cover
Contact Name
Jamiludin Usman
Contact Email
jamiludin.usman@iainmadura.ac.id
Phone
+6285336521427
Journal Mail Official
tadris@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Pamekasan, Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 1907672X     EISSN : 24425494     DOI : http://doi.org/10.19105/tjpi
Core Subject : Religion, Education,
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam is an open-access peer-reviewed journal published by the Tarbiyah Faculty of State Islamic Institute of Madura. Tadris Journal is published twice a year in June and December, the contents are scientific writings on Islamic Education in form of conceptual ideas, literature reviews, practical writing, or research results from various perspectives.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2008)" : 9 Documents clear
ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM (Perspektif Filosofis-Historis) Kosim, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.857 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.232

Abstract

Ilmu pengetahuan dalam Islam memiliki karakteristik khas yang berbeda secara fundamental dengan ilmu-ilmu yang dikembangkan di Barat, baik landasan, sumber, sarana, dan metodologinya. Dalam Islam, ilmu pengetahuan memiliki landasan yang kokoh melalui al-Qur’ān dan Sunnah; bersumber dari alam fisik dan alam metafisik; diperoleh melalui indra, akal, dan hati/intuitif. Cakupan ilmunya sangat luas, tidak hanya menyangkut persoalan-persoalan duniawi, namun juga terkait dengan permasalahan ukhrāwi.
PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF KH. SAIFUDDIN ZUHRI -, Djamaluddin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.681 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.233

Abstract

Di tengah carut marut problem pendidikan yang semakin mendasar dan mengakar, menggali pemikiran para tokoh dipandang penting dalam rangka ikut memberikan enlighment terhadap pemikiran dan me-refresh dinamika kependidikan yang selama ini sudah mengarah kepada materialisasi dan mekanisasi. Pemikiran Saifuddin Zuhri tentang konsep guru yang ideal, pendidikan berbasis masyarakat dan aspek-aspek pemikirannya yang lain, kiranya dapat dipandang sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi carut marut praktik pendidikan yang semakin jauh dari khittah-nya sebagai upaya memanusiakan manusia.
PENDIDIKAN DAN TRADISI (Menakar Tradisi Pendidikan Pesantren) -, Thonthowi
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.311 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.234

Abstract

Pendidikan Islam, semenjak jaman Nabi Muhammad saw. sudah dibina di atas pewarisan tradisi atau yang biasa disebut dengan sunnah nabawiyyah, beliau mewariskan tradisi itu kepada para sahabat, kemudian para sahabat mewariskannya kepada para tabi’in dan seterusnya sampai kepada kita. Lalu apabila Islam menghendaki tradisi itu -antara lain- untuk mengembangkan kreasi tentang polapola dalam kehidupan serta mengembangkan gairah hidup hingga tercapainya titik tujuan dan apabila Islam juga menginginkan agar pendidikan itu digunakan –antara lainuntuk melestarikan nilai-nilai dan demi mengembangkan kreativitas peserta didik, maka keduanya tidak bisa dipisahkan karena memiliki tujuan yang sejalan dan saling mempengaruhi. Sebab itu, tradisi yang sudah menyatu dalam diri masyarakat bisa mewujud dalam aspek agama, sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain sebagainya yang sejatinya semua itu adalah hasil dari pendidikan juga.
IMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Arif, Saiful
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.093 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.235

Abstract

Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan langkahlangkah inovasi, termasuk pengembangan guru agama yang merupakan upaya terus-menerus dari suatu organisasi profesi keguruan. Pengembagan profesi guru agama Islam diarahkan pada peningkatan karir, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat dilaksanakan secara formal dan informal. Pengembangan formal diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab institusi penyelenggara pendidikan agama Islam itu, baik melalui penataran, tugas belajar, lokakarya dan sejenisnya. Sedangkan pengembangan informal merupakan tanggungjawab guru agama Islam yang dilaksanakan sendiri atau bersama dengan rekan kerjanya. Hambatan terhadap upaya ini timbul karena guru agama Islam sering terlalu terikat dengan pekerjaan rutinitas, kurangnya penyediaan sarana dan prasarana, dan atau kurang termotivasi diri dalam upaya mengembangkan profesionalitasnya. Sudah tentu pada aspek ini dibutuhkan adanya bantuan dan bimbingan dari seorang supervisor pendidikan Agama Islam, dan disinilah dibutuhkan adanya pelaksanaan supervisi klinis.
POLA PEMBELAJARAN ILMU KALAM DI PTAI (Kasus Ikhtiar Rekonsiliasi dalam Memahami Perbuatan Manusia) Susanto, Edi
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.491 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.236

