cover
Contact Name
Herindiyati Soeripno
Contact Email
jurnal.teknik@borobudur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknik@borobudur.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalimalang No. 1 Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal KaLIBRASI : Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri
Published by Universitas Borobudur
ISSN : -     EISSN : 26567768     DOI : https://doi.org/10.37721/kalibrasi.v5i2
Core Subject : Social, Engineering,
Architecture Engineering: Theory, History, Architecture Design, Architecture Science and Technology, Architecture and Urban Design, Home and Housing Architecture, Interior and Exterior Design. Civil Engineering: Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering and Marine Engineering Industrial Engineering: Operations Management, Quality Engineering, Manufacturing Systems, Value Engineering, Optimization, Industrial Automation, Strategic Management, Production Planning, Risk Management, Service Engineering, Industrial System Simulation
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2018)" : 6 Documents clear
ANALISIS PERBAIKAN WAKTU SETUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE SMED UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PT. TRIMITRA CHITRA HASTA Djauhar Arifin
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.428 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v8i0.313

Abstract

Dengan tingkat produksi yang tinggi harus didukung dengan produktifitas yang tinggi pula. Permasalahan yang ada adalah pengiriman sample part dari departemen engineering ke customer, untuk mengatasi keterlambatan tersebut dengan meningkatkan produktifitas. Untuk meningkatkan produktifitas dapat menggunakan metode Single-Minute Exchange of Die (SMED) dengan mengkonversi setup internal menjadi setup eksternal. Penerapan metode SMED diterapkan pada tiga mesin milling di sub departemen tool manufacturing engineering. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa dengan diterapkannya metode SMED, waktu setup pada ketiga mesin milling mengalami penurunan rata-rata ketiga mesin sebesar  59%. Dengan rata-rata waktu setup sebelum penerapan SMED sebesar 618 detik setelah penerapan SMED menjadi 251 detik.Kata kunci: manufacture, produktivitas konversi set up, metode SMED.
IDENTIFIKASI BAHAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA UPAYA PENGENDALIAN PADA PROSES PENGELASAN DI WORKSHOP Meilan Agustin
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.256 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v8i0.314

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan permasalahan yang berdampak besar bagi kelangsungan sebuah perusahaan. Kerugian yang diderita tidak hanya berupa kerugian materi tetapi juga kerugian akan kehilangan tenaga kerja yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun, sehingga sebuah perusahaan perlu memberikan perhatian yang besar dalam manajemen keselamatan kerja. Hal yang sama berlaku pada PT Central Power Indonesia (CPI) yang bergerak dalam bidang elektrikal khususnya generator pembangkit tenaga listrik atau yang lazim disebut generating set. Karyawan PT CPI sangat rawan terhadap kecelakaan kerja dalam menjalankan kegiatannya. Agar kecelakaan kerja dapat dikurangi maka dalam penelitian ini akan mengidentifikasi kecelakaan kerja yang sering timbul serta penanganannya menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Hasilpengolahan data diperoleh 5 (lima) bentuk bahaya potensial yaitu terkena mata, terhirup, terabsorpsi kulit, kebakaran, dan ledakan. Dari kelima bahaya tersebut masing-masing memiliki tingkat risiko seperti low risk, medium risk, dan high risk.Kata kunci: Kecelakaan kerja, JSA, risiko kerja.
KAJIAN KAWASAN PERKANTORAN PEMERINTAH BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Masykur Masykur
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2502.548 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v8i0.316

Abstract

Tujuan dari kajian  ini adalah tersedianya Konsep Rancangan Kota Banjarbaru  Kalimantan Selatan, sebagai bahan masukan master plan kota Banjarbaru. Kota Banjarbaru direncanakan menjadi Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Metode kajian dilakukan dengan pendekatan Perancangan Kota, yang meliputi ; Aspek Konsep Pembangunan Berkelanjutan, Aspek Simbolik kawasan, Aspek Kawasan Masyarakat Madani, Konsep Wujud Bangunan, Konsep Garden city , Konsep Treshold analysis, konsep Imej kota. Dari hasil kajian Perancangan Kota, dihasilkan konsep dasar perancangan Kawasan yang nantinya menjadi arahan pembangunan Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Konsep dasar perancangan akan ditindak lanjuti dengan Master Plan Kawasan Banjar bar dan Pentahapan Program Pembangunan   Kata Kunci : Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan, Perancangan kota.
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN SEWA KOTA CILEGON Herindiyati Herindiyati
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.852 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v8i0.317

