cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bestari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 272 Documents
KLONING MANUSIA:SEBUAH DILEMA Widodo, Wahyu
Jurnal Bestari No 35 (2003)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2620.613 KB)

Abstract

Cloning is the production of one or more individual plants or animals or humans that are genetically identical to another plant or animal or human.There are three different types of ?cloning? are: embryo cloning,adult DNA cloning and therapeutic cloning.Some scientists believe that human cloning is moral and might eventually lead to very positive result,such as for cure,help parent infertil and produce a reservoir of ?organ spare parts?. In the other hand,some individuals and groups have expressed concern about adverse effect of human cloning,and question its morality.One of their reason is a fertilized ovum is a full human person.Whent its nucleus is removed during cloning,that person is,in effect,murdered.Member of some religious groups,particularry evangelical Christianity and Roman Catholicism,believe that a soul enters the body at the instant of conception,and that the fertilized ovum is in fact a human person with full human right.Dividing that ?baby? in half during an human cloning procedure would interfere with God?s intent.It is also human experimentation on live person.The many cloned zigotes that died after a few ceel divisions would be lost human beings;their loss is considered as serious as the death of new born baby.In Islam,there is now central authority comparable to the pope in Roman Catholicism.There are a lot of arguments,but almost said if the extension of cloning to human beings would create extremely complex and intractable social and moral problems.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMERINTAHAN NAGARI DALAM MENYUSUN PERATURAN NAGARI (LEGAL DRAFTING) DI KABUPATEN TANAH DATAR, PROVINSI SUMATERA BARAT , Zayadi Zainuddin, Husni Mubarok Siregar , Dewi Puspita
Jurnal Bestari No 42 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.136 KB)

Abstract

Dalam menyikapi momentum Otonomi Daerah, Pemerintah Daerah Sumatera Barat melalui Perda No. 09 Tahun 2000 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Nagari, telah menyelaraskannya dalam bentuk "Kembali pada system Pemerintahan Nagari". Sesuai dengan Perda tersebut pada pasal 1 G, nagari sebagai pemerintahan terendah berhak menyelenggarakan system pemerintahannnya sendiri. Akan tetapi, pemberlakuan sistem pemerintahan nagari yang relatif baru (2 tahun) tentu menyebabkan terjadinya perombakan aparatur pemerintahan, dan rata-rata mereka adalah orang baru di bidang pemerintahan. Otomatis pengalaman aparatur pemerintahan nagari kurang memadai. Hal ini diperkuat lagi dengan kenyataan bahwa resisitensi pemerintahan nagari yang berjalan selama 2 tahun lemah, ditandai dengan tidak dilengkapinya nagari dengan peraturan nagari (Pernag). Fenomena ini terjadi di Nagari Baringin di Kabupaten Tanah Datar. Padahal, pemerintahan yang bisa menampung kebutuhan (need assesment) masyarakat, adalah pemerintahan legal/formal. Wujud dari kemutlakan pemerintahan yang legal/formal tersebut adalah dengan adanya undang-undang/Pernag yang mau tidak mau harus dimiliki oleh pemerintahan nagari Baringin. Berangkat dari permasalahan diatas, tim PKM mengadakan pengabdian masyarakat di nagari tersebut dengan harapan pemerintahan Nagari Baringin mampu melahirkan produk hukum yang bias mengikat semua masyarakat. Dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat, Tim PKMM menggunakan metode Androgogi sebagai bentuk pembelajaran bagi orang-orang dewasa. Hasil dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah: Pertama, adanya peningkatan pemahaman masyarakat khususnya Badan Perwakilan Rakyat Nagari (BPRN) terhadap system penyelenggaraan pemerintah dan menyadari betapa perlunya peraturan nagari dalam mendukung setiap program pemerintahan nagari. Kedua, aparatur pemerintahan nagari termotivasi untuk membangun nagarinya kembali bahkan Wali Nagari Baringin bersama-sama dengan aparatur lainnyanya (Pionir) akan membentuk Assosiasi Wali Nagari Se-Kabupaten Tanah Datar (AWN Kab. Tanah Datar). Ketiga, Pemerintahan Nagari Baringin sudah merancang beberapa peraturan nagari seperti Pernag Anggaran Belanja dan Pendapatan Nagari (APBN), Pernag Pemberantasan Penyakit Masyarakat dan Peraturan Nagari Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban. Dengan adanya Pernag sebagai produk hukum nagari dan sikap kritis masyarakat tentang pelaksanaan pemerintahan nagari, inilah sebagai buffer kemapanan penyelenggaraan pemerintahan nagari.
INTERRELASI BENTURAN GLOBALISASI DENGAN LIBERALISASI DAN KRITIS KAPITALISME Syaifullah, Yunan
Jurnal Bestari No 34 (2002)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4554.75 KB)

Abstract

Segala pesona dan daya tarik globalisasi membuat banyak pihak "tergoda" untuk mempersoalkan dan mempertanyakan. Kenapa demikian? Tatkala kejenuhan dan kesumpekan mendera umunya masyarakat di tengah ketidakpastian yang senantiasa menghampiri banayk lokasi, menjadikan di antara mereka bermimpi tentang hal lain. suatu mimpi yang ditunggu sebagian besar manuasia yang kini berada dalam pusaran negara-negara secara kompleks.
WHAT DO WE LEARN FROM LITERATURE Hartono, Hartono
Jurnal Bestari No 12 (1992)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.386 KB)

