cover
Contact Name
Mulyanto
Contact Email
widyaparwa@gmail.com
Phone
+6281243805661
Journal Mail Official
widyaparwa@gmail.com
Editorial Address
https://widyaparwa.kemdikbud.go.id/index.php/widyaparwa/about/editorialTeam
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widyaparwa
Jurnal Widyaparwa memublikasi artikel hasil penelitian, juga gagasan ilmiah penelitian (prapenelitian) yang terkait dengan isu-isu di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 46, No 2 (2018)" : 13 Documents clear
KAUM SUBALTERN DALAM NOVEL-NOVEL KARYA SOERATMAN SASTRADIHARDJA: SEBUAH KAJIAN SASTRA POSKOLONIAL (SUBALTERN IN NOVELS BY SOERATMAN SASTRADIHARDJA: A POST-COLONIAL LITERATURE STUDY) Winda Dwi Lestari; Sarwiji Suwandi; Muhammad Rohmadi
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.456 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.175

Abstract

The research is originally inspired by the problem occurring on colonial era in Indonesia, especially Java area, which remains social strata differences problem in society i.e. native and colonial. Colonial creates hegemony which makes the native and the exile or known as subaltern. Colonizer portrays an ideology as if it takes side of the native. In contrarily it is as a mean to gain profit for the colonial. The research is based on theory developed by GayatriSpivak who proposes that the subaltern victims are mostly women. The research aims to describe how subaltern effort, especially women, in striving against colonizer oppression and also their culture i.e. Javanese culture. The method used in the research is descriptive method and content analysis technique. The result indicates that female character becomes subaltern as a result of marginalization, labeling, social status discrimination and applied customary law bond. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang terjadi pada zaman penjajahan kolonial di Indonesia khususnya di daerah Jawa, yang meninggakan permasalahan adanya pembedaan strata sosial dalam masyarakat yaitu kaum pribumi dan kaum penjajah. Kaum penjajah menciptakan hegemoni yang membuat kaum pribumi seolah-olah hanya sebagai pengikut dan kaum buangan yang lebih di kena dengan kaum subaltern. Penjajah menanamkan ideologi yang seolah-olah berpihak kepada pribumi namun sebaliknya hal itu hanya sebagai sarana agar lebih menguntungkan penjajah. Penelitian ini berdasar pada teori yang dikembangkan oleh Gayatri Spivak yang menyatakan bahwa kaum subaltern yang banyak menjadi korban adalah perempuan. Penelitian ini bertujuan mendeskribsikan bagaimana upaya kaum subaltern khususnya perempuan dalam melawan ketertindasan dari penjajah dan juga  budayanya sendiri yaitu budaya Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa tokoh perempuan menjadi subaltern karena temarginalisasi, mendapat pelabelan, dimiskinkan secara status sosial dan ikatan hukum adat yang berlaku. 
DINAMIKA MENUJU KESEJATIAN DIRI PADA TOKOH UTAMA BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (DYNAMICS TOWARDS SELF-SUCCESS IN THE MAIN FIGURE OF BIDADARI BERMATA BENING BY HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY) Umar Sidik
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.646 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.202

