cover
Contact Name
Herindiyati Soeripno
Contact Email
jurnal.teknik@borobudur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknik@borobudur.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalimalang No. 1 Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal KaLIBRASI : Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri
Published by Universitas Borobudur
ISSN : -     EISSN : 26567768     DOI : https://doi.org/10.37721/kalibrasi.v5i2
Core Subject : Social, Engineering,
Architecture Engineering: Theory, History, Architecture Design, Architecture Science and Technology, Architecture and Urban Design, Home and Housing Architecture, Interior and Exterior Design. Civil Engineering: Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering and Marine Engineering Industrial Engineering: Operations Management, Quality Engineering, Manufacturing Systems, Value Engineering, Optimization, Industrial Automation, Strategic Management, Production Planning, Risk Management, Service Engineering, Industrial System Simulation
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2020): KaLIBRASI March 2020" : 5 Documents clear
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK GEARBOX DENGAN PENDEKATAN DMAIC SIX SIGMA PADA PT. X, Y, Z Ade Irwanto; Djauhar Arifin; Moh. Mawan Arifin
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri Vol. 3 No. 1 (2020): KaLIBRASI March 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.808 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v3i1.638

Abstract

PT. X, Y, Z merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi produk components automotive. Hasil produksi dari perusahaan adalah produk Gearbox, produk Gearbox yang sedang diteliti saat ini adalah tipe SI-00093, karena didapatkan jumlah cacat sebanyak 4.532 pcs, jenis cacat tersebut meliputi 5 jenis cacat (Nest, Scratch, Crack, Chipping, Abnormal Colour), dan jenis cacat atau No Good part yang paling banyak dihasilkan adalah jenis cacat Nest sebanyak 2.550 pcs pada saat proses Sizing. Untuk mendapatkan produk akhir yang baik, maka setiap proses pembuatan komponen produk juga harus berjalan dengan baik. Namun pada kenyataannya, tiap tahun produk cacat mengalami kenaikan sehingga keadaan ini harus dikendalikan  supaya didapatkan  kegagalan nol (zero defect).Six Sigma merupakan metode peningkatan kualitas dengan konsep menurunkan cacat produk hingga 3,4 cacat dalam satu juta produk yang dihasilkan. Six Sigma memiliki lima tahapan yaitu DMAIC yang merupakan kepanjangan dari Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Six Sigma juga memberikan solusi  yang  tepat mengenai langkah-langkah yang seharusnya dilakukan untuk menghasilkan  peningkatan kualitas menuju tingkat kegagalan = 0 (zero defect).Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa jenis cacat yang menyebabkan tingginya tingkat kecacatan produk Gearbox adalah cacat Nest sebanyak 2.550 pcs. Nilai rata-rata Defect Per Million Opportunities (DPMO) sebelum perbaikan dari bulan Juli 2018 – Desember 2018 adalah 24.200 DPMO dengan nilai Sigma 3,474 dan setelah perbaikan menggunakan metode Six Sigma dengan 5 tahapan yaitu DMAIC maka didapatkan hasil perbaikan dari bulan Januari 2019 – Juni 2109 adalah 13.300 DPMO, dengan nilai Sigma meningkat menjadi 3,717. Nilai Cost Of Poor Quality (COPQ) sebelum perbaikan Rp. 56.100.000,00 setelah adanya perbaikan nilai Cost of Poor Quality (COPQ) mengalami penurunan menjadi Rp. 28.050.00,00.Berdasarkan hasil perbandingan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dari hasil perbaikan menggunakan metode Six Sigma dengan 5 tahapan yaitu DMAIC didapatkan peningkatan kualitas komponen cukup baik dengan parameter hasil dilihat dari menurunnya nilai Defect Per Million Opportunities (DPMO) dan  meningkatnya level Sigma serta menurunnya nilai Cost of Poor Quality (COPQ).Kata Kunci : Pengendalian Kualitas, Six Sigma, DMAIC, DPMO
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DENGAN TAHAPAN DMAIC UNTUK MENGURANGI JUMLAH CACAT PADA PRODUK VIBRATING ROLLER COMPACTOR DI PT. SAKAI INDONESIA Ibrahim Ibrahim; Djauhar Arifin; Anita Khairunnisa
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri Vol. 3 No. 1 (2020): KaLIBRASI March 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.799 KB) | DOI: 10.37721/kal.v3i1.639

