dengan kondisi yang demikian, perlu dilakukan berbagai upaya stabilisasi lereng agar longsor serupa tidak terjadi lagi di masa depan.Beberapa solusi yang dapat diterapkan antara lain adalah perbaikan sistem drainase agar air hujan tidak lagi menggenang di lereng, pemasangan dinding penahan tanah untuk memperkuat struktur lereng, serta penggunaan teknik perkuatan tanah seperti pemasangan paku bumi atau geotekstil. Selain itu, pemantauan berkala dan peringatan dini juga perlu diterapkan untuk mengurangi risiko bencana dan memberikan waktu bagi masyarakat serta pihak berwenang untuk melakukan langkah mitigasi sebelum terjadi longsor yang lebih besar. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan akses jalan nasional di wilayah Sumatera Selatan dapat lebih aman dan terhindar dari gangguan akibat bencana longsor.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN MODA TRANSPORTASI TIDAK BERBAYAR (BUY THE SERVICE) PADA KORIDOR ASRAMA HAJI – TALANG BETUTU Ismail , Ayu
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v3i2.46

Abstract

Salah satu aspek transportasi yang menyangkut hajat hidup orang banyak adalah angkutan umum. Angkutan umum merupakan salah satu sarana transportasi yang vital dalam kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan tak terkecuali di Kota Palembang. Sejalan dengan perkembangan waktu, angkutan umum di Kota Palembang terus melakukan pembaharuan diantaranya telah tersedianya Moda Transportasi Buy The Service yang melayanani 7 koridor dan salah satunya adalah koridor Asrama Haji – Talang Betutu. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih Moda Transportasi Buy The Service. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan sumber data primer dan sekunder. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Model Logit Binomial dengan tiga pengujian hipotesis yaitu Kelayakan Model Regresi, Uji Koefisien Determinasi, Uji Hipotesis Wald. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah responden survei Reveal Preference sebanyak 200 orang yang melewati rute Moda transportasi Buy The Service terhitung sebanyak 142 pernah naik Moda transportasi Buy The Service dan 59 orang belum pernah menggunakan Moda transportasi Buy The Service dan bahwa data variable independent berpengaruh signifikan terhadap variable dependent dan hasil analisis regresi logistik menunjukkan variable jenis kelamin, usia, dan biaya perjalanan berpengaruh dalam menentukan masyarakat menggunakan moda angkutan kota Moda transportasi Buy The Service.
KARAKTERISTIK LAMPU SODIUM HIGH-PRESSURE (SON T) DAN LAMPU LIGHT EMITING DIODA (LED) TERHADAP EFESIENSI ENERGI Damayantia, E
Jurnal Rekayasa Lampung Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrl.v3i3.47

Abstract

Di Kabupaten Ogan Komering Ilir hingga saat ini terdapat kurang lebih 25.000 s.d 3.000 lampu penerangan jalan yang terdapat 18 Kecamatan, yang sebagian kecil merupakan lampu LED dan lebih banyak menggunakan lampu Son T, Pada saat sekarang ini perkembangan teknologi semakin pesat dan membutuhkan energi yang sangat besar. Begitu juga dengan perkembangan teknologi lampu yang semakin hemat energi, contohnya lampu LED. Pengujian karakteristik dan efisiensi lampu LED dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu : pengukuran karakteristik listrik, pengukuran intensitas cahaya, pengukuran temperatur, uji ketahanan dan analisis efisiensi. Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan lampu LED dengan lampu jenis lain yang beredar di masyarakat. karakteristik dan efisiensi energi antara lampu SON-T 150 watt dan lampu LED 100 watt yang digunakan dalam sistem pencahayaan. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk menganalisis kinerja kedua jenis lampu berdasarkan konsumsi daya, intensitas cahaya (lumen), umur pakai, serta efisiensi energi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa meskipun lampu LED memiliki daya lebih rendah, intensitas cahaya yang dihasilkan setara bahkan lebih tinggi dibandingkan SON-T. Selain itu, lampu LED menunjukkan efisiensi energi yang lebih baik dengan nilai lumen per watt yang lebih tinggi dan umur pakai yang lebih panjang. Dari segi biaya operasional jangka panjang, lampu LED juga lebih ekonomis meskipun investasi awal lebih besar. Dengan demikian, penggunaan lampu LED 100 watt lebih disarankan sebagai alternatif efisien dan ramah lingkungan dibandingkan lampu SON-T 150 watt dalam aplikasi pencahayaan umum.