Abstract

This study addresses four problems, namely (1) how Ayna overcomes unconsciousness in her; (2) how Ayna can protect her person from the personality that dominates her; (3) how Ayna overcomes the shadow side of herself; and (4) how Ayna gathered courage to face anima and animus in her. This study uses the psychoanalytic approach (archetype) proposed by Carl G. Jung which is related to self-authenticity (the self). Data validity is determined by the validity of the meaning. The analysis is carried out by means of understanding, heuristics, and hermeneutics and meaning to obtain inference according to the purpose of the study. In this study it was found that (1) Ayna represents personalunconscious to provide space for the entry of positive new impulses to encourage self-realization; (2) Ayna acts as a persona when her condition is pressed, namely by revealing her identity when being tried in a boarding school; (3) Ayna makes a harmonious blend or balance between things that are contradictory in her shadow; and (4) Ayna controls herself by suppressing all her shadows and animations to give space for animus emergence so that she can think clearly to save herself. Penelitian ini membahas empat permasalahan, yaitu (1) bagaimana Ayna mengatasi ketidaksadaran (unconscious) dalam dirinya; (2) bagaimana Ayna dapat melindungi personanya dari kepribadian yang mendominasi dirinya; (3) bagimana Ayna mengatasi sisi hitam (shadow) dari dirinya sendiri; dan (4) bagaimana Ayna mengumpulkan keberanian untuk menghadapi anima dan animus dalam dirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikoanalisis (arketipe) yang dikemukakan oleh Carl G. Jung yang terkait dengan kesejatian diri (the self). Kesahihan data ditentukan dengan validitas makna. Adapun analisis dilakukan dengan cara pemahaman, heuristik, dan hermeneutik serta pemaknaan untuk memperoleh inferensi sesuai dengan tujuan penelitian. Pada penelitian ini ditemukan bahwa (1) Ayna merepresikan ketidaksadaran pribadi (personalunconscious) untuk memberikan ruang masuknya impuls-impuls baru yang positif untuk mendorong terwujudnya realisasi diri; (2)Ayna melakukan tindak persona ketika kondisi dirinya terdesak, yaitu dengan cara membeberkan jati dirinya ketika disidang di pondok pesantren; (3) Ayna membuat perpaduan atau keseimbangan yang harmonis antara hal-hal yang bertentangan dalam bayang-bayang dirinya; dan (4) Ayna mengendalikan diri dengan menekan seluruh bayang-bayang dan animanya untuk memberikan ruang munculnya animus sehingga dapat berpikir jernih untuk menyelamatkan diri. 
HUMOR DALAM RAMBU LALU LINTAS Edi Setiyanto
Widyaparwa Vol 46, No 2 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.342 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v46i2.206

Abstract

This study discusses about humor in traffic signs. This study discusses three issues, namely the theme of signs, the structure of discourse signs, and the strategy of creating humor. The study is eclectic by utilizing a structural approach and a pragmatic approach. Structural approach to describing the structure of the discourse in order to accommodate humor. Pragmatic approach to describe the theme of signs and strategies for creating humor. This study is qualitative descriptive. Data in the form of humorous traffic signs. Data is obtained by using the refer method, annotated recording technique. Annotations are imposed on the discourse elements that are not in the form of text, for example photos, ornaments, font size, layout. The listening is done online on sites that upload humorous traffic signs. Data that was originally in the form of memes was transcribed by following standard writing rules. After selection, the data used amounted to 31. Based on the study, it was concluded that the element of humor in traffic signs was realized due to the peculiarities of the structure of the discourse. Humor is built because there is a violation of (1) the maxim of quality, (2) the maxim of relevance, and (3) the maximal way. Violation of the maxim of the way regarding violations of submaxim (a) continuity, (b) lack of triviality, and (c) lack of excess.Kajian ini membahas humor dalam rambu lalu lintas. Kajian ini membahas tiga permasalahan, yaitu tema rambu, struktur wacana rambu, dan strategi penciptaan humor. Kajian bersifat eklektik dengan memanfaatkan pendekatan struktural dan pendekatan pragmatik. Pendekatan struktural untuk mendeskripsikan struktur wacana demi terakomodasinya humor. Pendekatan pragmatik untuk mendeskripsikan tema rambu dan strategi penciptaan humor. Kajian ini bersifat kualitatif deskriptif. Data berupa wacana rambu lalu lintas yang berunsurkan humor. Data diperoleh dengan menggunakan metode simak, teknik catat beranotasi. Anotasi dikenakan pada unsur wacana rambu yang tidak berupa teks, misalnya foto, ornamen, ukuran huruf, tata letak. Penyimakan dilakukan secara online atas situs-situs yang mengunggah rambu lalu lintas berunsur humor. Data yang semula berupa meme ditranskrip dengan mengikuti kaidah penulisan yang baku. Sesudah diseleksi, data yang digunakan berjumlah 31. Berdasarkan kajian, disimpulkan bahwa unsur humor dalam rambu lalu lintas terwujud karena kekhasan struktur wacananya. Humor terbangun karena adanya pelanggaran terhadap (1) maksim kualitas, (2) maksim relevansi, dan (3) maksim cara. Pelanggaran terhadap maksim cara berkenaan dengan pelanggaran terhadap submaksim (a) kelangsungan, (b) ketakambiguan, dan (c) ketakberlebihan.

Page 2 of 2 | Total Record : 13