cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 38, No 2 (2010)" : 7 Documents clear
BAHASA REMAJA KOTA PONTIANAK: SEBUAH PENELUSURAN BAHASA REMAJA SECARA DIAKRONIS Syarifuddin Syarifuddin; Irmayani Irmayani
Widyaparwa Vol 38, No 2 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.932 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v38i2.14

Abstract

Di Kota Pontianak, hidup bahasa remaja yang unik. Keunikan terwujud dengan adanya pengubahan-pengubahan sehingga diperoleh bentuk-bentuk yang terasa asing bagi kelompok usia lain. Dalam kaitan itu, kajian ini bertujuan mendeskripsi keunikan bahasa remaja itu. Kajian ini bersifat (struktural) diakronis. Jadi, selain mengkaji struktur demi diperolehnya kaidah, juga dikaji perihal waktu sebagai faktor penyebab. Kajian ini dilaksanakan dengan metode wawancara. Penerapan wawancara ditindaklanjuti dengan teknik catat. Berdasarkan kajian, keunikan bahasa remaja di Kota Pontianak dapat dirumuskan sebagai berikut. Dalam kaitan dengan waktu penggunaan, bahasa remaja di Kota Pontianak dikelompokkan menjadi (a) kurun 8090-an, (b) kurun akhir 90awal 2000-an, dan (c) awal 2000-an sampai dengan sekarang. Berdasarkan ada tidaknya peranti pendukung, dikelompokkan menjadi (a) tanpa peranti teknologi komunikasi dan (b) didukung peranti teknologi komunikasi.In Pontianak, a unique teenage langunge is manifest by changing form of the native language. Therefore, the form of the langunge is strange for other ages. Relating to this fact, the research is aimed at describing the uniqueness of teenage language. Thu researches structural or diacronic. Both of characteristics are used because beside the research investigates the structure of the language for gaining the rules, the research also inquires the time of the language occured as a causal factor. The research employs interview method and followed by recording technique. Based on the research, the uniqueness of teenage language in Pontianak is formulated as follow. ln relation with time of usage, teenage language is categorized into (a) 80-90s era, (b) end of 90s- early of 2000s, and (c) early of 2000s untill now. Based on manner of its realization, teenage language is divided into (a) before communication technology era and (b) after communication technology era.
PERIAN SEMANTIK LEKSEM ALAT-ALAT PERTUKANGAN SENG/PATRI DALAM BAHASA JAWA Dwi Sutana
Widyaparwa Vol 38, No 2 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1393.687 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v38i2.19

Abstract

Tulisan ini membahas semantik leksikal bahasa Jawa, khususnya tentang alat-alat pertukangan seng/patri. Tujuan pembasannya ialah mendeskripsikan leksem-leksem yang mengandung makna alat-alat pertukangan seng/patri dan untuk mengetahui komponen-komponen maknanya. Dengan tulisan ini diharapkan akan dapat mempermudah dalam membedakan antara leksem satu dengan leksem yang lainnya: tentang fungsinya, kemiripan maknanya, dan perbedaan makna spesifiknya. Kajian ini, pada akhirnya dapat digunakan sebagai bahan pendefinisian leksem-leksem dalam penyusunan kamus bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sinkronik. Maksudnya, di dalam analisis bahasa tidak mempertimbangkan perkembangan yang terjadi pada masa lampau. Sehubungan dengan itu, dilakukan langkah pengumpulan data, pengolahan data, dan pemaparan hasil pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pertukangan seng/patri ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu disebut sarana dan prasarana. Bahan-bahan yang termasuk sarana ialah (1) anglo anglo, (2) kikir kikir, (3) graji wesi gergaji besi, (4)solder solder, (5) tepas kipas, dan (6) gunting seng gunting seng, sedangkan bahan-bahan yang tergolong prasarana ialah (1) banyu keras air keras, (2) patri patri, (3) gondorukem gondorukem, (4) geni api, dan (5) areng arang.The research discusses lcxical semantic of Javanese language, particularly carpentry tool zinc/solder. The research aims to describe lexeme that contains meaning of carpentry tool zinc/solder and to investigate its compotential meaning. By this writing, it is hopefull to alliveate in differentiating between one lexeme with the other lexeme: its function, its similarity meaning, and the its differention of specific meaning. The research finally can be used as material in defining lexeme for compiling Javanese dictionary. The research employs qualitative desciptive and syncronic method. Therefore, in analyzing the data the development of langunge in the past is not considered. Relating to the approach research is conducted into several steps: data collection, data analysis, and data display. The result shows that capentry tool zinc/solder is diffirentiated into two types, that are facility and infrastructure. Some tools are categorized as facilities, which are (1) anglo 'brazier', (2) kikir 'file', (3) graji wesi 'iron saw', (4)solder 'solder', (5) tepas 'fan', and (6) gunting seng 'zinc scissors'. Some tools are categorized as infrastuctures, which are (1) banyu keras 'hardwater', (2) patri 'solder', (3) gondorukem 'resina coloplonium, (4) geni 'fire', and (5) areng 'charcoal'.
MELAYU JAWA DAN JAWA MELAYU: SEBUAH DINAMIKA SASTRA TANPA HENTI Sri Widati
Widyaparwa Vol 38, No 2 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1883.312 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v38i2.15