Abstract

PT. Sakai Indonesia adalah perusahaan pembuat alat berat untuk konstruksi jalan yang memproduksi Vibrating Roller Compactor. Salah satu cara pengendalian kualitas untuk menurunkan tingkat cacat pada produk adalah dengan metode Six Sigma. Six Sigma memiliki lima tahapan yaitu DMAIC yang merupakan singkatan dari Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa tingginya tingkat kecacatan produk adalah cacat kulit besi sebanyak 20,70%, cacat pemasangan Bolt kendor 19,75% dan cacat Diameter Stay tidak center sebanyak 19,43%. Dari data cacat yang ada kemudian dilakukan perhitungan DPMO untuk mengetahui tingkat Sigma. Nilai rata-rata DPMO dari bulan April 2018 hingga bulan Maret 2019 adalah 87.350,77 DPMO dengan nilai Sigma 2,86. Dari nilai DPMO dan tingkat Sigma pada PT. Sakai Indonesia menunjukkan bahwa proses pengendalian kualitas di PT. Sakai Indonesia cukup baik, karena masih berada diatas tingkat rata-rata Sigma perusahaan Indonesia, namun masih perlu ditingkatkan hingga mencapai 6 Sigma. Peningkatan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Six Sigma agar dapat mengurangi tingkat cacat produk secara terus menerus dan melakukan pengawasan serta perbaikan pada setiap proses yang dapat menimbulkan kecacatan pada produk. Kata Kunci : Cacat Produk; DMAIC; DPMO; Pengendalian Kualitas; Six Sigma
PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA USAHA PEMBUATAN BAWANG GORENG (STUDI KASUS PADA IKM JAKARTA PUSAT) Meilan Agustin
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri Vol. 3 No. 1 (2020): KaLIBRASI March 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.474 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v3i1.640

Abstract

Bawang Goreng “Delisi” is a Micro and Medium Small Business that has spezialition on fried onin packaging. On this day the product already available in around 300 modern market on Jabodetabek and others big city in Indonesia. As a food producer, the safety and health of what customer consumption is a must. Endanger foods could be cause poisoning. A lot of thing could be caused this unsafety, among others such as nature process like oxidation or decay, pollution like heavy metal, pesticide or bacteria. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) has set a regulation about how to make a good product for home made or usually called Good Manufacturing Practices (GMP) that will keep the quality of food safe and worthy to consumption. The result of analysis said, from 8 rated variable, 5 variable get “Good” score and 3 variable get “Sufficient” scoreKey Words: Good Manufacturing Practices (GMP), HACCP, Food Industry.
ANALISIS PERUBAHAN POLA PERILAKU DAN ALIH FUNGSI BANGUNAN KOMERSIAL MENJADI LAHAN PARKIR DI STASIUN BEKASI (Studi Kasus : Jalan Perjuangan Bekasi ) Nova Puspita Anggraini
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri Vol. 3 No. 1 (2020): KaLIBRASI March 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.45 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v3i1.641