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan, memicu kebutuhan perumahan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang berada di lokasi strategis. Selain kebutuhan akan lokasi yang strategis diperlukan pula tempat tinggal yang layak dan dapat memberikan kenyamanan hidup. Mahalnya lahan di kawasan perkotaan memerlukan program pembangunan yang mengefektifkan penggunaan lahan. Salah satu solusi pembangunan yang tepat adalah dengan membangun perumahan secara vertikal. Rumah susun menjadi solusi yang dapat mengatasi masalah keterbatasan lahan. Namun biaya untuk membangun rumah susun tergolong mahal bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah yang daya belinya masih rendah. Untuk itu pemerintah dan pemerintah daerah berupaya membantu penyediaan rumah susun yang kemudian dapat dipergunakan oleh masyarakat berkemampuan terbatas dengan cara sewa. Kota Cilegon sebagai kota industri yang berkembang cukup pesat memerlukan rencana penyusunan program bagi pembangunan rumah susun sewa. Kajian diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pihak pemerintah dalam penyediaan perumahan bagi masyarakatnya. Bentuk perumahan yang memungkinkan terpenuhinya lokasi ideal dan kelayakan bangunannya. Mengingat keterbatasan masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal yang layak.
PENYELIDIKAN GEOTEKNIK DI JEMBATAN S. CIMADUR BAYAH BANTEN Edi Barnas, Maryanto, dan Supriyanto
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.863 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v8i0.318

Abstract

Penyelidikan geoteknik untuk mengetahui daya dukung tanah dilakukan di sungai cimadur Banten, dalam rencana menentukan jenis pondasi.Metoda penyelidikan dengan 3 titik bor dalam, 3 titik sondir, serta uji laboratorium mekanika tanah, sehingga diketahui karakteristik tanahnya.Hasil analisanya bahwa Lapisan tanah hingga kedalaman 30 m,  dominan berjenis pasir .Lapisan Pasir dengan 30 <NSPT < 60, dengan Faktor Safety = 3,konsistensi agak keras s/d  keras & padat, pada kedalaman > 12 m, baik sebagai “end bearing” atau landasan pondasi dalam.Maka Pondasi yang disarankan adalah Tiang Pancang dengan pertimbangan :Dasar pondasi (end bearing) pada kedalaman > 12 m ( pondasi dalam ), berada pada lapisan tanah  jenis pasir dengan konsistensi sedang s/d keras & padat dengan 30 <NSPT < 60.Memiliki daya dukung untuk beban berat sejenis jembatan dan mampu merespon gaya horizontal dan vertikalnya .Pelaksanaannya efisien  pada lapisan tanah berpasir dan berair. Kata kunci : Geoteknik, Jembatan S. Cimadur
WATERGLASS SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN UNTUK MENAMBAH DAYA KEDAP AIR PADA BETON Budi Setiawan, Adi Susanto, dan Silviati
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.384 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v8i0.319

Abstract

Peningkatan mutu beton dapat dilakukan dengan memberikan bahan tambah. Dari beberapa bahan tambah yang tengah dikembangkan saat ini salah satunya adalah waterglass. Waterglass dengan reaksi kimia Na2SiO3 adalah salah satu bahan yang digunakan dalam campuran semen dan tekstil, merupakan material yang dapat memberikan perlindungan terhadap api. Waterglass dikenal sebagai air bening (waterglass) atau larutan bening (liquidglass). Waterglass, berwarna putih dengan bentuk padat, dapat larut dalam air (menghsilkan larutan alkali). Waterglass bersifat stabil, baik dalm bentuk biasa maupun larutan alkali.Dalam penelitian ini, penambahan waterglass sebesar 1% dan 2% terhadap berat semen dalam campuran beton normal umur K-225, dapat meningkatkan kuat tekan beton. normal umur 28 hari sebesar 241,6 kg/cm² atau naik sebanyak 7,38% dari mutu rencana K-225. Pada campuran yang ditambahkan 1% waterglass terhadap berat semen memiliki kuat tekan sebesar 253,0 kg/cm² atau naik 12,44% dan pada 2% sebesar 255,4 kg/cm² atau naik 13,51% dengan mutu rencana yang sama.Penambahan waterglass sebanyak 2% terhadap berat semen memiliki kekedapan yang lebih baik dari pada beton normal yaitu sebesar 4,212ˉ¹² cm/detik, sedang pada beton normal didapat nilai porositas/kekedapan sebesar 5,133ˉ¹² cm/detik. Artinya, beton dengan penambahan waterglass sebanyak 2% lebih kedap 17,95% dari pada beton tanpa campuran waterglass dengan mutu rencana yang sama dan tidak berpengaruh buruk terhadap workability, durability, dan strength beton serta dapat membuat beton kedap terhadap air dengan baik. Kata kunci : Mutu, Beton, waterglass

Page 1 of 1 | Total Record : 6