Abstract

Sastra dari luar, misalnya dari India, Persia, dan Cina telah lama masuk ke ranah sastra Indonesia, bahkan juga menjadi bagian dari sastra Jawa, misalnya Mahabarata, Ramayana, dan Baratayudha (dari India), Menak, Ambiya, Yusup dari Persia, serta Sam Pek Eng Tai dan Sin Jin Kui dari Cina. Kehadiran (naskah-naskah) sastra tersebut dilakukan melalui perpindahan penduduk ke luar daerah asalnya (migrasi) sambil membawa serpihan kekayaan budaya mereka. Di negeri singgahnya, biasanya, mereka beradaptasi dengan saling menunjukkan kebudayaan masing-masing, yang selanjutnya teradaptasi di negeri baru itu. Perjalanan budaya semacam itu dapat terjadi juga pada abad modern ini, misalnya kehadiran guritan karya Noriah Muhammed dan puisi karya Si Zainon Ismail (keduanya dari Malaysia). Perpindahan sastra Jawa (dan Indonesia) keluar negerinya juga melalui perpindahan penduduk atau migrasi, tetapi ada perbedaan pada latar belakang yang mendasarinya karena kondisi dan konsep bernegara masa kini lebih bersistem, yang tidak memungkinkan migrasi secara mudah, dan atau mengajarkan kebudayaan negeri asal secara bebas pula.Literature, such as fronr India, Persia nnd China hed entered to Indonesian literature for long time, even, had become parts of Javannese literature like in Mahabarata, Ramayana, and Baratayudha (from lndia), Menak, Ambiya, Yusuf from Persia and Sam Pek Eng Tai and Sin Jin Kui from Cina. The existence of literature (texts) occurred by the move of inhabitants out from their origins by bringing parts of their culture. In their movement, the inhabitants usually stopped over in countries and had adaptation to local culture. Theiir culture, then, were adapted in the countries they visited. Those cultural phenomena also occurred in literary works in this modern era, like guritan by Noriah Muhammed and poems by Si Zainon lsmail (from Malaysia). Migration of Javanese (and Indonesian) literature out of country occurred through people migration, but there was diffirence on its fundamental background for contemporary condition and governnnce concept that is more systematic. lt does not allow easy migration or not allow teaching tlrc origin culture freely.
UPAYA PENING KATAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JAWA SISWA KEI.AS VI SEKOLAH DASAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN STAD DALAM ROLE PLAYING Supartinah Supartinah
Widyaparwa Vol 38, No 2 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.233 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v38i2.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan penguasaan keterampilan berbicara bahasa Jawa ragam Krama. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek seluruh siswa kelas VI SDN Keputran X Yogyakarta. Kegiatan penelitian meliputi penetapan masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan interpretasi, refleksi, evaluasi dan refleksi, serta simpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penilaian. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) penerapan pendekatan STAD dalam role playing untuk pembelajaran berbicara bahasa Jawa ragam Krama dapat meningkatkan prestasi berbicara siswa sesuai dengan adanya peningkatan nilai rata-rata sebesar 5 poin, yaitu dari 55 menjadi 60 dan (2) meningkatkan motivasi siswa dalam belajar berbicara bahasa Jawa sesuai dengan adanya peningkatan motivasi sebesar 33%, yaitu dari 62% menjadi 95%.The research is aimed at developing and mastery of Javanese Krama style speaking skill. The reseach is action class reseach and the subject is all of students class Vl SDN Keputran X Yogyakarta. The activity of research includes setting the problem, planning action class, conducting the action class, interpretating observation, reflecting, evaluating and reflecting, and drawing a conclusion. Data collection is carried out by observing and evaluating. Data analysis is done by descritive stasticnl analysis. Based on the research, it can be concluded that the applicaton of STAD approach in role playing for teaching speaking Javanese Krama style can increase student's speaking achievement, which rating poin advancement is 5 poin. lt can be seen from the poin of 55 becomes 60. Beside that, the reseach shows that STDA approach can improae student motivation with the improvement of 33% from 62% becomes 95%.
TEKS BASIYO PAK DENGKEK: SEBUAH GAMBARAN KELUARGA JAWA DI DALAM DAGELAN MATARAM Dhanu Priyo Probowo
Widyaparwa Vol 38, No 2 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.258 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v38i2.21