Abstract

Salah satu problem teologis berkaitan dengan perbuatan manusia adalah apakah manusia itu bebas berkreasi dalam menentukan perbuatannya sendiri ataukah semuanya serba ditentukan oleh Tuhan. Sehubungan dengan fenomena ini, muncul beragam perspektif sehingga kita mengenal Mu’tazilah, Jabariyah, Asy’ariyah dan Maturidiyah dengan seluk beluk doktrinalnya yang berposisi secara resisprokal. Tulisan ini berusaha mendeskripsikan hal yang mesti dilakukan oleh umat Islam –melalui transformasi keilmuan di perguruan tinggi agama Islam – dalam menghadapi fenomena aliran teologi yang bersifat resisprokal tersebut dengan tidak berpretensi untuk mendamaikannya dengan sebab ikhtiar tersebut akan terjebak pada pola pikir Hegelian.
PENDIDIKAN ISLAM KLASIK (Telaah Sosio-Historis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Masa Awal Sampai Masa Pertengahan) Solichin, Mohammad Muchlis
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.431 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.237

Abstract

Pendidikan Islam secara historis dimulai pada zaman Rasulullah SAW. dalam bentuk membimbing dan mendidik para sahabatnya dengan ajaran Islam yang merupakan penjelasan dari ayat-ayat al-Qur’an yang beliau terima dari Allah melalui Jibril. Pada masa itu, pendidikan Islam berkisar aktivitas baca tulis al-Qur’an beserta makna yang dikandungnya. Pasca wafatnya, pendidikan dilanjutkan oleh para sahabat, tabi’în, dengan pengembangan yang cukup signifikan, dengan ditambahnya materi pendidikan Islam—sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat muslim saat itu. Pada masa kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah, pendidikan Islam berkembang pesat baik materi, metode, dan tempat-tempat pendidikan sebagai imbas semakin berkembangnya komunitas muslim menjadi komunitas kosmopolit yang ditandai dengan maju pesatnya berbagai cabang ilmu pengetahuan.
PROGRAM SERTIFIKASI GURU (Antara Tuntutan Kesejahteraan dan Kualitas) -, Siswanto
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.249 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.238

Abstract

Guru adalah profesi yang memegang peran sentral dalam menentukan generasi penerus bangsa. Guru dituntut memiliki keterampilan yang memungkinkan untuk mengorganisasikan materi serta mengelolanya dalam pembelajaran dan pembentukan kompetensi siswa. Profesi guru harus dipersiapkan untuk mengenal ilmu pengetahuan yang luas agar memiliki kemampuan dan kompetensi. Kompetensi guru bersifat kompleks dan merupakan kesatuan yang utuh yang menggambarkan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan melalui tindakan dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai pendidik. Sertifikasi guru yang dilaksanakan pemerintah merupakan upaya peningkatan mutu guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru. Muara akhir yang diharapkan adalah meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Bentuk peningkatan kesejahteraan adalah upaya pemberian insentif tunjangan profesi guru sebesar satu kali gaji pokok setiap bulan bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik.
STRATEGI SELF-REGULATED LEARNING (Perspektif Teoritik) Mukhid, Abd.
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.596 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.239

Abstract

Self-regulated learning secara umum dicirikan sebagai partisipan yang aktif yang mengontrol secara efisien pengalaman belajar mereka sendiri dengan cara yang berbeda, mencakup menentukan lingkungan kerja yang produktif dan menggunakan sumber-sumber secara efektif, mengorganisir dan melatih informasi untuk dipelajari, memelihara emosi yang positif selama tugas-tugas akademik, dan mempertahankan kepercayaan motivasi yang positif tentang kemampuan mereka, nilai belajar, dan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar. Pebelajar pengaturan diri (self-regulation learners) belajar melalui pengalaman dan refleksi diri (self-reflection).
CRITICAL THINKING ABOUT TRUTH IN TEACHING (An Educational Philosophy Perspective) Ariwidodo, Eko
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.97 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.240

Abstract

Pemikiran kritis harus disesuaikan dengan kebenaran yang sesuai dengan kapasitasnya. Boleh jadi beberapa pertimbangan tentang pemikiran dari tujuan pendidikan harus lebih dikhususkan sesuai dengan bidangnya, serta lebih berharga, yang selanjutnya disebut kritis, berhubungan dengan pertimbangan standar epistemic yang menginformasikan tentang filsafat Barat melalui Thales, lebih jelasnya sejak Socrates dan Plato. Tulisan ini akan lebih memfokuskan pada pertanyaan tentang mengajar kebenaran, pada saat pemikiran terbentuk di dalam suatu epistemologi kehidupan. Hal tersebut akan disertai pembelajaran tentang kebenaran, yang hanya terlihat sama kritisnya dengan pemikiran yang didapatkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9