Abstract

It is quite evident that most of us are indifferent to literature. To illustrate, let me just quote some people?s comments on the works. ?I do not understand what the importance of literature to our life is. For me, personally, literature does not have any influence on my life,? said a pharmacist. An electrical engineer once sad, ?Reading literary novels? Just wasting time. Such bookd sre just the works daydreamers.? And this is the worst: ?Literature? What kind of animal is it? In our course we have never been taught the definition of that; however I might be able to say that literary works contain complicated ides poured from writer?s mind,? said a student of English Departement of an outstanding university. And I believe it is not too difficult to have many other similar comments.
RANCANGAN TEORITIK KEWIRASWASTAAN Haryadi, Haryadi
Jurnal Bestari No 20 (1995)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siapakah sebenarnya seorang wiraswasta itu? Pertanyaan mendasar ini dikemukakan oleh Sylvia Hale (1978) ketika hendak mereview ancangan konseptual tentang wiraswasta dari berbagai literatur social. Hasil jawabannya sangat beragam, dan untuk sebagian akan dimanfaatkan  dalam tulisan ini.
KEMBALI KE AL-QUR’AN PERSPEKTIF HEMERNEUTIKA PEMBEBASAN Basya, M Hilaly
Jurnal Bestari No 35 (2003)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2729.802 KB)

Abstract

Seruan kembali ke al-Qur?an memiliki ?daya dobrak teologis? yang bermuara pada keberagamaan yang progresif dan humanis.Namun,belakangan ada modifikasi bahwa seruan tersebut mutlak dijadikan mekanisme untuk menolak modernitas,sebelum dianggap mengancam eksistensi nilai-nilai Islam.Jejak semacam itu muncul banyak parilan.Mereka meniscayakan ketudukan seperti al-Qur?an dalam bentuknya yang tekstual;teks yang diposisikan sebagai sesuatu yang transeden,tidak terpengaruh oleh ?hiruk pikuk? problem kekinian,teks menjadi mati lantaran diposisikan monointerpretatif,yang ditafsirkan sekali dan berlaku untuk selamanya.Kini,dibutuhkan suatu pembebasan diri dalam melakukan pembacaan hermeneutik menjadi alternatif pilihan untuk mendinamiskan pemahaman terhadap teks,dan untuk menghadirkan teks pada konteks kekinian dan kedisinian.
AGENDA MANAJEMEN UTANG LUAR NEGERI INDONESIA PASCA PEMILU 2009 Yumitro, Gonda
Jurnal Bestari No 41 (2009)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.912 KB)

Abstract

Indonesia has a big problem related to owning debts. Every year, the number of the debts  always increase because the country development. Besides, a way to solve the crisis still depends on the debts. Indonesia does not have independency to build its economic system based on people of  interest. So, there is no real development in Indonesia because it prefers to have growth than justice. The development is the catching up fallacy. Moreover, in the presidential election of 2009, we hope that we can find the leader who want to bring out Indonesia from this "debt  trap".
PROFESIONALISME APARATUR PEMERINTAH (MENYONGSONG INDONESIA BARU) Anwar, M Khoirul
Jurnal Bestari No 28 (1999)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2764.386 KB)

Abstract

Profesionalisme harus menjadi acuan utama dalam pemerintahan jika kita ingin mengadakan perubahan mendasar problem krusial bangsa. Ia menjadi tuntutan pada era manajemen modern dewasa ini. Sebab jika tidak pemberdayaan yang dilakukan tidak akan mendorong kemandirian masyarakat, pelayanan tidak membuahkan keadilan masyarakat dan pembangunan tidak menciptakan kemakmuran pada rakyat.
PEREKONOMIAN INDONESIA: PREDIKSI PRA DAN PASCA PEMILU 1999 Rasyid, Harun
Jurnal Bestari No 27 (1998)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3061.77 KB)

Abstract

Wajah perekonomian nasional pasca pemilu 1999 masih akan diwarnai oleh berbagai masalah krusial. Oleh karenanya, di masa mendatang, harus ada reorientasi kebijakan pembangunan yang bisa memberikan akses lebih besar pada lapisan bawah dalam memanfaatkan peluang ekonomi.Dalam kaitannya dengan kecendrungan perekonomian yang semakin terbuka, perekonomian Indonesia harus menyiapkan infrastruktur dan kebijakan politik yang benar-benar sejalan dengan liberalisasi.
MENINGKATKAN PROFESIONALISME PERBANKAN INDONESIA Warsono, warsono
Jurnal Bestari No 39 (2008)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2835.562 KB)

Abstract

Sebagai jantung perekonimia, dunia perbankan berperan aktif terhadap jalannya roda ekonomi di suatu negara, termasuk Indonesia. Dengan jumlah sebanyak 130 kantor saat ini, peranan bank diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, dan dapat menjalankan fungsinya sebagai penggerak ekonomi dengan semstinya.