Abstract

Seiring berkembangnya jumlah penduduk di Bekasi dengan berbagai macam kegiatan antara lain bersekolah, bekerja berbisnis, dan berdagang, membuat masyarakat disekitar memerlukan kendaraan. Adapun beberapa masyarakat di Bekasi yang memilih alternatif lain dengan menggunakan sarana yang telah tersedia yaitu KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter line di Stasiun daerah Jalan Pusdiklat Raya No.7, Marga Mulya, Bekasi Utara Kota Bekasi Jawa Barat. Di karenakan masyarakat Kota Bekasi banyak yang bekerja di sekitar Jabodetabek,Sehingga masyarakat yang memiliki kendaraan menitipkannya ke fasilitas parkir yang telah di sediakan pihak Stasiun Bekasi.Tidak terkecuali masyarakat yang menitipkan kendaraannya di luar dari Stasiun Bekasi yaitu di jasa penitipan motor yang berada di sekitar area Stasiun, keadaan itu dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya di Jalan Perjuangan Bekasi banyaknya bangunan yang berubah fungsi menjadi lahan parkir, yang semulanya bangunan komersial. Kata Kunci: Alih Fungsi Bangunan, Komersial Menjadi Lahan Parkir, Stasiun Bekasi, Perubahan Pola Perilaku, Penitipan Motor
STUDI STABILISASI TANAH EKSPANSIF DENGAN PENAMBAHAN Na Cl (GARAM DAPUR) DI RUAS JALAN TOL CIKAMPEK PALIMANAN Nur Kholik; Muhammad Zaenal; Wahyu Inggar Fipiana
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri Vol. 3 No. 1 (2020): KaLIBRASI March 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.225 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v3i1.642

Abstract

Stabilitas tanah adalah pengubahan atau perbaikan kualitas tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah menjadi lebih baik dari pada tanah sebelum distabilisasi. Terjadinya pengembangan dan penyusutan pada tanah menjadi sangat berbahaya, terlebih lagi apabila di atas tanah tersebut akan berdiri bangunan sipil. Tanah seperti ini tergolong tanah yang tidak stabil (tanah ekspansif) sehingga dapat merusak pondasi, lantai bangunan atau struktur yang akan didirikan diatasnya.Untuk melakukan stabilisasi tanah ada beberapa metode yang digunakan yaitu secara mekanis, maupun secara kimiawi. Dari beberapa metode tersebut diharapkan mendapatkan daya dukung tanah yang lebih baik dengan biaya yang eknomis.Untuk melakukan stabiisasi tanah tersebut dibutuhkan percobaan-percobaan di labolatorium dari uji propertis tanah,  pemadatan, sampai CBR tanah.  Dengan demikian diharapkan akan mendapatkan daya dukung tanah serta memperoleh formula yang baik untuk diterapkan pada tanah yang mempunyai stabilitas rendah.Berdasarkan penelitian stabilisasi tanah dengan bahan NaCl (garam) sebagai bahan penyetabil yang diuji di Laboratorium BBPJN IV Bina Marga Cikampek, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :Prosentase 0 % garam 100 % tanah  (tanah Asli) memiliki kualitas tanah yang masih rendah yaitu dengan nilai CBR 3,5%Pada percobaan berikutnya 10 % garam 90 % tanah didapatkan nilai CBR 4,2 %.Pada peercobaan berikutnya 20 % garam 80 % tanah didapatkan nilai CBR 5,0 %.Pada percobaan berikutnya 30 % garam 70 % tanah didapatkan nilai CBR 6,1 %.Pada percobaan berikutnya 30 % garam 70 % tanah dengan perlakuan perendaman 10 hari dimana kondisi disimulasikan tanah terendam banjir, didapatkan nilai CBR 5,9 % Dari tren kenaikan nilai CBR maka garam mempunyai sifat yang menyetabilkan tanah yang mempunyai nilai CBR rendah menjadi lebih tinggi. Namun pada perlakuan perendaman yang extrim (10 hari) dengan komposisi yang sama CBR turun menjadi  5,9 % dimana  spesifikasi 2010 refisi 3 menyatakan “Tanah dasar pada setiap tempat harus mempunyai daya dukung minimal sebagimana yang diberikan dalam gambar , atau sekurang kurangnya mempunyai CBR minimum 6 % jika tidak disebutkan.” Kata kunci : pengaruh penambahan garam pada tanah terhadap nilai CBR

Page 1 of 1 | Total Record : 5