Abstract

Teks Basiyo Pak Dengkek berisi ajaran-ajaran yang bernilai kejawaan, khususnya tentang keluarga Jawa. Keluarga Jawa mengajarkan tentang kerukunan dan kehalusan. Sebagai teks, pesan itu dikemas dalam suasana lucu dan dengan latar kehidupan sehari-hari. Di samping itu, teks Basiyo Pak Dengkek menjadi sebuah sapaan halus kepada orang Jawa untuk menyadari kekurangan, kesombongan, dan kerakusannya yang sangat akrab dengan kehidupan manusia.Basiyo Pak Dengkek text consisted of Javanese value teaching, particularly of Javanese family teaching. The Javanese family taught harmonious and soft. As text, those message were compiled in funny situation with daily life background. Besides that, Basiyo Pak Dengkek text became a soft greeting io Javanese people to realize their weakness, arrogant and greedy that attached to human life.
TIPE KALIMAT INVERSI DALAM BAHASA JAWA NGOKO Sumadi Sumadi
Widyaparwa Vol 38, No 2 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.683 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v38i2.17

Abstract

Penelitian ini membahas tipe kalimat inversi dalam bahasa Jawa ngoko, yang masih terfokus pada kalimat tunggal. Teori yang digunakan di dalam penelitian ini ialah teori tata bahasa fungsional (functional grammar), khususnya yang berkaitan dengan fungsi sintaktis. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif. Dalam penyediaan data digunakan metode simak yang diterapkan dengan teknik sadap dan teknik catat. Dalam analisis data digunakan metode distribusional yang diterapkan dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik permutasi. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan metode formal. Berdasarkan kemungkinan perubahan pola urutan P-S, kalimat inversi dalam bahasa Jawa dapat dibedakan atas dua tipe, yaitu tipe kalimat inversi opsional dan tipe kalimat inversi wajib. Berdasarkan kemungkinan pemunculan konstruksi relatif, ada satu tipe kalimat inversi yang memunculkan konstruksi relatif dengan kata kang/sing yang sebagai penanda relatif.This research aimed to discuss tlrc types of inversion sentence in ngoko (the low level of Javanese speech) Javanese, of which focus is still more on the single-sentence. Theory used in this research is functional grammar with syntaxtic function is the main focus. Method used is qualitative desciptive. ln preparing the data, the writer uses the observation method by previously applying the tapping and recording techniques. Then, the distribution method is used to analyze the data. The distribution is applied through both the immediate divisions of the sentence elements and permutation techniques. At last, the formal methods are applied to represent the analyzed data. Based on the possibility of P-S conversions, the inversion sentence in Javanese can also be distinguished into two types, i.e. optional and obligatory. Based on the possibility of the relative construction occurrence, there is particulaily another inversion type that features the relative construction with kang/sing (the relative pronoun) to be its relative indicator.
TINJAUAN RINGKAS METAFORA SINAESTETIK KATA MANIS Muhamad Ridwan Septioji
Widyaparwa Vol 38, No 2 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.05 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v38i2.18

Abstract

Metafora sinaestetik dipandang sebagai sebuah jembatan antara pengalaman manusia dengan realitas yang mengelilingi mereka, khususnya dalam persepsi antarindra. Kajian ringkas ini membahas sebuah kata manis dalam metafora sinaestetik. Beberapa permasalahan dalam makalah ini akan difokuskan dalam pembahasan, antara lain (i) alat indra apa sajakah yang dapat dipindahkan dari manis, (ii) mekanisme sinaestetik perpindahan persepsi indra kata manis, (iii) struktur metafora sinaestetik kata manis.Synaesthetic metaphor viewed as a bridge between human experience and the reality surround them, especially in cross-sensory perception. This brief research discusses a sweet word in synaesthetic metaphor. Several problems on this paper will be focussed on discussion, such as (i) what kind of sensory modality that can be transferred from 'sweet', (ii) 'sweet' mechanism cross-sensory perception synaesthetic, (ii) the 'sweet' structure of synaesthetic metaphor.

Page 1 of 1 | Total Record : 7